cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 271 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2017)" : 271 Documents clear
THE ANALYSIS OF FIGURATIVE EXPRESSIONS IN ADVERTISEMENTS APPEARING IN THE 2016 ISSUES OF GLAMOUR MAGAZINE ., I Gede Widiana Pradana; ., Prof. Dr.I Ketut Seken, M.A.; ., Dr. Dewa Putu Ramendra, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12087

Abstract

Kegiatan pemasaran melalui iklan semakin populer di masyarakat. Kegiatan beriklan menggunakan bahasa kiasan yang sangat menarik untuk mempengaruhi para pembaca. Bahasa pada iklan tidak dapat dimaknai secara harfiah karena mengandung makna makna kiasan di dalamnya. berdasarkan hal tersebut kajian studi tentang iklan ini dilaksanakan. penelitian ini berjutuan untuk mengidentifikasi jenis ekspresi kiasan yang digunakan, menganalisa keberhasilan fungsi dari ekspresi kiasan yang digunakan, dan menginterpretasi makna sebenarnya yang terkadung pada ekpresi kiasan dalam iklan. sumber data pada penelitian ini adalah teks iklan pada majalan Glamour yang di terbitkan pada bulan Agustus hingga Desember tahun 2016. penelitian dilaksanakan dengan metode deskripsi kualitatif. Data diperoleh dari teks iklan yang ditulis dengan ukuran besar. Data dianalisis dengan metode dokumen analisis. berdasarkan penelitian ditemukan sepuluh jenis ekspresi kiasan yang digunakan pada iklan diantaranya: hyperbole (19), personification (13), alliteration (10), metonymy (5), parallelism (4), metaphor (3), simile (2), paradox (2), onomatopoeia (2) dan apostrophe (2). Terdapat empat fungsi dari ekspresi kiasan pada iklan diantaranya: to give imaginative pleasure (31), to add emotional intesity (18), to bring additional imagery (10) dan for saying much in bref compass (6). Makna dari ekspresi kiasan mengandung makna yang tidak dapat diartikan secara harfiah, konotasi, dan makna sesuai konteks. makna pada ekpresi kiasan haruslah dimaknai berdasrkan pada elemen-element disekitarnya pada iklan.Kata Kunci : ekspresi kiasan, fungsi, makna, iklan Marketing through advertisement is popular nowadays. It uses persuasive language which is attractive for influencing readers. The language in advertisement cannot be taken literally, it applies figurative meaning inside the advertisement. Considering to the thought above, the analysis study on advertisement was conducted. This research was aimed at identifying the types of figurative expression used in advertisement, analyzing successfulness of function of figurative expression and interpreting the meaning intended by figurative expression. The data source of this research were the text of advertisements from Glamour Magazine published in August 2016 to December 2016. This study employed descriptive qualitative method. The data were taken from the larger typed text on the advertisements. The data were analyzed using a document analysis method. The research findings showed there were ten types of figurative expressions that appeared in advertisement: hyperbole (19 times), personification (13), alliteration (10), metonymy (5), parallelism (4), metaphor (3), simile (2), paradox (2), onomatopoeia (2) and apostrophe (2). There were four functions served by figurative expression they were to give imaginative pleasure (31 times), to add emotional intensity (18), to bring additional imagery (10) and for saying much in brief compass (6). The meaning of the figurative expression contained non literal meaning, connotative and contextual meaning. It could not be taken literally and should be interpreted by relating to the surrounding elements of advertisement.keyword : figurative expression, meaning, advertisement
DEVELOPING GENRE-BASED APPROACH INSTRUCTIONAL VIDEO ON TEACHING ENGLISH BASED ON CURRICULUM 2013 FOR SENIOR HIGH SCHOOL ENGLISH TEACHERS ., I Gede Alit Ardimayasa; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.9 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.14896

