cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,873 Documents
Developing Practical Bilingual Conversation Material for the Local Guides in Gitgit Waterfall Tourism Object ., Ni Md Pande Candra Sapitri; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8629

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkansebuah materi yang dapat digunakan sebagai sumber belajar untuk pemandu wisata lokal untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam menggunakan Bahasa Inggris dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan wisatawan. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan model Penelitian dan Pengembangan yang diusulkan oleh Sugiyono (2011). Enam langkah yang dilakukan dalam penelitian ini, adalah 1) analisis potensi dan masalah, 2) pengumpulan data, 3) mendesain produk, 4) validasi desain, 5) melaksanakan uji coba produk, dan 6) merevisi produk. Jumlah nilai dari kualitas produk dari kedua ahli adalah 184 dan jumlah nilai tengah adalah 4.6. Berdasarkan kriteria yang diusulkan oleh Nurkancana (1992), kualitas dari Materi percakapan dwi bahasa yang praktis untuk pemandu wisata lokal di objek wisata air terjun Gitgit dikategorikan menjadi sangat baik. Sementara itu, hasil dari uji coba produk untuk pemandu wisata lokal menunjukkan bahwa nilai tengah yang diperoleh adalah 4.93 yang mana ini juga dikategorikan menjadi sangat baik. Maka dari itu materi ini telah siap untuk digunakan oleh pemandu wisata lokal. Kata Kunci : materi dwi bahasa, pemandu wisata lokal, percakapan yang praktis The purpose of this study was to develop a material which can be used as learning source for the local guides in order to enhance their capability in using English in communicating and interacting with the tourist. This study was conducted by using Research and Development (R&D) model that was proposed by Sugiyono (2011). The six steps conducted in this study were 1) analyzing potency and problem, 2) collecting data, 3) designing product, 4) validating design, 5) administering product usability test, and 6) revising product. The total score of the quality of the product from the two experts was 184 and the mean score was 4.6. Based on the criteria proposed by Nurkancana (1992), the quality of the Practical Bilingual Conversation Material for the local guides in gitgit Waterfall tourism object was categorized into excellent. Meanwhile the result of the product testing to the local guides showed that the mean score was 4.93 in which it also categorized into excellent. Therefore this material was ready to be used by the local guides.keyword : bilingual material, local guides, practical conversation
A STUDY ON THE PHONOLOGICAL SYSTEMS OF KECICANG ISLAM DIALECT ., Made Arna Jyoti Sistadi; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8630

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan 1) untuk mengetahui jumlah fonem, termasuk jumlah vokal, diftong, dan konsonan, 2) untuk menyelidiki proses fonologi dalam bahasa tersebut. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti, dan instrument lain yang digunakan adalah alat rekam, daftar kata, dan daftar kalimat. Pada penelitian ini ditemukan 28 fonem termasuk 6 vokal, 3 diftong dan 19 konsonan. Sebagai tambahan, peneliti juga menemukan 2 gugus konsonan dalam dialek yang digunakan di Kecicang Islam. Dari empat tipe proses fonologis berdasarkan teori Schane (1973), ditemukan 2 tipe proses fonologis dalam dilak Kecicang Islam, yaitu penambahan konsonan dan penambahan vokal. Sedangkan berdasarkan Jendra (1976), ditemukan 3 proses fonologis dalam dialek Kecicang Islam, yakni asimilasi regresif, struktur kata, dan variasi bebas.Kata Kunci : dialek, kecicang islam, sistem fonologis This study was a descriptive study which aimed 1) To find out the number of phonemes, including the vowels, diphthong, and consonant in Balinese language used in Kecicang Islam village, 2) To explore the phonological process within the language exists in Balinese language used in Kecicang Islam village. The main instrument was the researcher, and the researcher also used the other instruments namely, recorder, sentence list and word list. The researcher found that there are 28 phonemes, consist of 6 vowels, 3 diphthongs and 19 consonants. The researcher also found 2 consonant clusters in KID. Among the four types of phonological process according to Schane’s theory (1973) there are two types of phonological process found by the researcher in KID, that are consonant insertion and vowel insertion. Meanwhile, according to Jendra, there are three phonological processes found in KID, that are regressive assimilation, syllable structure, and free variation.keyword : dialect, kecicang islam, phonological system
Developing Practical Bilingual Vocabulary Building Material for the Local Guides in Sambangan Village Tourism Object ., I Gst Ayu Lisna Listiari; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8631

