cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 126 Documents
HUBUNGAN ANTARA EKSPRESI PROTEIN Her-2/Neudengan DERAJAT DIFERENSIASI PENDERITA KARSINOMA PAYUDARA JENIS DUKTUS INVASIF Nurul Aini; Kasno -; Rochman Basuki
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 2, No 1 (2013): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang :Karsinoma payudara merupakan penyakit yang sering diderita oleh kelompok wanita. Tahun2008 kasus karsinoma payudara telah menjadi penyebab utama dan menyumbang 7,6% kematian (sekitar 13% dari seluruh penyebab kematian) di dunia dengan jumlah kasus 1,38 juta. Penelitian Dwi Jayanti (2007) dan Kartika dkk (2009) terbukti ditemukanprotein Her-2/neu pada penderita karsinoma payudara. Ekspresi yang berlebihan protein HER-2/neu penderita karsinoma payudara berhubungan dengan jumlah mitosis yang tinggi dan prognosis yang buruk serta angka kekambuhan yang tinggi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara ekspresi protein HER-2/neu dengan derajat diferensiasi penderita karsinoma payudara jenis duktus invasif di RSUP Dr. Kariadi Semarang tahun 2012.Metode :Penelitian ini merupakan penelitian observasi analitik dengan pendekatan cross sectional, menggunakandata sekunder dengan total sampel 120penderita karsinoma payudara. Analisis data bivariat dengan menggunakan korelasi kendalldengan nilaisignifikansip<0,05.Hasil : Dari seluruh sampel, frekuensiyang paling banyak adalah derajat diferensiasi II (66,7 %), dan ekspresi protein HER-2/neu positif 3 (40,8%). Ekspresi protein HER-2/neu positif 3 paling banyak dijumpai pada derajat diferesiensi II (28,3%). Nilaip padakorelasi kendall sebesar 0,158.Kesimpulan : Tidak ada hubungan yang bermakna antara ekspresi protein HER-2/neu dengan derajat diferesiensipenderita karsinoma payudara jenis duktus invasif.Kata kunci: HER-2/neu, derajat diferensiasi, karsinoma payudara.
PENGARUH FORMALIN PERORAL TERHADAP KADAR SGOT dan SGPT TIKUS WISTAR Ayu Rindwitia Indah Peanasari; Sri Latiyani Djamil; Afiana Rohmani
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 2, No 1 (2013): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Formalin merupakan zat yang bersifat iritatif. Senyawa formalin masuk ke dalam tubuh akan didetoksifikasi dan dimetabolisme oleh hepar dan menghasilkan zat xenobiontin yang dapat merusak fungsi hepar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian formalin peroral terhadap kadar SGOT dan SGPT pada tikus Wistar (Rattus norvegicus)Metode: Penelitian ek s p er i m en t al l a bor at or i k in i m en g g un a kan post test only control group design. Jumlah sampel sebanyak 18 ekor tikus Wistar yang telah memenuhi kriteria ekslusi dan inklusi. Tikus diadaptasi selama 7 hari, pada hari ke-8 tikus dibagi secara simple random sampling menjadi 2 kelompok. Kelompok kontrol diberi Placebo peroral. Kelompok Perlakuan diberi formalin peroral 0.1mL/kgBB/hari, Setelah 2 minggu semua sampel penelitian dilakukan pemeriksaan kadar SGOT dan SGPT. Analisis menggunakan uji Independent Sampel T Test.Hasil:. Hasil uji statistik kadar SGOT dan SGPT pada kelompok kontrol dan perlakuan diperoleh p=0,000. Berdasarkan uji tersebut terdapat signifikasi pengaruh pemberian kelompok formalin dibandingkan kelompok kontrol (placebo) terhadap kadar SGOT dan SGPT tikus Wistar.Kesimpulan: Kadar SGOT dan SGPT hepar pada kelompok tikus Wistar yang diberi formalin peroral lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol.Kata kunci: formalin peroral, kadar SGOT dan SGPT
Analisis Faktor Risiko Kejadian Penyakit Jantung Koroner di RSUP Dr Kariadi Semarang Diana Zahrawardani; Kuntio Sri Herlambang; Hema Dewi Anggraheny
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 1, No 3 (2012): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.489 KB)

