cover
Contact Name
febrialismanto
Contact Email
febrialisman@gmail.com
Phone
+6281365060583
Journal Mail Official
educhild.journal@gmail.com
Editorial Address
Prodi PD PAUD FKIP UNRI Kampus Bina Widya Simpang Baru - Pekanbaru - Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial
Published by Universitas Riau
ISSN : 20897510     EISSN : 27219909     DOI : http://dx.doi.org/10.33578/jpsbe.v1i1
Core Subject : Education, Social,
The Educhild Journal accepts articles about the following studies: 1. Social science education 2. Mathematics education in 3. Language education 4. Science education 5. Arts and culture education 6. Citizenship education 7. Religious education 8. Sports education 9. Learning and teaching 10. Psychology Education 11. Learning media 12. Management of education 13. Learning media and educational technology 14. Music education 15. Dance and drama education 16. Environment education 17. Early Childhood Education
Articles 173 Documents
Pengembangan Buku Cerita Bergambar Berbasis Pengetahuan Mitigasi Bencana Banjir Untuk Anak Usia 4-5 Tahun Dwi Maryuni; Ria Novianti
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v10i1.7700

Abstract

This study aims to produce a picture book media based on knowledge of flood disaster mitigation to educate children about mitigation knowledge or actions taken before a flood occurs in children aged 4-5 years. This research and development is carried out in the following steps: 1). Potentials and problems, 2) data or information collection, 3) product design, 4) product validation and 5) product revision. The results of the study indicate that the validator's assessment of the media assessment gets an average value of 7.57 with the feasible category. The results of the validator's assessment of the material assessment get an average score of 7.64 in the decent category. Therefore, overall the picture book media products that have been developed can be said to be suitable for use to improve social behavior of children aged 4-5 years.Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media buku cerita bergambar berbasis pengetahuan mitigasi bencana banjir untuk mengedukasi anak tentang pengetahuan mitigasi atau tindakan-tindakan yang dilakukan sebelum terjadinya banjir pada anak usia 4-5 tahun. Penelitian dan pengembangan ini dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1). Potensi dan masalah, 2) pengumpulan data atau informasi, 3) desain produk, 4) validasi produk dan 5) revisi produk. Hasil penelitian menujukan dari penilaian validator pada penilaian media mendapatkan nilai rata-rata 7,57 dengan kategori layak. Hasil penilaian dari validator pada penilaian materi mendapatkan nilai rata-rata 7,64 dengan kategori layak.. Maka dari itu secara keseluruhan produk media buku cerita bergambar yang telah dikembangkan dapat dikatakan layak digunakan untuk meningkatkan perilaku sosial anak usia 4-5 tahun.
ETNOMATEMATIKA : LITERASI NUMERASI ASMAT-PAPUA DITINJAU DARI BAHASA andri - anugrahana
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v11i2.7821

Abstract

This study aims to describe the cultural numeracy literacy of the Asmat tribe in Papua. This study used a qualitative approach and ethnographic research type. The instruments in this study were interviews and literature studies. The results of this study indicate that the numeracy literacy used by the Asmat people uses a patterned number system. The pattern used is a pattern formed from jump numbers two, three, four, and five. In addition, it also uses a unit base system for numbers 1 to 10 and tens for numbers 11 to 30.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan literasi numerasi budaya suku Asmat Papua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian etnografi.  Instrumen dalam penelitian ini adalah wawancara dan studi literatur. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa literasi numerasi yang digunakan oleh masyarakat suku asmat menggunakan sistem bilangan yang berpola. Pola yang digunakan adalah pola yang dibentuk dari bilangan lompat dua, tiga, empat dan lima. Selain itu juga menggunakan system bilangan dasar satuan 1-10 dan puluhan 11 – 30.
PENGEMBANGAN VIDEO ANIMASI PADA TEMA 4 SUBTEMA 1 UNTUK KELAS III SDN 66 PEKANBARU Siti Sarah; Zaka Hadikusuma Ramadan
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v11i2.7788

