cover
Contact Name
anggriawan ntp
Contact Email
anggriawanntp@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
peternakansriwijaya@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Peternakan Sriwijaya
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 23031093     EISSN : 23031107     DOI : -
Jurnal peternakan sriwijaya is a journal containing a collection of scientific articles, both from the results of research or reviews / literature reviews in the field of animal science.
Arjuna Subject : -
Articles 121 Documents
Pengaruh Suplementasi Selenium Organik (Se) dan Vitamin E terhadap Performa Itik Pegagan F.N.L Lubis; R. Alfianty; E. Sahara
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.094 KB) | DOI: 10.36706/JPS.4.1.2015.2297

Abstract

Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi telur itik adalah dengan perbaikan kualitaspakan melalui penambahan vitamin dan mineral yang dapat mendukung peningkatan performa itik.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan selenium organik dan vitamin Edalam pakan yang menghasilkan performa optimal pada itik pegagan. Ternak yang digunakan padapenelitian ini adalah 48 ekor itik pegagan betina berumur 5 bulan yang dibagi ke dalam 8 perlakuandengan 3 ulangan, tiap ulangan terdiri dari 2 ekor itik. Perlakuannya adalah 4 level Se (0 ppm, 0.2ppm, 0.4 ppm dan 0.6 ppm) dan 2 level vitamin E (0 dan 50 ppm). Sebagai kontrol adalah ransumtanpa suplementasi selenium organik dan vitamin E. Ransum yang digunakan pada penelitian inimenggunakan bahan baku pakan lokal yang difermentasi, kemudian disuplementasikan seleniumorganik dan vitamin E kedalam ransum. Data perlakuan yang diperoleh dari percobaan dianalisadengan menggunakan analisa ragam (analyses of variance/ANOVA) RAL faktorial dan jika datayang dihasilkan berbeda nyata maka dilanjutkan dengan Uji Duncan. Suplementasi seleniumorganik, vitamin E serta kombinasinya menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap produksi teluritik pegagan, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap konsumsi dan konversi ransum. Suplementasiselenium dan vitamin E yang memberikan performa terbaik yaitu pada kombinasi level 0.2 ppmselenium dan 50 ppm vitamin E, kombinasi tersebut mempunyai jumlah produksi telur tertinggidibanding dengan semua perlakuan yaitu 3.80 kg. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwasuplementasi selenium organik dan vitamin E secara keseluruhan memberikan performa yang lebihbaik dibandingkan dengan perlakuan kontrol yang tanpa disuplementasi selenium dan vitamin E.Kata kunci : Suplementasi, selenium organik, vitamin E, performa, itik pegagan
Pemanfaatan Ekstrak Buah Nanas dan Ekstrak Buah Pepaya sebagai Bahan Pengempuk Daging Ayam Parent stock Afkir A. Ismanto; R. Basuki
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.224 KB) | DOI: 10.36706/JPS.6.2.2017.5081

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi penambahan ekstrak buah nanas dan ekstrak buah  pepaya terhadap kualitas fisik dan organoleptik daging ayam parent stock afkir. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: 1. tanpa penambahan ekstrak buah nanas (EBN) dan ekstrak buah pepaya (EBP); 2. penambahan 5% EBN dan EBP; 3. penambahan 10% EBN dan EBP; 4. penambahan 15% EBN dan EBP. Variabel yang diamati adalah komposisi kualitas fisik (daya ikat air, pH dan susut masak) dan kualitas organoleptik (keempukan warna dan aroma). Data komposisi kimia dan kualitas fisik dianalisis dengan rancangan acak lengkap (RAL), semetara perbedaan rata-rata tiap percobaan diuji dengan beda nyata terkecil (BNT). Pengujian organoleptik dianalisis dengan uji mutu hedonik dan uji hedonik Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan EBN dan EBP dengan konsentrasi yang berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap daya ikat air, pH dan susut masak serta uji hedonic dan  mutu hedonik keempukan dan warna, tetapi berpengaruh nyata, terhadap mutu hedonik dan hedonik aroma
Penambahan Metionin dalam Ransum Basal terhadap Performa Ayam Arab Silver (Brakel kriel-silver) Fase Produksi I R.A. Daneilawaty; E. Raudhati; A. Imsya
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/JPS.2.2.2013.2010

