cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,873 Documents
AN ANALYSIS OF MORPHOLOGICAL PROCESSES BALINESE DIALECT USED BY PEMUTERAN VILLAGERS ., Kadek Herma Ardianto Giri; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, M.A.; ., G.A.P. Suprianti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.87 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13584

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif mengenai analisis morfologi dialek Bali yang digunakan oleh warga desa Pemuteran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prefiks infleksi dan akhiran dan awalan dan akhiran derivatif dalam dialek Pemuteran. Ada tiga domain yang dipilih. Yang pertama adalah keluarga, kedua adalah pertemanan dan yang ketiga adalah lingkungan sekitar. Data dikumpulkan berdasarkan tiga teknik, yaitu teknik observasi, teknik perekaman, dan teknik wawancara (listening and noting). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 2 jenis awalan {ma-} dan {jenis} dan akhiran akhir {-ang} yang termasuk morfem derivatif. Selain itu, ada 2 macam awalan dalam dialek Pemuteran yaitu awalan {n-}, {dan} dan {a-} dan ada 4 macam sufiks {-ne}, {-in}, {- an}, dan { -e} yang termasuk morfem infleksi. Apalagi ada 4 item proses singkatan yang ditemukan dalam dialek Pemuteran.Kata Kunci : Proses morfologi, Dialek Bali, Pemuteran This is a qualitative research concerning the morphological analysis of Balinese dialect used by Pemuteran villagers. The study aimed at describing inflectional prefix and suffix and derivational prefix and suffix in Pemuteran dialect. There were three domains chosen. The first was family, second was friendship and third was neighborhood. The data were collected based on three techniques, namely: observation, recording technique, and interview (listening and noting) technique. The results of the study show that there were 2 kinds of prefix {ma-} and {pe-} and 1 kind of suffix {-ang} which belong to derivational morpheme. Besides, there were 2 kinds prefix in Pemuteran dialect namely prefix {n-}, {me-} and {a-} and there were 4 kinds of suffix {-ne}, {-in},{-an}, and {-e} which belong to inflectional morpheme. Moreover, there were 4 item of abbreviation processes found in Pemuteran dialect.keyword : Morphological process, Balinese Dialect, Pemuteran Villagers.
AN ANALYSIS OF LEARNING ASSESSMENT BASED ON THE CURRICULUM 2013 BY THE SEVENTH GRADE TEACHER IN SMP NEGERI 1 SINGARAJA ., I Gusti Agung Ayu Agustini; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra,Dip.,App.; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9250

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah(1) unutuk menganalisis perencanaan penilaian pembelajaran berdasarkan Kurikulum 2013 yang terdapat dalam buku guru yang berjdul "When English Rings a bell" dan rencana pelaksanaan penilaian yang di rencanakan oleh para guru, dan (2) penerapan kegiatan penilaian berdasarkan Kurikulum 2013 pada guru pada pembelajaran bahasa Inggris. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. data dikumpulkan dari data analisis isi, wawancara, dan hasil pengamatan. data di analisi berdasarkan kompetensi inti, alat penilaian, model penilaian dan tehnik penilaian. Subjek dari penelitian ini adalah para guru dan objeknya dalah buku guru, rencana pelkasanaan pembelajaran, dan penerapan didalam kelas. Hasil dari penelitian ini adalah (1) kedua guru tidak mengikuti buku guru dalam membuat kegiatan penilaian, dan (2) kedua guru di rencanakan pelaksanaan penelitian tidak semua dilaksanakan di dalam kelas.Kata Kunci : Kurikulum 2013, penilaian pemebelajaran, penilaian autentik ABSTRACT The aims of this study were (1) to analyze the planning of learning assessment based on Curriculum 2013 in the teacher’s book entitle “When English Ring a Bell” and the teacher’s lesson plans of seventh grade students and (2) the implementation of the learning assessment based on Curriculum 2013 in the teacher’s lesson plans. The design of this study was qualitative. The data were collected by document study, interview, and observation. The analysis was based on the core competency, instruments, technique of assessment and model of assessment. The subject was an English teachers and the objects of this study were teacher’s book, lesson plans and the implementation in the classroom. The results of this study were (1) both of the teacher’s mostly did not follow the assessment in the teacher’s book in planning learning assessment in the classroom. (2) The learning assessment in the lesson plans were not fully implemented in the classroom especially in the religious and social competencies.keyword : Curriculum 2013, learning assessment, Authentic Assessment
