cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 180 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2017): November" : 180 Documents clear
THE PHONOLOGICAL SYTEM OF BALINESE LANGUAGE OF KUTUH DIALECT: A DESCRIPTIVE STUDY ., Komang Evayanti; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.871 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.15052

Abstract

Penelitian ini dirancang dalam bentuk deskriptif kualitatif yang menggambarkan sistem fonologi Kutuh dialek. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jumlah fonem dan distribusinya. Penelitian ini hanya berfokus pada fonem segmental dalam Kutuh Dialek. Ada tiga informan yang dipilih berdasarkan satu set kriteria. Data dikumpulkan berdasarkan tiga daftar kosakata, yaitu: Swadesh, Nothofer, dan Holle. Tiga teknik digunakan untuk mengumpulkan data, yaitu observasi, rekaman, dan teknik wawancara (mendengarkan dan mencatat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kutuh dialek memiliki 50 fonem dan tidak semua fonem memiliki distribusi lengkap (awal, tengah, posisi akhir). Fonem dapat diklasifikasikan menjadi: enam vokal; ʌ /, / i /, u /, / e /, / o /, / ə /, sebelas diftong; / ʌi /, / iʌ /, / ʌu /, / uʌ /, /uə /, / ʌə /, / ʌɛ /, / ʌɔ /, / ui /, / iu /, / iə /, lima geminate vokal; / ʌʌ /, / ʊʊ /, / ɔɔ /, / ɪɪ /, / əə /, sembilan belas konsonan; / p /, / b /, / t /, / m /, / d /, / g /, / h /, / c /, / r /, / s /, / n /, / y /, / j /, / w /, / ʔ /, / k /, / l /, / ŋ /, / ñ /, dan sembilan konsonan cluster; / kr /, / pr /, / br /, bl /, / kl /, / tl /, / ml /, / sl / dan / pl /.Kata Kunci : kualitatif, fonem, sistem fonologis, dialek This study was designed in form of descriptive qualitative that described Kutuh Balinese phonological system. This study aimed at describing the number of phonemes and their distributions. This study focused only on the segmental phonemes in Kutuh Dialect (KD). There were three informants chosen based on a set of criteria. The data were collected based on three word lists, namely: Swadesh’, Nothofer’s, and Holle’s. Three techniques were used to collect the data, namely observation, recording, and interview technique (listening and note-taking). As the result of this study, it shows that Kutuh Dialect has 50 phonemes and not all of phonemes have complete distribution(initial, middle, final position). The phonemes could be classified into: six vowels; ʌ/, /i/, /u/, /e/, /o/, /ə/, eleven diphthongs; /ʌi/, /iʌ/, /ʌu/, /uʌ/, /uə/, /ʌə/, /ʌɛ/, /ʌɔ/, /ui/, /iu/,/iə/, five geminate vowels; /ʌʌ/, /ʊʊ/, /ɔɔ/, /ɪɪ/, /əə/, nineteen consonants; /p/,/b/, /t/, /m/, /d/, /g/, /h/, /c/, /r/, /s/, /n/ ,/y/, /j/, /w/, /ʔ/, /k/, /l/, /ŋ/, /ñ/, and nine consonant clusters; /kr/, /pr/, /br/, /bl/, /kl/, /tl/, /ml/, /sl/ and /pl/. keyword : qualitative, phoneme, phonological system, dialect
THE EFFECT OF DIGITAL FLASHCARD ON STUDENTS’ VOCABULARY MASTERY OF THE FOURTH GRADE STUDENTS AT SD NEGERI 1 & 2 PAKET AGUNG IN THE ACADEMIC YEAR 2016/2017 ., Putu Kusumawati; ., Dr. Sudirman, M.L.S; ., I Putu Indra Kusuma, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13322

