cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 271 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2017)" : 271 Documents clear
AN ANALYSIS OF POLITENESS STRATEGIES THAT USED BY STUDENT TEACHERS IN EFL TEACHING AND LEARNING PROCESS AT SMP NEGERI 2 SAWAN ., Anak Agung Istri Sri Wirapatni; ., Prof. Dr.I Ketut Seken, M.A.; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12050

Abstract

Penelitian ini menyoroti realisasi dari strategi kesantunan yang dikemukakan oleh Brown dan Levinson (1987). Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi tipe strategi kesantunan yang digunakan oleh mahasiswa praktikan, (2) menemukan alasan dibalik penggunaan strategi kesantunan oleh mahasiswa praktikan, dan (3) mendeskripsikan fungsi pedagogi dari strategi kesantunan dalam kegiatan proses belajar dan mengajar. Penelitian ini menggunakan model kualitatif deskriptif untuk mendeskripsikan realisasi dari strategi kesantunan di kelas mengajar. Subjek dari penelitian ini adalah tiga mahasiswa praktikan yang mengajar bahasa Inggris untuk kelas tujuh di SMP Negeri 2 Sawan. Peneliti merupakan instrument utama dalam penelitian ini yang mengumpulkan data melalui perekaman proses belajar dan mengajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing yang diadakan oleh mahasiswa praktikan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat empat strategi kesantunan yang digunakan oleh mahasiswa praktikan. Strategi kesantunan tersebut meliputi bald on record, positive politeness, negative politeness, dan off record. Alasan dari pengaplikasian strategi kesantunan ialah untuk menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan terlepas dari tekanan, dan memfasilitasi peran autoritatif seorang guru yang membuat siswa lebih taat terhadap intruksi yang diberikan. Fungsi pedagogi dari strategi kesantunan diklasifikasikan ke dalam empat pengendalian kelas yang dikemukakan oleh Jiang (2010) yaitu academic instructions, motivation, evaluation, dan classroom management. Mahasiswa praktikan cenderung menggunakan bald on record dan positive politeness dalam memberikan instruksi akademik, positive politeness dan negative politeness untuk memotivasi siswa, positive politeness saat melakukan evaluasi, dan bald on record dalam pengelolaan kelas.Kata Kunci : Mahasiswa praktikan, proses belajar dan mengajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing, strategi kesantunan This study highlighted the realization of politeness strategies which was proposed by Brown and Levinson (1987). This study aimed to (1) identify the type of politeness strategies used by student teachers, (2) find out the reasons behind the use of politeness strategies by student teachers, and (3) describe pedagogical functions did the politeness strategies used to serve in the teaching and learning activity. This study used descriptive qualitative research design to describe the realization of politeness strategies in classroom teaching. The subjects of this study were three student teachers who taught English for seven graders at SMP Negeri 2 Sawan. The researcher was the main instrument in this study that collected the data by recording the EFL teaching and learning process that were conducted by student teachers. The result of this study showed that there were four politeness strategies that were used by student teachers. Those were bald on record, positive politeness, negative politeness, and off record. The reasons of applying politeness strategies were to create a fun learning environment which was less of pressure, and facilitating the authoritative role of a teacher which made students more obedient to the instructions. The pedagogical function of politeness strategies were classified into four different classroom controls which was proposed by Jiang (2010) those were academic instructions, motivation, evaluation, and classroom management. The student teachers tended to use bald on record and positive politeness in academic instruction, positive politeness and negative politeness in motivating the students, positive politeness in doing evaluation, and bald on record for classroom management.keyword : EFL teaching and learning process, politeness strategies, student teachers
DEVELOPING PROJECT BASED LEARNING INSTRUCTIONAL VIDEO ON TEACHING ENGLISH BASED ON CURRICULUM 2013 FOR SENIOR HIGH SCHOOL ENGLISH TEACHERS ., Agus Dimas Darmawan; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.071 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.14849

