cover
Contact Name
Livana PH
Contact Email
jurkep.jiwa@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
jurkep.jiwa@gmail.com
Editorial Address
Faculty of Nursing and Health Sciences | University of Muhammadiyah Semarang Jl. Kedungmundu Raya No. 18 Semarang Gedung NRC University of Muhammadiyah Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia
ISSN : 23382090     EISSN : 26558106     DOI : 10.26714/jkj
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Keperawatan Jiwa publishes articles in the scope of mental nursing broadly but is limited, especially in the field of mental nursing in healthy groups, risks, and disorders. Articles must be the result of research, case studies, results of literature studies, scientific concepts, knowledge and technology that are innovative and renewed within the scope of mental nursing science both on a national and international scale.
Articles 842 Documents
SPTK HALUSINASI: SOLUSI PENURUNAN HALUSINASI PENDENGARAN DORONGAN BUNUH DIRI PADA PASIEN SKIZOFRENIA Rizky Gumilang Pahlawan; Ai Mona
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 14, No 1 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.14.1.2026.12-19

Abstract

Halusinasi pendengaran Adalah gejala umum pasien dengan skizofrenia, seringkali bersifat mengancam, memerintah, atau menghina, yang dapat memperburuk kondisi psikologis pasien dan meningkatkan risiko bunuh diri. Penanganan halusinasi pendengaran menjadi focus utama yang perlu di lakukan  karena dampak halusinasi dapat mengancam nyawa dengan adanya dorongan bunuh diri. Salah satu ttindakan yang dialkukan adalah dengan Strategi Pelaksanaan Tindakan Keperawatan (SPTK). Tujuan: penelitian bertujuan untuk mengetahu pengaruh SPTK Haslusinasi terhadap penurunan halusinasi pendengaran dengan dorongan bunuh diri. Metode: Desain penelitian pada penelitian ini menggunakan  kuasi ekpreimental dengan Pretest dan Postest Control Group dua kelompok perlakuan (eksperimen) dan kelompok pembanding (control). Sampel pada penelitian ini sejumlah 30 sampel terdiridari 2 kelompok,  instrument  untuk mengukur halusinasi pendengaran pada penelitian ini menggunakan AHRS (Auditory Hallucinations Rating Scale).tehnik pengambilan sampel menggunkan accidental sampling . penelitian ini dilaksanakan diruang RSJ provisi jawabarat.  Hasil: terdapat pengaruh SPTK halusinasi terhadap penurunan halusinasi pendengaran. Hasil analisis Paired T-test didapatkan perbedaan score dengan nilai sig.0,000 pada kelompok eksperimen, dan tidak ada perbedaan score dengan nilai Sig. 0,096 pada kelompok kontrol, Kesimpulan: Terdapat pengaruh SPTK terhadap score haluasinasi pendengran dengan dorongan bunuh diri pada pasien skizofrenia.
DEPRESI BERAT DAN RENDAHNYA SELF-EFFICACY: STUDI KASUS DALAM TINJAUAN TEORI KOGNITIF BECK Maria Isabella Agustina Mansjoer; Nanda Audia Vrisaba
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 14, No 1 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.14.1.2026.70-78

Abstract

Studi kasus ini mengkaji dinamika depresi berat pada individu dewasa awal yang ditandai oleh rendahnya self-efficacy dengan menitikberatkan pada peran kerentanan kognitif dalam pembentukan serta pemeliharaan gejala depresif. Penelitian berlandaskan teori kognitif Beck yang memandang depresi sebagai hasil interaksi antara skema disfungsional, distorsi kognitif, dan pengalaman stres bermakna. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi karakteristik depresi berat dan manifestasi rendahnya self-efficacy pada subjek serta menganalisis dinamika kognitif dan emosional yang mendasari kondisi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain single case study. Data dikumpulkan melalui autoanamnesis, alloanamnesis, observasi klinis, dan wawancara mendalam dalam beberapa sesi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan empat tema utama, yaitu tekanan psikologis keluarga yang berlangsung lama, tuntutan akademik yang dipersepsikan tidak terkelola, terbentuknya keyakinan negatif terhadap kemampuan diri, serta penggunaan coping mechanism yang tidak adaptif. Aktivasi skema disfungsional dan pikiran otomatis negatif berkontribusi terhadap rendahnya self-efficacy yang menetap serta memperkuat pola kognitif maladaptif. Penelitian menyimpulkan bahwa depresi berat muncul dari interaksi antara kerentanan kognitif dan pengalaman stres serta memberikan implikasi bagi asesmen dan intervensi psikologis berbasis kognitif. Temuan ini menegaskan pentingnya pemahaman konteks perkembangan individu, relasi interpersonal, proses atribusi kognitif, serta perencanaan intervensi psikologis yang komprehensif, terarah, adaptif, dan berkelanjutan bagi pemulihan optimal subjek.
HUBUNGAN KONSEP DIRI DENGAN TINGKAT KECEMASAN SOSIAL PADA REMAJA Afifa Mawardya Putri; Sekani Niriyah; Eka Wisanti
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 14, No 1 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.14.1.2026.46-61

