cover
Contact Name
Mita
Contact Email
psik@ners.untan.ac.id
Phone
+6285299696808
Journal Mail Official
psik@ners.untan.ac.id
Editorial Address
Jalan Prof. H. Hadari Nawawi Pontianak 78124 Kalimantan Barat
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
ProNers
ISSN : -     EISSN : 25989014     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jpn.v6i2
Core Subject : Health,
This Journal aims to improve nursing science development, especially in nursing education by publishing scientific papers from researchers, lecturers, and practitioners of nursing and health professional both on a national and international.
Articles 501 Documents
PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI DINITERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA : LITERATURE REVIEW Handayani, Utari; Fujiana, Fitri; Murtilita, Murtilita
ProNers Vol 6, No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v6i2.49470

Abstract

PemberianMPASI terlalu dini merupakan faktor penyebab terjadinya kejadian stunting. Stunting adalah permasalahan gizi kronik pada balita, memiliki status gizi berdasarkan panjang badan/usia dantinggi badan/usia memiliki nilai z-score nya kurang -2 standar deviasi (SD) atau kurang dari -3standar deviasi (SD) dikatagorikan sebagai balita sangat pendek. Tujuan: Menganalisis pemberian MPASI dini terhadap kejadian stunting. Metode: Jenis penelitian mengunakan Literatur Review. Artikel di peroleh menggunakan database dengan penelusuran elektronik pada Google Scolar, Pubmed, Scindirect, dan Portal Garuda yang di publikasikan pada tahun 2016-2020. Hasil: Dari hasil Literature Review 8 artikel yang di analisis di peroleh Makanan Pendamping ASI dini (MPASI) pada balita 6 bulan terdapat hubungan signifikan terhadap kejadian stunting. Makanan pendamping ASI secara langsung jika diberikan sejak dini memiliki resiko stunting daripada balita yang diberi MPASI 6 bulan. Kesimpulan: Hasil analisis dapat disimpulkan bahwa terdapat keterkaitan pemberian MPASI dini terhadap keadian stunting pada balita. Pemberian MPASI yang kurang tepat pada waktunya dapat mempengaruhi angka kejadian stunting sehingga diperlukan praktik pemberian MPASI secara tepat untuk menurunkan angka kasus stunting.
PENGGUNAAN MEDIA EDUKASI AUDIOVISUAL TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) : LITERATURE REVIEW Mardianti, Dessy; Fahdi, Faisal Kholid; ., Mita
ProNers Vol 6, No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v6i2.53925

Abstract

Latar Belakang: Kurangnya informasi pada remaja putri tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) menjadi salah satu penyebab kurangnya pengetahuan untuk melakukan SADARI pada usia remaja. Penggunaan media pendidikan kesehatan memiliki pengaruh terhadap pengetahuan. Salah satu medianya adalah media audiovisual. Tujuan:  Mengetahui efektif atau tidaknya penggunaan media audiovisual terhadap pengetahuan remaja putri tentang SADARI. Metode:Jenis penelitian literature review dengan kerangkakerja SPIDER. Database yaitu Science Direct, ProQuest, Neliti dan Google scholar, dan 13.041 artikel. Hasil: Dari 8 artikel hasil literature review menyatakan bahwa pendidikan kesehatan yang dilakukan dengan menggunakan media audiovisual tentang SADARI efektif atau memiliki pengaruh dalam meningkatkan pengetahuan remaja. Penyampaian informasi melalui media audiovisual membuat seseorang lebih fokus terhadap pesan yang disampaikan, unsur suara dan unsur gambar memberikan informasi yang lebih baik danmenarik serta mudah untuk dipahami. Kesimpulan: Penggunaan media audiovisual efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sebanyak 70% pengetahuan seseorang diperoleh dari apa yang mereka dengar dan lihat.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN STIGMA DAN DISKRIMINASI TERHADAP ORANG DENGAN HIV AIDS PADA REMAJA DI PONTIANAK BARAT TAHUN 2018 Efren, Irenius; ., Parliani; ., Herman
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.507 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.42865