Abstract

Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi fungsi bahasa yang digunakan dalam mengembangkan materi kosa kata dwi bahasa yang praktis untuk pemandu wisata lokal di objek wisata desa Sambangan (2) menjelaskan bentuk yang digunakan dalam mengembangkan materi kosa kata dwi bahasa yang praktis untuk pemandu wisata lokal di objek wisata desa Sambangan, (3) mengukur kualitas dari materi yang dikembangkan. Penelitian ini terdiri dari enam fase: (a) mengidentifikasi potensi dan masalah, (b) mengumpulkan data, (c) mendesain produk, (d) validasi desain, (e) uji coba produk, dan (f) revisi produk. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah checklist, penilaian ahli, dan angket. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil dari penelitian ini adalah materi kosa kata dwi bahasa yang praktis. Isi materi dikembangkan berdasarkan analisis kebutuhan dari pemandu wisata lokal di objek wisata desa Sambangan. Materi kosa kata dwi bahasa yang praktis didesain dalam bentuk buku yang dianalisis dengan menggunakan penilaian ahli dan angket. Hasil keseluruhan nilai tengah dari penilaian ahli adalah 4.67. Hasil keseluruhan nilai tengah dari angket adalah 4.95. Berdasarkan hasil penilaian ahli dan angket, kualitas produk ini dapat dikategorikan sangat bagus.Kata Kunci : dwi bahasa, pembentuk kosa kata yang praktis, pemandu wisata lokal This research and development study aimed at (1) identifying the language functions which are needed in developing practical bilingual vocabulary building material for the local guides in Sambangan village tourism object, (2) describing the prototype of developing practical bilingual vocabulary building material for the local guides in Sambangan Village tourism object, and (3) measuring the quality of the developed material. This research consisted of six phases: a) identifying potency and problem, b) collecting data, c) designing the product, d) validating design, e) administering product validity test, and f) revising product. The instruments of this research were checklist, expert judgment form, and questionnaire. The obtained data were analyzed qualitatively and quantitatively. The result of this research was a practical bilingual vocabulary building material. The content of the material was developed based on the need analysis of the local guides in Sambangan village tourism object. The practical bilingual vocabulary building material was designed in form of a book which was analyzed by using the expert judgment form and questionnaire. The total mean score of expert judgment form was 4.67. The total mean score of questionnaire was 4.95. Based on the result of expert judgment form and questionnaire, the quality of the product was excellent. keyword : bilingual material, local guides, practical vocabulary building
AN ANALYSIS OF GRAMMATICAL ERRORS MADE BY THE EIGHTH GRADE STUDENTS OF SMP AYODHYA PURA SELAT IN WRITING DESCRIPTIVE TEXTS, IN ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., Komang Sri Wahyuni; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8651

