cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,873 Documents
OFFERING ACTS AMONG EFL STUDENTS AT SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 SINGARAJA ., Ni Komang Ary Aprilyani; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra, M.Sc.; ., Ida Ayu Made Istri Utami, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.555 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.15161

Abstract

Masalah penelitian ini berfokus pada jenis kalimat dan strategi dari tindak lokusi dan perlokusi dari tindak penawaran (offering acts. Subjek dari penelitian ini adalah siswa sekolah menengah atas. Process pengambilan data menggunakan metode observasi dengan mengobservasi kegiatan percakapan yang dilakukan siswa pda lima situasi. Data dianalisis secara deskriptif melalui proses mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan penyampaian kesimpulan. Ditemukan bahwa dalam membuat tawaran sebagian besar siswa menggunakan kalimat tanya. Sementara dalam menanggapi tawaran, kalimat deklaratif yang paling sering digunakan oleh siswa. Strategi terpopuler yang digunakan oleh siswa dalam membuat penawaran adalah suggestory formula dan diikuti oleh question desire. Dalam menerima penawaran, strategi menyetujui adalah strategi yang paling banyak digunakan. Sementara itu, dalam menolak tawaran dianalisis dengan membagi respon menjadi segmen yang lebih kecil dan menemukan bahwa strategi non-permformative, strategi menyatakan alasan/penjelasan, dan strategi mengungkapkan syukur / apresiasi adalah strategi umum yang paling sering digunakan oleh siswa dalam penelitian ini.Kata Kunci : tindak lokusi, tindak perlokusi, bentuk, strategi, penawaran. The problems were focused on the locutionary and perlocutionary act of sentence types (forms) and strategies of offering acts among foreign language students. The research subjects were the senior high school students. The data collection method is observation method by observing the simulated speech encounter. Then, the data were analyzed descriptively through identifying, classifying, and drawing conclusion. From the collected data, it was found that most of the students used the interrogative sentence when they were making an offer. While in responding to offer, the students frequently constructed declarative sentences. The popular strategy that was chosen by students in making offer was suggestory formula and it was followed by question desire. In accepting an offer, the agreeing strategy was the most strategy implemented by students. Besides, refusing offer was analyzed by dividing the responses into smaller segments and the researcher discovered non-performative strategy, state excuse, reason, explanation strategy, and state gratitude/appreciation strategy were as the common collaboration strategies that were used by the students in this study.keyword : locutinary acts, perlocutionary acts, forms, strategy, offer.
THE EFFECT OF USING SNAKE AND LADDER BOARD GAME TOWARD THE FIFTH GRADE STUDENTS’ ENGLISH LEARNING ACHIEVEMENT OF ELEMENTARY SCHOOL IN SUKASADA, BULELENG REGENCY IN ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., Made Dewi Setyathi; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 1 (2016): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.8239

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu apakah ada pengaruh yang signifikan dari penggunaan Snake and Ladder Board Game terhadap prestasi belajar Bahasa Inggris siswa kelas lima sekolah dasar di Sukasada. Penelitian ini meupakan penelitian eksperimen menggunakan post-test only control group design. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas lima sekolah dasar di Sukasada, yang terdiri dari 98 siswa. Dalam menentukan sampelnya, penelitian ini menggunakan teknik cluster random sampling; sehingga didapatkan SD Negeri 2 Sukasada sebagai kelompok kontrol dan SD Negeri 3 Sukasada sebagai kelompok eksperimen, dengan jumlah sampel sebanyak 53 siswa. Data penelitian dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa nilai rata-rata kelompok eksperimen (88,3), yang diajarkan dengan menggunakan Snake and Ladder Board Game, lebih tinggi daripada nilai rata-rata kelompok kontrol yang diajarkan dengan media konvensional (80,5). Hasil penelitian, dimana tobv= 3,256 lebih besar dari tcv (2,0076, dengan α=0,05), menunjukkan bahwa Snake and Ladder Board Game memberikan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar Bahasa Inggris siswa kelas lima sekolah di