cover
Contact Name
Putu Indra Christiawan
Contact Email
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Phone
+6281805329239
Journal Mail Official
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora (JISH) is a journal that uses a double-blind peer review model that can be accessed online. The purpose of JISH is to publish a journal containing quality articles that will be able to contribute thoughts from a theoretical and empirical perspective in society and humanities at a regional, national, and global scale. The writings at JISH will significantly contribute to critical thinking in the area of society and humanities. The scope of the fields contained in JISH covers the following areas: social work, social welfare, social change, and social policy; humanism and human rights; corporate governance, and community studies; crosscultural and multiculturalism studies; population, and development studies; ethics, and intergroup relations; war, conflict, and international relations; linguistics, literature, and media studies; performing arts (music, theatre, and dance); studies of inequality (class, race and gender studies); and other related areas. Articles published on research results and literature review with acceptable research methodologies, qualitative studies, quantitative studies, or a combination of both, statistical analysis, case studies, field research, and historical studies. JISH received manuscripts from various related circles, such as relevant researchers, professors, students, policy-makers, scientists, and others.
Articles 626 Documents
IMPLIKASI REFORMASI BIROKRASI TERHADAP KEPERCAYAAN DAN KEPUASAN WARGA DI KOTA TIDORE KEPULAUAN Syamsul Bahri Abd. Rasyid; Ulung Pribadi
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 10 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v10i3.35375

Abstract

Reformasi birokrasi merupakan upaya perbaikan sistem penyelenggaraan pemerintahan, khususnya pada aspek kelembagaan, manajemen, dan sumber daya manusia. Namun, secara empirik hal ini justru berbanding terbalik dengan area-area reformasi birokrasi yang dicanangkan dalam regulasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi reformasi birokrasi terhadap kepercayaan dan kepuasan masyarakat pada pemerintah dan pelayanan publik yang dilakukan di Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, dengan data primernya adalah survey hasil kuesioner berjumlah 225 responden, serta menggunakan software SmartPLS 3.3.3 sebagai alat analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel regulasi dan akuntabilitas berimplikasi positif dan signifikan terhadap kepercayaan warga terhadap pemerintah, serta kepercayaan warga terhadap pemerintah yang juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan warga terhadap pelayanan publik. Sementara variabel prosedur, struktur organisasi, sumber daya manusia, dan teknologi tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kepercayaan warga terhadap pemerintah. Penelitian ini berkontribusi sebagai salah satu acuan untuk membenahi birokrasi di Kota Tidore Kepulauan, terutama pada variabel-variabel yang berpengaruh dan signifikan. Penelitian komparatif dengan dua lokus yang berbeda, jumlah responden yang lebih banyak, hingga jangka waktu penelitian yang lebih lama, perlu dilakukan untuk penelitian-penelitian selanjutnya.
PEMETAAN PERAN DAN KONTRIBUSI PEMANGKU KEPENTINGAN DALAM PENGEMBANGAN EKOWISATA DESA BURAI Debby Fifiyanti; Janianton Damanik
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 10 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v10i3.36893

Abstract

Kajian tentang desa wisata sudah banyak dilakukan, tetapi persoalan tentang peran pemangku kepentingan belum diungkap secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasi peran pemangku kepentingan dan pengaruhnya dalam pengembangan ekowisata. Basis metode yang digunakan adalah kualitatif dengan mengandalkan wawancara langsung dan menggunakan platform media online, observasi, dan dokumentasi sebagai cara pengumpulan data. Data diolah untuk mengindentifikasi peran pemangku kepentingan dengan menggunakan NVivo 12 Plus dan dilanjutkan dengan metode analisis melalui pengggunaan matriks kepentingan dan pengaruh para pemangku kepentingan terhadap pengembangan ekowisata. Dari hasil analisis ditemukan sebanyak 13 pemangku kepentingan yang berperan secara berbeda dari lima sektor yaitu pemerintah, swasta, akademisi, lembaga swadaya masyarakat, dan masyarakat. Peran para pemangku kepentingan teridentifikasi dalam tiga kategori, yaitu regulator, fasilitator, dan pengelolah atau pelaksana. Lebih spesifik lagi, berdasarkan pengaruh dan kepetingan terdapat empat pemangku kepentingan berkarakter subjek, empat pemangku kepentingan berperan sebagai pemain kunci, lima pemangku kepentingan berperan sebagai pendukung, dan satu pemangku kepentingan pengikut. Dapat disimpulkan, bahwa peran dan kepentingan mereka bergerak dinamis sesuai dengan komitmen pada prioritas dan target yang ditentukan.
DETERMINAN PENYERAPAN KREDIT MODAL KERJA UNTUK USAHA KECIL I Nengah Suarmanayasa
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v10i2.36894