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan metionin dalam Ransum Basal terhadap performa Ayam Arab Silver (Brakelkriel-silver) Fase Produksi I. Empat puluh ekor ayam arab silver umur 32 minggu digunakan dalam penelitian ini. Rancangan acak lengkap (RAL) yang digunakan terdiri dari lima perlakan dan empat ulangan. Tiap ulangan terdiri dari dua ekor ayam. Perlakuan adalah M0 (100% ransum basal + 0% metionin); M1 (100% ransum basal + 0,075% metionin); M2 (100% ransum basal + 0,150% metionin); M3 (100% ransum basal + 0,225% metionin); M1 (100% ransum basal + 0,300% metionin). Parameter yang diambil dalam penelitian ini adalah konsumsi ransum, berat telur, produksi telur (hen-day), dan efisiensi ransum. Data dianalisis dengan analisis sidik ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan metionin dalam ransum basal berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum, berat telur, produksi telur (hen-day), dan efisiensi ransum.
The Effect of Multistage Ammoniation on Fiber Fraction and Digestibility of Maize Stover in vitro K. Dakaew; A. Abrar; A. Cherdthong
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.151 KB) | DOI: 10.36706/JPS.5.1.2016.3918

Abstract

The main objective of this experiment was to assess the effect of multistage ammoniation on fiber fraction and digestibility of maize stover in vitro. Maize stover was treated by a multistage technique of different urea connect ration (8%, 4%, and 2%) and incubation for 14 days at room temperature.Digestibility of NDF, ADF, ADL, hemicellulose, and cellulose, in vitro dry matter digestibility (DMD), organic matter digestibility (OMD), NH3-N, total volatile fatty acid (VFA) and pH concentration were observed. However treatment maize stover and multistage ammoniation maize stover were composed by using T-test student as the statistic. There were not significantly different on fiber fraction and digestibility of maize stover. However, multistage ammoniation decreased ADF fraction by 56.67% to45.39%. The DM digestibility of multistage ammoniation on fiber fraction and digestibility of maize stover also increased by 35.18 to 45.91. The total VFA and N-ammonia of multistage ammoniation on fiber fraction and digestibility of maize stover also higher than control.Keywords: Ammoniation, Digestibility, in vitro, Maize stover
Pengaruh Lama Penyimpanan Wafer Pakan Sampah Sayuran Terhadap Kandungan Fraksi Serat (Hemiselulosa, Selulosa dan Lignin) Neli Definiati; R Zurina; D Aprianto
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 8, No 2 (2019): JURNAL PETERNAKAN SRIWIJAYA
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.394 KB) | DOI: 10.36706/JPS.8.2.2019.10186

Abstract

Kendala dalam pemanfaatan limbah sayuran  secara langsung yaitu sifatnya yang mudah busuk, bersifat voluminous (bulky)/amba, ketersediannya berfluktuasi. Untuk mengatasi kendala diatas diperlukan teknologi pengolahan pakan hijauan salah satunya adalah pembuatan wafer agar bahan pakan bisa bertahan lama. Teknologi pakan hijauan wafer ini dapat  mengoptimalkan pemanfaatan limbah sayuran. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai dengan Juni 2019 di Laboratorium Pertanian Universitas Muhammadiyah Bengkulu dan dilakukan analisis fraksi serat (Van Soest) di Laboratorium Institute Pertanian Bogor (IPB). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan terhadap komposisi fraksi serat (hemiselulosa, Sellulosa dan lignin).  Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap  (RAL)  4 x 4, dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Wafer limbah sayur dibuat dengan formulasi 60% limbah sayuran, 25% dedak, 10% molases dan 5% tapioka.  Perlakuan yang diuji adalah lama penyimpanan: A = Tanpa Penyimpanan B = Penyimpanan 1 Minggui, C = Penyimpanan 2 minggu dan D = Penyimpanan 3 minggu.  Para meter yang diamati Kandungan Selulosa, hemi sellulosa dan Kandungan Lignin.  Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa lama penyimanan wafer pakan selama 3 minggu tidak berpengaruh pada peurunnan kandungan selulosa namun dapat menurunkan kandungan hemiselulosa dan lignin wafer pakan.
Evaluasi Kecernaan Silase Rumput Kumpai (Hymenachne acutigluma) dengan Penambahan Legum Turi Mini (Sesbania rostrata) Riswandi .
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.944 KB) | DOI: 10.36706/JPS.3.2.2014.1761

