cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,873 Documents
An Analysis of Morphological Processes of Balinese Dialect of Batukandik ., Ni Putu Stefi Anjani Darmarini; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, M.A.; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.158 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13397

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis-jenis dari proses morfologi yang terdapat dalam Dialek Bahasa Bali di Batukandik. Untuk mencapai tujuan ini, penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif yang dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi dan wawancara. Subjek dari penelitian ini adalah masyarakat desa Batukandik yang menggunakan dialek Batukandik dalam komunikasi sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada enam jenis-jenis dari proses morfologi yang terdapat dalam Dialek Bahasa Bali di Batukandik, yaitu; afiksasi, peminjaman, penciptaan kata baru, pemenggalan, dan pemendekan kata. Ada dua jenis afiksasi: (1) prefix: {me-}, {N-}, {pe-}, dan {a-} dan (2) suffix: {-ne}, {-ang}, {-in}, {-an}, {-e} dan {-te}. Reduplikasi adalah dagang-dagang, bedos-bedos, penjak-penjak, dengoh-dengoh, dll. Peminjaman adalah TV, trik, administrasi, mineral, objek, persen, cek-up, transit, dll. Hanya ada tiga kata yaitu Rinso, Aqua, dan Honda yang termasuk penciptaan kata baru. Pemenggalan adalah kata pa dari paak, ked dari neked, pan dari bapan, dan kata hang dari bahang, dll. Pemendekan kata adalah KKN, TV, and HP.Kata Kunci : proses-proses morfologi, Dialek Bahasa Bali, Batukandik The study aimed at analyzing the types of morphological processes that exist in Balinese Dialect of Batukandik. To accomplish this goal, this study used a descriptive qualitative research, in which the data were collected through observation and interview technique. The subjects of this study were the people of Batukandik village who speak Balinese in their daily communication. The result of the study showed that there were seven types of morphological processes that exist in Balinese Dialect Batukandik, namely; affixation, reduplication, borrowing, coinage, clipping, and initialism. There were two kinds of affixation: (1) by adding prefix: {me-}, {N-}, {pe-}, and {a-}and (2) by adding suffix: {-ne},{-ang}, {-in}, {-n}, {-an}, {-e} and {-te}. The reduplication were dagang-dagang, bedos-nedos, penjak-penjak, dengoh-dengoh, etc. The borrowing were TV, strait, tricks, administration, mineral, objek, persen, cek-up, transit, etc. The coinage were Rinso, Aqua, and Honda. The clipping were the word pa from paak, ked from neked, pan from bapan, and the word hang from bahang, etc. The initialism were KKN, TV, andHP.keyword : morphological processes, Balinese dialect, Batukandik
THE CORRELATION OF MULTIPLE INTELLIGENCES AND ACADEMIC ACHIEVEMENT OF THE 2nd SEMESTER STUDENTS OF ENGLISH EDUCATION DEPARTMENT, GANESHA UNIVERSITY OF EDUCATION ., I Gede Wahyudi; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha; ., A.A. Gede Yudha Paramartha, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 3, No 3 (2016):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menginvestigasi 1) hubungan antara kecerdasan majemuk dengan prestasi akademik siswa dan 2) kecerdasan majemuk yang paling dapat memprediksi prestasi akademik siswa. Desain dari penelitian ini menggunakan ex post facto dengan analisis korelasi. Sampel dalam penelitian ini berjumlah162 siswa yang dipilih secara acak dari siswa semester 2 Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Pendidikan Ganesha. Multiple Intelligences kuisoner yang diadopsi dari McKenzie (1999) dan Armstrong (2009) digunakan untuk memperoleh data dari kecerdasan majemuk siswa, sementara itu nilai prestasi akademik siswa diperoleh melalui KHS. Uji korelasi Spearman’s rho digunakan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan majemuk dengan prestasi akademik siswa. Hasilnya menunjukan bahwa kecerdasan verbal-linguistic, musical, visual-spatial, bodily-kinesthetic, intrapersonal, interpersonal, naturalistic, dan existential mempunyai hubungan yang positive dengan prestasi akademik siswa. Sementara itu, kecerdasan logical-mathematical tidak mempunyai hubungan dengan prestasi akademik siswa. Lebih lanjut lagi, secara berurutan, kecerdasan yang paling bisa memprediiksi