cover
Contact Name
Dr. Istiadah, MA
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
egalita@uin-malang.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
EGALITA
ISSN : 19073641     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
EGALITA merupakan Jurnal Kesetaraan dan Keadilan Gender yang menyajikan sejumlah hasil penelitian, pemahaman dan perenungan mendalam tentang problematika gender, baik dalam bangunan intelektual maupun konstruksi sosial yang ada pada masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 193 Documents
PERAN ORGANISASI SOSIAL PREMAN SUPER DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI MALANG RAYA Idham Nourgama Akbar; Dwi Sulistiani
EGALITA Vol 14, No 1 (2019)
Publisher : Pusat Studi Gender UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.24 KB) | DOI: 10.18860/egalita.v14i1.8359

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui peran organisasi sosial preman super dalam pemberdayaan perempuan di Malang Raya. Di tahun 2010 muncul sebuah inisiasi dari perkumpulan ibu-ibu tersebut untuk membentuk suatu organisasi, tetapi hal tersebut masih menjadi wacana semata dan akhirnya pada tahun 2013 tercetuslah sebuah organisasi sosial yang bernama Preman Super (Perempuan Mandiri Sumber Perubahan) yang didirikan di Kota Malang. Seiring berjalannya waktu Preman Super tidak hanya beroperasi di kota Malang tapi juga di Kabupaten Malang dan Kota Batu. Peran organisasi Preman Super bagi Pemberdayaan Perempuan sebenarnya sudah berjalan dengan baik, karena tujuan berdirinya organisasi Preman Super adalah sebagai pengentas kemiskinan dan pemberdayaan perempuan melalui program yang dijalankannya. Disisi lain organisasi Preman Super telah banyak menjadikan perempuan-perempuan menjadi lebih baik dan memiliki daya saing setelah mereka bergabung dengan organisasi ini. Jadi jelas, peran yang diberikan organisasi Preman Super amatlah penting bagi kehidupan masyarakat khususnya perempuan di Malang Raya.Kata kunci: Malang Raya, Organisasi Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Preman Super
PENGUATAN KAPASITAS PSIKOLOGIS PENDAMPING PASANGAN MUDA DALAM MEMBENTUK KAMPUNG SAKINAH DI KELURAHAN TUNJUNGSEKAR, LOWOKWARU, KOTA MALANG Istiadah Istiadah; Muallifah Muallifah; Fina Hidayati
EGALITA Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Pusat Studi Gender UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.37 KB) | DOI: 10.18860/egalita.v14i2.9101

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas psikologis pendamping/konselor pasangan muda dalam membentuk keluarga Sakinah di Kelurahan Tunjungsekar. Melalui pengabdian ini pelatihan peningkatan kapasitas psikologis juga mampu menurunkan angka perceraian di kelurahan Tunjungsekar. Subjek pendampingan dalam pengabdian ini para konselor/pendamping pasangan muda, stakeholder kelurahan yang mampu medampingi dan mebimbing masyarakat secara langsung. Kegiatan pengabdian dilaksankan melalui empat tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi serta follow up lanjutan.  Persiapan dilakukan dengan need assessment melalui IGD (Intensive Group Discussion) dan observasi untuk mengetahui kondisi keluarga di Kelurahan Tunjungsekar. Pelaksanaan dilakukan dengan pelatihan kepada para pendamping/konselor tentang kapasitas psikologis yang harus dimiliki dilanjutkan dengan diskusi, praktek teori, pembentukan struktur pengurus pendamping/konselor. Sementara kegiatan evaluasi dan rencana tindak lanjut kegiatan dilakukan untuk melihat tingkat pemahaman peserta pada materi dan melihat keberhasilan program pendampingan yang dilakukan oleh para pendamping/konselor. Hasil kegiatan pelatihan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan kapasitas psikologis yang dimiliki oleh para pendamping dan terlaksananya proses pendampingan kepada keluarga pasangan muda di kelurahan Tunjungsekar dengan optimal.Kata Kunci: Kapasitas Psikologis, Keluarga Sakinah, Konselor
HUBUNGAN KETIDAKPUASAN TUBUH DENGAN PENERIMAAN DIRI PADA PEREMPUAN USIA DEWASA AWAL (18 – 25 TAHUN) DI KOTA MALANG Ani Latifatul Khoiriyah; Aprilia Mega Rosdiana
EGALITA Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Pusat Studi Gender UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.164 KB) | DOI: 10.18860/egalita.v14i2.9102

