cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,873 Documents
AN ANALYSIS OF POLITENESS STRATEGY USED BY THE TENTH GRADE STUDENTS OF CANGGU COMMUNITY SCHOOL (CCS) IN ACADEMIC YEAR 2014/ 2015 ., Ni Luh Dewi Antari; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6190

Abstract

Penelitian ini tergolong penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan strategi kesopanan yang digunakan oleh siswa kelas sepuluh di Canggu Community School (CCS). Subjek penelitian ini adalah 20 siswa dari kelas Simon Baccanello (SB). Penelitian ini menggunakan teori dari Brown and Levinson sebagai landasan teori utama. Dari 20 siswa kelas sepuluh, 36% siswa setuju menggunakan strategi bald on record, 40% setuju menggunakan strategi kesopanan positif, 26% setuju menggunakan strategi kesopanan negatif, 21% setuju menggunakan strategi off record dan hanya 5% dari 20 siswa yang mengatakan setuju menggunakan strategi don’t do FTA. Dari transkrip data yang diperoleh, terdapat 173 ungkapan berbeda yang digunakan oleh siswa. Dari keseluruhan ungkapan tersebut, 52% termasuk dalam strategi kesopanan positif. Strategi strategi ini mereka gunakan untuk menyampaikan keluhan mereka secara halus, menunjukkan kedekatan hubungan satu sama lain, menunjukkan kemarahan dan membuat pendengar mengerti apa yang mereka rasakan, menunjukkan ketertarikan atau ketidaktertarikan terhadap pelajaran tersebut dan meunjukkan ketodakpuasan atas jawaban yang diberikan. Kata Kunci : siswa kelas sepuluh, kesopanan, tujuan This study was a descriptive qualitative research which is aimed at describing politeness strategy used the by tenth grade students of Canggu Community School (CCS). The subjects of this study were 20 students from Simon Baccanello (SB) class. This study used theory of Brown and Levinson as grand theory. The research instruments were human instrument, voice recorders, questionnaire, note taking and observation sheet. Form 20 students of the tenth grade, 36 % agreed to use bald on record strategy, 40% agreed to use positive politeness strategy, 26% agreed to use negative politeness strategy, 21% agreed to use off record strategy, and only 5% agreed to use don’t do Face Threatening Act (FTA) strategy. It was also supported by the result of data transcription which were 173 utterances found. From those utterances, 52% were categorized as positive politeness strategy. Those strategies were used for the following purposes, such as: expressing complains softly, showing close relationship, showing anger and made the hearer understood what the speaker felt, showing their interest or not in the lesson, showing their satisfaction to the answer. keyword : tenth grade students, politeness, purposes
THE EFFECT OF VIDEO-BASED GROUP DISCUSSION ON LISTENING COMPREHENSION OF EIGHTH GRADE STUDENTS AT SMP NEGERI 2 SAWAN IN ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., Putu Mas Istri Yanti; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha; ., Made Hery Santoso, S.Pd, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6192

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki apakah ada pengaruh yang signifikan dari Video- Group Discussion pada kemempuan pemahaman mendengarkan siswa kelas delapan. Posttest- Only Control Group digunakan sebagai desain penelitian penelitian ini. Populasi dari penelitian ini adalah 370 siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Sawan tahun akademik 2015/2016. Sampel dari penelitian ini adalah 60 siswa yang dipilih dengan menggunakan teknik sampel random atau acak, Hasil analisis menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari Video –based Group Discussion tentang pemahaman mendengarkan siswa kelas delapan (tobs = -6,712, sig. 0.000). Siswa yang diajarkan menggunakan Video-based Group Discussion lebih baik dalam pemahaman mendengarkan.Kata Kunci : Pemahaman mendengarkan, Video-based Group Discussion This study aimed to investigate whether there was a significance effect of Video- based Group Discussion on listening comprehension of eighth grade students. Post-test Only Control Group was used as research design of this research. The population of this study was 370 the eighth grade students of SMP Negeri 2 Sawan academic year 2015/2016. The sample of this study was 60 students selected by random sampling. The result of analysis showed that there is significant effect of Video-based Group Discussion on listening comprehension of eighth grade students (tobs=-6.712, significance 0.000). The students who were taught using Video-based Group Discussion achieved better in listening comprehension.keyword : Listening comprehension, Video based Group Discussion.
IMPROVING READING COMPREHENSION ABILITY OF THE EIGHTH GRADE STUDENTS OF SMP N 4 SINGARAJA BY USING DIRECTED READING THINKING ACTIVITY (DRTA) STRATEGY IN ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., Ida Kadek Satria Wardana; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6225

