cover
Contact Name
Dr. Wilda Hafni Lubis, drg., M.Si
Contact Email
wilda.hafny@usu.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dentika_journal@usu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Dentika Dental Journal
ISSN : 1693671X     EISSN : 2615854X     DOI : -
Core Subject : Health,
d e n t i k a DENTAL JOURNAL is one of the journals managed by TALENTA Universitas Sumatera Utara which first published in 2015. This is an online scientific journal that publishes articles and scientific work from Researches, Case Reports and Literature Reviews in Dentistry and Dental Science. The scopes are varied from Dental Surgery, Dental Forensics, Oral Biology, Oral Medicine, Dental Public Health and Preventive Dentistry, Paediatric Dentistry, Dental Materials and Technology, Conservative Dentistry, Orthodontics, Periodontics, Prosthodontics, to Dental Radiology.
Arjuna Subject : -
Articles 390 Documents
PENGARUH EKSTRAK KULIT BATANG JAMBU METE (Anacardium occidentale Linn.) SEBAGAI BAHAN ANTISEPTIK TERHADAP EKSPRESI VASCULAR ENDOTHELIAL GROWTH FACTOR (VEGF) PADA LUKA BEKAS PENCABUTAN GIGI MARMUT: INFLUENCE OF CASHEW STEM BARK EXTRACT (Anacardium occidentale Linn.) AS AN ANTISEPTIC ON VEGF EXPRESSION AFTER TOOTH EXTRACTION OF THE GUINEA PIG Harsini; Iwa Sutardjo; Sudibyo Martono; Siti Sunarintyas; Sudarsono
Dentika: Dental Journal Vol. 18 No. 1 (2014): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.243 KB) | DOI: 10.32734/dentika.v18i1.1940

Abstract

Pencabutan gigi dapat berdampak pada penghambatan kontinuitas jaringan yang memerlukan waktu untukkembali sembuh. Vascular Endhotelial Growth Factor (VEGF) merupakan salah satu mediator pro inflamasiyang berhubungan dengan pembentukkan pembuluh darah baru. Kulit batang jambu mete (Anacardiumoccidentale Linn.) mempunyai kandungan fenolik yang dapat berperan pada pengaturan fungsi sel denganmenginduksi VEGF. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak kulit batang jambumete sebagai bahan antiseptik terhadap ekspresi VEGF pada luka dampak pencabutan gigi hewan coba(marmut/Guinea Pig). Kulit batang jambu mete diambil dari Mojolegi, Karangtengah, Imogri, Bantul. Ekstraksidilakukan secara maserasi dengan pelarut etanol 70%. Bahan antiseptik dibuat dalam konsentrasi 3%, 5% dan 7%. Sebanyak 48 ekor marmut jantan, umur sekitar 2,5-3 bulan dengan bobot badan rata-rata 250-300 grdibagi menjadi 4 kelompok dan setiap kelompok terdiri atas 12 ekor. Seluruh marmut dilakukan pencabutangigi insisivus bawah kanan. Kelompok I adalah kelompok kontrol yang ditetesi air suling. Kelompok II ditetesiekstrak kulit batang jambu mete dengan konsentrasi 3%. Kelompok III ditetesi ekstrak kulit batang jambu mete5% dan kelompok IV ditetesi ekstrak kulit batang jambu mete 7%. Dekapitasi tiap kelompok sebanyak 4 ekordilakukan pada hari ke 3, 7dan 14. Setelah dekapitasi, soket bekas gigi diambil dan dibuat preparat histologisnyadengan pengecatan imunohistokimia. Penghitungan ekspresi VEGF dilakukan dibawah mikroskop denganperbesaran 40x. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis Varians dua jalan dilanjutkan denganLSD0,05. Hasil penelitian menunjukkan antar konsentrasi, antar hari, dan interaksi antar konsentrasi dan hariberpengaruh signifikan terhadap ekspresi VEGF (p< 0,05). Pada uji LSD diketahui terdapat perbedaan ekspresiVEGF yang signifikan antar kelompok konsentrasi dan kelompok hari. Sebagai kesimpulan, ekstrak kulit batangjambu mete dalam bahan kumur berpengaruh terhadap ekspresi VEGF.
SUCCESSIVE OBTURATOR-OVERDENTURE DESIGNS FOR LONG HISTORY CLEFT PALATE PATIENT: RANCANGAN OVERDENTURE-OBTURATOR PADA PENDERITA CLEFT PALATE Laith Mahmoud Abdulhadi
Dentika: Dental Journal Vol. 15 No. 2 (2010): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.625 KB) | DOI: 10.32734/dentika.v15i2.1941

