cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,873 Documents
AN ANALYSIS OF THE TYPES OF READING COMPREHENSION QUESTIONS USED BY TEACHERS IN SENIOR HIGH SCHOOL A IN SINGARAJA BASED ON COGNITIVE DOMAIN OF REVISED BLOOM’S TAXONOMY ., Destri Anu Arisandi; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd.,M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12395

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis pertanyaan pemahaman bacaan yang digunakan oleh guru bahasa Inggris di SMA A di Singaraja. Analisis didasarkan pada domain kognitif dari Taksonomi Bloom Revisi. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian kualitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah buku teks siswa, lembar kerja siswa, dan pertanyaan yang diajukan oleh dua guru secara lisan di kelas selama 4 pertemuan. Setelah menganalisis semua pertanyaan yang digunakan oleh guru, wawancara dilakukan untuk mendapatkan alasan guru dalam menggunakan pertanyaan-pertanyaan tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa pertanyaan lisan dan tulis yang digunakan oleh guru sebagian besar mengacu pada remembering factual knowledge dengan persentase 35,21% pada buku teks siswa, 57,95% pada lembar kerja siswa dan 45,61% pada pertanyaan lisan yang digunakan oleh guru selama kegiatan mengajar. Level pertanyaan kedua yang paling dominan digunakan dalam pertanyaan lisan dan tulis adalah understanding factual knowledge dengan persentase 35,21% pada buku teks siswa, 23,67% pada lembar kerja siswa dan 36,84% pada pertanyaan lisan yang digunakan oleh para guru di kelas. Dengan demikian, pertanyaan yang digunakan oleh guru lebih menekankan pada pertanyaan Lower Order Thinking (LOT).Kata Kunci : pemahaman membaca, pertanyaan, higher order thinking, lower order thinking This study was aimed at analyzing the types of reading comprehension questions used by English teachers in Senior High School A in Singaraja. The analysis was based on the cognitive domains of revised Bloom’s Taxonomy. The design used in this study was qualitative research design. The sources of this data were the students’ textbook, students’ worksheet, and the questions that were asked by the teachers orally in the class during 4 meetings. After analyzing all of the questions that were used by the teachers, interview was conducted in order to gain the teacher’s reasons of using those questions. The result of the analysis showed that the oral and written questions used by the teachers mostly refers to remembering factual knowledge with percentage 35.21% in the students textbook, 57.95% in the students’ worksheet and 45.61% in the oral questions that were used by teacher during the teaching activity. The second most dominantly used in the oral and written question was understanding factual knowledge level with percentage 35.21% in the students’ textbook, 23.67% in the students’ worksheet and 36.84% in the oral questions that were used by the teacher in the class. Thus, the questions that were used by teachers are more emphasized on Lower Order Thinking question (LOT)keyword : : reading comprehension, questions, higher order thinking, lower order thinking
An Error Analysis Applying Dulay, Burt & Krashen's Theory to the Seventh Grade Students' Writing of SMP N 2 Seririt ., Kadek Wiwik Wirayanthi; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha; ., G.A.P. Suprianti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11675