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh jumlah usaha kecil, PDRB, suku bunga kredit dan indeks harga konsumen baik secara simultan maupun parsial terhadap jumlah kredit modal kerja untuk usaha kecil di Bali. Penelitian ini menggunakan data triwulanan yang diperoleh dari Otoritas Jasa Keuangan, Badan Pusat Statistik, dan Bappeda Provinsi Bali dalam rentang waktu 8 tahun. Pengumpulan data dengan metode dokumentasi. Selanjutnya analisis data dengan regresi linear berganda model double log. Hasil penelitian menemukan: 1) jumlah usaha kecil, PDRB, suku bunga kredit dan indeks harga konsumen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap jumlah kredit modal kerja, 2) Jumlah usaha kecil tidak berpengaruh terhadap jumlah kredit modal kerja, 3) Suku bunga kredit berpengaruh negatif dan signifikan terhdap jumlah kredit modal kerja, 4) PDRB berpengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah kredit modal kerja, dan 5) Indeks harga konsumen berpengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah kredit modal kerja untuk usaha kecil di Bali. Implikasi hasil penelitian ini adalah indikator makro ekonomi yang tercermin dari PDRB maupun tingkat inflasi menentukan kinerja perbankan terutama dalam hal penyaluran kredit. Untuk itu, pihak perbankan agar cermat dalam menentukan tingkat suku bunga kredit. Tinggi rendahnya suku bunga kredit perbankan merupakan faktor penting yang dipertimbangkan pelaku usaha kecil di Bali dalam mengembangkan usahanya.
Perubahan Peran Perempuan pada Sektor Pertanian di Desa Tandawang Bawon Rizki Amalia; Yayuk Yuliati; Siti Kholifah
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v11i1.36899

Abstract

Sektor pertanian identik dengan kekuatan fisik laki-laki. Namun, dengan berjalannya waktu banyak perempuan yang bekerja di sektor pertanian. Padahal, perempuan mendapat stereotype lemah. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses perubahan peran perempuan dan penyebab perubahan peran perempuan, serta menganalisis dampak dari adanya perubahan peran perempuan di sektor pertanian di Desa Tandawang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif, dengan pendekatan kualitatif serta menggunakan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan perjodohan pola. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejak tahun 2010 terjadi perubahan peran perempuan di sektor pertanian di Desa Tandawang. Mayoritas perempuan mengerjakan hampir seluruh peran di sektor pertanian. Tetapi, perempuan belum sepenuhnya mendapatkan akses sumberdaya pertanian, serta kontrol atau pengambilan keputusan. Di sisi lain, perempuan mendapatkan perubahan manfaat dengan bekerja di sektor pertanian. Perubahan peran perempuan di sektor pertanian disebabkan kebutuhan ekonomi, banyak laki-laki beralih profesi, dan perubahan permintaan tenaga kerja. Bekerjanya perempuan di sektor pertanian dapat memperbaiki kesejahteraan keluarga. Akan tetapi, perempuan mendapatkan peran ganda di sektor publik dan domestik. Dalam feminis liberal, perempuan hanya menginginkan kesetaraan hak yang sama dengan laki-laki. Bekerjanya perempuan di sektor pertanian tidak membuat kesetaraan gender, melainkan yang terjadi ekploitasi terhadap perempuan. 
DESIGN OF MSMEs DEVELOPMENT THROUGH PROFIT SHARING SCHEMES Taudlikhul Afkar; Teguh Purwanto; Fauziyah Fauziyah; Ferry Hariawan; Siti Istikhoroh
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 10 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v10i3.36996