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh penambahan Legum Turi Miniterhadap kecernaan rumput kumpai. Penelitian dilakukan dalam dua tahap: tahap pertama yaitufermentasi selama 21 hari dan tahap kedua yaitu, analisa kecernaan silase rumput kumpai denganmenggunakan metode in vitro, analisa bahan kering dan bahan organik. Penelitian dilaksanakan diLaboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya. Penelitian inidilaksanakan selama 7 bulan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan AcakLengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Masing-masing perlakuan adalah A0 = Kontroltanpa penambahan legum turi mini, A1 = Penambahan legum turi mini 10 % dari rumput kumpai,A2 = Penambahan legum turi mini 20 % dari rumput kumpai, A3 = Penambahan legum turi mini 30% dari rumput kumpai. Parameter yang diamati adalah (1) analisis kecernaan; Koefisien CernaBahan Kering (KCBK), Koefisien Cerna Bahan Organik (KCBO), N-Amonia dan VFA. Hasilpenelitian memperlihatkan perlakuan dengan penambahan legum turi mini berpengaruh nyata(P<0,05) terhadap Koefisien Cerna Bahan Kering (KCBK), Koefisien Cerna Bahan Organik(KCBO), N-Amonia, dan VFA. Hasil uji lanjut menunjukkan bahwa perlakuan level penambahanlegum turi mini A1(10%) memiliki nilai kecernaan bahan kering dan bahan organik tertinggi;KCBK 49,34, KCBO = 68,,89 %. Kandungan NH3 dan VFA tertinggi terdapat pada perlakuanpenambahan legum turi mini sampai A3 (30%) yaitu NH3: 8,335 mM dan VFA: 76,37mM.Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penambahan Legum Turi Mini dapat meningkatkannilai kecernaan bahan kering, bahan organic, NH3, dan VFA silase rumput kumpai. PenambahanLegum Turi Mini sampai 10% memberikan pengaruh terbaik terhadap peningkatan nilai kecernaansilase rumput kumpaiKata kunci : In vitro, legum, rumput kumpai, silase
WATER LETTUCE MEAL FLOUR COULD SUBSTITUTE OTHER FEED INGREDIENTS IN KAMPONG CHICKEN Rusny Rusny; Muhammad Nur Hidayat; Muhammad Basri; Mashuri Masri
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 9, No 1 (2020): JURNAL PETERNAKAN SRIWIJAYA
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/JPS.9.1.2020.11753

Abstract

ABSTRAKKualitas pakan merupakan faktor utama dalam mendukung produksi ayam kampung, Tanaman apu apu (Pistia stratiotes L.) adalah salah satu tanaman yang mengandung unsur hara yang dibutuhkan oleh ayam kampung karena tanaman ini memiliki kandungan protein kasar yang tinggi (23,57%, berdasarkan bahan kering). Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan tepung apu apu terhadap persentase karkas dan protein daging ayam kampung. Desain eksperimen yang digunakan adalah desain acak lengkap, yang terdiri dari lima perlakuan (0, 5, 10, 15, dan 20% tepung apu apu pada ransum) dan tiga pengulangan. Setiap perlakuan terdiri dari 3 ekor ayam kampung. Hasil studi menunjukkan bahwa persentase karkas rata-rata adalah 67,51, 69,33, 69,47, 68,76, dan 70,88% sedangkan untuk kandungan protein pada daging dada adalah 25,21, 26,03, 25,43, 25,86, dan 25,35% pada 0, 5, 10, 15, dan 20% tepung apu apu. Pemberian tepung apu apu tidak berpengaruh signifikan (P> 0,05) terhadap persentase karkas dan kadar protein daging ayam kampung.
Efek Penyimpanan Epididimis Sapi Bali Pada Suhu 5? terhadap Kualitas Spermatozoa Bayu Rosadi; Liber Hasudungan Sinurat; Silvia Erina
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 9, No 2 (2020): JURNAL PETERNAKAN SRIWIJAYA
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/JPS.9.2.2020.10988

