cover
Contact Name
Livana PH
Contact Email
jurkep.jiwa@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
jurkep.jiwa@gmail.com
Editorial Address
Faculty of Nursing and Health Sciences | University of Muhammadiyah Semarang Jl. Kedungmundu Raya No. 18 Semarang Gedung NRC University of Muhammadiyah Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia
ISSN : 23382090     EISSN : 26558106     DOI : 10.26714/jkj
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Keperawatan Jiwa publishes articles in the scope of mental nursing broadly but is limited, especially in the field of mental nursing in healthy groups, risks, and disorders. Articles must be the result of research, case studies, results of literature studies, scientific concepts, knowledge and technology that are innovative and renewed within the scope of mental nursing science both on a national and international scale.
Articles 829 Documents
STUDI KASUS VIOLENT BEHAVIOR DAN DINAMIKA PSIKOLOGIS PADA INDIVIDU DENGAN SKIZOFRENIA PARANOID MENGGUNAKAN PERSPEKTIF PSIKOANALISA Perkasa, Youza Diandra Putra; Santosa, Rizky Putra
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 13, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.13.4.2025.679-692

Abstract

Single case study ini melakukan penelitian violent behavior pada individu pria 37 tahun dengan diagnosis skizofrenia paranoid, dengan fokus pada domestic property damaging (DPD) yang kurang mendapat perhatian dan dinamika intrapsikis yang mendasari tindakan tersebut. Berlandaskan kerangka psikoanalisa, tujuan penelitian adalah (1) mengidentifikasi bentuk dan pemicu perilaku kekerasan serta (2) menganalisis dinamika psikologis dasar melalui konsep id, ego, superego dan mekanisme pertahanan. Data dikumpulkan melalui autoanamnesis, alloanamnesis, observasi, dan studi rekam medis, menggunakan analisis tematik. Hasil menunjukkan empat tema utama: perilaku agresif dan destruktif termasuk pengulangan perusakan properti domestik, konflik keluarga dan interpersonal yang disfungsional, gejala psikotik yang berinteraksi dengan mekanisme pertahanan seperti represi, regresi, displacements dan proyeksi, serta konsep diri yang terganggu dan harga diri rendah, halusinasi psikotik sering menjadi pemicu episode kekerasan. Kesimpulannya, perusakan properti domestik dan tindakan kekerasan lain muncul dari interaksi antara psikosisis yang tidak ditangani, trauma tak sadar yang menumpuk, dan runtuhnya fungsi ego, sehingga menuntut intervensi farmakologis terintegrasi dan pendekatan psikodinamik. Kontribusi ilmiah yaitu penyajian kajian teoritis tentang domestic property damaging (DPD) dalam skizofrenia serta model yang menghubungkan gejala psikotik dengan proses psikodinamik sebagai dasar penelitian kualitatif dan kuantitatif selanjutnya.
PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP KESEHATAN SOSIOEMOSIONAL DAN MENTAL PADA REMAJA: A SCOPING REVIEW Imtinani, Alifia Irbah; Muthmainnah, Muthmainnah; Devi, Yuli Puspita; Khoiriyah, Imas Elva; Setiawati, Lintang Qusnul Budi; Bilqis, Tiber Raniar Inner Beauty; Rahmah, Linda Auliyaur; Dwi Maharsi, Hera Ratna; Sundjaya, Tonny; Yuliana, Roma
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 13, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.13.4.2025.736-748

Abstract

Penggunaan media sosial di kalangan remaja telah menjadi isu darurat karena potensi dampak sosial dan emosionalnya. Tinjauan ini bertujuan untuk menganalisis dampak media sosial terhadap kesehatan psikologis dan emosional remaja. Pencarian penelitian secara sistematis dilakukan pada basis data Google Scholar dan PubMed yang terbit diantara tahun 2015 sampai dengan 2025 dengan menggunakan Arksey and O’Malley’s framework serta PRISMA-ScR checklist. Dalam pencariannya terdapat 13 penelitian yang diidentifikasi dan memenuhi kriteria inklusi. Namun, penggunaan media sosial juga dihubungkan dengan dampak positif, seperti peningkatan dukungan sosial dan ekspresi diri, terutama ketika dinamika dalam keluarga kuat. Namun, penggunaan media sosial yang berlebihan dihubungkan dengan konsekuensi negatif termasuk kecemasan, gejala depresi, Fear of Missing Out (FoMO), dan paparan cyberbullying yang dapat merusak kesejahteraan sosial-emosional remaja. Temuan ini menunjukkan perlunya intervensi yang strategis, termasuk program literasi digital dan peningkatan keterlibatan orangtua. Studi longitudinal lebih lanjut diperlukan untuk menilai efek jangka panjang dalam penggunaan media sosial pada kesehatan mental remaja. Kerangka kebijakan yang mengintegrasukan pendidikan, bimbingan orangtua, dan kesejahteraan digital sangat penting untuk mengurangi risiko dan meningkatkan menafaat penggunaan media sosial bagi remaja.
Efektivitas Cooperative Learning Model (Jigsaw) Terhadap Tingkat Pengetahuan Bullying Pada Remaja (SMP) Banjarmasin Aisyah, Siti; Nito, Paul Joae Brett; Fetriyah, Umi Hanik; Ariani, Malisa
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 14, No 1 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.14.1.2026.%p

