cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
elharakahjurnal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
El-HARAKAH : Jurnal Budaya Islam
ISSN : 18584357     EISSN : 23561734     DOI : -
Core Subject : Health,
EL HARAKAH (ISSN 1858-4357 and E-ISSN 2356-1734) is peer-reviewed journal published biannually by Maulana Malik Ibrahim State Islamic University (UIN) of Malang. The journal is accredited based on the decree No. 36a E. KPT 2016 on 23 May 2016 by the Directorate General of Higher Education of Indonesia, for the period August 2016 to August 2021 (SINTA 2). The journal emphasizes on aspects related to Islamic Culture in Indonesia and Southeast Asia. We welcome contributions from scholars in the field, papers maybe written in Bahasa Indonesia, English, or Arabic.
Arjuna Subject : -
Articles 791 Documents
Revitalization of Tolerance Values through The Saparan Tradition: A Study in Pondok Wonolelo Village Sa'adah, Afifah Nurul; Sudrajat, Sudrajat
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 25, No 2 (2023): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/eh.v25i2.23654

Abstract

The Saparan tradition is carried out every Safar month and is followed by village communities with differences. This research aims to determine the values of tolerance in the Saparan Tradition in Pondok Wonolelo Hamlet, Widodomartani, Ngemplak, Sleman. The type of research used by researchers is naturalistic qualitative. Data collection used was observation, interviews, and documentation. The results of the study show that the forms of tolerance values in the Saparan Tradition in Pondok Wonolelo Hamlet are 1) attitudes of mutual respect and respect for other people and cooperation are found in recitation activities, heritage parades, bregodo parades, distribution of apem and supporting events, 2) attitudes not discriminating/discriminating and not hurting/interfering with other people's freedom is found in the heritage carnival, bregodo carnival, apem distribution, and supporting events, and 3) caring for each other is found in the heirloom carnival, bregodo carnival, and supporting events. However, during the heirloom carnival and bregodo activities during traditional ceremonies, the implementation of the event still differentiates in its reception between poor and rich people. Apart from that, there is still a lack of concern during recitations, heritage carnivals and bregodo for the elderly/disabled. In short, the Saparan Tradition can bring values of tolerance to the people of Pondok Wonolelo Hamlet. However, in practice, the community is still not tolerant of some Saparan Tradition activities. This research recommends the importance of mutual tolerance between members of society. Tradisi Saparan dilaksanakan pada setiap bulan Safar yang diikuti oleh masyarakat desa dengan beragamnya perbedaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai toleransi pada Tradisi Saparan di Dusun Pondok Wonolelo, Widodomartani, Ngemplak, Sleman. Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah kualitatif naturalistik. Pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk nilai-nilai toleransi pada Tradisi Saparan di Dusun Pondok Wonolelo, yaitu 1) sikap saling menghargai dan menghormati orang lain serta gotong royong terdapat pada kegiatan pengajian, kirab pusaka, kirab bregodo, penyebaran apem dan acara penunjang, 2) sikap tidak mendiskriminasi/membeda-bedakan dan tidak menyakiti/mengganggu kebebasan orang lain terdapat pada kirab pusaka, kirab bregodo, penyebaran apem dan acara penunjang, dan 3) saling peduli terdapat pada kegiatan kirab pusaka, kirab bregodo dan acara penunjang. Namun, pada kegiatan kirab pusaka dan bregodo saat upacara adat dalam pelaksanaan acara masih membeda-bedakan dalam penyambutannya antara masyarakat yang miskin dan kaya. Selain itu, masih terdapat sikap kurang peduli saat pengajian, kirab pusaka dan bregodo pada lansia/difabel. Secara singkat, Tradisi Saparan dapat menghadirkan nilai-nilai toleransi pada masyarakat Dusun Pondok Wonolelo, namun dalam pelaksanaannya masyarakat masih tidak bersifat toleran dalam beberapa kegiatan Tradisi Saparan. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya saling toleransi antar anggota masyarakat.
Korelasi antara Penguasaan Kosakata, Minat Baca, dan Kemampuan Meresepsi Cerpen Sufistik Siswa Madrasah Tsanawiyah Minahasa Djojosuroto, Kinayati
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 16, No 1 (2014): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/el.v16i1.2773