THE EFFECT OF RECIPROCAL TEACHING STRATEGY ON THE READING COMPREHENSION OF THE EIGHTH GRADE STUDENTS OF SMP NEGERI 6 SINGARAJA IN ACADEMIC YEAR OF 2016/2017 ., Gusti Komang Sukerti; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 3, No 3 (2016):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan dari penggunaan Reciprocal Teaching Strategy terhadap kemampuan pemahaman membaca siswa SMP kelas 8. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang menggunakan Posttest Only Control Group Design. Sampel dari penelitian ini adalah siswa SMP kelas 8 sebanyak 60 siswa yang dikelompokan secara acak menjadi kelas kontrol dan kelas eksperimen. Teknik yang digunakan untuk mengelompokan adalah teknik undian. Kelas VIII B5 terpilih menjadi kelas eksperimen yang diberi perlakuan menggunakan Reciprocal Teaching Strategy sedangkan kelas VIII B6 sebagai kelas kontrol diberi perlakuan menggunakan strategi mengajar konvensionalPair work). Hasil yang diperoleh dianalisis secara statistik dan inferensial menggunakan SPSS versi 16.0. Hasilnya menunjukan bahwa kemampuan pemahaman membaca siswa yang diberi perlakuan menggunakan Reciprocal Teaching Strategy lebih tinggi secara signifikan dibandingkan dengan siswa yang diberi perlakuan menggunakan strategi mengajar Pair work. Ini dibuktikan dengan perolehan nilai rata-rata dari group eksperimen yaitu 83,90 sementara nilai rata-rata group kontrol yaitu 76,87. Disamping itu, hasil dari analisis t-test menunjukan bahwa nilai dari t-observe (tobv) yaitu 4.484. Nilai ini lebih tinggi dari nilai t-critical value (tvc) yaitu 2.003 pada level signifikan 0,05. Disamping itu, hasil dari perhitungan effect size yaitu 0,8, yang berarti bahwa Reciprocal Teaching Strategy mempunyai pengaruh yang tinggi terhadap kemampuan pemahaman membaca siswa. Hasil ini menunjukan bahwa null hypothesis ditolak dalam penelitian ini. Kesimpulannya, Reciprocal Teaching Strategy memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan pemahaman membaca siswa SMP kelas 8.Kata Kunci : Kata Kunci : Kemampuan Pemahaman Membaca, Reciprocal Teaching Strategy. This study aimed at determining the effectiveness of the use of Reciprocal Teaching Strategy on eighth grade students’ reading comprehension skill at junior high school. This study was an experimental study, which adopted Post-test Only Control Group Design. The samples of this study were the 8th grade of junior high school students, as many as 60 students were grouped randomly into control and experimental group by using lottery. Class VIII B5 was selected as experimental group which was treated using Reciprocal Teaching Strategy, while class VIII B6 as control group was treated by using conventional teaching strategy. The results of the obtained data were analyzed both statically and inferentially by using SPSS 16.0. The result showed that reading comprehension at the students who were taught by Reciprocal Teaching Strategy was significantly higher than the students who were taught by conventional teaching strategies (pair work). It was proven by mean score of experimental group was 83.90 while the mean score of control group was 76.87. Moreover, the result of t-test analysis showed that the t-observed (tobv) was 4.484. It was higher than the t-critical value (tvc) that was 2.003 at the level significant 0.05. Furthermore, the result of the effect size calculation was 0.8, which means that reciprocal teaching strategy has high influence on students’ reading comprehension. These results indicate that the null hypothesis was rejected. In conclusion, the used of Reciprocal Teaching Strategy gave a significant effect on students ‘reading comprehension skill of junior high school. keyword : Students ‘reading Comprehension Skill, Reciprocal Teaching Strategy