Abstract

Latar Belakang: Tingginya stigma dan diskriminasi dimasyarakat menjadi hambatan dalam program pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS karena dapat mengganggu kualitas hidup ODHA. Kurangnya pengetahuan mengenai HIV AIDS merupakan satu diantara faktor penyebab tingginya stigma dan diskriminasi. Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV AIDS pada remaja di Pontianak Barat tahun 2018. Metode: Korelasi kuantitatif dengan rancangan cross sectional-study, teknik sampel menggunakan rancangan Consecutive Sampling, dengan 150 sampel. Pengambilan data menggunakan kuesoiner dan di uji dengan Pearson Corelation. Hasil: Penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan korelasi negatif dengan nilai Signifikansi sebedar 0.000 dan Pearson Corelation sebesar -0,514. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan stigma dan diskriminasi terhadap ODHA pada remaja di Pontianak Barat. Kata kunci: Stigma dan Diskriminasi, HIV AIDS, Remaja Referensi: 67 (2000-2018) ABSTRACT Background: The high level of stigma and discrimination in society become the obstacle in running prevention and countermeasures of HIV AIDS program since it caused harms the quality of PLWHA lives. Lack of knowledge about HIV AIDS is one of the factors causing high stigma and discrimination. Purpose: To find out the correlation of knowledge level between stigma and discrimination toward people with HIV AIDS on adolescents in West Pontianak 2018. Method: Quantitative correlation design by cross sectional-study, sampling technique that used is Consecutive Sampling, with 150 samples. Data collection is by using questioner and tasted with Pearson Correlation. Result: This research shows that there is negative correlation with the amount of Significance value is 0,000 and Pearson Correlation value is -0.514. Conclusion: There is correlation between the level of knowledge toward stigma and discrimination about ODHA on adolescents in West Pontianak. Keyword: Stigma and Discrimination, HID AIDS, Adolescents Reference: 67 (2000-2018)
PERILAKU CARING PERAWAT TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI RUMAH SAKIT: LITERATURE REVIEW Nurwianti, Ismaniar; Mita, Mita; Putri, Triyana Harlia
ProNers Vol 5, No 2 (2020): Desember
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.961 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v5i2.46161

Abstract

Latar Belakang: Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator utama dalam aspek pelayanan kesehatan di rumah sakit. Pasien yang memiliki tingkat kepuasan tinggi terhadap pelayanan keperawatan di rumah sakit menentukan keputusannya untuk berkunjung di lain waktu pada masa mendatang. Berdasarkan banyaknya tinjauan mengenai adanya konsep caring dan kepuasan pasien, maka peneliti tertarik untuk melakukan literature review demi mengkaji hubungan caring dengan kepuasan pasien, serta konsep caring dan kepuasan pasien itu sendiri. Tujuan: Mengetahui perilaku caring perawat terhadap tingkat kepuasan pasien di rumah sakit. Metode: Metode yang digunakan adalah penelusuran database elektronik pada PubMed, Google Scholar, dan Science Direct dengan rentang periode publikasi tahun 2015 "“ 2020. Hasil: Delapan artikel dipakai dalam review. Seluruhnya menunjukkan hubungan yang signifikan antara perilaku caring perawat dengan tingkat kepuasan pasien. Indikator perilaku caring yang dibutuhkan sebaiknya dapat disesuaikan dengan kebutuhan perawatan pasien yang ada. Kesimpulan: Perilaku caring perawat sangat esensial untuk dilakukan untuk meningkatkan kepuasan pasien karena berdampak positif pada kondisi kesehatan pasien. Kata Kunci : Nursing care, Nurse caring, dan Patient satisfaction
5 TUGAS KESEHATAN KELUARGA PADA BALITA DENGAN DIARE : LITERATUR REVIEW Lita, Tiara
ProNers Vol 6, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v6i1.48875

Abstract

Latar belakang : Balita merupakan kelompok yang paling sering mengalami diare. Diare merupakan penyebab kematian terbesar kedua pada balita. Peran keluarga sangat penting dalam upaya penanganan diare meliputi mengenal masalah kesehatan, mengambil keputusan, merawat keluarga yang sakit, memodifikasi lingkungan dan memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan. Tujuan : Mengetahui gambaran pelaksanaan 5 tugas kesehatan keluarga berdasarkan literature review.   Metode : Menggunakan literature review yaitu proses ringkasan dan penilaian kritis dari sejumlah penelitian dengan topik yang sesuai. Penelitian ini menggunakan 9 jurnal sebagai literatur utama.     Hasil : Mayoritas keluarga cukup mampu mengenali masalah kesehatan dan mengambil keputusan, keluarga belum mampu memodifikasi lingkungan untuk mempertahankan status kesehatan, dan keluarga sudah cukup baik dalam pemanfaatan layanan kesehatan ketika balita mengalami diare. Tugas kesehatan keluarga yang memiliki hubungan paling kuat dengan kejadian diare adalah kemampuan memodifikasi lingkungan dan yang paling lemah adalah merawat anggota keluarga yang sakit Kesimpulan : Pelaksanaan 5 tugas kesehatan keluarga pada balita dengan diare sebagian sudah cukup baik.  
Penggunaan Madu Dalam Perawatan Untuk Penyembuhan Luka Pada Pasien Diabetes Mellitus: Literature Review fatini, enny; ligita, titan; fauzan, suhaimi
ProNers Vol 6, No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v6i2.53027