Abstract

The purpose of this study is to find the design of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) development through profit-sharing schemes seen from the perspective of MSMEs actors in East Java - Indonesia. This research was conducted in East Java, Indonesia, selecting research locations carried out randomly and then determining the respondents proportionally. Respondents in this study were 220 MSMEs actors using the proportional random sampling technique. The data analysis technique used is warped partial least square to look for the design partially and through intervening. This study uses mudarabah financing and musharakah financing as exogenous variables, principles of profit-sharing distribution as intervening variables, and development of MSMEs as endogenous variables. The findings in this study are the contribution of profit-sharing distribution as an intervening variable in the development of MSMEs through the mudarabah financing scheme and the musharakah financing with the dominance of the musharakah financing. The ideal design of the development of MSMEs is the use of mudarabah financing and musharakah financing by applying the profit-sharing distribution principle following the principles of Islamic Sharia.
Pesilat Conflict Analysis in Madiun: Conflict Resolution Study Manuel Ximenes; Sudarmo Sudarmo; Kristina Setyowati
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v11i1.37078

Abstract

Conflict between members of the pencak silat organization is a conflict phenomenon caused by various sources of conflict involving members of the pencak silat organization so that it creates public security disturbances in the Madiun Regency area. The conflict made the government handle it through various efforts to resolve the conflict. The purpose of this study is to find out how conflict and conflict resolution can be created and run in the Madiun area. The research method is this research using qualitative research methods, which is a type of research that emphasizes drawing conclusions based on the interpretation of a phenomenon or fact. The results showed that the silat conflict that occurred in the Madiun area was more of a horizontal conflict, namely the conflict that occurred only among the fighters in the Madiun area and the cause was due to trivial problems that occurred between the silat fighter and his silat association. Next, to deal with this problem, the local government tries to carry out conflict resolution based on a community governance approach, namely as an integrative and participatory community or community empowerment in the decision-making process. The approach taken by the local apparatus succeeded in reducing the conflict and creating peace, although the resolution of the conflict was not able to eliminate the feelings or desires of the fighters to stop the conflict between them.
Interaksi Simbolik Keluarga Petani Penggarap Berdasarkan Gender Anak di Lingkungan Rawa Pasang Surut Kabupaten Barito Kuala Muhammad Alif; Mira Yulianti
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v11i1.37532

Abstract

Konstruksi sosial dalam masyarakat pedesaan seringkali meminggirkan perempuan, yang membuat kondisi ketidaksetaraan gender. Perempuan diekspetasikan memiliki perilaku tertentu, diharuskan menjaga martabatnya dan harga dirinya karena posisinya yang sering kali subordinat dari laki-laki. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa interaksi simbolik dan komunikasi orang tua berdasarkan gender anak di lingkungan rawa pasang surut (studi pada petani penggarap di Barito Kuala). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Objek penelitian adalah petani penggarap di Desa Jejangkit Timur dan Jejangkit Barat kabupaten Barito Kuala. Data primer diperoleh dari hasil wawancara kepada dua kepala desa dan empat keluarga petani penggarap sebagai key informant. Hasil dan pembahasan, komunikasi yang terbentuk antara orang tua dan anak anak dapat digambarkan sebagai hubungan yang memiliki kualitas diantara keduanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang terbentuk antara orang tua dan anak anak dapat digambarkan sebagai hubungan yang memiliki kualitas diantara keduanya Kualitas komunikasi orang tua itu sendiri berdampak kepada perkembangan anak. Komunikasi berdasarkan gender antara orang tua dan anak yang terjadi di masyarakat lingkungan rawa pasang surut ditemukan masih adanya pembeda diantara anak laki-laki serta anak perempuan, ada perbedaan perlakukan untuk hal hal-hal tertentu.  Interaksi simbolik keluarga mempergunakan bahasa secara langsung karena mudah untuk dipahami, dimengerti dan jelas apa yang ingin disampaikan. 
Perspektif Analisis Indeks Pemberdayaan Gender Kota Tanjungpinang dalam Masa Pandemi COVID-19 Fitri Kurnianingsih; Mahadiansar Mahadiansar; Rizqi Apriani Putri; Okky Rizki Azizi
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v11i1.37594

