cover
Contact Name
Ike Widyastuti
Contact Email
yazfara_k2@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
yazfara_k2@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Transmisi
ISSN : 02163233     EISSN : 25802283     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal TRANSMISI dipublikasikan oleh Jurusan Teknik Mesin Universitas Merdeka Malang sebagai media diseminasi hasil penelitian dan karya ilmiah baik penelitian dasar maupun terapan di bidang teknik mesin. Berkala ilmiah ini memuat naskah dengan bidang kompetensi konversi energi, material (metalurgi), produksi dan manufaktur baik merupakan penelitian dasar ataupun rekayasa alat terapan.
Arjuna Subject : -
Articles 254 Documents
PENGARUH JARAK PENARIKAN PAHAT (RETRACT) TERHADAP WAKTU PROSES BUBUT CNC MENGGUNAKAN RESPON SURFACE METHODOLOGY (RSM) Sudjatmiko Sudjatmiko; I Made Sunada
TRANSMISI Vol 11, No 2 (2015): Edisi September 2015
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v11i2.4560

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen faktorial, dimana cutting speed, feed rate, depth of cut, dan retract merupakan variabel bebas dari waktu proses pemesinan sebagai variabel responnya. Hasil yang di dapat dalam ekperimetal meliputi waktu proses pemesinan atau operation time, panjang langkah pemakanan atau feed cut length, dan panjang langkah tanpa pemakanan atau rapid transverse length. Data hasil eksperimen kemudian dilakukan analisis statistik ANOVA untuk melihat adanya pengaruh dan prosentase kontribusi dari masing- masing parameter terhadap waktu proses pemesinannya. Berdasarkan analisis statistik ANOVA diketahui bahwa ada pengaruh yang signifikan dari semua parameter terhadap waktu proses pemesinan CNC turning, dimana semakin besar nilai cutting speed, feed rate, dan depth of cut akan semakin singkat waktu proses pemesinanannya, sedangkan semakin kecil nilai retract akan semakin singkat waktu proses pemesinannya.Depth of cut memiliki kontibusi yang terbesar dengan nilai 71.78% (1 mm). Feed rate memiliki kontribusi terbesar kedua dengan nilai 23.88%. Retract memiliki kontribusi terbesar ketiga dengan nilai 1,99% (kondisi retract minimal = 1 mm). Waktu proses pemesinan yang dihasilkan pada kondisi tersebut adalah 7.57 menit Cutting speed memiliki kontribusi terendah dengan nilai 0.79%.
KAJIAN PENGARUH PENGGUNAAN REFLEKTOR PARABOLA TERHADAP COOKING POWER KOMPOR SURYA TIPE KOTAK Azmain Noor Hatuwe
TRANSMISI Vol 7, No 1 (2011): Edisi Pebruari 2011
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v7i1.4561

Abstract

makanan, yang membedakannya adalah kompor surya memanfaatkan energi surya sebagai sumber panas.Pengembangan terbaru konstruksi dari kompor surya ini, telah dibuat kompor surya tipe kotak kombinasiparabola dengan reflektor datar. Pemantul cahaya matahari ke absorber pada kompor surya tipe kotak yangmenggunakan reflektor datar sebagai dinding kotak digantikan dengan parabola. Sehingga terdapatkombinasi reflektor datar di bagian atas dan parabola berpenutup di bagian bawah.Kinerja kompor surya tipe kotak kombinasi parabola dengan reflektor datar pada penelitian terdahulu telahdiuji efisiensinya, pada penelitian ini difokuskan pada penentuan cooking power kompor surya tersebut.Sedangkan metode penelitian yang digunakan adalah true experiment. Untuk melihat adanya nilai perubahancooking power digunakan pembanding, yakni kompor surya tipe kotak yang memiliki ukuran luaspenampang radiasi masuk yang sama, dengan kompor surya yang menjadi objek penelitian.Pelaksanaan pengujian, secara bersamaan ke dua kompor surya memanaskan air sebanyak 1 kg pada waktuantara jam 10.00 s/d 14.00. Setiap interval 10 menit diukur kenaikan temperatur air, temperatur lingkungandan radiasi matahari. Data dari hasil pengujian, digunakan untuk menghitung cooking power dan diperolehinformasi, bahwa kompor surya dengan kombinasi reflektor memiliki nilai cooking power sebesar 106.11Watt, sedangkan kompor surya tipe kotak mencapai 87.42 Watt. Dalam proses 1 jam memasak makanan,kompor surya kombinasi parabola dengan reflektor datar dapat menghemat energi sebanyak 18,46 Kw.
ANALISIS PROSES PENGEROLAN PIPA DENGAN ROLL BENDING Sufiyanto Sufiyanto
TRANSMISI Vol 7, No 1 (2011): Edisi Pebruari 2011
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v7i1.4562

