cover
Contact Name
Ike Widyastuti
Contact Email
yazfara_k2@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
yazfara_k2@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Transmisi
ISSN : 02163233     EISSN : 25802283     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal TRANSMISI dipublikasikan oleh Jurusan Teknik Mesin Universitas Merdeka Malang sebagai media diseminasi hasil penelitian dan karya ilmiah baik penelitian dasar maupun terapan di bidang teknik mesin. Berkala ilmiah ini memuat naskah dengan bidang kompetensi konversi energi, material (metalurgi), produksi dan manufaktur baik merupakan penelitian dasar ataupun rekayasa alat terapan.
Arjuna Subject : -
Articles 254 Documents
KOMPARASI METODE KEKUATAN LAS TIPE BUTT JOINT BERBANTUAN PERANGKAT LUNAK MIT CALC 2.0 Jalif Jalif; Darto Darto
TRANSMISI Vol 8, No 2 (2012): Edisi September 2012
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v8i2.4576

Abstract

Pada jaman ini teknik las telah dipergunakan secara luas dalam penyambungan batang-batang pada kontruksibangunan baja dan kontruksi mesin. Luasnya pengguna teknologi ini disebabkan karena bagunan dan mesinyang dibuat dengan mempergunakan teknik penyambungan ini menjadi lebih ringan dan prosespembuatannya juga lebih sederhana, sehingga biaya keseluruhannya menjadi lebih murah. Seperti konstruksipada bangunan dan otomotif, dalam penyambungan rangka baja, perkapalan, jembatan, kereta api, pipasaluran dan lain sebagainya. Dalam teknologi produksi dengan menggunakan bahan baku logam, pengelasanmerupakan proses pengerjaan yang memegang peranan sangat penting. Untuk mencapai hasil pengelasanyang lebih sempurna, kini telah digunakan software/perangkat lunak untuk menghitung seberapa besarkekuatan dari pengelasan, menurut jenis pengelasan yang dikerjakan, salah satu contohnya adalah softwareMIT Calc 2.0, yang dapat menghitung besarnya kekuatan sambungan las, berdasarkan lebar dan ketebalanplat yang akan disambung, pada jenis sambungan (Butt Joint), jenis material yang disambung (JIS G3101SS330/Baja Struktur), metode yang digunakan (Basic Calculation, Conversion Coefficients, PermissibleStresses). Hasil perhitungan yang didapat dari perangkat lunak MIT Calc 2.0, dari keseluruhan metodepegujian data-data yang dimasukan ke software/perangkat lunak bisa dilihat dari hasil pengujiannya dariketiga metode tersebut yaitu tipe Basic Calculation yang hasil Safety Against Yield Point, lebih besar ataulebih aman di gunakan pada pengelasan butt joint dengan ketebalan pelat 5 mm, dan panjang pengelasan200 mm. Seiring dengan perkembagan teknologi sekarang ini, sehingga proses perhitungan menggunakanperangkat lunak yaitu dalam hal ini digunakan MIT Calc 2.0 untuk mengetahui kekuatan sambungan las tipebutt joint dengan perangkat lunak MIT Calc 2.0 sangatlah efisien waktu dan bisa lebih teliti dalamperhitungan.
ANALISA PROSES PENGEROLAN PIPA DENGAN MENGGUNAKAN MESIN ROLL Marisi, Erich Umbu Tipuk; Sufiyanto, Sufiyanto
TRANSMISI Vol 8, No 2 (2012): Edisi September 2012
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v8i2.4577

