cover
Contact Name
Ike Widyastuti
Contact Email
yazfara_k2@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
yazfara_k2@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Transmisi
ISSN : 02163233     EISSN : 25802283     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal TRANSMISI dipublikasikan oleh Jurusan Teknik Mesin Universitas Merdeka Malang sebagai media diseminasi hasil penelitian dan karya ilmiah baik penelitian dasar maupun terapan di bidang teknik mesin. Berkala ilmiah ini memuat naskah dengan bidang kompetensi konversi energi, material (metalurgi), produksi dan manufaktur baik merupakan penelitian dasar ataupun rekayasa alat terapan.
Arjuna Subject : -
Articles 254 Documents
PENGARUH PICH RATIO TERHADAP KARAKTERISTIK GETARAN PADA ALIRAN FLUIDA YANG MENGALAMI SELF EXCITED VIBRATIONS Sufiyanto Sufiyanto
TRANSMISI Vol 6, No 2 (2010): Edisi September 2010
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v6i2.4541

Abstract

Mekanisme terjadinya self excited vibrations diawali dengan adanya perubahan arah aliran fluida didalamselang (flexible pipe) saat melewati daerah jepitan (pinch area). Perubahan penampang selang akanmempengaruhi arah vektor aliran yang menyebabkan aliran fluida tidak stabil (unstable). Selain itu fluidamempunyai energi yang diperoleh dari pompa terdiri dari energi tekanan dan kecepatan sesuai dengan hukumBernoulli. Pada saat melewati daerah jepitan, terjadi pertukaran energi antara energi tekanan dan energikecepatan secara bergantian menyebabkan terjadinya fluktuasi aliran yang berdampak pada munculnyagetaran pada selang yang dicirikan dengan frekwensi getarannya. Berdasarkan persamaan model matematismenunjukkan bahwa perubahan rasio jepitan antara 0,66 s/d 0,68 menghasilkan frekwensi model antara9,75 hz s/d 7,12 hz. Hal ini menunjukkan perbedaan dengan hasil pengujian dimana semakin besar rasiojepitan terjadi penurunan amplitudo yang diikuti dengan peningkatan frekwensi sebagai akibat pertukaranenergi tekanan menjadi energi kecepatan.
UJI EKSPERIMENTAL PERBANDINGAN PEMAKAIAN ALKOHOL 96%, BIOPREMIUM DAN PREMIUM TERHADAP UNJUK KERJAMOTOR BAKAR Rudi Hariyanto
TRANSMISI Vol 6, No 2 (2010): Edisi September 2010
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v6i2.4542

Abstract

Sampai saat ini, sebagian kendaraan bermotor masih mengandalkan bahan bakar bensin yang berasal dariminyak bumi. Padahal persediaan minyak bumi di dunia semakin menipis. Oleh karenanya perludikembangkan penelitian tentang bahan bakar alternatif khususnya yang berasal dari sumber nabati sepertiAlkohol sehingga mampu untuk selalu diperbaharui. Berdasar pemikiran tersebut, penelitian ini dilakukandengan fokus membandingkan pengaruh pemakaian jenis bahan bakar Alkohol 96%, Premium dan BioPremium terhadap unjuk kerja motor bakar. Hasil pengujian pada motor bakar Honda GX 270 didapatkanbahwa bahan bakar Alkohol 96 % mempunyai efisiensi efektif yang lebih tinggi.
PENENTUAN HARGA EKSPONEN DAN KONSTANTA UMUR PAHAT KARBIDA DENGAN PERSAMAAN TAYLOR UNTUK MEMBUBUT ALUMUNIUM T-6061 PADA KONDISI KERING DENGAN METODE VARIABLE SPEED MACHINING TEST Sudjatmiko Sudjatmiko
TRANSMISI Vol 6, No 2 (2010): Edisi September 2010
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v6i2.4543