Abstract

THE EFFECT OF DIGITAL FLASHCARD ON STUDENTS’ VOCABULARY MASTERY OF THE FOURTH GRADE STUDENTS AT SD NEGERI 1 & 2 PAKET AGUNG IN THE ACADEMIC YEAR 2016/2017 Oleh Putu Kusumawati, NIM 1312021225 Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Pendidikan Ganesha, ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti pengaruh signifikan media digital flashcard pada pembelajaran Vocabulary terhadap siswa kelas 4 di SD Negeri 1 & 2 Paket Agung dalam tahun akademik 2016/2017. Desain dari penelitian ini menggunakan Post test only control group dari model Quasi Experimental Research. Adapun populasi dari penelitian ini melibatkan siswa SD Negeri 1 & 2 Paket Agung. Selain itu sampel dari penelitian tersebut terdiri dari 38 siswa kelas 4 di SD Negeri Paket Agung sementara SD Negeri 2 Paket Agung terdiri dari 40 siswa yang dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling. Data dari penelitian tersebut dianalisis dengan menggunakan descriptive and inferential statistical analysis. Berdasarkan hasil perhitungan hipotesis (independent t-test) menunjukkan bahwa hasil dari tobs = 3754>tcv = 2.000 sementara nilai signifikan data tersebut adalah .000 yang nilainya lebih rendah dari ɑ = 0.05. Hasil analisis data tersebut mengindikasikan bahwa ada pengaruh yang signifikan dalam penggunaan media Digital Flashcard terhadap penguasaan kosakata. Kata Kunci : Anak-anak, Kosakata, Media Digital Flashcard THE EFFECT OF DIGITAL FLASHCARD ON STUDENTS’ VOCABULARY MASTERY OF THE FOURTH GRADE STUDENTS AT SD NEGERI 1 & 2 PAKET AGUNG IN THE ACADEMIC YEAR 2016/2017 by Putu Kusumawati, NIM 1312021225 English Education Department, Ganesha University of Education, ABSTRACT The aim of this study was to investigate the significance effect of digital flashcard media on the vocabulary mastery of the fourth grade students at SD Negeri 1 & 2 Paket Agung in the academic year 2016/2017. The design of this study used post test only control group of quasi experimental research. Therefore the population of this study was SD Negeri 1 & 2 Paket Agung. The samples of this study were 38 students of fourth grade in SD Negeri 1 Paket Agung and 40 students of fourth grades in SD Negeri 2 Paket Agung selected by using simple random sampling technique. The data were analysed by using descriptive and inferential statistical analysis. The result of the hypothesis testing (independent t-test) showed that the tobs = 3754>tcv = 2.000 and the significance value of the data was .000 lower than ɑ = 0.05. It indicated that there is a significance effect of digital flashcard towards students’ vocabulary mastery. keyword : Digital flashcard media, Vocabulary mastery, Young learners
Developing A Standard English Language Final Achievement Test Instrument For Seventh Grade Students In Karangasem and Buleleng Regencies in 2014/2015 Academic Year Based on Curriculum 2013 ., Putu Dina Amelia; ., Drs.Gede Batan,MA; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11256