Sukasada, kabupaten Buleleng, tahun ajaran 2015/2016.Kata Kunci : prestasi belajar bahasa Inggris, Snake and Ladder board game, pebelajar anak-anak This research aimed to investigate the effect of using Snake and Ladder Board Game toward the fifth grade students’ English learning achievement of Elementary School in Sukasada. It was an experimental research using post-test only control group design. The population was all of the fifth grade students in Sukasada, consisted of 98 students. The present study used cluster random sampling technique in determining the sample, namely, SD Negeri 2 Sukasada as the control group and SD Negeri 3 Sukasada as the experimental group, with 53 students as the total number of research samples. The data were analyzed by using descriptive and inferential statistical analysis. It was found that the mean score of the experimental group (i.e. 88.3), which was taught by using Snake and Ladder Board Game, was higher than the mean score of the control group, which was taught by using conventional teaching media (i.e. 80.5). The result of this research, in which the tobv= 3.256 was higher than the tcv of the data (i.e. 2.0076, at the level of significance α=0.05), showed that Snake and Ladder Board Game gave a significant effect toward the fifth grade students’ English learning achievement of Elementary School in Sukasada, Buleleng regency, in academic year 2015/2016.keyword : English learning achievement, Snake and Ladder board game, young learners
An Analysis of Politeness Strategy Used by The Host of Kick Andy Talk Show ., Luh Gede Kirana Sukma; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11491

Abstract

Studi ini membahas realisasi strategi kesopanan yang digunakan oleh pembawa acara dalam talk show Kick Andy. Penting untuk melakukan percakapan yang baik di talk show televisi karena disampaikan ke publik secara langsung. Strategi kesopanan adalah salah satu cara untuk menciptakan percakapan yang baik antara pembawa acara dan tamu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Strategi kesopanan yang digunakan oleh pembawa acara talk show Kick Andy, (2) Penerapan strategi kesopanan oleh pembawa acara talk show Kick Andy, (3) Motif pembawa acara Kick Andy dalam menggunakan jenis strategi kesantunan tertentu berdasarkan teori Brown dan Levinson (1987). Strategi kesantunan yang digunakan oleh tuan rumah itu botak, sopan santun, dan sopan santun negatif. Pada dasarnya, pembawa acara tidak menggunakan strategi beberapa kali saat ingin memaksimalkan efisiensi dalam percakapan. Kesantunan positif digunakan untuk menjalin hubungan baik dan menunjukkan keramahan. Kesopanan negatif digunakan saat tuan rumah memberi hormat kepada orang yang dialaminya, dan juga untuk melunakkan ungkapannya saat ditanya tentang topik sensitif. Kata Kunci : Strategi kesopanan, talk show This study deals with the realization of politeness strategies Kick Andy talk show. It is important to make a good conversation in television talk show because it is delivered to the public directly. Politeness strategy is one ways to create a good conversation between the host and the guest. This study aimed to describe (1) The strategy of politeness which are used by the host of Kick Andy talk show, (2) The implementation of politeness strategy by the host of Kick Andy talk show, (3) The motives of the host of Kick Andy talk show in using particular types of politeness strategy based on the theory of Brown and Levinson (1987). The politeness strategies used by the host were bald on record, positive politeness, and negative politeness. Basically, the host used bald on record when he wanted to make a maximum efficiency in conversation. Positive politeness was used to make rapport and show friendliness. Negative politeness was used when the host gave deference to his addressee, and also to soften his utterance when he asked about sensitive topics. keyword : Politeness Strategies, Talk Show
THE EFFICACY OF ICT-BASED INTERACTIVE GAMES IN FOSTERING LEARNING OUTCOME OF EFL YOUNG LEARNERS ., A.A. Istri Alit Winanda Prilia; ., Dr. Ni Made Ratminingsih, M.A.; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.705 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13463

Abstract