Abstract

Latar Belakang: Masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial. Perubahan tersebut berpengaruh terhadap pembentukan konsep diri. Konsep diri yang negatif dapat meningkatkan risiko terjadinya kecemasan sosial pada remaja, yang berdampak pada kemampuan berinteraksi dan penyesuaian diri di lingkungan sosial. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan tingkat kecemasan sosial pada remaja di SMPN 13 Pekanbaru. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SMPN 13 Pekanbaru. Sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan teknik proportional random sampling yang berjumlah 196 siswa/i. Instrumen penelitian berupa kuesioner konsep diri dan kuesioner kecemasan sosial yang telah diuji validitas dengan nilai 0,387 dan reliabilitas dengan nilai Cronbach’s Alpa 0,775 dan kecemasan sosial 0,730. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan nilai  p-value sebesar 0,095 > 0.05 yang menandakan tidak adanya hubungan yang signifikan antara konsep diri dengan tingkat kecemasan sosial pada remaja. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat di ambil bahwa konsep diri tidak memberikan hubungan yang signifikan terhadap kecemasan sosial. Kesimpulan: Konsep diri memiliki peran penting terhadap tingkat kecemasan sosial pada remaja. Pembentukan konsep diri yang positif perlu mendapat perhatian dari sekolah, keluarga, dan tenaga kesehatan untuk mencegah dan menurunkan kecemasan sosial pada remaja.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL GURU DENGAN PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL REMAJA Pelangi Pelangi; Jumaini Jumaini; Niken Yuniar Sari
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 14, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.14.2.2026.102-110

Abstract

Masa remaja merupakan fase perkembangan yang berada pada tahap identity versus role confusion, yaitu periode krusial dalam pembentukan identitas diri di tengah perubahan fisik dan psikologis. Pada tahap ini, dukungan sosial guru menjadi salah satu faktor lingkungan sekolah yang berperan dalam perkembangan psikososial remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial guru dengan perkembangan psikososial remaja. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah remaja SMP sebanyak 142 responden yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dukungan sosial guru dan kuesioner perkembangan psikososial remaja. Kuesioner dukungan sosial guru telah diuji validitas dan reliabilitas pada 30 siswa di SMP Negeri 27 Pekanbaru dengan 20 item pernyataan. Hasil uji validitas menunjukkan seluruh item dinyatakan valid dengan nilai r hitung (0,593–0,424) > r tabel (0,361). Hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,866 (> 0,80), sehingga instrumen dinyatakan reliabel. Selain itu, kuesioner perkembangan psikososial juga telah melalui uji validitas dan reliabilitas sebelum digunakan dalam penelitian. Analisis data menggunakan uji bivariat dengan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memperoleh dukungan sosial guru dalam kategori cukup sebanyak 65 orang (45,8%) dan sebagian besar perkembangan psikososial remaja berada pada kategori normal sebanyak 91 orang (64,1%). Hasil uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial guru dengan perkembangan psikososial remaja (p-value = 0,001; p < 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara dukungan sosial guru dengan perkembangan psikososial remaja. Hasil ini menunjukkan adanya keterkaitan antarvariabel, namun tidak dapat diinterpretasikan sebagai hubungan sebab-akibat karena penelitian menggunakan desain cross sectional. Guru diharapkan dapat meningkatkan dukungan sosial melalui komunikasi yang baik, pemberian motivasi, serta penciptaan lingkungan belajar yang kondusif guna mendukung perkembangan psikososial remaja.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN SUBJECTIVE WELL-BEING PENDERITA GERD (GASTROESOPHAGEAL REFLUX DISEASE) Riska Rohmawati; Imamatul Faizah; Ratna Yunita Sari; Siti Nur Hasina; Rahmadaniar Aditya Puri
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 14, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.14.2.2026.111-118