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan yang bertujuan pada mengembangkan instrumen tes prestasi belajar Bahasa inggris standar untuk siswa kelas tujuh di kabupaten Karangasem dan Buleleng pada tahun ajaran 2014/2015 sesuai dengan kurikulum 2013. Penelitian ini menerapkan model penelitian Borg and Gall (2003). Terdapat tujuh langkah yang dilakukan yaitu: (1) Penelitian dan Pengumpulan Informasi (2) Perencanaan (3) Pengembangan Produk Awal, (4) Pengujian Produk Awal, (5) Perbaikan Produk Utama (6) Pengujian Utama (Uji Coba) (7) Perbaikan Produk Operasional. Subyek dari penelitian ini adalah siswa kelas VIII A1 dari SMP Negeri 4 Singaraja dan siswa kelas VIII H dari SMP Negeri 1 Amlapura. Peneliatian ini menghasilkan 100 item tes prestasi belajar standar dalam bentuk pilihan ganda yang dikembangakan berdasarkan tes spesifikasi. Hasil dari analisa butir soal dari kedua sekolah, menunjukan bahwa tes tersebut memiliki tingkat kesukaran yang sedang, daya pembeda yang tinggi, pengecoh yang baik dan homogenitas yang baik. Reliabilitas dari tes didapatkan hasil 0.94 dan 0.93 yang dapat dianggap memiliki reliabiltas yang tinggi. Validitas konten dari tes ditemukan bahwa, terdapat 82 dan 75 yang valid. Setelah perbaikan akhir, produk akhir dari penelitian ini di desain dalam bentuk buku yang terdiri dari 69 butir soal.Kata Kunci : R&D, tes prestasi belajar, tes pilihan ganda, spesifikasi tes, standarisasi, validitas dan reliabilitas. This study is a Research and Development which aimed at developing a Standard English language final achievement test instrument for seventh grade students in Karangasem and Buleleng regencies based on curriculum 2013. This study used Borg and Gall (2003) Model. There were seven steps done, those were (1) research and information collection, (2) planning, (3) develop preliminary form of product, (4) preliminary field testing, (5) main product revision, (6) main field testing, (7) operational product revision. The subject of the study were eight grade student in class VIII A1 of SMP Negeri 4 Singaraja and students in class VIII H of SMP Negeri 1 Amlapura. This study obtained 100 standard final achievement test items in form of multiple-choice which developed base on test specification. The result of item analysis showed in both school, all the test items were have medium item facility, high item discrimination, good distractors and good homogeneity. The reliability of the test were found to be 0.94 and 0.93 which regarded as high reliability. The content validity of test items found that, there were 82 and 75 items were valid. After final revision, the final product of this study were designed in form of book which consist of 69 items.keyword : R&D, achievement test, multiple-choice test, test specification, standardization, validity and reliability.
AN ANALYSIS OF COMMUNICATION STRATEGIES USED BY SHOP KEEPERS IN COMMUNICATING WITH FOREIGNERS IN LOVINA, BULELENG REGENCY ., I Gede Wira Wiguna; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12226

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki strategi komunikasi yang digunakan oleh penjual di dalam berkomunikasi dengan turis di pantai Lovina. Penelitian ini berbentuk deskriptif melibatkan qualitative dan quantitative analisis. Penelitian ini bertempat di pantai Lovina, kabupaten Buleleng. Objek dari penelitian ini adalah strategi komunikasi yang digunakan oleh penjual di pantai Lovina. Narasumber terdiri dari dua penjual. Dari hasil menunjukkan bahwa, ada delapan jenis strategi komunikasi yang digunakan oleh penjual di pantai Lovina. Jenis strategi komunikasi tersebut adalah approximation, foreignizing, code switching, code-based confirmation check, omission, topic avoidance, message abandonment, dan circumlocution. Jenis strategi komunikasi yang paling sering digunakan adalah approximation. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa ada dua alasan utama mengapa para penjual menggunakan strategi komunikasi ketika mereka berkomunikasi dengan para turis.Kata Kunci : strategi komunikasi, penjual, orang asing This study aimed to investigate the communication strategies used by shop keepers in communicating with tourists in Lovina Beach. The study was in the form of a descriptive study involving qualitative and quantitative analysis. The study was conducted in Lovina beach, Buleleng regency. The objects of this study were communication strategies used by shop keepers in Lovina Beach. The informants of this study were two shop keepers. The result of analysis showed that there were eight types of communication strategies applied by the shop keepers in Lovina beach. Those types of communication strategies were approximation, foreignizing, code switching, code-based confirmation check, omission, topic avoidance, message abandonment, and circumlocution. The type of communication strategy used most frequently was approximation. The result of the study also showed that there were two main reasons why the shop keepers applied the communication strategies when they communicated with the tourists.keyword : communication strategies, shop keepers, foreigners
The Use Of Schoology In English Learning Conducted By The Sixth Semester Of EED's Students In Academic Year 2016/2017 ., Ni Nyoman Dewik Sawitri; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, MA; ., I Putu Indra Kusuma, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11348