Abstract

The problems discussed in this study are 1) how is the development of animated videos on theme 4 sub-theme 1 for class III SDN 66 Pekanbaru, 2) how are the responses of teachers and students in , 3) How is the validity of developing animated videos in Theme 4 Sub-theme 1 for class III SDN 66 Pekanbaru. This study aims to describe the development of animated videos in Theme 4 Sub-theme 1 for class III SDN 66 Pekanbaru, find out the validity of animated videos developed in Theme 4 Sub-theme 1 for class III SDN 66 Pekanbaru, and determine teacher and student responses to animated videos developed in Theme 4 Sub-theme 1 for class III SDN 66 Pekanbaru. This type of research is development research with reference to the ADDIE. The product developed based on initial research is an animated video on Theme 4 Sub-theme 1 for class III SDN 66 Pekanbaru. The test subjects in this development research were expert validators, namely design experts, linguists, and material experts, as well as third grade students at SDN 66 Pekanbaru and class teachers at SDN 66 Pekanbaru. The technique of collecting data in this study was through validation and teacher response questionnaires. This questionnaire is used to assess the animation videos developed in terms of the physical video, the language used in the development of the animated videos, and in terms of the completeness of the content of the material. Data were analyzed descriptively, quantitatively and qualitatively. The results showed that, in testing the validity of the animated video media on theme 4 sub-theme 1 for class III SDN 66 Pekanbaru, it was included in the valid category. After the revision, the animated video media is included in the very valid category. Thus, the development of animated videos on theme 4 sub-theme 1 for class III SDN 66 Pekanbaru is suitable for use by students. Permasalahan yang di bahas dalam penelitian ini adalah 1) bagaimana pengembangan video animasi pada tema 4 subtema 1 untuk kelas III SDN 66 Pekanbaru , 2) bagaimana respon guru dan siswa dalam , 3) Bagaimana validitas pengembangan video animasi pada Tema 4 Subtema 1 untuk  kelas III SDN 66 Pekanbaru. Penelitian ini bertujuan untuk Mendeskripsikan pengembangan video animasi pada Tema 4 Subtema 1 untuk kelas III SDN 66 Pekanbaru, mengetahui validitas video animasi yang dikembangkan pada Tema 4 Subtema 1 untuk kelas III SDN 66 Pekanbaru, dan mengetahui respon guru dan siswa terhadap video animasi yang dikembangkan pada Tema 4 Subtema 1 untuk kelas III SDN 66 Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan mengacu pada pendekatan ADDIE. Produk yang dikembangkan berdasarkan penelitian awal adalah video animasi pada Tema 4 Subtema 1 untuk kelas III SDN 66 Pekanbaru. Subjek ujicoba dalam penelitian pengembangan ini adalah validator ahli, yaitu ahli desain, ahli bahasa, dan ahli materi, serta siswa kelas III SDN 66 Pekanbaru dan guru kelas SDN 66 Pekanbaru. Teknik pengumpulan data penelitian ini melalui validasi dan angket respon guru. Angket ini digunakan untuk menilai video animasi yang dikembangkan dari segi fisik video,segi bahasa yang diguanakan dalam pengembangan video animasi, dan dari segi kelengkapan isi materi. Data dianalisis secara deskriptif kuantitif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pada uji kevalidan media video animasi pada tema 4 subtema 1 untuk kelas III SDN 66 Pekanbaru termasuk dalam kategori valid. Setelah dilakukan revisi, media video animasi termasuk dalam kategori sangat valid. Dengan demikian, pengembangan video animasi pada tema 4 subtema 1 untuk kelas III SDN 66 Pekanbaru ini layak digunakan oleh siswa.
Pengembangan Media Pembelajaran Video Animasi Karakter Untuk Pembelajaran IPS Di Sekolah Dasar Syavara Ramadhani Arianto; Erlisnawati Erlisnawati; Zufriady Zufriady
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v11i2.7786