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan jenis-jenis kesalahan secara tata bahasa yang dibuat oleh siswa-siswa kelas 8 SMP Ayodhya Pura Selat dalan menulis teks deskriptif (2) menemukan dan mendeskripsikan alas an kenapa siswa-siswa kelas 8 SMP Ayodhya Pura Selat membuat kesalahan dalam menulis teks deskrptif. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Alat untuk mengumpulkan data adalah tes menulis. Data yang telah didapat kemudian dianalisis secara kualitatif menggunakan teori error analysis dari Selinker. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) total kesalahan yang dibuat oleh siswa-siswa kelas 8 SMP Ayodhya Pura Selat adalah 196 kesalahan. Kesalahan yang ditemukan pada penelitian ini adalah misformation dengan 122 kesalahan (62.2%), omission dengan 46 kesalahan (23.4%), addition dengan 16 kesalahan (8.1%) dan misordering dengan 12 kesalahan (6.1%). Misformation adalah jenis kesalahan yang paling banyak ditemukan pada penelitian ini. (2) Sumber kesalahan mereka adalah carelessness, first language interference dan translation.Kata Kunci : kesalahan tata bahasa, teks deskriptif, menulis This research aimed at (1) describing the types of grammatical errors made by the eighth grade students of SMP Ayodhya Pura Selat in writing descriptive texts and (2) finding out and describing the reasons why the eighth grade students of SMP Ayodhya Pura Selat made errors in writing descriptive texts. This research used descriptive qualitative study. The tool of collecting data was written tasks. The data obtained were analyzed qualitatively by using Selinker’s theory of error analysis. The result of this study showed that: (1) the total of errors made by the eighth grade students of SMP Ayodhya Pura Selat was 196 errors. The errors found in this study were misformation with 122 errors (62.2 %), omission with 46 errors (23.4 %), addition with 16 errors (8.1 %) and misordering with 12 errors (6.1 %). Misformation was the most frequent error in this study. (2) The sources of their errors were carelessness of the students, first language interference and translation.keyword : grammatical errors, descriptive texts, writing
DEVELOPING LANGUAGE LEARNING SONGS AS A STRATEGY FOR TEACHING ENGLISH TO THE SECOND SEMESTER OF EIGHTH GRADE STUDENTS IN SINGARAJA ., Putu Indah Darmayani; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Drs.Gede Batan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8652

Abstract

Penelitian ini adalah dalam bentuk penelitian dan pengembangan yang bertujuan untuk (1) mengembangkan lagu-lagu pembelajaran bahasa yang tepat yang dapat digunakan untuk mengajar bahasa inggris dengan topic yang berbeda untuk semester kedua dari siswa kelas delapan dan (2) mengukur kualitas lagu-lagu pembelajaran bahasa sebagai strategy untuk mengajar bahasa inggris untuk semester kedua dari siswa kelas delapan. Desain model Peffers digunakan pada penelitian ini. Subjek dari penelitian ini adalah siswa-siswa kelas delapan di kelas VIII A3 di SMP Negeri 1 Singaraja. Data dikumpulkan dengan menggunakan beberapa instrument penelitian, seperti lembar observasi, panduan wawancara, analisis dokumen, and rubric penilaian ahli. Data yang didapat dianalisis secara kuantitaif dan kualitatif dengan mendeskripsikannya secara rinci dan data dari kualitas produk dianalisis dengan menemukan rata-rata dan kategori skor. Berdasarkan perolehannya, telah dikembangkan delapan lagu pembelajaran bahasa yang disajikan kedalam buku pedoman dan cd dan hasil dari validasi ahli menunjukkan bahwa lagu-lagu pembelajaran bahasa yang dirancang dikategorikan sebagai produk unggulan.Kata Kunci : Lagu-lagu pembelajaran bahasa, Buku Pedoman, Strategy mengajar This research was in form of Research and Development (R&D) which aimed (1) developing the suitable language learning song that can be used for teaching English with different topic for the second semester of the eight grade students and (2) measuring the quality of language learning songs as a strategy for teaching English to the second semester of 8th grade students. Peffers design model was used in this present study. The subjects of this study were the eighth grade students in VIII A3 class in SMP Negeri 1 Singaraja. The data were collected by using several research instruments, such as observation sheet, interview guide, document analysis, and rubric of expert judgment. The data obtained were analysed qualitatively by describing them in detail and the data of product’s quality were analysed quantitatively by finding means and score categories. From the result, eight language learning songs which presented into a manual book and cd were developed and the result of experts’ validation showed that the language learning songs designed were categorised as excellent prototype. keyword : Language Learning Songs, Manual Book, Teaching Strategy
AN EVALUATION STUDY IN THE USE OF SCIENTIFIC APPROACH ON JUNIOR HIGH SCHOOL ENGLISH TEACHERS AT SMP NEGERI 4 SINGARAJA AS THE IMPLEMENTATION OF CURRICULUM 2013 IN ACADEMIC YEAR 2016/2017 ., Putu Agus Septiyana; ., Drs.Gede Batan,MA; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8653