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunan schoology sebagai e-learning yang diaplikasikan oleh siswa semester VI di jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Pendidikan Ganesha tahun ajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode campuran. Subjek penelitian ini adalah dosen bahasa Inggris yang mengaplikasikan schoology dan siswa semester VI jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Pendidikan Ganesha. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan pedoman wawancara dan kuisioner. Data kuantitatif dihitung dan dianalisis dengan menggunakan persentase. Data kualitatif ditranskrip dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan schoology yang tidak difasilitasi koneksi internet adalah masalah utama yang dihadapi siswa dalam penggunaan schoology. masalah utama kedua adalah kurangnya interaksi langsung dengan sesama pelajar. Data wawancara menunjukkan bahwa schoology baik diaplikasikan di jurusan Pendidikan Bahasa Inggris tetapi menunjukkan permasalahan pada saat menggunaannya. Data dari kusioner menunjukan bahwa penggunaan schoology untuk belajar bahasa Inggris baik diaplikasikan dalam proses belajar. Persentase tertinggi dari penggunaan schoology adalah sebagai sarana pengumpulan tugas kuliah. Kata Kunci : persepsi, schoology sebagai e-learning. The study aimed to describe the use of schoology as e-learning which was applied by the six semesters of EED’s students at Ganesha University in academic year 2016/2017. This present study was a descriptive study with mix method approach. The subjects of this study were the lecturers of EED and the Six semester of EED’s students, Ganesha University. The data of the study were collected by interview guide and questionnaire. The quantitative data was analyzed by using percentage. The qualitative data was written and analyzed descriptively. The results of the study showed that the major problem of the students in using schoology was lack of facility and the internet connection. The second major problem was lack of interaction directly with other learners. The result of the interview showed that using schoology in EED still has problem when it was used by the students. The results of questionnaire showed that Schoology was appropriate to be applied in students’ English Learning. The highest percentage of using schoology is to submit the students’ assignment.keyword : perception, schoology as e-learning.
An Analysis of Morphological Processes of Balinese Dialect of Batukandik ., Ni Putu Stefi Anjani Darmarini; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, M.A.; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.158 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13397

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis-jenis dari proses morfologi yang terdapat dalam Dialek Bahasa Bali di Batukandik. Untuk mencapai tujuan ini, penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif yang dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi dan wawancara. Subjek dari penelitian ini adalah masyarakat desa Batukandik yang menggunakan dialek Batukandik dalam komunikasi sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada enam jenis-jenis dari proses morfologi yang terdapat dalam Dialek Bahasa Bali di Batukandik, yaitu; afiksasi, peminjaman, penciptaan kata baru, pemenggalan, dan pemendekan kata. Ada dua jenis afiksasi: (1) prefix: {me-}, {N-}, {pe-}, dan {a-} dan (2) suffix: {-ne}, {-ang}, {-in}, {-an}, {-e} dan {-te}. Reduplikasi adalah dagang-dagang, bedos-bedos, penjak-penjak, dengoh-dengoh, dll. Peminjaman adalah TV, trik, administrasi, mineral, objek, persen, cek-up, transit, dll. Hanya ada tiga kata yaitu Rinso, Aqua, dan Honda yang termasuk penciptaan kata baru. Pemenggalan adalah kata pa dari paak, ked dari neked, pan dari bapan, dan kata hang dari bahang, dll. Pemendekan kata adalah KKN, TV, and HP.Kata Kunci : proses-proses morfologi, Dialek Bahasa Bali, Batukandik The study aimed at analyzing the types of morphological processes that exist in Balinese Dialect of Batukandik. To accomplish this goal, this study used a descriptive qualitative research, in which the data were collected through observation and interview technique. The subjects of this study were the people of Batukandik village who speak Balinese in their daily communication. The result of the study showed that there were seven types of morphological processes that exist in Balinese Dialect Batukandik, namely; affixation, reduplication, borrowing, coinage, clipping, and initialism. There were two kinds of affixation: (1) by adding prefix: {me-}, {N-}, {pe-}, and {a-}and (2) by adding suffix: {-ne},{-ang}, {-in}, {-n}, {-an}, {-e} and {-te}. The reduplication were dagang-dagang, bedos-nedos, penjak-penjak, dengoh-dengoh, etc. The borrowing were TV, strait, tricks, administration, mineral, objek, persen, cek-up, transit, etc. The coinage were Rinso, Aqua, and Honda. The clipping were the word pa from paak, ked from neked, pan from bapan, and the word hang from bahang, etc. The initialism were KKN, TV, andHP.keyword : morphological processes, Balinese dialect, Batukandik
The Phonological System of Balinese Language of Tajun Dialect: A Descriptive Qualitative Study ., Kadek Vera Mia Asitari; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12231

Abstract

Penelitian ini dirancang dalam bentuk kualitatif deskriptif yang mendeskripsikan Sistem Fonologi yang dimiliki oleh masyarakat Bali di Tajun. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jumlah fonem yang ada di Dialek Tajun dan distribusinya. Penelitian ini difokuskan hanya pada fonem segmental pada Tajun Dialek. Tiga informan dari Tajun Dialek dipilih berdasarkan standar persyaratan dan kriteria yang telah ditentukan. Data dikumpulkan menggunakan tiga daftar kata yaitu: daftar kata Swadesh, Nothofer, dan Holle. Data yang diperoleh dianalisis dan ditampilkan secara deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Tajun Dialek memiliki 56 fonem Dan tidaksemua fonem memiliki distribusi yang lengkap (posisi awal, tengah, dan akhir). Fonem yang ditemukan dapat diklasifikasikan menjadi: enam vokal; /ʌ/, /i/, /u/, /ɛ/, /ɔ/, dan /ə/, Sembilanbelas konsonan; /b/, /c/, /d/, /g/, /h/, /j/, /ʔ/, /k/, / l/, /m/, /n/, /p/, /r/, /s/, /t/, /w/, /y /, /ŋ/, dan /ñ/,tujuhbelas konsonan kluster; /kl/, /bl/, /ml/, /tl/, /cl/, /ñl/, /pl/, /gl/, /ŋl/, /kr/, /pr/, /ŋr/, /tr/, /jr/, /mr/, /gr/, dan /br/, Sembilan diftong; /ʌʊ/, /ʌɛ/, /ɪʌ/, /ʌɪ/, /ɪʊ/, /ʊʌ/, /ʌɒ/, /ɒʌ, dan /ɛʌ/, / dan, 5 geminates; /ʌʌ/, /ɪɪ/, /ʊʊ/, /ɒɒ/, and /əə/.Kata Kunci : fonem, kualitatif deskriptif, logat Tajun, system fonologi This study was designed in form of descriptive qualitative that describes Tajun Balinese phonological system. This study aimed at describing the number of phonemes in Tajun Dialect and theirs distribution. This study focused only on the segmental phonemes of the dialect. Three informants of Tajun Dialect were chosen based on the standard requirement and criteria. The obtained data were collected based on three word lists, namely: Swadesh’, Nothofer’s, and Holle’s and the obtained data were analyzed and displayed descriptively. As the result of this study, it shows that Tajun Dialect has 56 phonemes. Not all of those phonemes have complete distribution (initial, middle, final position). The phonemes could be classified into: six vowels; /ʌ/, /ɪ/, /u/, /ɛ/, /ɔ/, and /ə/, nineteen consonants; /b/, /c/, /d/, /g/, /h/, /j/, /k/, /l/, /m/, /n/, /p/, /r/, /s/, /t/, /w/, /y/, /ŋ/, and /ñ/, seventeen consonant clusters; /kl/, /bl/, /ml/, /tl/, /cl/, /ñl/, /pl/, /gl/, /ŋl/, /kr/, /pr/, /ŋr/, /tr/, /jr/, /mr/, /gr/, and /br/, nine diphthongs; /ʌʊ/, /ʌɛ/, /ɪʌ/, /ʌɪ/, /ɪʊ/, /ʊʌ/, /ʌɒ/, /ɒʌ, and /ɛʌ/, and five geminates; /ʌʌ/, /ɪɪ/, /ʊʊ/, /ɒɒ/, and /əə/. keyword : descriptive qualitative, phoneme, phonological system, Tajun dialect
Complaint Acts Expressed by The Tenth Grade Students at Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Sukasada ., Putu Ayu Masita Maheswari; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra, M.Sc.; ., Ni Putu Astiti Pratiwi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.243 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.15094

Abstract

Keluhan dan tanggapan siswa masih kurang bervariasi. Sebenarnya ada beberapa jenis dan strategi dinyatakan dan dipilih untuk membuat keluhan dan tanggapan keluhan. Penelitian ini berfokus pada tindak lisan dan tanggapan lisan mengenai keluhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengenali dan mengerti jenis dan strategi pada tindak lisan dan tanggapan lisan yang digunakan siswa sekolah kejuruan dalam membuat keluhan dan menanggapi keluhan. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Sukasada. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan teknik elisitasi melalui simulasi percakapan. Siswa diminta untuk mengeluh dan menanggapi keluhan berdasarkan lima situasi berbeda. Data dikategorikan dan dianalisis berdasarkan teori mengenai jenis dan strategi tentang keluhan dan tanggapannya yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan siswa kebanyakan menyatakan jenis keluhan langsung yang bentuknya tertuju pada seseorang yang ada dalam situasi. Lalu, siswa kebanyakan menyatakan jenis penerimaan untuk menanggapi keluhan yang berarti mereka mengkonfirmasi keluhan tersebut. Di sisi lain, siswa kebanyakan memilih penuduhan langsung sebagai strategi tindak lisan dalam keluhan yang berarti mereka secara langsung menyatakan keluhan tersebut. Sementara itu, mereka memilih penjelasan sebagai tanggapan lisan yang digunakan untuk menjelaskan alasan kenapa keluhan tersebut dapat terjadi.Kata Kunci : tindakan keluhan, tindakan ujaran, tindakan respon, kategori, strategi This study intends to examine the locutionary and perlocutionary act categorizations of complaint and to investigate the locutionary and perlocutionary act strategies of complaint. There were 34 students as the subjects and they were asked to complain to their peers by given five different situations. The data were collected by using elicitation technique. The results of this study showed that the students used two categorizations for locutionary acts of complaint; Direct Complaint (187 complaints) and Indirect Complaint (142 complaints). For the perlocutionary act, they used four categorizations namely Acceptance (175 responses), Partial Acceptance (80 responses), Rejection (63 responses), and Disregarding (16 responses). In locutionary act strategies of complaint, the students used eight strategies; Hints (13 complaints), Annoyance (51 complaints), Ill Consequence (6 complaints), Direct Accusation (133 complaints), Indirect Accusation (39 complaints), Modified Blame (26 complaints), Explicit Blame in Person (34 complaints), and Explicit Blame in Condition (31 complaints). They also used nine strategies in responding the complaints. It included IFIDs (73 responses), Explanation or Account (95 responses), Acceptance of Responsibility (45 responses), Expression of Appeal (10 responses), Refusing Responsibility (43 responses), Concern to the Hearer (0 responses), Promise to Forbearance (11 responses), Offer of Repair (38 responses), and Emotional Exclamation (21 responses).keyword : complaint act, locutionary act, perlocutionary act, categorizations, strategies
DEVELOPING TASK-BASED LANGUAGE TEACHING INSTRUCTIONAL VIDEO ON TEACHING ENGLISH BASED ON CURRICULUM - 13 FOR JUNIOR HIGH SCHOOL ENGLISH TEACHERS ., Ida Ketut Krisna Putra; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.362 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13429