Abstract

A 39 year cleft palate lady had been treated since she was 19 years old by different design obturators after partial breakdown of surgical correction. The first obturator was fabricated into two pieces connected to each other using mini-dental magnets. A new obturator was prescribed to the patient and constructed in one piece with hollow opened box. Later, the box window was closed and retained by three ready-made ball stainless steel clasps. Two years later due to caries, a new obturator was designed with hollow palate and nasal box and retained by three magnets placed over three remaining abutment teeth into their cast copings.
LESI LIKENOID ORAL YANG BERHUBUNGAN DENGAN RESTORASI AMALGAM DAN PERAWATANNYA: ORAL LICHENOID LESION RELATED TO AMALGAM RESTORATION AND ITS TREATMENT Sayuti Hasibuan
Dentika: Dental Journal Vol. 15 No. 2 (2010): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.496 KB) | DOI: 10.32734/dentika.v15i2.1942

Abstract

The oral lichenoid reaction is to be regarded as a reaction pattern within the oral mucous directed towards a specific agents in patients predisposed to develop such a reaction. During the last decade, it has been discussed that dental amalgam plays etiological role in the development of lichenoid reaction in oral mucous. Removal of amalgam fillings has led to healing or clinical improvement of a majority of existing lichenoid lesions. We reported a case of oral lichenoid reaction associated to amalgam restoration. A 53 years old woman presented with a sore mouth and ulceration affecting the gingival and buccal mucous in the region of maxillary right first molar filled with amalgam. Patient had no medical history and medication. After replacing amalgam restoration with resin composite and applied of topical corticosteroid, the lesion clinically disappeared. In conclusion, this case suggested that replacement of amalgam restoration with the other material and applied topically steroid be effective in the resolution of the oral lichenoid lesion related to amalgam restoration.
PENGARUH LAMA PAPARAN CUKA APEL TERHADAP PERUBAHAN DIMENSI AKRILIK HEAT CURED: EFFECT OF IMMERSED TIMES OF APPLE VINEGAR ON DIMENSIONAL CHANGES OF HEAT CURED ACRYLIC RESIN Diana Setya Ningsih; Sri Fitriany; Herwanda; Agnesvida Respratidina
Dentika: Dental Journal Vol. 18 No. 1 (2014): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.753 KB) | DOI: 10.32734/dentika.v18i1.1943