Penelitan ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana media pembelajaran berupa permainan edukatif berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang dikembangkan melalui program powerpoint oleh Ratminingsih & Mahadewi (2016) efektif meningkatkan hasil belajar bahasa Inggris siswa sekolah dasar (SD). Desain penelitian adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah siswa kelas V di sebuah sekolah negeri di Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali, Indonesia yang terdiri dari 19 siswa. Dalam makalah ini, efektifitas penggunaan media permainan berbasis TIK ini disajikan secara deskriptif. Data diambil melalui pretes dan dua tes akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa meningkat dari rata-rata hasil belajar 66,63 pada pretes menjadi 66,95 pada tes akhir I, dan 81,47 pada tes akhir II; dan bahwa rata-rata tes akhir II lebih besar daripada kriteria ketuntasan minimal (KKM) di kelas tersebut (rata-rata 70 dari skor maksimum 100)). Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa penggunaan permainan berbasis TIK tersebut mampu meningkatkan hasil belajar bahasa Inggris siswa SD, sekaligus mengkonfirmasi bahwa permainan edukatif berbasis TIK yang diuji dalam penelitian ini layak untuk dipergunakan dalam pengajaran bahasa Inggris bagi siswa SD.Kata Kunci : permainan edukatif berbasis TIK, powerpoint, pembelajaran Bahasa Inggris untuk anak-anak, hasil belajar The current study aimed to investigate how far the information and communications technology (ICT)-based educational games developed through the powerpoint program by Ratminingsih and Mahadewi (2016) are effective in fostering elementary school students’ English learning outcome. The study employed a classroom action research design. The subjects comprised 19 fifth graders of a state elementary school in Sukasada District, Buleleng Regency, Bali Province, Indonesia. In this paper, the effectiveness of the ICT-based games was presented descriptively. Data were collected from a pre-test and two post-tests. The research results revealed that students’ learning outcome improves from a mean of 66.63 in the pre-test to 66.95 in post-test I, and to 81.47 in post-test II; and that the mean of the post-test II is evidently higher than the passing grade set for the class, which was 70 (out of maximum score 100). These results indicate that the use of the ICT-based interactive games could improve the elementary school students’ English learning outcome, and at the same time confirm that the ICT-based educational games tested in this study is proper to be used to teach English to elementary school students.keyword : ICT-based educational game, powerpoint, teaching English for young learners, learning outcome
AN ANALYSIS OF LEARNING MATERIALS IN LEARNING ENGLISH AT THE EIGHTH GRADE STUDENTS OF SMPN 4 SINGARAJA IN TERMS OF SPEECH ACT TYPE, SUB TYPE AND SPEECH FORMALITY BASED ON CURRICULUM 2013 ., Luh Putu Dewi Lestari; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra,Dip.,App.; ., I Putu Indra Kusuma, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8776

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada dua masalah. Pertama, perencanaan materi pembelajaran berdasarkan Kurikulum 2013 dalam buku siswa dan rencana pelaksanaan pembelajaran guru dianalisis dalam hal jenis tindak tutur utama dan spesifik dan sub jenis serta variasi bahasa. Kedua, pelaksanaan materi pembelajaran berdasarkan Kurikulum 2013 seperti yang direncanakan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran guru dianalisis dalam hal jenis tindak tutur utama dan spesifik dan sub jenis serta variasi bahasa. Subjek penelitian terdiri dari rencana pelaksanaan pembelajaran guru, buku siswa dan guru bahasa Inggris. Data dikumpulkan melalui studi dokumen, observasi, dan pedoman wawancara. Data dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut: 1) perencanaan materi pembelajaran berdasarkan Kurikulum 2013 seperti yang direncanakan dalam buku siswa dan RPP guru, yaitu: a. direktif dengan sub jenisnya bertanya, meminta, memesan, mengundang, melarang. b. asertif dengan sub jenisnya menyatakan, mengeluh dan menjelaskan. c. komisif dengan sub jenisnya menjanjikan, menolak dan menawarkan dan d. ekspresif dengan sub jenisnya menyapa, berterima kasih, meminta maaf, memberi selamat dan memuji. Semua dari mereka menggunakan pidatonya formalitas formal dan informal. 