Abstract

At Madrasah Tsanawiyah (MTs), literature is a part of Indonesian Letters and Language class. Literature can refine manners, enrich aesthetic experience, and improve the knowledge of students. Literature teaching increases their ability in understanding, enjoying, loving, and appreciating literary work, and also to help their development of psychological aspects towards shaping their character as a whole. Regarding reading interest, students were helped in understanding and comprehending sufi short story when they mastered the adequate vocabulary. The sufi short story as a work of literature is rich of life values, either local or spiritual ones. Sufi value  belongs to spiritual value  assessed to develop a person’s spiritual state. This study used the survey method with correlation technique. The respondents were tested on vocabulary mastery, given quiz for reading interest, and also taken essay test for the ability to comprehend sufi short story. It was done in MTs Kampung Jawa, Tondano, Minahasa.  Based on the analysis of the hypothesis test, all of the alternative hypothesizes (H1) given in this research were accepted. This means that the ability to comprehend sufi short story (Y) can be improved by developing the mastery of vocabulary (X1) and reading interest (X2). Di Madrasah Tsanawiyah (MTs), sastra merupakan bagian dari pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Sastra dapat memperhalus budi pekerti, memperkaya pengalaman estetik, dan meningkatkan pengetahuan siswa. Pengajaran sastra bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami, menikmati, mencintai, dan menghargai karya sastra, serta membantu perkembangan aspekaspek kejiwaan anak menuju terbentuknya kebulatan pribadinya. Sehubungan dengan minat baca, siswa sangat terbantu dalam memahami dan meresepsi cerpen sufistik ketika mereka menguasai kosakata yang memadai. Cerpen sufistik sebagai karya sastra, kaya akan nilai-nilai kehidupan, baik itu nilai budaya maupun nilai spiritual. Nilai sufistik termasuk dalam nilai spiritual yang apabila dikaji akan membantu mengembangkan spiritual seseorang. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik korelasi. Responden diuji dengan tes penguasaan kosakata, kuis untuk minat baca, dan tes esai untuk kemampuan meresepsi cerpen sufistik. Penelitian ini dilaksanakan di MTs Kampung Jawa Tondano, Minahasa. Berdasarkan analisis pengujian hipotesis, dapat disimpulkan bahwa semua hipotesis alternatif (H1) yang diajukan pada penelitian ini diterima. Hal ini berarti bahwa kemampuan meresepsi cerpen sufistik (Y) dapat meningkat dengan meningkatkan penguasaan kosakata (X1) dan minat baca (X2).
Konsep Kepribadian Guru: Perspektif Historis Abubakar, Isti'anah
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 8, No 3 (2006): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/el.v8i3.4609

Abstract

Teaching is perceived as a very heavy duty, but for other, teaching is the art and full charity. Teacher is person who teaches pupils to rich their best life. However, public does not care about the teaching profession. New generations are seemingly not interested in this profession. Lack in prosperity of teacher's life is the main factors of public's undesirable to the teaching profession which becomes a problem. Based on the phenomenon, there are many ways to undertake. One of them is Public Regulation of Teaching Profession (UU No. 14, 2005). The regulation is not the mere solution, yet, it is recommended that teacher's personality and performance have to improve to the ideal one. This paper offers the effort which is based on qonaah and commitment. It means that teachers should not be passive by encouraging themselves to conduct classroom action research. In addition, teachers should uphold their commitment to improve their integrity as professional teacher.  Pengajaran dianggap sebagai tugas yang sangat berat, tapi bagi yang lain, pengajaran adalah seni dan amal penuh. Guru adalah orang yang mengajarkan murid untuk kaya dengan kehidupan terbaik mereka. Namun, masyarakat tidak peduli dengan profesi mengajar. Generasi baru nampaknya tidak tertarik dengan profesi ini. Kurangnya kemakmuran hidup guru merupakan faktor utama yang tidak diinginkan masyarakat terhadap profesi mengajar yang menjadi masalah. Berdasarkan fenomena tersebut, ada banyak cara untuk melakukan. Salah satunya adalah Peraturan Umum Profesi Pengajaran (UU No. 14, 2005). Peraturannya bukanlah solusi belaka, namun, disarankan agar kepribadian dan kinerja guru harus ditingkatkan sesuai keinginan. Makalah ini menawarkan usaha yang didasarkan pada qonaah dan komitmen. Artinya, guru tidak boleh bersikap pasif dengan mendorong diri mereka untuk melakukan penelitian tindakan kelas. Selain itu, guru harus menjunjung tinggi komitmen mereka untuk meningkatkan integritas mereka sebagai guru profesional.
Character Education Values in Javanese Literature Masfiah, Umi; Darweni, Darweni; Zakiyah, Zakiyah; Muzayanah, Umi; Parray, Tauseef Ahmad
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 23, No 1 (2021): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/eh.v23i1.11455

Abstract

Javanese manuscripts as the legacy of ancestors and poets contain important values related to character education and moral values. Manuscript of Serat Wulang Darmawiya (SWD), for example, promotes character education through caring behavior. The values of character education are fundamental to internalize and implement within the life of Javanese. Javanese poets in the past inherited the noble values through a lot of literary works. This article discusses the values of character education in SWD. Using text-based qualitative research methodology, the values of character education in SWD were analyzed with content analysis. Serat manuscript teaches values of character education regarding the importance of breastfeeding as a process of building an intimate relationship between children and parents (mother). At the same time, it also explains the importance of communication between children and parents during education process, the principles of child education, and the role model and advice from the parents to the children. In addition, the philosophy of SWD is closely integrated with Islamic teachings. Naskah-naskah Jawa peninggalan para leluhur dan para pujangga, sarat dengan nilai pendidikan karakter dan budi pekerti luhur. Naskah Serat Wulang Darmawiyata (SWD) memiliki keunikan pada penanaman nilai pendidikan karakter khas Jawa, yakni membentuk anak mandiri dan cerdas berdasarkan laku prihatin. Nilai-nilai pendidikan karakter bagi masyarakat Indonesia merupakan hal yang amat penting untuk dimiliki dan diterapkan dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat, demikian pula dengan masyarakat Jawa. Para pujangga Jawa masa lalu telah banyak mewariskan nilai-nilai luhur melalui berbagai karya dalam sastra Jawa. Artikel ini secara khusus membahas tentang nilai-nilai pendidikan karakter dalam SWD. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif berbasis teks sastra Jawa, naskah yang memiliki makna nilai-nilai pendidikan karakter dianalisis dengan metode analisis isi. Dalam serat tersebut, terdapat nilai-nilai pendidikan karakter tentang pentingnya menyusui sebagai proses kedekatan anak dengan orang tua (ibu). Selanjutnya dalam serat tersebut, dijelaskan pula tentang pentingnya pendidikan komunikasi anak dan orang tua, prinsip-prinsip mendidik anak, dan keteladan serta nasehat orang tua terhadap anak. Selain itu, falsafah dalam SWD memiliki hubungan atau terintegrasi dengan ajaran Islam.
Islam dan Peradaban Spanyol: Catatan Kritis Beberapa Faktor Penyebab Kesuksesan Islam Spanyol Sudirman, Sudirman
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 13, No 2 (2011): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/el.v0i0.1890

Abstract

Born in the East, Islam was successfully expanded to Spain, a strong Christianity based country in the West. The civilization of this nation has encouraged the development of Europe in many ways, especially in the area of science and technology. The development of culture and civilization in Europe was undeniably connected to the existence of Islamic government in Spain. When Muslims rule this country many Europeans tempted to learn and study in Spain. At this classical period, Islam reached their golden era. Spain had become the central of Islamic civilization. From this fact, there are several important questions arise worth discussed in this essay, firstly, the background of the Islamic expansion to Spain and the dynamic development of Islam in this country that resulted in a great success. In this article, the writer applies historical approach using historical data from various history literature sources. In general, there are two conclusions. First of all, the expansion of Islamic government to Spain was motivated by the development of Islamic government in North Africa. Therefore, the expansion to Europe through Spain was unavoidable. Furthermore, Spain is the nearest region to North Africa and the power of Gothic Kingdom ruled this region was weakened. Second, the development of Islam in Spain was about 500 years and had reached its peak of supremacy when it was under the Abdurrahman III command. Although Islam, finally, was expelled from Spain after the fall of Islamic government, the Islamic culture has triggered European society renaissance. Islam yang lahir di dunia Timur pernah berjaya menguasai Spanyol, sebuah negara berbasis Kristen di Barat. Peradaban Spanyol telah berhasil memajukan kawasan Eropa di berbagai bidang, khususnya di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemajuan-kemajuan Eropa tersebut tidak bisa dipisahkan dari keberadaan pemerintahan Islam di Spanyol. Dari Spanyol Islamlah Eropa banyak menimba ilmu. Pada periode klasik, ketika Islam mencapai masa keemasannya. Spanyol merupakan pusat peradaban Islam yang sangat penting. Dari kenyataan itu, ada sebuah pertanyaan yang layak untuk diangkat dalam tulisan ini, yakni latar belakang ekspansi Islam ke Spanyol dan dinamika perkembangan Islam di negara tersebut hingga pernah sukses besar membangun peradaban di sana. Tulisan ini, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan historis dengan memanfaatkan bahan kajian dari literatur sejarah. Ada 2 kesimpulan tulisan ini yaitu pertama, latar belakang ekspansi Islam ke Spanyol didasari oleh semakin kuatnya Islam di Afrika Utara sehingga perlu melakukan perluasan ke Semenanjung Liberia. Spanyol adalah daerah terdekat dari Afrika Utara dan kerajaan Gothic yang menguasai daerah tersebut sedang mengalami kemunduran. Kedua, perkembangan Islam di Spanyol berlangsung sekitar 500 tahun dan pernah mencapai puncaknya saat di bawah kepemimpinan Abdurrahman III. Meskipun akhirnya Islam harus keluar dari Spanyol, peradaban peninggalan Islam telah membuat Eropa bangkit dari keterbelakangannya.
Islam dan Seksualitas: Bias Gender dalam Humor Pesantren Sumadi, Sumadi
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 19, No 1 (2017): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/el.v19i1.3914

Abstract

Humor becomes an important part in institutionalizing the culture of pesantren. Yet, the humor in pesantren often ignores the values that respect gender equality. Understanding Islam pesantren patriarchy becomes the root for establishing the themes of humor that exploit women’s bodies and sexuality. Study of humor and sexuality in pesantren in Indonesia are still unnoticed. This study used a qualitative research approach with a feminist analysis in pesantren Priangan West Java. The results of this study showed that Islam patriarchy in pesantren institutionalized within the themes of humor created by kiai, teachers, and students in pesantren. As the implication, humor in pesantren contains the values and ideology of gender bias in the form of stereotyping, objectification, and the domestication of women. Dominant objects in pesantren humor are the body and female sexuality. The body becomes the center of worship and praise despite the epicenter definition, identity, and control on women by men. Humor menjadi bagian penting dalam pelembagaan budaya pesantren. Akan tetapi humor-humor di pesantren sering mengabaikan nilai-nilai yang menghargai kesetaraan gender. Pemahaman Islam pesantren yang patriarki menjadi akar pembentukan tema-tema humor yang mengeksploitasi tubuh dan seksualitas perempuan. Kajian humor dan seksualitas di lingkungan pesantren di Indonesia termasuk yang luput dari perhatian. Kajian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan analisis feminis di pesantren Priangan Jawa Barat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa patriarkisme Islam pesantren terlembagakan dalam tema-tema humor yang dibuat kiai, guru, dan santri di pesantren. Implikasinya humor-humor di lingkungan pesantren mengandung tata nilai dan ideologi bias gender berupa stereotip, objektifikasi, dan domestifikasi perempuan. Objek yang dominan humor di pesantren yaitu tubuh dan seksualitas perempuan. Tubuh menjadi pusat puja dan puji, tetapi menjadi episentrum pendefinisian, pemberian identitas, dan kontrol pada perempuan yang dilakukan laki-laki.
The Cultured Islam: The Boundary of Islamic Identity between The Minangkabau and Mandailing Ethnics Kamal, Muhiddinur; Rozi, Syafwan
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 22, No 2 (2020): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/eh.v22i2.9021