Abstract

Latar belakang: Diabetes Melitus merupakan penyakit metabolik ditandai dengan hiperglikemia akibat penurunan sekresi insulin dan/ atau berkurangnya sensitifitas insulin. Sehingga dapat menimbulkan komplikasi berupa luka diabetik. Untuk mempercepat penyembuhan luka pada diabetes dapat dengan mengoleskan madu. Tujuan: Mengetahui tentang penggunaan madu untuk penyembuhan luka pada penderita diabetes melitus. Metode: Jenis penelitian adalah literature review. Ditemukan tujuh artikel, enam diantaranya ditulis dalam Bahasa Indonesia. Beberapa database untuk pencarian artikel tenang madu dalam penyembuhan luka DM yaitu menggunakan Google Scholar, Proquest, Science Direct dan Perpusnas dari tahun 2014 sampai 2021. Menggunakan strategi PICOT dan telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil: Jenis madu campuran dan Kaliandra efektif untuk penyembuhan luka Diabetes. Selain itu, perawatan dengan mengoleskan madu kearea luka yang diberikan pada semua derajat (I, II dan III) efektif dan menunjukkan adanya perubahan pada jumlah, warna, dan pertumbuhan granulasi. Kesimpulan: Perawatan luka menggunakan madu sebagai terapi alternatif untuk pasien ulkus kaki diabetik bermanfaat dalam proses penyembuhan luka. Diharapkan penggunaan madu dapat dijadikan alternatif dalam perawatan luka diabetik dan bisa diterapkan oleh pasien dan keluarga.  Kata Kunci: Madu, Perawatan Luka, Diabetes Mellitus.
LATIHAN FISIK INTRADIALISIS DALAM MEMPERBAIKI KADAR HEMOGLOBIN PADA PENDERITA GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RSI YARSI PONTIANAK Luvfianti, Novara Qus’nul; ., Herman; Nurfianti, Arina
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.535 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.42334

Abstract

Background: Patients with chronic kidney disease generally suffer from complications, including anemia along with bone and mineral disorders so they often experience fatigue due to low hemoglobin levels. so it takes the alternative physical intervention to improve these conditions. Objective: This research to determine the effect of intra dialysis physical exercise in improving hemoglobin levels in patients with chronic kidney disease undergoing hemodialysis at the Yarsi Islamic Hospital Pontianak. Method: Quantitative research uses pre and post test with control group. The sampling technique used was purposive sampling with 16 respondents in the treatment group given physical exercise intervention and nutritional diet and 16 respondents in the control group were only given a nutritional diet. The instrument used was a hemoglobin meter GcHb and a hemoglobin observation sheet. Results: The mean value in the treatment group before intervention was 8.29 and after the intervention increased to 8.21 while in the control group the mean value before the nutritional diet was 9.02 and after the nutritional diet was 8.5. Paired T test results in the physical exercise treatment group were P = 0.48 and the value in the diet control group was P = 0.13. Unpaired T value obtained P = 0.5 with a value of P value ? (0.05) there is no difference in the two groups. Conclusion: There was no effect in intra dialysis physical exercise in improving hemoglobin levels and there was no significant difference between intra dialysis physical exercise and nutritional diet in the intervention group and control group in patients with chronic kidney failure undergoing hemodialysis at RSI Yarsi Pontianak it means hemoglobin levels couldn"™t improve by intra dialysis physical exercise. Keywords: Chronic Kidney Disease, Hemodialysis, Intra Dialysis Physical Exercise, Hemoglobin
HUBUNGAN KEADAAN EKONOMI DENGAN EFIKASI DIRI PASIEN LUKA DIABETIK DI KLINIK KITAMURA PONTIANAK Suhariyati, Dwi Asni; ., Sukarni; Pramana*, Yoga
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.551 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.43413