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan karakteristik dari video pembelajaran berbasis Project-Based dengan beserta buku manualnya yang dikembangkan berdasarkan analisis kebutuhan yang dilakukan dalam penelitian ini dan menggambarkan fitur serta kualitas video. Metode D & D yang diadaptasi dari Dick dan Carey (2001) adalah desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini dimana data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Dalam mengumpulkan data analisis kebutuhan, tiga guru bahasa Inggris SMA dijadikan sebagai subjek penelitian sementara dua dosen dari Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris UNDIKSHA menjadi subjek dalam mengumpulkan data tentang kualitas produk yang dikembangkan. Objek penelitian adalah video pembelajaran pembelajaran berbasis Project-Based. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi, daftar checklist, catatan, panduan wawancara, dan skoring rubrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata - rata dari kedua penilaian ahli terhadap kualitas video adalah 4,35. Hal ini berarti video instruksional yang dikembangkan termasuk dalam kategori baik. Beberapa saran diberikan oleh para ahli untuk meningkatkan kualitas video. Seperti menstabilkan beberapa adegan, menyesuaikan kecerahan, dan menambahkan beberapa narasi. Ini telah diperbaiki oleh peneliti dalam tahap revisi fase produk akhir.Kata Kunci : Kurikulum 2013, Video Pembelajaran, Pembelajaran Berbasis Project, Pembelajaran Berpusat pada Siswa This present study aimed at discovering the features of the project-based learning instructional video with its manual book developed based on the needs analysis conducted in this study and describing the features as well as the quality of the video. D&D Method adapted from Dick and Carey (2001) was the research design used in this study where the data were analyzed both qualitatively and quantitatively. In gathering needs analysis data, three senior high school English teachers were the subject of the study meanwhile two lecturers of English Education Department UNDIKSHA were the subject in collecting the data about the quality of the product developed. The object of the study was Project-based learning instructional video. The data was collected by using observation sheet, checklist, note, interview guide, and scoring rubric. The results of the study showed that the mean from both of expert judgment is 4.35. It means that the instructional video belonged to the good category. Some suggestions were given by the experts in order to improve the quality of the video. Those were stabilizing some scenes, adjusting the brightness, and adding some narration. It has been fixed by the researcher in revising the final product phase.keyword : Curriculum 2013, Instructional Video, Project-based Learning, Students-centered Instruction (SCI)
Investigating Reading Comprehension Difficulties Encountered by Students of Grade VIII SMP Negeri 4 Seririt in Academic Year 2016/2017 ., Ni Made Ari Widyantari; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., I Putu Indra Kusuma, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.10870

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan-kesulitan dalam membaca yang dihadapi oleh siswa kelas VIII di SMP Negeri 4 Seririt pada tahun ajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan metode campuran. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Inggris siswa kelas VIII dan siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Seririt. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi, pedoman wawancara, tes pemahaman membaca, dan kuesioner. Data kuantitatif dihitung dan dianalisis dengan menggunakan persentase dan kemudian dijelaskan secara kualitatif. Data kualitatif ditranskrip dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan kosakata yang tidak memadai adalah masalah utama yang dihadapi siswa dalam pemahaman bacaan. Masalah utama kedua adalah ketidakmampuan memahami isi subjek. Susunan kalimat dan struktur kalimat yang terlalu yang terlalu kompleks, kalimat yang terlalu panjang, dan pengetahuan latar belakang yang tidak memadai juga dianggap penting oleh siswa dalam mempengaruhi kemampuan membaca mereka. Data dari observasi dan wawancara menunjukkan bahwa masalah siswa dalam membaca adalah rendahnya kemampuan dan prestasi membaca dan kurangnya minat atau motivasi membaca bahasa Inggris. Ditemukan pula adanya perbedaan persepsi siswa tentang masalah mereka dalam membaca dengan kemampuan membaca mereka yang