cover
Contact Name
anggriawan ntp
Contact Email
anggriawanntp@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
peternakansriwijaya@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Peternakan Sriwijaya
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 23031093     EISSN : 23031107     DOI : -
Jurnal peternakan sriwijaya is a journal containing a collection of scientific articles, both from the results of research or reviews / literature reviews in the field of animal science.
Arjuna Subject : -
Articles 121 Documents
Keragaman Kucing Domestik (Felis domesticus) berdasarkan Morfogenetik Harini Nurcahya Mariandayani
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.965 KB) | DOI: 10.36706/JPS.1.1.2012.1233

Abstract

Kucing sebagai hewan peliharaan memiliki variasi pola, kombinasi warna bulu, panjang ekordan panjang rambut. Variasi tersebut merupakan ekspresi dari beberapa gen dan dalam suatupopulasi terdapat keragaman gen tersebut. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untukmengidentifikasi keragaman kucing domestik (Felis domesticus) berdasarkan morfogenetik,meliputi pola warna, panjang rambut dan dan panjang ekor yang terdapat pada 11 lokus yaitu lokusw-W, A-a, B-b-b’, C_cb_cs_ca_c,D-d, i-I, L-l, 0-0, s-S, r-T-tb, dan m-M. Nilai frekuensi aIel darisetiap lokus dihitung menggunakan metode squere root dan maximum likelihood Keragaman kucingdi wilayah Tangerang dapat dilihat berdasarkan nilai heterozigositas (h) dan heterozigositas rataan(H). Nilai heterozigositas (h) dari masing-masing lokus diantaranya 49.7 % (Iokus A-a), 48,6. %(Iokus s-S), 49,1 (lokus B-b-b’), 49,1 % (lokus D-d), 59,8 % (lokus Ta-T-tb). Lokus Ta -T-tbmemiliki keragaman alel (h) yang lebih tinggi dibandingkan lokus lainnya. Hal ini menunjukkanbahwa kucing yang memiliki alel tersebut tersebar luas sehingga terjadi aliran gen melalui kawinacak. Berdasarkan nilai frekuensi alel, tipe liar memiliki frekuensi alel lebih tinggi dari tipe mutan.Nilai heterozigositas rataan ( H ) di wilayah Tangerang berdasarkan 11 lokus yang diamati sebesar 49.7 % .Kata kunci ; kucing, frekuensi alel, heterozigositas
Manajemen Perkandangan Ayam Petelur Afkir di Breeding Farm PT. Vista Agung Kencana Farm 2 Desa Talang Taling Kecamatan Gelumbang Muara Enim M.L. Sari; M. Herdiyana
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.152 KB) | DOI: 10.36706/JPS.6.2.2017.5085

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui manajemen perkandangan ayam petelur pada periode afkir mulai dari persiapan afkir, perlakuan afkir hingga apa saja yang dilakukan pasca afkir. Materi yang diamati dalam penelitian adalah ayam broiler sebanyak ±120000 ekor dan manajemen yang dilakukan pada perkandangan ayam periode afkir. Metode yang digunakan adalah metode observasi dengan mengambil data primer yang diperoleh dari pengamatan langsung dengan berpartisipasi aktif di kandang dan wawancara langsung, serta data sekunder yang diperoleh dari data yang ada di dokumen PT. Vista Agung Kencana Farm 2. Data tersebut kemudian diolah kedalam bentuk rataan dan persentase yang dijabarkan dalam bentuk gambar dan deskriptif yang memberikan gambaran dengan jelas mengenai manajemen perkandangan ayam petelur afkir di PT. Vista Agung Kencana Farm 2. Hasil pengamatan di lokasi penelitian menunjukkan bahwa manajemen perkandangan ayam petelur di PT. Vista Agung Kencana Farm 2 pada periode afkir meliputi perlakuan pra afkir, perlakuan saat afkir, dan perlakuan pasca afkir. Perlakuan pra afkir meliputi persiapan alat afkir, perlakuan saat afkir meliputi pemuatan ayam ke dalam mobil pengangkut, dan perlakuan pasca afkir meliputi pembersihan, penyemprotan, hingga pengapuran kandang.
Respon Pemberian Pupuk Kandang dan Sulfur terhadap Kandungan Asam Amino Sistin dan Metionin pada Rumput Raja (Pennissetum purpureophoides) D. Nurmaida; A. Imsya; Muhakka .
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/JPS.2.2.2013.2014

