cover
Contact Name
Usman Malik
Contact Email
 usman.malik@lecturer.unri.ac.id
Phone
+62811756227
Journal Mail Official
kfi@ejournal.unri.ac.id
Editorial Address
Jurusan FMIPA Universitas Riau Kampus Bina Widya Km 12,5 Simpang Baru Pekanbaru
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Komunikasi Fisika Indonesia
Published by Universitas Riau
ISSN : 14122960     EISSN : 2579521X     DOI : 10.31258/jkfi
KFI mempublikasikan artikel hasil penelitian dan review pada bidang fisika, namun tidak terbatas, yang meliputi fisika murni, geofisika, plasma, optik dan fotonik, instrumentasi, dan elektronika, dan fisika terapan (aplikasi fisika).
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 13 (2016)" : 15 Documents clear
KARAKTERISASI DAN PEMBUATAN FILM TIPISBARIUM STRONTIUM TITANAT Ba0,7Sr0,3TiO3 (BST)MENGGUNAKAN METODE SOL-GEL Rahmi Dewi
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 13, No 13 (2016)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.632 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.13.13.865-869

Abstract

Telah dilakukan penelitian film tipis Barium Strontium Titanat (BST) dengan komposisi , , menggunakan metode sol-gel dan di annealing pada suhu 600o C dan 650o C selama 1 jam. Film tipis BST tersebut dikarakterisasi menggunakan Field Emission Scanning Electron Microscopy (FESEM) dan Spektroskopi Impedansi. Hasil dari karakterisasi FESEM untuk sampel pada suhu 600o C dan 650o C masing-masing ketebalannya sebesar 46 nm dan 141 nm. Hasil dari karakterisasi Spektroskopi Impedansi yang diberikan nilai frekuensi, diperoleh nilai impedansi real dan impedansi imajiner. Nilai kapasitansi dari film tipis BST pada suhu 600o C dan 650o C masingmasing sebesar 75,46 F dan 154,69 F. Nilai konstanta dielektrik dari film tipis BST pada suhu 600o C dan 650o C masing-masing sebesar 23,98 dan 148,40.
PENENTUAN RUGI-RUGI KELENGKUNGAN FIBER OPTIK MODE TUNGGAL SECARA KOMPUTASI Saktioto '; Irvan Rahmat; Juandi '
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 13, No 13 (2016)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.812 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.13.13.896-900

Abstract

Penentuan rugi-rugi kelengkungan fiber optik mode tunggal secara komputasi telah dilakukan. dengan menggunakan fiber optik G.652.D oleh software optifiber dengan panjang gelombang 1310 nm, 1383 nm, 1550 nm, dan kelengkungan dengan jari-jari 2 mm hingga 60 mm. Hasil menunjukkan rugi fiber optik tergantung pada panjang gelombang yang digunakan, dimana rugi bahan terbesar dimana rugi bahan terjadi pada λ = 1383 nm dengan nilai 0,843 dB/km, rugi absorpsi ultraviolet pada λ = 1310 nm dengan nilai 0,306 dB/km, rugi absorpsi infra merah pada λ = 1550 nm dengan nilai 2,037 x 10-2 dB/km, rugi absorpsi resonansi ion pada λ = 1383 nm dengan nilai 0,572 dB/km, dan rugi hamburan rayleigth pada λ = 1310 nm dengan nilai 2,968 x 10-2 dB/km. Rugi , rugi kelengkungan pada jari-jari kelengkungan 2 mm yang semakin menurun dengan bertambahnya jari-jari kelengkungan, semakin besar panjang gelombang yang digunakan, semakin besar rugi pelengkungannya.
PENGARUH PENAMBAHAN FRIT GELAS TERHADAP KARAKTERISTIKDIELEKTRIK KAPASITOR KERAMIK FILM TEBAL BATIO3 Walfred Tambunan; Antonius Surbakti; Dani Gustaman Syarif
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 13, No 13 (2016)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (775.928 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.13.13.927-932

