cover
Contact Name
Putu Indra Christiawan
Contact Email
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Phone
+6281805329239
Journal Mail Official
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora (JISH) is a journal that uses a double-blind peer review model that can be accessed online. The purpose of JISH is to publish a journal containing quality articles that will be able to contribute thoughts from a theoretical and empirical perspective in society and humanities at a regional, national, and global scale. The writings at JISH will significantly contribute to critical thinking in the area of society and humanities. The scope of the fields contained in JISH covers the following areas: social work, social welfare, social change, and social policy; humanism and human rights; corporate governance, and community studies; crosscultural and multiculturalism studies; population, and development studies; ethics, and intergroup relations; war, conflict, and international relations; linguistics, literature, and media studies; performing arts (music, theatre, and dance); studies of inequality (class, race and gender studies); and other related areas. Articles published on research results and literature review with acceptable research methodologies, qualitative studies, quantitative studies, or a combination of both, statistical analysis, case studies, field research, and historical studies. JISH received manuscripts from various related circles, such as relevant researchers, professors, students, policy-makers, scientists, and others.
Articles 626 Documents
Model Proses Penanganan COVID-19 dalam Perspektif Multi-Stakeholder Partnership Raja Muhammad Amin; Rury Febrina; Baskoro Wicaksono
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v11i1.39418

Abstract

Paradigma kemitraan multi-stakeholder layak menjadi alat analisis dimana Multi-Stakeholder Partnership (MSP) menekankan pada keterlibatan sektor publik, swasta, dan masyarakat sipil yang berorientasi pada membangun dialog dan kolaborasi konstruktif berbasis kesukarelaan. Tujuan penelitian adalah mengeksporasi model proses pencegahan dan pengendalian COVID 19 di Kota Pekanbaru melalui perspektif MSP. Kota Pekanbaru yang merupakan ibu kota Provinsi Riau tercatat sebagai wilayah dengan penyebaran dan kasus positif COVID-19 tertinggi dibandingkan wilayah lainnya. Empat fase utama dalam MSP yang diuraikan dalam makalah ini adalah inisiatif, perencanaan adaptif, tindakan kolaboratif dan pemantauan refleksi. Tulisan ini didasarkan pada hasil penelitian dengan menggunakan metode kualitatif dengan analisis eksploratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MSP tertuang dalam struktur formal yaitu terbentuknya satuan tugas penanganan COVID 19 di Kota Pekanbaru yang terdiri dari multistakeholder dan terbagi dalam beberapa bidang kerja dan turunannya. struktur ke tingkat masyarakat. Formasi ini tidak serta merta menunjukkan adanya kemitraan yang baik, masih terdapat permasalahan terkait dominasi struktural kekuasaan formal dan dinamika sosial mengenai ambiguitas dan kompleksitas keanggotaan. Selain itu, aspek ketergantungan antar aktor serta kesetaraan dan kepercayaan juga menjadi permasalahan yang menunjukkan MPS belum optimal dalam mengimplementasikan kebijakan terkait pencegahan dan pengendalian COVID-19.
Kebijakan Penanganan Tindak Kekerasan pada Perempuan dan Anak selama Masa Pandemi Covid-19 di Jakarta Suswandari Suswandari; Margaretha Hanita; Mukti Aprian; Eka Nana Susanti
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v11i1.39511