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respon pemberian pupuk kandang, sulfur, dan interaksinya terhadap kandungan sistin dan metionin rumput raja (Pennissetum purpureophoides). Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan dua faktor sebagai perlakuan yaitu pupuk kandang dan sulfur. Faktor pertama yaitu pupuk kandang terdiri dari 3 tingkat yaitu 0 kg/ha (K0), 5 ton/ha (K1), dan 10 ton/ha (K2). Faktor kedua adalah sulfur dengan 4 tingkat yaitu 0 kg S/ha (S0), 30 kg S/ha (S1), dan 90 kg S/ha. Jumlah kombinasi perlakuan adalah 12 dengan 3 kelompok, sehingga didapat 36 unit percobaan. Data yang diperoleh diuji dengan menggunakan analisis keragaman dan untuk melihat perbedaan digunakan uji Beda Nyata Terkecil. Parameter yang diamati adalah kandungan asam amino sistin dan metionin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan sulfur memberikan pengaruh nyata (P<0,05)  pada kandungan sistin dan metionin. Kesimpulan penelitian ini adalah perlakuan 60 kg S/ha sulfur memberikan pengaruh terbaik terhadap kandungan sistin dan perlakuan 90 kg S/ha sulfur memberikan pengaruh terbaik terhadap kandungan metionin pada rumput raja. Pemberian pupuk kandang dan interaksinya tidak mempengaruhi kandungan sistin dan metionin rumput Raja.
Pengaruh Penggunaan Hi-Fer? terhadap Kandungan Protein Kasar, Serat Kasar dan Lemak Kasar pada Fermentasi Rumput Bento Rayap (Leersia hexandra) Muhakka .; A. Imsya; T. N. Susanti
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.659 KB) | DOI: 10.36706/JPS.6.1.2017.5076

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Hi-fer? terhadap kandungan protein kasar, serat kasar dan lemak kasar pada fermentasi rumput Bento Rayap (Leersia hexandra). Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) terdiri atas 4 perlakukan dan 4 ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah sebagai berikut : P0 = Rumput Bento Rayap (Leersia hexandra) tanpa perlakuan (kontrol), P1 = Rumput Bento Rayap (Leersia hexandra) + 0,4% Hi-Fer?, P2 = Rumput Bento Rayap (Leersia hexandra) + 0,8% Hi-Fer?, dan P3 = Rumput Bento Rayap (Leersia hexandra) + 1,2% Hi-Fer?. Peubah yang diamati adalah kandungan protein kasar, serat kasar dan lemak kasar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan Hi-Fer? berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kandungan protein kasar dan serat kasar, akan tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kandungan lemak kasar fermentasi rumput Bento Rayap (Leersia hexandra). Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunan Hi-Fer? 0,8% pada fermentasi rumput Bento Rayap (Leersia hexandra) dapat meningkatkan kandungan protein kasar dan serat kasar.
Pengembangan Populasi Ternak Ruminansia Berdasarkan Ketersediaan Lahan Hijauan dan Tenaga Kerja di Kota Palembang Sumatera Selatan A.S. Nurdin; A. Fariani; Sriati .
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.008 KB) | DOI: 10.36706/JPS.3.2.2014.1765

