cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
elharakahjurnal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
El-HARAKAH : Jurnal Budaya Islam
ISSN : 18584357     EISSN : 23561734     DOI : -
Core Subject : Health,
EL HARAKAH (ISSN 1858-4357 and E-ISSN 2356-1734) is peer-reviewed journal published biannually by Maulana Malik Ibrahim State Islamic University (UIN) of Malang. The journal is accredited based on the decree No. 36a E. KPT 2016 on 23 May 2016 by the Directorate General of Higher Education of Indonesia, for the period August 2016 to August 2021 (SINTA 2). The journal emphasizes on aspects related to Islamic Culture in Indonesia and Southeast Asia. We welcome contributions from scholars in the field, papers maybe written in Bahasa Indonesia, English, or Arabic.
Arjuna Subject : -
Articles 791 Documents
Drugs In Quranic Perspective: An Overview Usman, Abur Hamdi; Wazir, Rosni; Rosman, Syamim Zakwan; Awang, Abdul Hadi; Sudi, Suriani; Salleh, Norsaleha Mohd
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 24, No 1 (2022): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/eh.v24i1.15033

Abstract

Drug is a particular term for a substance harmful to a person’s physical, spiritual (mental and emotional), and behavior when used. As a result of this effect, a person who uses drugs will become dependent on the drug and addicted. In other words, drugs carry a very high risk that can be fatal. However, the dangers of drugs that are contagious in society today are given serious attention by Islam. In this regard, fatwā (a decision officially given by a Mufti or a Shariah State Committee) has already been issued to ban drug use. Thus, the Quran, as the primary reference in Islam, has a vital role in resolving the problem of Muslims related to drugs. Using the qualitative method of the library research, this article shows that there are several verses of the Quran that discuss and provide guidance to the community in dealing with this issue. From the Quran, the word drug is associated with the meaning of the word al-Khamr (alcohol/intoxicant). Hence, the impact of drug abuse has many negative effects on society and this study can be used to supplement the existing literature to build modules, conduct rehabilitation programs or parental counseling by using the Quranic approach Narkoba adalah istilah khusus untuk zat yang berbahaya bagi fisik, ruhani (mental dan emosional), dan perilaku seseorang ketika digunakan. Akibat dari efek ini, seseorang yang menggunakan narkoba akan menjadi kecanduan. Dengan kata lain, narkoba membawa risiko yang sangat tinggi yang bisa berakibat fatal. Namun, bahaya narkoba yang mewabah di masyarakat dewasa ini mendapat perhatian serius oleh Islam. Dalam hal ini, fatwa (keputusan resmi yang diberikan oleh Mufti) telah dikeluarkan untuk melarang penggunaan narkoba. Dengan demikian, al-Qur’an sebagai rujukan utama dalam Islam memiliki peran vital dalam menyelesaikan masalah umat Islam terkait narkoba. Dengan menggunakan metode kualitatif perpustakaan, artikel ini menunjukkan bahwa ada beberapa ayat al-Qur’an yang membahas dan memberikan pedoman kepada masyarakat dalam menangani masalah ini. Dari al-Qur’an, kata narkoba dikaitkan dengan arti kata al-Khamr (alkohol/mabuk). Oleh karena itu, penyalahgunaan narkoba memiliki banyak dampak negatif bagi masyarakat dan penelitian ini dapat digunakan untuk melengkapi literatur yang ada untuk membangun modul, melakukan program rehabilitasi atau konseling orang tua dengan menggunakan pendekatan al-Qur’an
Theological-Based Dialogue in The Practice of Scriptural Reasoning at Young Interfaith Peacemaker Community Mubarokah, Lailatin
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 25, No 2 (2023): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/eh.v25i2.23234

