cover
Contact Name
Mita
Contact Email
psik@ners.untan.ac.id
Phone
+6285299696808
Journal Mail Official
psik@ners.untan.ac.id
Editorial Address
Jalan Prof. H. Hadari Nawawi Pontianak 78124 Kalimantan Barat
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
ProNers
ISSN : -     EISSN : 25989014     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jpn.v6i2
Core Subject : Health,
This Journal aims to improve nursing science development, especially in nursing education by publishing scientific papers from researchers, lecturers, and practitioners of nursing and health professional both on a national and international.
Articles 501 Documents
FAKTOR "“ FAKTOR YANG MEMENGARUHI PELAKSANAAN METODE PRECEPTORSHIP PADA PEMBELAJARAN PRAKTIK KLINIK MAHASISWA KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT : LITERATURE REVIEW amalia, restu; Maulana, M Ali; Priyono, Djoko
ProNers Vol 7, No 1 (2022): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v7i1.55709

Abstract

Latar belakang : Metode preceptorship merupakan sebuah metode pembelajaran dengan sistem bantuan preceptor (perawat) kepada preceptee (mahasiswa keperawatan) saat melakukan asuhan keperawatan pada saat praktik klinik. Tujuan : Mengetahui faktor "“ faktor yang memengaruhi pelaksanaan metode preceptorship pada pembelajaran praktik klinik mahasiswa keperawatan di rumah sakit. Metode : Jenis penelitian literature review. Artikel diperoleh dari database dan search engine yaitu Google Scholar, PubMed, dan Science Direct. Dengan rentang tahun publikasi 2014-2021. Hasil : Dari hasil literature review ditemukan delapan artikel yang telah sesuai dengan kriteria. Ditemukan faktor "“ faktor yang memengaruhi pelaksanaan metode preceptorship dari faktor pendukung yaitu persiapan yang dilakukan oleh preceptor dan kolaborasi antara pembimbing akademik dari institusi pendidikan dengan pembimbing klinik. Dan faktor penghambat yang berasal dari preceptor yaitu tanggung jawab preceptor, motivasi, dan komitmen preceptor; dan faktor penghambat yang berasal dari preceptee yaitu keengganan mahasiswa untuk belajar seperti kurangnya motivasi dan kurang disiplin saat praktik klinik. Kesimpulan : Dalam literature review ini terdapat berbagai faktor yang dapat dijadikan sebagai sumber informasi dalam pelaksanaan metode preceptorship pada pembelajaran praktik klinik mahasiswa keperawatan di rumah sakit agar dapat menjadi bahan evaluasi dan masukan untuk pengembangan dalam pelaksanaannya.
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN DM TIPE 2: LITERATURE REVIEW Gea, Mhd. Zilfan Andhika
ProNers Vol 7, No 1 (2022): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v7i1.56282