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis kesalahan apa yang dibuat oleh siswa kelas VII di SMP N 2 Seririt dalam tulisan mereka dan apa penyebab kesalahan dalam tulisan mereka. Ada 34 tulisan siswa yang dianalisis berdasarkan taksonomi strategi permukaan (surface strategy taxonomy) yang diajukan oleh Dulay et al. (1981). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan teori analisa kesalahan dari Gass & Selingker. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada 253 kesalahan yang dilakukan oleh subjek penelitian ini. Kesalahan yang ditemukan dalam penelitian ini adalah kesalahan pengurangan (omission) 183 (72,3%), kesalahan penambahan (addition) 25 (9,9%), kesalahan penempatan (misordering) 24 (9,5%), dan kesalahan bentuk (misformation) 21 (8,3%). Kesalahan pengurangan (omission) adalah kesalahan yang paling sering ditemukan dalam penelitian ini dan ada tiga jenis sumber kesalahan yang ditemukan dalam penelitian ini, yaitu transfer intralingual (intralingual transfer) (86.7%), transfer interlingual (interlingual transfer) (10.3%), dan konteks pembelajaran (context of learning) (3,0%). Kata Kunci : tulisan, kesalahan, analisis kesalahan This study was carried out to find out what types of error made by students of seventh grade of SMP N 2 Seririt in their writing and what causes of the students error in their writing. There were 34 students’ writing which analyzed based on surface strategy taxonomy proposed by Dulay et al. (1981). This study was descriptive qualitative study. The data obtained were analyzed qualitatively by using Gass & Selingker’s theory of error analysis. The result of this study showed that, there were 253 errors committed by the subject of this study. The errors found in this study were 183 (72.3%) omission errors, 25 (9.9%) addition errors, 24 (9.5%) misordering errors, and 21(8.3%) misformation errors. Omission error was the most frequent errors found in this study and there were three types of sources of errors found in this study, those were intralingual transfer (86.7%), interlingual transfer (10.3%), and context of learning (3.0%).keyword : writing, error, error analysis
AN ANALYSIS OF MORAL VALUES FOUND IN ROBERT FROST'S SELECTED POEMS ., I Wayan Rengkuh Febri Subrata; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd.; ., G.A.P. Suprianti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.879 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13632