Abstract

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan salah satu masalah kesehatan yang menimbulkan gejala yang berdampak pada kesehatan fisk dan psikologis Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dan subjective well-being penderita GERD. Penelitian ini menggunakan desain observasi analitik dengan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 82 pasien terdiagnosis GERD, dan 76 responden dipilih sebagai sampel dengan teknik sample random sampling, yang didapat dengan mengguankan rumus slovin. Variabel independen dalam penelitian ini yaitu dukungan sosial dan variabel dependen yaitu subjective well-being. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) dan Satisfaction With Life Scale (SWLS). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi spearman. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien GERD memiliki tingkat dukungan sosial yang tinggi (72,04%) dan tingkat subjective well- being yang tinggi (56,6%), dengan nilai signifikansi (ρ value : < 0,012). Temuan ini menunjukkan bahwa dukungan sosial berhubungan dengan subjective well-being, tetapi bukan satu-satunya faktor yang memengaruhinya.. Oleh karena itu, dukungan sosial perlu dipandang sebagai salah satu komponen penting dalam mendukung kesejahteraan psikologis pasien GERD.
EFEKTIVITAS INTERVENSI KEPERAWATAN JIWA INTEGRATIF TERHADAP ANSIETAS PADA KLIEN KANKER Yanti Apriyanti; Ekberth Mandaku; Metty Mela Adi Saputra; Fandy Yoduke
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 14, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.14.2.2026.79-87

Abstract

Kanker merupakan penyakit kronis yang tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga menimbulkan berbagai masalah psikologis, salah satunya ansietas. Ansietas yang dialami klien kanker dapat memengaruhi kualitas hidup, kemampuan beradaptasi, serta kepatuhan terhadap pengobatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas intervensi keperawatan jiwa ners generalis dan spesialis dalam menurunkan respons ansietas pada klien kanker di Ruang Anyelir RSUD Kota Bogor. Penelitian kuasi-eksperimental ini melibatkan 30 klien kanker yang dibagi ke dalam dua kelompok intervensi dengan pendekatan Model Stres Adaptasi Stuart dan Caring Swanson. Kelompok pertama memperoleh intervensi ners generalis, thought stopping, dan psikoedukasi keluarga, sedangkan kelompok kedua memperoleh intervensi ners generalis, thought stopping, dan Acceptance and Commitment Therapy (ACT). Evaluasi dilakukan sebelum dan sesudah intervensi melalui pengukuran respons kognitif, afektif, fisiologis, perilaku, dan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kelompok mengalami penurunan tanda dan gejala ansietas yang bermakna secara statistik (p<0,05). Pada kelompok thought stopping dan psikoedukasi keluarga, penurunan gejala mencapai 84,62%, sedangkan pada kelompok thought stopping dan ACT berkisar antara 80,00% hingga 91,67%. Penelitian ini menunjukkan integrasi intervensi keperawatan jiwa ners generalis dan terapi spesialis efektif menurunkan respons ansietas pada klien kanker. Kombinasi thought stopping dan Acceptance and Commitment Therapy (ACT) menunjukkan hasil yang lebih optimal.
HUBUNGAN ANTARA POLA KOMUNIKASI ORANG TUA DENGAN PERILAKU NEGATIF PADA REMAJA Zulia Rahmadani; Sri Wahyuni; Nur Aulia
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 14, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.14.2.2026.88-101