Abstract

Penelitian evaluasi ini bertujuan untuk menyelidiki pelaksanaan Kurikulum 2013 (K-13) di SMP Negeri 4 Singaraja, dan faktor-faktor pendukung dan penghambat yang ditemukan oleh guru dalam melaksanakan K-13. Penelitian ini merupakan studi kasus yang menggunakan model Discrepancy. Model Discrepancy di mana perhatian utama ditekankan pada perbedaan yang ada dalam kaitannya dengan konteks. Ada dua guru bahasa Inggris yang diambil sebagai subyek penelitian. Dalam pengumpulan data, terdapat dua jenis instrumen yang digunakan, yaitu lembar observasi, dan pedoman wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan deskriptif-kualitatif analisis Hasil analisis data menunjukkan bahwa guru bahasa Inggris di SMP Negeri 4 Singaraja memperoleh rerata skor 3 pada pelaksanaan dari maksimum skor 48, Oleh karena itu, mereka dikategorikan kurang dalam aspek menanya dan aspek mengkomunikasikan dalam hal pelaksanaan . Namun, dalam hal mengamati, mengumpulkan informasi, dan menghubungkan mereka dianggap baik. Berdasarkan temuan di wawancara, dapat diidentifikasi bahwa dukungan dari kepala sekolah, staf, dan orang tua serta siswa-siswa dengan respon positif merupakan faktor pendukung dalam melaksanakan K-13. Di sisi lain, kurangnya fasilitas sekolah, perubahan paradigma mengajar, banyaknya jumlah siswa di setiap kelas, dan masalah keuangan merupakan faktor penghambat. Kata Kunci : studi evaluasi, Kurikulum 2013, pendekatan ilmiah, dan discrepancy model This evaluation study aimed at investigating the implementation of Curriculum 2013 (K-13) in SMP Negeri 4 Singaraja, and the supporting and impeding factors found by the teachers in implementing K-13. This study was a case study that used Discrepancy model. Discrepancy model in which the main concern was emphasized on the differences in relation with the context. There were two English teachers taken as the subjects of the study. In collecting the data, two kinds of instruments were used, observation sheets, and interview guide. The data were analyzed by using descriptive-qualitative analysis The results of the data analysis show that the English teachers of SMP Negeri 4 Singaraja gained average score 3 on the implementation out of the maximum score 48. Therefore, they were considered poor in terms of the questioning and communicating aspect in terms of the implementation. However, in terms of the observing, collecting information, and associating they were considered good. Based on the findings on the interview, it can be identified that the supports from the headmaster other staff, and students' parents as well as the students' positive response were the supporting factors in implementing K-13. On the other hand, the lack of the school facilities, the change of teaching paradigm, the big number of the students in each class, and the financial problem constituted the impeding factors. keyword : evaluation study, Curriculum 2013, scientific approach, and discrepancy model
PHONOLOGICAL SYSTEM OF BALINESE LANGUAGE USED IN KUSAMBA DISTRICT, KLUNGKUNG REGENCY, BALI ., Ni Kadek Meina Andriani; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8665