Abstract

Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui hubungan antara ketidakpuasan tubuh dengan penerimaan diri pada perempuan usia dewasa awal (18 – 25 tahun). Penerimaan diri merupakan keadaan dimana individu memiliki sikap positif terhadap dirinya dan mampu menerima dirinya dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Orang yang tidak mampu bersikap positif terhadap dirinya berarti kurang mampu menerima kekurangan yang ada pada dirinya sehingga merasa kurang puas terhadap dirinya. Ketidakpuasan terhadap tubuh atau Body Dissatisfaction merupakan salah satu permasalahan yang sering dialami oleh perempuan masa kini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik pengambilan data sampling insidential. Subjek dalam penelitian ini merupakan perempuan usia dewasa awal (18 – 25 tahun) di Kota Malang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa mayoritas perempuan usia dewasa awal (18 – 25 tahun) memilik Ketidakpuasan Tubuh dan Penerimaan Diri yang sama tinggi, hal ini terbukti bahwa keduanya memiliki hubungan yang positif, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,226 r tabel 0,202.Kata Kunci: Ketidakpuasan Tubuh, Penerimaan Diri, Perempuan Usia                       Dewasa Awal (18 – 25 tahun)
DINAMIKA PSIKOLOGIS PERILAKU SEKS PRANIKAH MAHASISWA PELAKU SADOMASOCHISM Kholidiyah Fadlilah; Iin Tri Rahayu
EGALITA Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Pusat Studi Gender UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.176 KB) | DOI: 10.18860/egalita.v14i2.9103

Abstract

Dinamika psikologis perilaku seks pranikah mahasiswa pelaku sadomasochism adalah dinamika yang menyebabkan subyek terbiasa melakukan seks pranikah, serta dinamika psikologi yang terjadi dan dialami subyek dalam melakukan sadomasochism. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Adapun subyek penelitian ini adalah subyek yang melakukan hubungan seks pranikah dan memiliki kecenderungan terhadap perilaku Sadomasochism. Penelitian ini menggunakan metode pengambilan data dengan wawancara mendalam dan observasi.Hasil analisis penelitian dapat disimpulkan bahwa triadic reciprocal causation berawal dari lingkungan awal yang diberikan oleh pacar untuk melakukan hubungan seksual membentuk pribadi yang lain melalui proses berfikir merasakan kenikmatan dan munculnya need afiliasi dalam diri subyek dan kemudian menghasilkan perilaku dengan mengikuti dan menerima perlakuan dari pacarnya untuk melakukan hubungan seksual pra nikah. Proses kognisi yang kemudian berlanjut pada agensi manusia, dimana subyek merasa puas dalam melakukan hubungan seksual, menikmati rasa sakit saat melakukan hubungan seksual karena adanya menyakiti dan disakiti dalam melakukan hubungan seksual serta kecanduan dengan hubungan seksual yang dilakukannya meski subyek mengalami ketakutan terhadap orang tua, teman, takut hamil merupakan bentuk traumatik dari masa lalu. Juga hilangnya sosok figur kakak yang menjadi penyebab utama terjadinya perilaku menyimpang yang telah dilakukan oleh subyek. Dari kesemua perilakunya kemudian subyek meregulasi diri dengan adanya keinginan untuk bertaubat dan usaha untuk menggunakan pakaian serba panjang untuk menutup aurat.Kata Kunci: Agensi Manusia, Kepuasan, Kecanduan, Ketakutan, Kognisi, Need Afiliasi, Perilaku Seks, Pranikah, Regulasi Diri, Sadomasochism, Studi Kasus, Triadic Reciprocal Causation
NAFKAH REKREASI SEBAGAI PENUNJANG KEHARMONISAN KELUARGA PERSPEKTIF DOSEN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG Faridatus Suhadak; Ibnu Hambal Puri Setiawan
EGALITA Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Pusat Studi Gender UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.765 KB) | DOI: 10.18860/egalita.v14i2.9098

Abstract

Artikel ini membahas tentang tanggung jawab seorang suami untuk mencukupi kebutuhan keluarga yang muncul akibat perkawinan yaitu nafkah. Nafkah memiliki dua kategori, pertama nafkah lahir dan yang kedua nafkah batin, sifat nafkah ada yang wajib dan sunnah. Rekreasi adalah menciptakan kembali hal yang baru dengan tujuan untuk memperoleh kenyamanan dan ketenangan. Dalam berkeluarga di era modern ini mulai muncul kebutuhan-kebutuhan baru yang dibutuhkan oleh keluarga misalnya adalah rekreasi. Melalui pemikiran kontemporer, apakah rekreasi dapat dikategorikan nafkah? dan apakah rekreasi dapat dikategorikan sebagai nafkah yang dapat menunjang keharmonisna keluarga?. Artikel ini hasil dari penelitian yuridis emperis, dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara. Pengolahan data dilakukan dengan tahap pemeriksaan data, klasifikasi, verifikasi, analisis, dan kesimpulan. Hasil pembahasan artikel ini menunjukan bahwa seluruh informan menyatakan terdapat hubungan antara nafkah dengan rekreasi, sehingga rekreasi dapat dikatakan salah satu kategori nafkah yang menjadi kebutuhan keluarga. Dengan melihat fungsi keluarga, nafkah rekreasi telah memenuhi empat dari tujuh fungsi keluarga, diantaranya fungsi edukatif, fungsi religius, fungsi sosialisasi, fungsi rekreatif, sehingga nafkah rekreasi yang diberikan pemenuhannya oleh suami dapat menunjang keharmonisan keluarga.Kata Kunci: Nafkah, Keluarga, Keharmonisan Keluarga, Rekreasi
PELATIHAN PENULISAN CERITA PENDEK BERKEADILAN GENDER DI MADRASAH ALIYAH AL HIDAYAH KECAMATAN WAJAK KABUPATEN MALANG Galuh Nur Rohmah; Laily Fitriani; Vita Nur Santi
EGALITA Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Pusat Studi Gender UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.67 KB) | DOI: 10.18860/egalita.v10i1.8940