Abstract

Penggunaan teknologi pengerolan dengan sistem roll bending, sangat dibutuhkan untuk meningkatkanefisiensi dan efektivitas proses produksi dengan berkurangnya waktu proses serta peningkatan kualitasproduk dengan berkurangnya resiko cacat produk. Proses pembentukan pipa frame lengkung di bengkelteknik menggunakan sistem manual menghasilkan cacat produk berupa pengkerutan pada sisi dalam danperubahan bentuk penampang. Selain itu proses pengerolan manual menghasilkan tingkat produktivitas danefektivitasnya yang kurang. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan diatas adalahdengan melakukan peningkatan kualitas proses pengerolan pipa untuk pembuatan frame lengkungmenggunakan proses roll bending dengan mesin roll mekanik. Dengan konsep desain dan perencanaan alatyang sesuai dengan kebutuhan dan tepat sasaran, maka akan diperoleh proses pengerolan yang efisiensi,efektivitas dan kualitas yang baik. Hasil yang diperoleh menyatakan bahwa efisiensi dan efektivitas prosespengerolan ditentukan oleh tahapan proses pengerolan yang efektif berdasarkan radius kelengkungan yangdirencanakan dan jenis serta dimensi pipa yang akan dilengkungkan. Selain itu cacat produk dankeseragaman hasil produk dapat dicapai dengan mengontrol tahapan proses pengerolan yang tepat danefektif. Manfaat yang diperoleh adalah penggunaan teknologi roll bending pada proses pengerolan pipa untukmeningkatkan produktivitas dan kualitas produk pipa frame lengkung.
PREDIKSI SIKLUS KELELAHAN SAMBUNGAN LAS BUTT JOINT BERBANTUAN PERANGKAT LUNAK e-Fatique Darto Darto; Heris Pamuntjar
TRANSMISI Vol 7, No 1 (2011): Edisi Pebruari 2011
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v7i1.4563

Abstract

Industri modern suatu perancangan bisa dianggap memenuhi syarat jika perancangan tersebut salah satunyaadalah memenuhi kriteria tingkat kelelahan yang tinggi. Artinya perancangan tersebut mempunyai tingkatkelelahan terhadap beban statis maupun dinamis yang cukup lama dalam proses kerjanya. Tingkat kelelahansuatu perancangan tersebut harus dihitung dengan cepat dan benar. Untuk melakukan hal tersebut haruslahdibantu dengan perangkat lunak sehingga akan dapat menghasilkan luaran perhitungan secara cepat danbenar. Berdasarkan latar belakang yang telah disebutkan di atas maka muncul permasalahan yang diangkatdalam penelitian ini. Adapun permasalahan tersebut adalah bagaimana peneliti bisa menghitung tingkatkelelahan dari suatu sambungan las yang bertipe butt joint dengan bantuan perangkat lunak e-Fatigue.Berdasarkan hasil simulasi perhitungan kelelahan sambungan las tipe butt joint dengan berbantuan perangkatlunak e-Fatigue maka dapat disimpulkan bahwa sambungan tersebut bisa bertahan sampai dengan 12000siklus dengan beban sebesar 400 MPa.
PENGARUH PENAMBAHAN VARIASI JENIS BAHAN PENGIKAT DAN NILAI PERMEABILITAS CETAKAN PASIR BASAH TERHADAP CACAT LUBANG HALUS HASIL COR ALUMINIUM PADUAN SERI 201,1 Djoko Andrijono
TRANSMISI Vol 7, No 1 (2011): Edisi Pebruari 2011
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v7i1.4564