AN ANALYSIS OF TEACHERS STRATEGIES IN TEACHING SPEAKING AT THE TENTH GRADE OF VOCATIONAL SCHOOLS IN DENPASAR ., I G A. Bella Mastika Dewi Mandala; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd., M.Pd.; ., G.A.P. Suprianti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12390

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru dalam mengajar berbicara di kelas 10 sekolah menengah kejuruan di Denpasar. Penelitian ini berkaitan dengan bagaimana guru merencanakan strategi mengajar berbicara dalam rencana pelaksanaan pembelajaran, bagaimana guru menerapkan strategi-strategi tersebut di dalam kelas, dan apa masalah yang dihadapi oleh guru dalam menerapkan strategi-strategi tersebut. Tempat penelitian ini dilaksanakan yaitu di tiga sekolah kejuruan di Denpasar pada jurusan pariwisata, yaitu: SMK Negeri 3 Denpasar, SMK Negeri 4 Denpasar, dan SMK Negeri 5 Denpasar. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yang melibatkan tiga guru bahasa Inggris yang mengajar siswa kelas 10 dari tiga sekolah kejuruan yang berbeda. Penelitian ini menggunakan teori strategi mengajar berbicara dari Harmer, Kelen, dan Bow. Data dikumpulkan melalui studi dokumen, daftar pengamatan, dan panduan wawancara. Hasilnya menunjukkan bahwa: (1) strategi yang digunakan oleh guru dari tiga sekolah kejuruan berbeda adalah role-play, discussion, games, reporting, picture describing, and presentation, (2) juga ditemukan bahwa kebanyakan dari ketiga guru tersebut menerapkan strategi yang sama untuk mengajarkan keterampilan berbicara, yaitu role-play dan discussion, (3) Ada beberapa masalah yang dihadapi oleh guru dalam menerapkan strategi. Masalahnya adalah pengelolaan waktu, perilaku siswa, kurangnya motivasi belajar dari siswa, dan strategi yang monoton yang digunakan oleh guru. Kata Kunci : strategi guru, penggajaran beribacara, sekolah menengah kejuruan Abstract This research aimed at investigating the teachers’ strategies in teaching speaking at the tenth grade of vocational schools in Denpasar. It is concerned with how the teachers plan the strategies on lesson plan, how the teachers implement the strategies in the classroom, and what the problems encountered by teachers in implementing the strategies. The settings of this research were three vocational schools in Denpasar under the tourism department, namely: SMK Negeri 3 Denpasar, SMK Negeri 4 Denpasar, and SMK Negeri 5 Denpasar. This research was a descriptive qualitative which involves three English teachers who taught tenth grade students from three different vocational schools. This research used the theory of speaking strategies from Harmer, Kelen, and Bow. The data were collected through document study, observational checklist, and interview guide. The result revealed that: (1) the strategies used by the teachers from three different vocational schools were role-play, discussion, games, reporting, picture describing, and presentation, (2) it was also found that mostly the three teachers implemented the same strategies to teach speaking, that were role-play and discussion, (3) there were some problems encountered by teachers in implementing the strategies. They were time management, students’ behavior, lack of motivation from the students, and the monotonous strategy used by the teacher. keyword : teachers’ strategies, teaching speaking, vocational schools
AFFIXATION OF MENYALI DIALECT: A DESCRIPTIVE STUDY ., Putu Eka Jaya Famugi; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., UNDIKSHA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.261 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.15258

