cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,873 Documents
AN ANALYSIS OF THE USE OF ICT TOOLS AND ITS PROBLEMS IN TEACHING AND LEARNING PROCESS AT SMA NEGERI 2 SEMARAPURA ., Ni Kadek Swandewi; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi, M.A.; ., A.A. Gede Yudha Paramartha, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12439

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi (1) jenis-jenis TIK (Tekonologi Informasi dan Komunikasi) yang digunakan dalam proses pembelajaran (2) perencanaan penggunaan TIK dalam RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) (3) prosedur penggunan TIK dalam mengajar Bahasa Inggris (4) masalah yang dihadapi oleh guru Bahasa Inggris dalam menggunakan TIK dalam proses pembelajaran di SMA Negeri 2 Semarapura. Penelitian ini adalah penelitian deskripsi kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah tiga guru Bahasa Inggris yang menggunakan TIK dalam proses pembelajaran di SMA Negeri 2 Semarapura. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah peneliti, kuesioner, panduan interview, RPP guru, lembar hasil observasi, dan perekam suara. Metode pengumpulan data adalah survei, wawancara, analisi RPP, observasi, dan perekaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Bahasa Inggris SMA Negeri 2 Semarapura sudah menggunakan TIK dalam proses pembelajaran. Ada beberapa jenis TIK yang digunakan seperti laptop, LCD (Liquid Crystal Display) proyektor, speaker, video, Power Point, internet, dan pembelajaran online yaitu Quipper School. Sebelum menggunakan TIK, guru merencanakan penggunaannya pada RPP terlebih dahulu. Penggunaan TIK direncanakan secara eksplisit pada media, alat, dan sumber pembelajaran, sedangkan secara implisit pada langkah-langkah pembelajaran. Dalam menggunakan TIK, guru memiliki prosedur masing-masing, tergantung dari jenis TIK yang digunakan dan materi yang diajarkan. Guru menghadapi empat masalah utama yaitu masalah infrastruktur, masalah teknis, masalh waktu, dan kurangnya pengetahuan dalam menggunakan TIK. Kata Kunci : masalah dalam penggunaan TIK, TIK, TIK dalam pembelajaran This study aimed at investigating (1) types of ICT tools implemented in teaching and learning process (2) English teacher’ planning of the use of ICT tools in lesson planning (3) procedures implemented in teaching English using the ICT tools (4) the problems faced by English teachers who used ICT tools in teaching and learning process at SMA Negeri 2 Semarapura when using ICT tools in teaching and learning process. This study was descriptive qualitative research involving three English teachers of SMA Negeri 2 Semarapura. The instruments used for data collection were researcher, questionnaire, interview guide, teachers’ lesson plan, observation sheet, and recorder. The methods of data collection were survey, interview, lesson plan analysis, observation, and recording. The result of the study showed that English teachers of SMA Negeri 2 Semarapura had already implemented ICT tools in teaching and learning process. Types of ICT tools used were laptop, LCD projector, speaker, video, Power Point, internet, and e-learning namely Quipper School. Before implementing those types of ICT tools, teachers planned ICT tools in the lesson planning. The use of ICT tools were planned explicitely in teaching media and tools as well as learning resources, while implicitely in steps of teaching and learning activity. In implementing ICT tools, the teachers had their own procedures which depended on types of ICT tools used and topic taught. Teachers encountered four main problems namely infrastructural problems, technical problems, problem of time, and lack of teachers’ competence in using ICT tools. keyword : ICT, problems in using ICT, tools in teaching and learning
DEVELOPING SUPPLEMENTARY SPEAKING MATERIALS FOR THE FRONT OFFICE SUBJECT OFFERED TO TENTH GRADE STUDENTS AT THE ODD SEMESTER AT SMK NUSA DUA SAWAN ., Ni Made Dwi Jayanti; ., Dr.Sudirman, M.L.S; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8668

