cover
Contact Name
anggriawan ntp
Contact Email
anggriawanntp@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
peternakansriwijaya@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Peternakan Sriwijaya
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 23031093     EISSN : 23031107     DOI : -
Jurnal peternakan sriwijaya is a journal containing a collection of scientific articles, both from the results of research or reviews / literature reviews in the field of animal science.
Arjuna Subject : -
Articles 121 Documents
Perubahan Kandungan Neutral Detergent Fiber, Acid Detergent Fiber dan In-Vitro True Digestibility Hijauan Rawa dengan dan tanpa Silase sofia sandi; riswandi riswandi; saka puspa wijaya; asep indra munawar ali; eli sahara; Apriansyah Susanda; Nasir Rofiq; asmak asmak
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 9, No 2 (2020): JURNAL PETERNAKAN SRIWIJAYA
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/JPS.9.2.2020.12560

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi perubahan kandungan neutral detergent fiber (NDF), acid detergent fiber (ADF), dan in-vitro true digestibility (IVTD) pada pembuatan silase hijauan Kumpai tembaga (KT, Hymenchne amplexicaulis (Rudge) Nees), Kemon air (KA, Neptunia oleracea Lour), dan Kombinasi keduanya (KO, 50% KT dan 50% KA, berdasarkan bahan segar). Hasil penelitian menunjukan bahwa pembuatan silase menurunkan kandungan NDF pada KT dan KO tetapi pada KA terjadi peningkatan kandungan NDF. Kandungan ADF yang lebih tinggi ditemukan pada semua hijauan yang tersilase sedangkan nilai IVTD lebih rendah pada hijauan KT dan KA. Silase KA memiliki nilai NDF yang terendah dan IVTD yang tertinggi dibandingkan silase KA dan KO.
Limbah Tanaman Pangan Sebagai Pakan Ternak Sapi Potong di Kabupaten Sidenreng Rappang Abdul Alim Yamin; Jasmal Ahmari Syamsu
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 9, No 1 (2020): JURNAL PETERNAKAN SRIWIJAYA
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/JPS.9.1.2020.11703

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi pakan asal limbah tanaman pangan dan daya dukungnya terhadap populasi ternak sapi potong di wilayah kabupaten Sidenreng Rappang. Penelitian dilakukan dengan pengumpulan data dari Badan Pusat Statistik serta Statistik Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, Indonesia. Data diperoleh diolah untuk menghitung populasi ternak berdasarkan satuan ternak (ST), produksi limbah tanaman pangan (BK), dan daya dukung limbah tanaman pangan sebagai pakan sapi porong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi limbah tanaman pangan di seluruh wilayah kabupaten Sidenreng sebesar 610.690,80 ton BK dengan produksi terbesar adalah jerami padi (90,43%) diikuti oleh jagung (9,5%), ubi kayi (0.06%), ubi jalar (0,01%), kacang tanah (0,009%) dan kacang hijau (0,0008%). Produksi limbah tanaman pangan (BK) dapat menampung 267.842,50 ST sehingga dengan populasi saat ini sebesar 35.552,46 ST dan masih berpeluang besar dalam peningkatan populasi ternak sapi potong sebesar 232.290,01 ST atau 86,7%.
Identifikasi Karakteristik Morfometrik Sapi Bali dan Sapi Brahman Cross di Kecamatan Pamenang Barat Kabupaten Merangin Depison Depison; Sofi Crisdayanti; Gushairiyanto Gushairiyanto; Silvia Erina
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 9, No 2 (2020): JURNAL PETERNAKAN SRIWIJAYA
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/JPS.9.2.2020.11945

