cover
Contact Name
Livana PH
Contact Email
jurkep.jiwa@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
jurkep.jiwa@gmail.com
Editorial Address
Faculty of Nursing and Health Sciences | University of Muhammadiyah Semarang Jl. Kedungmundu Raya No. 18 Semarang Gedung NRC University of Muhammadiyah Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia
ISSN : 23382090     EISSN : 26558106     DOI : 10.26714/jkj
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Keperawatan Jiwa publishes articles in the scope of mental nursing broadly but is limited, especially in the field of mental nursing in healthy groups, risks, and disorders. Articles must be the result of research, case studies, results of literature studies, scientific concepts, knowledge and technology that are innovative and renewed within the scope of mental nursing science both on a national and international scale.
Articles 833 Documents
SPTK HALUSINASI: SOLUSI PENURUNAN HALUSINASI PENDENGARAN DORONGAN BUNUH DIRI PADA PASIEN SKIZOFRENIA Rizky Gumilang Pahlawan; Ai Mona
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 14, No 1 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.14.1.2026.%p

Abstract

Halusinasi pendengaran Adalah gejala umum pasien dengan skizofrenia, seringkali bersifat mengancam, memerintah, atau menghina, yang dapat memperburuk kondisi psikologis pasien dan meningkatkan risiko bunuh diri. Penanganan halusinasi pendengaran menjadi focus utama yang perlu di lakukan  karena dampak halusinasi dapat mengancam nyawa dengan adanya dorongan bunuh diri. Salah satu ttindakan yang dialkukan adalah dengan Strategi Pelaksanaan Tindakan Keperawatan (SPTK). Tujuan: penelitian bertujuan untuk mengetahu pengaruh SPTK Haslusinasi terhadap penurunan halusinasi pendengaran dengan dorongan bunuh diri. Metode: Desain penelitian pada penelitian ini menggunakan  kuasi ekpreimental dengan Pretest dan Postest Control Group dua kelompok perlakuan (eksperimen) dan kelompok pembanding (control). Sampel pada penelitian ini sejumlah 30 sampel terdiridari 2 kelompok,  instrument  untuk mengukur halusinasi pendengaran pada penelitian ini menggunakan AHRS (Auditory Hallucinations Rating Scale).tehnik pengambilan sampel menggunkan accidental sampling . penelitian ini dilaksanakan diruang RSJ provisi jawabarat.  Hasil: terdapat pengaruh SPTK halusinasi terhadap penurunan halusinasi pendengaran. Hasil analisis Paired T-test didapatkan perbedaan score dengan nilai sig.0,000 pada kelompok eksperimen, dan tidak ada perbedaan score dengan nilai Sig. 0,096 pada kelompok kontrol, Kesimpulan: Terdapat pengaruh SPTK terhadap score haluasinasi pendengran dengan dorongan bunuh diri pada pasien skizofrenia.
DEPRESI BERAT DAN RENDAHNYA SELF-EFFICACY: STUDI KASUS DALAM TINJAUAN TEORI KOGNITIF BECK Maria Isabella Agustina Mansjoer; Nanda Audia Vrisaba
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 14, No 1 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.14.1.2026.70-78

Abstract

Studi kasus ini mengkaji dinamika depresi berat pada individu dewasa awal yang ditandai oleh rendahnya self-efficacy dengan menitikberatkan pada peran kerentanan kognitif dalam pembentukan serta pemeliharaan gejala depresif. Penelitian berlandaskan teori kognitif Beck yang memandang depresi sebagai hasil interaksi antara skema disfungsional, distorsi kognitif, dan pengalaman stres bermakna. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi karakteristik depresi berat dan manifestasi rendahnya self-efficacy pada subjek serta menganalisis dinamika kognitif dan emosional yang mendasari kondisi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain single case study. Data dikumpulkan melalui autoanamnesis, alloanamnesis, observasi klinis, dan wawancara mendalam dalam beberapa sesi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan empat tema utama, yaitu tekanan psikologis keluarga yang berlangsung lama, tuntutan akademik yang dipersepsikan tidak terkelola, terbentuknya keyakinan negatif terhadap kemampuan diri, serta penggunaan coping mechanism yang tidak adaptif. Aktivasi skema disfungsional dan pikiran otomatis negatif berkontribusi terhadap rendahnya self-efficacy yang menetap serta memperkuat pola kognitif maladaptif. Penelitian menyimpulkan bahwa depresi berat muncul dari interaksi antara kerentanan kognitif dan pengalaman stres serta memberikan implikasi bagi asesmen dan intervensi psikologis berbasis kognitif. Temuan ini menegaskan pentingnya pemahaman konteks perkembangan individu, relasi interpersonal, proses atribusi kognitif, serta perencanaan intervensi psikologis yang komprehensif, terarah, adaptif, dan berkelanjutan bagi pemulihan optimal subjek.
HUBUNGAN KONSEP DIRI DENGAN TINGKAT KECEMASAN SOSIAL PADA REMAJA Afifa Mawardya Putri; Sekani Niriyah; Eka Wisanti
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 14, No 1 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.14.1.2026.46-61