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan materi berbicara untuk mata pelajaran “front office” yang digunakan oleh kelas X di SMK Nusa Dua Sawan. Buku yang telah dikembangkan memiliki materi berbicara yang berdasar pada silabus yang dimiliki oleh SMK Nusa Dua Sawan. Disamping itu beberapa materi berbicara diambil dari situasi nyata di hotel guna menyiapkan materi berbicara yang mencerminkan apa yang siswa hadapi di dunia nyata guna menyiapkan siswa untuk bekerja nantinya. Penelitian ini terfokus pada kemampuan berbicara karena berdasarkan penelitian awal, boku yang dimiliki obeh guru tidak terdiri dari materi berbicara. Penelitian ini mengadopsi model Dick & Carey (2005). Berdasarkan Dick & Carey (2005) ada 10 (sepuluh) tahapan dalam mengembangkan produk, namun penelitian ini hanya menggunakan 7 (tujuh) tahapan tersebut yaitu mengidentifikasi tujuan, melakukan analisis gagasan, menganalisis pelajar dan keadaan, mengembangkan model buku, mengembangkan buku, mengembangkan dan melakukan penilaian formatif, dan merevisi buku. Tahapan – tahapan itu dikelompokkan menjadi 3 prosedur penelitian yaitu analisis kebutuhan, pengembangan produk, dan penilaian. Dalam mengumpulkan data, penelitian ini menggunakan beberapa instrument seperti observasi, angket, analisis silabus, dan catatan. Setelang mengumpulkan data, peneliti mulai membuat produk. Produk yang telah dikembangkan diuji ahli oleh para ahli guna mengetahui kualitas dari produk yang telah dibuat. Menurut ahli, buku yang telah dikembangkan digolongkan sebagai buku yang sangat baik. Kata Kunci : front office, materi berbicara, kebutuhan siswa, silabus, buku This study was conducted to develop the speaking materials for front office subject that was used for the Tenth Grade Students in SMK Nusa Dua Sawan. The textbook consisted of speaking materials developed based on the syllabus that the school had. Besides that, some materials were also taken from authentic materials used by front office department in the hotels. T he speaking materials that was presented reflected the real situation in the hotel thus, the students will be more ready to work in their workplace later on. This study was focused on speaking materials because according to preliminary observation, the textbook that the teachers used in the school was not consisted of speaking materials. This study adapted research and development design proposed by Dick, Carey & Carey model (2005). According to Dick, Carey and Carey (2005) there are 10 stages in developing an educational product, meanwhile this study only used 7 stages, namely: Identify the instructional goal, conduct instruct analysis, analyze learners and contact, develop design of the textbook, develop the textbook, develop and conduct formative evaluation, and revise the textbook. The seventh stages were categorized into 3 procedures namely: need analysis, product development and evaluation. In collecting the data, the researcher used several instruments, such as observation, questionnaire, syllabus analysis, and note. After collecting the need in the need analysis step, the researcher started to develop the product. The product that was made was evaluated by the expert judgments in order to know the quality of the textbook. According to the experts, the textbook that was developed was categorized as an excellent textbook. keyword : front office, textbook, speaking materials, syllabus, students’ need
THE ANALYSIS OF FIGURATIVE EXPRESSIONS IN ADVERTISEMENTS APPEARING IN THE 2016 ISSUES OF GLAMOUR MAGAZINE ., I Gede Widiana Pradana; ., Prof. Dr.I Ketut Seken, M.A.; ., Dr. Dewa Putu Ramendra, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12087