Abstract

Latar belakang : Penyakit Jantung Koroner telah menjadi penyebab kematian utama di Indonesia. Di Provinsi Jawa Tengah berdasarkan laporan dari Rumah Sakit dan Puskesmas tahun 2006, kasus Penyakit jantung Koroner sebesar 26,38 per 1000 penduduk. Penyakit Jantung Koroner mempunyai faktor risiko yang bisa diubah, yaitu dislipidemia, hipertensi, merokok, diabetes melitus, obesitas, stres psikososial, inaktivitas fisik. Sedangkan faktor risiko yang bisa diubah, yaitu usia, jenis kelamin, riwayat penyakit jantung dalam keluarga. Tujuan : Untuk menganalisis faktor risiko dengan kejadian penyakit jantung koroner di RSUP DR Kariadi Semarang. Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian survey analitik, dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di RSUP Dr Kariadi Semarang. Teknik pengambilan sampel dengan simple random sampling, dimana didapatkan sebanyak 128 sampel. Seluruh proses pengolahan dan analisis data menggunakan program SPSS 17.0. Hasil : Berdasarkan 128 sampel yang di teliti, yang memiliki usia risiko tinggi (≥45 tahun) sebanyak 107 (83,60%) pasien, berjenis kelamin laki-laki 88 (68,80%) pasien, kolesterol total ≥ 200 mg/dl 59 (46,10%) pasien, kadar trigliserida ≥ 150 mg/dl 37 (28,90%) pasien , hipertensi 89 (69,5%) pasien, diabetes melitus 82 (64,10%) pasien, penderita Penyakit Jantung Koroner 103 (80,50%) pasien. Hasil uji statistik menggunakan uji chi square dengan α = 0,05 diketahui yang memiliki hubungan bermakna dengan kejadian penyakit jantung antara lain usia (p=0,019), kolesterol total (p=0,004), kadar trigliserida (p=0,019), hipertensi (p=0,002), dan diabetes melitus (p=0,020). Hasil multivariat menggunakan regresi logistik diketahui yang paling berpengaruh terhadap kejadian Penyakit jantung Koroner yaitu kolesterol total dengan nilai (p=0,002,OR=5,127). Kesimpulan : Usia, kolesterol total, kadar trigliserida, hipertensi, dan diabetes melitus merupakan faktor risiko kejadian penyakit jantung koroner. Faktor risiko yang paling berpengaruh terhadap kejadian penyakit jantung koroner yaitu kolesterol total.
Kepuasan Pasien Rawat Inap terhadap Pelayanan Keperawatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang Andra Novitasari; Muhammad Hidayat; Anada Kaporina
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 3, No 1 (2014): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.742 KB)