Abstract

Subjek penelitian ini adalah orang-orang yang berasal dari Desa Kusamba, Klungkung, Bali. Sampel penelitian berjumlah 42 orang. Subjek diambil berdasarkan teknik purposive sampling. Orang-orang yang menjadi subjek dalam penelitian ini memiliki karakteristik mampu menggunakan Dialek Kusamba dengan baik. Data dikumpulkan berdasarkan tiga domain yang berbeda yaitu, domain keluarga, domain pertemanan, dan domain tetangga. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang mendeskripsikan sistem fonologi Bahasa Bali Dialek Kusamba. Data dianalisis menggunakan teori Milles dan Huberman. Data-data dikumpulkan melalui teknik observasi dan teknik perekaman. Hasil dari penelitian ini adalah (1) ada 24 fonem yang ditemukan pada Dialek Kusamba. Fonem-fonem tersebut adalah /ʌ/, /i/, /u/, /e/, /o/, /ǝ/, /b/, /c/, /d/, /g/, /h/, /j/, /k/, /l/, /m/, /n/, /p/, /r/, /s/, /t/, /w/, /y/, /ŋ/, and /ñ/, (2) ada 6 geminate yang ditemukan pada Dialek Kusamba yaitu: /ʌʌ/, /əə/, /oo/, /ii/, /ee/, dan /uu/, (3) ada 10 konsonan kluster yang ditemukan pada Dialek Kusamba, yaitu: /kl/, /pl/, /ml/, /kr/, /bl/, /tr/, /br/, /pr/, /cr/, dan /gr/Kata Kunci : sistem fonologi, dialek kusamba, Fonem The subjects of this study were the people of Kusamba village, Klungkung Bali. The samples of this study were 42 people. The subjects were taken through purposive sampling technique. They who became the subject of this study had characteristic that they could use Kusamba dialect greatly. The data were collected in three different domains i.e., family domain, friendship domain, and neighborhood domain. This kind of research was qualitative descriptive study that describes Kusamba Balinese phonological system. The data were analyzed by using Miles and Huberman, (1984) theory.The data was gathered by conducting observation technique and recording technique. The result of this research were (1) there were 24 phonemes found in Kusamba dialect. Those phonemes were / ʌ /, / i /, / u /, / e /, / o /, / ǝ /, / b /, / c /, / d /, / g /, / h /, / j /, / k /, / l /, / m /, / n /, / p /, / r /, / s /, / t /, / w /, / y /, / ŋ /, and / ñ /, (2) There were 6 geminates found in Kusamba dialect which were : / ʌʌ /, / əə /, / oo /, / ii /, / ee /, and / uu /, (3) there were 10 consonant clusters found in Kusamba dialect which were / kl /, / pl /, / ml /, / kr /, / bl /, / tr /, / br /, / pr /, / cr /, and / gr /keyword : The Phonological System, Kusamba Dialect, Phoneme
The Phonological System of Balinese Language of Taro Dialect: A Descriptive Qualitative Study ., I Putu Adhi Wirayasa; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8666