Abstract

Telah dilakukan pembuatan dielektrik kapasitor keramik film tebal dengan penambahan campuran BaTiO3 95% : 5% , 92,5% : 7,5 % dan 90% : 10% terhadap berat Frit Gelas. Setelah dicampur dibuat kebentuk pasta dengan menambahkan 20% berat senyawa organik. Pasta yang telah terbentuk dari ketiga jenis sampel disinter pada suhu 700C selama 20 menit. Kemudian dilakukan karakteristik sampel dengan menggunakan XRD, SEM dan LCR meter. Hasil XRD terindentifikasi bahwa dari ketiga jenis sampel terbentuk fasa BaTiO3 dengan struktur kristal tetragonal dengan panjang kisi kristal a = b ≠ c dan sudut α = β = γ. Hasil analisa SEM menunjukkan struktur mikro film tebal BaTiO3 mengalami perubahan yang ditandai dengan adanya pertambahan butiran. Karakteristik dielektrik dilakukan dengan cara mengukur kapasitansi kapasitor dari suhu 30C – 100C. Hasil yang diperoleh ternyata kapasitor film tebal dengan komposisi frit 5% memiliki konstanta dielektrik 230,75 , komposisi frit 7,5% memiliki konstanta dielektrik 39,58% konstanta dielektrikdankomposisi frit 10% memiliki konstanta dielektrik 293,87 pada suhu 100C. Ketiga nilai konstanta dielektrik yang diperoleh ternyata komposisi frit 10% merupakan kapasitor yang mempunyai konstanta dielektrik tertinggi dan merupakan kapasitor yang paling baik dari ketiga jenis kapasitor tersebut.
PENGARUH WAKTU PERENDAMAN DALAM PEMBUATAN KARBON AKTIF CANGKANG BUAH KETAPANG DENGAN PENGAKTIFAN KIMIA BERBANTUAN IRADIASI GELOMBANG MIKRO Awitdrus '; Desy Veyka Rukmana; Rakhmawati Farma; Iwantono '
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 13, No 13 (2016)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.069 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.13.13.870-875

Abstract

Karbon aktif dibuat dari cangkang Terminalia cattapa. Cangkang Terminalia cattapa dikarbonisasi biasa selama 3 jam. Rasio persentase massa granul karbon : KOH adalah 2: 1. Campuran butiran karbon dan KOH direndam dalam 200 mL air suling selama 12 jam, 24 jam dan 36 jam. Masingmasing selanjutnya diiradiasi dengan daya 630 watt untuk 20 menit. Sampel dikarakterisasi dengan mikroskop pindaian elektron, EDX dan luas permukaan. Kandungan karbon dan luas permukaan karbon aktif masing-masing berada dalam interval 66,93 % - 69,26 % dan 285,85 m2 /g - 293,36 m2 /g.
PEMBUATAN DAN PENGUJIAN ALAT PENGERING SURYATIPE KABINET BERPENUTUP MIRING MENGGUNAKANKACA DAN PLASTIK TRANSPARAN Maksi Ginting; Antonius Surbakti; Nurhaili '
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 13, No 13 (2016)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.06 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.13.13.845-851

Abstract

Alat pengering yang telah dibuat digunakan untuk mengeringkan singkong dan pisang yang diiris dengan ketebalan 2 mm. Pada penelitian ini sebagai alat penguat panasnya digunakan kolektor tipe kabinet berpenutup miring dengan penutup plastik dan kaca transparan. Udara masuk dari samping kolektor rmengalir ke ruang pengering berisi bahan yang diatasnya dipasang cerobong. Penelitian setiap hari pengamatan dimulai dari jam 00.90-13.00 WIB dengan selang waktu pengamatan 1 (satu) jam. Massa kering rata-rata bahan untuk pisang dan singkong menggunakan penutup kaca dan plastik setelah tiga hari pengamatan adalah 138,93 dan 163,26 sedangkan menggunakan penutup plastik adalah 146,13 dan 173,06 gr serta secara konvensional adalah 167,33 dan 185,23 dari 500 gram bahan yang dikeringkan.
KARAKTERISASI DAN REKONSTRUKSI KURVA R(T) SENSOR SUHU POSITIVETEMPERATURE COEFFICIENT (PTC) DARI KURVA I(V) MENGGUNAKANMODUL I-V CHARACTERIZER BERBASIS ARDUINO Elsa Maulina; Lazuardi Umar
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 13, No 13 (2016)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.804 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.13.13.933-937