sesungguhnya. Persentase perbedaan tertinggi adalah pada ‘pengetahuan latar belakang’, sedangkan persentase perbedaan terendah ada pada ‘kosa kata’.Kata Kunci : membaca, pemahaman membaca, kesulitan dalam membaca This study aimed at describing the reading comprehension difficulties encountered by the eighth grade students at SMP Negeri 4 Seririt in academic year 2016/2017. This present study was a descriptive study with mixed methods approach. The subjects of this study were an English teacher of eighth grade students and eighth grade students of SMP Negeri 4 Seririt. The data of the study were collected by using observation sheet, interview guide, reading comprehension test, and questionnaire. The quantitative data were calculated and analyzed by using percentage and then those were described qualitatively. The qualitative data were transcribed and analyzed descriptively. The results of the study show that inadequate vocabulary knowledge was the major problems faced by students in reading comprehension. The second major problem was about the inability in understanding the subject content. Too complicated syntax and formal structure, the unusual sentence length, and inadequate background knowledge were also considered important by the students in affecting their reading comprehension difficulties. The data from observation and interview reveals that students’ problems in reading were the low performance and achievement in reading and the lack of interest or motivation to read English. It was also found that there were discrepancies between students’ perception about their reading problems and their real ability in reading. The highest discrepancy percentage was on ‘background knowledge’, yet the lowest discrepancy percentage was on ‘vocabulary’.keyword : reading, reading comprehension, reading comprehension difficulties
Analysis of Culture Shock Experienced by Foreign Students Studying in SMP Lab Undiksha in Academic Year of 2017/2018 ., Putu Pendi Adnyana Putra; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi, M.A.; ., Dr. Ni Made Ratminingsih, M.A.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12440

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa asing terhadap culture shock dan menemukan cara untuk mengatasi masalah culture shock pada siswa asing yang belajar di SMP Lab Undiksha pada tahun ajaran 2017. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Itu berlangsung di SMP Lab Undiksha. Ini menggunakan 3 instrumen yaitu: Observasi, kuesioner, dan panduan wawancara. Ada 4 subjek dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini: 1) Ada sejumlah tekanan yang besar terhadap psikologis seperti depresi, kegelisahan, dan perasaan tidak berdaya, 2) Ada empat strategi yang diidentifikasi sebagai strategi untuk mengatasi culture shock seperti komunikasi, menemukan hal-hal yang tidak asing seperti di rumah dan berteman.Kata Kunci : persepsi siswa asing, culture shock, mengatasi culture shock This study was aimed to investigate the perceptions of foreign students toward culture shock and to find the way to cope with culture shock problems of foreign students who studied in SMP Lab Undiksha in academic year 2017. This study was a descriptive qualitative study. It took place in SMP Lab Undiksha. It used 3 instruments namely: Observation, questionnaire, and interview guide. There were 4 subjects in this study. The result of this study: 1) there was a large amount of psychological stress such as depression, anxiety, and feeling of helplessness, 2) there were three strategies identified as strategies to cope with culture shock such as communication, find familiar things as at home and making friends. keyword : Foreign student perception, culture shock, coping with culture shock
AN ANALYSIS OF CLASSROOM INTERACTION THROUGH INITIAL RESPONSE FOLLOW UP MODEL DURING ENGLISH LEARNING PROCESS AT VIII-1 GRADES OF SMP NEGERI 3 BANJAR ., I Gede Yoga Pramana; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi, M.A.; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tipe-tipe interaksi kelas dan menjabarkan proses dari setiap tipe dan kesulitan-kesulitan guru yang terjadi di dalam interaksi kelas selama proses pembelajaran bahasa inggris di kelas VIII-1 SMP Negeri 3 Banjar. Peneliti mengunakan sebuah metode qualitatif deskripsi. Data yang dikumpulkan dengan mengobservasi satu guru bahasa inggris dan dua puluh dua siswa dan melakukan wawancara tatap muka dengan guru bahasa inggris yang sama. Proses menganalisis data menggunakan Sinclair