Abstract

AN ANALYSIS OF MORAL VALUES FOUND IN ROBERT FROST SELECTED POEMS By I Wayan Rengkuh Febri Subrata, NIM 1112021079 English Education Department ABSTRACT This research is entitled “An Analysis of Moral Values Found in Robert Frost Selected Poems”. This research that has been written in for analyzing the moral values point from the six selected poems namely : A Patch Of Old Snow, Dust Of Snow, Nothing Gold Can Stay, Devotion, A Question, and The Sound Of The Trees. This research use the library research method with supporting data from the internet. The Moral Values from the human behavior in good and bad. The first is A Patch Of Old Snow has a moral value to keep the kindness and love for peace and harmony. The second poem is Dust Of Snow that has a moral value of the forbidden way of the human action for killed himself. Killed himself as a part of the hell entrance or a wrong way of human choice in the new era. The third poem is A Question, that has a moral value for preventing ourself for the selfishness. Selfishness create the poverty and lack of humility. The fourth poem is devotion that has a moral value of unstoppable willpower of the human being for get the success point in their entire life. The fifth poem is Nothing Gold Can Stay that has a moral value of the beauty cannot stay in the long time. The sixth poem, The Sound Of The Trees has a moral value of the human consistency in staying in homeland because of the responsibilities and jobs. keyword : Key Words: Moral Values, A Patch Of Old Snow, Dust Of Snow, A Question, Devotion, Nothing Gold Can Stay, The Sound Of The Trees.
IMPROVING STUDENTS WRITING COMPETENCY THROUGH THE IDEA-DETAILS STRATEGY IN CLASS XI IPA-2 OF SMA N 1 SUKASADA IN THE ACADEMIC YEAR 2016/2017 ., I Putu Ngurah Wirabawa Jelantik; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra,Dip.,App.; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 3, No 3 (2016):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pelaksanaan The Idea-Detail Strategi dapat meningkatkan kompetensi menulis siswa dalam XI IPA-2 di SMA N 1 Sukasada. Ada 9 perempuan dan 11 siswa laki-laki di kelas XI IPA 2. Penelitian ini dilakukan dalam bentuk Penelitian Tindakan Kelas yang melibatkan empat langkah, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui beberapa instrumen yaitu menulis uji kompetensi, angket, dan studi observasi checklist.The dilakukan dalam dua siklus yang terdiri dari dua pertemuan pada setiap siklus. Hasil pengamatan awal menunjukkan bahwa siswa menghadapi masalah dalam menulis kompetensi. Ada 80% dari total siswa memperoleh skor kurang dari yang diharapkan mencetak 75 dan hanya ada 20% mencapai skor lebih tinggi dari skor standar atau sama dengan 75. Rerata kompetensi menulis siswa dalam observasi awal adalah 69,5. Setelah pelaksanaan The Idea Detail-Strategi, ditemukan bahwa ada peningkatan menulis kompetensi siswa. persentase siswa yang mencapai skor yang lebih tinggi dari atau sama dengan 75 meningkat dari 20% di observasi awal untuk 85% pada siklus 2. Sehubungan dengan indikator kinerja, siklus dihentikan karena persentase siswa yang mencapai lewat sakit lebih dari 75%. Hasil ini diperkuat dengan respon siswa terhadap penerapan The Idea-rincian Strategi. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan The Idea-Detail strategi dapat meningkatkan kompetensi menulis siswa.Kata Kunci : Kata kunci: Menulis Kompetensi, The Idea-Detail Strategi. The aim of this study was to find whether the implementation of The Idea-Details Strategy could improve students’ writing competency in XI IPA-2 at SMA N 1 Sukasada. There were 9 female and 11 male students in class XI IPA 2. This study was conducted in form of Classroom Action Research which involved four steps, namely planning, action, observation, and reflection. The data were collected through some instruments namely writing competency test, questionnaire, and observation checklist.The study was conducted in two cycles that consisted of two meetings in each cycle. The result of preliminary observation showed that the students faced problems in writing competency. There were 80% of total students obtaining score less than the expected score 75 and there were only 20% achieving higher score than the standard score or equal to 75. The mean of students’ writing competency in preliminary observation was 69.5. After the implementation of The Idea Details-Strategy, it was found that there was improvement of students’ writing competency. the percentage of students who achieved score higher than or equal to 75 increased from 20% in preliminary observation to 85% in cycle 2. Regarding to the performance indicator, the cycle was stopped since the percentage of the students who achieved the passing sore were more than 75%. This result was strengthened by students’ response toward the application of The Idea-details Strategy. It could be concluded that the use of The Idea-Details strategy could improve students’ writing competency. keyword : Key words: Writing Competency, The Idea-Details Strategy.
The Codes Used By Balinese-Javanese Mixed Marriage Families In Pulukan Village, Jembrana Regency ., Ni G. A. Kd Sukma Dwijayanti; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, M.A.; ., Dr. Dewa Putu Ramendra, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2017):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana kode yang digunakan oleh keluarga perkawinan campuran Bali-Jawa di Desa Pulukan,Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kode apa saja yang digunakan oleh keluarga perkawinan campuran Bali-Jawa di Desa Pulukan, Kabupaten Jembrana dan bagaimana mereka menggunakan kodenya. Instrumen dalam penelitian ini adalah: peneliti itu sendiri, alat perekam, catatan. Subjek penelitiannya adalah keluarga perkawinan campuran Bali-Jawa di Desa Pulukan. Sementara itu ranah-ranah yang dijadikan sebagai bahan penelitian meliputi ranah keluarga, ranah tetangga, dan ranah pertemanan. Temuan penelitian ini menyatakan bahwa ada dua kode yang digunakan, yaitu alih kode dan campur kode. Campur kode terjadi secara dominan (44.54%) jika dibandingkan dengan alih kode dari percakapan di tiga ranah yang diteliti dibandingkan dengan alih kode yang digunakan (42.00%) dari percakapan pada tiga domain yang diteliti.Kata Kunci : alih kode, campur kode, perkawinan campuran Bali-Jawa, desa Pulukan This study aimed at describing how codes are used by Balinese-Javanese mixed marriage families in Pulukan village,Pekutatan district,Jembrana regency. The purposes of this research are to know what codes are used by Balinese-Javanese mixed marriage families in Pulukan village, Pekutatan district, Jembrana regency and how they use them. The instruments in this study were: the researcher herself , recorder device, and note taking. The subjects of the research were Balinese-Javanese mixed marriage families in Pulukan village. Meanwhile, the domains of the research that had been conducted covered family domain, neighborhood domain, and friendship domain. The finding of this research revealed that there were two codes used Balinese-Javanese mixed marriage families in Pulukan, that is code switching and code mixing. The code mixings occurred dominantly (44.54%) as compared to code switching (42.00%) from the conversations of three domains studied. keyword : code switching, code mixing, Balinese-Javanese mixed marriage, Pulukan village
DEVELOPING LANGUAGE LEARNING SONGS AS A STRATEGY FOR TEACHING ENGLISH TO THE SECOND SEMESTER OF EIGHTH GRADE STUDENTS IN SINGARAJA ., Putu Indah Darmayani; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Drs.Gede Batan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8652