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman membaca siswa kelas 8 di SMP N 4 Singaraja dengan menggunakan strategi DRTA. Observasi awal menunjukkan bahwa murid kelas VIIIB3 memiliki kompetensi yang rendah dalam pemahaman membaca. Subyek dari penelitian ini adalah 36 siswa. Untuk menemukan hasil dari pelaksanaan strategi DRTA terhadap pemahaman membaca siswa, peneliti menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) sebagai metode penelitian. Dalam penelitian ini, ada dua cycle yang dilaksanakan dalam kelas. Setiap cycle terdiri dari empat aktivitas, yaitu perencanaan, aksi, observasi, dan refleksi. Untuk mendapatkan dan menganalisis data, peneliti menggunakan hasil dari observasi awal, evaluasi dari cycle I dan II, buku harian peneliti, dan kuesioner. Respon siswa bagus terhadap strategi ini. Mereka mengatakan bahwa mereka menyukai kelas membaca karena strategi ini membantu mereka dalam mengetahui konten teks. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan strategi DRTA mampu meningkatkan pemahaman membaca siswa. Hasil dari tes mean siswa bisa dijelaskan sebagai berikut: Dalam pre-observasi, skor mean siswa adalah 69.28. Dalam cycle I, skor mean dari siswa meningkat menjadi 75.22. Setelah cycle I dilakukan, skor mean siswa meningkat lagi menjadi 84.06. Dari hasil tersebut, bisa disimpulkan bahwa pelaksanaan strategi Directed Reading Thinking Activity (DRTA) bisa meningkatkan pemahaman membaca siswa kelas VIIIB3 di SMP N 4 Singaraja. Kata Kunci : Kata Kunci: Membaca, pemahaman membaca, strategi DRTA This study was conducted in order to improve the reading comprehension of the eighth grade students of SMP N 4 Singaraja by using DRTA strategy. The preliminary observation showed that students of VIIIB3 had low competency in reading comprehension. The subjects of this study were 36 students. In order to find out the result of the implementation of DRTA strategy toward students’ reading comprehension, the researcher used classroom action research (CAR) as the research method. In this study, there were two cycles conducted in classroom. Each cycle consisted of four activities, namely planning, action, observation, and reflection. To obtain and also analyze the data, the researcher used the result of pre-observation, evaluation in cycle I and II, researcher’s diary, and questionnaire. The students’ responses were good toward this strategy. They stated that they liked in having reading class because this strategy helped them in understanding the content of texts. This study showed that the use of DRTA strategy could improve the students’ reading comprehension. The result of the mean test of students can be stated as follows: In pre-observation, the students’ mean score was 69.28. In cycle I, the mean score of the students increased into 75.22. After the second cycle had been conducted, the students’ mean score increased again into 84.06. From the result, it can be concluded that the implementation of Directed Reading Thinking Activity (DRTA) strategy could improve reading competency of VIIIB3 students in SMP N 4 Singaraja.keyword : Reading, reading comprehension, DRTA strategy
TEACHING STRATEGIES USED BY ENGLISH TEACHER TO TEACH 10TH GRADE DEAF OR HARD OF HEARING (D/HH) STUDENTS AT SLB B SINGARAJA IN ACADEMIC YEAR 2014/2015 ., I Gusti Ayu Diah Pusparini; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6226