Abstract

Orang tua memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan perilaku remaja. Pola komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak dapat mendukung terbentuknya perilaku positif, sedangkan komunikasi yang kurang efektif berpotensi memicu perilaku negatif. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pola komunikasi orang tua dan perilaku negatif remaja. Penelitian menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional, melibatkan 285 siswa SMP Negeri 20 Pekanbaru yang dipilih melalui teknik cluster random sampling dengan pemilihan proporsional pada setiap kelas. Sampel dari tiap kelas ditentukan menggunakan proportional stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang terdiri dari tiga bagian, yaitu karakteristik responden, pola komunikasi orang tua, dan perilaku negatif remaja. Analisis yang digunakan menggunakan uji chi square. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner pola komunikasi orang tua dan perilaku negatif remaja. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 20 Pekanbaru. Hasil penelitian menunjukkan responden didominasi remaja usia 14 tahun (35,4%), perempuan (53%), anak kedua (30,2%), serta orang tua berpendidikan terakhir SMA/SMK (41,8%). Pola komunikasi orang tua sebagian besar berada pada kategori fungsional (65,6%), sedangkan perilaku negatif remaja umumnya rendah (67%). Uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pola komunikasi orang tua dan perilaku negatif remaja (p = 0,000). Pada komunikasi fungsional, sebagian besar remaja memiliki perilaku negatif rendah (89,3%), sedangkan pada komunikasi disfungsional mayoritas menunjukkan perilaku negatif tinggi (75,5%). Secara umum, komunikasi orang tua yang lebih baik cenderung diikuti perilaku negatif remaja yang lebih rendah.
PENGARUH TINDAKAN KEPERAWATAN NERS GENERALIS TERHADAP NYERI DAN CEMAS PADA PASIEN KANKER KOLOREKTAL Rofi Syahrizal; Rizki Mega Safitri
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 13, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.13.4.2025.711-727

Abstract

Prevalensi kanker kolorektal didunia pada tahun 2020 1,9 juta jiwa dengan 930 ribu kematian, 2022 1,93 juta jiwa 900 ribu kematian, di Indonesia tahun 2020 sebanyak 34.189 ribu jiwa, 2023 meningkat sebanyak 3.864.086 juta dengan masalah nyeri dan cemas menjadi masalah umum pada pasien kanker kolorektal, serta belum optimalnya tindakan keperawatan ners (TKN) yang dilakukan perawat menyebabkan peningkatan masalah.Tujuan penelitian: mengetahui pengaruh TKN terhadap nyeri dan cemas pasien kanker kolorektal. Jenis penelitian: quasy experiment one group pretest postest, jumlah responden: n37. Pengambilan data: pusposive sampling. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah SOP TKN Nyeri dan cemas, VAS (Visual Analog Scale) (0,99 dan r=0,94), dan GAD-7 (Generalized Anxiety Disorder-7) (0,75 – 0,85 dan r=0,92). Nyeri setelah diberikan intervensi menurun secara bermakna p_value ≤ 0,005 dari 3,1 (nyeri ringan) menjadi 1,3 (tetap nyeri ringan), cemas setelah diberikan intervensi menurun secara bermakna p_value ≤ 0,005 dari 7,23 (cemas ringan) menjadi 2,32 (cemas minimal). Jumlah pasien 37 jenis kelamin laki – laki 20 orang (54.05%). Pendidikan terakhir paling banyak SMP dan SMA 12 orang (32,43%), Status pekerjaan terbanyak bekerja, 20 orang (54,05%), memiliki penyakit komorbid, 21 orang (56,75%). Tanda dan gejala nyeri dan cemas pasien kanker kolorektal mengalami penurunan yang bermakna setelah diberikan intervensi TKN.
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK PADA WAKTU LUANG DENGAN TINGKAT STRES PADA MAHASISWA KEPERAWATAN Ave Yunika; Made Budiawan; Made Bayu Permasutha
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 13, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.13.4.2025.670-678