Abstract

Cuka apel adalah minuman kesehatan yang terdiri atas fenol, asam dan komponen lainnya. Komposisi ini dapatmempengaruhi sifat resin akrilik heat cured. Resin akrilik heat cured secara klinis dapat digunakan sebagaibahan gigi tiruan. Resin akrilik dapat menyerap air sehingga menyebabkan ketidakstabilan dimensi basis gigitiruan. Penyerapan air dipengaruhi oleh jenis larutan dan lama perendaman. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui efek lama perendaman resin akrilik heat cured dalam cuka apel terhadap perubahan dimensi.Sepuluh spesimen penelitian berbentuk disc dengan diameter 50 ± 1 mm dan ketebalan 0,5 ± 0,1 mmdikeringkan dalam desikator pada temperatur 37oC kemudian berat awal spesimen (W1) diukur menggunakankaliper (L) dan neraca analitik. Spesimen kemudian direndam dalam cuka apel pada 37oC selama 1, 3, 5 dan 7hari. Spesimen dikeringkan selama 15 detik dan berat spesimen tercatat (W2). Data dianalisis denganmenggunakan repeated Anova dan post hoc pairwaise comparisons. Hasil penelitian menunjukkan lamaperendaman di dalam cuka apel dapat menyebabkan perubahan dimensi resin akrilik heat cured secara bermakna(p< 0,05). Ada perbedaan yang bermakna antara perubahan dimensi setelah 1 hari dengan 3, 5, 7 hari (p< 0,05),tetapi tidak ada perbedaan yang bermakna antara 5 hari dengan 7 hari (p< 0,05). Sebagai kesimpulan, lamaperendaman dan jenis larutan (cuka apel) dapat menyebabkan perubahan dimensi pada resin akrilik heat cured.
NEW CONCEPT IN DENTOFACIAL ESTHETICS: THE BIOLOGICAL ASPECTS OF ADULT ORTHOPEDIC FACE MASK THERAPY: KONSEP BARU DALAM ESTETIKA DENTOFACIALDENTOFACIAL: ASPEK BIOLOGIS TERAPI TOPENG BEDAH TULANG DEWASA Retno Pudji Rahayu; Haryono Utomo
Dentika: Dental Journal Vol. 15 No. 2 (2010): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.378 KB) | DOI: 10.32734/dentika.v15i2.1944

Abstract

Orthopedic face mask has been introduced for more than 100 years ago, however, it is primarily indicated for growingpatients. Its effectiveness in adult patients is still questionable. It is thought that in non growing adults the degree oforthopedic movement is minimal, whether dental movement i s more prominent. In addition, there is still controversial,whether patients’ compliance or the existent skeletal growth determines the treatment success. The objective of this studywas to propose a new concept for adult orthopedics face mask therapy ba sed on functional and biological mechanismsinvolved in dentofacial remodeling . Conventional face mask therapy only depended on duration, magnitude andunidirectional elastic forces. In the reviewed case report, the inspiration for a new concept was evolv ed from themultidirectional forces which were resulted from continuous functional movements (i.e. chewing and speaking) duringwearing face mask. These movements may lead to stimulate additional orthopedic or skeletal movements in adult patient.The expla nation of this phenomenon could be explained not only by clinical result, but also with the biologicalmechanism of bone remodeling. In conclusion, regarding to the successful treatment result and its logical biologicalexplanation, this new concept to inc rease the effectiveness of adult orthopedic face mask therapy is likely.
MOUTHRINSES AND POTENTIAL FOR HARM TO ORAL HEALTH: OBAT KUMUR DAN POTENSI UNTUK MENIMBULKAN KELAINAN TERHADAP KESEHATAN RONGGA MULUT Natalina
Dentika: Dental Journal Vol. 15 No. 2 (2010): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.079 KB) | DOI: 10.32734/dentika.v15i2.1945

Abstract

Oral care product produced primarily to benefit oral and dental health. Throughits role in the prevention and treatment ofgingival and periodontal disease, there is the potential for benefits of oral hygiene p roduct in the prevention of systemicdisease and conditions. All agents, drug and devices designed to maintain and improve human well being, there is thepossibility of harmful side effects occurring as a result of the use of oral hygiene products. This re view is to debate thepotential for oral hygiene products, when used as recommended, to cause oral and dental harm to the user. Mouth rinseswould appear to ha ve potential risks/ side effects originally from three sources such as the physico chemical proper ties,the active in the product and other ingredients. Any physical trauma to the gingival, particularly if inflamed, can produce abacteremia. The importance of mouth rinses to the periodontal patient must be far outweigh the potential harm in use toden t al hard tissues or the gingiva In conclusion, the use of mouth rinses properly based on regulat ed pack and followeddentist in gestoon would not cause side effects of oral cavity realth.
EFEK ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN AFRIKA (VERNONIA AMYGDALINA) SEBAGAI BAHAN ALTERNATIF MEDIKAMEN SALURAN AKAR TERHADAP PORPHYROMONAS GINGIVALIS: ANTIBACTERIAL EFFECT OF ETHANOL EXTRACT OF AFRICA LEAF (VERNONIA AMYGDALINA) AS AN ALTERNATIVE ROOT CANAL MEDICAMENT ON PORPHYROMONAS GINGIVALIS Cut Nurliza; Fitri Yunita Batubara; Tiurma Sitompul
Dentika: Dental Journal Vol. 18 No. 1 (2014): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.933 KB) | DOI: 10.32734/dentika.v18i1.1946