Abstract

Umur pahat merupakan suatu data pemesinan yang sangat penting dalam perencanaan pemesinan. Dalampenelitian ini dijelaskan menentukan harga eksponen (n) dan konstanta umur pahat (CT) karbida untukmembubut Alumunium T-6061, pada proses pemesinan kering (dry machining) dengan metoda VariableSpeed Machining Test, dapat dimanfaatkan untuk melengkapi data pemesinan mengenai umur pahat.Penelitian dilakukan dengan memperhatikan pengaruh kondisi pemotongan, dimana kecepatan potongbervariasi, kedalaman potong divariasikan, sedangkan kondisi pemotongan lain, gerak makan konstan.Tujuan penelitian ini adalah menentukan harga eksponen umur pahat dan konstanta umur pahat karbidadengan kondisi pemotongan yang optimum. Berdasarkan hasil penelitian dengan metoda analitis dan grafikdigunakan analisa percobaan, memperoleh nilai eksponen n umur pahat (n = 0.3) dan konstanta umur pahatCT = 112,5723 , pada kecepatan potong tinggi (optimum) [Vc] = 69,12 m/menit, dengan waktu terpendek(Tc) = 12 menit, dengan kedalaman makan (a) = 0,70 mm, persamaan umur pahat Taylor VT 0.3 = 112,5723.Untuk kecepatan potong terendah (minimum) [Vc] = 34,56 m/menit, kedalaman makan (a) = 0.70 mm,dengan waktu terlama (Tc ) = 96 menit, memperoleh nilai eksponen n umur pahat (n = 0.3) danCT = 158,2453, persamaan umur pahat Taylor VT 0.3 = 158,2453.
DASAR PERENCANAAN SURGE-TANK (TANGKI-PENGELAK) SEBAGAI ALTERNATIF UNTUK MENGHINDARI KERUSAKAN SALURAN PIPA AKIBAT EFEK WATER HAMMER PADA INSTALASI TURBIN AIR Mohammad Ma'ruf
TRANSMISI Vol 6, No 2 (2010): Edisi September 2010
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v6i2.4544

Abstract

Jika kecepatan aliran massa air didalam pipa dikurangi atau dihentikan sama sekali akan menimbulkankenaikan tekanan secara mendadak. Tekanan ini terjadi karena adanya kejutan aliran akibat perubahan energiregangan yang dikenal dengan phenomena “effect water hammer“. Hal ini sering terjadi pada instalasi turbinair, karena adanya pengurangan beban secara mendadak. Fenomena ini sangat berbahaya bagi instalasiPembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Salah satu cara untuk menghindari atau mengurangi kerusakan padasaluran pipa , yakni dengan memasang surge tank (tangki pengelak), hal ini dipilih karena kostruksinyarelatif murah, sederhana dan tidak memerlukan perawatan khusus. Hasilnya adalah tercapainya kondisi stabildari permukaan air dari terjadinya osilasi permukaan air dalam tangki pengelak.
ANALISIS PENERAPAN MESIN PEMISAH BERAS, BEKATUL DAN MENIR PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA PENGEMAS BERAS Agus Iswantoko; Darto Darto
TRANSMISI Vol 6, No 2 (2010): Edisi September 2010
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v6i2.4547

Abstract

Penerapan mesin pemisah beras ini dilakukan pada pengusaha/pengrajin kemasan beras pada skalarumah tangga di kota Malang. Tujuan penelitian ini untuk menggunakan, memperkenalkan danmengintroduksikan mesin pemisah beras, bekatul dan menir kepada pengrajin beras kemasan yangberskala kecil yang pada umumnya masih menggunakan cara manual, sehingga diharapkan mampumeningkatkan kapasitas produksi maupun pendapatan pengrajin tersebut. Penelitian inidilaksanakan dengan metode sosialisasi, pelatihan dan penerapan mesin, kemudian hasilnyadibandingkan dengan yang menggunakan mesin pemisah beras manual. Adapun materi yangdiberikan adalah : teknik penggunaan mesin pemisah beras serta uji coba mesin pemisah beras,menghitung kapasitas produksi, penerapan manajemen dan menganjurkan adanya pembukuankeuangan. Dengan menggunakan mesin pemisah beras ini didapatkan hasil produksi yang jauhlebih banyak yaitu enam kali lipat dengan kualitas yang lebih baik dari pada menggunakan carabiasa atau manual. Dari segi kapasitas produksi yang dihasilkan setiap jamnya mesin pemisahberas, bekatul dan menir ini juga jauh lebih baik yaitu sampai 600%. Pemakaian energi dan tempatkerja yang relatif kecil dan masih terjangkau untuk skala rumah tangga.
RANCANG BANGUN ALAT UKUR TARIK PELOR PADA MUNISI KALIBER KECIL Hamri Hamri; Jumiadi Jumiadi; Suprayogi Suprayogi
TRANSMISI Vol 11, No 2 (2015): Edisi September 2015
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v11i2.4550