Abstract

Latar Belakang : Pelayanan kesehatan yang bermutu adalah pelayanan kesehatan yang dapat memuaskan setiap pemakai jasa pelayanan dan sesuai dengan kode etik serta standar pelayanan yang telah ditetapkan. Pelayanan rawat inap merupakan pusat kegiatan yang paling banyak terjadi interaksi antara perawat dengan pasien. Pengukuran kepuasan pelanggan merupakan elemen penting dalam menyediakan pelayanan yang lebih baik, lebih efisien dan lebih efektif. Peneliti ingin meneliti tentang kepuasan pasien rawat inap terhadap pelayanan keperawatan.Metode : Penelitian survei deskriptif yang dianalisis secara univariat terhadap dimensi pelayanan tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan emphaty berdasarkan usia, pendidikan, dan pekerjaan. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling.Hasil : Hasil analisis dari 70 sampel didapatkan sebagian besar responden merasa puas (77,1%) terhadap keseluruhan dimensi pelayanan. Data tangible menunjukkan sebagian besar responden yang merasa puas berusia 15-55 tahun (74,4%), memiliki tingkat pendidikan lanjutan (66,7%), dan memiliki pekerjaan (82,1%). Data reliability menunjukkan sebagian besar responden yang merasa puas berusia 15-55 tahun (64,3%), memiliki tingkat pendidikan lanjutan (60,7%), danmemiliki pekerjaan (75,0%). Data responsiveness menunjukkan sebagian besar responden yang merasa puas berusia 15-55tahun (77,8%), memiliki tingkat pendidikan lanjutan (61,1%), dan memiliki pekerjaan (88,9%). Data assurancemenunjukkan sebagian besar responden yang merasa puas berusia 15-55 tahun (80,8%), memiliki tingkat pendidikanlanjutan (57,7%), dan memiliki pekerjaan (84,6%). Data emphaty menunjukkan sebagian besar responden yang merasapuas berusia 15-55 tahun (80,4%), memiliki tingkat pendidikan lanjutan (56,9%), dan memiliki pekerjaan (84,3%).Simpulan : Sebagian besar responden merasa puas terhadap keseluruhan dimensi pelayanan di instalasi rawat inap.Kata kunci : kepuasan pasien, pelayanan, rawat inap
Faktor Faktor yang Mempengaruhi Mutu Pelayanan Kesehatan terhadap Kepuasan Pasien BPJS di Klinik Penyakit Dalam RSUD Sunan Kalijaga Demak Periode Mei-Oktober 2015 Aisyah Lahdji; Muhammad Riza Setiawan; Wijayanti Indah Purnamasari
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 5, No 2 (2016): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.872 KB)

Abstract

Latar Belakang: Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan secara umum mempunyai tujuanmempermudah masyarakat untuk mengakses pelayanan kesehatan yang bermutu. Penerapan jaminan kesehatannasional dibawah BPJS kesehatan yang dinilai merupakan tonggak awal dimulainya perubahan layanan kesehatan,justru pandangan pasien terhadap pelayanan BPJS masih kurang baik, yang masih mengeluhkan pelayanan rumahsakit. Keluhan tersebut antara lain terkait dengan pelayanan administrasi, perawat, dokter, sarana dan prasarana, uangmuka, obat, biaya, dan layanan rumah sakit lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuii Faktorfaktor Yang Mempengaruhi Mutu Pelayanan Kesehatan Terhadap Kepuasan Pasien BPJS di Klinik Penyakit DalamRSUD Sunan Kalijaga Demak periode Mei- Oktober 2015.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian survey deskruptif analitik dengan rancangan cross sectional inimenggunakan 285 orang sampel yang dianalisis dengan uji statistik korelasi spearmans rank (Rho)dengan tingkatkemaknaan 95% yang meliputi analisis univariat, bivariat terhadap variabel mutu pelayanan kesehatan dengankepuasan pasien..Hasil: Hasil analisis bivariat dari 285 orang, pengaruh mutu pelayanan kesehatan BPJS terhadap kepuasan pasiendidapatkan nilai p = 0,000, dan r = 0,214. Karena nilai p < 0,05 maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh bermaknaanatara mutu pelayanan kesehatan BPJS terhadap kepuasan pasien. Pada uji kekuatan hubungan didapatkan 0,214maka dikatakan hubungan lemah (0,200 0,399), sehingga dapat disimpulkan bahwa mutu pelayanan kesehatanBPJS terhadap kepuasan pasien mempunyai hubungan bermakna dengan kekuatan hubungan positif lemah.Simpulan: Ada pengaruh antara mutu pelayanan kesehatan BPJS dengan kepuasan pasien di Klinik Penyakit DalamRSUD Sunan Kalijaga Demak.Kata kunci: Rumah Sakit, Mutu Pelayanan, Kepuasan Pasien
Hubungan Antara Faktor Karakteristik, Hipertensi dan Obesitas dengan Kejadian Diabetes Mellitus di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Soewondo Kendal Puji Rahayu; Margo Utomo; M. Riza Setiawan
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 1, No 2 (2012): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.221 KB)