Abstract

The relationship between Islam and culture was compatible and not antonym. Islam was a dynamic product and a long-term process of giving and receiving in the dynamics and social interaction of its people. The contradiction between the ideal demands of religion and the demands of tradition and the social reality of society was a crucial problem faced by any religion in the world, but adjustments to social reality always occurred. The Islamic community in the Minangkabau border area was a cultural community that had and continued to confirm genuinely and became accommodative openness in resolving the contradictions of adat and Islam which were in principle very apparent in their cultural systems. Through ethnographic research, this article revealed that conflicts and contradiction between the normative concepts of Islam and adat always occurred in societies inhabited by the Minangkabau and Mandailing ethnic groups, especially related to marriage, kinship, inheritance system and communal property ownership. But the process always ran elegantly and attractively through the dialectics and dynamics of the people. Thus, Islam was culturally acculturated with Minangkabau culture and Mandailing culture and formed a distinctive cultural Islamic identity in the border area. Relasi Islam dengan kebudayaan adalah sesuatu yang selaras dan bukan antonim. Islam adalah produk dinamis dan proses dalam jangka panjang, yang saling memberi dan menerima dalam dinamika dan interaksi sosial masyarakatnya. Kontradiksi antara tuntutan ideal agama dan tuntutan tradisi serta realitas sosial masyarakat merupakan persoalan krusial yang dihadapi agama apapun di dunia, namun penyesuaian realitas sosial selalu terjadi. Masyarakat Islam di daerah perbatasan Minangkabau adalah komunitas budaya yang telah dan terus melakukan konfirmitas secara genuine serta akomodatif terbuka dalam menyelesaikan kontradiksi adat dan Islam yang secara prinsip sangat kentara dalam sistem budaya mereka. Melalui penelitian etnografi, artikel ini mengungkap bahwa konflik dan pertentangan antara konsep normatif Islam dengan adat selalu terjadi dalam masyarakat yang dihuni oleh etnik Minangkabau dan etnik Mandailing, terutama masalah perkawinan, kekerabatan, sistem kewarisan dan kepemilikan harta komunal. Namun proses itu selalu berjalan secara elegan dan atraktif melalui dialektika dan dinamika masyarakatnya. Sehingga, Islam secara kultur berakulturasi dengan budaya Minangkabau dan budaya Mandailing dan membentuk identitas Islam kultur yang khas di daerah perbatasan.
Cultural Impact on Islamic Matrimonial Beliefs: A Comparison between Pakistan and Qatar Husain, Waqar; Usman, Umaima
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 24, No 2 (2022): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/eh.v24i2.17721

Abstract

People from distinct cultural backgrounds practice Islam. The general impact of culture over religion, including Islam, has been well documented. The current study specifically focused on marriage-related Islamic beliefs and intended to analyze the impact of culture in this regard by comparing Pakistani and Qatari Muslims. The study involved 519 participants from Pakistan and Qatar. A specific questionnaire was designed for the current study in Urdu and Arabic. It comprised 26 items and covered various Islamic matrimonial beliefs. The findings revealed that the marital beliefs of Qatari Muslims were significantly closer to the authentic Islamic beliefs than those of Pakistani Muslims. The current study's findings reflected the impact of indigenous culture on the marriage-related beliefs of Pakistani Muslims. Islam diamalkan oleh orang-orang dari latar belakang budaya yang berbeda. Kesan umum budaya terhadap agama, termasuk Islam, telah didokumentasikan dengan baik. Kajian ini secara khusus memberi tumpuan kepada kepercayaan Islam berkaitan perkawinan dan bertujuan untuk menganalisis kesan budaya dalam hal ini dengan membandingkan Muslim Pakistan dan Qatar. Kajian itu melibatkan 519 peserta dari Pakistan dan Qatar. Suatu angket khusus telah dirancang untuk kajian ini dalam bahasa Urdu dan Arab. Angket tersebut mengandung 26 butir dan merangkum pelbagai kepercayaan perkawinan Islam. Hasil menunjukkan bahwa kepercayaan perkawinan orang Islam Qatar lebih dekat dengan kepercayaan Islam tulen berbanding dengan kepercayaan orang Islam Pakistan. Temuan penelitian ini mencerminkan kesan budaya orang asli terhadap kepercayaan berkaitan perkawinan orang Islam Pakistan.
Religious Value in Nyadran Ceremony in Ngepringan Village, Sragen Yuliningsih, Yuliningsih; Saddhono, Kundharu; Setiawan, Budhi
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 20, No 2 (2018): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/el.v20i2.4981

Abstract

The struggle for modernity gave rise to the degradation of the value of character education. At this stage the revitalization of the value of religious local wisdom in tradition needs to be developed again. The existence of nyadran tradition in Ngepringan continues to be developed by mixing the value of local wisdom with religious values. This unique combination is a form of local wisdom against the individual culture that developed in the community, the development of modernity. This means that the community can not only uphold the cultural values of the ancestors, and also cannot adapt the tradition to conditions, and still insert religious values in it. Nyadran tradition is still played by the Ngepringan community because they are spiritual tourism and become a harmonizer political, social, economic and spiritual life. The collection of data information is through observation and interview with the Ngepringan village community. The purpose of this study is to explore religious values in the Nyadran ceremony procession. This type of research is ethnography with qualitative descriptive method. Data collection techniques use techniques, interviews, documentation, and language content. The data analysis uses interactive analysis technique. The results of this study are to reveal and describe the religious values in the ceremony procession that need to be preserved and improved by the Ngepringan village community in the face of modernity. Pergulatan modernitas melahirkan degradasi nilai pendidikan karakter. Pada titik ini revitalisasi nilai kearifan lokal religius dalam tradisi perlu dikembangkan kembali. Eksistensi tradisi nyadran di Ngepringan terus dikembangkan dengan mencampur nilai kearifan lokal dengan nilai religius. Perpaduan yang unik ini merupakan bentuk kearifan lokal melawan budaya individualis yang berkembang di masyarakat mengikuti perkembangan modernitas. Hal ini bermakna bahwa masyarakat disana tidak hanya menjunjung nilai-nilai budaya dari para leluhur, melainkan juga mampu menyesuaikan tradisi dengan kondisi, serta masih menyisipkan nilai-nilai religius di dalamnya. Tradisi nyadran masih tetap dipertahankan oleh masyarakat Ngepringan dikarenakan nyadran sebagai wisata rohani serta menjadi penyelaras kehidupan politik, sosial, ekonomi, dan agama. Informasi data diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan masyarakat desa Ngepringan. Tujuan studi ini untuk menggali nilai religius dalam prosesi upacara nyadran. Jenis penelitian ini adalah etnografi dengan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan analisis isi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif. Hasil dari penelitian ini adalah mengungkap dan mendeskripsikan nilai religius dalam prosesi upacara nyadran yang perlu terus dilestarikan dan ditingkatkan oleh masyarakat desa Ngepringan dalam menghadapi modernitas.
The Islamic Discourses of Indonesian Islamist Organizations Chaqoqo, Sri Guno Najib; Ma'mun, Sukron
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 24, No 1 (2022): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/eh.v24i1.16616

Abstract

Several years ago, before HTI was banned in 2017, many terms appeared in the public sphere of Indonesian politics. The terms are; khilafah, Islam kaffah, NKRI with sharia, and great imam (Imam Besar). This article examines the political discourse of Islam in Indonesia used by HTI and FPI. It takes the terms from the media, both their internal and external media. In addition, there are many posters scattered in the news. These terms were mainly taken when the two organizations at that time were still in existence before disbanded. HTI was disbanded in 2018 and FPI in 2020. The purpose of this study is to explore the intent and purpose of these terms. It uses a critical discourse analysis model of Fairclough, Wodak, and van Dick to analyze these terms. The study results indicate that these terms are used to marginalize several popular terms, namely the Unitary State of the Republic of Indonesia (NKRI), the Unitary State of the Republic of Indonesia (NKRI) for the price of death, the 1945 Constitution, and the president. Artikel ini mengkaji bahasa politik Islam di Indonesia yang digunakan oleh HTI dan FPI, yaitu; khilafah, Islam kaffah, NKRI Bersyariah, dan imam besar. Istilah itu diambil dari media-media, baik media internal mereka maupun eksternal. Selain itu juga poster-poster yang banyak bertebaran di dalam pemberitaan- pemberitaan. Istilah-istilah tersebut terutama diambil ketika dua organisasi masa itu masih eksis, sebelum dibubarkan. HTI dibubarkan pada 2018 dan FPI pada 2020. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menelusuri maksud dan sasaran dari istilah-istilah tersebut. Istilah-istilah tersebut akan dibedah dengan menggunakan analisa wacana kritis model Fairclough, Wodak, dan van Dick. Hasil penelitian menunjukkan bahwa istilah-istilah itu digunakan untuk meminggirkan beberapa istilah popular yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), NKRI Harga Mati, Undang-Undang Dasar 1945, dan presiden.