Abstract

Dalam penyimpanan munisi setiap lima tahun diadakan uji fungsi atau visual untuk mengetahui kelayakan suatu munisi, sehingga perlu adanya alat uji gaya cengkram selongsong pada munisi agar bisa diukur gaya cengkram selongsong. Metode pengambilan data dilakukan dengan memvariasikan munisi yang akan diuji. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam proses pengujian diperlukan perhitungan tegangan lentur, tegangan tarik, tegangan tekuk dan perhitungan mur dan baut pada alat uji, agar dapat mengukur kemampuan kontruksi alat uji gaya cengkram selongsong pada munisi kaliber kecil.Hasil perhitungan jika beban 201 kg maka tegangan lentur dudukan atas sebesar 0,9648 kg/mm2, jika beban 219,185 kg maka tegangan lentur dudukan bawah sebesar 1,052 kg/mm2, tegangan tarik pada penjepit selongsong sebesar 0,07851 kg/mm2, tegangan yang terjadi pada tiang penyangga sebesar 21,2020 kg/mm2 serta teganagn geser yang terjadi pada perhitungan mur dan baut dudukan atas dan bawah sebesar 0,1762 kg/mm2 lebih kecil dari tegangan geser yang diijinkan sebesar 3,12 kg/mm2, sehingga baut dan mur dinyatakan aman. Kemudian tegangann geser yang terjadi pada perhitungan mur dan baut penjepit ring selongsong sebesar 0,9199 kg/mm2 lebih kecil dari tegangan geser yang diijinkan sebesar 3,12 kg/mm2, sehingga baut dan mur dinyatakan aman.
ANALISIS PENGARUH VARIASI ELEKTRODA TERHADAP SIFAT MEKANIK PADA HASIL PENGELASAN BESI TUANG KELABU FC-15 Aladin Eko Purkuncoro; Erni Junita
TRANSMISI Vol 11, No 2 (2015): Edisi September 2015
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v11i2.4556

Abstract

Pada proses pengelasan plat Besi Tuang Kelabu FC-15, bagian yang dilas menerima panas pengelasan setempat dan selama proses pengelasan, suhu pada bagian yang dilas mengalami perubahan akibat distribusi panas yang tidak merata sehingga terjadi pengembangan thermal dan pada bagian yang dingin mengalami peregangan. Hasil pengujian kekerasan pengelasan besi tuang kelabu FC-15 menggunakan variasi elektroda yaitu E 7016, G 4107 dan E 7018, diperoleh rata-rata dari tiga spesimen yang diuji bahwa penyambungan besi tuang kelabu dengan elektroda E 7018 lebih tinggi. Hal ini disebabkan karena panas yang dihasilkan pada saat pengelasan merubah struktur besi tuang kelabu ini, yaitu kandungan silicon yang rendah dan laju pendinginan yang sangat cepat tidak akan muncul grafit pada struktur dan sebagai gantinya akan terbentu sementit, maka dari itu spesimen ini bersifat keras dan sangat getas. Sedangkan pada pengujian tarik menunjukkan spesimen yang menggunakan elektroda G 4107 membutuhkan tegangan yang tinggi untuk kekuatan tariknya yaitu 11.78 kgf/mm2 karena pada saat pengelasan terjadi panas dan mengakibatkan sebagian karbonnya akan menjadi grafit, sehingga menghasilkan sifat yang lebih kuat dan ulet. Pada pengujian struktur mikro terdapat perbedaan grafit, pearlit dan ferit antara spesimen yang menggunakan elektroda las E 7106, G 4107 dan E 4108 baik dari daerah Las, HAZ dan logam induknya.
BAJA KARBON RENDAH 0,12% C SEBAGAI MATERIAL TABUNG ALAT UKUR SUHU FLASH POINT TERHADAP KENAIKAN TEKANAN HASIL PEMBAKARAN PROPELAN Syahrizal Sinaga; Djoko Andrijono; Basuki Widodo
TRANSMISI Vol 11, No 2 (2015): Edisi September 2015
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v11i2.4557