Abstract

Kota Palembang merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Sumatera Selatan yangmemungkinkan untuk pengembangan peternakan ruminansia karena memiliki luas wilayah 400,61km2dengan didukung oleh luas padang rumput alam sebesar 174 ha, luasan rawa sebesar 2.496 ha,jumlah penduduk mencapai 1.369.239 jiwa serta rata-rata kepadatan penduduk per km2 mencapai3.342 jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan kendala peningkatanpopulasi ternak ruminansia berdasarkan ketersedian lahan hijauan dan tenaga kerja sertamenganalisis prioritas pengembangan populasi ternak ruminansia di Kota Palembang SumateraSelatan. Metode pengolahan dan analisis data menggunakan perhitungan KPPTR (KoefisienPeningkatan Populasi Ternak Ruminansia) sebagai penentu prioritas pengembangan berdasarkanketersediaan lahan hijauan makanan ternak dan tenaga kerja. Data primer yang diambil berupajumlah ternak ruminansia yang dipelihara, sistem pemeliharaan, tenaga kerja yang digunakan danstatus kepemilikan ternak. Data sekunder yang diambil meliputi populasi ternak ruminansia, jumlahpenduduk, luas lahan garapan, luas rawa, padang rumput dan rencana tata ruang wilayah KotaPalembang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai KPPTR efektifnya adalah 16.706,67.Kecamatan yang memiliki nilai KPPTR efektif tertinggi adalah Kecamatan Gandus dengan nlaiKPPTR efektif sebesar 6.055,59 ST, diikuti oleh Kecamatan Kertapati dengan nilai KPPTRefektifnya sebesar 4.391,82 ST sedangkan kecamatan yang memiliki nilai KPPTR efektif terendahadalah Kecamatan Ilir Barat II dengan nilai KPPTR efektif sebesar -175,30 ST. Kesimpulan daripenelitian ini adalah prioritas pengembangan peningkatan populasi ternak ruminansia di KotaPalembang berturut-turut adalah Kecamatan Gandus, Kertapati, Ilir Barat I, Sako, Kalidoni,Sukarami, Ilir Timur II, Plaju, Seberang Ulu I, Ilir Timur I.Kata kunci : Kota Palembang, KPPTR, Populasi Ternak Ruminansia.
Pengaruh Lumpur Sawit Fermentasi dalam Ransum Terhadap Performa Ayam Kampung Periode Grower F.N.L Lubis; S. Sandi; J.W. Wardana
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.407 KB) | DOI: 10.36706/JPS.4.2.2015.2806

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh lumpur sawit fermentasi terhadap performa ayam kampung periode grower, yang dilaksanakan selama 1 bulan pada bulan April sampai Mei, bertempat di kandang percobaan Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 3 ulangan, perlakuan yang digunakan adalah menambahkan produk lumpur sawit ke dalam ransum. Adapun perlakuan sebagai berikut: R0 = Ransum + 4% lumpur sawit fermentasi, R2 = Ransum + 8% lumpur sawit fermentasi, R3 = Ransum + 12% lumpur sawit fermentasi dan R4 = Ransum + 4% lumpur sawit segar. Parameter yang diamati selama penelitian adalah konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penambahan lumpur sawit segar dan lumpur sawit fermentasi dalam ransum tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum. Kata kunci : Lumpur sawit, ayam kampung, fermentasi
KUALITAS SENSORIS DAGING KAMBING YANG DIMARINASI MENGGUNAKAN LARUTAN MENTIMUN (CuccumisSativusL.) D Wahyuni; Fitra Yosi; Gatot Muslim
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 8, No 1 (2019): JURNAL PETERNAKAN SRIWIJAYA
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.991 KB) | DOI: 10.36706/JPS.8.1.2019.9173

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas sensoris daging kambing yang dimarinasi menggunakan larutan mentimun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan. Perlakuan terdiri dari kontrol, larutan mentimun 30%, larutan mentimun 60%, dan larutan mentimun 90%. Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah rasa, warna, aroma, tekstur, dan daya terima. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan larutan mentimun sebanyak 30, 60 dan 90% sebagai bahan marinasi daging kambing tidak berbeda apabila dibandingkan dengan kontrol berdasarkan kualitas sensoris nya yaitu rasa, warna, aroma, tekstur, dan daya terima. Kesimpulan dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan larutan mentimun sebagai bahan marinasi tidak mengubah rasa, warna, aroma, tekstur, dan daya terima daging kambing.
Aktivitas Proporsi Berbagai Cairan Rumen dalam Mengatasi Tannin dengan Tehnik In Vitro G. Muslim; J.E. Sihombing; S. Fauziah; A. Abrar; A. Fariani
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.858 KB) | DOI: 10.36706/JPS.3.1.2014.1727

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari aktivitas proporsi berbagai cairan rumen dalam mengatasi tannin melalui teknik in vitro. Penelitian ini dilakukan selama 2 bulan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 3 proporsi cairan rumen dari berbagai ternak ruminansia (sapi, kambing, dan kerbau). Perlakuan terdiri atas P1 (25:50:25); P2 (25:25:50) dan P3 (50:25:25). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Parameter yang diamati adalah total populasi bakteri (cfu/ml), konsentrasi tannin (mg/ml), dan konsentrasi N-NH3 (mM). Semua perlakuan menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata, akan tetapi total populasi bakteri meningkat pada setiap perlakuan. Konsentrasi tannin tidak berbeda nyata kecuali untuk P3 (0.078 mg/ml menjadi 0.060 mg/ml). N-NH3 pada semua perlakuan tidak berbeda nyata (0.05 mM), akan tetapi ada aktivitas mikroba pada semua perlakuan. Dapat disimpulkan bahwa terdapat bakteri di berbagai cairan rumen yang mampu mencerna dan toleran terhadap tannin.Kata kunci : Aktifitas proporsi, berbagai cairan rumen, tannin, teknik in vitro
Perbandingan Pemeriksaan Kerusakan DNA Spermatozoa Post Thawing antara Sperm-Bos-Halomax® dan Toluidine Blue L Priyanto; A Budiyanto; A Kusumawati; - Kurniasih; I Arifiantini
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.749 KB) | DOI: 10.36706/JPS.7.1.2018.7081