Abstract

Latar Belakang: Bullying pada remaja dapat berdampak pada kesehatan mental dan emosional pada korban serta juga pelaku. Salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan tentang bullying pada remaja yaitu dengan pembelajaran Cooperative Learning tipe Jigsaw di Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Banjarmasin, masih banyak remaja yang belum memahami bahwa perilaku seperti mengejek dan memberi julukan negatif termasuk dalam kategori bullying verbal. Hal ini diperparah oleh belum adanya program khusus dari sekolah untuk pencegahan bullying.Tujuan: Mengetahui efektivitas model pembelajaran Cooperative Learning tipe Jigsaw dalam meningkatkan tingkat pengetahuan siswa tentang bullying.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra- eksperimen (One Group Pretest-Posttest Design). Sampel terdiri dari 161 siswa kelas VII Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Banjarmasin yang dipilih melalui teknik proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan bullying. Analisis data menggunakan uji statistik wilcoxon.Hasil: Mayoritas responden jenis kelamin perempuan sebesar 60,9% dan mayoritas umur berusia 13 tahun sebesar 76,4%. Rata-rata nilai pre-test tingkat pengetetahuan sebesar 82.23 meningkat menjadi 88.32 pada post-test, artinya ada peningkatan pengetahuan sebesar 6,09. Cooperative Learning tipe Jigsaw efektif untuk meningkatkan pengetahuan dengan nilai signifikansi α = 0,000 (p < 0,05).Simpulan: Model pembelajaran Cooperative Learning tipe Jigsaw efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai bullying di Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Banjarmasin. Metode ini disarankan untuk diterapkan pada remaja sebagai media edukasi dalam pencegahan bullying di lingkungan sekolah.
PENGARUH TERAPI GENERALIS TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN SOSIAL PADA PENDERITA SKIZOFRENIA DENGAN ISOLASI SOSIAL Pasaribu, Jesika; Aini, Jeni Nur; Rasmada, Sada
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 13, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.13.4.2025.692-698

Abstract

Isolasi sosial merupakan salah satu gejala negatif skizofrenia dimana pasien mengalami kondisi menyendiri dan perasaan segan terhadap orang lain sebagai sesuatu yang negatif atau keadaan yang mengancam. Terapi generalis merupakan intervensi nonfarmakologis yang dapat meningkatkan keterampilan sosial melalui pendekatan sistematis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi generalis terhadap peningkatan keterampilan sosial pada penderita skizofrenia dengan isolasi sosial di PSBL Harapan Sentosa 2. Metode penelitian ini menggunakan pre-experimental design dengan pendekatan one group pre-post test design. Sampel terdiri dari 93 pasien Skizofrenia dengan core problem isolasi sosial. Pengukuran keterampilan sosial dilakukan sebelum intervensi sebagai data awal, dan setelah dilakukan intervensi dilakukan pengukuran ulang dengan menggunakan lembar observasi keterampilan sosial. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji paired t-test dengan p-value = 0.000, menandakan peningkatan yang signifikan. Hasil penelitian menunjukkan sebelum diberikan terapi generalis SP 1-4 dengan 4 sesi pertemuan, 25 responden memiliki keterampilan sosial kurang (<50%), 49 responden cukup (51%-75%), dan 19 responden baik (>75%). Setelah dilakukan terapi generalis SP 1-4, hanya 5 responden dalam kategori cukup, sedangkan 88 responden meningkat ke kategori baik. Terapi generalis efektif meningkatkan keterampilan sosial pada penderita skizofrenia dengan isolasi sosial. Terapi ini dapat diterapkan dalam rehabilitasi sosial untuk meningkatkan interaksi sosial pasien.
PENERAPAN MEDIA ORIENTASI REALITAS PADA PASIEN WAHAM DI RUMAH SAKIT JIWA: A CASE REPORT Indriani, Novi; Amira, Iceu; Sriati, Aat
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 13, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.13.4.2025.749-760