Abstract

Guru dan strategi mengajar merupakan alasan utama dari kesuksesan pembelajaran. Namun, hanya ada sedikit penelitian yang menjelaskan mengenai strategi mengajar di sekolah luar biasa, maka hal tersebut menjadi fenomena utama dari penelitian ini.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan praktik pendidikan khusus terutama dalam hal strategi pengajaran yang digunakan oleh guru Bahasa Inggris dari siswa tunarungu serta kurang dengar (DHH) kelas 10 yang belajar di Sekolah Menengah Atas Luar Biasa untuk siswa tunarungu. Studi ini diaksanakan di SLB B Singaraja, Bali dimana siswa-siswa tunarungu mendapat pelajaran Bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif yang hasilnya tergambarkan dari analisis pengamatan dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi-strategi mengajar yang digunakan dalam pembelajaran in SLB B Singaraja adalah strategi Pembelajaran Langsung, Diskusi Kelas, Problem Solving, dan Tutor Sebaya. Kata Kunci : Pengajaran Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing, Strategi Pengajaran, Tunarungu, Kurang Pendengaran Teacher and teaching strategies are the major cause of success in learning. However, there is only a few research that describes teaching strategies in special school, and thus it becomes the central phenomenon of this study. The purpose of this study is to describe the special education practice particularly in terms of the teaching strategies used by the English teacher of 10th grade Deaf or Hard of Hearing (DHH) students who undergo Senior High School in special school for DHH students. The study was conducted in SLB B Singaraja, Bali where Deaf and Hard of Hearing (DHH) students have English subject. This study used a qualitative design whose the results reflect analysis of observations and interview. The result of the study revealed that the teaching strategies used in SLB B Singaraja by the teacher who was under study were Direct Instruction, Class Discussion, Problem Solving, and Peer Tutoring Strategy. keyword : Teaching English as Foreign Language, Teaching Strategy, Deaf, Hard of Hearing
AN ANALYSIS OF GRAMMATICAL ERROR ANALYSIS IN USING SIMPLE PAST TENSE IN WRITING RECOUNT TEXT MADE BY EIGHTH GRADE STUDENTS OF SMP N 1 TEJAKULA ., Komang Adi Arta; ., Ni Komang Arie Suwastini, S.Pd,M.Hum.; ., Drs. Asril Marjohan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6227

Abstract

This study was a descriptive qualitative research which aimed at analyzing the grammatical error and the source of grammatical errors in writing a recount text. The subjects of this research were the eighth grade students of SMP N 1 Tejakula. The data were presented in the descriptive analysis way and the procedure of the error analysis used according to Dulay et al (1982). The result of the study the highest errors made by the students were in the errors of selection consisting of 172 errors or 71.4%. It was followed by the errors of omission consisting of 48 errors or 19.9%. Then, it was followed by the errors of addition consisting of 14 errors or 5.8% and the lowest errors were the errors of ordering consisting of 7 errors or 2.9%. The data also indicated that the inter-lingual transfer was the highest source of the errors. Based on the result, it can be concluded that the error of selection is the highest error made by the students and inter-lingual transfer is the highest source of error because it was caused by the mother tongue interference. Kata Kunci : Error analysis, simple past tense, recount text Penelitian ini adalah deskriptif qualitative yang bertujuan untuk menganalis kesalahan grammar dan sumber kesalahan dalam menulis teks recount. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas 8 SMP N 1 Tejakula. Data disajikan dengan cara deskriptif analisis dan langkah-langkah yang digunakan untuk menganalisis kesalahan adalah teori dari Dulay et al (1982). Hasil dari penelitian ini menunjukakan bahwa kesalahan tertinggi yang dibuat oleh siswa adalah kesalahan selection yaitu 172 kesalahan atau 71,4 persen. Diikuti oleh kesalahan omission yaitu 48 kesalahan atau 19,9 persen. Kemudian diikuti oleh kesalahan addition yaitu 14 kesalahan atau 5,8 persen. Dan kesalahan yang paling sedikit adalah kesalaan ordering yaitu 7 kesalahan atau 2,9 persen. Data ini juga menunjukkan bahwa Inter-lingual transfer adalah sumber kesalahan tertinggi. Dari hasil di atas dapat disimpulkan bahwa kesalahan selection adalah kesalahan yang paling tinggi dibuat oleh siswa dan inter-lingual transfer adalah sumber kesalahan tertinggi karena disebabkan pengaruh dari bahasa ibu.keyword : analisis kesalahan, simpe past tense, teks recount
Teachers' and Students' Attitudes: ICT Implementation in EFL Learning at High Schools in Banyuwangi ., Budhi Astu Okta Widhi Atmi; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., Made Hery Santoso, S.Pd, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6228

