cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice)
ISSN : 23388404     EISSN : 26572311     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) is published twice a year, containing research articles, review, and short communication in pharmacy science field, including medicinal chemistry, analytical chemistry, biologjcal pharmacy, pharmaceutical sciences and clinical pharmacy research and practice of pharmacy in industry, clinic, and community practice, such as pharmacies, distributors, and pharmacy education.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2024): February" : 6 Documents clear
Uji Efektivitas Gel Ekstrak Etanol Daun Ikut Lutung (Acalypha hispida Burm.f.) untuk Penyembuhan Ulkus Diabetik Secara In Vivo Liyani, Kadek Yunita; Dewi, Ni Pande Kadek Sinta; Damayanti, Dewa Ayu Trisna; Siwananda, I Dewa Made; Aryani, Kadek Indra; Astuti, Ketut Widyani
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol 11, No 1 (2024): February
Publisher : Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v11i1.5073

Abstract

Ulkus diabetik adalah luka dengan ketebalan penuh yang merusak jaringan akibat komplikasi diabetes. Penggunaan topikal menjadi salah satu bahan perawatan ulkus diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas gel ekstrak etanol daun lutung untuk penyembuhan ulkus diabetik pada tikus diabetes. Induksi diabetes dilakukan menggunakan aloksan 150 mg/kgBB secara intraperitoneal. Tikus diabetes membuat luka dengan panjang 5 mm dan kedalaman 1 mm menggunakan pump biopsy pada bagian punggung. Hewan uji dibagi ke dalam kelompok gel 10%, gel 20%, gel 30%, povidon iodin, dan plasebo. Pengolesan gel dilakukan 2 kali sehari selama 7 hari. Parameter penyembuhan luka diukur dengan mengukur diameter dan eritema luka. Analisis data menggunakan program SPSS uji Saphiro Wilk (p>0,05), uji Levene (p>0,05), uji Kruskall Wallis (p<0,05) dilanjutkan dengan uji Man-Whitney (p<0,05). Hasil pengamatan menunjukkan diameter kelompok gel 20% dan 30% memberikan penurunan nilai diameter yang berbeda signifikan (p<0,05) terhadap kontrol negatif dengan nilai diameter yang paling kecil pada kelompok 30%. Hasil juga menunjukkan kelompok gel 30% memberikan pengurangan tanda eritema yang berbeda signifikan (p<0,05) terhadap kelompok negatif. Dapat disimpulkan bahwa gel ekstrak etanol daun lutung konsentrasi 20% dan 30% menunjukkan efektivitas terhadap proses penyembuhan ulkus diabetes dengan hasil optimal pada konsentrasi gel 30%.
Hubungan Faktor Risiko Pasien Diabetes Melitus dengan Hipertensi Terhadap Kejadian Drug Related Problems (DRPs) di RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro Hardyanti, Rizqi Irma; Utami, Primanitha Riana; Susanti, Irma
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol 11, No 1 (2024): February
Publisher : Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v11i1.4879