Abstract

Waham adalah keyakinan keliru terhadap realitas, di mana individu yang mengalaminya sangat sulit diyakinkan untuk mengubah pandangannya. Waham dapat dipengaruhi oleh faktor biologis, psikologis, dan sosial budaya. Salah satu intervensi yang dapat membantu pasien mengenali realitas adalah orientasi realitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan media orientasi realitas dalam mengatasi waham pada pasien skizofrenia. Desain yang digunakan adalah laporan kasus terhadap pasien Tn. D dengan waham kebesaran dan nihilistik. Penelitian dimulai dari tahap perkenalan, pengkajian, penetapan diagnosa keperawatan, penyusunan intervensi, implementasi, hingga evaluasi. Intervensi berupa penerapan media orientasi realitas yang diberikan selama enam hari, meliputi orientasi terhadap waktu, orang, tempat, lingkungan sekitar, serta isi waham. Hasil menunjukkan bahwa setelah enam hari implementasi, pasien mengalami penurunan intensitas waham, peningkatan orientasi terhadap realitas, dan mulai menyadari perbedaan antara waham dan kenyataan. Pasien juga menjadi lebih kooperatif, mampu mengikuti kegiatan harian, serta mengungkapkan harapan untuk sembuh. Kesimpulannya, penerapan media orientasi realitas efektif membantu pasien skizofrenia dengan waham dalam meningkatkan kesadaran terhadap realitas.
KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS REMAJA PEREMPUAN YANG MENGALAMI TOXIC RELATIONSHIP DALAM BERPACARAN: LITERATURE REVIEW Dewi, Ni Komang Laksmi; Bajirani, Made Padma Dewi
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 13, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.13.4.2025.652-660

Abstract

Masa remaja merupakan periode transisi di mana individu yang memasuki usia remaja, menunjukkan karakteristik yang khas. Selama periode ini remaja diharapkan untuk menyesuaikan diri dengan individu di sekitarnya terutama dalam membangun hubungan interpersonal. Wajar jika di dalam sebuah hubungan terjadi konflik atau perbedaan pendapat saat menghadapi situasi tertentu. Hubungan yang toxic dapat menyebabkan konflik internal diri sendiri. Konflik internal ini dapat menghasilkan emosi negatif seperti amarah, depresi, atau kecemasan. Hal ini menghambat kemampuan mereka untuk hidup secara produktif dan sehat. Toxic relationship merujuk pada hubungan yang tidak menyenangkan dan dapat menyebabkan kerugian. Artikel ini merupakan hasil tinjauan beberapa jurnal dari sumber seperti Google Scholar, Google Books, dan referensi lainnya. Tujuan dari artikel ini adalah untuk memahami dampak toxic relationship terhadap kesejahteraan psikologis remaja perempuan yang terlibat dalam hubungan berpacaran. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa toxic relationship memiliki dampak yang signifikan terhadap kesehatan mental remaja.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Melalui Media Video Edukasi Terhadap Pengetahuan Mekanisme Koping Kecemasan pada Remaja Agustini, Meti; Nurhalizah, Nur Halizah; Raya, Mardha
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 13, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.13.4.2025.699-710

Abstract

Kecemasan merupakan salah satu masalah psikologis yang umum terjadi pada remaja dan dapat berdampak pada kesehatan mental serta performa belajar. Cara untuk menyelesaikan Kecemasan dengan meningkatkan pengetahuan pada kegiatan pendidikan kesehatan dipengaruhi oleh adanya media video dalam penyampaian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan melalui media video edukasi terhadap pengetahuan mekanisme koping kecemasan pada remaja di SMA PGRI 2 Banjarmasin. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan desain Pra-Eksperimen one group pretest-posttest design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 88 responden yang dipilih menggunakan teknik Sistematik Random Sampling. Instrumen yang digunakan adalah berupa kuesioner pengetahuan yang telah dikembangkan dari Buku Nursing Outcomes Classification dengan Kategori Baik, Cukup, dan Kurang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan siswa secara signifikan setelah dilakukan intervensi media edukasi. Hasil uji Wilcoxon Signed Ranks menunjukkan nilai p = 0,001 < α = 0,05 yang berarti media edukasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan siswa.
HUBUNGAN PARENT ATTACHMENT DAN DUKUNGAN TEMAN SEBAYA DENGAN KECERDASAN EMOSIONAL REMAJA Nurfadilah, Aulia; Nurfajriyani, Ika; Palupi, Eva Riantika Ratna
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 14, No 1 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.14.1.2026.1-11