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Bobot Badan, Pertambahan Bobot Badan Harian dan karakteristik morfometrik sapi Brahman cross dan sapi Bali di Kecamatan Pamenang Barat Kabupaten Merangin. Metode penelitian adalah survey dengan teknik pengambilan sampel secara purpossive sampling, Kriteria sampel umur I1 (16-19 bulan) dan hewan tidak sedang bunting sebanyak 120 ekor yang terdiri dari 60 ekor sapi Bali dan 60 ekor sapi Brahman cross. Data yang dihimpun adalah karakteristik morfometrik meliputi; bobot badan (BB), pertambahan bobot badan harian (PBBH), panjang badan (PB), lingkar dada (LiD), dalam dada (DaD), lebar dada (LeD), tinggi pundak (TP), tinggi pinggul (TPi), dan lingkar kanon (LK). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji t dan T2-hotelling untuk membandingkan morfometrik antar kelompok bangsa dan bila hasilnya signifikan dilanjutkan dengan Analisis Komponen Utama (AKU) untuk menentukan penciri ukuran dan bentuk sapi Bali dan sapi Brahman cross. Hasil penelitian menunjukan BB, PBB dan ukuran-ukuran tubuh sapi Brahman cross dan sapi Bali berbeda nyata (P<0,05). Faktor penentu ukuran tubuh sapi Brahman cross dan sapi Bali adalah LiD dan faktor penentu bentuk tubuh adalah PB.
Peforma Burung Puyuh (Coturnix coturnix japonica) Periode Grower yang Diberi Pakan Berbahan Tepung Daun Ubi Kayu Anwar Efendi Harahap
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 9, No 1 (2020): JURNAL PETERNAKAN SRIWIJAYA
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/JPS.9.1.2020.11510

Abstract

ABSTRAKPeforma burung puyuh yang baik membutuhkan pakan dan manajemen pakan yang baik. Penelitian ini bertujuan  mengetahui performa burung puyuh periode grower yang diberi pakan berbahan tepung daun ubi kayu meliputi konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum dan nilai IOFC (Income over feed cost). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 Perlakuan (T0 = Ransum tanpa penambahan tepung daun ubi kayu, T1= 3% penambahan tepung daun ubi kayu, T2= 6% penambahan tepung daun ubi kayu dan T3= 9% penambahan tepung daun ubi kayu) dan 4 ulangan. Penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung daun ubi kayu dengan level 0%, 3%, 6% dan 9% berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi ransum puyuh, sedangkan penggunaan tepung daun ubi kayu dalam ransum puyuh tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap pertambahan bobot badan dan konversi ransum puyuh. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan tepung daun ubi kayu hingga level 9% mampu meningkatkan konsumsi ransum, tetapi belum mampu meningkatkan pertambahan bobot badan, nilai IOFC (Income over feed cost) dan menurunkan konversi ransum.
Sifat Fisik Bungkil Inti Sawit Hasil Ayakan Fitria Tsani Farda
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 9, No 2 (2020): JURNAL PETERNAKAN SRIWIJAYA
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/JPS.9.2.2020.12045

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengkaji sifat fisik bungkil inti sawit giling hasil pengayakan dengan ukuran ayakan yang berbeda. Perlakuan terdiri dari 4 level ukuran ayakan: 16, 30, 50, dan 100 mesh dengan 3 ulangan pada setiap level ayakan. Peubah yang diamati adalah berat jenis, kerapatan tumpukan, kerapatan pemadatan tumpukan, daya ambang, dan sudut tumpukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa level ukuran ayakan mempengaruhi (P<0,01) berat jenis, sudut tumpukan, kerapatan tumpukan, daya ambang, dan kerapatan pemadatan tumpukan. Berat jenis, kerapatan tumpukan, kerapatan pemadatan tumpukan, dan daya ambang bungkil inti sawit menurun sedangkan sudut tumpukan meningkat seiring dengan semakin meningkatnya ukuran ayakan yang digunakan.
Diversification of Making Chicken Meatballs with Sweet Potato Substitution (Ipomoea batatas L) by Different Concentrations Ika Rezvani Aprita; Irhami Irhami; Chairil Anwar; Reza Salima
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 9, No 1 (2020): JURNAL PETERNAKAN SRIWIJAYA
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/JPS.9.1.2020.11232