Abstract

Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menemukan jenis-jenis teknologi apa saja yang telah digunakan oleh guru bahasa Inggris dan siswa sekolah menengah di Banyuwangi, 2) menemukan sikap guru bahasa Inggris dan siswa sekolah menengah terhadap pelaksanaan TIK dalam pembelajaran bahasa, 3) untuk menemukan manfaat yang dirasakan guru dan siswa dan juga hambatan yang dihadapi guru dan siswa dalam pelaksanaan TIK dalam pembelajaran bahasa. Subyek dalam penelitian ini adalah 100 orang siswa sekolah menengah dan 5 orang guru bahasa Inggris di kabupaten Banyuwangi. Kuesioner tertutup dan interview adalah instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data. Data yang telah dikumpulkan kemudian disajikan dalam bentuk tabel hasil dan transkrip wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah 1) siswa dan guru telah melaksanakan berbagai jenis teknologi, baik itu yang berbasis web maupun yang tidak berbasis web, namun teknologi berbasis web belum begitu sering digunakan, 2) secara keseluruhan guru dan siswa menunjukan sikap positif terhadap pelaksanaan TIK dalam pembelajaran bahasa Inggris karena mereka merasa bahwa TIK memberikan manfaat yang nyata dalam pembelajaran, 3) TIK sangat bermanfaat bagi siswa dan guru sebagai alat untuk pembelajaran yang lebih baik; hambatan seperti akses yang terbatas, kurangnya pelatihan dan kurangnya waktu merupakan hambatan yang paling sering dihadapi. Mengingat ada berbagai jenis teknologi, guru dan siswa sebaiknya menggali lebih dalam penggunaanya untuk mendapatkan manfaat yang lebih nyata. Akan lebih baik jika pihak sekolah dan pemerintah memfasilitasi guru dan siswa dengan menyediakan akses dan sumber lebih baik lagi.Kata Kunci : TIK, sikap, TEFL This research was a descriptive quantitative research. It was aimed to 1) find out what types of technology used by English teachers and high school students in Banyuwangi, 2) find out the attitude of English teachers and high school students toward the implementation of ICT in language learning, and 3) find out the benefits that students and teachers felt and also the barriers that teachers and students faced in the implementation of ICT in language learning. The subjects of this research were 100 high school students and 5 English teachers in Banyuwangi regency. In collecting the data, close-ended questionnaires and interviews were used. The data collected was displayed in the form of table and interview transcript. The results of this study are 1) teachers and students have implement various types of technology, both the web-based and non web-based, but the web-based has not used often, 2) overall teachers and students show positive attitude toward the implementation of ICT in language learning; they feel that ICT give obvious benefits in teaching and learning, and 3) ICT is so beneficial for students and teachers as the tools for better learning; the barriers such as the limited facilities, the lack of training and the limited time allotment are the most common problems for them. Since there are so many types of technologies, teachers and students can consider exploring it to get more benefits of ICT. It would be better if schools and governments facilitate teachers and students by providing more access, and sources.keyword : ICT, Attitude, TEFL
THE EFFECT OF PORTFOLIO ASSESSMENT TOWARDS WRITING COMPETENCY OF THE EIGHTH GRADE STUDENTS OF SMP NEGERI 3 SAWAN IN THE ACADEMIC YEAR OF 2015/2016 ., I Putu Marten Chrispayana; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6229