Abstract

Studi tentang sensor suhu PTC biasanya dilakukan dengan mengukur resistensi atas suhusekitarnya dan digunakan untuk menggambarkan sensor karakteristik (kurva R-T). Metodekonvensional untuk mengkarakterisasi parameter sensor membutuhkan waktu yang cukuplama untuk menjaga suhu pada permukaan sensor. Penelitian ini menyajikan suatu metodeuntuk menentukan parameter sensor dari Siemens B59050 D1120 menggunakan I-V ModulCharacterizer berbasis Arduino. Proses karakterisasi dilakukan dalam keadaan self-heatingdengan tegangan diprogram dari Modul I-V di 1s dan kenaikan tegangan 10mV, sementarasuhu lingkungan TM diukur secara bersamaan dan dipertahankan konstan dalam ruangadiabatis Fa. Heraus T6060. Pengaruh suhu variasi pada kurva I(V) sensor diselidiki denganmenempatkan sensor pada berbagai suhu 303K, 313K, 323K dan 333K. Kurva I(V)menunjukkan hasil parameter sensor RT0, R0, B, RW, TC dengan nilai masing-masing230.98Ω, 117.01Ω, 63,99, 219.09K/W, 402.67K pada daerah kesetimbangan termal denganmenggunakan MathCad. Karakteristik sensor disajikan oleh kurva R(T) yang direkonstruksimenggunakan parameter yang diperoleh pada suhu sensor Ts simulasi dari 398,87K sampaidengan 409,68K dan hasil menunjukkan kesalahan kurang dari 2%.
PENERAPAN METODA MATRIK TRANSFER UNTUK MENENTUKANENERGI PRIBADI DARI PERSAMAAN GELOMBANGSCHRODINGER POTENSIAL SUMUR SEMBARANG Salomo '; Defrianto '; Nuraina Fika Lubis
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 13, No 13 (2016)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1025.574 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.13.13.876-882

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menentukan energi pribadi persamaan Schrodinger untuk kasus potensial sumur sembarang melalui metode matriks transfer. Sebelum kode program MATLAB metode matriks transfer pada potensial sumur sembarang dibuat, dilakukan pembuatan program matriks transfer pada potensial sumur persegi. Hasil perhitungan tersebut diperoleh tiga tingkat energi pribadi yang masing-masing bernilai 0,02860 eV, 0,11282 eV dan 0,24589 eV. Program matriks transfer pada potensial ini dianggap benar jika hasil energi pribadi tidak berbeda jauh dengan hasil energi pribadi pada rumusan analitik. Pada rumusan analitik, diperoleh tiga tingkat energi pribadi yang masing-masing bernilai 0,02854 eV, 0,11185 eV dan 0,24579 eV. Perbandingan hasil energi pribadi yang diperoleh melalui kedua rumusan tersebut berbeda tipis, dimana persentase perbedaan lebih kecil dari 0,01%. Pada potensial sumur sembarang, diperoleh tiga tingkat energi pribadi yang masing-masing bernilai 0,10001 eV, 0,19001 eV dan 0,36999 eV.
ANALISA TINGKAT REDUKSI KEBISINGAN OLEH BAHAN BUSA PADARUANG TERTUTUP DALAM SKALA LABORATORIUM Krisman '; Riad Syech; Rosdiawan Obby Novaldy
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 13, No 13 (2016)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.498 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.13.13.907-911

Abstract

Telah dilakukan penelitian terhadap bahan material busa menggunakan metode pengukuran pada ruang tertutup untuk menentukan nilai reduksi bunyi yang dihasilkan oleh speaker pada frekuensi tertentu. Bahan busa memiliki spesifikasi massa jenis berturut-turut 0,003 ⁄ , 0,0031 ⁄ , dan 0,0033 / serta memiliki volume 20 cm x 20 cm x 1,7 cm. Setiap sampel diukur pada jarak 30 cm, 50 cm dan 70 cm dari speaker. Hasil pengukuran dianalisa menurut jarak, massa jenis dan frekuensi. Berdasarkan hasil penelitian nilai Insertion Loss untuk sampel A, B dan C pada frekuensi 125 Hz dengan jarak 30 cm memiliki nilai 0,7 dB, 1 dB dan 1,1 dB. Nilai Insertion Loss ini meningkat seiring dengan meningkatnya massa jenis. Nilai Insertion Loss semakin bervariasi pada frekuensi yang lebih besar dari 500 Hz, hal ini dikarenakan bahan busa yang digunakan tidak mampu meredam kebisingan dengan frekuensi yang tinggi.
PEMANFAATAN POTENSI TANDAN KOSONG KELAPASAWIT SEBAGAI KARBON AKTIF UNTUK PEMBERSIHAIR LIMBAH AKTIVITAS PENAMBANGAN EMAS Erman Taer; Widya Sinta Mustika; Sugianto '
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 13, No 13 (2016)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.808 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.13.13.852-858