Abstract

Prevalensi diabetes melitus meningkat setiap tahun dan merupakan suatu kelompok metabolisme terjadi karena kelainan sekresi insulin, aktivitas insulin atau keduanya. Diabetes melitus dengan hipertensi menyebabkan Drug Related Problems (DRPs). Faktor risiko untuk Drug Related Problems usia, jenis kelamin, polifarmasi, jumlah diagnosa dan penyakit penyerta. Diabetes melitus dengan hipertensi menambah keberagaman obat (polifarmasi) menyebabkan Drug Related Problems. Tujuan dari penelitian ini untuk memastikan faktor risiko diabetes melitus dengan hipertensi, macam-macam Drug Related Problems, dan hubungan faktor risiko pasien diabetes melitus dengan hipertensi terhadap kejadian Drug Related Problems. Jenis penelitian yang digunakan deskriptif non-eksperimental dengan  desain penelitian cross-sectional. Populasi pada penelitian 112 pasien. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling, pengumpulan data dari rekam medis pasien dan pengolahan data uji statistik Chi-Square. Dari 88 pasien didapatkan hasil faktor risiko yang menimbulkan penyakit diabetes melitus dengan hipertensi adalah jenis kelamin, usia, indeks masa tubuh, penyakit penyerta, dan polifarmasi. Uji statistik Chi-Square untuk melihat hubungan faktor risiko diabetes melitus dengan hipertensi terhadap kejadian DRP, didapatkan nilai p=0,019; p=0,000; serta p=0,033. Berdasarkan nilai p tersebut dapat disimpulkan terdapat hubungan antara faktor risiko indeks usia dengan interaksi obat, polifarmasi dengan interaksi obat, dan polifarmasi dengan obat tidak tepat. Polifarmasi menyebabkan interaksi obat yang merugikan, mempengaruhi keaadaan klinis, dan meningkatkan toksisitas pengobatan.
Karakterisasi Sediaan Gel Face Scrub Yang Mengandung Variasi Ampas Kelapa (Cocos nucifera L.) Sebagai Exfoliating Nofriyaldi, Ali; Endah, Srie Rezeki Nur; Aida, Yopi
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol 11, No 1 (2024): February
Publisher : Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v11i1.4926

Abstract

Ampas Kelapa (Cocos  nucifera L.) merupakan sumber protein rendah lemak bebas gluten yang membantu menjaga kulit tetap terhidrasi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk memformulasikan ampas kelapa kedalam bentuk sediaan gel face scrub dan mengetahui stabilitas sediaan gel face scrub ampas kelapa. Metode yang digunakkan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimental dengan membuat sediaan gel face scrub dengan variasi konsentrasi dari ampas kelapa (Cocos  nucifera L.) sebagai exfoliating. Hasil pengujian sediaan gel face scrub ampas kelapa variasi konsentrasi 3%, 6% dan 9% pada pengujian organoleptis sediaan berbentuk gel, bau ampas kelapa dan berwarna putih, dan putih kecoklatan, sediaan homogen, nilai pH memenuhi syarat yang ditentukan 4,5-6,5, daya sebar berkisar antara 5-7 cm, daya lekat berkisar lebih dari 1 detik, dan untuk viskositas masuk kedalam rentang standar yaitu antara 2000-4000 Cp.
Efektivitas Terapi Tocilizumab Terhadap Mortalitas Pasien COVID-19 Derajat Berat di Rumah Sakit “X” Surabaya: studi observasional Djunaidy, Vania Denise; Parwitha, Ida Ayu Andri; Dinillah, Intan Sari Yati; Prawesti, Galuh Nawang; Lestyaningtyas, Nika
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol 11, No 1 (2024): February
Publisher : Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v11i1.5378

Abstract

Tocilizumab merupakan agen inhibitor IL-6 yang direkomendasikan untuk terapi pasien COVID-19 derajat berat hingga kritis. Beberapa penelitian menunjukan hasil yang bervariasi terkait waktu pemberian tocilizumab yang optimal. Peningkatan kadar sitokin yang terjadi pada fase awal COVID-19 memunculkan hipotesis bahwa pemberian tocilizumab lebih awal dapat menurunkan resiko mortalitas pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian tocilizumab dalam waktu 72 jam setelah dirawat di rumah sakit dalam menurunkan angka mortalitas pasien COVID-19 derajat berat yang dirawat di rumah sakit X di Surabaya. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional retrospektif pada pasien COVID-19 derajat berat. Subyek dipilih dengan menyamakan karakteristik demografi menggunakan metode propensity score matching untuk kelompok kontrol. Analisis hasil luaran mortalitas dianalisis menggunakan multivariable logistic regression. Sebanyak 98 pasien COVID-19 derajat berat diikutsertakan dalam penelitian, 49 subyek (50%) mendapatkan terapi tocilizumab dan 49 subyek tidak mendapatkan tocilizumab. Dari 49 subyek yang mendapat terapi tocilizumab, sebanyak 30 subyek mendapatkan terapi tocilizumab dalam waktu 72 jam setelah masuk rumah sakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tocilizumab dapat menurunkan angka mortalitas yang tidak signifikan (aOR: 0,79; 95% CI: 0,305 - 2,049; p: 0,629). Penurunan angka mortalitas yang lebih besar teramati pada subyek yang mendapatkan tocilizumab lebih awal (aOR: 0,77; 95% CI: 0,42 – 1,85). Pemberian tocilizumab dalam waktu 72 jam pada pasien COVID-19 derajat berat dapat menurunkan resiko mortalitas yang tidak signifikan.
Evaluation of Virgin Coconut Oil (VCO) Soap Formulation on The Growth Inhibitory Test of Staphylococcus Aureus Cahyanti, Naomi Dwi; Tumangkeng, Decky Dekres
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol 11, No 1 (2024): February
Publisher : Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v11i1.5240