Abstract

Latar Belakang : Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit metabolik ditandai dengan hiperglikemia yang disebabkan karena gangguan sekresi insulin, gangguan kerja insulin atau keduanya. Faktor risiko yang yang dapat menimbulkan penyakit diabetes mellitus yaitu umur, jenis kelamin, bangsa dan etnik, faktor keturunan, riwayat melahirkan bayi dengan berat badan lahir lebih dari 4000 gram, riwayat menderita diabetes gestasional, obesitas, aktifitas fisik yang kurang, hipertensi, stres, pola makan, penyakit pada pankreas (pankreatitis, neoplasma, fibrosis kistik), dan Alkohol. Diabetes mellitus merupakan masalah kesehatan baik di dunia, di indonesia, maupun di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Soewondo Kendal. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian mengenai hubungan antara faktor karakteristik, hipertensi dan obesitas dengan kejadian diabetes mellitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor karakteristik, hipertensi dan obesitas dengan kejadian diabetes mellitus pada pasien Rawat Jalan di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Soewondo Kendal.Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah explanatory research. Penelitian ini dilaksanakan di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah  Dr. H. Soewondo Kendal dengan menggunakan metode survei yang dilakukan dengan wawancara kepada penderita secara langsung, dan pengukuran tekanan darah, berat badan, tinggi badan, serta pemeriksaan laboratorium dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah semua pasien rawat jalan di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah  Dr. H. Soewondo Kendal dimulai dari bulan Oktober 2011. Besar sampel sebanyak 69 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik quota sampling dengan syarat bersedia menjadi responden.Hasil Penelitian : Dari hasil uji  Chi Square menunjukkan bahwa nilai p < 0,05 yang berarti ada hubungan yang signifikan antara umur dengan kejadian diabetes mellitus, dan nilai p > 0,05 yang berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan kejadian diabetes mellitus, tidak ada hubungan yang signifikan antara hipertensi dengan kejadian diabetes mellitus, serta tidak ada hubungan yang signifikan antara obesitas dengan kejadian diabetes mellitus.Kesimpulan : ada hubungan yang signifikan antara umur dengan kejadian diabetes mellitus, tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan kejadian diabetes mellitus, tidak ada hubungan yang signifikan antara hipertensi dengan kejadian diabetes mellitus, dan tidak ada hubungan yang signifikan antara obesitas dengan kejadian diabetes mellitus. Kata Kunci : hipertensi, obesitas, kejadian diabetes mellitus.
Perdarahan Post Partum Akibat Anemia pada Ibu Hamil di RSUD Tugurejo Semarang Diana Handaria; Andra Novitasari; Anada Kaporina
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 2 (2013): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.074 KB)

Abstract

Latar Belakang : Ibu hamil beresiko mengalami anemia dalam masa kehamilan. Perubahan fisiologis yang t erjadi t ersebut menyebabkan berbagai komplikasi salah sat unya adalah perdarahan postpartum. Perdarahan postpart um masih merupakan penyumbang t erbesar dalamkemat ian ibu. Penelitian ini bert ujuan unt uk mengident ifikasi kejadian perdarahan post part um akibat anemia pada ibu hamil di RSUD Tugurejo Semarang.Metode : Penelitian st udi observasional dengan menggunakan desain cross sect ional dan dianalisis dengan uji st at ist ik dengan t ingkat kemaknaan 90% yang meliput i analisis univariat dan analisis bivariat terhadap variabel kadar hemoglobin t erhadap kejadian perdarahanpost part um. Pengambilan sampel dilakukan dengan t eknik t ot al sampling. Hasi l : Hasil analisis univariat dari 55 sampel meliput i 40 sampel dengan perdarahan post part um dan 15 sampel t idak perdarahanpost partum. Hasil analisis bivariat kadar Hb (p=0,026; OR = 3,955; 90 %) menunjukkan bahwa kadar Hb berhubungan dengan kejadianperdarahan post part um dengan kadar Hb sedangberat lebih beresiko dalam kejadian perdarahan post part um. Si mpulan : Terdapat hubungan antara kadar Hb dengan kejadian perdarahan postpartum dan kadar Hb sedang-berat lebih beresiko dalammengakibat kan perdarahan post part um. Kata kunci : Anemia, Perdarahan Post partum
Korelasi Hubungan Seksual Pra Nikah Terhadap Kejadian Infeksi Menular Seksual Muhammad Riza Setiawan; Retno Indrastiti; Adetia Krisna
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 3, No 1 (2014): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.744 KB)