Abstract

Perawatan saluran akar memerlukan bahan medikamen saluran akar untuk mengeliminasi mikroorganisme yangtidak dapat dicapai dengan teknik preparasi chemo-mechanical. Salah satu bakteri yang sering ditemukan padainfeksi endodontik primer adalah Porphyromonas gingivalis. Daun Afrika (Vernonia amygdalina) merupakansalah satu bahan alami yang bersifat antibakteri yang dapat dijadikan sebagai bahan alternatif medikamensaluran akar. Tujuan penelitian eksperimental laboratoris ini adalah untuk mengetahui efek antibakteri ekstraketanol daun Afrika terhadap bakteri Porphyromonas gingivalis. Penelitian ini dimulai dengan melakukanekstraksi daun Afrika sebanyak 2 kg dengan pelarut etanol 70% hingga diperoleh ekstrak kental. Pengujian efekantibakteri menggunakan metode dilusi dengan mengencerkan ekstrak etanol daun Afrika dalam media MHBdimulai dari konsentrasi 100, 50, 25, 12,5, 6,25, dan 3,125% yang direplikasi 4 kali. Setiap konsentrasiditambahkan 1 ml suspensi bakteri, divorteks, dan diinkubasi 37°C selama 24 jam pada inkubator CO2 kemudiankekeruhan diamati dan dibandingkan dengan kontrol Mc Farland secara visual untuk menentukan nilai KHM.Kemudian dilanjutkan penghitungan jumlah koloni bakteri dengan metode Drop Plate Milles Misra untukmenentukan KBM yaitu setiap konsentrasi diambil 50 µl, diteteskan ke media MHA, direplikasi 4 petri,kemudian diinkubasi 37°C selama 24 jam. Sebagai kesimpulan, ekstrak etanol daun Afrika memiliki efekantibakteri terhadap Porphyromonas gingivalis secara in vitro dengan nilai KBM pada konsentrasi 50% dannilai KHM tidak representatif sehingga tidak dapat diketahui hasilnya.
PENGARUH LARUTAN COKLAT (Theobroma cacao L) TERHADAP STABILITAS WARNA BASIS GIGI TIRUAN RESIN NILON TERMOPLASTIS: EFFECT OF BROWN CONDENSATION (Cacao Theobroma L) TOWARD COLOR STABILITY OF DENTURE BASES OF NYLON THERMOPLASTIC RESIN Amiyatun Naini
Dentika: Dental Journal Vol. 18 No. 1 (2014): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.668 KB) | DOI: 10.32734/dentika.v18i1.1947

Abstract

Resin nilon termoplastis merupakan bahan pilihan untuk pembuatan gigi tiruan yang flexible atau lentur dan tidakmenggunakan kawat retensi, tetapi mempunyai sifat fisik penyerapan air dalam rongga mulut karena selalu berkontakdengan makanan dan minuman yang dikonsumsi. Salah satu bahan makanan yang sering dikonsumsi oleh masyarakatadalah coklat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh larutan coklat (Theobroma cacao L) terhadap stabilitaswarna basis gigi tiruan nilon termoplastis. Sampel penelitian menggunakan nilon termoplastis (valplast) dengan ukuran10 x 10 x 2mm yang direndam dalam larutan coklat selama 7 dan 14 Sebagai kontrol adalah akuades. Pengujian stabilitaswarna menggunakan Densitometer. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan warna yang bermakna antara kelompokkontrol (akuades) dan kelompok larutan coklat. Hal ini disebabkan komponen terlarut/ tannin mengalami aliran kapilersecara difusi kedalam nilon termoplastis sehingga menyebabkan perubahan warna. Sebagai kesimpulan, terdapatpengaruh larutan coklat (Theobroma cacao L) terhadap stabilitas warna basis gigi tiruan nilon termoplastis tergantungpada waktu perendaman nilon termoplastis.
HUBUNGAN LEBAR MESIODISTAL GIGI DENGAN KECEMBUNGAN PROFIL JARINGAN LUNAK WAJAH PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA RAS DEUTROMELAYU: RELATION OF MESIODISTAL TOOTH WIDTH WITH THE SOFT TISSUE PROFILE CONVEXITY ON DEUTROMALAY STUDENT IN FACULTY OF DENTISTRY UNIVERSITY OF SUMATERA UTARA Hilda Fitria Lubis; Sylvia
Dentika: Dental Journal Vol. 18 No. 1 (2014): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.801 KB) | DOI: 10.32734/dentika.v18i1.1949