Abstract

Proses pengerolan merupakan pemecahan masalah yang tepat bagi perbengkelan yang membutuhkan prosespembentukan frame/kerangka pipa lengkung untuk pembuatan pagar atau canopy. Dengan penelitian inidapat diketahui seberapa besar kemampuan mesin roll bending terhadap hasil proses pengerolan pipa.Pengujian yang dilakukan adalah memvariasikan jumlah tahapan proses pengerolan yang mengasilkan jarakbending yang berbeda yaitu 8 step, 7 step, 6 step. Pada jumlah step 8 dengan jarak bending 3,3 mmmemerlukan gaya bending sebesar 43,82 kg dan daya pengerolan 0,062 kw, step 7 dengan jarak bending3,7 mm memerlukan gaya bending sebesar 49,13 kg dan daya pengerolan 0,070 kw, step 6 dengan jarakbending 4,4 mm memerlukan gaya bending sebesar 58,43 kg dan daya pengerolan 0,083 kw. Sedangkanuntuk waktu proses pada satu kali tahapan tidak berpengaruh terhadap proses bending, dimana wakturata-rata hampir sama yaitu 8 step memerlukan rata-rata 57 detik, 7 step memerlukan 57 detik, 6 stepmemerlukan 58 detik. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa semakin banyak jumlah step maka jarakbending yang diperlukan semakin kecil dengan gaya dan daya yang kecil sedangkan waktu yang diperlukanakan semakin lama. Sebaliknya semakin sedikit jumlah step maka jarak bending yang diperlukan semakinbesar dengan gaya dan daya yang diperlukan semakin besar dengan waktu yang singkat. Dampak lain yangterjadi pada proses roll bending adalah perubahan penampang pipa akan menjadi oval karena akibat gayabending yang diberikan sehingga dapat menimbulkan cacat perubahan penampang pipa bahkanmemungkinkan juga terjadi tekuk.
ANALISIS PENGARUH KECEPATAN ALIRAN UDARA TERHADAP REAKSI GASIFIKASI KONDISI TEMPERATUR PEMBAKARAN BIOMASSA CANGKANG KELAPA PADA GASIFIER TIPE UP DRAFT Nandana Nandana; Rudi Hariyanto
TRANSMISI Vol 8, No 2 (2012): Edisi September 2012
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v8i2.4586

Abstract

Gasifikasi adalah proses mengubah berbagai jenis biomassa menjadi syngas. Pada penelitian ini tempurungkelapa dimanfaatkan untuk menghasilkan bahan bakar gas melalui proses gasifikasi jenis up draft gasifier.Kemudian kita melakukan pengambilan data dengan variasi kecepatan aliran udara yang berbeda-beda untukmengetahui kecepatan aliran udara terbaik. Hasil yang didapat dari penelitian adalah mengetahui massabahan bakar yang sudah terbakar setiap menit dan kecepatan aliran udara terbaik 10,2 m/s dengan massabahan bakar 3,5 kg mampu menghasilkan syngas mampu bakar selama 20 menit. Diperoleh pula nilai kaloryang mampu dibangkitkan dari pembakaran 3,5 kg adalah 77.000 kJ dan menghasilkan nilai kalor efektiftertinggi adalah 66.000 kJ dan memiliki efisiensi nilai kalor tertinggi 85,71%.
ANALISA VARIASI KUAT ARUS LISTRIK LAS SMAW PADA DAERAH LASAN BAJA KARBON MENENGAH 0.381 %C TERHADAP KEKERASAN DAN KETANGGUHAN Jumiadi Jumiadi; Djoko Andrijono
TRANSMISI Vol 9, No 1 (2013): Edisi Pebruari 2013
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v9i1.4587

Abstract

Las SMAW ( Shielded Metal Arc Welding ) merupakan proses pengelasan busur listrik elektroda terumpan yang berfungsi untuk menyambung dua buah logam, dimana salah satu jenis logam yang dilas adalah baja karbon menengah 0.381 % C. Hasil dari proses pengelasan logam tersebut disebut dengan daerah lasan yang terdiri dari : logam induk, daerah pengaruh panas, dan logam lasan. Parameter penelitian meliputi variasi kuat arus listrik ( I ) 60, 120, 180 Amper, elektroda yang dipergunakan AWS E 6010 dengan panjang elektroda 35 mm dan diameter kawat elektroda 3,2 mm kawat elektroda termasuk baja karbon menengah yang mempunyai komposisi karbon 0.326 % C, mekanisme pendinginan daerah lasan menggunakan media udara, serta jenis sambungan tumpul dengan bentuk kampuh V tunggal.Hasil penelitian menunjukkan bahwa, semakin tinggi variasi kuat arus listrik ( I ), maka sifat kekerasan daerah pengaruh panas dan logam lasan semakin meningkat yaitu dari 90,7 HRB hingga 97,8 HRB kecuali logam induk tidak terjadi perubahan sifat kekerasan yaitu 84,7 HRB, sedangkan untuk sifat ketangguhan pada daerah lasan dengan variasi kuat arus listrik ( I ) didapatkan sifat ketangguhan semakin menurun yaitu 0,68 joule/mm.2 hingga 0,33 joule/mm.2.
PENGARUH VARIASI KECEPATAN ALIRAN UDARA TERHADAP BESARNYA KOEFISIEN GAYA HAMBAT SERTA GAYA ANGKAT YANG DIHASILKAN PADA BENDA UJI BERBENTUK SETENGAH BOLA DAN BENTUK AEROFOIL PADA ALAT UJI TEROWONGAN ANGIN Mohammad Ma'ruf
TRANSMISI Vol 9, No 1 (2013): Edisi Pebruari 2013
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v9i1.4588