Filter by Year

1999 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 2 (2025): EL HARAKAH Vol 27, No 1 (2025): EL HARAKAH Vol 26, No 2 (2024): EL HARAKAH Vol 26, No 1 (2024): EL HARAKAH Vol 25, No 2 (2023): EL HARAKAH Vol 25, No 1 (2023): EL HARAKAH Vol 24, No 2 (2022): EL HARAKAH Vol 24, No 1 (2022): EL HARAKAH Vol 23, No 2 (2021): EL HARAKAH Vol 23, No 1 (2021): EL HARAKAH Vol 22, No 2 (2020): EL HARAKAH Vol 22, No 1 (2020): EL HARAKAH Vol 21, No 2 (2019): EL HARAKAH Vol 21, No 1 (2019): EL HARAKAH Vol 20, No 2 (2018): EL HARAKAH Vol 20, No 1 (2018): EL HARAKAH Vol 19, No 2 (2017): EL HARAKAH Vol 19, No 1 (2017): EL HARAKAH Vol 18, No 2 (2016): EL HARAKAH Vol 18, No 1 (2016): EL HARAKAH Vol 17, No 2 (2015): EL HARAKAH Vol 17, No 1 (2015): EL HARAKAH Vol 16, No 2 (2014): EL HARAKAH Vol 16, No 1 (2014): EL HARAKAH Vol 15, No 2 (2013): EL HARAKAH Vol 15, No 1 (2013): EL HARAKAH Vol 14, No 2 (2012): EL HARAKAH Vol 14, No 1 (2012): EL HARAKAH E-Harakah (Vol 14, No 2 Vol 13, No 2 (2011): EL HARAKAH Vol 13, No 1 (2011): EL HARAKAH el-Harakah (Vol 13, No 1 Vol 12, No 3 (2010): EL HARAKAH Vol 12, No 2 (2010): EL HARAKAH Vol 12, No 1 (2010): EL HARAKAH el-Harakah (Vol 12, No 3 el-Harakah (Vol 12, No 2 el-Harakah (Vol 12, No 1 Vol 11, No 3 (2009): EL HARAKAH Vol 11, No 2 (2009): EL HARAKAH Vol 11, No 1 (2009): EL HARAKAH el-Harakah (Vol 11, No 2 el-Harakah (Vol 11, No 1 Vol 10, No 3 (2008): EL HARAKAH Vol 10, No 2 (2008): EL HARAKAH Vol 10, No 1 (2008): EL HARAKAH Vol 9, No 3 (2007): EL HARAKAH Vol 9, No 2 (2007): EL HARAKAH Vol 9, No 1 (2007): EL HARAKAH Vol 8, No 3 (2006): EL HARAKAH Vol 8, No 2 (2006): EL HARAKAH Vol 8, No 1 (2006): EL HARAKAH Vol 7, No 1 (2005): EL HARAKAH Vol 6, No 2 (2004): EL HARAKAH Vol 5, No 2 (2003): EL HARAKAH Vol 5, No 1 (2003): EL HARAKAH Vol 4, No 3 (2002): EL HARAKAH Vol 4, No 2 (2002): EL HARAKAH Vol 3, No 1 (2001): EL HARAKAH Vol 2, No 2 (2000): EL HARAKAH Vol 2, No 1 (2000): EL HARAKAH Vol 1, No 3 (1999): EL HARAKAH More Issue