Abstract

Latar Belakang: Masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial. Perubahan tersebut berpengaruh terhadap pembentukan konsep diri. Konsep diri yang negatif dapat meningkatkan risiko terjadinya kecemasan sosial pada remaja, yang berdampak pada kemampuan berinteraksi dan penyesuaian diri di lingkungan sosial. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan tingkat kecemasan sosial pada remaja di SMPN 13 Pekanbaru. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SMPN 13 Pekanbaru. Sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan teknik proportional random sampling yang berjumlah 196 siswa/i. Instrumen penelitian berupa kuesioner konsep diri dan kuesioner kecemasan sosial yang telah diuji validitas dengan nilai 0,387 dan reliabilitas dengan nilai Cronbach’s Alpa 0,775 dan kecemasan sosial 0,730. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan nilai  p-value sebesar 0,095 > 0.05 yang menandakan tidak adanya hubungan yang signifikan antara konsep diri dengan tingkat kecemasan sosial pada remaja. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat di ambil bahwa konsep diri tidak memberikan hubungan yang signifikan terhadap kecemasan sosial. Kesimpulan: Konsep diri memiliki peran penting terhadap tingkat kecemasan sosial pada remaja. Pembentukan konsep diri yang positif perlu mendapat perhatian dari sekolah, keluarga, dan tenaga kesehatan untuk mencegah dan menurunkan kecemasan sosial pada remaja.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 1 (2026): FEBRUARI 2026 Vol 13, No 4 (2025): November 2025 Vol 13, No 3 (2025): Agustus 2025 Vol 13, No 1 (2025): Februari 2025 Vol 12, No 4 (2024): November 2024 Vol 12, No 3 (2024): Agustus 2024 Vol 12, No 2 (2024): Mei 2024 Vol 12, No 1 (2024): Februari 2024 Vol 11, No 4 (2023): November 2023 Vol 11, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 11, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 10, No 4 (2022): November 2022 Vol 10, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 10, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 9, No 4 (2021): November 2021 Vol 9, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 9, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 8, No 4 (2020): November 2020 Vol 8, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 8, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 7, No 3 (2019): November 2019 Vol 7, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 7, No 1 (2019): Mei 2019 Vol 7, No 1 (2019): Mei 2019 Vol 6, No 2 (2018): November 2018 Vol 6, No 2 (2018): November 2018 Vol 6, No 1 (2018): Mei 2018 Vol 6, No 1 (2018): Mei 2018 Vol 5, No 2 (2017): November 2017 Vol 5, No 2 (2017): November 2017 Vol 5, No 1 (2017): Mei 2017 Vol 5, No 1 (2017): Mei 2017 Vol 4, No 2 (2016): November 2016 Vol 4, No 2 (2016): November 2016 Vol 4, No 1 (2016): Mei 2016 Vol 4, No 1 (2016): Mei 2016 Vol 3, No 2 (2015): November 2015 Vol 3, No 2 (2015): November 2015 Vol 3, No 1 (2015): Mei 2015 Vol 3, No 1 (2015): Mei 2015 Vol 2, No 2 (2014): November 2014 Vol 2, No 2 (2014): November 2014 Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014 Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014 Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 1, No 2 (2013): November 2013 Vol 1, No 2 (2013): November 2013 Vol 1, No 1 (2013): Mei 2013 Vol 1, No 1 (2013): Mei 2013 Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Keperawatan Jiwa More Issue