cover
Contact Name
Livana PH
Contact Email
jurkep.jiwa@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
jurkep.jiwa@gmail.com
Editorial Address
Faculty of Nursing and Health Sciences | University of Muhammadiyah Semarang Jl. Kedungmundu Raya No. 18 Semarang Gedung NRC University of Muhammadiyah Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia
ISSN : 23382090     EISSN : 26558106     DOI : 10.26714/jkj
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Keperawatan Jiwa publishes articles in the scope of mental nursing broadly but is limited, especially in the field of mental nursing in healthy groups, risks, and disorders. Articles must be the result of research, case studies, results of literature studies, scientific concepts, knowledge and technology that are innovative and renewed within the scope of mental nursing science both on a national and international scale.
Articles 819 Documents
Persepsi Dukungan Orang Tua dan Stres pada Mahasiswa Keperawatan yang Sedang Mengerjakan Skripsi di Masa Pandemi Covid-19 Gani Apriningtyas Budiyati
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 10, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.10.2.2022.263-268

Abstract

Menempuh pendidikan tinggi merupakan perjuangan yang tidak mudah dan memerlukan upaya untuk menyelesaikannya. Stresor tersebut semakin bertambah dengan kondisi pandemi saat ini. Mahasiswa tingkat akhir memiliki kewajiban untuk menyelesaikan tugas akademik dalam bentuk tugas akhir/skripsi. Hal ini menjadi salah satu sumber stres. Cara untuk dapat meredakan stres yang dirasakan adalah mendapatkan dukungan sosial. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara persepsi dukungan orangtua dengan stres pada mahasiswa keperawatan yang sedang mengerjakan skripsi di masa pandemi covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian korelatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi pada tahun ajaran 2020/2021 dengan sampel berjumlah 86 orang dengan teknik simple random sampling. Pengambilan data pada penelitian ini melalui online dengan cara membagikan link pengisian kuesioner Kuesioner yang digunakan telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden adalah perempuan (88,4%) dengan mayoritas usia responden yaitu<21 tahun (89,5%). mayoritas responden memiliki persepsi dukungan orangtua dalam kategori rendah (54,7%). Sedangkan pada variabel stres dalam mengerjakan skripsi didapatkan hasil bahwa mayoritas merasakan stress (72,1%) dengan p value sebesar 0,048 dengan arah korelasi negatif. Kesimpulan penelitian bahwa terdapat hubungan antara persepsi dukungan orangtua dengan stres pada mahasiswa keperawatan yang sedang mengerjakan skripsi di masa pandemic covid 19
Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat dengan Tingkat Kepuasan Pasien di Ruang Rawat Inap Arya Ramadia; Rahmaniza Rahmaniza; Afzal Maulidi
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 10, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.10.2.2022.393-402

Abstract

Kepuasaan pasien ditentukan oleh keberhasilan perawat dalam memberikan asuhan keperawatan dan didukung oleh komunikasi yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat kepuasan pasien di Ruang Rawat Inap. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 65 orang yang diambil dengan purposive sampling diruang rawat inap. Hasil penelitian ini didapatkan mayoritas komunikasi terapeutik Perawat dalam kategori baik (55,4%) dan tingkat kepuasan pasien dalam kategori tinggi (47,7%). Uji Chi square menunjukkan Ada hubungan komunikasi terapeutik Perawat dengan tingkat kepuasan pasien di Ruang Rawat Inap dengan nilai p value 0,000. Disarankan pada RSUD Teluk Kuantan terutama perawat untuk dapat menerapkan komunikasi terapeutik pada semua pasien yang mendapatkan asuhan keperawatan, dan diharapkan pihak rumah sakit dapat menerapkan SOP khusus tentang pelaksanaan komunikasi terapeutik agar meningkatkan kenyamanan terhadap pasien sendiri, serta meningkatkan kepuasan bagi keluarga pasien.
Spiritual-Based Motivational Self-Diabetic Management terhadap Kepatuhan Medikasi pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Rahmadaniar Aditya Putri; Nurul Kamariyah; Siti Nur Hasina; Iis Noventi
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 10, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.10.3.2022.551-556