prestasi akademik siswa. adalah (1) verbal-linguistic, (2) existential dan (3) intrapersonal.Kata Kunci : kecerdasan majemuk, prestasi akademik The purpose of this study is to investigate (1) the correlation among multiple intelligences and students’ academic achievement and (2) the most predictive intelligences of academic achievement. The design of this study was ex-post facto with a correlational analysis. Sample was 162 students randomly selected from the second semester of English Education Department, Ganesha University of Education. The Multiple Intelligences Questionnaire adopted from McKenzie (1999) and Armstrong (2009) was used to collect the data of the students’ multiple intelligences, while the data of academic achievement was collected through GPA document. Spearman’ rho correlation was used to investigate the correlation among multiple intelligences and students’ academic achievement. The results indicate that verbal-linguistic, musical, visual-spatial, bodily-kinaesthetic, intrapersonal, interpersonal, naturalistic, and existential intelligence have positive and significant correlation with students’ academic achievement. Whereas, logical-mathematical intelligence has no significant correlation to academic achievement. Moreover, the most predictive intelligences to academic achievement are subsequently, (1) verbal-linguistic, (2) existential and (3) intrapersonal intelligence keyword : academic achievement, multiple intelligences
DISCREPANCY STUDY ON THE IMPLEMENTATION OF SCIENTIFIC APPROACH IN SMP NEGERI 4 SINGARAJA BASED ON CURRICULUM 2013 ., Made Widi Darma Prasetya; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha; ., I Putu Indra Kusuma, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 3, No 3 (2016):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki (1) perbedaan implementasi pendekatan ilmiah di SMP Negeri 4 Singaraja berdasarkan Kurikulum 2013 dan (2) keyakinan guru bahasa Inggris pada pelaksanaan pendekatan ilmiah di SMP Negeri 4 Singaraja berdasarkan Kurikulum 2013. Subjek penelitian ini adalah dua guru bahasa Inggris di SMP Negeri 4 Singaraja. Sedangkan objek penelitian ini adalah rencana pembelajaran yang dirancang oleh guru bahasa Inggris dan pelaksanaan pendekatan ilmiah berdasarkan kurikulum 2013. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi yang menggunakan Model Evaluasi Provus yang dikembangkan oleh Malcolm M. Provus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dengan menggunakan checklist sebagai standar dan wawancara dengan menggunakan pedoman wawancara. Hasil evaluasi pelaksanaan pendekatan ilmiah tentang rencana pembelajaran dan pengajaran bahasa Inggris di SMP Negeri 4 Singaraja menunjukkan bahwa ada perbedaan yang kebanyakan ditemukan pada tahap menanya dan mengkomunikasikan dari pendekatan ilmiah berdasarkan kurikulum 2013. Selanjutnya, guru bahasa Inggris percaya bahwa pendekatan ilmiah tidak sesuai dilaksanakan dalam pembelajaran bahasa Inggris tetapi lebih tepat dalam Sains. Dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan pada rencana pembelajaran yang dirancang serta pelaksanaan. Mungkin itu disebabkan oleh keyakinan guru pada kurikulum 2013.Kata Kunci : pendekatan ilmiah, kurikulum 2013, perbedaan This study aimed at investigating (1) discrepancy of scientific approach implementation in SMP Negeri 4 Singaraja based on Curriculum 2013 and (2) English teachers’ belief on the scientific approach implementation in SMP Negeri 4 Singaraja based on Curriculum 2013. The subjects of this study were two English teachers in SMP Negeri 4 Singaraja. While the objects of the research were the lesson plan designed by the English teachers and the scientific approach implementation based on curriculum 2013. This study was an evaluation study which used Provus Discrepancy Model developed by Malcolm M. Provus. The data was collected through observation by using checklist as the standard and interview by using interview guide. The results of evaluation of the scientific approach implementation on lesson plan and teaching English in SMP Negeri 4 Singaraja showed that there were discrepancies found mostly in questioning and communicating steps of scientific approach based on curriculum 2013. Furthermore, English teachers believed that scientific approach is not appropriate implemented in English but it is more appropriate in Science. It can be concluded that there were discrepancies on the lesson plans designed as well as the implementations. Possibly it was caused by the teachers’ beliefs on curriculum 2013. keyword : scientific approach, curriculum 2013, discrepancy