Abstract

Pemanfaatan biomassa sebagai karbon aktif untuk aplikasi pembersih air limbah dapat dilakukan dengan kombinasi metode aktivasi dan karbonisasi. Karbon aktif dibuat dari tandan kosong kelapa sawit (TKKS) melalui beberapa tahap pengolahan tongkol menjadi pelet karbon, kemudian dilakukan proses karbonisasi pada suhu 800 0 C di lingkungan gas Nitrogen (N2). Aktivasi kimia menggunakan larutan KOH sebagai aktivator. Metode Scanning Electron Microscopy (SEM) digunakan untuk menganalisa struktur dan morfologi permukaan pelet karbon aktif TKKS. Sementara komposisi unsur kimia penyusun sampel yang dianalisa menggunakan Energy Dispersif X-Ray (EDX). Uji kemampuan serapan karbon aktif terhadap logam berat dilakukan menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Dari spektrum EDX menunjukkan kehadiran unsur karbon (C) 79,79 %, sedangkan kontaminasi maksimum logam Fe 2,36 % dan Zn 0,61 %. Dari pengujian serapan logam berat berdasarkan SSA diperoleh hasil bahwa serapan optimum untuk Fe 78,52 % dan Zn 77,23 %, sehingga hasil penelitian menunjukkan bahwa pelet karbon aktif TKKS memiliki daya serap yang lebih tinggi terhadap logam berat besi (Fe).
PENGGUNAAN ENERGI SURYA UNTUK PENJERNIHAN AIR GAMBUT MENGGUNAKAN REFLEKTORCERMIN CEKUNG Usman Malik; Muksin '; Juandi M '
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 13, No 13 (2016)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.766 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.13.13.883-889

Abstract

Penelitian tentang destilasi air gambut telah dilakukan dengan menggunakan alat pemanas energi matahari reflektor cermin cekung dengan dua variasi wadah yang berbeda, masing-masing wadah terbuat dari aluminium, satu dicat dengan warna hitam dan yang lainnya tanpa dicat. Reflektor cermin cekung dibuat dengan ukuran diameter 2,2 meter, tinggi cermin 0,3 meter dan panjang fokusnya 1 meter. Reflektor diletakkan di atas tanah dan disinari langsung oleh cahaya matahari. Kolektor yang berisi sampel air gambut diletakkan diatas reflektor tepat pada posisi titik fokus. Selama pemanasan, suhu diukur setiap jam dengan waktu pengamatan mulai pukul 08.00 sampai 16.00 WIB. Pengamatan dilakukan selama empat belas hari, tujuh hari pertama yaitu pengamatan untuk wadah tanpa dicat dan tujuh hari kedua untuk wadah yang dicat hitam pada cuaca cerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu maksimum sampel air gambut yang menggunakan wadah tanpa dicat adalah 89˚C, dan suhu maksimal pada titik fokus adalah 93˚C. Hasil volume destilasi air gambut tertinggi diperoleh 311 ml. Hasil pengamatan untuk destilasi pada wadah dicat hitam diperoleh suhu maksimal air gambut adalah 91˚C dan suhu maksimal pada titik fokusnya adalah 96˚C. Hasil volume destilasi air gambut tertinggi diperoleh 355 ml. Hasil pengujian laboratorium sampel air gambut sebelum destilasi terhadap parameter warna adalah 1368 Pt-Co dan pengujian laboratorium air gambut setelah di destilasi menjadi 65 Pt-Co, hal ini menunjukkan sampel setelah proses destilasi mengalami peningkatan kualitas yang sangat signifikan.

Page 1 of 2 | Total Record : 15