cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 126 Documents
Tingkat Kontrol Asma Mempengaruhi Kualitas Hidup Anggota Klub Asma di Balai Kesehatan Paru Setyoko -; Andra Novitasari; Anita Mayasari
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 4 (2015): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.971 KB)

Abstract

Latar Belakang : Asma mempunyai tingkat fatalitas yang rendah, namun kasus nya cukup banyak ditemukan pada masyarakat. Asma tidak dapat disembuhkan, tetapi dapat dikontrol. tujuan utama penatalaksanaan asma adalah meningkatkan dan mempertahankan kualitas hidupnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui korelasi tingkat kontrol asma dengan kualitas hidup yang dinilai dengan Tes Kontrol Asma dan Kuesioner Kualitas Hidup Penderita Asma.Cara : Penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Pengambilan sample dilakukan secara total sampling, Data kontrol asma diambil menggunakan Tes Kontrol Asma dan kualitas hidup penderita asma yang diambil menggunakan Kuesioner Kualitas Hidup Pasien Asma. Data yang selanjutnya diolah menggunakan analisis korelasi rank spearman.Hasil : Data didapatkan 40 responden, yang terdiri atas 15 responden dengan tingkat kontrol asma tidak terkontrol, 15 responden terkontrol baik, dan 10 responden terkontrol total. Rata-rata skor Tes Kontrol Asma pada semua responden adalah 21,17 yang berarti keseluruhan responden mempunyai tingkat kontrol asma terkontrol baik. Rata-rata skor kualitas hidup pada responden dengan tingkat kontrol asma tidak terkontrol adalah 4,2, responden terkontrol baik adalah 5,25,dan responden terkontrol total adalah 5,5. Rata skor kualitas hidup pada seluruh responden adalah 4,9.Kesimpulan : ada hubungan yang signifikan antara kontrol asma dengan kualitas hidup. Semakin tinggi tingkat Kontrol Asma, akan semakin tinggi skor kualitas hidup.Kata Kunci : kontrol asma, kualitas hidup
Kejadian Ptiriasis Capitis Berbasis Tipe Pomade dan Frekuensi Penggunaannya Muhammad Riza Setiawan; Retno Indrastiti; Endah Susanti
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 5, No 1 (2016): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.414 KB)

Abstract

gangguan kulit kepala yang umum namun sering menjadi masalah bagi penderitanya, karena dapat mengurangi penampilanatau daya tarik dan membuat seseorang tidak percaya diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tipe danfrekuensi penggunaan pomade rambut dengan kejadian ketombe.Metode: Studi observasional analitik dengan desain case control yang dianalisis dengan Uji Pearson chi square dengantingkat kepercayaan 95% yang meliputi analisis univariat, bivariat dan multivariat terhadap variabel frekuensi,lama,volume dan tipe penggunaan pomade dengan kejadian ketombe. Penelitian ini menggunakan data primer berupa kuesionerdan observasi secara langsung. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 sampel, terdiri 50 sampel kasus dan 50 sampelcontrol. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan cara purposive sampling.Hasil: Responden penelitian adalah 50 orang responden kasus dan 50 orang responden kontrol yang berjenis kelamin lakilakiusia 17 -25 tahun. Mayoritas pada masing-masing kategori antara lain : kategori frekuensi penggunaan pomade adalah<2x dalam 1 minggu (80%) dan tipe pomade adalah tipe 2 (36%). Terdapat hubungan antara frekuensi penggunaanpomade rambut dengankejadian ketombe (p=0, 000). Terdapat hubungan antatara tipe pomade dengan kejadian ketombe(p=0,000).Kesimpulan: terdapat hubungan antara frekuensi penggunaan dan tipe pomade terhadap kejadian ptiriasis kapitisKata kunci: ketombe, ptiriasis kapitis, frekuensi penggunaan pomade, tipe pomade
Hubungan Tingkat Konsumsi dan aktivitas fisik dengan IMT (Index Massa Tubuh) Herizko Silvano K; Darmono SS; Merry Tyas Anggraini
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 1, No 3 (2012): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.313 KB)