Abstract

Penelitian ini dirancang dalam bentuk kualitatif deskriptif yang memiliki karakteristik sinkronis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jumlah fonem yang ada di Dialek Taro dan distribusinya. Penelitian ini difokuskan hanya pada fonem segmental pada Taro Dialek. Tiga informan dari Taro Dialek dipilih berdasarkan standar persyaratan dan kriteria yang telah ditentukan. Data dikumpulkan menggunakan tiga daftar kata yaitu: daftar kata Swadesh, Nothofer, dan Holle. Data dianalisis dan ditampilkan secara deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Taro Dialek memiliki 44 fonem dan tidak semua fonem memiliki distribusi yang lengkap (posisi awal, tengah, dan akhir). Fonem yang ditemukan dapat diklasifikasikan menjadi: enam vokal; /ʌ/, /i/, /u/, /ɛ/, /ɔ/, dan /ə/, sembilan belas konsonan; /b/, /c/, /d/, /g/, /h/, /j/, /ʔ/, /k/, / l/, /m/, /n/, /p/, /r/, /s/, /t/, /w/, /y /, /ŋ/, dan /ñ/, tujuh konsonan kluster; /kl/, /bl/, /ml/, /kr/, /pr/, /ŋr/, dan /tr/,, tujuh diftong; /ʌu:/, /ʌɛ/, /ɪʌ/, /ʌɪ/, /ɪu:/, /ʊə/, and /ʊʌ/ dan, 5 geminates; /ʌʌ/, /ɪɪ/, /ʊʊ/, /ɒɒ/, and /əə/.Kata Kunci : kualitatif, sinkronis, fonologi, fonem segmental, fonem This study was designed in form of descriptive qualitative study which has synchronic characteristics. This study aimed at describing the number of phonemes exist in of Taro Dialect and its distribution. This study focused only on the segmental phonemes in Taro Dialect. Three informants of Taro Dialect were chosen based on the requirement standard and criteria. The data were collected based on three word lists, namely: Swadesh, Nothofer, and Holle word list and the obtained data were analyzed and displayed descriptively. As the result of this study, it shows that Taro Dialect has 44 phonemes and not all of those phonemes have complete distribution (initial, middle, final position). The phonemes could be classified into: six vowels; /ʌ/, /i/, /u/, /ɛ/, /ɔ/, and /ə/, nineteen consonants; /b/, /c/, /d/, /g/, /h/, /j/, /ʔ/, /k/, / l/, /m/, /n/, /p/, /r/, /s/, /t/, /w/, /y /, /ŋ/, and /ñ/, seven consonant clusters; /kl/, /bl/, /ml/, /kr/, /pr/, /ŋr/, and /tr/, seven diphthongs; /ʌu:/, /ʌɛ/, /ɪʌ/, /ʌɪ/, /ɪu:/, /ʊə/, and /ʊʌ/ and, 5 geminates; /ʌʌ/, /ɪɪ/, /ʊʊ/, /ɒɒ/, and /əə/.keyword : qualitative, synchronic, phonology, segmental phoneme, phoneme.
Developing a Textbook for Speaking Skill of English For Food and Beverage Service Subject Used by Tenth Grade Students at SMK Nusa Dua Sawan ., Anak Agung Raka Candra Dewi; ., Drs.Gede Batan,MA; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8667

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mendapatkan materi berbicara bahasa Inggris untuk pelajaran layanan makanan dan minuman yang digunakan oleh siswa kelas X di SMK Nusa Dua Sawan dan (2) untuk melengkapi materi berbicara bahasa Inggris untuk pelajaran layanan makanan dan minuman yang digunakan oleh siswa kelas X di SMK Nusa Dua Sawan. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan yang diadaptasi dari Ellis dan Levy (2008). Ada lima langkah yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya, mengidentifikasi permasalahan, mendeskripsika tujuan, merancang produk, mengembangkan produk, menguji dan mengevaluasi produk. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah kuesioner siswa, pedoman wawancara, silabus, dan kuesioner penilaian ahli. Hasil dari kuesioner siswa dan wawancara guru menunjukkan bahwa buku ajar yang digunakan pada mata pelajaran layanan makanan dan minuman tidak dilengkapi dengan materi berbicara dalam bahasa Inggris. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan, ada lima unit yang dikembangkan. Unit 1 adalah tentang menyambut tamu dan penanganan reservasi. Selanjutnya, materi mengantar dan memersilahkan tamu duduk tamu dibahas di Unit 2. Unit 3 fokus pada materi mengenai cara menjelaskan menu untuk tamu. Unit 4 mencakup cara untuk mengambil pesanan makanan dan minuman. Sementara itu, Unit 5 berisi ekspresi untuk memberikan rekomendasi dan menanggapi pertanyaan para tamu tentang menu. Kata Kunci : Buku pelajaran, Kemampuan berbicara, Layanan makan dan minuman, Pengembangan materi The objectives of the study were: (1) to find out speaking materials for English for food and beverage service used by tenth grade students at SMK Nusa Dua Sawan and (2) to supplement speaking materials for English for food and beverage service used by tenth grade students at SMK Nusa Dua Sawan. The type of this study was research and development which was adapted from Ellis and Levy (2008). There were five steps used in this study including, Identify problems, describe objectives, design artifact, develop artifact, and test and evaluate artifact. The instruments used to collect the data in this study were students’ questionnaire, interview guidelines, syllabus, and expert judgment questionnaire. The result of students’ questionnaire and interview indicate that the textbook used in food and beverage service subject is not completed with speaking materials in English. Based on the result of the needs analysis, there are five units developed. Unit 1 is about welcoming and handling reservation. Furthermore, escorting and seating guests is discussed in Unit 2. Unit 3 mainly concerns with how to explain the menu to guests. Unit 4 covers the way to take food and beverage orders. Meanwhile, Unit 5 contains the expressions of giving recommendations and respond guests’ questions towards menu.keyword : Food and beverage service, Materials development, Speaking skill, Textbooks
DEVELOPING SUPPLEMENTARY SPEAKING MATERIALS FOR THE FRONT OFFICE SUBJECT OFFERED TO TENTH GRADE STUDENTS AT THE ODD SEMESTER AT SMK NUSA DUA SAWAN ., Ni Made Dwi Jayanti; ., Dr.Sudirman, M.L.S; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8668