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggali informasi dan menganalisis lebih mendalam terkait dengan inovasi layanan terpadu bagi perempuan dan anak korban tindak kekerasan sebagai bentuk kebijakan sosial Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Model inovasi layanan terpadu bagi perempuan dan anak korban tindak kekerasan dibutuhkan untuk memenuhi hak-hak korban sesuai dengan asas Hak Asasi Manusia terlebih dimasa Pandemi COVID-19. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif fenomenologi serta dilengkapi dengan perangkat analisis Soft System Methodology. Hasil penelitian menjelaskan beberapa hal berikut. Pertama, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berhasil membangun kebijakan sosial dalam penanganan perempuan dan anak korban tindak kekerasan melalui berbagai bentuk regulasi perundangan tingkat daerah, pembentukan kelembagaan, pendanaan, dan penyediaan sarana prasarana dalam rangka pemenuhan hak korban yang berkeadilan. Kedua, bentuk inovasi penanganan dan pelayanan perempuan dan anak korban kekerasan masa pandemi COVID-19 dilakukan dengan protokol kesehatan dan berbasis online serta melakukan beberapa perubahan untuk memperkaya kinerja lembaga layanan. Hal ini merupakan wujud nyata implementasi kebijakan sosial Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta yang berpihak kepada masyarakat menuju keadilan dan kesetaraan. 
Life Survival, Social Network, and Social Capita Matrilineal of Minangkabau Women Street Vendors during Covid-19 Pandemic in West Sumatera Irwan Irwan; Romi Mesra; Hamsah Hamsah; Ana Kuswanti; Eka Asih Febriani; Zusmelia Zusmelia; Felia Siska
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v11i1.40238

Abstract

This study aimed to analyze life survival strategy, social networks, and social capital measured from the networks, faith, and norms of Minangkabau Woman Street Vendor during the COVID-19 pandemic in the tourism destination area of West Sumatra. This research uses a mixed method. This research had a post-positivistic paradigm with the research locations in the tourist destination areas such as Padang City, Bukittinggi City, Sawahlunto City, and Tanah Datar Regency. The results showed that women street vendors performed life survival in tourism destination areas by strengthening social capital and human capital for a better economy. 
Partisipasi Politik Pemilih Pemula Etnis Minoritas Pasca Reformasi Agus Machfud Fauzi; Martinus Legowo; Novi Fitia Maliha; Moh Mudzakkir; Sugeng Harianto; Ardhie Raditya; Arif Sudrajat
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v11i1.41030

Abstract

Muda-Mudi Budhayana Surabaya merupakan pemilih pemula yang mempunyai perhatian dan berpartisipasi terhadap Pemilu, biasanya kelompok minoritas tidak mempunyai kepedulian terhadap agenda politik. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap partisipasi kelompok minoritas dalam agenda pemilu paska era reformasi, ini juga untuk membuktikan bahwa mereka tidak hanya peduli terhadap dunia bisnis dan ekonomi, namun juga mempunyai perhatian dan berpartisipasi terhadap pemilu. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan metode campuran antara kuantitaf dan kualitatif, supaya lebih menghasilkan penelitian yang mendalam. Peneliti menggunakan teori voting behavior untuk menganalisis perilaku pemilih Muda-Mudi Budhayana, yaitu seperti apa saja perilaku mereka dalam dunia politik. Hasil penelitian menggambarkan bahwa perilaku politik mereka berpartisipasi aktif dalam pemilu dengan wawasan politik terbuka setelah dicabutnya Instruksi Presiden No. 14 tahun 1967. Implikasi penelitian ini dalam dunia bisnis maka berpengaruh lebih bagus dalam menjalankan roda bisnis sebab ada kebebasan dalam menjalankan.
Community Livelihood Diversification as a Result of Mining Industry Activities: A Case Study of Soligi Village, South Halmahera Muhammad Izzudin; Anang Dwi Santoso; Muhammad Baiquni; Agung Satriyo Nugroho
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v11i1.41106

Abstract

Indonesia is one of the world's largest archipelagic countries. Diversification is the process of increasing household economic income in various sectors to improve welfare and survival opportunities. This study demonstrates that the people of Obi Island's livelihoods are diversifying due to mining and pressure from the immigrant population. This study is necessary to determine how mining depletes natural resources affects the livelihood strategies of the Indonesian archipelagic community, particularly in Maluku. On the other hand, they must contend with dwindling natural resources. This study employed a semi-structured questionnaire to conduct a home survey with 153 respondents in Soligi Village. In-depth interviews were also conducted to delve deeper into the research findings. This study demonstrates that physical capital and natural capital are the essential livelihood assets for the inhabitants of Soligi Village, and mining has resulted in the diversification of people's occupations into non-permanent mining employees. 
Implementation of the Collaborative Principles on Marine Tourism: Lessons from Mud Island, Indonesia Rahmat Teddy Hariadi; Agus Subianto; Lunariana Lubis
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v11i1.41206