and Coulthard’ IRF teori model (1975). Hasil dari analisi data menunjukan bahwa ada tujuh tipe-tipe interaksi kelas, yaitu, teacher elicit, teacher direct, teacher inform, teacher check, student elicit, re-initiation (ii), and repeat. Tipe yang sering muncul selama proses pembelajaran bahasa inggris adalah teacher elicit. Berlawanan dengan itu, tipe yang jarang muncul adalah student elicit. Untuk sisa tipe-tipe lainnya, itu terjadi secara merata. Oleh karena itu, guru yang dominan melakukan interaksi kelas dari pada siswa. Selain itu, ada dua kesulitan-kesulitan yang dari interaksi kelas yang dihadapi guru di dalam mempromosikan Initial Response Follow up, yaitu, guru tidak memberikan perhatian yang setara untuk siswa dan guru memiliki rendahnya kemampuan pengelolaan terhadap interaksi kelas. Kesulitan pertama menunjukan bahwa itu merusak struktur dari teacher elicit type. kesulitan kedua menampilkan bahwa itu merusak struktur dari teacher elicit type dan teacher inform typeKata Kunci : Interaksi kelas, Proses pembelajaran bahasa inggris, Sinclair dan Coulthard' IRF This study aimed at analyzing the types of classroom interaction and describing the process of each type and the teacher’s difficulties happened in classroom interaction during English learning process at VIII-1 grades of SMP Negeri 3Banjar. The researcher used a descriptive qualitative method. The data were collected by observing one English teacher and twenty two students and doing face to face interview to one English teacher. Procedures of analyzing the data used Sinclair and Coulthard’ IRF model theory (1975). The results of the data analysis showed that there were seven types of classroom interaction, namely, teacher elicit, teacher direct, teacher inform, teacher check, student elicit, re-initiation (ii), and repeat. The most type happened during English learning process was teacher elicit. On the contrary, the least type was student elicit. For the rest of types, it happened moderately. Therefore, the teacher was dominant in conducting classroom interaction rather than students. Moreover, there were two difficulties encountered by the teacher in classroom interaction, namely, teacher does not give equal attentions for students and teacher has less management on classroom interaction. First difficulty showed that it broke the structure of teacher elicit type. Second difficulty showed that it broke the structure of teacher elicit and teacher inform type. keyword : Classroom interaction, English learning process, Sinclair and Coulthard' IRF
THE EFFECT OF GAMIFICATION ON LEARNING ENGAGEMENT OF ELEVENTH GRADE STUDENTS IN SMA N 1 SINGARAJA ., Ni Putu Dian Utami Dewi; ., Made Hery Santosa, S.Pd, M.Pd., Ph.D.; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.405 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.14897

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan, yaitu (1) melihat perbedaan level dari keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran dari siswa kelas XI SMA N 1 Singaraja setelah penerapan Gamified-based LMS dan mengetahui persepsi siswa terhadap penerapan gamified-based LMS. Desain penelitian yang digunakan adalah Experimental Research Design. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas XI di SMA N 1 Singaraja. Hasil penelitian secara kuantitatif menunjukkan bahwa grup eksperimental menunjukkan hasil yang lebih baik daripada grup control. Hal ini dibuktikan dengan hasil analisis deskriptif yang menunjukkan rata rata level keterlibatan siswa dalam proses pembelajarn lebih besar (88.40) dibandingkan dengan grup control (79.60). Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai dari t-observed lebih tingi (5.309) dari nilai t-critical value (2.009). Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan dari level keterlibatan siswa yang diajarkan menggunakan Gamified-based LMS dan pembelajaran konvensional. Selain itu, peneliti juga menemukan bahwa kelas eksperimental dikategorikan sebagai engaged class sedangkan kelas kontrol dikategorikan sebagai well-manage class. Hal ini menunjukkan bahwa siswa membangun keterlibatannya di dalam kelas dengan tertarik terhadap pembelajaran, ikut berpartisipasi di dalam setiap kegiatan, dan mau mengerjakan tugas. Sebelum melakukan eksperimen, disarankan untuk mempersiapkan aktivitas yg baik, koneksi internet yg bagus dan sosialisasi mengenai teknologi yang digunakan.Kata Kunci : blended Learning, Learning Management System (LMS), gamification, gamified-LMS, keterlibatan dalam pembelajaran, persepsi This study had a purpose to determine whether there is a significant difference on learning engagement level of the eleventh-grade students in SMA N 1 Singaraja after the implementation of Gamified-based LMS. The research design used in this study was experimental research design. The population was the eleventh-grade students of SMA N 1 Singaraja. The result of the quantitative data analysis showed the experimental group performed better than the students in control group. It was proven by the result of a descriptive statistical analysis that showed the mean score of the experimental group was higher (88.40) control group (79.60). It is also proven by the value of t-observed was higher (5.309) than the value of t-critical value (2.009). It can be concluded that there was a significant difference on students’ level of learning engagement between students taught by using gamified-based LMS and students taught by using conventional media.Considerations are the well-planned activity, a good Internet connection and familiarity of technology suggested before starting the teaching and learning process.keyword : blended learning, gamification, learning engagement
AN ANALYSIS OF JARGONS USED BY NURSING STUDENTS AT GRADE XI IN SMK NEGERI 1 KUBUTAMBAHAN ., Gusti Ayu Andiani; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11063

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk, arti, dan fungsi dari jargon-jargon yang digunakan oleh siswa kelas XI Jurusan Keperawatan di SMK Negeri 1 Kubutambahan. Penelitian ini telah dilaksanakan dengan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian case study. Subjek pada penelitian ini adalah 10 siswa kelas XI Jurusan Keperawatan di SMK Negeri 1 Kubutambahan sebagai suatu komunitas di ruang kelas. Jargon-jargon yang diteliti yaitu jargon yang secara lisan diucapkan yang berdasarkan pada konteks percakapan dari siswa kelas XI Jurusan Keperawatan. Metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat 81 jargon yang digunakan oleh siswa kelas XI Jurusan Keperawatan baik di dalam kelas maupun luar kelas di SMK Negeri 1 Kubutambahan. Terdapat 14 singkatan, 2 akronim, 12 afiksasi, 2 kliping, 28 kata serapan, dan 23 kata benda. Makna dari jargon-jargon dianalisis berdasarkan konteks percakapan dan wawancara dari siswa perawat. Selain itu, penelitian ini menunjukan bahwa terdapat empat fungsi dari jargon-jargon yang digunakan oleh siswa kelas XI Jurusan Keperawatan, antara lain untuk menciptakan komunikasi yang efektif, untuk menunjukan identitas dari siswa perawat, untuk membangun solidaritas antar siswa perawat, dan untuk membangun profesionalisme sebagai siswa perawat. Kata Kunci : jargon, siswa perawat This study aimed at analyzing forms, meaning, and functions of jargons used by nursing students at Grade XI in SMK Negeri 1 Kubutambahan. This study was conducted in qualitative approach with case study design. The subjects of this study were 10 nursing students at Grade XI in SMK Negeri 1 Kubutambahan as a community in the classroom. The jargons were investigated in spoken based on the context of nursing students’ conversation. The methods of data collection were observation, interview, and document study. The result of this study represents there are 81 jargons used by the nursing student at Grade XI inside and outside the classroom in SMK Negeri 1 Kubutambahan. There are 14 abbreviations, 2 acronyms, 12 affixations, 2 clippings, 28 borrowings, and 23 nouns.The meaning of jargons was analyzed based on the context of nursing students’ conversation and interview. Additionally, this study denotes there are four functions of jargons used by nursing students at Grade XI namely, to create effective communication, to show nursing students’ identity, to build solidarity among nursing students, and to build professional code as nursing students.keyword : jargon, nursing student
An Analysis of Lexico-Grammatical Errors Committed by the Students of XI IPS 1 Class at SMA Negeri 2 Banjar in Writing Narrative Texts ., Kurniawati; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Dr. Sudirman, M.L.S
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12111