Abstract

Kegiatan pemasaran melalui iklan semakin populer di masyarakat. Kegiatan beriklan menggunakan bahasa kiasan yang sangat menarik untuk mempengaruhi para pembaca. Bahasa pada iklan tidak dapat dimaknai secara harfiah karena mengandung makna makna kiasan di dalamnya. berdasarkan hal tersebut kajian studi tentang iklan ini dilaksanakan. penelitian ini berjutuan untuk mengidentifikasi jenis ekspresi kiasan yang digunakan, menganalisa keberhasilan fungsi dari ekspresi kiasan yang digunakan, dan menginterpretasi makna sebenarnya yang terkadung pada ekpresi kiasan dalam iklan. sumber data pada penelitian ini adalah teks iklan pada majalan Glamour yang di terbitkan pada bulan Agustus hingga Desember tahun 2016. penelitian dilaksanakan dengan metode deskripsi kualitatif. Data diperoleh dari teks iklan yang ditulis dengan ukuran besar. Data dianalisis dengan metode dokumen analisis. berdasarkan penelitian ditemukan sepuluh jenis ekspresi kiasan yang digunakan pada iklan diantaranya: hyperbole (19), personification (13), alliteration (10), metonymy (5), parallelism (4), metaphor (3), simile (2), paradox (2), onomatopoeia (2) dan apostrophe (2). Terdapat empat fungsi dari ekspresi kiasan pada iklan diantaranya: to give imaginative pleasure (31), to add emotional intesity (18), to bring additional imagery (10) dan for saying much in bref compass (6). Makna dari ekspresi kiasan mengandung makna yang tidak dapat diartikan secara harfiah, konotasi, dan makna sesuai konteks. makna pada ekpresi kiasan haruslah dimaknai berdasrkan pada elemen-element disekitarnya pada iklan.Kata Kunci : ekspresi kiasan, fungsi, makna, iklan Marketing through advertisement is popular nowadays. It uses persuasive language which is attractive for influencing readers. The language in advertisement cannot be taken literally, it applies figurative meaning inside the advertisement. Considering to the thought above, the analysis study on advertisement was conducted. This research was aimed at identifying the types of figurative expression used in advertisement, analyzing successfulness of function of figurative expression and interpreting the meaning intended by figurative expression. The data source of this research were the text of advertisements from Glamour Magazine published in August 2016 to December 2016. This study employed descriptive qualitative method. The data were taken from the larger typed text on the advertisements. The data were analyzed using a document analysis method. The research findings showed there were ten types of figurative expressions that appeared in advertisement: hyperbole (19 times), personification (13), alliteration (10), metonymy (5), parallelism (4), metaphor (3), simile (2), paradox (2), onomatopoeia (2) and apostrophe (2). There were four functions served by figurative expression they were to give imaginative pleasure (31 times), to add emotional intensity (18), to bring additional imagery (10) and for saying much in brief compass (6). The meaning of the figurative expression contained non literal meaning, connotative and contextual meaning. It could not be taken literally and should be interpreted by relating to the surrounding elements of advertisement.keyword : figurative expression, meaning, advertisement
DEVELOPING GENRE-BASED APPROACH INSTRUCTIONAL VIDEO ON TEACHING ENGLISH BASED ON CURRICULUM 2013 FOR SENIOR HIGH SCHOOL ENGLISH TEACHERS ., I Gede Alit Ardimayasa; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.9 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.14896

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah video pembelajaran berbasis genre dan buku manualnya berdasarkan analisis kebutuhan yang dilakukan dalam penelitian ini. Dalam penelitian ini menggambarkan fitur serta kualitas video yang dikembangkan. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah R & D yang mengadaptasi model Dick and Carey (2001). Selanjutnya, data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Dalam mengunmpulkan data analisis kebutuhan, tiga guru SMA sebagai subjek sedangkan dua dosen pendidikan Pendidikan Bahasa Inggris UNDIKSHA merupakan subjek dalam mengumpulkan data terkait dengan kualitas video yang dikembangkan. Objek dalam penelitian ini adalah video pembelajaran berbasis genre. Data dalam penelitian ini dikumpulkan menggunakan lembar observasi, daftar periksa, catatan, pedoman wawancara, dan rubrik penilaian. Hasil penelitian ini menunjukan rata-rata dari kedua ahli adalah 4,5 itu mengindikasikan bahwa video yang dikembangkan masuk dalam kategori baik. Beberapa saran diberikan oleh ahli untuk meningkatkan kualitas video, diantaranya adalah penambahan pada introduction, mengedit warna dan font pada caption, memperkecil volume dari background musik. Itu semua sudah diperbaiki oleh peneliti dalam tahapan revisi produk ahir. Kata Kunci : Kurikulum 2013, Pembelajaran berbasis genre, Video pembelajaran The data was collected by using observation sheet, checklist, note, interview guide, and scoring rubric. The results of the study showed that the mean from both of expert judgment is 4.5 meaning that the instructional video belonged to the good category. Some suggestions were given by the experts in order to improve the quality of the video. Those were adding more information in the introduction sector, editing the color and fonts of the caption to differentiate the stages and sub stages, and reducing the volume of background music. In revising the final product phase, that issue has been fixed.keyword : Curriculum 2013, Genre-based approach, Instructional video
Language Use : An Analysis of Expressive Acts Used by The Eleventh Grade Students of SMA Negeri 1 Sawan ., Ester Adi Wiryani; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra,Dip.,App.; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 1 (2016): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.7915