Abstract

Penelitian ini adalah dalam bentuk penelitian dan pengembangan yang bertujuan untuk (1) mengembangkan lagu-lagu pembelajaran bahasa yang tepat yang dapat digunakan untuk mengajar bahasa inggris dengan topic yang berbeda untuk semester kedua dari siswa kelas delapan dan (2) mengukur kualitas lagu-lagu pembelajaran bahasa sebagai strategy untuk mengajar bahasa inggris untuk semester kedua dari siswa kelas delapan. Desain model Peffers digunakan pada penelitian ini. Subjek dari penelitian ini adalah siswa-siswa kelas delapan di kelas VIII A3 di SMP Negeri 1 Singaraja. Data dikumpulkan dengan menggunakan beberapa instrument penelitian, seperti lembar observasi, panduan wawancara, analisis dokumen, and rubric penilaian ahli. Data yang didapat dianalisis secara kuantitaif dan kualitatif dengan mendeskripsikannya secara rinci dan data dari kualitas produk dianalisis dengan menemukan rata-rata dan kategori skor. Berdasarkan perolehannya, telah dikembangkan delapan lagu pembelajaran bahasa yang disajikan kedalam buku pedoman dan cd dan hasil dari validasi ahli menunjukkan bahwa lagu-lagu pembelajaran bahasa yang dirancang dikategorikan sebagai produk unggulan.Kata Kunci : Lagu-lagu pembelajaran bahasa, Buku Pedoman, Strategy mengajar This research was in form of Research and Development (R&D) which aimed (1) developing the suitable language learning song that can be used for teaching English with different topic for the second semester of the eight grade students and (2) measuring the quality of language learning songs as a strategy for teaching English to the second semester of 8th grade students. Peffers design model was used in this present study. The subjects of this study were the eighth grade students in VIII A3 class in SMP Negeri 1 Singaraja. The data were collected by using several research instruments, such as observation sheet, interview guide, document analysis, and rubric of expert judgment. The data obtained were analysed qualitatively by describing them in detail and the data of product’s quality were analysed quantitatively by finding means and score categories. From the result, eight language learning songs which presented into a manual book and cd were developed and the result of experts’ validation showed that the language learning songs designed were categorised as excellent prototype. keyword : Language Learning Songs, Manual Book, Teaching Strategy
AN ANALYSIS OF GRAMMATICAL ERRORS IN SPEAKING COMMITTED BY THE STUDENTS OF TOUR AND TRAVEL CLASS AT SLC SINGARAJA IN ACADEMIC YEAR 2017/2018 ., I Gede Shasy Bagus; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2017):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis dan sumber kesalahan yang dilakukan oleh siswa-siswi untuk Tour dan Travel-Sun Lingua College (SLC) Singaraja pada Tahun Akademik 2017/2018. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Ini menggunakan purposive sampling dan subjeknya terdiri dari 24 siswa dan 1 guru tour dan travel. Data dikumpulkan melalui rekaman, penyebaran kuesioner dan wawancara dan dianalisis dengan menggunakan Surface Strategy Taxonomy oleh Dulay, Burt dan Krashen (1982). Ini tentang mengidentifikasi kesalahan, mengklasifikasikan kesalahan, menghitung kesalahan, menganalisis kuesioner dan hasil wawancara, melaporkan hasil analisis dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada empat jenis kesalahan: kelalaian, penambahan, misformasi dan salah urut, yang dilakukan oleh siswa-siswi. Jumlah kesalahan total adalah 520 yang terdiri dari 43,9% kesalahan kelalaian, 30,8% kesalahan misformasi, 18,9% sebagai penambahan kesalahan, dan 6,6% kesalahan salah urut. Penelitian tersebut menemukan bahwa sumber kesalahan adalah kesalahan antarbahasa serta kesalahan intrabahasa.Kata Kunci : tata bahasa, kesalahan-kesalahan, kesalahan antarbahasa, kesalahan intrabahasa This study aimed at analyzing the types and sources of errors committed by the students of Tour and Travel–Sun Lingua College (SLC) Singaraja in Academic Year of 2017/2018. This study is a descriptive qualitative research. It applied purposive sampling and the subjects of which consisted of 24 students and 1 tour and travel teacher. The data were collected through recording, distributing questionnaire and interview and analyzed by using Surface Strategy Taxonomy by Dulay, Burt and Krashen (1982). It was about identifying the errors, classifying the errors, calculating the errors, analyzing the questionnaire and the result of the interview, reporting the result of the analysis and drawing the conclusion. The results of the study show that there were four types of errors: omission, addition, misformation and misordering, committed by the students. The total numbers of errors were 520 which consisted of 43.9% in omission errors, 30.8% in misformation errors, 18.9% in addition errors, and 6.6% in misordering errors. The study found that the sources of errors were interlingual error as well as intralingual error.keyword : grammar, errors, interlingual error, intralingual error
THE MORPHOPHONEMIC CHANGE OF BORROWED ENGLISH WORDS IN INFO KOMPUTER MAGAZINES ., KADEK WAHYUTRIYUNI; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.215 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.14848