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan lexico-grammar yang dilakukan oleh siswa-siswi kelas XI IPS 1 di SMA Negeri 2 Banjar dalam menulis teks naratif beserta penyebab kesalahannya. Data dianalisis secara kualitatif. Ada 10 jenis kesalahan lexico-grammar yang digunakan sebagai pedoman dalam menganalisis kesalahan siswa. Hasilnya menunjukkan bahwa ada 382 kesalahan dari 23 teks naratif siswa. Jumlah kesalahan siswa dalam hal leksis adalah 134 kesalahan yang terdiri dari 56 kesalahan ejaan (14.65%), 49 kesalahan diksi (12.82%), dan 29 kesalahan tanda baca (7.59%). Selanjutnya, jumlah kesalahan dalam hal tata bahasa adalah 231 kesalahan, termasuk 5 kesalahan konjungsi (1.30%), 17 kesalahan pluralisasi (4.45%), 144 kesalahan bentuk kata kerja (37.69%), 17 kesalahan susunan kata (4.45%), 16 kesalahan artikel (4.18%), 38 kesalahan kata ganti (9.94%), dan 11 kesalahan preposisi (2.87%). Jadi, dapat disimpulkan bahwa siswa kelas XI IPS 1 di SMA Negeri 2 Banjar cenderung melakukan kesalahan dalam bentuk kata kerja, di mana mereka harus menulis bentuk kata kerja lampau dalam teks naratif mereka. Untuk mengetahui penyebabnya, kuesioner digunakan untuk mendapat informasi yang paling jelas. Ditemukan bahwa ada 4 sumber kesalahan siswa yang dominan, yaitu konteks pembelajaran, struktur kebahasaan, intralingual transfer, dan interlingual transfer. Penelitian ini memberikan pengetahuan yang lebih luas tentang kesalahan lexico-grammar yang dapat membantu guru bahkan siswa dalam menentukan kesalahan-kesalahan yang muncul.Kata Kunci : Penyebab-penyebab kesalahan, Kesalahan lexico-grammar, Teks naratif This study aimed at analyzing the lexico-grammatical errors committed by the students of XI IPS 1 class at SMA Negeri 2 Banjar in writing narrative texts and the causes of the errors. The data were analyzed qualitatively. There were 10 types of lexico-grammatical errors that were used as guidance in analyzing the students’ errors. The result showed that there were 382 errors from 23 students’ narrative texts. The total number of students’ errors in terms of lexis was 134 errors comprising 56 spelling errors (14.65%), 49 diction errors (12.82%), and 29 punctuation errors (7.59%). Furthermore, the total number of grammatical error was 231, including 5 conjunction errors (1.30%), 17 pluralization errors (4.45%), 144 verb form errors (37.69%), 17 word order errors (4.45%), 16 article errors (4.18%), 38 pronoun errors (9.94%), and 11 preposition errors (2.87%). So, it can be concluded that the students of XI IPS 1 class at SMA Negeri 2 Banjar tended to commit errors in terms of verb form, in which they had to write the past form of verb/copular verb in their narrative texts. To know the causes of students’ errors, questionnaire was used to gain the clearest information. It was found that there were 4 dominant sources of students’ errors, namely, context of learning, language features of narrative text, intralingual transfer, and interlingual transfer. This study provides wider knowledge about lexico-grammatical errors that can help an English teacher even students in identifying mistakes or errors. keyword : Causes of error, Lexico-grammatical error, Narrative text
DEVELOPING DIGITAL GAME e-CALF AS SELF-DIRECTED LEARNING MEDIA FOR THE SECOND GRADE STUDENTS OF ELEMENTARY SCHOOL AT SD LAB UNDIKSHA SINGARAJA ., Ida Ayu Agung Ratih Pramesti; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd.,M.Pd.; ., Ida Ayu Made Istri Utami, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.027 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.14933

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-CALF sebagai media pembelajaran mandiri untuk mengajar bahasa Inggris di kelas dua siswa sekolah dasar di SD Lab Undiksha Singaraja. Penelitian dilakukan di SD Lab Undiksha Singaraja, di mana sasaran penelitian adalah siswa sekolah dasar kelas II A. Model pengembangan ADDIE digunakan sebagai prosedur penelitian saat ini. Karena masih berupa produk prototipe, hanya ada tiga prosedur yang digunakan yaitu Analisis, Desain, dan Pengembangan. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi, panduan guru, rubrik penilaian ahli, kuesioner siswa, dan analisis silabus. Pada akhir penelitian ini, ada produk prototipe bernama e-CALF sebagai media pembelajaran mandiri dalam bentuk aplikasi. Hasil dari penelitian ini adalah media permainan digital yang dikembangkan berdasarkan analisis silabus dan kebutuhan siswa. Permainan digital e-CALF dikembangkan berdasarkan empat topik yaitu greetings, introducing, parts of body, dan numbers. Setiap topik terdiri dari enam lembar. Ada dua lembar tentang kosakata yang berhubungan dengan topik, dua lembar tentang mengisi teks kosong, dan sisanya tentang pemahaman teks dengan pertanyaannya Berdasarkan hasil penilaian ahli, ditemukan bahwa permainan digital