The Phonological System of Balinese Language of Tajun Dialect: A Descriptive Qualitative Study ., Kadek Vera Mia Asitari; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12231

Abstract

Penelitian ini dirancang dalam bentuk kualitatif deskriptif yang mendeskripsikan Sistem Fonologi yang dimiliki oleh masyarakat Bali di Tajun. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jumlah fonem yang ada di Dialek Tajun dan distribusinya. Penelitian ini difokuskan hanya pada fonem segmental pada Tajun Dialek. Tiga informan dari Tajun Dialek dipilih berdasarkan standar persyaratan dan kriteria yang telah ditentukan. Data dikumpulkan menggunakan tiga daftar kata yaitu: daftar kata Swadesh, Nothofer, dan Holle. Data yang diperoleh dianalisis dan ditampilkan secara deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Tajun Dialek memiliki 56 fonem Dan tidaksemua fonem memiliki distribusi yang lengkap (posisi awal, tengah, dan akhir). Fonem yang ditemukan dapat diklasifikasikan menjadi: enam vokal; /ʌ/, /i/, /u/, /ɛ/, /ɔ/, dan /ə/, Sembilanbelas konsonan; /b/, /c/, /d/, /g/, /h/, /j/, /ʔ/, /k/, / l/, /m/, /n/, /p/, /r/, /s/, /t/, /w/, /y /, /ŋ/, dan /ñ/,tujuhbelas konsonan kluster; /kl/, /bl/, /ml/, /tl/, /cl/, /ñl/, /pl/, /gl/, /ŋl/, /kr/, /pr/, /ŋr/, /tr/, /jr/, /mr/, /gr/, dan /br/, Sembilan diftong; /ʌʊ/, /ʌɛ/, /ɪʌ/, /ʌɪ/, /ɪʊ/, /ʊʌ/, /ʌɒ/, /ɒʌ, dan /ɛʌ/, / dan, 5 geminates; /ʌʌ/, /ɪɪ/, /ʊʊ/, /ɒɒ/, and /əə/.Kata Kunci : fonem, kualitatif deskriptif, logat Tajun, system fonologi This study was designed in form of descriptive qualitative that describes Tajun Balinese phonological system. This study aimed at describing the number of phonemes in Tajun Dialect and theirs distribution. This study focused only on the segmental phonemes of the dialect. Three informants of Tajun Dialect were chosen based on the standard requirement and criteria. The obtained data were collected based on three word lists, namely: Swadesh’, Nothofer’s, and Holle’s and the obtained data were analyzed and displayed descriptively. As the result of this study, it shows that Tajun Dialect has 56 phonemes. Not all of those phonemes have complete distribution (initial, middle, final position). The phonemes could be classified into: six vowels; /ʌ/, /ɪ/, /u/, /ɛ/, /ɔ/, and /ə/, nineteen consonants; /b/, /c/, /d/, /g/, /h/, /j/, /k/, /l/, /m/, /n/, /p/, /r/, /s/, /t/, /w/, /y/, /ŋ/, and /ñ/, seventeen consonant clusters; /kl/, /bl/, /ml/, /tl/, /cl/, /ñl/, /pl/, /gl/, /ŋl/, /kr/, /pr/, /ŋr/, /tr/, /jr/, /mr/, /gr/, and /br/, nine diphthongs; /ʌʊ/, /ʌɛ/, /ɪʌ/, /ʌɪ/, /ɪʊ/, /ʊʌ/, /ʌɒ/, /ɒʌ, and /ɛʌ/, and five geminates; /ʌʌ/, /ɪɪ/, /ʊʊ/, /ɒɒ/, and /əə/. keyword : descriptive qualitative, phoneme, phonological system, Tajun dialect
Complaint Acts Expressed by The Tenth Grade Students at Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Sukasada ., Putu Ayu Masita Maheswari; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra, M.Sc.; ., Ni Putu Astiti Pratiwi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.243 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.15094

Abstract

Keluhan dan tanggapan siswa masih kurang bervariasi. Sebenarnya ada beberapa jenis dan strategi dinyatakan dan dipilih untuk membuat keluhan dan tanggapan keluhan. Penelitian ini berfokus pada tindak lisan dan tanggapan lisan mengenai keluhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengenali dan mengerti jenis dan strategi pada tindak lisan dan tanggapan lisan yang digunakan siswa sekolah kejuruan dalam membuat keluhan dan menanggapi keluhan. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Sukasada. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan teknik elisitasi melalui simulasi percakapan. Siswa diminta untuk mengeluh dan menanggapi keluhan berdasarkan lima situasi berbeda. Data dikategorikan dan dianalisis berdasarkan teori mengenai jenis dan strategi tentang keluhan dan tanggapannya yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan siswa kebanyakan menyatakan jenis keluhan langsung yang bentuknya tertuju pada seseorang yang ada dalam situasi. Lalu, siswa kebanyakan menyatakan jenis penerimaan untuk menanggapi keluhan yang berarti mereka mengkonfirmasi keluhan tersebut. Di sisi lain, siswa kebanyakan memilih penuduhan langsung sebagai strategi tindak lisan dalam keluhan yang berarti mereka secara langsung menyatakan keluhan tersebut. Sementara itu, mereka memilih penjelasan sebagai tanggapan lisan yang digunakan untuk menjelaskan alasan kenapa keluhan tersebut dapat terjadi.Kata Kunci : tindakan keluhan, tindakan ujaran, tindakan respon, kategori, strategi This study intends to examine the locutionary and perlocutionary act categorizations of complaint and to investigate the locutionary and perlocutionary act strategies of complaint. There were 34 students as the subjects and they were asked to complain to their peers by given five different situations. The data were collected by using elicitation technique. The results of this study showed that the students used two categorizations for locutionary acts of complaint; Direct Complaint (187 complaints) and Indirect Complaint (142 complaints). For the perlocutionary act, they used four categorizations namely Acceptance (175 responses), Partial Acceptance (80 responses), Rejection (63 responses), and Disregarding (16 responses). In locutionary act strategies of complaint, the students used eight strategies; Hints (13 complaints), Annoyance (51 complaints), Ill Consequence (6 complaints), Direct Accusation (133 complaints), Indirect Accusation (39 complaints), Modified Blame (26 complaints), Explicit Blame in Person (34 complaints), and Explicit Blame in Condition (31 complaints). They also used nine strategies in responding the complaints. It included IFIDs (73 responses), Explanation or Account (95 responses), Acceptance of Responsibility (45 responses), Expression of Appeal (10 responses), Refusing Responsibility (43 responses), Concern to the Hearer (0 responses), Promise to Forbearance (11 responses), Offer of Repair (38 responses), and Emotional Exclamation (21 responses).keyword : complaint act, locutionary act, perlocutionary act, categorizations, strategies
THE EFFECT OF SNAKE AND LADDER GAME TOWARDS STUDENTS’ ENGLISH LEARNING ACHIEVEMENT AT THE SIXTH GRADE STUDENTS OF ELEMENTARY SCHOOL IN SUKASADA IN ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., I Putu Wana Prasthadi; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA; ., Made Hery Santoso, S.Pd, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 2, No 2 (2016):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh permainan ular tangga terhadap hasil belajar bahasa Inggris siswa Sekolah Dasar kelas 6 di Sukasada pada tahun akademik 2015/2016. Desain penelitian ini adalah posttest only control group design. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas 6 di Kelurahan Sukasada. Sample diambil dengan menggunakan teknik Cluster Randon Sampling. Dua kelompok diambil sebagai sample penelitiian, kemudian dua sample dipilih menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Kelompok eksperimen diajarkan dengan menggunakan permainan ular tangga dan kelompok kontrol diajar dengan ceramah. Pada akhir pengajaran, siswa diberikan posttest. Hasil dari posttest ini dianalisis menggunakan deskriptif dan inferensial statistik. Hasil penelitian menunjukkan, nilai rata-rata siswa kelompok eksperimen lebih tinggi dari kelompok kontrol (79.10 > 61.65). Disamping itu,dari uji T, diperoleh nilai thitung = 5.487, yang mana lebih tinggi dari nilai ttabel = 2.030. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari penggunaan permainan ular tangga terhadap hasil belajar bahasa Inggris siswa. Dengan demikian, permainan ular tangga adalah media pembelajaran yang baik untuk mengajar bahasa Inggris.Kata Kunci : permainan ular tangga, young learners, hasil belajar bahasa Inggris This study aimed at investigating the effect of Snake and Ladder towards students’ English learning achievement at the sixth grade students of elementary school in Sukasada in academic year 2015/2016. The design of the study was posttest only control group design. The population of this study was all the sixth grade students in Sukasada, Sukasada subdistrict, Buleleng Regency in academic year 2015/2016. Two groups were taken by using cluster random sampling technique as the samples of the study. The samples