Abstract

Alat ukur suhu titik nyala propelan merupakan suatu alat yang mampu mengukur suhu terendah dimana propelan mengeluarkan uap dan menyala (meledak). Tujuan penelitian untuk mengetahui ketebalan tabung alat ukur suhu titik nyala propelan terhadap kekuatan tarik dan kekuatan tekuk bahan tabung yang digunakan dihubungkan dengan tegangan kerja yang terjadi saat menerima tekanan hingga 200 bar hasil pembakaran propelan. Manfaat penelitian meliputi: menganalisa komposisi kimia, struktur mikro, .menguji kekuatan tekuk dan kekuatan tarik dan menganalisa bahan yang digunakan untuk pembuatan tabung alat ukur suhu titik nyala propelan. Hasil penelitian bahan tabung merupakan baja karbon rendah 0,12% C dengan fasa ferrite (ɑ) 60,56% dan perlite (ɑ+Fe3C) 39,42% dengan besar butir 372,77 μm2. Tegangan kerja yang terjadi pada bahan tabung dengan ketebalan 23 mm saat menerima tekanan 200 bar adalah 27,39 MPa (longitudinal) dan 109,21 MPa (transversal), sedangkan tegangan yang diijinkan melalui uji kekuatan tarik adalah 88,64 MPa dan 246,56 MPa uji kekuatan tekuk. Kesimpulan penelitian bahan tabung merupakan baja karbon rendah dengan fasa ɑ 60,56% dan ɑ+Fe3C 39,42% dengan besar butir rata-rata 372,77 μm2, kekuatan tarik bahan tabung 425,51 MPa, sehingga tegangan ijin bahan dengan pembebanan tarik adalah 88,64 MPa, kekuatan tekuk bahan tabung 2047,51 MPa, sehingga tegangan ijin bahan dengan pembebanan tekuk 426,56 MPa. Dengan ketebalan tabung 23 mm tegangan kerja yang terjadi adalah 27,39 MPa (longitudinal) dan 109,21 MPa (transversal). Ketebalan tabung yang ideal jika dihubungkan dengan tekanan maksimal 200 bar adalah 8 mm dengan tegangan kerja 314 MPa (transversal) dan 78,75 MPa (longitudinal), ketebalan tersebut dikatakan aman karena tegangan kerja lebih kecil dibanding tegangan ijin di mana tegangan ijin bahan tabung alat ukur suhu titik nyala propelan adalah 88,64 MPa (tarik) dan 426,56 MPa (tekuk).
LAJU KOROSI BAJA KARBON HASIL POWDER COATING DAN PENGECATAN CAIR Muhammad Arifullah; Ike Widyastuti; Mardjuki Mardjuki
TRANSMISI Vol 11, No 2 (2015): Edisi September 2015
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v11i2.4558

Abstract

Powder coating merupakan salah satu jenis pelapisan menggunakan bahan serbuk dan mulai banyak digunakan sebagai pengganti pelapisan menggunakan pengecatan cair. Pada penelitian ini dilakukan pengujian korosi dari produk dengan pelapisan menggunakan powder coating dan pengecatan cair untuk mendapatkan data ketahanan korosi hasil pelapisan. Media korosi yang digunakan adalah HCl dan H2SO4 selama 144 jam. Hasil pengujian menunjukkan bahwa hasil powder coating menunjukkan ketahanan korosi yang lebih tinggi sekitar 6 kali lipat dibandingkan hasil pengecatan cair baik menggunakan media korosi HCl maupun H2SO4. Sementara pada pengujian menggunakan beda media korosi menunjukkan bahwa H2SO4 merupakan media korosif yang lebih kuat terhadap hasil pelapisan baik pada hasil powder coating maupun pengecatan cair dibandingkan HCl pada kondisi konsentrasi yang sama.
ANALISA PENGGUNAAN BAHAN FIBER CARBON LAPISAN PENAHAN PANAS PADA NOZZLE PULSE JET UNTUK MENINGKATKAN GAYA DORONG Ardi, Riyan; Ma'ruf, Mohammad; Santoso, S. Iman
TRANSMISI Vol 11, No 2 (2015): Edisi September 2015
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v11i2.4559

