cover
Contact Name
Livana PH
Contact Email
jurkep.jiwa@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
jurkep.jiwa@gmail.com
Editorial Address
Faculty of Nursing and Health Sciences | University of Muhammadiyah Semarang Jl. Kedungmundu Raya No. 18 Semarang Gedung NRC University of Muhammadiyah Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia
ISSN : 23382090     EISSN : 26558106     DOI : 10.26714/jkj
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Keperawatan Jiwa publishes articles in the scope of mental nursing broadly but is limited, especially in the field of mental nursing in healthy groups, risks, and disorders. Articles must be the result of research, case studies, results of literature studies, scientific concepts, knowledge and technology that are innovative and renewed within the scope of mental nursing science both on a national and international scale.
Articles 819 Documents
Pengaruh Self Stigma terhadap Kualitas Hidup Perawat yang Bekerja Diruang Isolasi Covid-19 di Kota Kupang Fepyani Thresna Feoh; Maryati Agustina Barimbing
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 10, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.10.2.2022.269-276

Abstract

Coronavirus berdampak pada seluruh aspek kehidupan masyarakat, termasuk juga pada bidang kesehatan khususnya perawat.Perawat yang memberikan pelayanan keperawatan langsung kepada pasien coronavirus, memiliki banyak permasalahan baik secara fisik maupun psikis, karena dalam memberikan pelayanan, perawat dituntut untuk selalu memberikan pelayanan secara optimal, namun disisi lain perawat sedang mengalami trauma psikologis yang mendalam akibat stress yang dialami selama menjadi perawat Covid-19. Hal ini mempengaruhi ketahanan diri perawat sehingga perawat dapat membuat stigma diri negatif yang pada akhirnya berdampak pada akan mempengaruhi kualitas hidup perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self stigna terhadap kualitas hidup perawat yang bertugas di ruang isolasi covid-19 di Kota Kupang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian komparatif dengan pendekatan cross sectional. Besarnya sampel dalam penelitian ini adalah 110 orang perawat yang bertugas di ruang isolasi covid-19 di Kota Kupang, yang terdiri dari Responden dari RSUD Prof Dr. W. Z. Johannes berjumlah 26 orang, RS. Bhayangkara berjumlah 36 orang, RSUD S. K. Lerik berjumlah 16 orang, Rumah Sakit Tk. III Wirasakti Kupang berjumlah 12 orang dan RS Pendidikan Universitas Nusa Cendana berjumlah 20 orang. Sampel  diperoleh dengan menggunakan teknik total sampling. Analisa data menggunakan uji statistik chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh self stigma terhadap terhadap kualitas hidup perawat yang bertugas di ruang isolasi COVID-19 di Kota Kupangdengan p-value= 0.001.
Dukungan Keluarga Berhubungan dengan Tingkat Kualitas Hidup Lansia Kusdiah Eny Subekti; Sintia Dewi
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 10, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.10.2.2022.403-410

Abstract

Dukungan keluarga sangat penting diperlukan oleh lansia dalam memberikan kenyamanan keluarga merupakan support system utama bagi lansia dalam mempertahankan kualitas hidup karena dukungan keluarga yang baik akan mempengaruhi kualitas hidup yang baik.Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kualitas hidup lansia. Metode penelitian deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi 106 Lansia dengan sampel yang diambil menggunakan Teknik Simpel random sampling sebanyak 52 Orang. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat menggunakan uji fisher’s exact test dengan α=5% (0,05). Hasil penelitian menunjukan bahwa dukungan keluarga dengan kategori baik sebanyak 19 responden (36,5%). Kualitas hidup dengan kategori baik sebanyak 25 responden(48,1%).Dan diperoleh nilai AsymExac’t. Sig. (2-sided) = 0,389 nilai ini lebih besar dariα = 5% (0,05) maka hipotesis H0diterima. Koofesien kontingensi diperoleh nilai 48,1 %. Simpulan tidak ada hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kualitas hidup lansia.
Gambaran Faktor yang Berhubungan dengan Kelainan Cardiovascular pada Pasien Schizophrenia: Literature Review Shelvy Setyawati; Arum Pratiwi
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 10, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.10.2.2022.317-326

Abstract

Scizophrenia merupakan gangguan jiwa berat yang menjadi permasalahan di seluruh dunia. Salah satu masalah kesehatan fisik yang dialami oleh pasien skizophrenia yaitu penyakit cardiovascular. Cardiovascular Disease meningkatkan angka kematian pada pasien skizophrenia yang disebabkan oleh gaya hidup yang kurang sehat seperti merokok, diet tidak sehat, kurang aktifitas fisik dan efek samping dari penggunaan obat antipsikotik. Studi literature ini bertujuan untuk membuat ringkasan tentang gambaran faktor yang berhubungan dengan kelainan kardiovaskular pada pasien skizofrenia. Basis data utama dalam pencarian yaitu Pubmed, Science Direct, dan Google scholar diteliti untuk mendapatkan makalah asli terkait dengan faktor yang berhubungan dengan kelainan cardiovascular pada scizophrenia. Jumlah artikel yang didapatkan berdasarkan judul dalam literature review ini yaitu 50 artikel dan artikel yang digunakan yaitu 14 artikel dengan kata kunci faktor resiko, kardiovaskular, merokok, sindrom metabolik dan skizofrenia. Jangka waktu termasuk artikel yang diperoleh adalah dari tahun 2016 sampai 2021. Hasil penelitian ini menunjukkan penyakit cardiovascular menyumbang resiko kematian pada pasien scizophrenia yang dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu sindrom metabolik dengan prevalensi lebih tinggi pada pasien scizophrenia dibandingkan kelompok umum, diet makanan dengan asupan kalori yang berlebihan, riwayat merokok bertahun-tahun, kurangnya aktifitas fisik atau aktifitas menetap, efek jangka panjang penggunaan antipsikotik dan faktor genetik. Terdapat prevalensi penyakit cardiovascular yang tinggi pada pasien scizophrenia. Kerjasama antar tenaga kesehatan diperlukan untuk melakukan perawatan yang optimal sebagai penanganan dalam pencegahan faktor-faktor yang dapat menyebabkan kelainan cardiovascular pada pasien scizophrenia.
Terapi Pengelolaan Kecemasan dalam Menurunkan Stres pada Korban Pasca Bencana Gempa Bumi Iwan Shalahuddin; Theresia Eriyani; Lia Sari; Mela Yulianti; Siti Nur Fatimah; Melliany Safitrie; Dinda Sari Agustina; Neng Della Monika
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 10, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.10.2.2022.229-244

Abstract

Gempa bumi merupakan terjadinya pelepasan energi yang menumpuk dan terkungkung di dalam kerak bumi ke permukaan dengan gelombang getaran yang kemudian dirasakan oleh manusia. Gempa bumi secara konsisten terbukti berhubungan dengan adanya masalah kesehatan mental seperti depresi dan gangguan stress pasca-trauma segera setelah bencana. Tujuan penulisan untuk melakukan kajian mengenai metode terapi pengelolaan kecemasan yang efektif digunakan untuk menurunkan gangguan stress pada korban yang terkena bencana gempa bumi. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan narrative review. Pencarian data menggunakan sumber data, seperti PubMed, EBSCO, dan Google Scholar dengan jumlah artikel yang didapat 470 dari dalam dan luar negeri. Setelah melalui tahapan penyeleksian 10 jurnal tahun publikasi 2018-2021 yang layak digunakan untuk basis intervensi dan diekstraksi ke dalam tabel penelitian. Upaya untuk pengelolaan kecemasan pada korban bencana gempa bumi dengan terapi non farmakologi dengan kegiatan keagamaan, expressive art therapy, dukungan social, pengungkapan diri, psikoedukasi, serta play therapy. Terapi keagamaan secara efektif dapat menurunkan kecemasan pada korban bencana orang dewasa dengan melakukan dan mengikuti kegiatan keagamaan secara rutin.  Pada Remaja efektif dengan terapi CBT dengan perbaikan kognitif dan dukungan emosional. Sedangkan pada anak-anak efektif menurunkan kecemasan dan gangguan stress dengan terapi CBT bermain, art therapy, trauma healing, dan terapi bermain.
Self Management Berhubungan dengan Tingkat Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Usia Dewasa Madya (40-60 Tahun) Muhamad Idris; Devi Apta Sari
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 10, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.10.2.2022.447-458