Abstract

Udara adalah salah satu fluida kompresibel, yaitu fluida yang mampu mampat dan dapat dikompesikan hingga tekanan tertentu. Udara yang bergerak mengandung suatu energi yang sebagian besar adalah berupa energi kinetik atau energi kecepatan maka fluida yang memiliki kecepatan akan mempengaruhi sifat-sifat fisis nya, yang meliputi densitas dan viskositas. Sifat-sifat fisis inilah yang nantinya merupakan faktor utama dalam menentukan energi kinetik termasuk bila dilewatkan pada suatu saluran yang mengalami perubahan luas penampang sering disebut dengan terowongan angin (wind tunnel),Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan besarnya koefisien gaya hambat serta gaya angkat yang dihasilkan pada benda uji berbentuk setengah bola dan bentuk aerofoil. Dari hasil penelitian benda berbentuk setengah bola /disk memiliki koefisien hambat yang lebih besar dibandingkan dengan koefisien angkatnya sedangkan bentuk aerofoil mengalami koefisien gaya hambat yang relatif kecil dibanding dengan koefisien angkatnya.Dari persamaan serta hasil penelitian yang telah dilaksanakan maka dapat disimpulkan bahwa benda uji yang terbaik untuk digunakan pada benda-benda yang melintasi udara adalah berbentuk aerofoil yaitu pada V = 14 m/s, dengan dudut serang dibanding dengan gaya angkat benda uji setengah bola.
OTOMATISASI PERENCANAAN TURBIN AIR JENIS PELTON Darto, Darto
TRANSMISI Vol 9, No 1 (2013): Edisi Pebruari 2013
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v9i1.4589

Abstract

Turbin air merupakan mesin konversi energi yang mengubah energi potensial air diubah menjadi energi mekanis. Pengkonversian energi yang dilakukan oleh turbin air tersebut dapat dilakukan secara implus yang diwakili turbin air jenis Pelton. Dimana proses impuls yang terjadi pada turbin air Pelton yaitu dengan mengubah seluruh potensi energi air (potensial, kecepatan dan tekanan) yang tersedia diubah menjadi energi kinetik yang memutar tubin untuk menghasilkan energi putar. Guna memaksimalkan dan mengotomatisasi perencanaan turbin air jenis Pelton maka dalam penelitian ini digunakan perangkat lunak TURBNPRO 3. Perangkat lunak TURBNPRO 3 memfasilitasi perancang untuk melakukan berbagai macam pemodelan sehingga didapatkan kondisi maksimal sesuai dengan kondisi di lapangan. Di samping itu dengan menggunakan perangkat lunak ini maka perancang juga bisa langsung mendapatkan dimensi serta grafik jangkauan kerja dari turbin yang dirancang.
PEMAKAIAN BROWN GAS ( HHO ) ELEKTROLISA UNTUK MENGHEMAT KONSUMSI BAHAN BAKAR ANGKUTAN KOTA DI MALANG RAYA Mochamad Rifai; Mohammad Ma'ruf; Nursubyakto Nursubyakto; Rudi Hariyanto; Mutadi Eko Prasetyo
TRANSMISI Vol 9, No 1 (2013): Edisi Pebruari 2013
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v9i1.4590