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah video pembelajaran berbasis genre dan buku manualnya berdasarkan analisis kebutuhan yang dilakukan dalam penelitian ini. Dalam penelitian ini menggambarkan fitur serta kualitas video yang dikembangkan. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah R & D yang mengadaptasi model Dick and Carey (2001). Selanjutnya, data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Dalam mengunmpulkan data analisis kebutuhan, tiga guru SMA sebagai subjek sedangkan dua dosen pendidikan Pendidikan Bahasa Inggris UNDIKSHA merupakan subjek dalam mengumpulkan data terkait dengan kualitas video yang dikembangkan. Objek dalam penelitian ini adalah video pembelajaran berbasis genre. Data dalam penelitian ini dikumpulkan menggunakan lembar observasi, daftar periksa, catatan, pedoman wawancara, dan rubrik penilaian. Hasil penelitian ini menunjukan rata-rata dari kedua ahli adalah 4,5 itu mengindikasikan bahwa video yang dikembangkan masuk dalam kategori baik. Beberapa saran diberikan oleh ahli untuk meningkatkan kualitas video, diantaranya adalah penambahan pada introduction, mengedit warna dan font pada caption, memperkecil volume dari background musik. Itu semua sudah diperbaiki oleh peneliti dalam tahapan revisi produk ahir. Kata Kunci : Kurikulum 2013, Pembelajaran berbasis genre, Video pembelajaran The data was collected by using observation sheet, checklist, note, interview guide, and scoring rubric. The results of the study showed that the mean from both of expert judgment is 4.5 meaning that the instructional video belonged to the good category. Some suggestions were given by the experts in order to improve the quality of the video. Those were adding more information in the introduction sector, editing the color and fonts of the caption to differentiate the stages and sub stages, and reducing the volume of background music. In revising the final product phase, that issue has been fixed.keyword : Curriculum 2013, Genre-based approach, Instructional video
A SURVEY ON 5TH GRADE STUDENTS’ AND TEACHERS’ PERCEPTION ON THE USE OF ICT BASED INTERACTIVE GAME IN SUKASADA DISTRICT ., Ni Ketut Dian Permata Sari; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA; ., Made Hery Santosa, S.Pd, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11677

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) menginvestigasi persepsi murid kelas 5 pada penggunaan permainan interaktif berbasis ICT terhadap motivasi belajar dan pretasi belajar Bahasa Inggris, (2) menginvestigasi persepsi guru Bahasa Inggris pada penggunaan permainan interaktif berbasis ICT sebagai media pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan Cross-sectional survei sebagai metodenya. Penelitian ini melibatkan 156 siswa kelas 5 dan 6 guru Bahasa Inggris dari enam sekolah dasar negeri di Kecamatan Sukasada. Data dari dua kuisioner yang berbeda kemudian di hitung skor rata-ratanya dengan menggunakan perhitungan Aritmetika di Microsoft Office Excel untuk mengetahui level kualifikasi dari setiap persepsi. Hasil dari data analisis menunjukkan bahwa (1) sebagian besar murid kelas 5 menunjukkan persepsi yang sangat positif pada penggunaan permainan interaktif berbasis ICT terhadap motivasi belajar dan persepsi yang positif pada prestasi belajar Bahasa Inggris, (2) guru menunjukkan persepsi yang positif pada penggunaan permainan interaktif berbasis ICT sebagai media pembelajaran dengan Jadi, dapat disimpulkan dari hasil tersebut bahwa siswa kelas 5 dan guru Bahasa Inggris mereka menunjukkan persepsi yang positif pada penggunaan permainan interaktif berbasis ICT. Kata Kunci : persepsi, motivasi belajar siswa, prestasi belajar Bahasa Inggris siswa, permainan interaktif berbasis ICT. This study aimed at (1) investigating fifth grade students’ perception on the use of ICT Based Interactive Game on their learning motivation and English learning achievement, (2) investigating fifth grade English teachers’ perception on the use of ICT Based Interactive Game as teaching media. This study was quantitative research design which used Cross-sectional survey as the method. This study involved 156 fifth grade students and 6 English teachers from six public elementary schools in Sukasada District. The mean score of the data from the two different questionnaires were processed by using Arithmetic Statistics in Microsoft Office Excel in order to know the qualification level of each perception. The results of data analysis indicated that (1) most of students corresponded to very positive perception on the use of ICT Based Interactive Game on students’ motivation and positive perception on their English learning achievement, (2) teachers showed positive perception on the use of ICT Based Interactive Game as teaching media. Consequently, results showed that both fifth grade students and their teachers had positive perception on the use of ICT Based Interactive Game. keyword : perception, students’ motivation, students’ English learning achievement, ICT based interactive game
PHONOLOGICAL SYSTEM OF BALINESE LANGUAGE USED IN PEDAWA VILLAGE, BULELENG REGENCY, BALI ., Iga Putu Ardaba Kory; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12560