Abstract

Pendahuluan: Menurut WHO 2010 terjadi peningkatan obesitas dari 4,2% pada tahun 1990 menjadi 6,7% pada tahun 2010. Pada pengukuran berat badan dan tinggi badan pada SMA Loyola kelas XI dari 219 siswa terdapat 61 siswa (26,3%) memiliki kategori IMT obesitas (obesitas 1&2). Tujuan: Mengetahui hubungan asupan energi dan aktifitas fisik dengan IMT Metode: Penelitian menggunakan metode analitik dengan pendekatan Cross Sectional dimana data yang menyangkut variabel bebas dan terikat akan dikumpulkan dalam waktu bersamaan. Sampel yang dipakai sebanyak 79 siswa dari 219 siswa. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling Penelitian menggunakan analisis univariat deskriptif dan analisis bivariat korelasi pearson. Hasil: Jumlah siswa yang memiliki status IMT obesitas (obesitas1&2) berjumlah 28 siswa dari 79 siswa. Terdapat 61 siswa (77,2%) bestatus AKG baik. Terdapat 46 siswa (57%) yang memiliki kategori aktivitas sedang. Hasil korelasi pearson antara asupan energi dengan IMT memiliki nilai signifikan 0,000 dengan p value <0,05 maka memilki asumsi ada hubungan asupan energi dengan IMT. Hasil korelasi pearson aktivitas fisik dengan IMT memiliki p value 0,481 dengan p value >0,05 dengan asumsi tidak ada hubungan aktivitas fisik dengan IMT. Kesimpulan: Tidak ada hubungan asupan energi dan aktivitas fisik dengan IMT pada siswa SMA Kolese Loyola Semarang.
ASI Eksklusif Meningkatkan Perkembangan Motorik Anak 2-3 Tahun Hema Dewi Anggraheny; Djoko Sugiarto; Sandhy Hapsari
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 3, No 2 (2014): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.41 KB)

Abstract

Latar Belakang : Pemberian ASI eksklusif mempengaruhi perkembangan motorik anak. Di dalam asi banyak terdapat zat gizi yang penting untuk menunjang perkembangan motorik anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan perkembangan motorik anak usia 2 3 tahun yang diberi ASI eksklusif dan non ASI eksklusif.Metode : Jenis penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Cara pengambilan sample dilakukan secara simple random sampling, dengan obyek penelitian adalah batita 2 3 tahun sebanyak 103 batita. Perkembangan motorik anak dinilai dengan menggunakan Denver Development Screening Test (DDST). Data yang didapatkan kemudian diolah menggunakan uji statistik chi square dan odd ratio.Hasil : Sebagian besar responden mendapatkan ASI eksklusif sebanyak 59 batita (57,3%). Sebagian besar responden memiliki perkembangan motorik sesuai usianya (67%). Responden yang diberi ASI eksklusif 29,4 kali meningkatkan perkembangan motorik dibandingkan dengan responden yang diberi non ASI eksklusif.Simpulan : ASI eksklusif meningkatkan 29,4 kali perkembangan motorik anak usia 2-3 tahun.Kata kunci : ASI, perkembangan motorik
Hubungan Pemberian Air Susu Ibu (ASI) dan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) dengan Status Gizi Anak Usia 4-24 Bulan (Studi Di Wilayah Kelurahan Wonodri Kecamatan Semarang Selatan Kota Semarang) Akhmad Afrianto; - Darmono SS2; Merry Tiyas Anggraini
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 1, No 2 (2012): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.553 KB)

Abstract

Latar belakang: Permasalahan gizi kurang dan gizi buruk masih menjadi masalah utama di Indonesia. Hal ini terbukti dengan masih terungkapnya kasus gizi kurang dan gizi buruk pada bayi dan anak-anak di berbagai daerah. Keadaan seperti ini terutama pada bayi dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi status gizi salah satunya adalah asupan. Dapat diartikan bahwa status gizi seseorang merupakan gambaran apa yang dikonsumsinya. Anak usia 4-24 bulan memperoleh kecukupan gizinya dengan ASI dan MP-ASI.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah anak usia 4-24 bulan di Kelurahan Wonodri Kecamatan Semarang Selatan. Sampel dipilih secara purposif pada RW III dan V sejumlah 34 anak dengan kriteria inklusi dalam keadaan sehat dan berusia 4-24 bulan. Data yang dikumpulkan meliputi identitas keluarga, status gizi (BB/U), pemberian ASI dan MP-ASI. Data katagorik  diuji dengan Chi Square. Data numerik yang berdistribusi normal diuji dengan Korelasi Person. Data numerik yang berdistribusi tidak normal di uji dengan Rank Spearman.Hasil: Uji Chi Square p>0,05 sehingga  tidak ada hubungan antara pemberian kolostrum, ASI eksklusif dan pemberian MP-ASI dengan status gizi. Uji Korelasi Person p<0,05 sehingga ada hubungan antara frekuensi pemberian ASI dalam 1 hari dengan status gizi. Uji Rank Spearman p>0,05 sehingga ada hubungan antara usia awal pemberian MP-ASI dengan status gizi.Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara pemberian kolostrum, ASI eksklusif dan pemberian MP-ASI dengan status gizi. Ada hubungan antara frekuensi pemberian ASI dalam 1 hari, usia awal pemberian MP-ASI dengan status gizi. Kata kunci: Pemberian ASI, pemberian MP-ASI, status gizi, anak usia 4-24.
Dislipidemia Sebagai Faktor Resiko Penyakit Jantung Iskemik di RSUD Tugurejo Semarang Setyoko -; Merry Tyas Anggraini; Ulil Huda
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 2 (2013): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.198 KB)