Abstract

Latar Belakang : Angka kejadian Infeksi Menular Seksual (IMS) yang diderita masyarakat masih tinggi. Di Kota Semarang pada tahun 2007, terdapat 550 kasus kejadian IMS, tahun 2008, terdapat 481 kasus IMS, sedangkan pada tahun 2009 terjadi peningkatan kasus IMS, yaitu mencapai 2.471 kasus dari empat Puskesmas yang melakukan pelayanan pengobatan kasus IMS. Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual. Dari hasil studi kasus yang dilakukan PKBI Jateng tahun 2002, didapatkan perilaku hubungan seksual pada mahasiswa sangat meningkat.Metode : Penelitian bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional study. Populasi penelitian ini Mahasiswi S1 di Kota Semarang, sebanyak 55948 orang. Sampel penelitian ini 60 orang. Pengambilan sampel dengan teknik cluster sampling. Analisis univariat dilakukan secara deskriptif meliputi umur, hubungan seksual pra nikah, dan kejadian infeksi menular seksual. Analisis bivariat digunakan rasio prevalensi, dilanjutkan analisis Chi Square menggunakan tabel 2x2, meliputi hubungan seksual pra nikah (variabel bebas) dan kejadian infeksi menular seksual (variabel terikat).Hasil : Mahasiswi melakukan hubungan seksual pra nikah sebanyak (47%), tidak melakukan sebanyak (53%). Mahasiswi terkena IMS sebanyak (42%), tidak sebanyak (58%). Rasio Prevalensi diperoleh 2,04 dan confidence interval diperoleh 4,90. Maka melakukan hubungan seksual pra nikah memang sebagai penyebab terjadinya IMS (RP=2,04>1;CI=4,9>1). Nilai Fishers Exact p=0,036 (p=0,036<0,05) ada hubungan yang bermakna atau signifikan antara mahasiswi yang melakukan hubungan seksual pra nikah dan mahasiswi yang tidak melakukan hubungan seksual pra nikah dengan kejadian terkena IMS.Kesimpulan : Ada hubungan yang bermakna antara mahasiswi yang melakukan hubungan seksual pra nikah dan mahasiswi yang tidak melakukan hubungan seksual pra nikah dengan kejadian terkena Infeksi Menular Seksual (IMS).Kata Kunci : Infeksi Menular Seksual, Hubungan Seksual, Mahasiwi
Efektifitas Dosis Siprofloksasin terhadap Pertumbuhan Uropatogen Escherichia coli SECARA in vitro Nanik Marfuati; Maya Dian Rakhmawatie; Nur Rakhma Akmalia
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 5, No 2 (2016): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.766 KB)