Abstract

This study aims to produce good character animation video media that can be used in social studies learning in elementary schools. The development model used is the ADDIE model. The data in this study were collected in the form of questionnaires and interviews. The media feasibility assessment was obtained from the validation results by 2 validators, namely media experts and material experts, one-on-one trials, limited trials, and teacher responses. Validation from material experts got a percentage score of 98.8%. Validation from media experts got a percentage score of 85.11%. The one-on-one trial got a percentage score of 87.27%. The limited trial got a score of 89.01% and the teacher's response got a score of 86.9%. Based on the average score of each media validator, it can be categorized as very feasible to use. The media received responses with very good categories for teacher responses and student responses. Therefore, the media can be used in social studies learning in elementary schools.Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media video animasi karakter yang baik dan dapat digunakan dalam pembelajaran ips di Sekolah Dasar. Model pengembangan yang digunakan yaitu model ADDIE . Data dalam penelitian ini dikumpulkan dalam bentuk angket dan wawancara. Penilaian kelayakan media didapatkkan dari hasil validasi oleh 2 validator yaitu ahli media dan ahli  materi, uji coba satu-satu, uji coba terbatas, serta respon guru. Validasi dari ahli materi mendapat skor persentase sebesar 98,8%. Validasi dari ahli media mendapat skor persentase 85,11%. Uji coba satu-satu mendapatkan skor persentase 87,27%. Uji coba terbatas memperoleh skor 89,01% dan respon guru mendapatkan skor 86,9%.  Berdasarkan rata-rata skor dari masing-masing validator media dapat dikartegorikan sangat layak untuk digunakan. Media mendapatkan respon dengan kartegori sangat baik untuk respon guru maupun respon siswa. Oleh karena itu media dapat digunakan dalam pembelajaran IPS di Sekolah Dasar 
PENGEMBANGAN MEDIA MIND MAPPING DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMAK ANAK USIA 5-6 TAHUN Syarifah Aini; Febrialismanto Febrialismanto; Daviq Chairilsyah
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v10i1.7758

Abstract

This study was conducted to achieve the targets of finding out the readiness and benefits obtained from the improvement of digital mind mapping media to increase their expertise in pursuing children aged 5-6 years. An R&D (Research and Development) study is a study conducted, and the stages carried out in this R&D study are: abilities and problems, collecting data, project sketches, validating sketches, testing research locations, improving sketches, and creating projects. The method used in collecting information carried out in this study was using instrument sheets and documentation. Validation of the feasibility of media instruments and validation of material products are two types of validation used. The child assessment instrument sheet can be used for limited field tests. The quantitative descriptive analysis technique used in this study is a way of analyzing the information used in this study. Based on the conclusion of the study based on the validation obtained from 7 (seven) validations, it can be deduced in the "very adequate" group by the validator with a feasibility percentage of 93.5% in the "very adequate" group and validation by the device validator has a percentage 88.8% in the "very adequate" group, limited field test validation with 5 children, the final result 88.6% in the "very good" category. Studi ini dilakukan guna meraih sasaran sasaran yang mencari tahu kesiapan serta kebermanfaatan yang didapatkan dari penyempurnaan media mind mapping digital guna menaikkan kepiawaian menekuni anak usia 5-6 tahun. Studi R&D (Research and Development) merupakan studi yang dilakukan, dan tahapan yang dikerjakan pada studi R&D ini adalah: kesanggupan serta permasalahan, mengumpulkan data, sketsa proyek, memvalidasi sketsa, penguji coba lokasi penelitian, perbaikan sketsa serta penciptaan proyek. Cara yang digunakan dalam mengumpulkan informasi yang dilakukan dalam studi ini menggunakan lembar instrumen dan dokumentasi. Validasi kelayakan instrumen media dan validasi produk materi adalah dua jenis validasi yang digunakan. Lembar instrumen penilaian anak bisa digunakan untuk uji lapangan terbatas. Teknik analisis deskriptif kuantitatif yang dipakai pada studi ini merupakan cara menganalisis informasi yang dimanfaatkan pada studi ini. Bersumber pada kesimpulan akhir studi yang berlandaskan pada validasi yang diperoleh berasal pada 7 (tujuh) validasion, bisa dideduksikan dalam kelompok “sangat memadai” oleh validator dengan persentase kelayakan 93,5% dalam kelompok “sangat memadai” dan validasion oleh si validator perangkat memiliki persentase 88,8% pada kelompok “sangat memadai”, validasi tes dalam lapangan terbatas dengan 5 anak, hasil akhir 88,6% dalam kategori “sangat baik”.
PENERAPAN METODE MULTISENSORI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN PADA ANAK KELAS AWAL SEKOLAH DASAR gita sari; otang kurniaman; munjiatun munjiatun
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v11i2.7797