Abstract

Pendahuluan : Luka diabetik merupakan luka terbuka pada permukaan kulit akibat abnormalitas saraf dan gangguan pembuluh darah arteri perifer. Efikasi diri pada pasien luka diabetik mempunyai arti bahwa seseorang mengetahui dan meyakini perlunya untuk merawat luka mereka, karena jika mereka tidak yakin mereka dapat merawat luka mereka, mereka cenderung tidak melakukan kegiatan perawatan diri. Kendala yang sering dirasakan masyarakat ketika terdiagnosa suatu penyakit adalah ekonomi. Biaya yang harus dikeluarkan pasien luka diabetik relatif sangat tinggi dengan rata-rata 4-5 juta rupiah dengan lama penyembuhan 2-3 bulan. Keterkaitan antara aspek ekonomi dengan efikasi diri pasien luka diabetik perlu diteliti dalam penelitian ini. Metodologi : Penelitian kuantitatif menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling yang melibatkan 91 responden pasien rawat jalan di Klinik Kitamura Pontianak. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner karakteristik responden dan DMSES. Hasil dianalisa menggunakan uji Spearman. Hasil : Didapatkan p value = 0,000 ( 0.05). Jumlah responden terbanyak yaitu berusia di atas 60 tahun, berjenis kelamin perempuan, berpendidikan SMA/MA/Sederajat, tidak bekerja, dan memiliki penghasilan rendah. Jumlah responden yang memiliki efikasi diri sangat rendah berasal dari status ekonomi sedang dan rendah. Efikasi diri responden yang sangat tinggi berasal dari status ekonomi tinggi dan sangat tinggi. Simpulan : Terdapat hubungan keadaan ekonomi dengan efikasi diri pasien luka diabetik di Klinik Kitamura Pontianak. Kata Kunci : Ekonomi, Efikasi Diri, Luka Diabetik
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Dalam Melakukan Kunjungan Antenatal Care (ANC) Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Kelurahan Sagatani Ike, Ike; Putri, Triyana Harlia; Fujiana, Fitri
ProNers Vol 6, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v6i1.47999

Abstract

Latar Belakang : Covid-19 saat ini menjadi wabah terbesar yang terjadi di seluruh dunia hal ini membuat ibu hamil merasakan kecemasan, salah satunya dalam melakukan kunjungan antenatal care. Dukungan keluarga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat kecemasan pada ibu hamil, dengan adanya dukungan keluarga mempengaruhi psikologi dan motivasi ibu dalam melakukan perilaku kesehatan. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional study dengan jumlah responden 41 orang, pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. uji yang digunakan yaitu uji Spearman rank. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan ibu hamil dalam melakukan kunjungan antenatal care (ANC)   pada masa pandemi Covid-19 di Kelurahan Sagatani dengan nilai p value   0,05 yaitu 0,00 dan nilai r yaitu -0,562 Kesimpulan: Terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan ibu hamil dalam melakukan kunjungan antenatal care (ANC) pada masa pandemi Covid-19 di Kelurahan Sagatani.  
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN TINGKAT KECEMASAN MAHASISWA BIDIKMISI S1 KEPERAWATAN UNTAN DALAM MENJALANI PERKULIAHAN Wulandari, Purnita; Priyono, Djoko; Herman, Herman
ProNers Vol 6, No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v6i2.48006

Abstract

Latar Belakang: Bidikmisi merupakan program bantuan berupa biaya pendidikan dari pemerintah untuk mahasiswa di Perguruan Tinggi. Mahasiswa penerima diikat oleh beberapa syarat yang harus dipenuhi hingga pendidikan selesai. Sebagian mahasiswa dapat menjalani hal ini dengan baik, namun sebagian yang lain ada yang merasa cemas dengan tingkat kecemasan yang berbeda-beda. Efikasi diri berperan penting dalam menentukan seberapa besar keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam melakukan sesuatu, termasuk mengendalikan rasa cemas yang dialami individu. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dan bersifat korelasional. Sampel diambil dengan menggunakan teknik total sampling dengan jumlah responden 41 orang mahasiswa Bidikmisi S1 Keperawatan UNTAN yang terdiri dari angkatan 2017, 2018, 2019 dan 2020. Pengambilan data menggunakan kuesioner ZSAS dan GSE. Uji statistik menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Hasil analisis univariat didapatkan 92,7% responden mengalami cemas ringan dan 7,3%   cemas sedang. Kemudian 97,6% responden memiliki efikasi diri tinggi dan 2,4% efikasi diri rendah. Hasil uji bivariat didapatkan nilai p=0,000 dan Correlation Coefficient (ρ) = -0,563. Kesimpulan: Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan kuat negatif antara efikasi diri dengan tingkat kecemasan mahasiswa Bidikmisi S1 Keperawatan UNTAN dalam menjalani perkuliahan. Semakin tinggi efikasi diri, maka semakin rendah tingkat kecemasan yang dialami.