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan materi berbicara untuk mata pelajaran “front office” yang digunakan oleh kelas X di SMK Nusa Dua Sawan. Buku yang telah dikembangkan memiliki materi berbicara yang berdasar pada silabus yang dimiliki oleh SMK Nusa Dua Sawan. Disamping itu beberapa materi berbicara diambil dari situasi nyata di hotel guna menyiapkan materi berbicara yang mencerminkan apa yang siswa hadapi di dunia nyata guna menyiapkan siswa untuk bekerja nantinya. Penelitian ini terfokus pada kemampuan berbicara karena berdasarkan penelitian awal, boku yang dimiliki obeh guru tidak terdiri dari materi berbicara. Penelitian ini mengadopsi model Dick & Carey (2005). Berdasarkan Dick & Carey (2005) ada 10 (sepuluh) tahapan dalam mengembangkan produk, namun penelitian ini hanya menggunakan 7 (tujuh) tahapan tersebut yaitu mengidentifikasi tujuan, melakukan analisis gagasan, menganalisis pelajar dan keadaan, mengembangkan model buku, mengembangkan buku, mengembangkan dan melakukan penilaian formatif, dan merevisi buku. Tahapan – tahapan itu dikelompokkan menjadi 3 prosedur penelitian yaitu analisis kebutuhan, pengembangan produk, dan penilaian. Dalam mengumpulkan data, penelitian ini menggunakan beberapa instrument seperti observasi, angket, analisis silabus, dan catatan. Setelang mengumpulkan data, peneliti mulai membuat produk. Produk yang telah dikembangkan diuji ahli oleh para ahli guna mengetahui kualitas dari produk yang telah dibuat. Menurut ahli, buku yang telah dikembangkan digolongkan sebagai buku yang sangat baik. Kata Kunci : front office, materi berbicara, kebutuhan siswa, silabus, buku This study was conducted to develop the speaking materials for front office subject that was used for the Tenth Grade Students in SMK Nusa Dua Sawan. The textbook consisted of speaking materials developed based on the syllabus that the school had. Besides that, some materials were also taken from authentic materials used by front office department in the hotels. T he speaking materials that was presented reflected the real situation in the hotel thus, the students will be more ready to work in their workplace later on. This study was focused on speaking materials because according to preliminary observation, the textbook that the teachers used in the school was not consisted of speaking materials. This study adapted research and development design proposed by Dick, Carey & Carey model (2005). According to Dick, Carey and Carey (2005) there are 10 stages in developing an educational product, meanwhile this study only used 7 stages, namely: Identify the instructional goal, conduct instruct analysis, analyze learners and contact, develop design of the textbook, develop the textbook, develop and conduct formative evaluation, and revise the textbook. The seventh stages were categorized into 3 procedures namely: need analysis, product development and evaluation. In collecting the data, the researcher used several instruments, such as observation, questionnaire, syllabus analysis, and note. After collecting the need in the need analysis step, the researcher started to develop the product. The product that was made was evaluated by the expert judgments in order to know the quality of the textbook. According to the experts, the textbook that was developed was categorized as an excellent textbook. keyword : front office, textbook, speaking materials, syllabus, students’ need