Abstract

Kesuksesan perawatan ortodonti ditentukan oleh diagnosis oleh diagnosis dan rencana perawatan yang tepat. Lebarmesiodistal gigi geligi bervariasi pada setiap individu dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya faktorketurunan/ras. Hasil akhir perawatan tidak hanya untuk memperbaiki susunan gigi dan rahang saja tetapi juga untukmendapatkan estetika wajah. Estetika wajah ditentukan oleh profil jaringan lunak wajah yang dapat dianalisis baikmelalui fotografi dan foto ronsen. Penelitian dilakukan pada 40 orang mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi USU rasDeutroMelayu. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara lebar mesiodistal gigi dengan kecembungan profiljaringan lunak wajah pada ras Deutromelayu. Lebar mesiodistal gigi mempunyai korelasi yang kuat terhadapkecembungan profil jaringan lunak wajah pada ras Deutromelayu, baik ditinjau secara fotometri maupun sefalometri.
PENGARUH RISEDRONATE BISPHOSPHONATE TERHADAP ENZIM TRAP (EKSPRESI OSTEOKLAS) DI SEKITAR SUBSTRUKTUR IMPLAN GIGI ENDOSSEOUS: EFFECT OF RISEDRONATE BISPHOSPHONATE ON ENZYM TRAP (OSTEOCLAST EXPRESSION) SURROUNDINGS SUBSTRUCTURE ENDOSSEOUS DENTAL IMPLANT Suparyono Saleh; Iwan Dwi Prahasto; Munakhir Mudjosemedi; Ika Dewi Ana
Dentika: Dental Journal Vol. 18 No. 1 (2014): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.096 KB) | DOI: 10.32734/dentika.v18i1.1950

Abstract

Keberhasilan gigi tiruan tanam, tergantung pada proses oseointegrasi, yaitu suatu hubungan langsung antara bagianimplan gigi yang tertanam di dalam tulang rahang (substructure) dengan jaringan tulang disekitarnya tanpa ada pengaruhdari jaringan lunak yang lain. Osteoklas berperan penting dalam proses oseointegrasi karena sel tersebut mempunyaikemampuan untuk meresorpsi tulang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh sediaan farmasi Risedronate(Ris) yang mempunyai kemampuan untuk mencegah proliferasi osteoklas. Tiga puluh enam tikus Wistar berumur 9-10minggu dengan berat antara 280-300 gram dibagi menjadi 4 kelompok (n= 9), setiap kelompok dibagi lagi menjadi 3subkelompok (n= 3). Kelompok I sebagai kontrol dengan perlakuan injeksi 0,05 mL cairan 0,9% NaCL sementarakelompok II, III, dan IV diinjeksi 0,05 mL sediaan Ris dengan konsentrasi 250, 500, dan 1000 µmol/L secara berurutan.Injeksi dilakukan setiap 3 hari sekali dengan lama waktu pemberian injeksi yang berbeda-beda, yaitu 14, 28, dan 56 hari.Analisis statistik menggunakan Uji Kruskal-Wallis dan U Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan terdapatperbedaan yang bermakna pada kelompok dosis Ris (p< 0,05) dan tidak signifikan pada kelompok hari amatan (p> 0,05).

Filter by Year

2009 2025