were chosen to be experimental and control group by using lottery. The students in the experimental group were taught by using Snake and Ladder game, while those in the control were taught by lecturing. At the end of the treatment, both groups were given a posttest. The data obtained in this study were analyzed by using descriptive and inferential statistics. The result of the study showed that the students in experimental group obtained better score than those in control group, which was proven by the mean score (79.10 > 61.65). Moreover, the result of independent sample t-test showed that the value of t observed was 5.487 which was higher than t critical value (2.030). It was proven that there was significant effect of using Snake and Ladder game towards students’ English learning achievement. Based on that, Snake and Ladder game is considered as a good media for teaching English for young learners.keyword : Snake and Ladder game, young learners, English learning achievement
THE EFFECT OF AUDIOBOOKS ON STUDENTS' SPEAKING COMPETENCE OF THE 8TH GRADE STUDENTS OF SMP NEGERI 1 BANJAR IN THE ACADEMIC YEAR OF 2016/2017 ., Agung Indra Sembiring; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11446

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki apakah ada atau tidaknya perbedaan yang signifikan dalam prestasi berbicara siswa yang diajarkan dengan menggunakan audiobooks sebagai media pembelajaran dan siswa yang diajarkan dengan menggunakan media yang biasa digunakan dalam pembelajaran. Desain penelitian yang digunakan adalah Post-test Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas delapan SMP Negeri 1 Banjar dan penentuan sampel penelitian menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Kelas VIII E terpilih sebagai kelas ekperimen dimana media audiobooks digunakan untuk mengajar speaking dan kelas VIII G terpilih sebagai kelas control dimana teknik menggunakan media biasa dalam pembelajaran bahasa Inggris digunakan. Hasil analis data menunjukan siswa di kelas eksperimen medapatkan hasil yang lebih baik dari pada siswa di kelas kontrol. Hal ini dibuktikan oleh hasil statistik deskriptif yang menunjukkan nilai rata-rata kelas eksperimen adalah 79.84 sedangkan nilai rata-rata dari kelompok control adalah 76.06. Selain itu, hasil dari uji t-test juga menunjukkan bahwa nilai tob lebih besar dari tcv tersebut. Nilai tob itu 2.187 sedangkan nilai tcv adalah 1.245 (α = 0,05). Ini berarti bahwa terdapat perbedaan prestasi berbicara yang signifikan antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan audiobooks sebagai media dan mereka yang diajarkan dengan menggunakan media pembelajaran yang biasa. Jadi dapat disimpulkan bahwa media audiobooks dapat meningkatkan prestasi siswa dalam berbicara.Kata Kunci : audiobiooks, media pembelajaran biasa, kompetensi dalam berbicara. This study aimed at investigating whether or not there was significant difference in speaking competence between students who were taught by using audiobooks as the teaching media and those who were taught by conventional teaching media. The research design used in this study was Post-test Only Control Group Design. The population in this study was eigth grade students of SMP Negeri 1 Banjar and the samples of the study were selected by using Cluster Random Sampling. Class VIII E was assigned as the experimental group that was taught by using audiobooks and class VIII G as the control group that was taught by using conventional teaching media. The result of the data analysis showed that students in the experimental group performed better than the students in the control group. It was proven by the result of the descriptive statistics that showed the mean score of the experimental group was 79.84 while the mean score of the control group was 76.06. The result of the t-test also showed that the value of the tob was higher than the tcv. The value of the tob was 2.187, while the value of the tcv was 1.245 (α = 0.05). It means that there was a significant effect of students’ speaking competence who were taught using audiobooks and those who were taught by using conventional teaching media. It was concluded that audiobooks as the media in teaching and learning English can improve students’ speaking competence.keyword : audiobooks, conventional teaching media, speaking competence.