Abstract

Brown Gas (HHO) adalah hasil dari proses pemisahan air menjadi gas Hidrogen (H2) dan Oksigen (O2) dengan sistem Elektrolisa . Kedua gas tersebut kemudian dimasukkan ke dalam ruang bakar dari motor bakar. Pencampuran kedua gas dengan bahan bakar di ruang bakar akan memperbaiki proses pembakaran menjadi pembakaran sempurna sehingga bahan bakar tidak ada sisa hal ini lebih baik karena ada tambahan oksigen murni dan ledakan tambahan dari hidrogen menambah energi atau tenaga pada motor bakar. Pemasangan brown gas pada angkutan kota telah menyumbangkan penghematan bahan bakar sehingga pengemudi angkutan kota memperoleh tambahan pendapatan. Pembangkit brown gas menggunakan instalasi tabung penampung air yang dilengkapi dengan elektrode katode dan anode. Sumber listrik diambil dari battery angkutan kota dengan besar arus sekitar 5 ampere - 10 ampere. Uji coba alat tersebut dipasang pada angkutan kota jalur MM, AT, GML dan LA di mana rata jarak tempuh sekitar 12 km. Hasil uji coba menunjukkan bahwa penghematan bahan bakar dapat mencapai 19 - 22%
KEKUATAN IMPACT STRENGTH DARI ANYAMAN SERAT KARUNG PLASTIS SEBAGAI PENGGANTI WOVEN ROVING UNTUK PENGUAT FIBER GLASS Mardjuki Mardjuki
TRANSMISI Vol 9, No 1 (2013): Edisi Pebruari 2013
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v9i1.4591

Abstract

Material Komposit mulai berkembang pesat dengan adanya kebutuhan akan material yang mempunyaistregh with ratio yang tinggi disamping material ini mudah dibentuk dan tahan korosi. Material kompositmerupakan paduan makrokopis yaitu resin sebagai matrik dan fiber (serat), (matrik) memiliki fungsi sebagaipengikat antara penguat yang satu dengan penguat yang lain untuk mendapatkan kekuatan antara serat-serat yangtertanam dalam matrik, maka pada bahan matrik perlu ditambahkan katalis yang berfungsi mempercepat prosespengikat antara bahan pembentuk matrik, sehingga proses pengeringan berlangsung lebih cepat.Pengujian impak merupakan suatu pengujian untuk mengetahui ketahanan suatu bahan. Pada pengujianimpak ini, digunakan benda uji yang diberi takik. Besaran yang diukur dalam pengujian ini adalah harga impak,yaitu besarnya energi yang diserap dibagi dengan luasan patahannya ( Kerja persatuan Luas) yang diserap dibagidengan luasan patahannya. Pada umumnya suatu bahan bersifat getas dan bersifat ulet. Pada pengujian impak yangideal, dikatakan bahwa energi yang berasal dari bahan pembentuk tetap (tidak ada yang hilang) tetapi padakenyataannya, energi ini akan berubah sebagian digunakan untuk; gesekan pada sistem mekanis mesin; getaranpada waktu tumbukan; gesekan dengan udara dan melemparkan specimen yang patah.Rumus-rumus yang digunakan adalah sebagai berikut 1. Kerugian energi akibat gesekan Ef = m.g.R (Cos β–Cos α) joule. 2. Energi yang digunakan secara ideal Eid =m.g.R(Cos β –Cos α) joule. 3. Energi yang digunakansecara actual Eakt=(Eid-Ef) joule. 4. Harga impak (Impact Strenght) HI=h LEakt.Hubungan antara jumlah lapis serat dengan ketahanan Impak yaitu semakin banyak jumlah lapisan seratdalam resin maka akan didapatkan ketahanan Impak yang semakin tinggi, pada lapisan 5 dan harga impek 0,100J/mm2 sedangkan Pada lapis serat 1 ketahanannya yang terendah yaitu 0.0121 J/mm2sehingga semakin sedikit seratnya, maka energi yang diserap semakin kecil dan begitu Sebaliknya.
PENGARUH VARIASI KOMPOSISI DEGREASING DAN WAKTU ANODIZING TERHADAP LAJU KEAUSAN DAN KETAHANAN AUS Suprapto, Agus; Suyatno, Agus
Jurnal Teknik Mesin TRANSMISI Vol 9, No 1 (2013): Edisi Pebruari 2013
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v9i1.4592

Abstract

Banyak komponen otomotif maupun industri yang bekerjanya bergesekan antara komponen yang satu dengan lainnya sehingga terjadi keausan. Hal ini berdampak pada : biaya maintenance menjadi membengkak, Pengujian yang dilakukan dalam hal ini uji aushasil anodizing dengan variasi waktu pencelupan dengan berbagai komposisi cairan pembakar (degreasing), sedangkan spesimen yang digunakan adalah Al 6082.Hasil anodizing, Ketahanan aus terendah sebesar 22, 542 % berbanding terbalik dengan laju keausan tertinggi sebesar 0,00026 g/s pada komposisi degreasing: Phosphor : 75 % ; H2SO4 : 20 %; HNO3 : 5 % dengan waktu anodizing 10 menit. Laju keausan (rate wear) semakin rendah maka ketahanan aus semakin tinggi, dan waktu anodizing semakin lama maka ketahanan ausnyasemakin meningkat.
ANALISA SIKLUS IDEAL DAN AKTUAL PADA MOBILE AIR CONDITIONING DENGAN MENGGUNAKAN R-134a DAN HIDROKARBONMC-134 Puji Saksono
TRANSMISI Vol 9, No 2 (2013): Edisi September 2013
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v9i2.4593