Abstract

This qualitative research describes Phonological system of Balinese language. The aim of this study was 1) To find out the vowel phonemes of Balinese language in Pedawa Dialect and their distribution, 2) To find out the diphthong Balinese language used in Pedawa dialect, 3) To find out the consonant phonemes of Balinese language in Pedawa dialect and their distribution, 4) To find out the consonant clusters that are used in Pedawa dialect. The main instrument was the researcher, and the researcher also used the other instruments namely, recorder and a word list. The data were gathered by conducting observation, recording and interview techniques. The result of this research can be describe that (1) there were 28 phonemes of Balinese language in Pedawa dialect. Those phoneme were /ʌ/, /i/, /u/, /e/, /o/, /ǝ//p/, /b/, /t/, /d/, /k/, /g/, /ʔ/, /s/, /c/, /j/, /l/, /h/, /m/, /n/, /ñ/, /ŋ/, /r/, /w/, /y/ /ʌi/, /ʌe/, /ʌɛ/ that consist of 6 vowels, 3 diphthongs and 19 consonants. (2) The researcher also found 2 consonant clusters in of Balinese language in Pedawa dialect which were they are /r/ and /kl/keyword : Dialect, Pedawa, Phonological System
THE EFFECT OF IMPLEMENTING SIOP MODEL TOWARD VOCABULARY MASTERY OF THE SEVENTH GRADE STUDENTS OF SMP NEGERI 3 SUKASADA ., Ni Made Wit Cittaningsih; ., Dr. Sudirman, M.L.S; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12110

Abstract

Penilitian ini bertujuan untuk membuktikan apakah ada dampak yang signifikan dari penggunaan model Sheltered Instruction Observation Protocol (SIOP) terhadap penguasaan kosa kata pada siswa kelas VII. Desain penilitian yang digunakan adalah Post-test Only Control Group. Populasi penelitian ini adalah kelas VII di SMP Negeri 3 Sukasada. Sampel penelitian ini adalah 57 siswa yang dipilih dengan menggunakan teknik sampel acak. Data dianalisis secara kuantitaif dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial. Dari hasil tersebut, ditemukan bahwa hasil pengujian hipotesis (independent t-test) yang menunjukkan bahwa thitung = 6.165 > ttabel = 1.673 dan nilai signifikan dari data adalah 0.001 lebih rendah dari α = 0.05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ada dampak yang signifikan dari penggunaan model Sheltered Instruction Observation Protocol (SIOP) terhadap penguasaan kosa kata pada siswa kelas VII.. Dapat disimpulkan juga, model pembelajaran SIOP dapat diaplikasikan dan efektif dalam mengajar Bahasa Inggris sebagai bahasa asing terutama dalam penguasaan kosa kata.Kata Kunci : Penguasaan kosa kata, Model pembelajaran SIOP, Model pembelajaran biasa This study aimed at proving whether or not there was significant effect of implementing Sheltered Instruction Observation Protocol (SIOP) Model toward vocabulary mastery of the seventh-grade students. This study used Post-test Only Control Group as the research design. The population of this study was the seventh-grade students of SMP Negeri 3 Sukasada. The sample of this study was 57 students that were selected by random sampling. The data were analyzed quantitatively by using descriptive and inferential statistics analysis. It was found that the result of hypothesis testing (independent t-test) was tobs = 6.165 > tcv = 1.673 and the significance value of data was 0.001 lower than α = 0.05. It showed that there was significant effect of implementing Sheltered Instruction Observation Protocol (SIOP) Model toward vocabulary mastery of the seventh-grade students. It can be inferred that SIOP Model is an effective learning and can be applied in teaching English as foreign language especially in mastering vocabulary.keyword : Vocabulary mastery, SIOP Model, Conventional learning model
AN ANALYSIS OF AFFIXATION FOUND IN SASAK LANGUAGE IN MASBAGIK DIALECT ., Putu Dwitya Pranata; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., I Wayan Swandana, S.S., M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.589 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.14932