Abstract

Latar Belakang: Diabetes mellitus tipe 2 merupakan penyakit yang diderita seumur hidup dimana penderita akan melaksanakan manajemen perawatan diri untuk mencegah komplikasi yang akan mengganggu kualitas hidupnya. Efikasi diri adalah keyakinan diri dalam melaksanakan suatu tugas. Efikasi diri dibutuhkan dalam melaksanakan manajemen perawatan diri untuk menjaga kualitas hidup penderita DM tipe 2. Metode: Literature review ini menggunakan metode literature review dengan framework SPIDER. Penelusuran artikel yang digunakan yaitu Ebsco, ScienceDirect, Pubmed, Google Scholar, CiteSeerX, Research Gate, Proques, dan Medline Databases. Hasil: Literatur review ini menggunakan 9 artikel yang telah diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil menunjukkan dari 9 artikel didapatkan 4 artikel yang mengatakan mayoritas efikasi diri pasien DM tipe 2 baik, 4 artikel mengatakan sebagian besar efikasi diri buruk dan 1 artikel mengatakan sebagian besar efikasi diri sedang. Dari 9 artikel juga didapatkan 5 artikel mengatakan sebagian besar kualitas hidup pasien DM tipe 2 baik, 3 artikel mengatakan sebagian besar kualitas hidup buruk, dan 1 artikel mengatakan sebagian besar kualitas hidup sedang. Literature review ini juga menunjukkan bahwa efikasi diri pasien DM tipe 2 berhubungan dengan kualitas hidup. Kesimpulan: Efikasi diri pada pasien DM tipe 2 dipengaruhi fakor seperti pendidikan, dukungan keluarga, usia, dan edukasi yang diperoleh dari tenaga kesehatan. Sedangkan pada kualitas hidup pasien DM tipe 2 faktor yang mempengaruhi yaitu, dukungan keluarga, usia, pendidikan, dan keadaan kadar gula didalam darah. Efikasi diri pada pasien DM tipe 2 diperlukan dalam melaksanakan perawatan dan pengelolaan penyakit. Efikasi diri pasien DM tipe 2 tinggi atau rendahnya dapat diciptakan oleh penderita tersebut, adanya keyakinan diri seseorang akan membentuk perilaku tertentu dalam mengelola penyakitnya yang mempengaruhi kualitas hidupnya.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN JUS MENTIMUN UNTUK MENURUNKAN TEKANAN ARAH PADA PASIEN HIPERTENSI: LITERATURE REVIEW Fauziyah, Dona Barirotul; Priyono, Djoko
ProNers Vol 7, No 1 (2022): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v7i1.59078

Abstract

Lataribelakang: Hipertensiimerupakan peningkatanitekanan darahidiatas 140/90immHg jika tidakditanggani dengan tepat dapat mengakibatkan kematian. Asupan nutrisi yang mengandung magnesiumdan kalium sangat dibutuhkan pada penderita hipertensi, dikarenakan dapatimenurunkan tekananidarahsecara signifikan. Salahisatu jenis nutrisi banyak mengandung magnesium dan kalium adalah jusmentimun. Tujuan: Menganalisis efektivitas pemberian jusimentimun untukimenurunkan tekananidarahpadaipasien hipertensi. Metode: Jenisipenelitian literatureireview menggunakan teknikianalisis datacontentianalyis, idatabase yang digunakan GoogleiScholar, iPubMED, neliti.com, Portal GarudaidanResearchiGate. Sedangkan untuk menganalisis hasil penelusuran menggunakanimetode prismai(PreferrediReporting ItemsiSystematic andiMeta-analyes) dengan tahapaniidentification, screening,elgibility dan included. Hasil: didapatkan 7 artikel menunjukan bahwa pemberian jus mentimun yang dibuatdari 200cc air dengan 100 gram mentimun atau setara dengan 1 gelas jus mentimun, kemudian diberikanselama seminggu sebanyakidua kaliidalam sehari yaituidi pagi danisore hari menunjukan bahwa terdapatpenurunan tekananidarah padaipenderita hipertensi. Hal ini dikarenakan kandunganimagnesium dankalium dalam mentimun. Kesimpulan: Pemberian jus mentimun sangat efektif untukimenurunkantekananiidarah pada penderitaibhipertensi. Selain murah dan terjangkau, mentimun juga sangat mudah kitajumpai. Dalam pemberian jus mentimun tidak menimbulkan efek samping
Self Efficacy dan Sikap terhadap Kepatuhan Pengobatan pada Pasien Tuberkulosis Paru : Literature Review Suptya, Adrian Putra; Yulanda, Nita Arisanti; Adiningsih, Berthy Sri Utami
ProNers Vol 7, No 1 (2022): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v7i1.55780