Abstract

Pulse jet merupakan sebuah mesin yang menggunakan prinsip pembakaran berselang (mati-hidup) atau disebut juga (intermitten combustion). Pulse jet dapat digunakan sebagai engine roket. Fiber carbon (serat karbon) sebagai material penahan panas terbaik berfungsi sebagai penahan panas agar tidak terjadi transfer panas yang berlebihan pada chamber dan nozzle terhadap body roket. Metode penelitian ini dilaksanakan dengan cara memvariasikan interval waktu sebanyak 5 (lima) kali percobaan untuk mendapatkan temperatur gas, temperatur udara luar dan beda ketinggian fluida yang dihasilkan untuk menghitung pengaruh perubahan laju perpindahan panas dan perubahan gaya dorong pulse jet sebelum dan sesudah dilapisi bahan isolator fiber carbon (serat karbon).Hasil dari penelitian dan pengolahan data, diperoleh dengan laju energi kalor (Q) dan gaya dorong (F) pada pulse jet mengalami peningkatan setiap terjadi kenaikan temperatur gas. Pada interwal waktu 3-12 detik terjadi peningkatan laju energi kalor (Q) dari 81,552 kW – 129,202 kW dan gaya dorong (F) dari 93,749055 N – 95,0765281 N tanpa menggunakan isolator fiber carbon (serat karbon). Sedangkan pada interwal waktu 3-12 detik dengan menggunakan isolator fiber carbon (serat karbon) terjadi peningkatan laju energi kalor (Q) dari 95,558 kW – 194,995 kW dan gaya dorong (F) dari 94,9659053 N – 96,625246 N dan mengalami efisiensi 14,664% - 33,734%. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa pengaruh fiber carbon (serat karbon) sangat besar terhadap kinerja pulse jet pada chamber dan nozzle, yang dapat meningkatkan laju energi kalor dan gaya dorong pulse jet.

Filter by Year

2005 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 21 No. 1 (2025): March (2025) Vol. 20 No. 2 (2024): September (2024) Vol 20, No 2 (2024): September (2024) Vol 20, No 1 (2024): March 2024 Vol 19, No 2 (2023): September 2023 Vol 19, No 1 (2023): March 2023 Vol 18, No 2 (2022): September 2022 Vol 18, No 1 (2022): March 2022 Vol 17, No 2 (2021): September 2021 Vol 17, No 1 (2021): March 2021 Vol 16, No 2 (2020): September 2020 Vol 16, No 1 (2020): March 2020 Vol 15, No 2 (2019): Edisi September 2019 Vol 15, No 1 (2019): Edisi Pebruari 2019 Vol 14, No 2 (2018): Edisi September 2018 Vol 14, No 1 (2018): Edisi Pebruari 2018 Vol 13, No 2 (2017): Edisi September 2017 Vol 13, No 1 (2017): Edisi Pebruari 2017 Vol 12, No 2 (2016): Edisi September 2016 Vol 12, No 1 (2016): Edisi Februari 2016 Vol 11, No 2 (2015): Edisi September 2015 Vol 11, No 1 (2015): Edisi Pebruari 2015 Vol 10, No 2 (2014): Edisi September 2014 Vol 10, No 1 (2014): Edisi Pebruari 2014 Vol 9, No 2 (2013): Edisi September 2013 Vol 9, No 1 (2013): Edisi Pebruari 2013 Vol 8, No 2 (2012): Edisi September 2012 Vol 7, No 1 (2011): Edisi Pebruari 2011 Vol 6, No 2 (2010): Edisi September 2010 Vol 6, No 1 (2010): Edisi Pebruari 2010 Vol 5, No 2 (2009): Edisi September 2009 Vol 5, No 1 (2009): Edisi Pebruari 2009 Vol 4, No 2 (2008): Edisi September 2008 Vol 4, No 1 (2008): Edisi Pebruari 2008 Vol 3, No 2 (2007): Edisi September 2007 Vol 3, No 1 (2007): Edisi Pebruari 2007 Vol 2, No 2 (2006): Edisi September 2006 Vol 2, No 1 (2006): Edisi Pebruari 2006 Vol 1, No 2 (2005): Edisi September 2005 Vol 1, No 1 (2005): Edisi Pebruari 2005 Vol 1, No 1 (2005): Jurnal Transmisi More Issue