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki apakah ada perbedaan yang signifikan pada kompetensi menulis pada siswa kelas VIII yang diajar menggunakan penilaian Portofolio dengan siswa yang diajar menggunakan penilaian sejawat. Post-test Only Control Group digunakan sebagai desain penelitian ini. Populasi penelitian ini adalah kelas VIII di SMP Negeri 3 Sawan. Sampel penelitian ini adalah 30 siswa yang dipilih sebagai sampel dengan menggunakan teknik sampel random atau acak. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada kompetensi menulis siswa kelas VIII yang diajar menggunakan Penilaian Portofolio dengan siswa yang diajar menggunakan Peilaian sejawat, (tobs=2.048, Sig. 0.045) dimana siswa yang diajar dengan menggunakan penilaian Portofolio lebih baik pada kompetensi menulis. Ini berarti terdapat efek yang signifikan dari penggunaan portofolio Assessment pada kompetensi menulis siswa kelas VIII di SMP Negeri 3 Sawan tahun ajaran 2015/2016Kata Kunci : Penilaian Sejawat, Penilaian Portofolio, Kompetensi Menulis This study aimed to investigate whether there was a significant difference between the eighth grade students’ writing competency that were taught by using Portfolio Assessment and those who were taught by using Peer Assessment. Post-test Only Control Group was used as design of this research. The population of this study was the eighth grade students of SMP Negeri 3 Sawan. The sample of this study was 60 students that were selected through random sampling. The result of analysis showed that there was significant difference on writing competency between students who were taught using Portfolio Assessment and those who were taught using Group Disscussion, (tobs=2.048, significance 0.045) in which students who were taught using Portfolio Assessment only achieved better in writing competency. It means that there was a significant effect of using Portfolio assessment on the eighth grade students’ writing competency at SMP Negeri 3 Sawan in academic year 2015/2016.keyword : Peer Assessment, Portfolio Assessment, writing competency
DEVELOPING ENGLISH ASSESSMENT BY ACCOMODATING LOCAL CULTURE FOR GRADE SEVEN OF JUNIOR HIGH SCHOOL IN BULELENG SUB-DISTRICT TO SUPPORT THE IMPLEMENTATION OF CURRICULUM 2013 ., I Wayan Heri Sumardika; ., Ni Komang Arie Suwastini, S.Pd,M.Hum.; ., Drs.Gede Batan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6230

Abstract

Peneliatian ini berbentuk penelitian pengembangan yang bertujuan untuk mengembangkan suatu produk. Adapun produk yang dikembangkan yaitu instrument penilaian pembelajaran Bahasa Inggris yang berbasis budaya lokal untuk kelas VII SMP semester ganjil di Kecamatan Buleleng. Produk ini diharapkan mampu menunjang pengimplementasian Kurikulum 2013. Model peneliatian dan pengembangan diadopsi dari model penelitian dan pengembembangan oleh Peffers et al. (2007) dalam Ellis dan Levy (2010) yang terdiri dari enam tahapan penelitian. Penelitian ini didasari oleh penelitian yang telah dilakukan oleh Dewi dan Batan (2015). Setting dari penelitian ini adalah 9 SMP di Kecamatan Buleleng. Nilai-nilai budaya Bali dan nilai-nilai pendidikan karakter diintegrasikan dalam instrumen penilaian. Instrumen tersebut meliputi penilaian terhadap sikap, pengetahuan, dan keterampilan siswa. Data yang diperoleh dalam peneliatian diolah secara kualitatif dan kuantitatif. Kualitas dari instrument penialaian telah diujikan melalui panel ahli. Terdapat 3 aspek telah diuji oleh ahli, meliputi aspek validitas, reliabilitas, dan kepraktisan. Berdasarkan nilai yang diberikan oleh kedua ahli, kualitas dari instrument penilaian tergolong sempurna. Nilai oleh ahli pertama adalah 642 dan ahli kedua adalah 807. Reliabilitas data diukur menggunakan koefisien Alpha Cronbach’s. Hasilnya, reliabilitas produk adalah 0.997 dan dapat digolongkan sebagai sempurna. Produk instrumen penilaian yang berbasis budaya ini memiliki kualitas dan reliabilitas sempurna. Kata Kunci : Instrumen Penilaian, Penilaian Bahasa Inggris, Budaya Bali, dan Kurikulum 2013 This research was aimed at designing and developing English assessment by accommodating local culture for the first semester of grade seven of junior high schools in Buleleng sub-district to support the implementation of curriculum 2013. This research was designed as a research and development by following RnD model proposed by Peffers et.al (2007) in Ellis and Levy (2010) which consisted of six steps. The data of need analysis were obtained from the result of Dewi and Batan (2015) research and analysis the syllabus. Settings of this research were nine junior high schools in Buleleng sub-district. Balinese cultural values and character values in the assessment were integrated through the assessment instrument. The assessment covered affective domain, cognitive domain, and psychomotor domain. The data were analyzed both qualitatively and quantitatively. The quality of the assessment instrument was assessed through expert judgment to determine its worthiness. Three aspects in the assessment were assessed through the expert judgment forms, namely validity, reliability, and the practical aspect. Based on the scores given by two experts, the quality of the assessment instrument was categorized as excellent quality since the score given by expert I was 642 and expert II was 807. The reliability of the data was measured by using Alpha Cronbach’s coefficient. The result showed that α Cronbach’s coefficient was 0.997 and it was categorized as excellent. In short, the developed culture-based English assessment has excellent quality and the data were reliable. keyword : Balinese culture-based English assessment, English assessment for Junior High School, RnD Assessment
THE EFFECT OF GRAPHIC ORGANIZER UPON READING COMPREHENSION OF THE TWELFTH GRADE STUDENTS OF SMA N 1 SUKAWATI IN ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., Anak Agung Mitha Indra Dewi; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha; ., Ni Komang Arie Suwastini, S.Pd,M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6231

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki apakah ada dampak yang signifikan terhadap pemahaman membaca siswa kelas XII yang diajar menggunakan Graphic Organizer dengan siswa yang diajar menggunakan teknik konvensional. Penelitian ini dalam bentuk penelitian eksperimen semu (Quasi Experimental). Post-test Only Control Group digunakan sebagai desain penelitian ini. Penelitian ini dilaksanakan di SMA N 1 Sukawati. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XII tahun ajaran 2015/2016. Sampel penelitian ini adalah 75 siswa yang telah dipilih dengan menggunakan teknik sampel random atau acak; terdiri dari 37 siswa kelas XII IPA 2 sebagai kelompok eksperimen dan 38 siswa kelas XII IPA 3 sebagai kelompok kontrol. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat dampak yang signifikan terhadap pemahaman membaca siswa kelas XII yang diajar menggunakan Graphic Organizer (t = 3.44 and ttable = 1.99; t ttable pada taraf signifikansi 5%) dimana siswa yang diajar menggunakan Graphic Organizer menunjukkan pemahaman membaca yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang diajar menggunakan teknik konvensional. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan Graphic Organizer memberikan dampak yang signifikan terhadap pemahaman membaca siswa kelas XII di SMA N 1 Sukawati tahun ajaran 2015/2016. Kata kunci: Graphic Organizer, EFL, Pemahaman Membaca Kata Kunci : Graphic Organizer, EFL, Pemahaman Membaca Abstract This research aimed to investigate whether there was a significant effect on reading comprehension of the twelfth grade students who were taught by using Graphic Organizer and who were taught by using conventional technique. This research was Quasi-Experimental research. Post-Test Only Control Group was used as the design of this research. This research was conducted at SMA N 1 Sukawati. The population of this research was the twelfth grade students in academic year 2015/2016. The sample was 75 students that were selected through random sampling; 37 students of XII IPA as experimental group and 38 students of XII IPA 3 as control group. The result of data analysis showed that there was a significant effect on reading comprehension of the twelfth grade students who were taught by using Graphic Organizer (t = 3.44 and ttable = 1.99; t ttable on the level of significance 5%) in which the students who were taught by using Graphic Organizer performed better reading comprehension than who were taught by using conventional technique. Based on this result, it could be inferred that Graphic Organizer gave significant effect on the twelfth grade students’ reading comprehension compared at SMA N 1 Sukawati academic year 2015/2016. keyword : Graphic Organizer, EFL, Reading Comprehension.
An Analysis of Codes Used by the Moslem People of Sinduwati Village, Sidemen, Karangsem. ., I Gusti Ayu Megantari; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6287