DEVELOPING TASK-BASED LANGUAGE TEACHING INSTRUCTIONAL VIDEO ON TEACHING ENGLISH BASED ON CURRICULUM - 13 FOR JUNIOR HIGH SCHOOL ENGLISH TEACHERS ., Ida Ketut Krisna Putra; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.362 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13429

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan video instruksional Pengajaran Bahasa Berbasis Tugas yang dilengkapi dengan buku panduannya berdasarkan analisis kebutuhan yang dilakukan dalam penelitian ini dan menggambarkan fitur serta kualitas video yang dikembangkan termasuk buku manual. Penelitian ini menggunakan D & D Research Design yang mengadaptasi model Dick dan Carey. Data akan dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Subyek penelitian ini adalah tiga guru bahasa Inggris SMP di Kabupaten Buleleng untuk mengumpulkan data analisis kebutuhan dan dua orang dosen Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris UNDIKSHA untuk mengumpulkan data tentang kualitas produk yang dikembangkan. Selain itu, objek dari penelitian ini adalah video instruksional Pengajaran Bahasa Berbasis Tugas. Penelitian ini menggunakan lembar observasi, daftar periksa, catatan, pedoman wawancara, dan rubrik penilaian sebagai instrumen untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata dari kedua penilaian ahli adalah 4,5; Oleh karena itu video instruksional ini termasuk dalam kategori baik. Peningkatan produk yang disarankan dari hasil keputusan ahli mencakup prbaikan di beberapa bagian video seperti kualitas audio dan stabilitas beberapa adegan. Maka dari itu, produk yang di kembangkan sudah dikategorikan sebagai produk yang bagus.Kata Kunci : Kurikulum 2013, Video Instruksional, Pengajaran Bahasa Berbasis Tugas, Instruksi yang berpusat pada siswa (SCI). This present research was aimed at developing a Task-based Language Teaching instructional video supplemented with its manual book based on the needs analysis conducted in this research and describing the features as well as the quality of the developed video including the manual book. This research utilized a D&D Research Design adapting Dick and Carey model. The data would be analyzed both qualitatively and quantitatively. The subjects of this research were three junior high school English teachers in Buleleng regency to gather needs analysis data and two lecturers of English Education Department UNDIKSHA to collect data about the quality of the product developed. Besides, the object was Task-based language teaching instructional video. This research used observation sheet, checklist, note, interview guide, and scoring rubric as the instrument to collect the data. The results of this research showed that the mean from both of expert judgments was 4.5; therefore this instructional video belonged to the good category. Suggested product improvements from the expert judgments result included fixing some parts of the video such as the audio quality and stability of some scenes. Since, the product has been categorized as good product. keyword : Curriculum 2013, Instructional Video, Task-based Language Teaching, Students-centered Instruction (SCI)
ANALYZING ENGLISH TEXTBOOK ENTITLED “BAHASA INGGRIS SMA/MA/SMK/MAK KELAS X SEMESTER 1” USING LITTLEJOHN’S FRAMEWORK ., Ni Wyn Deni Apriani; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8754

Abstract

Absrak Penelitian analisis deskriptif ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan fitur eksplisit buku ‘Bahasa Inggris SMA/MA/SMK/MAK Kelas X Semester 1’ (2) menjelaskan nilai pedagogik buku tersebut dan (3) meneliti kelebihan dan kekurangannya dilihat dari fitur explicit dan nilai pedagogiknya. Objek penelitian ini adalah buku ‘Bahasa Inggris SMA/MA/SMK/MAK Kelas X Semester 1’ yang merupakan materi pembelajaran dipersiapkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai salah satu langkah implementasi Kurikulum 2013. Teori analysis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Littlejohn (1992). Teori ini terdiri dari analisis aspek fisik dan tugas-tugas yang ada dalam buku. Physical Analysis Sheet dan Task Analysis Sheet digunakan sebagai instrument dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku yang dianalisis dalam penelitian ini (1) merupakan buku bilingual yang memiliki