e-CALF dikategorikan sebagai permainan digital yang sangat baik. Selain itu, game digital ini layak digunakan untuk belajar bahasa Inggris untuk siswa kelas dua. Kata kunci: permainan digital, e-CALF, produk prototipe, pembelajaran mandiri Kata Kunci : permainan digital, e-CALF, produk prototipe, pembelajaran mandiri ABSTRACT This study aimed at developing e-CALF as self-directed learning media for teaching English in the second grade of elementary school students at SD Lab Undiksha Singaraja. The study was conducted in SD Lab Undiksha Singaraja, in which the subject of the study was elementary school students of II A class. ADDIE model of development was used as the present research procedures. Since it is still a prototype media, there were only three procedures used namely Analyze, Design, and Development. The data were collected by using observation sheets, teacher’s interview guide, expert judgments rubric, students’ questionnaire, and syllabus analysis. In the end of this research, there was a prototype product named e-CALF as self-directed learning media in form of application. The result of this research is digital game media that were developed based on syllabus analysis and students’ need. The digital game e-CALF is developed based on four topics they were greetings, introducing, parts of body, and numbers. Each topic consists of six sheets. There are two sheets about the vocabulary related with the topic, two sheets about filling the blank text, and the rest about text comprehension with its questions. Based on the result of expert judgment rubrics it is found that digital game e-CALF are categorized as excellent digital game. Besides, this digital game was proper to use for learning English for second grade students. Keywords: digital game, e-CALF, prototype product, self –directed learning keyword : digital game, e-CALF, prototype product, self –directed learning
AN ANALYSIS OF SWEAR WORDSOF BALINESE LANGUAGE PRACTICES BY BALI AGA PEOPLE IN CEMPAGA VILLAGE,NORTH BALI ., Made Intan Kusuma Dewi; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., Dr. Dewa Putu Ramendra, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.173 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.14961

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kata makian yang digunakan dalam penelitian deskriptif kualitatif Bahasa Bali, yang diterapkan dengan mengamati, merekam audio, dan mewawancarai para informan. Para informan akan mengambil orang-orang tua yang berusia di atas 25 tahun dari Desa Cempaga, Bali Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata-kata umpatan yang digunakan di Desa Cempaga, Bali Utara memiliki bentuk, referensi, dan fungsi. Ada tiga bentuk kata-kata makian: (1) dalam bentuk kata-kata yang (2) berbentuk frasa (3) dalam bentuk klausa. Ada sembilan klasifikasi referensi kata-kata sumpah yang digunakan untuk Menganalisis Kata-Kata Umpatan Praktik Bahasa Bali oleh Orang Bali Aga di Desa Cempaga, Bali Utara yaitu: agama, fungsi tubuh, kotoran, istilah hewan, aktivitas, latar belakang pribadi, penyakit mental , setan, dan kekeluargaan. Fungsi kata-kata makian adalah (a) untuk menarik perhatian, (b) untuk memberikan katarsis, (c) untuk memprovokasi, (d) untuk menciptakan identitas interpersonal, (e) integratif, (f) agresif, (g) regresif, dan (h) penekanan.Kata Kunci : bentuk, fungsi, rujukan, kata makian This study aimed at analyzing swear words used of Balinese Language descriptive qualitative research, which applied by observing, audio recording, and interviewing the informants. The informants will take old people between ages upper 25 years old from Cempaga Village, North Bali. The results of the study show that the swear words used in Cempaga Village, North Bali have their forms, references, and functions. There are three forms of swear words: (1) in the form of words which (2) in the form of phrases (3) in the form of clauses. There are nine classifications of the references of swearing words that used to Analyzed of Swear Words of Balinese Language Practices by Bali Aga People in Cempaga Village, North Bali namely: religion, body function, excrement, animal terms, activity, personal background, mental illness, devils, and kinship. The function of swear words are (a) to draw attention, (b) to provide catharsis, (c) to provoke, (d) to create interpersonal identity, (e) integrative, (f) aggressive, (g) regressive, and (h) emphasis.keyword : forms, functions, references, swear words

Page 11 of 28 | Total Record : 271