Abstract

Penelitian ini menganalisa tentang perubahan morfofonemik dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia yang digunakan dalam majalah-majalah Info Komputer. Majalah-majalah yang digunakan adalah edisi-edisi spesial. Majalah-majalah tersebut dipublikasikan sekitar tahun 2014 sampai 2017. Penelitian ini merupakan content analysis karena data didapatkan dari majalah-majalah. Penelitian ini memakai model Interactive Data Analysis oleh Miles and Huberman (1994). Ada beberapa langkah-langkah untuk penelitian ini seperti, (1) Membaca, menandai, dan mengurutkan kata-kata yang dipinjam, (2) menerjemahkan kata-kata yang dipinjam, meletakkannya dalam tabel-tabel, dan menganalisis perubahan morfofonemik berdasarkan teori oleh Nida (1949), dan (3) menarik kesimpulan dari penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada lima jenis dari perubahan morfofonemik seperti, lima proses perubahan asimilasi, sepuluh proses penghilangan fonem konsonan, tiga proses penghilangan fonem vokal, satu proses perubahan palatalisasi, dan satu proses perubahan nasalisasi. Kata Kunci : kata-kata yang dipinjam, perubahan bahasa, perubahan morfofonemik This study analyzed the morphophonemic change of English words into Indonesian words which were used in Info Komputer magazines. The magazines which were used were special editions. The magazines were published around the years 2014 until 2017. This study was content analysis since the data were obtained from magazines. This study used Interactive Data Analysis model of Miles and Huberman (1994). There were three steps for this study such as (1) reading, marking, and listing the borrowed words, (2) transcribing the borrowed words, putting the words into tables and analyzing the morphophonemic change based on the theory of Nida (1949), and (3) drawing the conclusion of the study. The result of the study showed that there were five types of morphophonemic change such as five processes of assimilation, ten processes of loss of consonant phonemes, three processes of loss of vowel phonemes, one process of palatalization, and one process of nasalization.keyword : borrowed words, language change, morphophonemic change
Prefix In Pedawa Dialect: A Descriptive Study ., Anak Agung Inten Sakanti; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.7217