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian ini bertujuan : 1 ) untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jenis tindakan ekspresif digunakan oleh siswa kelas XI SMA N 1. 2 ) untuk mengidentifikasi gaya tindakan siswa dalam mengekspresikan permintaan maaf , mengucapkan selamat , menyatakan protes , terima kasih , dan selamat datang. 3 ) untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa kelas XI SMA N 1 Sawan dalam mengekspresikan ide-ide dalam hal tata bahasa dan diksi. 4 ) untuk menganalisis sumber kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam tindakan locutionary mereka . Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMAN1 Sawan . Data dikumpulkan dengan menggunakan satu instrumen , yaitu : penilaian kinerja . Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1 ) jenis tindakan ekspresif digunakan antara siswa kelas XI SMA N 1 Sawan meminta maaf ( 193 ucapan ) , ucapan selamat ( 138 ucapan ) , memprotes ( 267 ucapan ) , berterima kasih kepada ( 197 ucapan) dan menyambut ( 107 ucapan) . 2 ) Gaya ucapan yang digunakan berdasarkan formalitas antara siswa kelas XI SMA N 1 Sawan yakni 751 ucapan informal dan 149 ucapan resmi dari seluruh 900 ucapan yang dibuat oleh siswa 3 ) Kesalahan yang dilakukan di ucapan-ucapan dalam hal tata bahasa dan diksi dari SMA N 1 Sawan yang 190 kesalahan tata bahasa dan 96 kesalahan diksi dari seluruh 211 kesalahan yang dilakukan oleh siswa . 4 ) Sumber kesalahan yang dilakukan oleh siswa kelas XI SMA N 1 Sawan berasal dari 199 ucapan dari kesalahan mereka, kesalahan yang paling banyak disebabkan generalisasi yang berlebihan dan hipotesis palsu dengan 4 kesalahan saja. Kesalahan ini terjadi ketika gangguan dari bahasa pertama siswa terjadi dalam bahasa target . Dengan kata lain, siswa diasumsikan bahwa organisasi kata itu benar . Kesalahan ini terjadi ketika gangguan dari bahasa pertama siswa terjadi dalam target bahasa . Dengan kata lain, siswa mengasumsikan bahwa organisasi kata itu benar . Kata kunci : tindak tutur , tindakan ekspresif , gaya bahasa , kesalahan , sumber kesalahan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian ini bertujuan : 1 ) untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jenis tindakan ekspresif digunakan oleh siswa kelas XI SMA N 1. 2 ) untuk mengidentifikasi gaya tindakan siswa dalam mengekspresikan permintaan maaf , mengucapkan selamat , menyatakan protes , terima kasih , dan selamat datang. 3 ) untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa kelas XI SMA N 1 Sawan dalam mengekspresikan ide-ide dalam hal tata bahasa dan diksi. 4 ) untuk menganalisis sumber kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam tindakan locutionary mereka . Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMAN1 Sawan . Data dikumpulkan dengan menggunakan satu instrumen , yaitu : penilaian kinerja . Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1 ) jenis tindakan ekspresif digunakan antara siswa kelas XI SMA N 1 Sawan meminta maaf ( 193 ucapan ) , ucapan selamat ( 138 ucapan ) , memprotes ( 267 ucapan ) , berterima kasih kepada ( 197 ucapan) dan menyambut ( 107 ucapan) . 2 ) Gaya ucapan yang digunakan berdasarkan formalitas antara siswa kelas XI SMA N 1 Sawan yakni 751 ucapan informal dan 149 ucapan resmi dari seluruh 900 ucapan yang dibuat oleh siswa 3 ) Kesalahan yang dilakukan di ucapan-ucapan dalam hal tata bahasa dan diksi dari SMA N 1 Sawan yang 190 kesalahan tata bahasa dan 96 kesalahan diksi dari seluruh 211 kesalahan yang dilakukan oleh siswa . 4 ) Sumber kesalahan yang dilakukan oleh siswa kelas XI SMA N 1 Sawan berasal dari 199 ucapan dari kesalahan mereka, kesalahan yang paling banyak disebabkan generalisasi yang berlebihan dan hipotesis palsu dengan 4 kesalahan saja. Kesalahan ini terjadi ketika gangguan dari bahasa pertama siswa terjadi dalam bahasa target . Dengan kata lain, siswa diasumsikan bahwa organisasi kata itu benar . Kesalahan ini terjadi ketika gangguan dari bahasa pertama siswa terjadi dalam target bahasa . Dengan kata lain, siswa mengasumsikan bahwa organisasi kata itu benar . Kata Kunci : tindak tutur , tindakan ekspresif , gaya bahasa , kesalahan , sumber kesalahan. ABSTRACT This study was a qualitative research. This study is intended : 1) to identify and classify the types of expressive acts used by the eleventh grade students of SMA N 1 Sawan in expressive. 2) to identify the style of the students locutionary acts to express thank, apology, condole, congratulation, welcome and deplore. 3) to identify and classify the types of errors committed by the eleventh grade students of SMA N 1 Sawan in expressing their ideas in terms of grammar and diction 4) to analyze the sources of errors committed by the students in their locutionary acts. The subjects of this study were the eleventh grade students of SMAN 1 Sawan. The data were collected by using one instrument, namely: performance assesment. The results of the study showed that 1) The types of expressive acts used among the eleventh grade students of SMA N 1 Sawan were apologizing (250 speeches), thanking (180 speeches), congratulating (200 speeches), welcoming (120 speeches) and protesting (150). 2) The speech style used in terms of formality among the eleventh grade students of SMA N 1 Sawan were 598 informal speeches and 175 formal speeches from the whole 773 speeches made by the students. 3) The errors committed in their utterances in terms of grammar and diction of SMA N 1 Sawan were 255 errors of grammar and 217 errors of diction from the whole 472 errors made by the students. 4) The sources of errors committed by the eleventh grade students of SMA N 1 Sawan were from 200 speeches which have their errors, the most errors are caused by incomplete application of rules with 92 errors while the less one is caused by over generalization with 5 errors only. These errors happened when the interference of students’ first language occurred in the target language. In other words, the students assumed that the organization of word was correct. keyword : Key Words: Speech act, expressive acts, language style, errors, source of errors
A SURVEY ON 5TH GRADE STUDENTS’ AND TEACHERS’ PERCEPTION ON THE USE OF ICT BASED INTERACTIVE GAME IN SUKASADA DISTRICT ., Ni Ketut Dian Permata Sari; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA; ., Made Hery Santosa, S.Pd, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11677