Abstract

Bahan pengikat dapat menimbulkan kebasahan cetakan pasir dan berpengaruh terhadap nilai permeabilitas.Perbedaan kebasahan cetakan pasir dan nilai permeabilitas dapat mempengaruhi aliran gelembung gas danuap air yang ditimbulkan logam cair untuk keluar dari dalam cetakan. Gelembung gas dan uap air tersebut,dapat menimbulkan cacat lubang halus pada bagian luar dan bagian dalam hasil cor. Penelitian yangdilakukan menitikberatkan pada pemakaian variasi jenis bahan pengikat (binder) sebagai upaya untukmengurangi terjadinya cacat lubang halus pada hasil cor. Komposisi cetakan pasir basah, terdiri atas: (a) pasirsungai 86,58%, (b) bentonit 6%, (c) bahan pengikat (gulas tetes, gula pasir, dan gula merah) dengankomposisi yang sama 3%, dan (d) air 4,42%. Tujuan penelitian yang dilakukan menganalisa danmembandingkan pengaruh pemakaian gula tetes, gula pasir, gula merah dan nilai permeabilitas cetakan pasirbasah terhadap cacat lubang halus hasil cor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, cetakan pasir basahdengan pengikat gula merah mencapai nilai permeabilitas terendah sebesar 822,12 ml/cm3.menit denganpersentase cacat lubang halus rata-rata 6% dan nilai permeabilitas tertinggi pada cetakan pasir basah denganpengikat gula pasir mencapai 1043, 09 ml/cm3.menit dengan persentase cacat lubang halus rata-rata 7,5%.
PERTUMBUHAN LAPISAN OKSIDA TERHADAP HASIL ANODIZING ALUMINIUM Ike Widyastuti
TRANSMISI Vol 7, No 1 (2011): Edisi Pebruari 2011
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v7i1.4565

Abstract

Anodizing merupakan suatu usaha yang dapat dilakukan untuk memperbaiki ketahanan korosi pada logamaluminium dengan cara menumbuhkan lapisan oksida sebagai lapisan pasif pada permukaan logam. Prosesini merupakan proses elektrokimia menggunakan arus listrik melalui media elektrolit. Dalam penelitian inidilakukan variasi waktu pada proses pewarnaan anodizing untuk mengamati perubahan struktur mikro,struktur makro dan kekerasan lapisan pewarnaan aluminium. Selanjutnya memilih waktu yang tepat sehinggadapat meningkatkan efisiensi dan kualitas hasil struktur mikro, makro dan kekerasan untuk mengetahuitingkat kekerasan terhadap lapisan. Logam yang digunakan adalah aluminium Al-Ag dilakukan prosesanodizing dengan menggunakan variasi waktu yang digunakan 25, 45, 60 menit. Larutan elektrolit yangdigunakan yaitu asam sulfat dan selanjutnya dilakukan proses pewarnaan menggunakan bahan anorganik.Pengujian yang dilakukan adalah uji keras menggunakan mesin Rockwell dengan skala F, pengamatanstruktur mikro dan pengamatan permukaan (secara makro). Hasil pengujian diperoleh pada waktu 60 menitmemiliki angka kekerasan paling tinggi sebesar 17,25 HRF dibandingkan waktu 45 menit sebesar 15,33 HRFdan 25 menit sebesar 14,59 HRF.
PENGARUH TEMPERATUR SINTERING TERHADAP DENSITAS DAN POROSITAS KOMPOSIT LOGAM (Al-SiC) HASIL PROSES METALURGI SERBUK Pramono, Agus; Jumiadi, Jumiadi
TRANSMISI Vol 7, No 1 (2011): Edisi Pebruari 2011
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v7i1.4566