Abstract

One of the reasons why theological-based dialogue is rarely used as a model for interfaith dialogue at the grassroots level is the assumption that this dialogue model can only involve religious elite groups. This research focuses on the practice of Scriptural Reasoning, as a theological-based dialogue model, which cannot only involve participants from religious elite groups but can also involve a wider range of participants, including at the grassroots level. By examining the practice of Scriptural Reasoning by an interfaith youth community, Young Interfaith Peacemaker Community (YIPC), this case study found that although Scriptural Reasoning was originally a practice among academics and theologians, its core principle of adaptability allows it to be accessible to participants at the grassroots level. Therefore, this study contends that Scriptural Reasoning could be employed as an alternative interreligious dialogue model in Indonesia, which not only emphasizes the significance of theological-based dialogue but also offers adaptability for implementation at the grassroots level, especially among youth. Salah satu alasan mengapa dialog berbasis teologi jarang digunakan sebagai model dialog antar agama di level akar rumput adalah adanya anggapan bahwa model dialog ini hanya bisa melibatkan kelompok elite agama. Penelitian ini fokus pada praktik Scriptural Reasoning, sebagai salah satu model dialog berbasis teologi, yang tidak hanya bisa melibatkan peserta dari kelompok elite agama akan tetapi juga bisa melibatkan peserta yang lebih luas, termasuk di level akar rumput. Dengan melakukan studi kasus terhadap praktik Scriptural Reasoning yang dilakukan oleh sebuah komunitas pemuda lintas iman, Young Interfaith Peacemaker Community (YIPC), penelitian ini menemukan bahwa meskipun Scriptural Reasoning pada mulanya merupakan sebuah praktik di kalangan akademisi dan theologian, prinsipnya untuk bisa beradaptasi pada konteks membuat praktik Scriptural Reasoning ini bisa dilakukan oleh peserta di level akar rumput, khususnya pemuda. Oleh karena itu, penulis berpendapat bahwa Scriptural Reasoning dapat digunakan sebagai alternatif model dialog antar agama di Indonesia, yang menempatkan dialog berbasis teologi pada posisi penting, tetapi juga dapat diterapkan di tingkat akar rumput, terutama di kalangan pemuda.
Dinamika Ruang Wisata Religi Makam Sunan Giri di Kabupaten Gresik Santosa, Budi; Antariksa, Antariksa; Wulandari, Lisa Dwi
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 16, No 2 (2014): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/el.v16i2.2775

Abstract

Space is the product of an activity, which involves economic and technical activities owned by a group of people, so it has political and strategic nature. The relationship between space and activity is very close, where the space has a concept of a container and content. This study concerns the dynamics of space in Sunan Giri Tomb  formed because of the conflict and activities in the tomb tourist site. The visitors’s space dimension of Sunan Giri Tomb can not be physically limited as each visitor has his own movement space and purpose of his activities. The aim of this study is to analyze the dynamics of space for visitor’s activity in  the tomb. The  method used is descriptive qualitative, deciphering the visitor’s behavior as the research object. The finding shows that space once had  a specific function, but because of the activity and condition adjustment at one time, then the dynamics in space happen. The dynamics contain changes in the function and meaning or the space character which is associated with the context of time and influenced by human activities. Ruang adalah produk aktivitas, yang melibatkan aktivitas ekonomi dan teknik yang dimiliki sekelompok masyarakat, sehingga sifatnya politis dan strategis. Hubungan aktivitas dan ruang sangat erat, dimana konsep ruang sebagai wadah (of space) dan pengisinya (in space). Penelitian ini mengenai dinamika ruang pada Makam Sunan Giri yang terbentuk karena konflik dan aktivitas di wisata religi Makam Sunan Giri. Dimensi ruang peziarah Makam Sunan Giri tidak bisa dibatasi secara fisik karena masing-masing memiliki ruang gerak dan maksud atas aktivitasnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis dinamika ruang terhadap aktivitas peziarah Makam Sunan Giri. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif, dengan menjelaskan perilaku para peziarah sebagai objek penelitian. Hasil penelitian menemukan bahwa ruang pada awalnya memiliki fungsi tertentu, namun karena adanya aktivitas dan penyesuaian kondisi pada satu waktu terjadilah dinamika pemanfaatan ruang. Dinamika tersebut meliputi perubahan fungsi dan makna atau karakter ruang yang terkait dengan konteks waktu dan dipengaruhi aktivitas manusia.
Keberhasilan Da'wah Nabi Muhammad: Perspektif Stoddard Abubakar, lsti'anah
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 8, No 1 (2006): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/el.v8i1.4894

Abstract

The success of missionary endeavor is a phenomenal history. It is proven by many discussions about Islamic missionary endeavor, not only from Orientals but also our historian. This article tries to review the success of Muhammad's missionary endeavor from sociology perspectives, one of which is Stoddard’s perspective. The spread of Islam as a religion of rahmatan li al 'alamin is not as simple as turning the palm of the hand, but it also affirms that the spread of Islam is not because of the personal figure of Muhammad an sich, but more because of the Islamic teachings that are a necessity for the community. This is further evidenced by the changes made by Islam to Arab society at that time. We will not be able to understand the success of Islamic preaching if only partially understood. Stoddard viewed Islam objectively by pointing out several determinants of the success of Muhammad's da'wah. The teachings of Islam are said by Rodwell as a doctrine that has enormous energy, deep and extraordinary. Keberhasilan usaha misionaris adalah sejarah fenomal. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pembahasan tentang usaha misionaris Islam, tidak hanya dari orang-orang Timur tetapi juga sejarawan kita. Artikel ini mencoba mengkaji keberhasilan usaha dakwah Muhammad dari perspektif sosiologi, salah satunya adalah perspektif Stoddard. Menyebarnya Islam sebagai agama yang rahmatan li al 'alamin bukanlah sesederhana membalikkan telapak tangan, selain itu juga semakin meneguhkan bahwa tersebarnya Islam bukan dikarenakan sosok pribadi Muhammad an sich, tapi lebih dikarenakan ajaran Islam yang merupakan kebutuhan bagi masyarakat tersebut. Ini semakin dibuktikan dengan adanya perubahan yang dilakukan Islam bagi masyarakat Arab pada waktu itu. Kita tidak akan bisa memahami keberhasilan da'wah Islam bila hanya dipahami secara parsial. Stoddard memandang Islam secara obyektif dengan mengemukakan beberapa faktor penentu keberhasilan da'wah Muhammad. Ajaran Islam dikatakan oleh Rodwell sebagai suatu ajaran yang memiliki energi yang sangat luas, dalam dan luar biasa.
Gangguan Kesurupan dan Terapi Ruqyah: Penelitian Multi Kasus Pengobatan Alternatif Terapi Ruqyah di Kota Malang Arifin, Zainul; Zulkhair, Zulkhair
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 13, No 2 (2011): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/el.v0i0.1891

Abstract

The purpose of this research is aimed to describe forms of trance disorder, influencing factors, process of ruqyah therapy given to the subject and behavior changes after ruqyah therapy. The research used qualitative and multi-case study approaches. The informants in this study are therapy experts, clients and their family. The findings of this research are: a) the form trances symptoms on three patients are: Subject is having auditory hallucination, flat face expression, losing work capabilities, social withdrawal, self-exlcusion, disorganization, and using haloperidol drugs, b) the factor triggered by psychological problems such as introvert problems, impulsive, or domestic problems. The effect of the mentioned crisis is the fall of konasi level and the increase of aggression level. c). To treat the trance disorder happened, the trance practitioners used ruqyah method which includes three steps: firstly, pre-therapy which asses the patient’s feelings. Secondly, the process of therapy  used conventional and improvisational method. Post-therapy is giving ruqyah water or other concoction to the patient as an external protector. And d) behavioral subject changes on the post therapy. It also gives positive feeling on disorder happened to the patients. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk gangguan kesurupan, faktor yang mempengaruhi, proses terapi ruqyah yang diberikan pada penderita, dan menemukan bentuk perubahan perilaku pada subyek pasca terapi ruqyah. Desain penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian multi kasus. Informan dalam penelitian ini terdiri dari terapis, pasien, dan keluarga pasien. Temuan penelitian berupa: a) bentuk gangguan kesurupan pada subyek penelitian, yaitu: halusinasi auditorik, ekspresi wajah yang datar, hilangnya kemampuan kerja, munculnya perilaku penarikan diri dan larut dalam diri sendiri, disorganisasi, dan penggunaan obat haloperidol (antipsikotik), b) faktor yang mempengaruhi dilatarbelakangi problem psikologis, baik problem introvert, impulsif, maupun permasalahan dalam rumah tangganya. Efeknya adalah turunnya konasi dan tingginya agresi, c) proses ruqyah yang diberikan meliputi tiga tahap, yaitu: tahap pra terapi, berupa assesmen keluhan pasien, tahap proses terapi, penggunakan metode konvensional atau improvisasi, dan tahap pasca terapi, berupa pemberian air ruqyah atau ramuan lain sebagai pelindung eksternal, dan d) perubahan perilaku subyek pasca terapi adalah dapat mengindentifikasi, menghilangkan, dan melindungi diri dari hal yang dapat memicu kembalinya gangguan jin, dengan catatan faktor psikologis subyek dapat tertangani dengan baik.
Agama, Moral dan Etika: Perspektif Dialektika dan Implikasinya dalam Ekonomi Djakfar, Muhammad
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 8, No 1 (2006): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/el.v8i1.4611

Abstract

Religion, moral and ethics are institution which have the same learning wisdom value and justice. They undergo dialectic in daily life. Otherwise, dialectic result will never be meaningful without being connected with contextual problem, such as economy. This paper explores how the dialectic implication in economy activities is. There are 2 patterns of thinking. First, Al-Ghozali's pattern emphasizes on theology strength than reason, because it is based on Al- Qur'an and Hadist. This pattern is followed by Yusuf Qardhawi, Mustaq Ahmad and M. Quraish Shihab. Second, a pattern directed by E.Kant uses critical power and sharp analytical. This pattern is followed by Weber, Pratley and Rowland. For appearing the growth of epoch, both of the patterns need to be evolved in order to be more optimal in guiding further economy activities. However it is, economic progress needs knowledge and spiritual power. Agama, moral dan etika adalah institusi yang memiliki nilai kearifan dan keadilan pembelajaran yang sama. Mereka menjalani dialektika dalam kehidupan sehari-hari. Jika tidak, hasil dialektika tidak akan pernah berarti tanpa berhubungan dengan masalah kontekstual, seperti ekonomi. Makalah ini membahas bagaimana implikasi dialektika dalam kegiatan ekonomi. Ada 2 pola pemikiran. Pertama, pola Al-Ghozali lebih menekankan pada kekuatan teologi daripada alasan, karena didasarkan pada Al-Qur'an dan Hadis. Pola ini diikuti oleh Yusuf Qardhawi, Mustaq Ahmad dan M. Quraish Shihab. Kedua, pola yang diarahkan oleh E.Kant menggunakan kekuatan kritis dan analisis yang tajam. Pola ini diikuti oleh Weber, Pratley dan Rowland. Untuk menampakkan pertumbuhan zaman, kedua pola tersebut perlu dikembangkan agar lebih optimal dalam membimbing kegiatan ekonomi lebih lanjut. Namun, kemajuan ekonomi membutuhkan pengetahuan dan kekuatan spiritual.
Religion and Malay-Dayak Identity Rivalry in West Kalimantan Yusriadi, Yusriadi; Ruslan, Ismail; Hasriyanti, Nunik; Mustolehudin, Mustolehudin; Shin, Chong
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 23, No 1 (2021): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/eh.v23i1.11449

Abstract

Ethnic rivalry triggers competition among individuals, certain actors, and groups. Often, the competition is due to political factors while religion becomes a structural legitimacy. This paper examined how the rivalry between Malay and Dayak in West Kalimantan affected certain groups’ identity. The data of this paper were obtained through a documentation study by reviewing publications and writings on the issue of rivalry and interviews with some figures in West Kalimantan. The result concluded that the rivalry between Malay and Dayak in West Kalimantan was tight due to political factors. The two equally dominant communities have long competed since the colonial period in West Kalimantan. Today's rivalry has taken place since Indonesia's reformation in 1998 and let both groups maintain their identity, and, in some cases, lead to unclear boundaries. They do not live as neighbors but brothers. However, religion remain an essential factor amid the situation and cause the rivalry stronger. Persaingan etnis memicu persaingan antar individu, aktor tertentu, dan melibatkan kelompok. Seringkali persaingan disebabkan oleh faktor politik, sedangkan agama menjadi legitimasi struktural. Makalah ini berupaya untuk melihat bagaimana persaingan antara Melayu dan Dayak di Kalimantan Barat berimplikasi pada identitas kelompok. Data untuk makalah ini diperoleh melalui studi dokumentasi dengan melihat publikasi dan tulisan tentang isu persaingan, serta wawancara dengan sejumlah tokoh di Kalimantan Barat. Kesimpulannya, persaingan antara Melayu dan Dayak di Kalimantan Barat sangat kuat karena faktor politik. Kedua komunitas yang sama-sama dominan ini telah bersaing sejak jaman penjajahan di Kalimantan Barat. Persaingan saat ini telah terjadi sejak reformasi Indonesia pada tahun 1998. Melalui kompetisi ini, masing-masing etnis Melayu dan Dayak mempertahankan identitasnya, dan dalam beberapa kasus menciptakan batasan yang kabur. Mereka ditempatkan sebagai tetangga, tetapi sebagai saudara. Namun, agama tetap menjadi faktor penting di tengah situasi ini, dan membuat persaingan keduanya semakin kuat.
Hypebeast Trend on Consumption Behavior in Islamic Point of View Parhan, Muhamad; Jenuri, Jenuri; Suwarma, Dina Mayadiana; Utari, Rini; Fitriah, Annisa Gilang; Damayanti, Rike
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 24, No 2 (2022): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/eh.v24i2.17881

Abstract

This study aims to define the effect of the hypebeast trend on adolescent consumptive behavior and how Islam views the issue. The hypebeast has developed in various circles, which causes consumptive behavior. Consumptive behavior affects the hypebeast trend and social actions of the community because it is related to people's habits in managing all the problems in their lives. This study applies qualitative methods with descriptive data types and a questionnaire for the data collection with the Likert scale. The questionnaire is intended for adolescents aged 17 to 22 years who are Muslim, both male and female. The results revealed that 67.6% of respondents agree that the hypebeast trend is a priority in buying goods. Based on the results, it is evident that today's teenagers tend to behave consumptively and follow the hypebeast trend. However, based on the Islamic point of view and associated with the Qur'an and Hadith, consumptive and excessive behavior is not justified and is prohibited by Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tren hypebeast terhadap perilaku konsumtif remaja dan bagaimana Islam memandang isu tersebut. Hypebeast telah berkembang di berbagai kalangan sehingga menimbulkan perilaku konsumtif. Perilaku konsumtif mempengaruhi trend hypebeast dan tindakan sosial masyarakat karena berkaitan dengan kebiasaan masyarakat dalam mengatur segala permasalahan dalam hidupnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis data deskriptif serta angket untuk pengumpulan data dengan skala Likert. Kuesioner ditujukan untuk remaja berusia 17 hingga 22 tahun yang beragama Islam, baik laki-laki maupun perempuan. Hasilnya terungkap bahwa 67,6% responden setuju bahwa tren hypebeast menjadi prioritas dalam membeli barang. Berdasarkan hasil penelitian terlihat bahwa remaja saat ini cenderung berperilaku konsumtif dan mengikuti trend hypebeast. Namun, berdasarkan pandangan Islam dan dikaitkan dengan Al-Qur'an dan Hadits, perilaku konsumtif dan berlebihan tidak dibenarkan dan dilarang dalam Islam.
Implementasi Pembelajaran Bahasa Jawa (Materi Tembang Dolanan) Berbasis Pendidikan Karakter Religius dalam Kurikulum 2013 Veronika, Prima; Setiawan, Budhi; Wardani, Nugraheni Eko
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 19, No 1 (2017): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/el.v19i1.3929

Abstract

The aim of this study is to determine the implementation of Javanese language learning (through dolanan song) based on religious character building in curriculum 2013. It employs qualitative research design with a single case study approach. The results showed that the learning of Javanese language (on dolanan song) can establish religious character building through a scientific approach. Its implementation may involve learning models such as role play, discovery learning and problem based learning. The steps of learning based on scientific approach include activities to observe, ask, gather information, associates, try and communicate. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pembelajaran Bahasa Jawa (materi tembang dolanan) berbasis pendidikan karakter religius dalam kurikulum 2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus tunggal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Jawa (materi tembang dolanan) dapat menanamkan pendidikan karakter religius melalui pendekatan saintifik. Implementasinya dapat menggunakan model pembelajaran Role Playing, Discovery Learning dan Problem Based Learning. Adapun langkah-langkah pembelajaran berbasis pendekatan saintifik meliputi kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, mencoba, dan mengomunikasikan.
Islamic Education Values of Barikan: Javanese Cultural Rituals as A Practice of Islam Nusantara Saefudin, Ahmad; Pangestuti, Deliavega Nanda; Andriyani, Santi
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 22, No 2 (2020): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/eh.v22i2.10217

Abstract

Religion and culture are two important elements in society that influence each other. Even though both have their respective fundamental values, Islam as a religion with tradition as culture in Nusantara can acculturate and come into direct contact in harmony. The Barikan tradition showed that there is a fairly close relationship between religion and local culture. The tradition, which initially aims to pray for ancestral spirits, has since been considered an obligation by the people of Manyargading Village. Through this tradition, they believe that they will get blessings, peace, security, and get an abundant fortune. The Barikan tradition is a representation of Javanese culture that stores the values of Islamic education. They are the values of faith, worship, community, local Islamic history, morals, and da'wah. Agama dan budaya merupakan dua unsur penting dalam masyarakat yang saling mempengaruhi. Walaupun memiliki nilai fundamental masing-masing, Islam sebagai agama dengan tradisi sebagai budaya di Nusantara, mampu berakulturasi dan bersentuhan secara langsung dengan harmonis. Tradisi Barikan menunjukkan adanya perkawinan antara agama dengan budaya lokal yang cukup erat. Tradisi yang awalnya bertujuan untuk mendoakan arwah leluhur, pada perkembangan selanjutnya sudah dianggap sebagai kewajiban oleh masyarakat Desa Manyargading. Melalui tradisi ini, mereka percaya akan mendapatkan keberkahan, ketenteraman, keamanan, dan memperoleh rejeki yang melimpah. Tradisi Barikan menjadi salah satu representasi budaya Jawa yang menyimpan nilai-nilai pendidikan Islam. Di antaranya ialah nilai aqidah, ibadah, kemasyarakatan, sejarah Islam lokal, moral, dan dakwah.

Filter by Year

1999 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 2 (2025): EL HARAKAH Vol 27, No 1 (2025): EL HARAKAH Vol 26, No 2 (2024): EL HARAKAH Vol 26, No 1 (2024): EL HARAKAH Vol 25, No 2 (2023): EL HARAKAH Vol 25, No 1 (2023): EL HARAKAH Vol 24, No 2 (2022): EL HARAKAH Vol 24, No 1 (2022): EL HARAKAH Vol 23, No 2 (2021): EL HARAKAH Vol 23, No 1 (2021): EL HARAKAH Vol 22, No 2 (2020): EL HARAKAH Vol 22, No 1 (2020): EL HARAKAH Vol 21, No 2 (2019): EL HARAKAH Vol 21, No 1 (2019): EL HARAKAH Vol 20, No 2 (2018): EL HARAKAH Vol 20, No 1 (2018): EL HARAKAH Vol 19, No 2 (2017): EL HARAKAH Vol 19, No 1 (2017): EL HARAKAH Vol 18, No 2 (2016): EL HARAKAH Vol 18, No 1 (2016): EL HARAKAH Vol 17, No 2 (2015): EL HARAKAH Vol 17, No 1 (2015): EL HARAKAH Vol 16, No 2 (2014): EL HARAKAH Vol 16, No 1 (2014): EL HARAKAH Vol 15, No 2 (2013): EL HARAKAH Vol 15, No 1 (2013): EL HARAKAH Vol 14, No 2 (2012): EL HARAKAH Vol 14, No 1 (2012): EL HARAKAH E-Harakah (Vol 14, No 2 Vol 13, No 2 (2011): EL HARAKAH Vol 13, No 1 (2011): EL HARAKAH el-Harakah (Vol 13, No 1 Vol 12, No 3 (2010): EL HARAKAH Vol 12, No 2 (2010): EL HARAKAH Vol 12, No 1 (2010): EL HARAKAH el-Harakah (Vol 12, No 3 el-Harakah (Vol 12, No 2 el-Harakah (Vol 12, No 1 Vol 11, No 3 (2009): EL HARAKAH Vol 11, No 2 (2009): EL HARAKAH Vol 11, No 1 (2009): EL HARAKAH el-Harakah (Vol 11, No 2 el-Harakah (Vol 11, No 1 Vol 10, No 3 (2008): EL HARAKAH Vol 10, No 2 (2008): EL HARAKAH Vol 10, No 1 (2008): EL HARAKAH Vol 9, No 3 (2007): EL HARAKAH Vol 9, No 2 (2007): EL HARAKAH Vol 9, No 1 (2007): EL HARAKAH Vol 8, No 3 (2006): EL HARAKAH Vol 8, No 2 (2006): EL HARAKAH Vol 8, No 1 (2006): EL HARAKAH Vol 7, No 1 (2005): EL HARAKAH Vol 6, No 2 (2004): EL HARAKAH Vol 5, No 2 (2003): EL HARAKAH Vol 5, No 1 (2003): EL HARAKAH Vol 4, No 3 (2002): EL HARAKAH Vol 4, No 2 (2002): EL HARAKAH Vol 3, No 1 (2001): EL HARAKAH Vol 2, No 2 (2000): EL HARAKAH Vol 2, No 1 (2000): EL HARAKAH Vol 1, No 3 (1999): EL HARAKAH More Issue