Abstract

This paper aims to examine marine tourism as an empirical phenomenon. To gain insight into the systemic conditions of the collaboration process, it is observed from the point of view of the principles of the collaboration process from Roberts, Van Wyk & Dhanpat. The authors identify the principles implemented in the collaborative process between the Community, Village-Owned Enterprises, and the Government in a collaborative network towards sustainable marine ecotourism. This analytical descriptive study used case survey methods in the partnership networks. The data is obtained through a qualitative approach, observation, semi-structured interviews, and documentation. The findings reveal that stakeholders involved in the collaboration contribute to realizing a common purpose and providing mutual benefits, but the quality of collaboration is not optimal because it is still informal. Lessons learned from the application of collaboration principles on marine tourism in the Lusi Mud Island, Sidoarjo Regency, Indonesia are: the importance of trust and enabling environmental factors that collaboration to be realized; the importance of the characteristics of community leaders who have a deep concern as leaders, and ensure the participation of local communities in the development and management stages of marine tourism towards marine ecotourism.
Pengembangan Pariwisata Perdesaan Bali: Integrasi Potensi, Kearifan Lokal dan Ekonomi Kreatif I Gede Astra Wesnawa
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v11i1.44184

Abstract

Perdesaan di Pulau Bali memiliki berbagai daya tarik wisata untuk dikembangkan sebagai desa wisata. Sebagai sebuah industri kreatif, pariwisata mampu meningkatkan pendapatan wilayah dan kehidupan ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengintegrasikan potensi lokal, kearifan lokal dan ekonomi kreatif dalam pengembangan pariwisata perdesaan di Pulau Bali. Untuk mencapai tujuan tersebut penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan Interdisipliner. Populasi penelitian meliputi desa wisata yang tersebar di kabupaten/kota Provinsi Bali, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Sampel subjek melibatkan informan kunci yang terdiri dari kepala dinas pariwisata kabupaten, kepala desa, kelompok wisata, tokoh masyarakat, pelaku pariwisata, dan masyarakat sekitar. Data dikumpulkan melalui FGD, wawancara, dan observasi. Selanjutnya data dianalisis secara kualitatif melalui analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan: bentuk-bentuk pariwisata yang dikembangkan meliputi bentuk daya tarik alam, daya tarik budaya dan daya tarik buatan berdasarkan sumberdaya desa wisata. Lebih lanjut, integrasi potensi lokal, kearifan lokal dan ekonomi kreatif diperlukan dalam rangka pengembangan pariwisata perdesaan di Pulau Bali. Integrasi ketiga komponen tersebut menjadi pondasi dan strategi yang kuat untuk mengembangkan pariwisata perdesaan secara berkelanjutan.
PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL KABUPATEN BONDOWOSO MELALUI KAJIAN POTENSI KLASTER INDUSTRI KECIL Nian Riawati; Rachma Fitriati; Dina Suryawati; Suji Suji; Selfi Budi Helpiastuti
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v11i2.34175

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengembangan ekonomi lokal di Kabupaten Bondowoso yang berfokus pada pemanfaatan dan optimalisasi sumberdaya serta kompetensi daerah dalam menggerakkan perekonomian daerah. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis industri kecil dan menengah yang memiliki potensi untuk dikembangkan di Kabupaten Bondowoso serta strategi yang sesuai untuk pengembangannya. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan  Kabupaten Bondowoso, Biro Pusat Statistik dan Bank Indonesia. Alat analisis yang digunakan adalah Location Quotient (LQ) dan Tipologi Klassen. Hasil penelitian berdasarkan hasil perhitungan LQ menunjukkan bahwa kelompok usaha kecil menengah yang memiliki kontribusi terbesar pertama berada pada kelompok yang berasal dari sektor makanan dan minuman yang berlokasi di Kecamatan Tapen, yang kedua adalah usaha kecil menengah dari sektor selep/penggilingan yang berlokasi di Kecamatan Bondowoso, dan ketiga adalah usaha kecil menengah dari sektor alat rumah tangga dan mainan di Kecamatan Curahdami. Strategi pengembangan UKM di Kabupaten Bondowoso yang tepat adalah dengan pemberiaan fasilitas pembinaan, pengembangan SDM, bantuan peralatan dan pemasaran melalui promosi.
Strategi Pemerintah Daerah Dalam Mengatasi Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Kotawaringin Barat Firda Rizky Ananda; Eko Priyo Purnomo; Aqil Teguh Fathani; Lubna Salsabila
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v11i2.34698