Abstract

This research was motivated by all first graders of elementary school to improve reading ability learning outcomes. The purpose of this study was to improve learning outcomes of early reading skills using the multisensory method and the factors experienced by students with reading difficulties. This type of research is classroom action research (CAR). Sources of data in this study are teachers and students with research subjects are all first grade elementary school students. Reading is the teacher's goal of understanding for children who have just entered and are in elementary school and are intended to be able to start reading. Learning to read is a very important basic academic effort. The results of this study are to improve learning outcomes of early reading skills in early grade elementary school children by using the multisensory method where in the application of this learning method can improve the learning process in the classroom and can improve learning outcomes student. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh seluruh kelas I Sekolah Dasar untuk meningkatkan hasil belajar kemampuan membaca. tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar kemampuan membaca permulaan dengan menggunakan metode multisensori dan faktor-faktor yang dialami kesulitan membaca oleh siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Sumber data dalam penelitian ini adalah Guru dan siswa dengan subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas I Sekolah Dasar. Membaca menjadi tujuan pemahaman guru kepada anak yang baru masuk dan duduk di bangku Sekolah Dasar dan ditujukan agar bisa membaca permulaan. Pembelajaran membaca adalah upaya dasar akademik yang sangat penting.Hasil dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar kemampuan membaca permulaan pada anak kelas awal Sekolah Dasar dengan menggunakan metode multisensori dimana dalam penerapan metode pembelajaran ini dapat memperbaiki proses pembelajaran di dalam kelas dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
PENDEKATAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PBL) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN ABAD 21 linda feni haryati; Muhammad Nur Wangid
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v12i1.7838

Abstract

The Problem-Based Learning Approach (PBL) is a learning model that focuses on solving problems through problem solving and critical thinking. This model enables students to use 21st century skills such as collaboration, communication, creativity, and technological capabilities necessary to deal with the problems of the modern world. PBL is a flexible method that can be adapted to certain classes and even certain study programs. With this model, students can be directed to solve problems in different ways, including by combining information and using technology. This article also reviews the competencies and characteristics of 21st century teachers as well as a problem-based learning approach (PBL) to improve 21st century skills. The data source is in the form of results: research results that have been published in journals, conference proceedings, relevant theories, and other relevant sources. According to a review of the literature, the problem-based learning (PBL) approach has several important benefits for students, particularly in preparing them to face challenges as they mature. Students can develop the ability to think critically, cooperate with others, think creatively, and make the right decisions. In addition, the problem-based learning approach (PBL) can also help students develop 21st century skills such as the ability to communicate, think critically, solve problems, adapt well, and learn continuouslyPendekatan Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) adalah model pembelajaran yang memusatkan pada memecahkan masalah melalui pemecahan masalah dan berfikir kritis. Model ini memungkinkan siswa untuk menggunakan keterampilan abad 21 seperti kolaborasi, komunikasi, kreativitas, dan kemampuan teknologi yang diperlukan untuk menghadapi masalah dunia modern. PBL merupakan metode yang fleksibel yang dapat disesuaikan dengan kelas tertentu dan bahkan program studi tertentu. Dengan model ini, siswa dapat diarahkan untuk memecahkan masalah dengan cara yang berbeda, termasuk mengkombinasikan informasi dan menggunakan teknologi Artikel ini juga mengulas tentang Kompetensi dan Karakteristik Guru Abad 21 Serta Pendekatan pembelajaran berbasis masalah (PBL) untuk meningkatkan keterampilan abad 21. Sumber data berupa hasil-hasil penelitianyang telah dipublikasikan dalam jurnal, conferen prosiding, teori-teori yang relevan, dan sumber lain yang relevan.Berdasarkan kajian berbagai literatur tersebut Pendekatan Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) memiliki beberapa manfaat penting bagi siswa, khususnya untuk mempersiapkan mereka menghadapi tantangan di kehidupan dewasa. Siswa dapat mengembangkan kemampuan untuk berpikir kritis, bekerja sama dengan orang lain, berpikir kreatif, dan membuat keputusan yang tepat. Selain itu, Pendekatan Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) juga dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan abad 21 seperti kemampuan berkomunikasi, berpikir kritis, memecahkan masalah, beradaptasi dengan baik, dan belajar secara berkelanjutan.
Etnoekologi dalam Dongeng Masyarakat Desa Pebenaan Kecamatan Keritang kabupaten Indragiri Hilir Muhammad Azwan; Noni Andriyani
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v11i2.7784