Abstract

ABSTRACTMeatballs are food products in the form of spheres obtained from a mixture of livestock meat (meat content not less than 50% of the total mixture) with the process of meat grinding, doung making, meatballs making and meatballs printing. The purpose of this study was to determine how the effect yellow sweet potato addition improved the quality of meatballs chicken. This study used a Completely Randomized Design (CRD) with three levels of  yellow sweet potato 65, 75 and 85% and six replications. The results showed that the addition of yellow sweet potato significantly influenced the value of beta-carotene and flavor. Meatballs with the addition of 65% yellow sweet potato based on organoleptic test obtained the best quality based on color ie 3.25 (acceptance level rather like), taste 3.43 (acceptance level rather like), texture 3.20 (acceptance level rather like) and at the concentration of 75% obtained the best quality only at the aroma that is 3.2 (acceptance level rather like).
PENGARUH LAMA INOKULASI AMPAS SAGU (Metroxylon sagu) DENGAN Aspergillus niger TERHADAP KANDUNGAN ADF DAN NDF AMPAS SAGU Suci Ananda
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 10, No 1 (2021): JURNAL PETERNAKAN SRIWIJAYA
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/JPS.10.1.2021.12388

Abstract

Pengaruh lama inokulasi ampas sagu dengan Aspergillus niger pada waktu yang berbeda terhadap kandungan ADF dan NDF dalam kaitannya untuk mencari alternatif  pakan ternak ruminansia yang murah dan berkualitas baik. Penelitian ini menggunakan Ampas sagu yang difermentasi dengan Aspergillus niger mulai dari 0 jam sampai 144 jam. Data yang diperoleh dianalisa dengan RAL (Rancangan Acak Lengkap) yang terdiri atas Tujuh perlakuan dan Tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama inokulasi ampas sagu dengan  Aspergillus niger berpengaruh nyata (P<0.01) baik itu pada penurunan kandungan ADF maupun NDF. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa kandungan ADF tertinggi yaitu pada H0  (21,36%) dan terendah yaitu pada H6 (15,67%) sedangkan NDF tertinggi yaitu pada H0 (42,23%) dan terendah yaitu pada H6 (23,59%), sehingga dapat disimpulkan bahwa Ampas sagu yang diinokulasi dengan Aspergillus niger selama 24-144 jam menghasilkan kandungan ADF dan NDF yang lebih rendah dibandingkan dengan ampas sagu yang diinokulasi pada 0 jam (kontrol). Inokulasi ampas sagu dengan Aspergillus niger selama 24 – 144 jam  menurunkan  kandungan ADF dan NDF ampas sagu, peningkatan lama inokulasi dari 0 sampai 144 jam memberikan respon linear, dimana kandungan ADF dan NDF terendah berdasarkan kurva respon terlihat pada lama inokulasi 144 jam. 
Sensoris Sosis Ayam dengan Penambahan Ekstrak Rosella (Hibiscus sabdariffa) dan Filler Berbeda Aryanti Candra Dewi; Jamhari Jamhari; Setiyono Setiyono
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 10, No 1 (2021): JURNAL PETERNAKAN SRIWIJAYA
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/JPS.10.1.2021.13985

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak Rosella, pemberian filler tepung terigu dan mocaf, serta interaksi antara pemberian ekstrak Rosella dan pemberian filler tepung terigu dan mocaf terhadap sensoris sosis ayam. Rancangan penelitian menggunakan analisis variansi pola faktorial (3 konsentrasi ekstrak Rosella × 3 kombinasi filler) konsentrasi ekstrak Rosella 0, 4, 8 dan imbangan filler tepung terigu : tepung mocaf 100:0, 50:50, dan 0:100. Pengujian sensoris dilakukan oleh panelis. Kualitas sensoris dianalisis dengan analisis ragam ANOVA, dilanjutkan uji lanjut Duncan’s new Multiple Ranges Test (DMRT). Parameter yang diamati adalah kualitas sensoris berupa warna, rasa, aroma, tekstur, dan daya terima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak Rosella sampai 8% mampu meningkatkan warna dan tekstur sosis ayam.Kata Kunci: Filler, Ekstrak Rosella, Sosis, SensorisThis study aims to determine the effect of adding Rosella extract, giving wheat flour and mocaf as filler, and the interaction between adding Rosella extract and giving wheat flour and mocaf as filler for chicken sausage sensory. The research design used factorial variance analysis (3 concentrations of Rosella extract × 3 filler combinations). Rosella extract concentration were 0, 4, and 8. The balance of wheat flour filler with mocaf flour were 100:0, 50:50, and 0:100. Sensory testing was carried out by panelists. Sensory quality was analyzed using ANOVA analysis of variance, followed by Duncan’s new Multiple Ranges Test (DMRT). The parameters observed were sensory qualities in the form of color, taste, aroma, texture, and acceptance. The results showed that the addition of Rosella extract up to 8% was able to improve the color and texture of chicken sausage.Keywords: Filler, Rosella extract, Sausage, Sensory
Gaduhan: Sistem Kemitraan Usaha Peternakan Sapi Potong Rakyat di Pulau Jawa Amam Amam
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 10, No 1 (2021): JURNAL PETERNAKAN SRIWIJAYA
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/JPS.10.1.2021.13030