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) menginvestigasi persepsi murid kelas 5 pada penggunaan permainan interaktif berbasis ICT terhadap motivasi belajar dan pretasi belajar Bahasa Inggris, (2) menginvestigasi persepsi guru Bahasa Inggris pada penggunaan permainan interaktif berbasis ICT sebagai media pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan Cross-sectional survei sebagai metodenya. Penelitian ini melibatkan 156 siswa kelas 5 dan 6 guru Bahasa Inggris dari enam sekolah dasar negeri di Kecamatan Sukasada. Data dari dua kuisioner yang berbeda kemudian di hitung skor rata-ratanya dengan menggunakan perhitungan Aritmetika di Microsoft Office Excel untuk mengetahui level kualifikasi dari setiap persepsi. Hasil dari data analisis menunjukkan bahwa (1) sebagian besar murid kelas 5 menunjukkan persepsi yang sangat positif pada penggunaan permainan interaktif berbasis ICT terhadap motivasi belajar dan persepsi yang positif pada prestasi belajar Bahasa Inggris, (2) guru menunjukkan persepsi yang positif pada penggunaan permainan interaktif berbasis ICT sebagai media pembelajaran dengan Jadi, dapat disimpulkan dari hasil tersebut bahwa siswa kelas 5 dan guru Bahasa Inggris mereka menunjukkan persepsi yang positif pada penggunaan permainan interaktif berbasis ICT. Kata Kunci : persepsi, motivasi belajar siswa, prestasi belajar Bahasa Inggris siswa, permainan interaktif berbasis ICT. This study aimed at (1) investigating fifth grade students’ perception on the use of ICT Based Interactive Game on their learning motivation and English learning achievement, (2) investigating fifth grade English teachers’ perception on the use of ICT Based Interactive Game as teaching media. This study was quantitative research design which used Cross-sectional survey as the method. This study involved 156 fifth grade students and 6 English teachers from six public elementary schools in Sukasada District. The mean score of the data from the two different questionnaires were processed by using Arithmetic Statistics in Microsoft Office Excel in order to know the qualification level of each perception. The results of data analysis indicated that (1) most of students corresponded to very positive perception on the use of ICT Based Interactive Game on students’ motivation and positive perception on their English learning achievement, (2) teachers showed positive perception on the use of ICT Based Interactive Game as teaching media. Consequently, results showed that both fifth grade students and their teachers had positive perception on the use of ICT Based Interactive Game. keyword : perception, students’ motivation, students’ English learning achievement, ICT based interactive game
PHONOLOGICAL SYSTEM OF BALINESE LANGUAGE USED IN PEDAWA VILLAGE, BULELENG REGENCY, BALI ., Iga Putu Ardaba Kory; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12560