Abstract

Latar belakang : Tuberkulosis merupakan penyakit kronis dengan lama pengobatan selama 6 bulan atau lebih, self efficacy dan sikap dalam diri pasien yang baik diprediksi dapat meningkatkan angka kesembuhan dalam melakukan pengobatan dengan rutin minum obat agar dapat mencegah penularan penyakit. Tujuan: Memaparkan hubungan self efficacy dan sikap terhadap kepatuhan pengobatan pada pasien tuberkulosis paru. Metode: Jenis penelitian literature review dengan teknik analisis isi data, artikel diperoleh dari database dan search engine Google Scholar, CiteseerX, ScienceDirect, PubMed, dan Neliti dengan menggunakan kata kunci dalam bahasa Indonesia "efikasi diri", "sikap", dan "kepatuhan pengobatan pada pasien tuberkulosis paru" dan dalam bahasa Inggris "self efficacy", "attitude", "treatment adherence in pulmonary tuberculosis patients". Hasil: 13 artikel yang telah dianalisis diperoleh 6 artikel self-efficacy dan 7 artikel kepatuhan pengobatan. Self efficacy dan sikap merupakan variable yang memiliki skor lebih tinggi dari variable lainnya sehingga dapat memengaruhi tingkat kepatuhan pengobatan pada pasien tuberkulosis paru. Kesimpulan: Self efficacy dan sikap menjadi upaya yang efektif dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan pada pasien TB paru. Semakin tinggi tingkat self efficacy dan sikap maka akan semakin tinggi juga tingkat kepatuhan pasien. Serta adanya hubungan antara Self efficacy dan sikap yang mempengaruhi adanya kepatuhan dalam pengobatan.
GAMBARAN POLA ASUH IBU YANG BEKERJA PADA ANAK USIA SEKOLAH DI DESA PARIT BARU DI MASA PANDEMI COVID-19 Utami, Nada Putri; Ligita, Titan; Murtilita, Murtilita
ProNers Vol 7, No 1 (2022): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v7i1.56596

Abstract

Pola asuh ibu dengan mengasuh anak yang dilakukan keluarga, ibu atau orang tua membentuk perilaku yang baik, mendisplinkan anak, dan membentuk karakter anak. Kemampuan ibu yang memberikan kasih sayang, dukungan kepada anak, mendidik. Metode: Desain penelitian yang adalah kuantitatif deskriptif dan metode yang digunakan adalah metode survei. Data kemudian dikumpulkan memakai kuesioner dan dibagikan secara daring. Statistik deskriptif frekuensi digunakan sebagai analisis data penelitian. Hasil: Pola asuh demokrasi yang dapat di temukan nilai persentase yaitu 28%, pola asuh otoriter memiliki nilai persentase yaitu 72%, dan untuk pola asuh permisif dan penelantaran memiliki nilai persentase yaitu 0. Dan dapat dilihat hasil nilai persentase tertinggi dengan pola asuh secara otoriter. Kesimpulan: Pada penelitian ini dapat menggambarkan bahwa pola asuh otoriter yang pola asuh ibu kepada anak didesa parit baru dengan menerapkan pola asuh secara otoriter ibu atau orang tua yang memberikan aturan pada yang dipatuhi anak. Apalagi dengan keadaan dimasa pandemi Covid-19 pola asuh ibu yang dilakukan ibu dalam mengasuh, pengawasan kepada anak, mengajarkan hidup bersih dan sehat, mendamping pendidikan dirumah kepada anak.
PENGARUH PEMBERIAN KIE TENTANG GASTRITIS TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENCEGAHAN PADA REMAJA DI SMA SANTO FRANSISKUS ASISI PONTIANAK Nazarius, Paola Krismonita Indahsari; Herman, Herman; Pramana, Yoga
ProNers Vol 7, No 2 (2022): Desember
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v7i2.46080