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan menguraikan upaya pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kebakaran hutan dan lahan terjadi pada tahun 2019 dan menyebabkan banyak dampak terhadap ekosistem alam, satwa, lingkungan, udara dan kesehatan masyarakat. Kasus yang terjadi akibat kebakaran hutan dan lahan yang memakan banyak korban dan derita warga di Kotawaringin Barat. Pada kasus ini masyarakat berharap pemerintah dapat mengatasi dengan cepat agar kasus kebakaran hutan dapat berkurang, sehingga kedepannya Kotawaringin Barat dapat terbebas dari polusi kabut asap kebakaran yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit pernapasan pada bayi, anak-anak, dewasa bahkan lanjut usia. Metode penelitian kualitatif eksploratif dengan data sekunder dilakukan untuk menguraikan dan mendeskripsikan penelitian. Data dikumpulkan dari jurnal, buku dan media online terkait kebakaran hutan di Kotawaringin Barat. Teknik analisis dilakukan dengan mode interaktif yang dirangkai berdasarkan alur pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa terdapat tiga upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan. Tiga upaya itu terdiri dari, sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan, patroli terpadu pencegahan karhutla, serta pelatihan dasar penanggulangan bencana karhutla. Dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat telah melakukan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Namun, dari ketiga upaya yang dilakukan ada yang belum efektif yaitu kegiatan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan karena faktor geografis dan kebiasaan masyarakat yang sulit untuk di awasi. Dalam penelitian ini, upaya dari Pemerintah Kabupaten dalam menanggulangi bencana Karhutla dapat dilaksanakan dengan baik, tetapi terdapat beberapa isu yag masih menjadi kendala untuk kebaikan hutan kedepannya di Provinsi Kalimantan Tengah.
RESOLUSI KONFLIK PENGGUNAAN LAHAN DI TAMAN NASIONAL GUNUNG RINJANI DESA SAJANG KABUPATEN LOMBOK TIMUR Andi Chairil Ichsan
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v11i2.35105

Abstract

Dalam sistem pengelolaan Taman Nasional Gunung Rinjani, tidak lepas dari adanya  interkasi masyarakat dengan kawasan yang berimplikasi pada munculnya permasalahan pokok seperti perambahan, pencurian kayu, perburuan liar, dan  pengembalaan ternak dalam kawasan yang sampai saat ini masih sering ditemui.Penelitian ini secara spesifik bertujuan untuk merumuskan resolusi konflik penggunaan lahan yang terjadi pada wilayah Desa Sajang Taman Nasional Gunung Rinjani. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan beberapa teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara, studi dokumen dan FGD.  Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini mengadaptasi konsep analisis gaya bersengketa untuk memetakan sikap para aktor konflik dalam menghadapi sengketa. Sikap atau gaya tersebut berupa gaya menghindar, gaya akomodasi, gaya kompromi, gaya kompetisi dan gaya kolaborasi. Hasil penelitian dapat mengkasifikasikan  aktor yang terlibat kedalam tiga kategori resolusi yaitu kompromi, negosiasi dan kolaborasi. Hasil analisis juga mendeskripsikan bahwa masih terjadi perbedaan pendapat terkait dengan bentuk bentuk pemanfaatan yang diperbolehkan pada wilayah tersebut. Hal ini berimplikasi pada tingginya potensi kesalahpahaman antar-pihak, sehingga dibutuhkan sebuah kejelasan mekanisme terkait teknis penyelesaian konflik seperti membangun kesepahaman bersama, serta penguatan proses kolabroasi maupun fasilitasi ditingkat masyarakat.