2) pelaksanaan materi pembelajaran berdasarkan Kurikulum 2013 seperti yang direncanakan dalam RPP guru, yaitu: a. direktif dengan sub jenisnya bertanya, meminta dan memerintah, b. asertif dengan sub jenisnya menyatakan, c. komisif dengan sub jenisnya menolak dan d. ekspresif dengan sub jenisnya berterima kasih dan memuji. Semua itu menggunakan tuturan resmi dan tidak resmi. Kata Kunci : bahan pembelajaran, tindak tutur, tuturan formal dan informal The research focused on two problems. First, the planning of learning materials based on Curriculum 2013 in the students’ book and teacher’s lesson plan in terms of the main and specific speech act types and sub types as well as speech variation. Second, the implementation of learning materials based on Curriculum 2013 as planned in the teacher’s lesson plans in terms of the main and specific speech act types and sub types as well as speech variation. Research subjects consisted of teacher’s lesson plans, students’ book and the English teacher. The Data were collected through document study, observation, and interview guide. The data were analyzed qualitatively. The results show the following: 1) the planning of learning materials based on Curriculum 2013 as planned in the students’ book and lesson plans, namely: a. directive with the sub type questioning, requesting, ordering, inviting, prohibiting. b. assertive with the sub type stating, complaining and describing. c. commisisve with the sub type promising and refusing, and d. expressive with the sub type greeting, thanking, apologizing, congratulating and praising. All of them used speech formality formal and informal.2) the implementation of learning material based on Curriculum 2013 as planned in the students’ book, namely directive with the sub type questioning, requesting and commanding, assertive with the sub type stating, commisisve with the sub type refusing and expressive with the sub type thanking and praising. All of them used speech formality formal and informal. keyword : learning material, speech act, speech formality
RELATIONSHIP BETWEEN THE CHOICE OF LEARNING STYLE AND THE SPEAKING ABILITY OF THE EIGHTH GRADE STUDENTS AT SMP NEGERI 2 SAWAN ., Dewa Gde Panji Prasetya; ., Drs.Gede Batan,MA; ., Dr.Sudirman, M.L.S
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 3, No 3 (2016):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi (1) gaya belajar yang paling sering di pilih oleh siswa dan (2) hubungan antara pilihan gaya belajar dengan kemampuan berbicara siswa. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Yang dimana data itu dipersentasikan secara deskriptif. Data dikumpulkan dengan menggunakan tiga instrument yaitu kuisioner, pedoman wawancara, dan nilai berbicara. Sample yang digunakan adalah 30 siswa yang diacak memilih di setiap kelas delapan di SMP Negeri 2 Sawan. Kuisioner gaya belajar di ambil dari seorang ahli Reid (1984) yang digunakan untuk mengumpulkan data gaya belajar siswa. Hasil menunjukan bahwa siswa lebih suka menggunakan gaya belajar visual dari pada gaya belajar yang lainnya karena mereka piker dengan menggunkan gambar dalam pemikiran mereka dan lebih mengerti beleajr dengan menggunakan visual display seperti, diagram buku, dan video. Hubungan antara pilihan gaya belajar dan kemampuan berbicara siswa menunjukan bahwa ada hubungan antara satu sama lain. Itu dapat dilihat dari hasil gaya belajar dan nilai berbicara siswa adalah ‘baik’ dan ‘sangat baik’.Kata Kunci : gaya belajar, kemampuan berbicara siswa This study aimed to investigate and (1) the most preference learning style which used by the students in eighth grade and (2) relationship between the choice of students’ learning style and students’ speaking ability. The design of this study was descriptive study. In which the data are presented descriptively. The data were collected by using three instruments, namely questionnaire, interview guide, and speaking score. Sample was 30 students randomly selected from the eighth grade students of SMP Negeri 2 Sawan. The Learning style questionnaire adapted from Reid (1984) was used to collect the data of the students’ learning style. The result showed that students preferred to used visual learning style rather than the other learning style because they think by using pictures in their brains and learn faster by using visual displays, such as diagrams, books, and videos. Relationship between the choice of learning style and students speaking score showed that there was relationship between each other. It can be seen from the score of students’ learning style and the students’ speaking score were ‘good’ and ‘very good’.keyword : Learning Style, Students’ Speaking Ability
THE EFFECT OF MIND MAPPING TECHNIQUE AS GUIDED WRITING ON STUDENTS' WRITING COMPETENCY ON THE SEVENTH GRADE STUDENTS AT SMP NEGERI 1 SERIRIT IN ACADEMIC YEAR 2016/2017 ., Ni Nengah Raniasih; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, M.A.; ., Drs.Gede Batan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12275

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah atau tidak penggunaan Mind Mapping Technique memberikan perbedaan signifikan untuk kemampuan menulis siswa kelas VII ketika dibandingkan dengan strategi Konventional didalam menulis teks deskripsi di SMP Negeri 1 Seririt tahun ajaran 2016/2017. Penelitian ini penelitian ekperimen dengan menggunakan posttest-only control group design. Sampel penelitian ini adalah kelas VIIB dan kelas VIIC. Dimana, kelas VIIC terdiri dari 32 siswa sebagai kelompok experimen dan kelas VIIB terdiri dari 32 siswa sebagai kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah writing competency test, Writing scoring rubric, dan teaching scenario. Data yang didapatkan kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelompok eksperimen adalah 78.1, sedangkan nilai rata-rata kelompok kontrol adalah 72,0. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai dari thitung lebih besar dari nilai ttabel (3.689 > 1.998). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa, ada perbedaan yang signifikan antara siswa yang diajar dengan menggunakan Mind Mapping Technique denga siswa yang diajar dengan menggunakan strategi konvensional di SMP Negeri 1 Seririt untuk kelas VII tahun ajaran 2016/2017.Kata Kunci : Kompetensi menulis and Mind Mapping. The aim of this study was to investigate whether the use of Mind Mapping Technique gave significant difference on the 7th grade students’ writing competency when compared with conventional strategy in writing descriptive text at SMP Negeri 1 Seririt in academic year 2016/2017. The present study was an experimental research which used posttest-only control group design. The samples of this study were VIIB class and VIIC class, where VIIC class that consisted of 32 students as the experimental group and VIIB class that consisted of 32 students as the control group. The instrument used for collecting data in this study were writing competency test, writing scoring rubric, and teaching scenario. The data were analyzed by using descriptive analysis and inferential analysis. The result of this study showed that the mean score of the experimental group was 78.1, while the mean score of the control group was 72.0. Then, the result of hypothesis testing showed that the value of tobserved was higher than the value of tcritical value (3.689 > 1.998). Based on the result, it could be concluded that there was a significant difference between students who were taught by using Mind Mapping Technique and students who were taught by using conventional strategy at SMP Negeri 1 Seririt of the 7th grade in academic year 2016/2017keyword : Writing Competency and Mind Mapping
AN ANALYSIS OF INTERLANGUAGE OF SMKN 1 SINGARAJAS STUDENTS IN WRITING DESCRIPTIVE TEXT ., Luh Putu Dewi Ariani; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., Putu Adi Krisna Juniarta, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2017):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.371 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi tipe-tipe dan sumber interlanguage yang dinuat oleh siswa-siswa kelas X di SMKN 1 Singaraja dalam menulis teks deskriptif. Keseluruhan data dianalisis menggunakan teori dari Azar dalam mengklasifikasikan tipe-tipe eror yang dibuat oleh siswa. Berdasarkan data dari analisis penelitian ini, terdapat 14 tipe eror yang dibuat oleh siswa yang termasuk: verb tense (16.61%), capitalization (14.70%), omit a word (11.50%), add a word (10.86%), singular-plural (8.31%), run-on sentence (6.39%), word choice, word order dan spelling (5.75%), punctuation (4.79%), word form (3.51%), article (2.56%), meaning not clear (1.92%), dan yang terakhir yaitu incomplete sentence (1.60%). Berkaitan dengan sumber-sumber eror, hasil dari penelitian ini mengindikasikan bahwa sumber terbesar dari eror adalah communication strategy (46.33%)Kata Kunci : teks deskriptif, interlanguage, tulisan This research aimed at investigating the types and sources of interlanguage committed by the students of class X in SMKN 1 Singaraja in writing descriptive text. All data were analyzed by using Azar’s theory in classifying the types of error committed by the students. Based on the analysis of this study’s data, there were 14 types of errors committed by the students, which includes: verb tense (16.61%), capitalization (14.70%), omit a word (11.50%), add a word (10.86%), singular-plural (8.31%), run-on sentence (6.39%), word choice, word order and spelling (5.75%), punctuation (4.79%), word form (3.51%), article (2.56%), meaning not clear (1.92%), and the last was incomplete sentence (1.60%). In terms of error sources, the result of this study indicated that the major source of errors was communication strategy (46.33%).keyword : descriptive text, interlanguage, writing