Abstract

Mahasiswa keperawatan cenderung memiliki tingkat stres yang lebih tinggi dibandingkan mahasiswa dari program studi lain. Aktivitas fisik pada waktu luang berperan sebagai intervensi nonfarmakologis yang dapat memberikan efek fisiologis melalui peningkatan hormon endorfin serta manfaat psikologis berupa pengaturan emosi dan penurunan ketegangan mental. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara aktivitas fisik waktu luang dan tingkat stres pada mahasiswa keperawatan. Desain penelitian menggunakan pendekatan cross-sectional dengan 68 responden yang dipilih melalui total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Godin Leisure-Time Exercise Questionnaire untuk aktivitas fisik dan  Depression Anxiety Stress Scale-42 untuk mengukur tingkat stres. Analisis hubungan menggunakan uji korelasi Rank Spearman dengan bantuan perangkat lunak statistic yaitu SPSS 29.0.1. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa mengalami stres tingkat sedang. Uji Spearman menghasilkan nilai p = 0,007 dan koefisien korelasi r = -0,325, menandakan hubungan negatif signifikan dengan kekuatan lemah antara aktivitas fisik waktu luang dan tingkat stres. Semakin aktif mahasiswa secara fisik, semakin rendah tingkat stres yang dialami. Aktivitas fisik secara rutin dapat menjadi strategi efektif untuk menjaga keseimbangan mental dan meningkatkan kesejahteraan psikologis mahasiswa keperawatan
PENERAPAN COGNITIF BEHAVIOUR THERAPY DAN ACCEPTANCE COMMITMENT THERAPY PADA PASIEN DENGAN KETIDAKBERDAYAAN Fandy Yoduke; Nurhalimah Nurhalimah
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 13, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.13.4.2025.728-735

Abstract

Latar belakang: Ketidakberdayaan pada pasien lanjut usia dengan penyakit kronis seperti hipertensi dapat mengakibatkan distorsi kognitif, penurunan partisipasi dalam perawatan kesehatan, dan gangguan dalam aktivitas sehari-hari. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan kombinasi terapi Cognitive Behaviour Therapy (CBT) dan Acceptance and Commitment Therapy (ACT) sebagai intervensi keperawatan spesialistis pada pasien lansia dengan diagnosis ketidakberdayaan. Metode: Metode yang digunakan adalah studi kasus tunggal pada seorang pasien pria berusia 63 tahun dengan hipertensi tidak terkontrol. Intervensi dilaksanakan melalui 4 sesi CBT dan 8 sesi ACT. Hasil: Evaluasi pelaksanaan intervensi menunjukkan peningkatan kemandirian pasien, kesediaan untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan, serta penurunan tekanan pikiran negatif otomatis. Kombinasi CBT dan ACT terbukti efektif dalam meningkatkan fleksibilitas psikologis, regulasi emosi, dan perilaku perawatan diri. Kesimpulan: studi ini mendukung penggunaan pendekatan terintegrasi CBT-ACT untuk menangani ketidakberdayaan pada pasien lansia dengan masalah kesehatan kronis.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 2 (2026): Mei 2026 Vol 14, No 1 (2026): FEBRUARI 2026 Vol 13, No 4 (2025): November 2025 Vol 13, No 3 (2025): Agustus 2025 Vol 13, No 1 (2025): Februari 2025 Vol 12, No 4 (2024): November 2024 Vol 12, No 3 (2024): Agustus 2024 Vol 12, No 2 (2024): Mei 2024 Vol 12, No 1 (2024): Februari 2024 Vol 11, No 4 (2023): November 2023 Vol 11, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 11, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 10, No 4 (2022): November 2022 Vol 10, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 10, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 9, No 4 (2021): November 2021 Vol 9, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 9, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 8, No 4 (2020): November 2020 Vol 8, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 8, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 7, No 3 (2019): November 2019 Vol 7, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 7, No 1 (2019): Mei 2019 Vol 7, No 1 (2019): Mei 2019 Vol 6, No 2 (2018): November 2018 Vol 6, No 2 (2018): November 2018 Vol 6, No 1 (2018): Mei 2018 Vol 6, No 1 (2018): Mei 2018 Vol 5, No 2 (2017): November 2017 Vol 5, No 2 (2017): November 2017 Vol 5, No 1 (2017): Mei 2017 Vol 5, No 1 (2017): Mei 2017 Vol 4, No 2 (2016): November 2016 Vol 4, No 2 (2016): November 2016 Vol 4, No 1 (2016): Mei 2016 Vol 4, No 1 (2016): Mei 2016 Vol 3, No 2 (2015): November 2015 Vol 3, No 2 (2015): November 2015 Vol 3, No 1 (2015): Mei 2015 Vol 3, No 1 (2015): Mei 2015 Vol 2, No 2 (2014): November 2014 Vol 2, No 2 (2014): November 2014 Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014 Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014 Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 1, No 2 (2013): November 2013 Vol 1, No 2 (2013): November 2013 Vol 1, No 1 (2013): Mei 2013 Vol 1, No 1 (2013): Mei 2013 Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Keperawatan Jiwa More Issue