Abstract

Latar belakang : Perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia seperti konsumsi makanan siap saji, berlemak, dan jarang berolahraga berdampak pula pada perubahan pola penyakit, dari penyakit menular ke penyakit tidak menular seperti Penyakit Jantung Iskemik (PJI).Pada tahun 2007, dari 4.522 kasus kematian di Indonesia, 5,1 % diantaranya disebabkan oleh PJI. Sedangkan dislipidemia sebagai salah satu faktor kemungkinan penyebab PJI prevalensinya juga terus mengalami peningkatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dislipidemiasebagai faktor resiko PJI di RSUD Tugurejo Semarang. Metode : Analitik observasional dengan design penelitian cross sectional. Populasi adalah pasien PJI rawat inap (ICD-10, I20I25) di RSUD Tugurejo Semarang tahun 2011 yang memenuhi kriteria berjumlah 43. Teknik pengambilan sampel dengan total sampling.Hasil : Hasil uji chi square menunjukkan dislipidemia memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian PJI(p=0,021),. Hasil analisis multivariat regresi logistik menunjukkan bahwa peningkatan kadar LDL paling berpengaruh terhadap kejadian PJI (p= 0,006 ; OR=10,182) Kesimpulan : Dislipidemia sebagai faktor risiko PJI Kata Kunci : dislipidemia, penyakit jantung iskemik (PJI)
Pemakaian Jilbab Tidak Berhubungan Dengan Terjadinya Dermatitis Seboroik: Studi Crossectional Afiana Rohmani; Retno Indrastiti; Durotul Farida
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 5, No 1 (2016): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.939 KB)

Abstract

Latar Belakang:Pemakaian jilbab cenderung mengakibatkan suhu pada kulit kepala menjadi panas sehingga dapat terjadi kelembaban. Kelembaban merupakan faktor resiko terjadinya dermatitis seboroik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat dan lama pemakaian jilbab dengan kejadian dermatitis seboroik pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran UNIMUS.Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional dengan desain cross sectional yang dianalisis dengan uji statistik dengan tingkat kepercayaan 95%. Studi ini meliputi analisis univariat dan bivariat terhadap variabel riwayat pemakaian jilbab, lama pemakaian jilbab dengan kejadian dermatitis seboroik. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 59 sampel mahasiswi Fakultas Kedokteran UNIMUS.Hasil: Hasil analisis bivariat dari 59 sampel dengan uji statistik chi-square dengan tingkat kemaknaan 5% (? = 0,05), variabel riwayat pemakaian jilbab dengan kejadian dermatitis seboroikdidapatkan (p = 0,068). Variabel lama pemakaian jilbab dengan kejadian dermatitis seboroikdidapatkan (p = 0,295).Simpulan: Tidak ada hubungan antara riwayat dan lama pemakaian jilbab dengan kejadian dermatitis seboroik pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran UNIMUS.Kata kunci : jilbab, dermatitis seboroik.
Hubungan Antara Status Gizi dengan Anemia pada Remaja Putri di Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah 3 Semarang Cahya Daris Tri Wibowo; Harsoyo Notoatmojo; Afiana Rohmani
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 1, No 2 (2012): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.685 KB)

Abstract

Latar belakang : Anemia banyak terjadi terutama pada usia remaja baik kelompok pria maupun wanita. Indonesia sendiri prevalensi anemia yang didapatkan masih cukup tinggi, dimana data depkes tahun 2009 didapatkan angka kejadian anemia pada remaja putri mencapai presentasi 33,7 %. Sedangkan angka kejadian anemia di jawa tengah mencapai presentasi sebesar 30,4 % dan disemarang sendiri angka kejadian anemia pada remaja mencapai 26 %. berdasarkan survey awal yang telah dilakukan di SMP Muhammadiyah 3 Semarang dari 55 siswi terdapat 5 siswi dengan status gizi baik tetapi mempunyai riwayat anemia. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan anemia pada remaja putri SMP Muhammadiyah 3 Semarang Metode : Penelitian yang dilakukan bersifat analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 254 siswi dan sampel dalam penelitian ini sebanyak 44 siswi. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik non random sampling, yaitu purposive sampling. Kemudian dilakukan uji Chi-Square.Hasil : responden dengan status gizi baik sebanyak 31 siswi Kata kunci : status gizi, anemia
Faktor Prediktor Terjadinya Diare pada Batita Gunadi .; Bela Bagus
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 3, No 1 (2014): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.904 KB)