Abstract

Dewasa ini beberapa ahli dan praktisi pendidikan juga telah memberikan gagasan tentang peran karya sastra dalam pendidikan karakter anak. Tak dipungkiri lagi bahwa karya sastra memilki peran penting dalam dunia pendidikan.  Cerita pendek sebagai salah satu bentuk karya sastra dalam wilayah kepenulisan kreatif bisa dijadikan media bagi pembelajaran keadilan dan kesetaraan gender di kalangan remaja dan juga anak-anak. Remaja saat ini sudah mengenal bacaan-bacaan fiksi berupa cerita pendek, cerita bersambung, novel bahkan cerita bergambar atau komik. Sementara itu, tidak dipungkiri bahwa sebuah karya, sebuah cerita khususnya, tidak lepas dari latar belakang penulisnya.    Penelitian ini mengambil lokasi di Madrasah Aliyah Al Hidayah Desa Wajak, Kecamatan Wajak,  Kabupaten Malang sebagai lokusnya. Dan hasil dari penelitian ini adalahterjadi perubahan pada siswa setelah dilakukan pendampingan; 1) siswa memiliki pengetahuan dan informasi tentang gender dan aspek-aspeknya, 2) perubahan pola pikir untuk memperlakukan secara adil dan setara antara laki-laki dan perempuan baik itu di rumah, di sekolah, dan di lingkungan sekitar, dan 3) siswa mampu meletakkan isu keadilan gender dalam cerita pendeknya.Kata Kunci: cerita pendek, berkeadilan gender, pendidikan
DEMOKRATISASI RUMAH TANGGA: DARI SUBYEK MENUJU SIFAT KEPEMIMPINAN Atun Wardatun; Abdul Wahid
EGALITA Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Pusat Studi Gender UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.482 KB) | DOI: 10.18860/egalita.v14i2.9100

Abstract

Artikel ini bersumber dari penelitian kepustakaan dengan menggunakan pendekatan kronologis dan tematik yaitu melihat perkembangan pemikiran para penafsir klasik dan kontemporer terhadap pemaknaan kata qawwam sebagai pemimpin. Tujuan artikel ini adalah membaca ulang tentang demarkasi publik dan domestik berdasarkan gender. Penulis berargumen bahwa problem pemaknaan kepemimpinan rumah tangga harus bergerak dari  topik “subyek”, di mana selama ini kajian dan diskusi berkutat, menuju “sifat” kepemimpinan. Memperebutkan siapa yang harus menjadi pemimpin keluarga antara suami atau istri sesungguhnya semakin mempertajam demarkasi publik dan domestik. Idealnya, karakteristik kepemimpinan harus menjadi dasar utama sehingga baik laki-laki ataupun perempuan bisa saja memegang posisi itu jika syarat-syarat dan ketentuan terpenuhi oleh masing-masing mereka. Pemimpin keluarga dengan demikian terumuskan atas dasar pertimbangan "apa yang harus dilakukan" bukan "siapa melakukan apa" demi terciptanya apa yang dinamakan dengan demokratisasi keluarga.Kata Kunci: Domestik, Gender, Ibu Rumah Tangga, Kepemimpinan Keluarga, Kesalingan, Public, Sifat Kepemimpinan 
POLIGAMI SIRRI DAN DAMPAKYA TERHADAP MENTAL ISTRI DAN ANAK PERSEPEKTIF SIGMUND FREUD Noer Azizah
EGALITA Vol 15, No 1 (2020): June
Publisher : Pusat Studi Gender UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/egalita.v15i1.10177

Abstract

Pernikahan merupakan jalan terbaik untuk memenuhi tabiat manusiawi, menyalurkan hasrat, melampisakan gairah sesksualnya, dan melahirkan keturunan. Maka dari itu, pernikahan haruslah sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Undang-undang perkawinan, supaya mendapat kepastian dan perlindungan hukum. Saat ini, kecenderungan yang terjadi pernikahan yang dilakukan dengan cara sirri, biasanya kecenderungan ini terjadi pada saat pernikahan seorang pria yang akan dilakukan kedua kalinya atau lebih.  Artikel disini mengkaji tentang poligami nikah sirri dan dampaknya terhadap mental istri dengan perespektif Sigmud Freud. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana analisa pemikiran Sigmund Freud terhadap mental istri dan anak akibat dampak dari poligami sirri. Metodelogi penelitian yang dipakai ialah dengan metodelogi penelitian kualitatif, teknis analisa data ialah teknik deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh bersumber dari buku, literatur kepustakaan, serta diperkuat dari penelitian lapangan yang bersumber dari wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa poligami sirri berdampak pada beban psikis, yakni akan adanya rasa malu, minder, anak tersebut merasa kurang percaya diri, rusaknya pergaulan anak dan jika dibiarkan dalam jangka panjang akan berdampak terhadap ketidak sehatan mental seseorang. Namun ketika dikaitkan dengan aliran Sigmund Freud tidak semua orang yang seperti itu dianggap lemah mental, karena ketika dikaitkan menurut pendapatnya orang yang bisa mengatasi tekanan dan kecemasan berarti orang tersebut mentalnya masih dianggap baik.          
PENTINGNYA PENDIDIKAN BAGI ANAK KORBAN PEMERKOSAAN Riza Gineung Adi Anggara; Kevin Sianturi; Debora Wibi Florency; Tomy Michael
EGALITA Vol 15, No 1 (2020): June
Publisher : Pusat Studi Gender UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/egalita.v15i1.10178

Abstract

Tujuan penelitian ialah memperluas suatu wawasan hukum bahwasannya anak korban dari kekerasan seksual adalah korban dan harus dillindungi, bukan untuk didiskrimansi. Dengan menggunakan metode empiris yang dikonsepkan sebagai suatu gejala, sejauh mana menjalankan tugas, pokok , dan fungsinya  dalam pelaksanaannya  atau  kenyataan  pada  lembaga pendidikan. Pada penelitian ini, peneliti menawarkan pembaruan dalam sistem pendidikan ini, yaitu dengan ditambahnya mata pelajaran sex education pada sekolah dasar hingga menengah atau kejurusan sehingga anak seusia dini dapat memahami atau mengerti fungsi dan makna dari suatu organ-organ vital, sehingga tindakan pelecehan sejak dini dapat dicegah. Dalam masa sekarang ini berbagai bentuk kejahatan sangat merebak, mulai dari kejahatan seksual dan sebagainya. Kejahatan seksual ini tidak hanyanya dialami wanita dewasa saja, tetapi anak-anak pun juga menjadi korban. Korban yang masih anak-anak ini yang dikawatirkan karena dapat merusak masa depannya. Faktornya pun bermacam-macam, mulai dari faktor fisik seperti penampilan wanita yang terbuka hingga karena faktor teknologi yang mudah sekali untuk mengakses konten porno.
MEMAKNAI KEMBALI KONSEP NUSYUZ DALAM KOMPILASI HUKUM ISLAM PERSPEKTIF GENDER & MAQASHID SYARIAH JASSER AUDA Muhammad Habib Adi Putra; Umi Sumbulah
EGALITA Vol 15, No 1 (2020): June
Publisher : Pusat Studi Gender UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/egalita.v15i1.10179

Abstract

Sebagian ulama kontemporer memandang bahwa konsep nusyuz dalam pasal 84 Kompilasi Hukum Islam (KHI) bersifat diskriminatif terhadap perempuan. Dalam pasal tersebut setidaknya hak dan kewajiban banyak dilimpahkan terhadap perempuan. Jika istri tidak dapat menjalankan kewajiban, maka berlaku hukum nusyuz, namun tidak berlaku sebaliknya bagi suami. Dalam konteks ini maka terdapat ambivalensi, ambiguity, dan ketidakadilan suatu hukum. Karena itu, tulisan ini mendiskusikan  kembali makna nusyuz dalam KHI perspektif gender dan relevansinya dalam perkembangan hukum Islam di Indonesia. Penelitian pustaka dengan pendekatan historis dn analisis gender ini menunjukkan: pertama, relevansi konsep nusyuz dalam fikih dan KHI terletak pada implikasi hukum yang tersirat dari pemahaman pada substansi tekstualitas; kedua, pemaknaan kembali konsep nusyuz melalui pendekatan sistem maqashid al-syariah Jasser Auda bahwa dalam rangka melindungi dan mengembangkan hak asasi perempuan adalah dengan menambahkan konsep nusyuz suami pada pasal 84 KHI. Dengan demikian, prinsip kesetaraan dan keadilan menjadi aspek penting dalam memaknai kembali konsep nusyuz, yang bisa saja dilakukan baik oleh isteri maupun suami.