Abstract

Emotional intelligence factors consist of, the family environment, which is the main foundation of emotional education (parent attachment) and the non-family environment, namely social interactions other than with parents (peer support). The aim is to determine the relationship between parent attachment and peer support with adolescent emotional intelligence. The study used a correlational quantitative design with a cross-sectional approach. A sample of 90 students of SMPN 6 Subang was selected using stratified random sampling technique. Data were collected using the Inventory of Parent and Peer Attachment (IPPA), Peer Support Questionnaire (PSQ), and Trait Emotional Intelligence Questionnaire-Adolescent Short Form (TEIQue-ASF) questionnaires. Data analysis used was univariate and bivariate analysis using the Spearman rank statistical test. The results showed that most felt moderate parent attachment as many as 51 people (56.7%), and adolescents with peer support as many as 60 people (66.7%), and most adolescents had high emotional intelligence as many as 69 people (76.7%). There is a relationship between parent attachment and adolescent emotional intelligence with a value of ρ value = 0.000 < α = 0.05 with a value of r = 0.487. There is a relationship between peer support and adolescent emotional intelligence with a value of ρ value = 0.013 < α = 0.05 with a value of r = 0.262. Adolescents who have good parent attachment and peer support will be able to influence emotional intelligence.
STATUS MENTAL EMOSIONAL MEMPUNYAI HUBUNGAN YANG ERAT DENGAN SUICIDE IDEATION PADA REMAJA TAHAP AKHIR Syolihan, Diyanah; Ambarwati, Leony Furinika Dian; Saelan, Saelan
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 13, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.13.4.2025.661-669

Abstract

Remaja tahap akhir merupakan masa dimana individu mengalami perubahan dari masa anak-anak menuju periode dewasa dengan rentang usia 18-21 tahun dan diikuti dengan adanya perubahan baik dari segi fisik maupun psikologis yang cukup pesat dan dimasa ini kondisi mental individu kurang stabil. Kondisi ini rentan membuat remaja mengalami stress. Stress merupakan salah satu faktor psikologis dari suicide ideation. Stress pada remaja tahap akhir yang menjalani perkuliahan disebabkan beban di masa perkuliahan pada semester akhir dimana banyak tugas pada mahasiswa baik tugas akhir dan tugas praktik yang berjalan bersamaan, yang dimana apabila tidak bisa beradaptasi akan membuat remaja bisa mengarah pada suicide ideation. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan terkait status mental emosional dengan suicide ideation pada remaja tahap akhir. Alat ukur penelitian ini menggunakan kuesioner Mental Health Inventory (MHI) dan Suicide Ideation Questionnaire (SIQ) Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan jenis penelitian cross sectional. Jumlah populasi pada penelitian ini yaitu 195 mahasiswa, pengambilan sampel menggunakan teknik Non Probability Sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi dengan total 50 responden. Analisa data menggunakan uji Kendall Tau. Hasil penelitian ini didapatkan status mental emosional dengan suicide ideation pada remaja tahap akhir dengan hasil nilai p-value 0.000 yang artinya terdapat hubungan antara status mental emosional dengan suicide ideation pada remaja tahap akhir.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 1 (2026): FEBRUARI 2026 Vol 13, No 4 (2025): November 2025 Vol 13, No 3 (2025): Agustus 2025 Vol 13, No 1 (2025): Februari 2025 Vol 12, No 4 (2024): November 2024 Vol 12, No 3 (2024): Agustus 2024 Vol 12, No 2 (2024): Mei 2024 Vol 12, No 1 (2024): Februari 2024 Vol 11, No 4 (2023): November 2023 Vol 11, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 11, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 10, No 4 (2022): November 2022 Vol 10, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 10, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 9, No 4 (2021): November 2021 Vol 9, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 9, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 8, No 4 (2020): November 2020 Vol 8, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 8, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 7, No 3 (2019): November 2019 Vol 7, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 7, No 1 (2019): Mei 2019 Vol 7, No 1 (2019): Mei 2019 Vol 6, No 2 (2018): November 2018 Vol 6, No 2 (2018): November 2018 Vol 6, No 1 (2018): Mei 2018 Vol 6, No 1 (2018): Mei 2018 Vol 5, No 2 (2017): November 2017 Vol 5, No 2 (2017): November 2017 Vol 5, No 1 (2017): Mei 2017 Vol 5, No 1 (2017): Mei 2017 Vol 4, No 2 (2016): November 2016 Vol 4, No 2 (2016): November 2016 Vol 4, No 1 (2016): Mei 2016 Vol 4, No 1 (2016): Mei 2016 Vol 3, No 2 (2015): November 2015 Vol 3, No 2 (2015): November 2015 Vol 3, No 1 (2015): Mei 2015 Vol 3, No 1 (2015): Mei 2015 Vol 2, No 2 (2014): November 2014 Vol 2, No 2 (2014): November 2014 Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014 Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014 Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 1, No 2 (2013): November 2013 Vol 1, No 2 (2013): November 2013 Vol 1, No 1 (2013): Mei 2013 Vol 1, No 1 (2013): Mei 2013 Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Keperawatan Jiwa More Issue