Abstract

Latar Belakang : Diare hingga saat ini masih merupakan salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian hampir di seluruh daerah geografis di dunia dan semua kelompok usia bisa diserang oleh diare, tetapi penyakit berat dengan kematian yang tinggi terutama terjadi pada bayi dan anak balita. Pengetahun ibu tentang diare yang tepat dapat mengurangi atau mengatasi terjadinya diare pada anak usia 0-3 tahun, dimana ibu mengetahui gejala dan tanda diare maka dengan baik pula ibu dapat melakukan penanganan diare,begitupun juga sebaliknya. Pada pemakaian botol susu steril Jika cara pembuatan susunya salah dan kurang bersih, bayi menjadi kurus dan mencret.Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan dari pengetahuan dan pemakaian botol susu steril yang berhubungan dengan kejadian diare studi pada batitaMetode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptifanalitik dengan pendekatan cross sectional, jumlah populasi 300 batita dandidapatkan sampel sebanyak 71 batita dengan variabel bebas kejadian diare dan variabel terikat pengetahuan ibu tentang diare dan pemakaianbotolsusu steril melalui pengkajian hipotesis dan uji statistik chi square.Hasil Penelitian :Responden yang berpengetahuan rendah sebanyak 21 (35.5%), tidak memberikan ASI ekslusif sebanyak 21 (33,9%), t idakmelakukan sterilisasi pada botol susu sebanyak 14 (22.6%), mengalami diare sebanyak 49 (79.0%), hubungan pengetahuan ibu tentang diare yangberhubungan dengan kejadian diare studi pada batita (p=0.23), hubungan pemakaian botol susu steril yang berhubungan dengan kejadian diare studi pada batita (p=0.29).Kesimpulan :ada hubungan antara pengetahuan ibutentang diare yang berhubungan dengan kejadian diare studi pada batita, serta ada hubunganantara pemakaian botol susu steril yang berhubungan dengan kejadian diare studi pada batita.Kata Kunci :Pengetahuan mengenai diare, ASI ekslusif, pemakaian botol susu steril, kejadian diare.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Demam Tifoid pada Anak di RSUD Tugurejo Semarang Galuh Ramaningrum; Hema Dewi Anggraheny; Tiara Perdana Putri
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 5, No 2 (2016): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.13 KB)

Abstract

Latar Belakang : Insidensi kejadian demam tifoid di Jawa Tengah pada tahun 2009 menempati urutan ketiga setelah kejadian diare dan TBC.Kebanyakan kasus demam tifoid menyerang anak-anak, dengan rentang usia tertinggi antara 3-19 tahun. Faktor-faktor yang didugamempengaruhi terjadinya demam tifoid antara lain usia,jenis kelamin, status gizi, pendidikan, riwayat demam tifoid, urbanisasi, kepadatanpenduduk, dan sumber air minum dan standar hygiene industri pengolahan makanan yang masih rendah. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian demam tifoid pada anak yang dirawat di RSUD Tugurejo Semarang.Metode : Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional menggunakan variabel usia, status gizi, dan riwayat demamtifoid, dan kejadian demam tifoid pada anak di RSUD Tugurejo Semarang. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa rekam medikpasien pada tahun 2014, sebanyak 121. Analisis menggunakan uji Chi Square yang menguhubungkan antara variabel usia, status gizi, danriwayat demam tifoid, terhadap kejadian demam tifoid.Hasil : Mayoritas pasien yang mengalami demam tifoid berada di rentang usia 5-10 tahun (56,2%), status gizi baik (89,3%), diikuti riwayatdemam tifoid, sebelumnya (84,3%). Hasil analisi bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan variabel usia terhadap kejadiandemam tifoid (OR=4,667 ; P=0,001). Tidak terdapat hubungan signifikan variabel status gizi (OR= 0,796; P=0,072) dan riwayat demam tifoidsebelumnya (OR=2,073; P=0,346) terhadap kejadian demam tifoid.Simpulan : Usia anak 5-10 tahun rentan terhadap kejadian demam tifoid. Oleh karena itu perlu untuk memantau jenis makanan, perilakumakan, serta kebersihan untuk mencegah timbulnya demam tifoid.Kata kunci : demam tifoid, usia, status gizi, riwayat demam tifoid

Page 5 of 13 | Total Record : 126