Abstract

Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2017 tentang Kemitraan Usaha Peternakan menyebutkan bahwa kemitraan usaha peternakan adalah kerjasama antar-usaha peternakan atas dasar prinsip saling memerlukan, memperkuat, menguntungkan, menghargai, bertanggung jawab, dan ketergantungan. Penelitian bertujuan untuk mengulas sistem kemitraan usaha peternakan sapi potong rakyat di Pulau Jawa, yaitu sistem gaduhan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang mengulas sistem gaduhan di Desa Bedadung, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Desa Bedadung merupakan salah satu desa rintisan Program Satu Desa Satu Dosen (SDSD) yang dikelola oleh Tenaga Ahli Pendamping Desa (TAPD). Program SDSD merupakan program kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Jember (Nomor 19/SKB/2020) dengan Universitas Jember (Nomor 12134/UN.25/KS/2020). Penelitian dilakukan dengan metode observasi, Focus Group Discussion (FGD), dan survei. Metode survei dilakukan dengan wawancara dan pengisian kuisioner. Responden adalah peternak sapi potong yang melakukan sistem gaduhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 44,88% usaha peternakan sapi potong rakyat dikelola dengan sistem gaduhan. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa motivasi utama pemilik ternak sistem gaduhan ialah tidak mampu memelihara sendiri, rasa ingin memiliki sapi, tabungan keluarga, menambah penghasilan, dan tidak punya kandang, sedangkan motivasi utama pemelihara ternak sistem gaduhan jantan ialah menambah penghasilan dari penggemukan (fattening), dan sistem gaduhan betina ialah mendapatkan anakan dari pembibitan (breeding). Rekomendasi kebijakan mengenai sistem gaduhan sapi potong rakyat yaitu perlu diperhatikan oleh semua pemangku kepentingan sebab merupakan salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Bentuk kearifan lokal tersebut ialah mendukung program pembibitan ternak pada sistem gaduhan betina yang mencapai 80,39%.
Performen Reproduksi dan Produksi Susu Sapi Perah di Kecamatan Tegalombo Kabupaten Pacitan Provinsi Jawa Timur Teguh Ari Prabowo
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 10, No 1 (2021): JURNAL PETERNAKAN SRIWIJAYA
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/JPS.10.1.2021.13762

Abstract

Kabupaten Pacitan merupakan salah satu daerah di Provinsi Jawa Timur yang akan dijadikan salah satu konsentrasi peternakan sapi perah di Jawa Timur, yang masih menyimpan potensi untuk pengembangannya, karena dukungan iklim dan topografi yang sesuai dengan habitat sapi perah Peranakan Frisien Holstein (PFH). Jenis sapi perah yang banyak dipelihara oleh peternak di Kabupaten Pacitan adalah jenis sapi Friesian Holstein yang memiliki produk utama susu. Penelitian mengenai produktivitas sapi perah FH ini dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran potensi yang dimiliki oleh sapi perah yang dipelihara para peternak di daerah Pacitan. Hasil penelitian diperoleh performans sifat produksi susu yang meliputi rataan produksi susu setiap laktasi 4175,89 ± 980,33 kg/ekor/hari; lama laktasi 315,97 ± 25,17 hari; dan lama kering sebesar 65,53 ± 14,59 hari. Performans sifat reproduksi yang meliputi rataan kawin pertama setelah beranak 85,25 ± 19,64 hari; lama masa kosong 117,10 ± 30,52 hari; jumlah kawin perkebuntingan 2,10 ± 0,88 kali; lamanya bunting 284,19 ± 8,12 hari; dan selang beranak 390,54 ± 26,60 hari.

Page 10 of 13 | Total Record : 121