Abstract

Pembuatan komposit matrik logam paduan Al-SiC telah banyak dilakukan oleh para peneliti melalui teknikmetalurgi serbuk. Alasan penelitian bidang metal matrix composite dengan sistem metalurgi serbuk adalahkarena memungkinkan tercampurnya penguat secara baik dan merata. Komposit matrik logam Al-SiCmerupakan bahan paduan dari jenis material yang berbeda, sebagai matrik dalam hal ini adalah aluminiumdan sebagai penguatnya adalah partikel SiC (keramik) yang dibuat dengan teknik metalurgi serbuk. Padapenelitian ini, komposit Al-SiC dengan variasi temperatur sinter 450oC, 500oC dan 550oC, dengan tekanan1900 Psi dan lama penahanan 60 menit. Pengujian meliputi uji densitas dan uji porositas. Hasil penelitianmenunjukan bahwa temperatur sintering berpengaruh terhadap densitas dan porositas dari produk kompositAl-SiC.
ANALISIS KOMPOSISI KIMIA DAN STRUKTUR MIKRO PADA DAERAH LASAN BAJA KARBONMENENGAH 0.381%C DENGAN VARIASI KUAT ARUS LISTRIK LAS SMAW Djoko Andrijono; Jumiadi Jumiadi
TRANSMISI Vol 8, No 2 (2012): Edisi September 2012
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v8i2.4567

Abstract

Las SMAW (Shielded Metal Arc Welding) merupakan proses pengelasan busur listrik elektroda terumpanyang berfungsi untuk menyambung dua buah logam, dimana salah satu jenis logam yang dilas adalah bajakarbon menengah 0.381% C. Hasil dari proses pengelasan logam tersebut disebut dengan daerah lasan yangterdiri dari : logam induk, daerah pengaruh panas, dan logam lasan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengujiperubahan dan struktur mikro daerah lasan. Parameter penelitian meliputi variasi kuat arus listrik (I) 60,120, 180 ampere, elektroda yang dipergunakan AWS E 6010 dengan panjang elektroda 35 mm dan diameterkawat elektroda 3,2 mm kawat elektroda termasuk baja karbon menengah yang mempunyai komposisikarbon 0.326% C, serta jenis sambungan tumpul dengan bentuk kampuh V tunggal. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa, dengan perubahan variasi kuat arus listrik, maka terjadi pula perubahan struktur mikroyaitu perubahan besar butir dan perubahan persen fasa pada daerah lasan dan daerah HAZ, serta perubahankomposisi kimia.
ANALISIS PENINGKATAN TEKNOLOGI PROSES DAN MANAJEMEN PRODUKSI BAGI WIRAUSAHA BENGKEL LAS TEKNIK Sufiyanto Sufiyanto; Darto Darto; Rudi Hariyanto
TRANSMISI Vol 8, No 2 (2012): Edisi September 2012
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v8i2.4568

Abstract

Keterbatasan penguasaan teknologi dalam proses pengerjaan material dapat menghambat perkembanganusaha dan peningkatan kualitas produk yang dihasilkan oleh sebuah bengkel las teknik. Teknologi yangdigunakan oleh bengkel las teknik secara umum masih sangat sederhana dan dilakukan berdasarkanpengalaman praktis yang diperoleh secara otodidak oleh pelaku usaha tersebut. Kendala yang dihadapi adalahproses pembentukan pipa menjadi frame/kerangka lengkung dan proses pemotongan ujung pipa untukdibentuk menjadi sebuah kontur yang dapat disambungkan dengan pipa lain. Selain itu manajemen prosesyang baik belum diterapkan dalam upaya untuk meningkatkan mutu dan daya saing yang dimiliki olehbengkel las teknik tersebut. Metode yang digunakan dalam menyelesaikan permasalahan tersebut diatasadalah melalui peningkatan teknologi pembentukan dengan mesin roll mekanik untuk membentuk pipamenjadi frame lengkung dan teknologi pemotongan logam menggunakan mesin potong pipa untuk membuatkontur pada ujung pipa. Sedangkan peningkatan mutu dan daya saing bengkel las teknik dilakukan denganmemberikan pelatihan manajemen proses dan desain produk yang inovatif. Hasil yang diperoleh daripeningkatan teknologi pembentukan dan pemotongan logam adalah penurunan waktu proses produksi yangdibutuhkan melalui penggunaan mesin roll mekanik dan mesin potong pipa. Sedangkan dari pelatihanmanajemen proses dan desain produk dapat diperoleh efisiensi dan efektivitas untuk menekan biaya produksidan meningkatkan kualitas serta daya saing bengkel las teknik melalui pengendalian proses, pengendalianmutu, dan pengendalian biaya.
ASPEK TERMAL DAN ENERGI KELUARAN PADA RUMAH TUMBUH BERATAP MODUL SEL SURYA TERINTEGRASI Nurhamdoko B.; Fransiskus A. Widiharsa
TRANSMISI Vol 8, No 2 (2012): Edisi September 2012
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v8i2.4575