Abstract

Latar Belakang : Escherichia coli merupakan penyebab infeksi saluran kemih dengan persentase 70-95%.Tingkat sensitivitas E. coliterhadap siprofloksasin dilaporkan hanya 70,59%. Siprofloksasin bekerja dengan efek interfensi pada DNA gyrase dan topoisomerase IV.Siprofloksasin bekerja tergantung kadar, semakin tinggi kadar C/MIC maka semakin efektif dalam menghambat pertumbuhan danmencegah resistensi pada uropatogen E. coli (UPEC).Metode : Penelitian ini merupakan eksperimental murni dengan rancangan post test control group design. Penentuan Cmax/MICsiprofloksasin didasarkan pada kelipatan MIC bakteri yaitu 10 x MIC, 2 x MIC, 1 x MIC dan x MIC. Penilaian pertumbuhan kolonibakteri E. coli strain sensitif (E. coli I) dan strain resisten (E. coli II) diamati pada jam ke 0, 2, 4, 6, 8, 12, 22 dan 24. Uji MIC menggunakanmetode dilusi cair dan penentuan jumlah koloni bakteri menggunakan metode viable count menggunakan medium Mueller Hinton Agar.Hasil : Uji statistik menunjukkan perbedaan bermakna jumlah log koloni bakteri E. coli I inkubasi 24 jam pada pemberian C/MICsiprofloksasin yang berbeda dengan nilai p-value 0.014. Pada E. coli II inkubasi 24 jam juga menunjukkan perbedaan bermakna jumlah logkoloni bakteri dengan nilai p-value 0.001. Penurunan pertumbuhan bakteri UPEC I dan II signifikan terjadi pada pemberian C/MICsiprofloksasin 10 x MIC dengan nilai regresi E. coli sensitif y = -0.538x + 5.856; r = 0.938 dan nilai regresi E. coli resisten y = -0.61x +3.823; r = 0.563.Simpulan: Nilai rasio C/MIC siprofloksasin ? 10 efektif dalam membunuh uropatogen E. coli baik pada strainsensitif atau strain resisten secara in vitro.Kata Kunci : C max/MIC siprofloksasin, pertumbuhan, uropatogen E.coli
Hubungan Pola Pemberian ASI dan Karakteristik Ibu dengan Tumbuh Kembang Bayi 0-6 Bulan di Desa Bajomulyo, Juwana Retno Ayu Megawati; Harsoyo Notoatmojo; Afiana Rohmani
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 1, No 1 (2012): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.76 KB)

Abstract

Pendahuluan: Masa tumbuh kembang bayi 0-6 bulan membutuhkan asupan gizi yang diperoleh melalui pemberian Air Susu Ibu (ASI)eksklusif. Gangguan tumbuh kembang pada awal kehidupan bayi diantaranya disebabkan karena ibu tidak memberi ASI eksklusif kepadabayinya. Jumlah penderita gizi kurang di Desa Bajomulyo sebesar (24%) dengan jumlah 12 balita dari 50 balita. Hal ini tentunya erat kaitannya dengan rendahnya cakupan ASI eksklusif.Metode: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan pola pemberian ASI dan karakteristik ibu dengantumbuh kembang bayi0-6 bulan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu cross sectional dengan sampel sebanyak 42 orang ibu yang memiliki bayi berusia 0-6 bulandan masih menyusui. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dengan panduan kuesioner dan observasi. Analisis datamenggunakan uji Chi-Square.Hasil: Pola pemberian ASI dan karakteristik ibu berhubungan dengan pertumbuhan bayi yaitu pemberian kolostrum (p=0,000), frekuensipemberian ASI (p=0,000), durasi pemberian ASI (p=0,000), waktu antara pemberian ASI (p=0,000), usia ibu (p=0,003), pendidikan ibu (p=0,000), pekerjaan ibu (p=0,000),jumlah anak ibu (p=0,001). Pola pemberian ASI dan karakteristik ibu juga berhubungan dengan perkembangan bayi yaitu pemberian kolostrum (p=0,002), frekuensi pemberian ASI (p=0,002), durasi pemberian ASI (p=0,000), waktu antara pemberian ASI (p=0,000), usia ibu (p=0,002), pendidikan ibu (p=0,000), pekerjaan ibu (p=0,002), jumlah anak ibu (p=0,001).Kesimpulan: Ada hubungan bermakna antara pola pemberian ASI dan karakteristik ibu dengan tumbuh kembang bayi 0-6 bulan di DesaBajomulyo Kecamatan Juwana.Kata kunci : Pola pemberian ASI, karakteristik ibu, tumbuh kembang bayi

Page 4 of 13 | Total Record : 126