IMPROVING STUDENTS’ WRITING COMPETENCY IN DESCRIPTIVE TEXT BY USING MAKE A MATCH TECHNIQUE AT EIGHT GRADE STUDENTS OF SMP NEGERI 1 ATAP PEJUKUTAN IN ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., I Kadek Wardita Eka Putra; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 1 (2016): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.8247

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan menulis teks deskriptif dan motivasi siswa dengan menggunakan tehnik Make-a-Match pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Atap Pejukutan. Pada penelitian awal menyatakan bahwa siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Atap Pejukutan memiliki kemampuan menulis yang rendah serta motivasi belajar yang rendah. Subjek pada penelitian ini berjumlah 36 orang siswa. Untuk menemukan hasil dari kemampuan siswa pada kempetensi menulis teks descriptif menggunakan tehnik Make-a-Match, dan penulis menggunakan jenis penelitian penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini menggunakan dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat proses, diantaranya: rencana, pelaksanaan, penelitian, dan refleksi. Untuk mengumpulkan data, penulis menggunakan informasi yang didapat pada observasi. Dan pencapaian siswa pada penelitian awal digunakan untuk mendukung pengumpulan data. Penelitian ini menunjukan bahwa menggunakan tehnik Make-a-Match dalam menulis mampu meningkatkan kompetensi dan motivasi siswa dalam menulis. Data telah dikumpulkan berdasarkan evaluasi menulis. Respon siswa menunjukan bahwa mereka bersemanga tuntuk menulis, karena mereka merasa lebih mudah untuk menulis menggunakan tehnik Make-a-Match. Persentase siswa yang mampu mencapai standar nilai pada observasi awal hanya 2 siswa (6%), pada siklus I 14 siswa (39%), sementara itu, pada siklus II meningkat menjadi 31 siswa (86%). Itu bisa disimpulkan bahwa implementasi tehnik Dictogloss dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa. Penulis menyarankan pada guru bahasa inggris untuk menggunakan tehnik Make-a-Match dalam mengajar menulis teks deskriptif.Kata Kunci : Metode Make-a-Match, kompetensi menulis, teks deskriptif This study was conducted to improve students writing competency in descriptive text and motivation using Make-a-Match technique at eighth grades students of SMP Negeri 1 Atap Pejukutan. The Preliminary observation indicated that student class VIII of SMP Negeri 1 Atap Pejukutan had low writing in descriptive text and low motivation in learning. The subjects of this study were consisted of 36 students. To find out the result of students writing competency in descriptive text using Make-a-Match technique, the writer used Classroom Action Research (CAR) as the method of research. This study consisted of two cycles, each cycle consisted of four steps, and they were: planning, action, observation, and reflection. To collect and analyze the data, the writer used the information from observation, and the students’ achievement in preliminary and evaluation to support data collected. This study showed that using Make-a-Match technique in teaching writing descriptive text could improve students’ writing competency in descriptive text and motivation. The students’ responses showed that they were excited in writing because they felt easier to write using Make-a-Match technique. The percentage of students who had passed the passing score of writing in preliminary observation were 2 students (6%), in cycle I were 14 students (39%), meanwhile in cycle II were improved into 31 students (86%). It could be concluded that the implementation of Make-a-Match technique could improve the students’ writing competency in descriptive text. And the writer suggested to the other English teacher to use Make-a-Match Technique in teaching writing descriptive text.keyword : Make-a-Match technique, Writing competency, Descriptive text.