Abstract

Siklus refrigerasi adalah siklus kerja yang mentransfer kalor dari media bertemperatur tinggi ke media yangbertemperatur rendah dengan menggunakan kerja dari luar sistem. Idealnya siklus refrigerasi tersebut dapatberoperasi tanpa adanya gangguan perpindahan panas, sehingga hasil yang didapatkan untuk siklus tersebutlebih baik. Namun aktualnya siklus refrigerasi tersebut sangat sulit untuk dipisahkan dengan perpindahankalor dari lingkungan sekitar. Dalam penelitian ini dirakit satu unit Mobile Air Conditioning (MAC) yangmeliputi komponen kompresor, kondensor, evaporator, katup ekspansi, filter drier dan peralatan kontrol,Pengujian yang dilakukan menggunakan dua jenis refrigeran yaitu R-134a yang merupakan refrigeran sintetisdan MC-134 jenis hidrokarbon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien performansi dari siklusideal lebih besar dari siklus aktual. Aplikasi R-134a pada siklus aktual kehilangan (losses) performansisebesar +29% dari nilai COP (coeffcient of performance) siklus ideal. Sedangkan aplikasi MC-134kehilangan (losses) performansi sebesar + 18% dari COP siklus ideal. Dengan demikian temperatur darisuperheat dan subcooling sistem refrigerasi akan berpengaruh terhadap nilai COP siklus aktual.

Filter by Year

2005 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 21 No. 1 (2025): March (2025) Vol. 20 No. 2 (2024): September (2024) Vol 20, No 2 (2024): September (2024) Vol 20, No 1 (2024): March 2024 Vol 19, No 2 (2023): September 2023 Vol 19, No 1 (2023): March 2023 Vol 18, No 2 (2022): September 2022 Vol 18, No 1 (2022): March 2022 Vol 17, No 2 (2021): September 2021 Vol 17, No 1 (2021): March 2021 Vol 16, No 2 (2020): September 2020 Vol 16, No 1 (2020): March 2020 Vol 15, No 2 (2019): Edisi September 2019 Vol 15, No 1 (2019): Edisi Pebruari 2019 Vol 14, No 2 (2018): Edisi September 2018 Vol 14, No 1 (2018): Edisi Pebruari 2018 Vol 13, No 2 (2017): Edisi September 2017 Vol 13, No 1 (2017): Edisi Pebruari 2017 Vol 12, No 2 (2016): Edisi September 2016 Vol 12, No 1 (2016): Edisi Februari 2016 Vol 11, No 2 (2015): Edisi September 2015 Vol 11, No 1 (2015): Edisi Pebruari 2015 Vol 10, No 2 (2014): Edisi September 2014 Vol 10, No 1 (2014): Edisi Pebruari 2014 Vol 9, No 2 (2013): Edisi September 2013 Vol 9, No 1 (2013): Edisi Pebruari 2013 Vol 8, No 2 (2012): Edisi September 2012 Vol 7, No 1 (2011): Edisi Pebruari 2011 Vol 6, No 2 (2010): Edisi September 2010 Vol 6, No 1 (2010): Edisi Pebruari 2010 Vol 5, No 2 (2009): Edisi September 2009 Vol 5, No 1 (2009): Edisi Pebruari 2009 Vol 4, No 2 (2008): Edisi September 2008 Vol 4, No 1 (2008): Edisi Pebruari 2008 Vol 3, No 2 (2007): Edisi September 2007 Vol 3, No 1 (2007): Edisi Pebruari 2007 Vol 2, No 2 (2006): Edisi September 2006 Vol 2, No 1 (2006): Edisi Pebruari 2006 Vol 1, No 2 (2005): Edisi September 2005 Vol 1, No 1 (2005): Edisi Pebruari 2005 Vol 1, No 1 (2005): Jurnal Transmisi More Issue