Abstract

Pemberdayaan gender merupakan sebuah rekonstruksi dalam kesetaraan sebuah aktivitas dilingkungan yang beorientasi terhadap kehidupan sosial dalam kehidupan individu maupun kelompok yang berfokus pada sebuah partisipasi publik pada sektor politik ekonomi dan kepemimpinan. Tulisan ini berfokus pada kondisi atau fenomena gender di Kota Tanjungpinang yang menunjukkan angka tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau ditengah pandemi COVID-19 tahun 2020. Adapun metode yang dilakukan peneliti berupa kajian kepustakaan secara kualitatif dengan mengunakan data sekunder yaitu pemberitaan, laporan, dokumen yang dianalisis secara mendalam mengunakan model logika dan model pengembangan penjelasan sesuai dengan studi kasus yang ada. Hasil menunjukan bahwa pemberdayaan gender berpengaruh pada dimensi keterwakilan parlemen, pengambilan keputusan, serta distribusi pendapatan sangat mempengaruhi pada kondisi sistem pemerintahan Kota Tanjungpinang. Artinya pemberdayaan gender mempunyai kesadaran tingkat individual secara masif yang menginginkan keterlibatan secara berkelanjutan. Kemudian pemberdayaan gender tersebut didukung para pemangku kepetingan dalam kemampuan mendorong pemberdayaan gender pada generasi ke generasi Kota Tanjungpinang di tengah pandemi COVID-19.
DAMPAK PENDIDIKAN DAN STATUS BEKERJA IBU TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN PRASEKOLAH ANAK DI JAWA BARAT Nenny Hendajany; Deden Rizal Riyadi; Ae Suaesih
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 10 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v10i3.37863

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah dampak pendidikan ibu serta status ibu bekerja terhadap pengambilan keputusan menyekolahkan anak di usia dini. Data yang digunakan adalah data SUSENAS Jawa Barat tahun 2018. Metode yang digunakan adalah analisis probabilitas logit dan probit. Pendidikan ibu berdasarkan jenjang terakhir yang dimiliki merupakan variabel independen, dan status ibu bekerja sebagai dummy variable. Hasilnya menunjukkan bahwa pendidikan ibu yang lebih tinggi cenderung memperbesar peluang seorang anak mengikuti prasekolah dibandingkan ibu yang pendidikan SD ke bawah. Begitu pula status ibu bekerja cenderung memperbesar peluang anak mengikuti prasekolah dibandingkan ibu yang tidak bekerja.
SALENG ABENTHO: A STRATEGY TO REDUCE COSTS OF LOCAL RESOURCES-BASED MADURESE CORN FARMING Hisnuddin Lubis; Nely Rohmatillah
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 10 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v10i3.37870

Abstract

Madurese corn is one of the leading agricultural commodities of Madura. Its opportunity is quite prospective, given that the national corn-based industry shows a positive trend from year to year. The problem is that the corn cultivation by the Madurese people is merely oriented to serving the purpose of meeting food needs rather than a profit-oriented one. This is because the planting costs are relatively expensive with a thin profit margin. Therefore, a cost-efficient strategy for local resources-based Madurese Corn Farming is required. The present study is expected to produce a strategic model for using local resources to reduce the costs of Madurese corn farming. This study was carried out in Gapurana Village, Kalianget Sub-district of Sumenep Regency Madura, using the qualitative descriptive approach. Data were collected by observation and in-depth interviews and analyzed using the Mils and Huberman model. The results showed that local resources, especially social resources in the form of solidarity ‘saleng abentho’, effectively reduced the costs of Madurese corn farming. This resource could be managed and institutionalized by involving farmer groups and policies to realize an industrial-scale Madurese Corn Farming.