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki jenis afiks yang terjadi pada Dialek Masbagik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan beberapa instrumen, yaitu: peneliti, daftar kata dan panduan wawancara. Informan dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 9 macam prefiks yang terjadi dalam dialek Masbagik. Ada 5 kata dengan awalan {be-}, 5 kata dengan awalan {m-}, 5 kata dengan awalan {me-} seperti, 5 kata dengan awalan {ng-}, 5 kata dengan awalan {nge-}, 5 kata dengan awalan {pe-}, 5 kata dengan awalan {seper}, 5 kata dengan awalan {sem-}, 5 kata dengan awalan {sen-}, dan 5 kata dengan awalan {te-}. Selanjutnya, ada 4 jenis sufiks yang terjadi dalam dialek Masbagik. Ada 5 kata dengan akhiran {-ang}, 5 kata dengan akhiran {-in}, 5 kata dengan akhiran {-k}, dan 5 kata dengan sufiks {-ye}. Selain itu, ada 2 macam konfiks yang terjadi dalam dialek Masbagik. Ada 3 kata dengan awalan {ku-} dengan akhiran {-k} dan 3 kata dengan awalan {m-} dengan akhiran {-an}Kata Kunci : Afiksasi, Dialek, Desa Masbagik This study aimed at investigating the kinds of affixes occurring in Masbagik Dialect. This study is a descriptve qualitative study. This study used some instruments, namely: researcher, word list and interview guide. The informants were selected based on certain criteria. The result showed that there were 9 kinds of prefixes which occurred in Masbagik dialect. There were 5 words with prefix {be-}, 5 words with prefix {m-}, 5 words with prefix {me-} such, 5 words with prefix {ng-}, 5 words with prefix {nge-}, 5 words with prefix {pe-}, 5 words with prefix {se-}, 5 words with prefix {sem-}, 5 words with prefix {sen-}, and 5 words with prefix {te-}. Furthermore, there were 4 kinds of suffixes which occurred in Masbagik dialect. There were 5 words with suffix {-ang}, 5 words with suffix {-in}, 5 words with suffix {-k}, and 5 words with suffix {-ye}. , Furthermore, there were 2 kinds of confixes which occurred in Masbagik dialect. There were 3 words with prefix {ku-} with suffix {-k}and 3 words with prefix {m-} with suffix {-an}keyword : Affixation, Dialect, Masbagik Village
AN ANALYSIS STUDY OF POLITENESS STRATEGIES USED IN ENGLISH CLASSES OF SMK NEGERI BALI MANDARA (BALI ACADEMY) ., PUTU DIKA PRATIWI; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, M.A.; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.973 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.14960