The Research and Development of Bilingual Picture Storybook for Children ., I Putu Ambara Putra; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11516

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku cerita bergambar. Dalam penelitian ini, buku cerita bergambar di kembangkan menggunakan metode R&D Lee dan Owen, yang menggunakan 5 langkah sebagai berikut; 1) analisi, 2) desain, 3) pengembangan, 4) implementasi, dan 5) evaluasi. Metode ini digunakan karena sangat udah dimengerti. Selama proses pengembangan, data di kumpulkan dari kuesioner dan wawancara dengan 20 murid dan seorang guru bahasa inggris yang berpartisipasi. Hasilnya, 16 dari 20 siswa menunjukan ketertarikan terhadap buku cerita dwi-bahasa dari pada buku cerita bergambar bahasa inggris. Sedangkan untuk hasil wawancara, guru setuju bahwa buku cerita bergambar memiliki potensi sebagai media belajar yang bisa meningkatkan minat membaca dan belajar bahasa inggris. Buku cerita bergambar lalu di desain secara digital menggunakan aplikasi mendesain dan menggambar PaintToolSAI, karena sangat mudah di operasikan. Lalu, buku yang selesai di evaluasi oleh dua penilai; dosen bahasa inggris dari Universitas Pendidikan Ganesha dan guru bahasa inggris dari salah satu sekolah dasar di Singaraja. Mereka dipilih sebagai penilai karena kedua penilai adalah ahli dalam pengajaran bahasa inggris. Selama penilaian, lima kriteria diberikan; 1) sangat bagus (x̅ ≥ 4.05), 2) bagus (3.35 ≤ x̅ < 4.05), 3) rata-rata (2.67 ≤ x̅ < 3.35), 4) dibawah rata-rata (1.95 ≤ x̅ < 2.67), and 5) kurang (x̅ < 1.95). Karena skor rata-rata kedua penilai adalah 4.33, maka buku cerita bergambar yang di kembangkan adalah produk yang sangat bagus. Disamping penilaian tersebut, perbaikan masih dibutuhkan untuk menyempurnakan buku cerita yang telah dikembangkan.Kata Kunci : Buku cerita dwi-bahasa, Buku cerita bergambar This research aimed at developing picture storybook. In this research, picture storybook is developed using Lee and Owen’s R&D method, which uses 5 steps as follow; 1) analysis, 2) design) 3) development) 4) implementation, and 5) evaluation. This method is used since it is easier to understand. During the development process, data gathered from questionaires and interview with 20 students and 1 english teacher were participated. Result was, 16 students out of 20 showed interest on bilingual picture storybook than the English one. For the interview result, teacher aggreed that picture storybook had potential to be used as learning media which was able to increase the students’ interest in reading and learning English. The picture storybook then designed digitally using digital drawing and designing applications PaintToolSAI, since it is easier to operate. Then, the finished book evaluated by two assessors; an English lecturer of Ganesha University of Education and an English teacher of an elementary school in Singaraja. They were selected as the assessors for the picture storybook since both assessors are experts in English teaching. During the assessment, five criterias were given; 1) excellent (x̅ ≥ 4.05), 2) good (3.35 ≤ x̅ < 4.05), 3) average (2.67 ≤ x̅ < 3.35), 4) below average (1.95 ≤ x̅ < 2.67), and 5) poor (x̅ < 1.95). Since both assessors’s mean score was 4.33, the developed picture storybook is categorized as excellent product. Despite this scores, revisions are still needed to perfect the developed picture storybook.keyword : Bilingual storybook, Picture storybook

Page 42 of 188 | Total Record : 1873