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menemukan imbuhan yang terdapat pada dialek Menyali, 2) mendeskripsikan imbuhan dalam Menyali dialek yang memiliki proses derivation (imbuhan yang mengubah kelas kata), dan 3) mendeskripsikan imbuhan dalam Menyali dialek yang memiliki proses inflection (imbuhan yang tidak mengubah kelas kata). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Terdapat tiga sampel informan yang dipilih berdasarkan kriteria yang ditetapkan. pengumpulan data didasarkan pada teknik observasi, perekaman, dan wawancara. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah peneliti, perekam digital, kamera, dan daftar pertanyaan. Terdapat tiga tahap dalam menganalis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan terdapat empat jenis awalan {N-, ma-, pa-, ka-}, tiga jenis akhiran {-in, -ang, -e}, dan dua jenis awalan-akhiran {N-ang; ma-an} dalam dialek Menyali. Awalan dan akhiran dalam dialek Menyali yang merupakan proses derivation yaitu awalan {N-, ma-, pa-, ka-}dan akhiran {-in, -ang, -e}. Awalan dan akhiran dalam dialek Menyali yang merupakan proses inflection yaitu awalan {N, ma-} dan akhiran {-in, -ang, -e}.Kata Kunci : awalan dan akhiran, bahasa Bali di Menyali, proses derivation, proses inflection This study aimed at: 1) finding the forms of affixes in Menyali dialect, 2) describing the affixes in Menyali dialect that belongs to derivational process, and 3) describing the affixes in Menyali dialect that belongs to the inflectional process. This research employed a descriptive study by using qualitative approach. There were three informant samples chosen based on a set of criteria. The obtained data were collected based on observation, recording, and interview techniques. The instruments used to collect the data were the researcher, digital recorder, camera, and question list. There were three steps of analyzing the data, those were: data reduction, data display, and conclusion drawing/verifying. The results of this study show that there were four kinds of prefixes {N-, ma-, pa-, ka-}, three kinds of suffixes {-in, -ang, -e}, and two circumfixes {N-ang; ma-an} found in Menyali dialect. Prefixes and suffixes in Menyali dialect that have derivational process were prefix {N-, ma-, pa-, ka-} and suffix {-in, -ang, -e}. Prefixes and Suffixes in Menyali dialect that have inflectional process were prefix {N, ma-} and suffix {-in, -ang, -e}.keyword : prefixes and suffixes, Balinese language in Menyali, morphological derivational, morphological inflectional
AN ANALYSIS OF TYPES AND STRUCTURES OF COMPOUND WORDS IN PEGAYAMAN DIALECT OF BALINESE A DESCRIPTIVE STUDY ., Nurlita Habibah; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.8445

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan menginvestigasi tipe-tipe dan struktur-struktur kata majemuk pada bahasa bali dialek Pegayaman. Terdapat tiga informan yang dipilih dalam penelitian ini. Subjek penelitian ini ialah 50 orang penutur asli bahasa bali dialek pegayaman , dan objek penelitian ini ialah tipe dan struktur kata majemuk dalam bahasa bali dialek pegayaman. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tiga teknik, yaitu teknik observasi, teknik mendengarkan dan mencatat, serta teknik elisitasi, yang selanjutnya dianalisis secara descriptif. Hasil yang diperolah dari penelitian ini ialah, terdapat dua tipe utama kata majemuk bahasa bali dialek pegayaman yaitu kata majemuk endosentrik yang terdiri atas kata majemuk nomina, kata majemuk adjektiva, kata majemuk verba, dan kata majemuk adverbial, lalu terdapat pula kata majemuk eksosentrik yang terdiri atas kata majemuk adjectiva, kata majemuk verba, kata majemuk nomina, dan kata majemuk adverbial. Terdapat setidaknya enam belas struktur pembentuk kata majemuk endosentrik dan eksosentrik tersebut. Kata Kunci : Dialek, kata majemuk, tipe kata majemuk, struktur kata majemuk This research was a descriptive study which aimed at investigating the types and structures of compound words in Pegayaman Dialect of Balinese. There were three native speakers of Pegayaman Dialect of Balinese chosen as the informants of the study. The subjects of this study were 50 native speakers of Pegayaman Dialect of Balinese, and the objects of the study were the types and structures of compound words in Pegayaman Dialect of Balinese. The data obtained from observing, listening and noting, and eliciting techniques were then analyzed descriptively. As the result, there are two main types of compound words in Pegayaman Dialect of Balinese, namely endocentric compound words which consist of compoun noun, compound adjective, compound verb, and compound adverb, also exocentric compound words which consist of compound adjectives, compound verb, compound noun, and compound adverb. There are at least 16 structures which form both endocentric compound words and exocentric compound words.keyword : Compound Words, Dialect, Types of Compound Words, Structure of Compound Words