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua pertanyaan, yaitu; (1) Tipe-tipe Politeness Strategy apa saja yang digunakan oleh siswa kelas 10 dan guru bahasa Inggris di SMK Negeri Bali Mandara (Bali Academy) tahun ajaran 2018/2019 dan (2) Apa saja tujuan dari penggunaan Politeness Strategy oleh siswa kelas 10 dan guru Bahasa Inggris SMK Negeri Bali Mandara (Bali Academy) tahun ajaran 2018/2019. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif di mana participant penelitian adalah siswa kelas 10 dan guru bahasa Inggris SMK Negeri Bali Mandara (Bali Academy) tahun ajaran 2018/2019. Jumlah total siswa kelas 10 adalah 129 orang. Sedangkan, SMK Negeri Bali Mandara (Bali Academy) hanya memiliki sejumlah 1 orang guru Bahasa Inggris yang mengampu seluruh kelas dari semua angkatan SMK Negeri Bali Mandara (Bali Academy) di tahun ajaran 2018/2019. Di dalam proses pengumpulan data, peneliti menggunakan rekaman suara, pertanyaan kuisioner, interview dan lembar observasi sebagai instrumen. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa adanya lima buah strategi yang ditemukan di dalam penelitian ini, yaitu Bald on-Record, Positive Politeness, Negative Politeness, Off-Record, dan Don’t do FTA. Strategi tersebut digunakan untuk beberapa tujuan, seperti: untuk menjelaskan keluhan dengan lembut, menunjukkan hubungan yang dekat, menunjukkan kemarahan dan membuat pendengar memahami apa yang dirasakan pembicara, menunjukkan minat mereka atau tidak dalam pelajaran dan menunjukkan kepuasan mereka terhadap jawabannya.Kata Kunci : Politeness Strategy, jenis, tujuan This study aimed at answering two questions; (1) What types of politeness strategy are used by the X grade students and the English teacher of SMK Negeri Bali Mandara (Bali Academy) academic year 2018/2019 and (2) What are the purposes of politeness strategy used by the X grade students and the English Teacher of SMK Negeri Bali Mandara (Bali Academy) academic year 2018/2019. The research used descriptive qualitative design. The subjects of study were the X grade students and the English teacher of SMK Negeri Bali Mandara (Bali Academy) academic year 2018/2019. In collecting data, the researcher used voice recording, questionnaire items, interview and observation sheet as the instruments. The analysis result showed that there were five strategies found in this study, which are Bald on-Record, Positive Politeness, Negative Politeness, Off-Record, and Don’t do FTA. Those strategies were used for some purposes, namely (1) to show their close relationship (2) to show their interest towards the lesson, (3) they wanted to cheer up the class, (4) to show their anger and made the hearer understood what their feeling was and (5) to show that they are interested or not with the lesson.keyword : Politeness Strategy, types, purposes
A Comparison of Derivational and Inflectional Morphemes between Nusa Penida Dialect and Sepang Dialect ., Ni Putu Sri Merta Utami; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11094

Abstract

This study aimed at describing the comparison of prefixes and suffixes in Nusa Penida Dialect and Sepang dialect which belong to derivation and inflection. This research was a descriptive qualitative research. Two informants sample of Nusa Penida were chosen based on a set of criteria. The data were collected based on three techniques, namely: observation, recording technique, and interview (listening and noting) technique. The results of the study showed that those ware difference: prefix {mə-}: NPD: tΛlʊh (V) become mΛtΛlʊh (V) and when prefix {mə-} + kΛndΛ (N) become mΛkΛndə (V). suffix {-In}: NPD klΛmbI (N) become klΛmbIn (V). suffix {-ē }: SP: tΛbIng (V) become tΛbIngΛ (V) and NPD: Jǝlǝmǝ (N) become JǝlǝmΛtē (N). The similarity prefix {mə-}: NPD and SP: {mə-} + jΛlΛn (N) become məjΛlΛn (V),. Prefix {m-} NP and SP: {m-} + bʊbʊh (N) become mʊbʊh (V). suffix {-Λŋ} NP and SP: sΛmpΛt (N) + {-Λŋ}→ become sΛmpΛtΛŋ (V). Suffix {-In} NP and SP: nɒt (V) + {-In} → become nɒtIn (V). keyword : Derivational Morpheme, Inflectional Morpheme, Nusa Penida Dialect and Sepang dialect.
THE EFFECT OF COOPERATIVE SCRIPT TECHNIQUE ON THE EIGHTH GRADE STUDENTS’ READING COMPREHENSION AT SMP N 3 BANJAR IN ACADEMIC YEAR 2017/2018 ., Dewa Ayu Ade Riska s; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marhaeni; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.442 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13272