Abstract

Spermatozoa dari epididimis hewan yang sudah mati merupakan pilihan menarik untuk preservasi gamet jantan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penyimpanan epididimis pada suhu 5 0C terhadap kualitas spermatozoa sapi Bali. Sebanyak 20 buah epididimis sapi Bali disimpan dalam refrigerator dengan suhu 5 oC, dialokasikan pada 4 lama penyimpanan yang berbeda yaitu kontrol, 24 jam, 48 jam, dan 72 jam. Peubah yang diamati meliputi motilitas, persentase hidup dan abnormalitas. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa lama penyimpanan pada suhu 5 oC berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap motilitas namun tidak mempengaruhi (P>0,05) persentase hidup dan abnormalitas. Motilitas turun pada 48 jam (62,23%) dan 72 jam (59,46%) dibandingkan kontrol (70,36%), sedangkan 24 jam (67,74%) tidak berbeda dengan kontrol. Dapat disimpulkan bahwa penyimpanan epididimis pada suhu 5 oC selama 72 jam mampu mempertahankan kualitas spermatozoa sapi Bali yang layak untuk inseminasi.
Meat bone meal as an alternative animal feed: a brief review yanuartono - yanuartono
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 9, No 1 (2020): JURNAL PETERNAKAN SRIWIJAYA
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/JPS.9.1.2020.10934

Abstract

ABSTRAKMeat bone meal (MBM) dapat dianggap sebagai limbah pemotongan hewan utama, karena proporsi bahan dan residu terbesar tidak dapat digunakan sebagai bahan pangan manusia sehingga digunakan untuk memproduksi MBM. Meat bone meal tidak hanya lebih murah, tetapi juga sumber protein kasar, mulai dari 35 hingga 55% serta kandungan kalsium dan fosfor yang tinggi, sehingga menjadikannya bahan pakan penting untuk ternak dan hewan kesayangan. Larangan penggunaan MBM sebagai bahan pakan ternak disebabkan oleh munculnya wabah bovine spongiform encephalopathy (BSE) yang disebut juga penyakit sapi gila. Meat bone meal terbukti menjadi vektor yang sangat potensial untuk BSE dan dapat dianggap sebagai penyebab utama penyebaran penyakit tersebut.Tujuan dari ulasan ini adalah untuk memberikan informasi mengenai manfaat dan risiko menggunakan MBM dalam industri peternakan.
Konsumsi Serat Kasar, Kecernaan Serat Kasar dan Produksi Lemak Susu dengan Pemberian Tepung Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) pada Sapi Laktasi Bela Tera Nurcahyanti; Rudy Hartanto; Dian Wahyu Harjanti
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 9, No 2 (2020): JURNAL PETERNAKAN SRIWIJAYA
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/JPS.9.2.2020.11771

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) terhadap konsumsi serat kasar, kecernaan serat kasar dan produksi lemak susu pada sapi laktasi dengan bobot badan 461,57±44.99 kg dan produksi susu awal 6,87±2.70 L (rataan  ± standar deviasi). Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok  dengan 2 perlakuan dan 6 kelompok berdasarkan produksi susu. Perlakuan yang diterapkan yaitu ransum tanpa temulawak (kontrol) dan dengan penambahan 1% temulawak (berdasar bahan kering) dengan tingkat konsumsi ransum sebesar 3% bobot badan. Parameter yang diamati meliputi konsumsi serat kasar, kecernaan serat kasar dan produksi lemak susu. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam pada taraf signifikan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi serat kasar, kecernaan serat kasar dan produksi lemak susu berturut turut pada grup control dan temu lawak adalah 5,265 dan 5,279 kg, 57,14 dan 58,75%, 0,249 dan 0,251 kg. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara dua grup pada parameter yang diamati (P ? 0,05). Disimpulkan bahwa pemberian suplemen temulawak 1% kebutuhan BK temulawak belum mampu meningkatkan konsumsi serat kasar, kecernaan serat kasar   dan  produksi lemak susu sapi perah.

Page 9 of 13 | Total Record : 121