Abstract

Indonesia menjadi salah satu negara di Asia Tenggara yang menempati urutan ketiga dengan angka prevalensi Diabetes Mellitus (DM) 11,3%. IDF juga memprediksikan jumlah penderita diabetes pada penduduk usia 20-79 tahun di beberapa negara di dunia yang telah mengidentifikasi 10 negara dengan jumlah penderita terbanyak. Salah satu cara pengendaliannya dengan menerapkan Self Management yaitu dengan pengaturan makan, olahraga, dan Pengobatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran dan hubungan Self Management dengan tingkat kadar gula darah pada penderita Diabetes Mellitus tipe 2 usia dewasa madya (40-60 tahun). Metode penelitian deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dari penelitian ini semua pasien DM tipe II di Spesialis perawatan Luka. Sampel diambil dengan teknik total populasi sebanyak 50 responden. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner Self Management Dengan The Summary of Diabetes Self Care Activities (SDSCA). Data penelitian di analisis menggunakan yaitu Chi-square dengan α=5%. Hasil penelitian responden dengan kategori Self Management tinggi dengan kadar gula darah baik sebanyak 16 responden (32,0%) dan Self Management sedang dengan kadar gula darah buruk sebanyak 13 responden (26,0%). Didapatkan hasil analisis dengan nilai p Value 0,000 < α=0,05 Simpulan terdapat Hubungan Self Management Dengan Tingkat Kadar Gula Darah. Direkomendasikan petugas Kesehatan dapat memberikan pendidikan kesehatan pada penderita DM tipe 2 dalam meningkatkan self management terutama dalam aspek latihan fisik, kepatuhan minum obat dan monitoring gula darah.
Tingkat Kecemasan dan Analisis Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Kecemasan Pasien Covid-19 Ice Septriani Saragih; Lindawati Simorangkir; Ance Siallagan; Ita Daryanti Saragih
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 10, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.10.2.2022.363-374

Abstract

Virus Corona (COVID-19) merupakan masalah yang sedang banyak dibicarakan dan terjadi di lebih dari 200 negara di dunia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kecemasan dan faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan pasien COVID-19. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan time series dengan desain deskriptif analisis. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien COVID-19. Sampel penelitian dihitung dengan menggunakan rumus estimasi proporsi populasi yang berjumlah 70 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling dengan pendekatan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden penelitian mengalami kecemasan ringan dengan persentase 62,9% dan rata-rata 47,16 (SD = 12,01). berdasarkan uji chi square didapatkan bahwa usia berhubungan bermakna dengan tingkat kecemasan pasien COVID-19 (α=0,000, <0,005), jenis kelamin tidak berhubungan dengan tingkat kecemasan pasien COVID-19 (α=0,087 , <0,005), Pendidikan tidak berhubungan dengan tingkat kecemasan pasien COVID-19 (α=0,577, <0,005), pekerjaan berhubungan dengan tingkat kecemasan pasien COVID-19 (α=0,000, <0,005) dan riwayat Paparan COVID-19 terkait dengan tingkat kecemasan pasien COVID-19. 19 (α=0,000, <0,005). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat kecemasan pasien COVID-19 tergolong ringan dan faktor yang dapat mempengaruhi kecemasan berdasarkan hasil penelitian adalah usia, pekerjaan dan riwayat pajanan COVID-19.
Analisis Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Psikososial Remaja Sri Endriyani; Shely Permata Sari; Aksanonnisa Aksanonnisa
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 10, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.10.2.2022.277-284

Abstract

Pandemi Covid-19 menimbulkan rasa takut yang berlebihan pada anak dan remaja karena banyaknya informasi yang mereka terima tentang pandemi ini. Dampak yang timbul selain permasalahan kesehatan fisik juga psikososial yang dialami masyarakat Indonesia khususnya remaja, yang merupakan kelompok umur yang paling banyak terdampak, dan menjadi sumber penularan bagi keluarganya. Hal ini disebabkan karena remaja harus beraktivitas namun perilaku adaptasi kebiasaan baru (AKB) pada remaja sulit dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pandemi Covid-19 pada psikososial remaja. Dengan adanya penelitian ini diharapkan orangtua dapat memahami dampak pandemic terhadap keadaan psikososial anaknya. Penelitian di lakukan di wilayah Gandus, Palembang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang terlibat dalam penelitian ini adalah remaja dengan usia 12-20 tahun. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner melalui Google Form. Berdasarkan penelitian ini, didapatkan hasil, Dampak dari Covid-19 terhadap kondisi psikososial remaja yaitu remaja terbebani dengan tugas pembelajaran daring, remaja merasa kesulitan beristirahat akibat Covid-19 yang mengharuskan mereka belajar dari rumah dan tidak dapat bertemu dan bermain dengan teman sebayanya dan juga merasa cemas akibat Covid-19 yang kian meningkat.
Intervensi Resiliensi Menurunkan Tingkat Stres Pasien Komorbid di Masa Pandemi COVID 19 Tantri Widyarti Utami; Yunani Sri Astuti; Agustina Agustina; Livana PH
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 10, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.10.2.2022.411-420

Abstract

Pandemi COVID-19  berdampak serius pada individu di seluruh dunia. Pada kondisi ini berbagai masalah psikologis muncul salah satunya adalah stres yang berdampak terhadap penurunan aktifitas fisik ,fungsi tubuh ,  persepsi tentang kesehatan dan kualitas hidup yang yang buruk, resiko  kematian. Stres karena pandemi COVID 19 sangat dirasakan terutama pada pasien komorbid. Tujuan penelitian ini menganalisis pengaruh intervensi resiliensi terhadap tingkat stres pasien komorbid di masa  pandemi COVID-19. Desain penelitian ini adalah ”Quasi experimental pre-post test with control group” dengan intervensi resiliensi .   Responden  penelitian ini   pasien hipertensi dan diabetes mellitus yang mengalami stres berdasarkan perceived stres scale 10 . Penelitian ini telah dilakukan di provinsi Jawa barat dan Jawa tengah. Jumlah responden sebanyak 90 orang. Menggunakan purposive sampling. Analisis data yang digunakan independent samples  t test dan paired samples t test.  Hasil penelitian didapatkan adanya penurunan tingkat stres  pasien komorbid  setelah intervensi resiliensi  (p-value= 0,004). Rekomendasi penelitian  ini diharapkan pentingnya intervensi psikososial untuk mengatasi masalah kesehatan jiwa pasien komorbid.
Meningkatkan Kualitas Peran Keluarga dalam Kesehatan Keluarga dan Lansia Terhindar Corona Virus Ali Syahbana; Akhmad Yanuar Fahmi; Muhammad Al Amin
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 10, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.10.2.2022.327-336

Abstract

Kualitas kesehatan keluarga dan lansia pada masa pandemi menjadi perhatian dunia.Peran tersebut harus ditingkatkan karena Menjamin secara internal dari ancaman kesehatan terutama pada situasi corona virus ini. Perlu adanya rumusan bagaimana cara meningkatkan peran keluarga untuk terhindar dari corona virus.. Penelitian dilakukan di Banyuwangi wilayah kertosari,sobo, Mojopanggung  yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif fenomenologi, Peneliti menggali makna peran keluarga, faktor yang menghambat perannya.strategi untuk meningkatkan perannya. Terdiri 32 informan utama ,20 responden  melalui wawancara semi terstruktur kelompok fokus warga dan 12 responden fokus pada pengelola kesehatan yaitu puskesmas Sobo,Kertosari,Mojopanggung. 20 responden adalah warga yang berusia 30-60 tahun, pekerjaan wiraswasta, 10 pasien lansia yaitu 4 informan hidup sendiri  6 informan hidup dengan keluarga lengkap, 12 informan adalah petugas kesehatan puskesmas tersiri dari 3 informan dari ketua puskesmmas, 9 petugas kesehatan ,bidan, perawat.. Tema didapat yaitu 5 tema yaitu aktif program edukasi covid 19  di puskemas, konsultasi kesehatan secara online maupun ofline, peran tetangga membantu keluarga terhindar dari korona, meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat, mengikuti jadwal vaksin  dan  penyuluhan  kader puskesmas.Peran keluarga memiliki makna kepedulian kelurga menjaga anggota keluarganya dari segala yang mengancam corona virus. Sehingga meningkatkan kebutuhan informasi kesehatan  yang diperlukan untuk menyikapi bahaya covid 19. Keluarga yang tertinggal dari anggotakeluarganya membutuhkan solusi baru untuk tetap menjamin keselamatannya yaitu diperlukan kepedulian tetangga dekat untuk tetap menjaga kesehatan bersama. Fokus puskesmas wilayah dalam penaggulangan covid  adalah terus memiliki jadwal kesehatan yang terencana dan terus menyadarkan keluarga, menggunakan rekomendasi vaksin, memantau perkembangan kesehatan warganya terkhusus kepada yang memiliki lansia.
Efektivitas Hipnoterapi sebagai Intervensi untuk Mengurangi Stres pada Remaja: Studi Literatur Azka Aflahatinufus; Aat Sriati; Iwan Shalahuddin
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 10, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.10.2.2022.245-256

Abstract

Remaja lebih rentan mengalami stres dibandingkan kelompok usia lainnya karena sedang mengalami masa transisi dari anak-anak ke dewasa. Kejadian stres ini harus ditangani dengan baik sebelum berdampak negatif pada fisik dan psikologis. Salah satu intervensi yang dapat menurunkan stres adalah hipnoterapi. Tujuan review ini untuk mengetahui efektivitas hipnoterapi sebagai intervensi dalam mengurangi stres pada remaja. Metode: Metode review yang digunakan adalah narrative review. Pencarian artikel menggunakan PubMed, EBSCO, dan Google Scholar. Kriteria artikel yang digunakan adalah artikel mengenai hipnoterapi untuk mengurangi stres pada remaja, tahun terbit 2000 –2020, berbahasa Inggris atau Indonesia, dan artikel full text. Artikel yang telah disortir, dianalisis, dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil: Didapatkan tujuh artikel yang termasuk kedalam kriteria. Hasil literatur menunjukkan bahwa hipnoterapi efektif untuk mengurangi stres pada remaja. Hal tersebut signifikan berdasarkan hasil uji statistik setiap artikel, dengan nilai p value: 0,000; < 001; < 01; dan < 0,02. Tujuh artikel ini menggunakan teknik hipnoterapi yang berbeda – beda. Kesimpulan: Hipnoterapi terbukti efektif dalam mengurangi stres pada remaja.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2025): Agustus 2025 Vol 13, No 1 (2025): Februari 2025 Vol 12, No 4 (2024): November 2024 Vol 12, No 3 (2024): Agustus 2024 Vol 12, No 2 (2024): Mei 2024 Vol 12, No 1 (2024): Februari 2024 Vol 11, No 4 (2023): November 2023 Vol 11, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 11, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 10, No 4 (2022): November 2022 Vol 10, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 10, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 9, No 4 (2021): November 2021 Vol 9, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 9, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 8, No 4 (2020): November 2020 Vol 8, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 8, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 7, No 3 (2019): November 2019 Vol 7, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 7, No 1 (2019): Mei 2019 Vol 7, No 1 (2019): Mei 2019 Vol 6, No 2 (2018): November 2018 Vol 6, No 2 (2018): November 2018 Vol 6, No 1 (2018): Mei 2018 Vol 6, No 1 (2018): Mei 2018 Vol 5, No 2 (2017): November 2017 Vol 5, No 2 (2017): November 2017 Vol 5, No 1 (2017): Mei 2017 Vol 5, No 1 (2017): Mei 2017 Vol 4, No 2 (2016): November 2016 Vol 4, No 2 (2016): November 2016 Vol 4, No 1 (2016): Mei 2016 Vol 4, No 1 (2016): Mei 2016 Vol 3, No 2 (2015): November 2015 Vol 3, No 2 (2015): November 2015 Vol 3, No 1 (2015): Mei 2015 Vol 3, No 1 (2015): Mei 2015 Vol 2, No 2 (2014): November 2014 Vol 2, No 2 (2014): November 2014 Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014 Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014 Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 1, No 2 (2013): November 2013 Vol 1, No 2 (2013): November 2013 Vol 1, No 1 (2013): Mei 2013 Vol 1, No 1 (2013): Mei 2013 Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Keperawatan Jiwa More Issue