Abstract

Latar belakang: Gastritis merupakan inflamasi pada mukosa lambung yang menyerang pada semua jenis usia termasuk remaja. Angka kejadian dari tahun ketahun penyakit gastritis berkelanjutan peringkat ke 3 dari 10 masalah terbesar kesehatan di Kalimantan Barat. Dampak yang ditimbulkan gastritis khusus pada remaja mengakibatkan aktivitas belajar tidak terganggu, menurunya prestasi belajar, dan penambahan biaya berobat. Sehingga perlu adanya peningkatan pengetahuan dengan melakukan promosi kesehatan melalui strategi KIE tentang gastritis sehingga timbul perilaku positif pencegahan gastritis. Tujuan: Mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan dan perilaku pencegahan pada remaja sebelum dan setelah diberikan KIE tentang gastritis pada kelompok dan kelompok intervensi. Metode:Penelitian Kuantitatif quasy experintment Pre and Post Test dengan desain nonequivalent control group . Teknik pengambilan sampel menggunakan non probability sampling dengan metode purposive sampling dengan 34 responden di bagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner online dengan 20 pertanyaan untuk tingkat pengetahuan 18 pertanyaan untuk perilaku pencegahan. Analisis pada studi ini menggunakan uji Marginal Homogeneity dan Fisher Exact Test dengan nilai P 0,05. Hasil: Uji Marginal Homogeneitydi dapatkan nilai P tingkat pengetahuan remaja sebelum dan setelah perlakuan pada kelompok kontrol P = 0,317 sedangkan kelompok intervensi P = 0,025. Nilai P pada pencegahan remaja sebelum dan setelah perlakuan kelompok kontrol P = 0,008 sedangan intervensi P = 0,317. Hasil Uji Fisher Exact Test KIE tentang gastritis pada kelompok kedua menunjukan nilai tingkat pengetahuan P = 0,882 dan perilaku pencegahan P = 0,581. Kesimpulan: Tidak ada perbedaan pada tingkat pengetahuan dan perilaku pencegahan setelah diberikan KIE tentang gastritis pada remaja.
HUBUNGAN SELF MANAGEMENT DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II : LITERATURE REVIEW Apriyadi, Paskalis
ProNers Vol 7, No 1 (2022): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v7i1.56551

Abstract

Latar belakang : DM (Diabetes Mellitus) adalah penyakit diakibatkan oleh kadar glukosa darah yang meningkat disebabkan penurunan sekresi insulin. DM tipe II memiliki tingkat komplikasi yang sangat beragam. Self management dikenal sebagai perawatan diri pasien dalam upaya mengontrol ketidakstabilan kadar gula darah. Self management dapat menentukan keberhasilan menunjukkan nilai normal. Tujuan : untuk menganalisis self management dengan kadar gula darah pasien DM tipe II. Metode : metode yang digunakan literature review, menggunakan databased akademik Google Scholar, PubMed, ResearchGate.net dan ScienceDirect. Hasil : terdapat 10 artikel terkait self management dengan kadar gula darah pasien DM tipe II. Self management baik dapat memicu tingkat kenormalan pada kadar gula darah. Self management memiliki beberapa aspek seperti aspek pola makan, aspek aktivitas fisik, aspek kepatuhan berobat, dan aspek kontrol gula darah yang memiliki pengaruh pada tingkat kenormalan kadar gula darah. Self management memiliki peran penting sehingga kadar gula darah pada pasien tetap didalam rentang angka normal. Kesimpulan : Terdapat hubungan self management terhadap kadar gula darah pada pasien DM tipe II.
KEJADIAN DEPRESI PADA PASIEN YANG MENGALAMI DIABETES MELITUS TIPE 2 : Literature Review Arbain, Iin
ProNers Vol 7, No 1 (2022): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v7i1.56293

Abstract

Latar Belakang : Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang terjadi ketika pankreas tidak menghasilkan insulin atau ketika tubuh tidak efektif menggunakan insulin yang dihasilkan. Gangguan psikiatri pada penderita diabetes melitus tipe 2 yang sering muncul ialah depresi. Depresi merupakan salah satu pencetus diabetes melitus tipe 2 karena depresi dapat menaikan kadar gula darah. Tujuan : Memaparkan kejadian depresi pada pasien yang mengalami diabetes melitus tipe 2. Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian literature review yang diperoleh dari google scholar, CiteSeerX, PubMed, ScienceDirect dan Neliti.com dengan menggunakan kata kunci dalam bahasa Indonesia "depresi" dan "diabetes melitus tipe 2", dan dalam bahasa Inggris "depression" "type 2 diabetes mellitus". Hasil : Dari 8 artikel yang dianalisis diperoleh bahwa kejadian depresi yang dialami oleh pasien diabetes melitus tipe 2 mayoritas mengalami depresi sedang, dengan usia terbanyak 40-65 tahun, serta mayoritas yang lebih cenderung mengalami depresi pada pasien diabetes melitus tipe 2 adalah yang berjenis kelamin perempuan. Kesimpulan : Pasien yang mengalami diabetes melitus tipe 2 rerata mengalami depresi mulai dari yang ringan sampai yang berat, namun mayoritas pasien mengalami depresi sedang dengan pasien paling banyak mengalami depresi berusia 40-65 tahun, dengan usia yang semakin bertambah akan mengalami perubahan dan penurunan fungsi yang mempengaruhi psikologis pasien dan jenis kelamin yang lebih rentan adalah perempuan karena adanya faktor yang berperan diantaranya ialah hormon estrogen dan progesteron.
Pengaruh Lidah Buaya (Aloe Vera) Terhadap Penyembuhan Luka : Literature Riview Anna, Theodora Elvia; sukarni, sukarni; Yulanda, Nita Arisanti
ProNers Vol 7, No 1 (2022): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v7i1.53570