Abstract

Kepatuhan medikasi memiliki peranan penting dalam manajemen terapi pada seseorang yang menderita diabetes mellitus tipe 2. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh spiritual-based motivational self-diabetic management terhadap kepatuhan medikasi pada diabetes mellitus tipe 2. Desain penelitian yang digunakan quasi experimental dengan pendekatan pre post test control group design. Populasi dalam penelitian ini seluruh penderita diabetes mellitus yang tinggal di lingkungan RW V Tambak Sawah Waru Sidoarjo sejumlah 65 responden. Teknik non probability sampling dengan consecutive sampling untuk penetapan sampel dengan memperhatikan kriteria inklusi dan ekslusi, didapatkan sampel sejumlah 60 responden yang dibagi dalam kelompok intervensi sejumlah 30 responden dan kelompok kontrol 30 responden. Variabel independen dalam penelitian ini adalah spiritual-based motivational self-diabetic management. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kepatuhan medikasi. Instrumen dalam penelitian ini adalah modul dan lembar kuesioner MMAS-8 (Morisky Medication Adherence Scale) yang telah dimodifikasi. Analisa data dengan menggunakan paired sample t-test dan independent test dengan signifikan p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan mean perbaikan kepatuhan medikasi pada kelompok intervensi 8.36 dan kelompok kontrol 17.47. dapat disimpulkan bahwa spiritual-based motivational self-diabetic management berpengaruh terhadap kepatuhan medikasi dengan p=0,000. Spiritual-based motivational self-diabetic management merupakan salah satu bentuk edukasi yang komprehensif mampu meningkatkan motivasi seseorang dalam menjalankan perawatan medis terutama kepatuhan medikasi penderita diabetes mellitus tipe 2.
Hubungan Dukungan Keluarga terhadap Tingkat Stres pada Ibu yang memiliki Anak Retardasi Mental Ulfa Suryani; Velga Yazia
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 10, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.10.4.2022.829-836

Abstract

Memiliki anak yang normal baik fisik maupun mental adalah harapan bagi semua orang tua namun jika dalam perkembangan anaknya mengalami suatu gangguan maka orang tua akan menjadi merasa bersalah. Peran wanita sebagai seseorang ibu merupakan sumber stres tersendiri ketika memiliki anak retardasi mental. Orang tua yang memiliki anak retardasi mental merasakan harga diri menurun sehingga menimbulkan stres pada orang tua yang memiliki anak retardasi mental. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap tingkat stres pada ibu yang memiliki anak retardasi mental di SLB Wacana Asih Padang Selatan. Jenis penelitian deskriptif korelasi dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 40 responden. Teknik pengambilan sampel dengan total sampling. Data di analisa menggunakan uji Chi-square. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan dapat dilihat bahwa 28 responden (70,0%) memiliki tingkat stres ringan, pada dukungan keluarga hasil penelitian menunjukan bahwa (57,5%) memiliki sikap negatif. Hasil uji statistik didapatkan p value 0,016 ( p ≤ 0,05), terdapat hubungan antara dukungan keluarga terhadap tingkat stres pada ibu yang memiliki anak retardasi mental di SLB wacana Asih. Disimpulkan bahwa dukungan keluarga rendah mengakibatkan stres pada ibu yang memiliki anak retardasi mental.
Tingkat Stres Berhubungan dengan Koping Religius pada Warga Binaan Wanita Ninis Indriani; Akhmad Yanuar Fahmi; Ni Kade Wahyu Paramitha; Ukhtul Izzah; Rofica Ratnasari; Rendra Trimawan
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 10, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.10.3.2022.509-518

Abstract

Warga binaan pemasyarakatan adalah seorang yang mengalami hilang kemerdekaan di lembaga pemasyarakatan. Menyandang status sebagai seorang warga binaan khususnya warga binaan wanita serta dituntut untuk menjalani hukuman dengan rentang waktu yang cukup lama seringkali menjadi penyebab timbulnya permasalahan psikologis seperti stress, dimana stres dapat disebabkan oleh rendahnya tingkat spiritualitas yang merupakan komponen penting untuk mengelola stress. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat stres warga binaan wanita dan koping religius warga binaan wanita dan hubungan keduanya. Metode  penelitian yang digunakan adalah Study Corelation dengan menggunakan tekhnik Total Sampling sebanyak 35 responden. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner DASS dan kuesioner RCOPE dengan nilai validitas dan reabilitas 0,91 dan 0,864.Hasil analisa data setelah dilakukan uji korelasi rank spearman adalah : Significant (2-tailed) 0,009 dengan tingkat keeratan antara dua variabel sebesar 0,432. Significant (2-tailed) 0,009 < 0,05 maka Ho ditolak Ha diterima, berarti ada hubungan yang bermakna antara dua variabel yang diukur yaitu ada Hubungan antara Tingkat Stres dengan Koping Religius Warga Binaan Wanita di Lembaga Pemasyarakatan Banyuwangi Tahun 2022.
Latihan Fisik untuk Menurunkan Resiko Jatuh pada Lansia: Literatur Review Iwan Shalahuddin; Indra Maulana; Theresia Eriyani; Devi Nurrahmawati
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 10, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.10.4.2022.739-754