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan terhadap pemahaman membaca siswa yang diajar dengan teknik cooperative script dan siswa yang diajar dengan teknik konvensional. Rancangan penelitian penelitian ini adalah Quasi Experimental of Posttest Only Control Group Study. Populasi penelitian ini adalah 180 siswa kelas VIII di SMP Negeri 3 Banjar. 60 siswa dari dua kelas diambil sebagai sampel. Mereka ditetapkan sebagai kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan undian. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan aplikasi SPSS 19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata - rata skor kelompok eksperimen adalah 85,37 sedangkan nilai rata - rata kelompok kontrol adalah 76,63. Hasil uji-t menunjukkan bahwa t-diamati melebihi nilai t-kritis (4,376> 2,048). Dengan demikian hipotesis nol ditolak, artinya ada pengaruh yang signifikan terhadap pemahaman membacasiswa kelas VIII di SMP N 3 Banjar.Kata Kunci : Cooperative Script, Pemahaman Membaca This study aimed at investigating the effect of cooperative script technique on the students’ reading comprehension. The research design of this study was Quasi Experimental of Posttest Only Control Group Design. The population of this study was 180 students of the eighth grade students of SMP N 3 Banjar. Sixty students from two classes were taken as samples. They were assigned as an experimental group and a control group through lottery. The obtained data were analyzed descriptively and inferentially by using SPSS 19. The result showed that the mean score of the experimental group was 85.37 while the mean score of the control group was 76.63. The result of t-test showed that the t-observed exceeded the t-critical value (4.376 > 2.048). Thus, the null hypothesis was rejected, which means there was significant effect on the eighth grade students’ reading comprehension of SMP N 3 Banjar.keyword : Cooperative Script, Reading Comprehension
DEVELOPING SUPPLEMENTARY E-LEARNING BASED MATERIALS FOR TEACHING THE TENTH-GRADE STUDENTS OF PHARMACY DEPARTMENT AT SMKN 1 KUBUTAMBAHAN ., Dwi Tahamata Nyudak; ., Made Hery Santosa, S.Pd, M.Pd., Ph.D.; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12122

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (R&D) yang bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi jenis materi berbasis e-learning yang dibutuhkan oleh siswa kelas 10 jurusan Pharmacy di SMKN 1 Kubutambahan.; (2) mendesain materi berbasis e-learning untuk siswa kelas 10 jurusan Pharmacy di SMKN 1 Kubutambahan; (3) mengetahui kualitas materi berbasis e-learning untuk siswa kelas 10 jurusan Pharmacy di SMKN 1 Kubutambahan. Penelitian ini dilakukan berdasarkan pada desain penelitian dan pengembangan oleh Lee & Owen (2004). Data penelitian dikumpulkan melalui analisis wawancara, kuisioner, observasi, dokumen, angket, dan uji ahli. Hasil data dari analisis wawancara, kuisioner, observasi, dokumen, dan angket dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif, dan data dari uji ahli dianalisis dengan menggunakan Interrater Agreement Model dianalisis melalui hasil angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) siswa membutuhkan materi yang lebih spesifik dan berbasis e-learning, (2) materi yang dikembangkan berbasis e-learning yakni dalam bentuk buku yang diintegrasikan dengan e-learning, (3) materi Bahasa Inggris berbasis e-learning dikategorikan sebagai materi berkualitas tinggi berdasarkan validitas isi. Kata Kunci : R & D, e-learning, pharmacy, materi bahasa Inggris This study is research and development study. This study aimed at identifying kinds of e-learning based materials are needed by the tenth-grade students of Pharmacy Department of SMKN 1 Kubutambahan, designing the e-learning based materials for the tenth-grade students of Pharmacy Department of SMKN 1 Kubutambahan and know the quality of e-learning based materials for the tenth-grade students of Pharmacy Department of SMKN 1 Kubutambahan. This study was done by using the research and development design of Lee & Owen (2004). The data of the research was collected by using interview analysis, questionnaire, observation analysis, document analysis, questionnaire and expert judgments. The result of interview analysis, questionnaire, observation analysis, and document analysis were analyzed by using descriptive analysis and the data of expert judgments were analyzed by using Inter-rater Agreement Model. The study showed that (1) The students need specific e-learning materials; (2) the developed e-learning based materials are in the form of book integrated with e-learning, (3) the e-learning based materials was considered as very good materials based on content validity.keyword : : R & D, e-learning, pharmacy, English materials

Page 7 of 28 | Total Record : 271