DEVELOPING SUPPLEMENTARY WRITING MATERIALS FOR THE FRONT OFFICE SUBJECT OFFERED TO TENTH GRADE STUDENTS AT THE ODD SEMESTER AT SMK NUSA DUA SAWAN ., Made Sarika Rosiki Haera; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11565

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan materi menulis untuk mata pelajaran “front office” yang digunakan oleh kelas X di SMK Nusa Dua Sawan. Buku yang telah dikembangkan memiliki materi menulis yang berdasar pada silabus yang dimiliki oleh SMK Nusa Dua Sawan. Disamping itu beberapa materi menulis diambil dari situasi nyata di hotel guna menyiapkan materi menulis yang mencerminkan apa yang siswa hadapi di dunia nyata. Penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan dimana metode yang digunakan mengadopsi model ADDIE (1975). Terdapat lima tahap yang digunakan pada model ADDIE. Diantaranya adalah tahap analisa, tahan desain, tahap pengembangan, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi. Tahapan – tahapan itu dikelompokkan menjadi 3 prosedur penelitian yaitu analisis kebutuhan, pengembangan produk, dan penilaian. Dalam mengumpulkan data, penelitian ini menggunakan beberapa instrument seperti observasi, angket, analisis silabus, dan catatan. Setelah mengumpulkan data, peneliti mulai membuat produk. Kemudian produk yang telah dibuat dievaluasi oleh juri ahli untuk mengetahui kualitas dari buku tersebut. Hasil dari juri ahli adalah “sangat baik”. Ini berarti buku yang dikembangkan sesuai untuk diberikan kepada siswa untuk mempelajari materi berbicara di mata pelajaran “front office” kelas X di SMK Nusa Dua Sawan Kata Kunci : front office, buku, materi berbicara, silabus, kebutuhan siswa This study was done to develop the writing materials for front office subject that was used in Tenth Grade Students at SMK Nusa Dua Sawan. The textbook which was developed had the writing materials that based on the syllabus. Besides that some materials was also taken from the real situation in the hotel, in order to prepare the writing materials that reflect the students into real life. This study was RnD research where the method that was used adapted ADDIE model (1975). According to ADDIE model there are 5 stages in developing the product there are Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. Those stages were categorized into 3 procedures namely: need analysis, product development, and evaluation. In collecting the data, the researcher used several instruments, such as observation, questionnaire, syllabus analysis, and note. After collecting the need in the need analysis step, the researcher started to make the product. Then the product that was made was evaluated by the expert judgments in order to know the quality of the textbook. The results of the textbook that was given by the experts were excellent. It means that the textbook had been appropriate to be given for tenth the students in learning the writing materials for front office subject in SMK Nusa Dua Sawan. keyword : front office, textbook, writing materials, syllabus, students’ needs
Developing E-learning English for Housekeeping for the Hotel Accomodation Students of Grade Eleven at SMKN 2 Singaraja ., Ni Putu Novita Sukasari Kurniadi; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, M.A.; ., Drs.Gede Batan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.176 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13595

Abstract

Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan materi E-learning Bahasa Inggris untuk tata graha untuk siswa kelas sebelas di SMKN 2 Singaraja. Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan langkah-langkah penelitian dan pengembangan oleh Lee dan Owens (2004). Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan expert judge yang kemudian dianalisis dengan cara kuantitatif dan kualitatif. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa; (1) jenis materi yang cocok untuk mengajarkan Bahasa Inggris untuk tata graha meliputi topik: escorting guest to the room, entering guest room, taking and delivering laundry, giving direction about surrounding, handling complaint, and preparing for a job interview; (2) dalam mengembangkan materi ini, analisa kebutuhan siswa terlebih dahulu dilakukan melalui wawancara serta observasi praktisi dan guru untuk mendapatkan jenis-jenis materi yang sesuai dengan tugas para siswa saat sudah bekerja di industri pariwisata. Setelah itu, jenis materi yang sesuai kemudian dituangkan dalam bentuk desain yang menggambarkan tiap unit dalam e-learning. Desain tersebut kemudian dikembangkan dalam bentuk e-learning dengan runtutan yang logis dan berdasarkan pendekatan ilmiah (scientific apporach) yang dibarengi dengan expert judgement. Setelah tersusun dengan lengkap, e-learning kemudian diimplementasikan terhadap siswa kelas sebelas jurusan akomodasi perhotelan dan guru di SMKN 2 Singaraja. Setelah diimplementasi, e-learning kemudian dievaluasi melalui kuesioner yang kemudian diisi oleh siswa dan guru. Dari evaluasi tersebut, peneliti kemudian memperbaiki e-learning tersebut.Kata Kunci : Bahasa Inggris untuk Tata Graha, E-learning, Penelitian dan Pengembangan This research and development aimed at developing E-learning English for housekeeping material for the students of eleven grade at SMKN 2 Singaraja. This study followed the steps of Research and Development design which are proposed by Lee and Owens (2004). There were five steps conducted in this study, namely; Analysis, Design, Develop, Implement, and Evaluate. The data of this study were collected through observation, interview, expert judge, and questionnaire. The data were anlyzed both quantitatively and qualitatively. The result of the study show that: (1) the appropriate materials for teaching English for housekeeping subject should contains these following topics; Escorting guest to the room, entering guest room, taking and delivering laundry, giving directions about surrouding, handling complaint, and preparing for an interview; (2) in order to develop the materials, a design which describes each units of the material should be developed into an e-learning in a good sequences. In completing this e-learning, the next step is to implement it to the students of grade eleven and teachers at SMKN 2 Singaraja. After the implementation, the product was evaluated through questionnaire and expert judge. keyword : Research and Development, English for Housekeeping, E-learning
An Analysis of the Reinforcement Used by the Teachers at Little Sunshine Learning Center Singaraja in the Academic year 2015/2016 ., Luh Putu Nia Arnida Putri; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Drs.Gede Batan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9415

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang penguatan yang digunakan oleh guru-guru di Little Sunshine Learning Center Singaraja. Focus dari penelitian ini berkaitan dengan jenis-jenis penguatan yang digunakan oleh guru-guru di Little Sunshine Learning Center Singaraja selama proses pembelajaran dan respon siswa setelah diberikannya penguatan oleh guru. Dalam hal ini penulis menganalisis penguatan yang diberikan guru di dalam kelas dengan cara observasi. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa guru-guru di Little Sunshine Learning Center Singaraja menggunakan penguatan positif dan penguatan negatif baik penguatan verbal maupun penguatan nonverbal. Respon siswa setelah diberikannya penguatan antara lain siswa semakin berpartisipasi aktif dalam mengikuti pembelajaran serta meningkatkan motivasi dan keantusiasan siswa. Pemberian penguatan negatif juga membuat siswa tau tentang apa yang mereka bisa dilakukan dan yang tidak bisa dilakukan. Kata Kunci : Penguatan, penguatan positif, penguatan negatif This research aimed at analyzing the types of reinforcements used by the teachers at Little Sunshine Learning Center Singaraja. The focus of this research is related with the types of reinforcements used by the teachers at Little Sunshine Learning Center Singaraja during teaching and learning process and the students’ responses after being reinforced by the teacher. This research used descriptive qualitative study. The writer analyzed the reinforcement used by the teacher in the classroom through the observation. The result of the analysis showed that the teacher at Little Sunshine Learning Center Singaraja used positive reinforcement and negative reinforcement both verbal and nonverbal. The students’ responses after being reinforced were they participated more actively in the classroom and also increased the students’ enthusiasm. Negative reinforcements also make the students know what they could do and they could not do. So, it could control their misbehavior too.keyword : Reinforcement, positive reinforcement, negative reinforcement
AN ANALYSIS OF CULTURE SHOCK EXPERIENCED BY AUSTRALIAN TOURISTS IN ABABI VILLAGE KARANGASEM REGENCY ., I Kadek Gunarsa; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 3, No 3 (2016):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena culture shock yang dialami oleh turis Australia di Desa Ababi. Peneliti membatasi pada analisis fenomena culture shock ketika berinteraksi dengan masyarakat dalam komunikasi verbal dan komunikasi non-verbal. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Subyek penelitian ini adalah wisatawan Australia yang tinggal di Desa Ababi. Peneliti mengambil data berdasarkan wawancara semi-terstruktur dari 15 wisatawan Australia di Ababi Village. Peneliti adalah instrumen utama, pedoman wawancara, perekam suara dan catatan yang digunakan dalam rangka mengumpulkan data. Teori yang digunakan untuk menganalisis data itu dari Pederson (1995). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada dua puluh dua fenomena culture shock dari turis Australia di Ababi Village. Ada lima belas fenomena culture shock dalam komunikasi verbal, dan tujuh dalam komunikasi non-verbal. Dari semua fenomena culture shock, fenomena kejutan budaya terbesar datang dari komunikasi verbal. Dalam komunikasi verbal Australia memiliki culture dengan beberapa adat Bali dan kondisi transportasi. Dalam komunikasi non-verbal Australia memiliki culture shock dengan komunikasi sentuhan, ekspresi wajah, gerakan dan kontak mata. Dalam transportasi Australia punya masalah dengan layanan, dan infrastruktur. Ada beberapa cara orang Australia dilakukan untuk mengatasi masalah culture shock mereka. Seperti memikirkan solusi mereka sendiri, meminta dari teman, dan meminta penjelasan kepada masyarakat setempatKata Kunci : Culture Shock, Komunikasi Verbal, Komunikasi Non-verbal, Transportasi. This study aimed in analyzing the culture shock phenomenon experienced by Australian tourists in Ababi Village. The researcher restricts on analyzing the culture shock phenomenon when coping with the society in verbal communication and non-verbal communication. This design of this research is descriptive study. The subjects of this research were Australian tourists who live in Ababi. The researcher took the data based on semi-unstructured interview from 15 Australian tourists in Ababi Village. The researcher was the main instrument, interview guide, Mp3 recorder and note were used to collect the data. The theory used to analyze the data was from Pederson (1995). The result of this study shows that there are twenty two culture shock phenomena of Australian tourist in Ababi Village. There were fifteen culture shock phenomena in verbal communication, and seven in non-verbal communication. From all the culture shock phenomena, the greatest culture shock phenomena were coming from verbal communication. In verbal communication Australian had culture shock with some of Balinese customs and transportation condition. In non-verbal communication Australian had culture shock with Balinese touch communication, facial expression, gesture and eye contact. In transportation Australian had problem with the services, and infrastructures. There were several ways Australian people done to overcome their culture shock problems. Such as thinking the solution by their own, asking from friends, and asking for explanation to the local people.keyword : Culture Shock, Verbal Communication, Non-verbal Communication

Page 43 of 188 | Total Record : 1873