Abstract

Penelitian deskriptif qualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan jumlah prefik di Dialek Pedawa dan jenisnya dari infleksi dan derivasi. Dua sampel informan dari Dialek Pedawa dipilih berdasarkan seperangkat kriteria. Data dikumpulkan menggunakan 3 tehnik, yakni: tehnik observasi, merekam, dan wawancara (mencatat dan mendengarkan). Hasil penelitian menunjukan bahwa ada dua jenis prefik di Dialek Pedawa. Prefik tersebut yakni prefik {N-}, {m∂-}. Jenis prefik yang tergolong derivasi adalah prefik {m∂-}, {ŋə-} and {ŋ-}. Jenis prefik infleksi adalah prefik {ŋ-}, {n-}, {ñ-} and {m∂-}.Kata Kunci : prefiks derivasi, prefiks infleksi, dan Dialek Pedawa This descriptive qualitative research aimed at describing the number of prefixes in Pedawa Dialect and its types of inflectional and derivational morphemes. Two informant samples of Pedawa Dialect were chosen based on set a criteria. The data were collected based on three techniques, namely: observation, recording, and interview (listening and noting). The results of the study show that there are two prefixes: {N-}, {m∂-} in Pedawa Dialect. The prefixes that belong to derivation morpheme are: prefix {m∂-}, {ŋə-} and {ŋ-}. The prefixes that belong to inflection morpheme are: prefixes {ŋ-}, {n-}, {ñ-} and {m∂-}.keyword : derivational prefixes, inflectional prefixes, and Pedawa Dialect
THE PHONOLOGICAL AND LEXICAL VARIATION OF LEMUKIH AND GALUNGAN DIALECT VIEWED FROM AGE DIFFERENCES: AN ANALYSIS OF SOCIO-DIALECTOLOGY ., Gede Dharma Arya Wicaksana; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.10742

Abstract

This study aimed at exploring the phonological and lexical variation viewed from age differences which occurred in Lemukih and Galungan village. This research was a descriptive qualitative research. There were 10 informant samples from both Lemukih and Galunganvillage were chosen based on predetermined criteria. The data were collected based on researcher as the main instrument and four other additional instruments namely: observation, interview, word list and recording. The results of the study show that, 1) there is an indication of phonological variation such asunpacking,haplology, syncope, aphaeresis and apocope, 2) there is an indication of lexical variation such as semasiological variation,onomasiological variation,formal variation and contextual variation, 3) the reason of a tendency of dialect variation viewed by age differences in both Lemukih and Galungan dialect is the development of the technology which leads to the broader access into villages and begin to imitate dialects outside of one’s villages Kata Kunci : dialect,phonological variation, lexical variation, age differences This study aimed at exploring the phonological and lexical variation viewed from age differences which occurred in Lemukih and Galungan village. This research was a descriptive qualitative research. There were 10 informant samples from both Lemukih and Galunganvillage were chosen based on predetermined criteria. The data were collected based on researcher as the main instrument and four other additional instruments namely: observation, interview, word list and recording. The results of the study show that, 1) there is an indication of phonological variation such asunpacking,haplology, syncope, aphaeresis and apocope, 2) there is an indication of lexical variation such as semasiological variation,onomasiological variation,formal variation and contextual variation, 3) the reason of a tendency of dialect variation viewed by age differences in both Lemukih and Galungan dialect is the development of the technology which leads to the broader access into villages and begin to imitate dialects outside of one’s villageskeyword : dialect,phonological variation, lexical variation, age differences

Page 44 of 188 | Total Record : 1873