Abstract

Soap is a product of the saponification reaction consisting of bases and fatty acids, which functions to clean, remove dirt and reduce bacteria on the skin. Virgin coconut oil (VCO) is pure coconut oil which contains lauric acid with antibacterial activity, another function of VCO is also useful in moisturizing the skin. Staphylococcus aureus bacteria are normal flora on the surface of the skin, which can also cause health problems if their numbers and presence are not controlled. The aim of this research was to evaluate soap formulation containing VCO which has antibacterial activity. The research was carried out experimentally with descriptive-quantitative data analysis. The results of this experiment after soap has been storage during 7 days was a solid form of soap, green in color with an apple aroma. The water content value after 7 days of storage according to SNI requirements, that is ≤ 15%. The pH value of soap during storage showed a significant difference based on the Wilcoxon Test with a sig value of 0.042 (<0.05). The antibacterial activity of VCO soap has been confirmed by comparing the inhibition zone of the sample and the positive control of commercial antibacterial soap which was formed after incubation at 370C for 24 hours. The activity of the inhibition zone of Staphylococcus aureus bacteria from samples during 7 days of storage had a significant difference based on the Wilcoxon Test with a sig value of 0.028 (<0.05). Based on research, it has been found that the soap formula contains VCO with antibacterial activity against Staphylococcus aureus.
Olaparib As Therapy For Metastatic-Castration Resistant Prostate Cancer : Systematic Review And Meta Analysis Putra Gunawan, I Made Rian; Herawati, Fauna; Kirtishanti, Aguslina
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol 11, No 1 (2024): February
Publisher : Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v11i1.5284

Abstract

Prostate cancer is the second most prevalent cancer in men with approximately 1.4 million men worldwide. The main therapy for prostate cancer is androgen deprivation therapy (ADT), but patients who have received ADT may experience a condition of castration resistant prostate cancer (CRPC). More than 84% of patients have metastasized when diagnosed with CRPC (mCRPC) and median survival about 36 months. The Food & Drugs Association (FDA) has approved a new therapy for mCRPC patients, an example is olaparib. The purpose of this systematic review and meta analysis is to assess effectiveness (overall survival) and safety of olaparib in mCRPC. This research is using randomized control trial’s (RCT) article. The literature search process was carried out using the PubMed database. The quality of inclusion was assessed using the Critical Appraisal Skill Program (CASP) checklist and journal reputation. The results of the meta-analysis on the effectiveness of olaparib has showed that there was no significant difference in the patient's overall survival rate (RR=0. 81; 95% CI=0.58-1.13). The results of the meta analysis on the safety level of olaparib has showed a significant difference, seen from the side effects such as anemia (RR=3.47; 95% CI=2.59-4.65), nausea (RR=2.05; 95% CI=1.62-2.60) and fatigue (RR=1.32; 95% CI=1.10-1.59). The conclusion is olaparib as mCRPC therapy does not show significant effectiveness in improving overall survival in mCRPC. In addition, the low safety level of olaparib in mCRPC patients were seen from side effects such as anemia, nausea and fatigue

Page 1 of 1 | Total Record : 6