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan penilaian kerusakan DNA spermatozoa menggunakan Sperm–Bos–Halomax® dan Toluidine Blue pada spermatozoa sapi post thawing.  Hasil penelitian pada spermatozoa sapi menunjukkan bahwa perbandingan persentase kerusakan DNA spermatozoa setelah thawing menunjukkan bahwa Sperm–Bos–Halomax® (14.56±7.52%) lebih tinggi dibandingkan dengan Toluidine Blue (07.94±2.41%) (P<0.05). Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah Sperm–Bos–Halomax® lebih cepat, akurat dan sensitif dibandingkan dengan Toluidine Blue untuk mendeteksi kerusakan DNA spermatozoa. Hasil tingkat kerusakan DNA spermatozoa pada sapi pejantan yang digunakan dalam penelitian ini masih standar kenormalan dan dapat digunakan untuk inseminasi buatan.Kata kunci : Kerusakan DNA, Spermatozoa, Sperm–Bos–Halomax®, Toluidine Blue ABSTRACTThe study was aims to determine the assessment of DNA damage in spermatozoa using Sperm-Bos-Halomax® and Toluidine Blue stain in bull spermatozoa of post thawing. The findings demonstrated that the percentage ratio of spermatozoa DNA damage after thawing showed that Sperm-Bos-Halomax® (14.56 ± 7.52%) was higher than Toluidine Blue (07.94 ± 2.41%) (P <0.05). By way of conclusion, after all, obtained in this line of research devoted that Sperm-Bos-Halomax® was faster, more accurate and sensitive compared to Toluidine Blue in detecting spermatozoa DNA damage. As well, its results especially in bulls employed in the recent study was still standardized and might be used for artificial insemination.Key words : DNA Damage, Spermatozoa, Sperm-Bos-Halomax® and Toluidine Blue
Suplementasi Selenium Organik dan Vitamin E dalam Pakan Induk terhadap Performa Anak Puyu Fitri Nova Liya Lubis
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.796 KB) | DOI: 10.36706/JPS.1.1.2012.1176

Abstract

Daya tahan tubuh anak diawal menetas sangat tergantung oleh kandungan nutrisi jaringan tubuhnya dan ini sangat tergantung pada kualitas pakan induk. Selenium organik dan vitamin E merupakan nutrisi yang penting dalam meningkatkan antioksidan anak puyuh. Penelitian bertujuan untuk melihat pengaruh suplementasi selenium organik dan vitamin E dalam pakan induk terhadap performa anak puyuh yang meliputi bobot tetas, mortalitas, konsumsi dan konversi ransum. Penelitian ini menggunakan 420 ekor puyuh jantan dan betina dengan perbandingan (1:1). Suplementasi Se organik dan vitamin E diberikan dalam 2 jenis pakan komersial yang diberikan pada induk puyuh mulai umur 3 minggu. Sebagai kontrol adalah anak dari induk yang ransumnya yang tidak diberi suplementasi selenium organik dan vitamin E pada pakan induk. Perlakuannya adalah P1 & G1 ( ransum komersial P & G tanpa suplementasi Se organik dan Vitamin E), P2 &  G2 (suplementasi Se 0.5 ppm + vitamin E 50 ppm), P3 & G3, (suplementasi Se 0.5 ppm + vitamin E 100 ppm), P4 & G4 (suplementasi Se 1 ppm + vitamin E 50 ppm), P5 &  G5  (suplementasi Se 1 ppm + vitamin E 100 ppm). Rancangan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap pola faktorial. Hasil dari penelitian ini menunjukkan suplementasi selenium organik dan vitamin E dalam pakan induk significant (P<0.05) memperbaiki performa anak, hal ini terlihat dari peningkatan  bobot tetas anak dan penurunan mortalitas anak.Kata Kunci: Selenium organik, vitamin E, anak puyuh

Page 8 of 13 | Total Record : 121