Abstract

Rumah tumbuh merupakan salah satu solusi dari kompleksitas problem perumahan. Di dalam prosesperencanaan dan perancangannya, telah disertakan banyak faktor sebagai pertimbangan. Seiringkecenderungan penggunaan sel surya dalam bangunan, paper ini membahas spekulasi kompatibilitas integrasisel surya pada atap rumah susun. Energi listrik terkumpul dicari dengan uji lapangan. Kondisi termal interiordicari dengan simulasi menggunakan perangkat lunak computational fluid dynamics. Berkaitan dengan suhuinterior rumah tumbuh, hasil simulasi menunjukkan bahwa rancangan tahap akhir pertumbuhan rumahtumbuh (RSS-2) memerlukan revisi pada letak pintu.

Filter by Year

2005 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 21 No. 1 (2025): March (2025) Vol. 20 No. 2 (2024): September (2024) Vol 20, No 2 (2024): September (2024) Vol 20, No 1 (2024): March 2024 Vol 19, No 2 (2023): September 2023 Vol 19, No 1 (2023): March 2023 Vol 18, No 2 (2022): September 2022 Vol 18, No 1 (2022): March 2022 Vol 17, No 2 (2021): September 2021 Vol 17, No 1 (2021): March 2021 Vol 16, No 2 (2020): September 2020 Vol 16, No 1 (2020): March 2020 Vol 15, No 2 (2019): Edisi September 2019 Vol 15, No 1 (2019): Edisi Pebruari 2019 Vol 14, No 2 (2018): Edisi September 2018 Vol 14, No 1 (2018): Edisi Pebruari 2018 Vol 13, No 2 (2017): Edisi September 2017 Vol 13, No 1 (2017): Edisi Pebruari 2017 Vol 12, No 2 (2016): Edisi September 2016 Vol 12, No 1 (2016): Edisi Februari 2016 Vol 11, No 2 (2015): Edisi September 2015 Vol 11, No 1 (2015): Edisi Pebruari 2015 Vol 10, No 2 (2014): Edisi September 2014 Vol 10, No 1 (2014): Edisi Pebruari 2014 Vol 9, No 2 (2013): Edisi September 2013 Vol 9, No 1 (2013): Edisi Pebruari 2013 Vol 8, No 2 (2012): Edisi September 2012 Vol 7, No 1 (2011): Edisi Pebruari 2011 Vol 6, No 2 (2010): Edisi September 2010 Vol 6, No 1 (2010): Edisi Pebruari 2010 Vol 5, No 2 (2009): Edisi September 2009 Vol 5, No 1 (2009): Edisi Pebruari 2009 Vol 4, No 2 (2008): Edisi September 2008 Vol 4, No 1 (2008): Edisi Pebruari 2008 Vol 3, No 2 (2007): Edisi September 2007 Vol 3, No 1 (2007): Edisi Pebruari 2007 Vol 2, No 2 (2006): Edisi September 2006 Vol 2, No 1 (2006): Edisi Pebruari 2006 Vol 1, No 2 (2005): Edisi September 2005 Vol 1, No 1 (2005): Edisi Pebruari 2005 Vol 1, No 1 (2005): Jurnal Transmisi More Issue