fitur eksplisit seperti full color printing, daftar isi, halaman, serta delapan jenis aktivitas umum yang dimuat dalam setiap bab dan petunjuk penggunaan yang dijabarkan dalam buku guru (2) memiliki tiga nilai pedagogik yaitu: (a) fokus pada tugas tertulis berupa kata-kata, kalimat, atau frasa yang berhubungan dengan penggunaan, arti, maupun struktur bahasa (b) lebih memfokuskan kegiatan yang menekankan arti bahasa yang digunakan daripada aturan bahasanya (c) lebih menekankan pada tugas-tugas yang membutuhkan siswa untuk bekerja sendiri daripada kelompok ataupun sebangku, dan (3) memiliki tujuh kekurangan (tiga dari segi fitur eksplisit, 4 dari nilai pedagogik) dan 7 kelebihan (4 dari segi fitur eksplisit, 3 dari nilai pedagogik). Kata Kunci : Kata Kunci: Analisis buku, Bahasa Inggris SMA/MA/SMK/MAK Kelas X Semester 1’, Teori Littlejohn Abstract This descriptive analysis study aimed at (1) describing the explicit nature of the English textbook ‘Bahasa Inggris SMA/MA/SMK/MAK Kelas X Semester 1’ (2) explain its pedagogic values, and (3) examine its strengths and weaknesses viewed from its explicit nature and pedagogic values. The object of this study is the English textbook ‘Bahasa Inggris SMA/MA/SMK/MAK Kelas X Semester 1’ which is a prepared materials for English class of tenth grade Senior High School students from the Ministry of Education and Culture as one step implementation of Kurikulum 2013. The analysis framework used in this study was proposed by Littlejohn (1992). The framework consists of the analysis of physical aspect and tasks in the textbook. Physical Analysis Sheet and Task Analysis Sheet were used as the instruments. The result of the analysis showed that the textbook under study (1) is a bilingual book which has some explicit features like full color printing, content list, page number, and eight kinds of activities used in every chapter (2) has three pedagogic values: (a) mostly focuses on written tasks in form of individual words, sentence, or phrases which are related to language use, meaning, or structure (b) focus on tasks that emphasize meaning rather than form or structure (c) emphasizes more on individual tasks than pair or group work and (3) has seven strength (3 from explicit nature, 4 from pedagogic values) and seven weaknesses (4 from explicit nature, 3 from pedagogic values). keyword : Keywords: ‘Bahasa Inggris SMA/MA/SMK/MAK Kelas X Semester 1’, Littlejohn Framework, Textbook analysis
An Analysis of Teaching Strategies Used by English Teacher to handle student with Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) in A2 class at Aura Sukma Insani Bilingual Kindergarten ., Ni Luh Ratih Cris Andini; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi, M.A.; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12246

Abstract

This study aimed to describe teaching strategies to handle ADHD student in A2 class at Aura Sukma Insani Bilingual Kindergarten, SINGARAJA and the reasons of English teacher used some strategies to handle ADHD student in the learning process .This study also told about the teacher’s problems in handling ADHD student and the achievement that got from ADHD student in the learning process. This study used descriptive research design by involving ADHD student in A2 class. The objects of this study were the teaching strategies that used by English teacher to handle ADHD student in the learning process. The data were collected by conducting interviews, took some picture and document analysis. Based on the result of the data analysis, the researcher found that the English teacher used some kinds of teaching strategies in the learning process such us: Total Physical Response and modeling, Repetition drill, Verbal and Non verbal, Co-operative learning (group discussion) and games. The teacher told some reasons in used of those kinds of teaching strategy in the learning process, to make ADHD student always focus and enthusiasm in the learning process. In implemented those kinds of teaching strategies the teacher found some problems in handling student with ADHD in the class and, the teacher also saw ADHD student got some achievements in following the learning process. keyword : Teaching Strategies and ADHD student

Page 41 of 188 | Total Record : 1873