Abstract

Penelitian qualitative ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan bahasa oleh penduduk Desa Sinduwati. Pengumpulan data dilakukan didalam lima ranah penggunaan bahasa. Kelima ranah penggunaan bahasa tersebut adalah keluarga, transaksi, pertemanan, tetangga, dan agama. Untuk mendapatkan lebih banyak data tentang penggunaan bahasa, peneliti mewawancarai dua belas orang penduduk desa. Dua belas orang tersebut diwawancarai tentang bahasa yang digunakan ketika berbicara didalam kelima domain penggunaan bahasa. Peneliti melakukan observasi, interview, and pengambilan gambar untuk mendapatkan data yang diperlukan. Data yang didapat kemudian ditranskrip dan dianalisis. Dalam pengumpulan, peneliti menggunakan beberapa instrumen seperti catatan lapangan, panduan wawancara, perekam suara, dan kamera. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua bahasa yang digunakan oleh penduduk desa. Kedua bahasa itu adalah Bahasa Bali dan Bahasa Indonesia. Alih kode dan campur kode juga digunakan oleh penduduk desa ketika mereka berkomunikasi. Dalam alih kode, tag switching paling banyak digunakan oleh masyarakat desa Sinduwati. Sementara, dalam campur kode, yang paling banyak digunakan oleh masayarakat desa tersebut adalah campur kode antara Bahasa Bali dan Bahasa Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapa dua bahasa yang paling sering digunakan oleh penduduk muslim Desa Sinduwati dan ketika mereka berkomunikasi mereka menggunakan alih kode dan campur kode. Kata Kunci : alih kode, campur kode, domain penggunaan bahasa, penggunaan bahasa This qualitative research aimed to analyze codes used by the Moslem people in Sinduwati village. The data were collected in five domains of language use. The five domains of language use in this research were family, transaction, friendship, neighborhood, and religion. The researcher interviewed twelve villagers to get more data about codes used in the village. The people were asked about what language they speak based on the five domains of language use. Observation, interview, and documentation were done by the researcher to get the data needed. The data gathered were transcribed and analyzed. In collecting the data, some instruments like field note, interview guide, voice recorder, and camera were used. The results showed that there are two codes used in the village. Those two codes were Balinese language and Bahasa Indonesia. Code Switching and Code Mixing are also used by the villagers when they communicate. In code switching, tag switching is used the most by the villager. In code mixing, insertion code mixing between Balinese language and Bahasa Indonesia is used the most by the villagers. Based on the result, it can be concluded that there are two major codes used by the Moslem people in Sinduwati village and they switch or mix the codes when they communicate. keyword : code mixing, code switching, code used, domains of language use