Abstract

The elements of culture consist of language, knowledge system, social organization, living equipment system/technology, livelihood system, religious system, and art. Based on the existing cultural elements, this research limits the study to three elements, namely, the religious system, the livelihood system, and the system of living equipment/technology. The purpose of this study is to analyze, interpret, describe and conclude ethnoecology related to religious systems, livelihood systems, and living/technology equipment systems in the Tale of the Community of Pebenaan Village, Keritang District, Indragiri Hilir Regency. The results of the study show that there are cultural elements related to ethnoecology in the form of a religious system, a livelihood system, and a living/technology equipment system in the Fairy Tale of the Pebenaan Village Community, Keritang District, Indragiri Hilir Regency, namely the religious system as a whole there are 15 data (sample 3 data), livelihood system 23 data (sample 8 data), and living equipment system/technology there are 26 data (sample 8 data). The more dominant ethnoecology in this fairy tale is ethnoecology in living equipment/technology systems because generally these tales tell the daily lives of characters who use tools to help them fulfill their daily needs. Unsur-unsur kebudayaan terdiri dari bahasa, sistem pengetahuan, organisasi sosial, sistem peralatan hidup/teknologi, sistem mata pencarian, sistem religi, dan kesenian. Berdasarkan unsur-unsur kebudayaan yang ada maka penelitian ini penulis batasi kajiannya pada tiga unsur yaitu, sistem religi, sistem mata pencarian, dan sistem peralatan hidup/teknologi. Adapun tujuan penelitian ini adalah menganalisis, menginterpretasikan, mendeskripsikan dan menyimpulkan etnoekologi yang berkaitan dengan sistem religi, sistem mata pencarian, dan sistem peralatan hidup/teknologi dalam Dongeng Masyarakat Desa Pebenaan Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir. Hasil penelitian menunjukan adanya unsur-unsur kebudayaan yang berkaitan dengan etnoekologi berupa sistem religi, sistem mata pencaharian, dan sistem peralatan hidup/teknologi dalam Dongeng Masyarakat Desa Pebenaan Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir yaitu sistem religi secara keseluruhan terdapat 15 data (sampel 3 data), sistem mata pencaharian 23 data (sampel 8 data), dan sistem peralatan hidup/teknologi terdapat 26 data (sampel 8 data). Etnoekologi yang lebih dominan dalam dongeng ini adalah etnoekologi dalam sistem peralatan hidup/teknologi karena pada umumnya dongeng-dongeng tersebut menceritakan kehidupan keseharian tokoh yang banyak menggunakan alat-alat untuk membantu mereka dalam memenuhi kebutuhan hidup
ANALISIS PENERAPAN PEMBELAJARAN OUTDOOR LEARNING MENURUT TEORI FROEBEL PADA ANAK USIA DINI Nurhusna Kamil; Hibana Hibana
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v12i1.7833