Abstract

Seseorang yang telah memasuki lanjut usia (lansia) akan mengalami penurunan kondisi fisik dan terdapat perubahan fisik yang  ditandai  dengan  pendengaran yang kurang jelas,  penglihatan yang semakin memburuk,  penurunan kekuatan otot yang akan    mengakibatkan gerakan-gerakan yang lambat, dan gerakan tubuh.  Perubahan fisik lansia mengakibatkan gangguan mobilitas fisik yang akan membatasi kemandirian lansia dalam memenuhi  aktivitas  sehari-hari  dan  akan menyebabkan  terjadinya  resiko  jatuh  pada lansia. Gangguan keseimbangan merupakan penyebab utama yang  sering  mengakibatkan  seorang  lansia mudah jatuh Tujuan penelitian ini dengan bentuk literatur review adalah untuk mengetahui intervensi Latihan fisik yang dapat dilakukan untuk menurunkan resiko jatuh pada lansia. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode literatur review yang sesuai untuk digunakan dalam studi literatur ini adalah scoping review dikarenakan tujuan dari studi literatur ini adalah untuk mengetahui intervensi Latihan fisik yang dapat dilakukan untuk menurunkan resiko jatuh pada lansia.  Pencarian artikel dilakukan secara sistematis sesuai dengan PRISMA Flow Diagram tahun 2020 berdasarkan pada tiga basis data yang digunakan yaitu PubMed, Sciencedirect, dan Sage Journals. Hasil penelusuran literatur  ada beberapa intervensi Latihan fisik yang dapat dilakukan untuk menurunkan resiko jatuh pada lansia dengan cara Balance-Enhancing Exercise Program (BEEP), terapi fisik meditasi jalan (Walking Meditation), dan Multi-system Physical Exercise (MPE). Kesimpulan bahwa Resiko jatuh menjadi salah satu keluhan utama pada penderita lanjut usia. Resiko jatuh pada lansia sebenarnya dapat diatasi terutama bagi lansia yang aktif melakukan latihan dan mempunyai fungsi mental yang baik. Salah satu latihan fisik yang paling efektif untuk mengatasi resiko jatuh pada lansia yaitu Self-Administered Balance-Enhancing Exercise Program (BEEP).
Pengembangan Digital: Penegakan Diagnosis Keperawatan Jiwa dengan Metode Forward Chaining Meningkatkan Efisiensi Kerja Perawat Kadek Eka Swedarma; Ni Luh Putu Ari Sudiani; Ni Made Candra Yundarini
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.11.1.2023.43-52

Abstract

Kelemahan perawat dalam menegakkan diagnosis keperawatan secara akurat dan cepat berdampak terhadap efisiensi kerja perawat dalam asuhan keperawatan jiwa di Rumah Sakit. Pengambangan produk inovasi sangat diperlukan sehingga dapat berdayaguna bagi perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan diagnosis keperawatan jiwa secara digital dengan metode forward chaining terhadap efisiensi kerja perawat di Rumah Sakit Jiwa. Metode penelitian dengan desain research and development (R&D) yang terdiri dari dua tahap. Tahap pertama menggunakan survei eksplanasi deskriptif  dan tahap kedua adalah uji coba program aplikasi digital. Desain penelitian tahap dua  menggunakan rancangan one group pretest-posttest terhadap 35 perawat di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali dengan teknik purposive sampling. Efisiensi kerja diukur menggunakan logbook mengenai waktu perawat melakukan pengkajian sampai menegakan diagnosis keperawatan jiwa. Analisis statistik menggunakan uji Algoritma, Wilcoxon signed ranks test dan Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan uji tahap pertama tingkat akurasi program aplikasi (97,14%), fungsional sistem (77,14%). Uji tahap kedua terjadi penurunan rata-rata waktu sebesar 5,80 menit, terdapat perbedaan rata-rata waktu sebelum dan setelah intervensi program (p=0,002). Pendidikan (OR: 3,04), umur (OR: 2,30), status pegawai (OR: 2,40), masa kerja (OR: 2,21). Penerapan diagnosis keperawatan jiwa digital berpengaruh terhadap efisiensi kerja perawat, sehingga dapat direplikasi dan dikembangkan melalui teknologi pada keperawatan jiwa.
Penerapan Terapi Relaksasi Distraksi terhadap Ibu Hamil Trimester III yang Mengalami Preeklampsia Berat dengan Masalah Keperawatan Ansietas Yudistira Afconneri; Novi Herawati; Anita Mirawati; Zulharmaswita Zulharmaswita
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 10, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.10.3.2022.665-672

Abstract

Kehamilan merupakan keadaan fisiologis,dimana keadaan tersebut merupakan suatu fase teristimewa dalam kehidupan seorang wanita. Masalah kesehatan yang sering muncul pada kehamilan salah satunya adalah preeklampsia. Takut akan kehidupan diri dan bayi, kelainan pada bayi, persalinan, dan ibu tidak pernah tahu kapan melahirkan pada ibu hamil trimester III meningkat dibanding trimester I dan II. Tujuan penelitian memberikan asuhan keperawatan pada ibu hamil trimester III yang mengalami preeklampsia berat dengan masalah keperawatan Ansietas  dengan cara terapi relaksasi distraksi. Desain penelitian adalah deskriptif   menggunakan metode  studi kasus tunggal. Waktu penelitian selama 6 hari yaitu dari tanggal 13 sampai 18 Oktober 2021. Pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi keperawatan yang merupakan proses keperawatan dianalisa dengan dibandingkan dengan teori oleh peneliti. Hasil penelitian pada pengkajian, didapatkan kesamaan data antara kasus dengan teori diagnosa yang berhubungan dengan kekhawatiran mengalami kegagalan, ancaman terhadap status terkini dan kurang terpaparnya informasi intervensi keperawatan disesuaikan dengan masalah keperawatan. Intervensi yang dilakukan yaitu penerapan terapi relaksasi distraksi pada ibu hamil trimester III yang mengalami preeklampsia dengan masalah ansietas. Setelah dilakukan implementasi diperoleh hasil bahwa terapi relaksasi distraksi mampu menurunkan tingkat kecemasan  pasien dari sebelum dilakukan  tingkat ansietasnya sedang (23 poin) dan setelah dilakukan menjadi ansietas ringan (9 poin) dengan di ukur menggunakan alat ukur ansietas instrumen HARS. 
Pengaruh Penarikan Smartphone Siswa terhadap Nomophobia, Kecemasan, dan Kesejahteraan Subjektif Dian Fitria; Tri Setyaningsih; Jehan Puspasari; Veronica Yeni; Ni Made Suarti; Ulfa Nur Rohmah
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 10, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.10.4.2022.865-874

Abstract

Perkembangan yang pesat pada penggunaan smartphone saat ini menjadikan smartphone menjadi semua kebutuhan, melalui fitur-fitur yang canggih dan dapat memudahkan pekerjaan yang dilakukan. Pesatnya penggunaan smartphone juga tidak terlepas dari adanya factor Pandemi Covid-19 dimana pembelajaran tatap muka berubah dengan cepat menjadi daring. Hal ini mengakibatkan meningkatkan akvititas penggunaan smartphone, selama dua tahun ini. Penggunaan dalam waktu yang lama mengakibatkan munculnya kekhawatiran ketika tidak dapat mengakses smartphone. Oleh sebab itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat tingkat adiksi pada responden dan mengetahui tingkat ansietas dan masalah subjevtive well being yang terjadi pada pengguna smartphone. Penelitian ini adalah penelitian quasi experiment pre post test without group control dan menggunakan total sampling, dan data diolah menggunakan dependent t test. Hasil menunjukan bahwa responden mengalami  nomophobia sedang yaitu 48,4% dan nomophobia berat sebanyak 41,7%. Ansietas mengalami kenaikan sebesar 6,97% dari sebelum intervensi sedangkan sebanyak 27,21% responden mengalami penururan subjective well being selama sebelum dan sesudah intervensi smartphone withdrawal. Kebutuhan atas edukasi terhadap dampak dari adiksi sangat dibutuhkan untuk mencegah masalah psikologis dari adiksi yang muncul. Edukasi ini dapat dimulai dari penyediaan edukasi mental health dalam menggunakan smartphone disekolah.
Analisis Pandangan Masyarakat terhadap Metode Daring dalam Pembelajaran pada Masa Pandemi Covid-19 Ni Luh Darmayanti; Ni Nyoman Diliyanti; Ayuni Kartika Putri
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 10, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.10.3.2022.587-596

Abstract

Pandemi Covid-19 menyebar sejak akhir tahun 2019 hingga kini pandemi masih melanda di beberapa negara. Terhitung 193 negara telah berjuang melawan Covid-19. Pemerintah Indonesia telah banyak mengeluarkan kebijakan terkait dengan pencegahan penyebaran Covid-19 yang berdampak pada kondisi internal maupun eksternal. Salah satu keputusan pemerintah yang memberikan dampak luas yaitu dengan kebijakan pada segmen Pendidikan, baik pada komponen praktisi maupun komponen regulatif dan lingkungan. Penyelenggaraan sistem Pendidikan mengalami transformasi dalam berbagai lini kegiatan, termasuk kegiatan pembelajaran yang seluruhnya terpaksa berlangsung secara online. Penelitian ini dibuat untuk menganalisa pandangan masyarakat mengenai pembelajaran daring sebagai bagian dari segmen Pendidikan selama masa pandemi Covid-19 yang berlangsung di Indonesia, dengan mengacu pada fenomena yang dirangkum melalui pengamatan peneliti, wawancara dan studi dokumentasi terkait pelaksanaan pembelajaran berbasis daring pada jenjang pra sekolah hingga Pendidikan tinggi. Kondisi pembelajaran di masa pandemic Covid-19 dapat dimaksimalkan dengan produktivitas yang mencirikan kebermaknaan. Penelitian ini menegaskan bahwa setiap perubahan sistem pembelajaran dapat mendesain kondisi baru dan memiliki distingsi dengan kondisi sebelumnya dan yang akan datang, maka setiap unsur terkait harus dapat menyesuaikan dengan perubahan dalam mewujudkan keberhasilan pembelajaran secara kompregensif.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2025): Agustus 2025 Vol 13, No 1 (2025): Februari 2025 Vol 12, No 4 (2024): November 2024 Vol 12, No 3 (2024): Agustus 2024 Vol 12, No 2 (2024): Mei 2024 Vol 12, No 1 (2024): Februari 2024 Vol 11, No 4 (2023): November 2023 Vol 11, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 11, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 10, No 4 (2022): November 2022 Vol 10, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 10, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 9, No 4 (2021): November 2021 Vol 9, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 9, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 8, No 4 (2020): November 2020 Vol 8, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 8, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 7, No 3 (2019): November 2019 Vol 7, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 7, No 1 (2019): Mei 2019 Vol 7, No 1 (2019): Mei 2019 Vol 6, No 2 (2018): November 2018 Vol 6, No 2 (2018): November 2018 Vol 6, No 1 (2018): Mei 2018 Vol 6, No 1 (2018): Mei 2018 Vol 5, No 2 (2017): November 2017 Vol 5, No 2 (2017): November 2017 Vol 5, No 1 (2017): Mei 2017 Vol 5, No 1 (2017): Mei 2017 Vol 4, No 2 (2016): November 2016 Vol 4, No 2 (2016): November 2016 Vol 4, No 1 (2016): Mei 2016 Vol 4, No 1 (2016): Mei 2016 Vol 3, No 2 (2015): November 2015 Vol 3, No 2 (2015): November 2015 Vol 3, No 1 (2015): Mei 2015 Vol 3, No 1 (2015): Mei 2015 Vol 2, No 2 (2014): November 2014 Vol 2, No 2 (2014): November 2014 Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014 Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014 Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 1, No 2 (2013): November 2013 Vol 1, No 2 (2013): November 2013 Vol 1, No 1 (2013): Mei 2013 Vol 1, No 1 (2013): Mei 2013 Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Keperawatan Jiwa More Issue