Abstract

Latar Belakang: Salah satu terapi yang digunakan dalam perawatan luka yaitu menggunakan lidah buaya untuk mempercepat penyembuhan luka, karena mengandung glutathione peroxidase dan superoksida dismutase dan berperan sebagai antiinflamasi, antiarthritis, antibakteri, antijamur, dan memiliki efek hipoglikemik. Metode: Jenis penelitian yang dilakukan adalah jenis literature review. Penelusuran literatur tentang pengaruh lidah buaya terhadap penyembuhan luka menggunakan Google Scholar, Proquest, Science Direct, Neliti dan Pubmed. Artikel diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, sehingga didapat sampel dalam penelitian berjumlah 7 artikel berbahasa Indonesia dan Inggris. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian lidah buaya efektif untuk penyembuhan luka akut jenis luka bakar, luka insisi dan luka episiotomi serta luka kronik jenis luka diabetik dan luka dekubitus. Pemberian dilakukan sebanyak 2 kali sehari dengan waktu perawatan 1 sampai 3 minggu dan dilakukan evaluasi 3 kali selama intervensi. Kesimpulan: Perawatan luka menggunakan lidah buaya sebagai terapi alternatif sangat bermanfaat dalam proses penyembuhan luka. Diharapkan penggunaan lidah buaya dapat dijadikan alternatif dalam perawatan luka dan bisa diterapkan oleh pasien dan keluarga.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA DENGAN KADAR HEMOGLOBIN DI RSUD DR. SOEDARSO Martadi, Kharisma Aji; Fauzan, Suhaimi; Maulana, M. Ali
ProNers Vol 7, No 2 (2022): Desember
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v7i2.56440

Abstract

Latar belakang: prevalensi akibat penyakit ginjal kronik mengalami kenaikan seiring waktu. Salah satu metode yang kerap dijalankan oleh pasien gagal ginjal kronik adalah hemodialisis. Hemoglobin yaitu komponen penting dari pemeriksaan reguler pada pasien yang menjalani hemodialisis. Penurunan hemoglobin berpotensi menurunkan kualitas hidup, hingga berisiko kematian. Penting bagi perawat untuk memahami interaksi dalam internal dan eksternal pasien dengan perubahan hemoglobin. Analisis mengenai interaksi terhadap jenis kelamin, suku dan pekerjaan diharapkan mampu memberikan informasi tambahan mengenai faktor yang berpotensi akan perubahan hemoglobin. Metode: penelitian kuantitatif ini memiliki pendekatan cross-sectional dengan pengambilan data sebanyak 73 responden dengan cara quota sampling. Penelitian ini menggunakan lembar checklist, serta penggunaan kendall"™s thou sebagai uji statistik. Hasil: nilai p value yang ditunjukkan berdasarkan uji statistik menunjukkan antara jenis kelamin (0,569), suku (0,391), dan pekerjaan (0,359) dengan kadar hemoglobin. Kesimpulan: tidak ada hubungan antara jenis kelamin, suku dan pekerjaan sebagai komponen karakteristik pasien gagal ginjal kronik dengan kadar hemoglobin yang menjalani hemodialisis