Abstract

Playing while learning is commonly known as outdoor learning. This learning was previously initiated by Froebel as the father of kindergarten. In its application to PAUD institutions, there are many benefits to children's development if this type of learning is applied, such as increasing cognitive, social-emotional, language, artistic, religious and moral values and physical motor development. There have been many previous studies discussing this learning. This study will analyze related to previous research that has discussed outdoor learning in the learning process. For research methods using library research by collecting data from books, journals from previous research results which are then processed in several stages so as to get conclusions according to research needs. Data analysis techniques in research began with identifying problems, collecting library data, filtering library sources and tabulating data and analysis. The purpose of the research was conducted to analyze the extent to which the linkages to outdoor learning can improve every aspect of child developmentBermain sambil belajar biasa dikenal dengan istilah pembelajaran outdoor learning. Pembelajaran ini telah dicetuskan sebelumnya oleh Froebel sebagai bapak kindergarten. Dalam penerapannya pada lembaga PAUD, banyak manfaat yang diperoleh terhadap perkembangan anak jika jenis pembelajaran ini diterpakan seperti meningkatkan perkembangan kognitif, sosial emosional, bahasa, seni, nilai gama dan moral serta peningkatan dalam fisik motorik. Telah banyak penelitian sebelumnya membahas tentang pembelajaran ini. Penelitian ini akan menganalisis terkait penelitian sebelumnya yang telah membahas pembelajaran outdoor learning pada proses pembelajaran. Untuk metode penelitian menggunakan library research dengan menghimpun data dari buku, jurnal hasil penelitian sebelumnya yang kemudian diolah dalam beberapa tahapan sehingga mendapatkan kesimpulan sesuai dengan kebutuhan penelitian. Teknik analisis data pada penelitian dimulai dengan identifikasi masalah, pengumpulan data pustaka, penyaringan sumber pustaka serta tabulasi data dan analisis. Tujuan penelitian dilakukan untuk menganalisis sejauh mana keterkaitan pembelajaran outdoor learning dapat meningkatkan setiap aspek perkembangan anak
PENGARUH KOMUNIKASI INTERPERSONAL IBU TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK FELIX FUN KIDS KECAMATAN SIAK HULU KABUPATEN KAMPAR Agrimei Nuran Br Nasution; Hukmi Hukmi; Nurlita Nurlita
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v11i2.7745

Abstract

This study aims to find out the influence of maternal intererpersonal communication on the speech skills of children aged 5-6 years. This research was conducted at Felix Fun Kids Kindergarten, Siak Hulu District, Kampar Regency. The sample was used as many as 52 people. Data collection techniques in this study through questionnaires and observation sheets. Data analysis techniques use Simple Linear Regression. The results showed that the influence of maternal interpersonal communication on the speaking skills of children aged 5-6 years in Felix Fun Kids Kindergarten, Siak Hulu District, Kampar Regency led to a positive relationship. The percentage of the influence of maternal interpersonal communication on the speech skills of children aged 5-6 years is 59.1%, while the rest is influenced by other factors.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komunikasi intererpersonal ibu terhadap keterampilan berbicara anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini dilakukan di TK Felix Fun Kids, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar. Sampel yang digunakan sebanyak 52 ibu. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui kuesioner angket dan lembar observasi. Teknik analisa data menggunakan Regresi Linier Sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi pengaruh komunikasi interpersonal ibu terhadap keterampilan berbicara anak usia 5-6 tahun di TK Felix Fun Kids Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar mengarah ke hubungan yang positif. Persentase pengaruh komunikasi interpersonal ibu terhadap keterampilan berbicara anak usia 5-6 tahun adalah sebesar 59,1%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain