cover
Contact Name
Dr. Istiadah, MA
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
egalita@uin-malang.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
EGALITA
ISSN : 19073641     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
EGALITA merupakan Jurnal Kesetaraan dan Keadilan Gender yang menyajikan sejumlah hasil penelitian, pemahaman dan perenungan mendalam tentang problematika gender, baik dalam bangunan intelektual maupun konstruksi sosial yang ada pada masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 193 Documents
FILOSOFI WANITA: SEBUAH INSPIRASI DARI SURAT AN NISA Isti’anah Abubakar
EGALITA Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Pusat Studi Gender UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (996.132 KB) | DOI: 10.18860/egalita.v13i1.8077

Abstract

Tema wanita selalu menarik untuk diperbincangkan untuk memberikan arah perbincangan atau tema yang bermakna, maka Al Qur’an telah memberikan pedoman kongkritnya. Setidaknya ada 5 surat yang menjadikan wanita sebagai tema pokonya, yaitu QS An Nisa surat keempat, Maryam surat ke sembilan belas, Al Mujadilah surat kelima puluh delapan, QS Al Mumtahanah surat keenam puluh dan At Thalaq surat keenam puluh lima. Dengan menjadikan QS An Nisa sebagai pijakan kajian, diharapkan mampu memberikan penguatan, guide line terhadap gerak langkah wanita masa kini untuk dapat selalu dalam koridor Illahi Rabb. Wanita sebagai makhluk istimewa tidak harus memposisikan diri sebagai sosok yang harus dipahami tapi juga sosok yang mampu memahami. Surat An Nisa dapat dijadikan pijakn untuk melakukan kedua hal tersebut. Relasi yang seimbang ini hanya akan bisa dilakukan selama pengkajian terhadap ajaran abadi selalu dilakukan secara istiqamah. Perilaku inilah yang akan menghasilkan sawah dan produsen generasi emas yang sangat dibutuhkan negara dan bangsa.Kata Kunci: Filosofi, Surat An Nisa’, Wanita
PEMENUHAN HAK-HAK KORBAN TINDAK KEJAHATAN PERKOSAAN DALAM MEWUJUDKAN KEADILAN RESTORATIF (Studi Kasus Di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan Dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Malang) Erfaniah Zuhriah; Himma Aliyah
EGALITA Vol 12, No 2 (2017)
Publisher : Pusat Studi Gender UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.457 KB) | DOI: 10.18860/egalita.v12i2.7941

Abstract

Penelitian ini memfokuskan pada bagaimana proses pendampingan rehabilitasi korban perkosaan dan pemenuhan hak-hak korban dalam mewujudkan keadilan restoratif di pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak (P2TP2A). Penelitian dikatagorikan sebagai jenis penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini bahwa proses pendampingan rehabilitasi di P2TP2A, pertama penerimaan atau pengajuan laporan kekerasan seksual; kedua, Identifikasi dan Registrasi; ketiga, Assesmen (pemeriksaan); keempat, Pelayanan Rehabilitasi; dan kelima, Advokasi dan Pembelaan Hukum. Selanjutnya juga dilakukan Pembinaan Mental dan Spiritual, Pembinaan Sosial dan Psikologis, dan Pembinaan Keterampilan/kreatifitas terhadap korban perkosaan. Dalam mewujudkan keadilan restoratif, P2TP2A tidak hanya mangandalkan pendampingan hukum positif sebagai kemaslahatan pada korbaan perkosaan, akan tetapi secara khusus menitik beratkan pada pemulihan hak-hak korban perkosaan yang hilang dalam beberapa aspek. Pertama aspek pencegahan atau preventif; kedua aspek Litigasi; ketiga aspek terapi; dan keempat aspek rehabilitasi, sebagai usaha untuk memperoleh fungsi dan penyesuaian diri secara maksimal dalam kehidupannya dimasa mendatang. Kata Kunci: Keadilan Restoratif; Rehabilitasi; Tindak Kejahatan Perkosaan.
STRATEGI PEMBERDAYAAN ANAK MELALUI WADAH PARTISIPASI ANAK SEBAGAI UPAYA PEMAJUAN HAK ASASI MANUSIA Irma Sahvitri Lawado; Na’imah Na’imah
EGALITA Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Pusat Studi Gender UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.774 KB) | DOI: 10.18860/egalita.v13i1.8078

Abstract

Hak asasi manusia adalah tujuan dan sarana pembangunan. Hak untuk hidup, keamanan, kebebasan berekspresi dan kebebasan dari segala bentuk penindasan harus dihormati oleh siapa pun. Kasus-kasus sosial dan kriminal adalah sebagai dampak negatif dari perkembangan di era globalisasi yang menimpa anak-anak adalah salah satu gangguan dalam proses tumbuh kembang anak yang membutuhkan perhatian dalam bentuk pencegahan dan mitigasi untuk menyiapkan situasi dan kondisi dan lingkungan yang kondusif, untuk upaya pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal karena ia adalah warga negara yang memiliki kedudukan dan peluang yang sama untuk proses pengembangan, dan hasil perkembangan. Diperlukan upaya untuk menginternalisasi hak asasi manusia sebagai bentuk tindakan parsial atas hak-hak anak melalui pemberdayaan anak-anak di tempat-tempat partisipasi anak, yang diharapkan menjadi solusi yang menjembatani komunikasi yang lebih efektif dengan semua jalur terkait, sehingga promosi hak-hak anak sebagai perlindungan hak anak dapat terwujud. Karena dengan memberdayakan anak-anak itu akan memberi makna bahwa anak berpartisipasi dalam perkembangan.Kata kunci: Perlindungan hak anak, pemberdayaan anak, lembaga partisipasi anak 
PERAN KEMENTERIAN AGAMA KOTA MALANG DALAM MEMBINA KELUARGA MUALLAF Faridatus Syuhadak; M. Farkhanudin
EGALITA Vol 12, No 2 (2017)
Publisher : Pusat Studi Gender UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.644 KB) | DOI: 10.18860/egalita.v12i2.7942

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kondisi keluarga muallaf dibawah binaan kementerian agama kota malang, dan untuk medeskripsikan bagaimana model pembinaan keluarga muallaf oleh kementerian agama kota malang. Penelitian ini adalah penelitian empiris. Yang diolah secara kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data primer dalam penelitian ini diperoleh dari wawancara dengan keluarga muallaf di Kota Malang. Data sekundernya diperoleh dari wawancara dengan pembina dari Kementerian Agama Kota Malang dan diperkuat dengan beberapa literatur. Analisis data bersifat deskriptif yang menggambarkan keaadan keluarga muallaf dan model pembinaanya. Hasil dari penelitian ini yaitu, Pertama latar belakang masuk islam dari setiap keluarga muallaf dibawah binaan Kementerian Agama Kota Malang itu berbeda beda. banyak dari mereka yang masuk Islam sebab mengikuti agama suami dan panggilan hati. Akhirnya tekanan mental, dan ekonomi dari keluarga sebelumnya adalah keniscayaan bagi para muallaf. Hal ini menjadi problem lanjutan dalam membangun keluarga sakinah. Para keluarga muallaf sudah kuat secara aqidah, mereka sudah bisa sholat dan mengaji. Namun tidak di imbangi dengan ekonomi yang baik. Kedua, model pembinaan muallaf oleh kementerian agama kota malang sudah berjalan dengan baik dengan model ceramah dan penguatan aqidah, namun follow up nya terkait membangun keluarga sakinah dan penguatan ekonomi belum berjalan dengan baik. Kata kunci: Pembinaan; Keluarga Sakinah; Muallaf
PEMBERDAYAAN EKONOMI BERKELANJUTAN PEREMPUAN DESA ARGOSARI KECAMATAN JABUNG KABUPATEN MALANG MELALUI PENGEMBANGAN KELOMPOK USAHA MENJAHIT Sri Endah Tabiati; Eni Maharsi; Aris Siswanti
EGALITA Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Pusat Studi Gender UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.916 KB) | DOI: 10.18860/egalita.v13i1.8074

Abstract

Kegiatan Doktor Mengabdi ini ditujukan untuk secara riil memberdayakan ekonomi perempuan di desa Argosari Kecamatan Jabung Kabupaten Malang yang tergabung dalam Kelompok Usaha Menjahit Desa Argosari sebagai hasil kegiatan Doktor Mengabdi Tahun Pertama 2017. Tujuan khusus kegiatan Doktor Mengabdi 2018 ini adalah untuk memberikan pembekalan dan pelatihan keterampilan jahit aplikasi pada berbagai produk jahit sehingga memiliki nilai jual yang lebih baik. Tujuan kedua adalah membekali para perempuan dengan kemampuan pemasaran produk hasil usaha menjahit melalui platform microblogging sederhana yakni Instagram dan Facebook. Program pemberdayaan ekonomi perempuan ini merupakan upaya nyata menciptakan lapangan pekerjaan secara komunal bagi perempuan di desa Argosari Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. Dengan demikian meningkatkan kemandirian ekonomi dan peningkatan kesejahteraan melalui pemberdayaan perempuan di desa Argosari dapat tercapai dan terus berkelanjutan.Kata kunci: program pemberdayaan perempuan berkelanjutan, keterampilan menjahit aplikasi, keterampilan pemasaran produk usaha menjahit
KONSTRUKSI MASKULINITAS DALAM CERITA RAKYAT JAWA Arif Mashudi; Muhammad Edy Thoyib
EGALITA Vol 12, No 2 (2017)
Publisher : Pusat Studi Gender UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.584 KB) | DOI: 10.18860/egalita.v12i2.7938

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi maskulinitas yang ada di dalam cerita rakyat Jawa. Sumber data dalam penelitian ini berupa cerita-cerita rakyat Jawa yang ada di dalam dongeng ceritarakyat.com. Artikel ini merupakan kajian kritik sastra dengan menggunakan pedekatan metode kualitatif. Landasan teori dalam penelitian ini adalah multiple masculinities oleh R.W. Connell. Teori ini menjelaskan bahwa pola maskulinitas selalu berbeda-beda tergantung pada kebudayaan dan masanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya cerita-cerita rakyat Jawa menkonstruksi beberapa maskulinitas yang berbeda-beda. Hal ini menunjukkan bahwa maskulinitas merupakan hal yang sangat kompleks. Meskipun berasal dari akar kebudayaan yang sama, pola maskulinitas dalam cerita rakyat Jawa tersebut tdak homogeny dan sederhana.Kata Kunci: Konstruksi, cerita rakyat, maskulinitas, multiple masculinities.
ISTRI SEBAGAI PENCARI NAFKAH UTAMA PERSPEKTIF URF DAN AKULTURASI BUDAYA REDFIELD Ahmad Agung Kurniansyah
EGALITA Vol 14, No 1 (2019)
Publisher : Pusat Studi Gender UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.667 KB) | DOI: 10.18860/egalita.v14i1.8360

Abstract

Fenomena ini umumnya terjadi pada umat Hindu Sudra-kasta. Kebanyakan orang di desa Tegalinggah adalah kasta Sudra. Kedatangan Islam di Desa Tegalinggah, Mundukkunci, RW Sani Sari dimulai dengan kedatangan Muslim Bugis yang bermigrasi dan tinggal di Bali. Dalam kehidupan sehari-hari mereka, orang Bugis dibimbing oleh ajaran Islam. Karena ada kontak langsung antara budaya Islam dan budaya lokal melalui transaksi perdagangan, pernikahan dan lainnya, sehingga ada akulturasi antara kedua budaya tersebut. Fenomena ini menyebabkan istri menjalankan nafkah utama sebagai pasangan Muslim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang munculnya istri sebagai pencari nafkah utama di Mundukkunci, RW Sani Sari, Singaraja Bali juga untuk mengetahui status istri sebagai pencari nafkah utama dalam perspektif akulturasi budaya oleh Redfield. Ini adalah penelitian lapangan dalam bentuk studi kasus. Data yang digunakan adalah data primer yang peneliti peroleh dari wawancara dan dokumentasi, kemudian data dianalisis menggunakan teori akulturasi budaya Redfield, untuk mengecek keabsahan data peneliti menggunakan metode triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. ada tiga faktor yang menjadi latar belakang munculnya fenomena istri sebagai pencari nafkah utama di RW Sani Sari, Desa Mundukkunci, Kabupaten Singaraja, dan Provinsi Bali. pertama, faktor ketidakmampuan suami untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Kedua, karena kurangnya pendapatan suami dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga. Ketiga, karena faktor tradisi. 2. Dalam hal Urf, fenomena istri sebagai pencari nafkah utama dibagi dua. Pertama, Urf Shohih. Kedua, Urf Fasid. Ada tiga bentuk akulturasi budaya dalam penelitian ini. Pertama: asal mula, asal mula dapat dilihat dalam hak-hak warisan yang diperoleh oleh wanita Hindu ketika mereka masuk Islam sebagai implikasi dari hak kolektif antara suami dan istri. Kedua, sinkretisme dapat dilihat dari kolaborasi dan tanggung jawab bersama antara suami dan istri untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Ketiga, penolakan dalam kasus ini terjadi ketika istri sebagai pencari nafkah utama diganti dengan istri sebagai asisten suami atau bekerja sama dengan suaminya dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga.Kata Kunci: Akulturasi Budaya, Istri, Pencari Nafkah Utama
BOLEHKAH JENIS KELAMIN DALAM FORMULIR DONOR? Tomy Michael
EGALITA Vol 14, No 1 (2019)
Publisher : Pusat Studi Gender UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.989 KB) | DOI: 10.18860/egalita.v14i1.8361

Abstract

Secara khusus, penelitian ini akan membahas jenis kelamin dalam formulir donor di Unit Transfusi Darah Kota Surabaya (UTDKS) karena dalam formulir ini mencantumkan jenis kelamin pada saat melakukan donor. Sebelum memasuki alur jenis kelamin maka keadilan hukum harus dipahami sejak awal untuk mempermudah telaah penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan menggunakan bahan hukum primer dan sekunder. Rumusan jenis kelamin dalam formulir donor UTDKS adalah tepat secara hukum karena peraturan perundang-undangan memberikan perintah demikian. Jenis kelamin yang kemudian diikuti dengan pilihan laki-laki atau perempuan ini cenderung pada pengecekan data kesehatan bagi pendono yang akan baru atau telah melakukannya.Kata Kunci: Donor, Formulir, Jenis Kelamin
PERTIMBANGAN HAKIM DALAM PENJATUHAN PIDANA KEPADA ANAK YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA (Studi Putusan Pengadilan Negeri Stabat No. 10/Pid.Sus Anak/2015/PN.Stb) Achmad Ratomi; Khairunnisa Khairunnisa
EGALITA Vol 14, No 1 (2019)
Publisher : Pusat Studi Gender UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.173 KB) | DOI: 10.18860/egalita.v14i1.8362

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis dasar hukum yang diterapkan oleh Majelis Hakim dan jenis pidana yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim dalam Putusan Pengadilan Negeri Stabat No. 10/Pid.Sus Anak/2015/PN.Stb telah tepat. Dari penelitian tersebut diperoleh hasil di dalam dakwaan yang kedua Jaksa Penuntut Umum mendakwa dengan Pasal 114 ayat (2) UU Narkotika, sementara Majelis Hakim di dalam pertimbangannya menguraikan tentang unsur-unsur tindak pidana yang terdapat di dalam Pasal 112 ayat (1) UU Narkotika, yaitu dalam bentuk memiliki tanpa izin. Padahal di dalam amar putusannya Majelis Hakim menyatakan bahwa terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan menjadi perantara dalam jual beli. Dan terdapat ketidaksesuaian yaitu pada pertimbangnnya Majelis Hakim menilai bahwa pidana yang tepat untuk dijatuhkan adalah pidana pengawasan sebagaimana diatur di dalam Pasal 71 ayat (1) huruf b angka 3 dan Pasal  77 ayat (2) UU No. 11 Tahun 2012, sementara di dalam amar putusannya Majelis Hakim menjatuhkan pidana penjara dan denda. Penjatuhan pidana denda itu bertentangan dengan Pasal 71 ayat (3) UU No. 11 Tahun 2012.Kata Kunci: Narkotika, Pertimbangan Hakim, Pidana Anak
PEREMPUAN DALAM NOVEL KHADIJAH: KETIKA RAHASIA MIM TESINGKAP KARYA SIBEL ERASLAN (ANALISIS GENDER DAN AGENSI PEREMPUAN) Eka Francisca Fitri Agustin; Endrika Widdia Putri
EGALITA Vol 14, No 1 (2019)
Publisher : Pusat Studi Gender UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.321 KB) | DOI: 10.18860/egalita.v14i1.8363

Abstract

Artikel ini menjelaskan tentang kontruksi gender yang terdapat dalam novel Khadijah: Ketika Rahasia Mim Tersingkap karya Sibel Eraslan. Di dalam novel tersebut digambarkan tentang kontruksi gender pada zaman Jahiliyyah yang melekat dan memberatkan wanita. Berkebalikan dengan laki-laki, wanita dalam novel tersebut digambarkan sebagai sosok yang terdiskriminasi. Namun, dalam keadaan tersebut Khadijah hadir sebagai sosok agen perubahan yang memberikan warna baru dan kehidupan yang lebih baik serta berkebasan bagi wanita. Maka, secara lebih spesifik artikel ini akan menjelaskan bagaimana bentuk diskriminasi terhadap wanita yang digambarkan dalam novel tersebut, dan apa akar permasalahannya, serta bagaimana Khadijah sebagai agensi perempuan yang digambarkan dalam novel tersebut, yang dianalisis menggunakan perspektif gender dan teori agensi perempuan. Adapun hasil dari artikel ini yaitu terdapat 4 (empat) diskriminasi terhadap wanita: pertama, laki-laki superior wanita inferior: bentuk diskriminasi gender ‘subordinasi’ dan akar permasalahannya ‘sistem kelas’. Kedua, perempuan budak: bentuk diskriminasi ‘gender kekerasan’ dan akar permasalahannya ‘kultur budaya dan ideology patriakal’. Ketiga dan keempat, kebebasan berpendapat hanya milik laki-laki dan perempuan lemah laki-laki kuat: bentuk diskriminasi gender ‘stereotipe’ dan akar permasalahannya ‘budaya dan ideologi patriakal’. Adapun Khadijah sebagai agent of change– Khadijah hadir sebagai perempuan yang berpikiran maju dan memposisikan diri sebagai perempuan yang berkedudukan tinggi di masyarakat sehingga perlahan-lahan ia mampu mematahkan ideologi patriakal yang berkembang.Kata Kunci: Agensi Perempuan, Kontruksi Gender, Novel Khadijah: Ketika Rahasia Mim Tersingkap, Perspekstif Gender