Abstract

This qualitative research describes Phonological system of Balinese language. The aim of this study was 1) To find out the vowel phonemes of Balinese language in Pedawa Dialect and their distribution, 2) To find out the diphthong Balinese language used in Pedawa dialect, 3) To find out the consonant phonemes of Balinese language in Pedawa dialect and their distribution, 4) To find out the consonant clusters that are used in Pedawa dialect. The main instrument was the researcher, and the researcher also used the other instruments namely, recorder and a word list. The data were gathered by conducting observation, recording and interview techniques. The result of this research can be describe that (1) there were 28 phonemes of Balinese language in Pedawa dialect. Those phoneme were /ʌ/, /i/, /u/, /e/, /o/, /ǝ//p/, /b/, /t/, /d/, /k/, /g/, /ʔ/, /s/, /c/, /j/, /l/, /h/, /m/, /n/, /ñ/, /ŋ/, /r/, /w/, /y/ /ʌi/, /ʌe/, /ʌɛ/ that consist of 6 vowels, 3 diphthongs and 19 consonants. (2) The researcher also found 2 consonant clusters in of Balinese language in Pedawa dialect which were they are /r/ and /kl/keyword : Dialect, Pedawa, Phonological System
DEVELOPING A LOCAL CULTURE-BASED PICTURE STORYBOOK IN THE FORM OF FABLE FOR TEACHING ENGLISH FOR YOUNG LEARNERS ., Putu Widya Savitri; ., Drs.Gede Batan,MA; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8673

Abstract

This research was a research and development study which aimed at developing a local culture-based picture storybook entitled “Siap Selem”. Balinese local culture used is in a form of fable. It applied a framework proposed by Sugiono (2014). The data were collected from observation, interview and literature review in designing the product. The results are the picture storybook entitled “Siap Selem” obtains content validity (cv = 0.88), categorized as very high, while the quality is judged excellent with score 4.57, which each of the result was analyzed by using Gregory Formula and Likert Scale. Thus, it can be stated that the picture storybook developed is expected to be an appropriate supplementary reading for pleasure material for teaching English for TEYL (Teaching English to Young Learners).Kata Kunci : young learners, local culture, reading for pleasure, story, fable, picture book Penelitian ini merupakan studi penelitian dan pengembangan yang bertujuan untuk mengembangkan buku cerita bergambar yang berjudul “Siap Selem”. Budaya lokal yang digunanakan adalah Bali dalam bentuk fabel. Dalam mengembangkan buku cerita bergambar digunakan kerangka penelitian dan pengembangkan yang dikemukakan oleh Sugiyono (2014). Data yang berupa observasi, interview, dan kajian pustaka digunakan dalam membuat produk penelitian. Hasil penelitian adalah validasi isi (cv = 0.88) tergolong sangat tinggi, sedangkan qualitas dinilai sangat baik dengan nilai 4.57, dimana setiap hasil tersebut dianalisa dengan menggunakan Gregory Formula dan skala Likert. Jadi, dapat dinyatakan bahwa buku bergambar yang dikembangkan, diharapkan sesuai untuk pembelajaran Bahasa Inggris sebagai materi tambahan membaca untuk kesenangan dalam TEYL.keyword : Pelajar muda, budaya lokal, membaca untuk kesenangan, buku cerita, fael, buku bergambar
THE EFFECT OF IMPLEMENTING SIOP MODEL TOWARD VOCABULARY MASTERY OF THE SEVENTH GRADE STUDENTS OF SMP NEGERI 3 SUKASADA ., Ni Made Wit Cittaningsih; ., Dr. Sudirman, M.L.S; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12110