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan video instruksional Pengajaran Bahasa Berbasis Tugas yang dilengkapi dengan buku panduannya berdasarkan analisis kebutuhan yang dilakukan dalam penelitian ini dan menggambarkan fitur serta kualitas video yang dikembangkan termasuk buku manual. Penelitian ini menggunakan D & D Research Design yang mengadaptasi model Dick dan Carey. Data akan dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Subyek penelitian ini adalah tiga guru bahasa Inggris SMP di Kabupaten Buleleng untuk mengumpulkan data analisis kebutuhan dan dua orang dosen Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris UNDIKSHA untuk mengumpulkan data tentang kualitas produk yang dikembangkan. Selain itu, objek dari penelitian ini adalah video instruksional Pengajaran Bahasa Berbasis Tugas. Penelitian ini menggunakan lembar observasi, daftar periksa, catatan, pedoman wawancara, dan rubrik penilaian sebagai instrumen untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata dari kedua penilaian ahli adalah 4,5; Oleh karena itu video instruksional ini termasuk dalam kategori baik. Peningkatan produk yang disarankan dari hasil keputusan ahli mencakup prbaikan di beberapa bagian video seperti kualitas audio dan stabilitas beberapa adegan. Maka dari itu, produk yang di kembangkan sudah dikategorikan sebagai produk yang bagus.Kata Kunci : Kurikulum 2013, Video Instruksional, Pengajaran Bahasa Berbasis Tugas, Instruksi yang berpusat pada siswa (SCI). This present research was aimed at developing a Task-based Language Teaching instructional video supplemented with its manual book based on the needs analysis conducted in this research and describing the features as well as the quality of the developed video including the manual book. This research utilized a D&D Research Design adapting Dick and Carey model. The data would be analyzed both qualitatively and quantitatively. The subjects of this research were three junior high school English teachers in Buleleng regency to gather needs analysis data and two lecturers of English Education Department UNDIKSHA to collect data about the quality of the product developed. Besides, the object was Task-based language teaching instructional video. This research used observation sheet, checklist, note, interview guide, and scoring rubric as the instrument to collect the data. The results of this research showed that the mean from both of expert judgments was 4.5; therefore this instructional video belonged to the good category. Suggested product improvements from the expert judgments result included fixing some parts of the video such as the audio quality and stability of some scenes. Since, the product has been categorized as good product. keyword : Curriculum 2013, Instructional Video, Task-based Language Teaching, Students-centered Instruction (SCI)
OFFERING ACTS AMONG EFL STUDENTS AT SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 SINGARAJA ., Ni Komang Ary Aprilyani; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra, M.Sc.; ., Ida Ayu Made Istri Utami, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.555 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.15161

Abstract

Masalah penelitian ini berfokus pada jenis kalimat dan strategi dari tindak lokusi dan perlokusi dari tindak penawaran (offering acts. Subjek dari penelitian ini adalah siswa sekolah menengah atas. Process pengambilan data menggunakan metode observasi dengan mengobservasi kegiatan percakapan yang dilakukan siswa pda lima situasi. Data dianalisis secara deskriptif melalui proses mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan penyampaian kesimpulan. Ditemukan bahwa dalam membuat tawaran sebagian besar siswa menggunakan kalimat tanya. Sementara dalam menanggapi tawaran, kalimat deklaratif yang paling sering digunakan oleh siswa. Strategi terpopuler yang digunakan oleh siswa dalam membuat penawaran adalah suggestory formula dan diikuti oleh question desire. Dalam menerima penawaran, strategi menyetujui adalah strategi yang paling banyak digunakan. Sementara itu, dalam menolak tawaran dianalisis dengan membagi respon menjadi segmen yang lebih kecil dan menemukan bahwa strategi non-permformative, strategi menyatakan alasan/penjelasan, dan strategi mengungkapkan syukur / apresiasi adalah strategi umum yang paling sering digunakan oleh siswa dalam penelitian ini.Kata Kunci : tindak lokusi, tindak perlokusi, bentuk, strategi, penawaran. The problems were focused on the locutionary and perlocutionary act of sentence types (forms) and strategies of offering acts among foreign language students. The research subjects were the senior high school students. The data collection method is observation method by observing the simulated speech encounter. Then, the data were analyzed descriptively through identifying, classifying, and drawing conclusion. From the collected data, it was found that most of the students used the interrogative sentence when they were making an offer. While in responding to offer, the students frequently constructed declarative sentences. The popular strategy that was chosen by students in making offer was suggestory formula and it was followed by question desire. In accepting an offer, the agreeing strategy was the most strategy implemented by students. Besides, refusing offer was analyzed by dividing the responses into smaller segments and the researcher discovered non-performative strategy, state excuse, reason, explanation strategy, and state gratitude/appreciation strategy were as the common collaboration strategies that were used by the students in this study.keyword : locutinary acts, perlocutionary acts, forms, strategy, offer.

Page 3 of 18 | Total Record : 180