Abstract

Penilitian ini bertujuan untuk membuktikan apakah ada dampak yang signifikan dari penggunaan model Sheltered Instruction Observation Protocol (SIOP) terhadap penguasaan kosa kata pada siswa kelas VII. Desain penilitian yang digunakan adalah Post-test Only Control Group. Populasi penelitian ini adalah kelas VII di SMP Negeri 3 Sukasada. Sampel penelitian ini adalah 57 siswa yang dipilih dengan menggunakan teknik sampel acak. Data dianalisis secara kuantitaif dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial. Dari hasil tersebut, ditemukan bahwa hasil pengujian hipotesis (independent t-test) yang menunjukkan bahwa thitung = 6.165 > ttabel = 1.673 dan nilai signifikan dari data adalah 0.001 lebih rendah dari α = 0.05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ada dampak yang signifikan dari penggunaan model Sheltered Instruction Observation Protocol (SIOP) terhadap penguasaan kosa kata pada siswa kelas VII.. Dapat disimpulkan juga, model pembelajaran SIOP dapat diaplikasikan dan efektif dalam mengajar Bahasa Inggris sebagai bahasa asing terutama dalam penguasaan kosa kata.Kata Kunci : Penguasaan kosa kata, Model pembelajaran SIOP, Model pembelajaran biasa This study aimed at proving whether or not there was significant effect of implementing Sheltered Instruction Observation Protocol (SIOP) Model toward vocabulary mastery of the seventh-grade students. This study used Post-test Only Control Group as the research design. The population of this study was the seventh-grade students of SMP Negeri 3 Sukasada. The sample of this study was 57 students that were selected by random sampling. The data were analyzed quantitatively by using descriptive and inferential statistics analysis. It was found that the result of hypothesis testing (independent t-test) was tobs = 6.165 > tcv = 1.673 and the significance value of data was 0.001 lower than α = 0.05. It showed that there was significant effect of implementing Sheltered Instruction Observation Protocol (SIOP) Model toward vocabulary mastery of the seventh-grade students. It can be inferred that SIOP Model is an effective learning and can be applied in teaching English as foreign language especially in mastering vocabulary.keyword : Vocabulary mastery, SIOP Model, Conventional learning model
AN ANALYSIS OF AFFIXATION FOUND IN SASAK LANGUAGE IN MASBAGIK DIALECT ., Putu Dwitya Pranata; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., I Wayan Swandana, S.S., M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.589 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.14932

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki jenis afiks yang terjadi pada Dialek Masbagik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan beberapa instrumen, yaitu: peneliti, daftar kata dan panduan wawancara. Informan dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 9 macam prefiks yang terjadi dalam dialek Masbagik. Ada 5 kata dengan awalan {be-}, 5 kata dengan awalan {m-}, 5 kata dengan awalan {me-} seperti, 5 kata dengan awalan {ng-}, 5 kata dengan awalan {nge-}, 5 kata dengan awalan {pe-}, 5 kata dengan awalan {seper}, 5 kata dengan awalan {sem-}, 5 kata dengan awalan {sen-}, dan 5 kata dengan awalan {te-}. Selanjutnya, ada 4 jenis sufiks yang terjadi dalam dialek Masbagik. Ada 5 kata dengan akhiran {-ang}, 5 kata dengan akhiran {-in}, 5 kata dengan akhiran {-k}, dan 5 kata dengan sufiks {-ye}. Selain itu, ada 2 macam konfiks yang terjadi dalam dialek Masbagik. Ada 3 kata dengan awalan {ku-} dengan akhiran {-k} dan 3 kata dengan awalan {m-} dengan akhiran {-an}Kata Kunci : Afiksasi, Dialek, Desa Masbagik This study aimed at investigating the kinds of affixes occurring in Masbagik Dialect. This study is a descriptve qualitative study. This study used some instruments, namely: researcher, word list and interview guide. The informants were selected based on certain criteria. The result showed that there were 9 kinds of prefixes which occurred in Masbagik dialect. There were 5 words with prefix {be-}, 5 words with prefix {m-}, 5 words with prefix {me-} such, 5 words with prefix {ng-}, 5 words with prefix {nge-}, 5 words with prefix {pe-}, 5 words with prefix {se-}, 5 words with prefix {sem-}, 5 words with prefix {sen-}, and 5 words with prefix {te-}. Furthermore, there were 4 kinds of suffixes which occurred in Masbagik dialect. There were 5 words with suffix {-ang}, 5 words with suffix {-in}, 5 words with suffix {-k}, and 5 words with suffix {-ye}. , Furthermore, there were 2 kinds of confixes which occurred in Masbagik dialect. There were 3 words with prefix {ku-} with suffix {-k}and 3 words with prefix {m-} with suffix {-an}keyword : Affixation, Dialect, Masbagik Village

Page 45 of 188 | Total Record : 1873