cover
Contact Name
Ike Widyastuti
Contact Email
yazfara_k2@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
yazfara_k2@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Transmisi
ISSN : 02163233     EISSN : 25802283     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal TRANSMISI dipublikasikan oleh Jurusan Teknik Mesin Universitas Merdeka Malang sebagai media diseminasi hasil penelitian dan karya ilmiah baik penelitian dasar maupun terapan di bidang teknik mesin. Berkala ilmiah ini memuat naskah dengan bidang kompetensi konversi energi, material (metalurgi), produksi dan manufaktur baik merupakan penelitian dasar ataupun rekayasa alat terapan.
Arjuna Subject : -
Articles 254 Documents
ANALISA SISTEM HIDROLIK ALAT PELEPAS PAD SHOE TANK LEOPARD Agus Susanto; Rudi Hariyanto; Harnyoto Harnyoto
TRANSMISI Vol 14, No 1 (2018): Edisi Pebruari 2018
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v14i1.4649

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisa performa sistem hidrolik pelepas pad shoe Tank Leopard. Performa dari sistem hidrolik ditunjukan oleh nilai tekanan kerja dan daya baik, daya pompa hidrolik maupun daya motor listrik. Hasil pengujian menunjukan performa sistem hidrolik alat pelepas pad shoe bekerja sangat baik dan aman hal ini ditunjukan oleh nilai tekanan kerja yaitu 33,33% dari tekanan maksimum, daya kerja motor listrik 96,35% dari daya maksimalnya dan daya kerja pompa hidrolik 65% dari daya maksimum pompa hidrolik. Penggunaan alat hidrolik juga mampu menghemat waktu pelepasan pad shoe sebesar 37 detik dibanding pelepasan secara manual yang selama ini dilakukan membutuhkan waktu 90 detik.
REDESAIN MOUNT GUN MAG 58 CALIBER 7,62 MM PADA PESAWAT HELICOPTER BELL 412 PENERBANGAN ANGKATAN DARAT Suprapto Suprapto; Darto Darto; Iman Santoso
TRANSMISI Vol 14, No 1 (2018): Edisi Pebruari 2018
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v14i1.4650

Abstract

Pesawat Helicopter Bell 412 dan Bell 205 A-1 adalah suatu jenis Helicopter Serbu yang dimiliki TNI AD khususnya di Puspenerbad, pesawat Helicopter ini dilengkapi dengan senjata MAG 58 kaliber 7,62 mm yang terpasang pada Mount Gun (dudukan senjata) di kabin pintu samping kanan dan kiri pesawat yang berfungsi untuk menekan dan menghancurkan posisi musuh. Pada awalnya (standart) kondisi Mount Gun ini masih mengalami beberapa kendala, yaitu kontruksi Mount Gun terlalu besar dan berat. Kontruksi yang terlalu besar tersebut mengakibatkan pada saat pemasangan Ground Wheel guna untuk memindahkan pesawat kehanggar maupun ketempat yang lebih aman, Ground Wheel tersebut tersangkut pada Mout Gun. Dari permasalahan tersebut penulis menuangkan sebuah ide “REDESAIN” pada Mount Gun tersebut. Dengan upaya tersebut dengan melakukan analisa dan perhitungan terhadap gaya-gaya yang terjadi pada Mount Gun dengan dilengkapi referensi yang ada, Mount Gun tersebut setelah diredesain memiliki beberapa kelebihan yaitu; lebih ringan, lebih simple, lebih cepat, cukup dua atau tiga personil untuk pemasangan, dan lebih mudah untuk kesiapan pengoperasian pada saat pemasangan senjata di Helicopter, serta tidak perlu bongkar pasang pada saat pemasangan Ground Wheel.
ANALISA GAYA RECOIL DAN DESAIN KOMPONEN POPOR CORNER SHOT PADA PISTOL P1 PINDAD KALIBER 9 MM Oggy Surya Fanawa; Sufiyanto Sufiyanto; Jainur Rohman
TRANSMISI Vol 14, No 1 (2018): Edisi Pebruari 2018
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v14i1.4652

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang persenjataan untuk kedepannya telah memberi inspirasi yang jauh lebih baik bila dihadapkan pada kondisi senjata konvensional. Corner shot adalah senjata sudut yang dapat dibelokan kearah kanan ataupun kiri yang nantinya dapat mendukung dalam proses pertempuran perkotaan. Ukuran dan pemilihan bahan yang digunakan akan menentukan kemampuan dari desain alat yang dibuat. Dalam memodifikasi diketemukan adanya kendala yang mungkin dapat dilengkapi yaitu tentang pembahasan gaya recoil. Karena dalam memperoleh gaya recoil masih menggunakan referensi data hasil pengukuran recoil load force. Sehingga perlu dilakukan analisa perhitungan terhadap gaya recoil sehingga dapat sebagai acuan untuk memperhitungkan beban yang bekerja sehingga popor corner shot mampu menerima beban kerja maksimum yang dihasilkan oleh senjata pistol P1 Pindad kaliber 9 mm. Dari perencanaan dan perhitungan beban, analisa beban yang terjadi, diperoleh hasil gaya recoil (Frec) sebesar 42,674 N. Tegangan geser pada pasak poros penghubung dengan bahan besi cor FC 15 sebesar 0,42.106 N/m2, sedangkan tegangan geser yang diijinkan sebesar 66,15.106 N/m2. Tegangan lentur pada pasak poros penghubung dengan bahan besi cor FC 15 sebesar 14,3.106 N/m2, sedangkan tegangan lentur yang diijinkan sebesar 68,6.106 N/m2. Tegangan geser pegas pada pasak poros penghubung dengan bahan baja SUP 4  sebesar 16.107 N/m2, sedangkan tegangan geser yang diijinkan pada pegas sebesar 51,75 kg/mm2 = 51,75.107 N/m2. Dan tegangan geser bantalan luncur pasak poros penghubung dengan bahan besi cor FC 15  sebesar 0,5. 106 N/m2, sedangkan tegangan geser yang diijinkan pada bantalan luncur sebesar 7 kg/mm2 (68,6 Mpa = 68,6.106 N/m2). Dikarenakan besarnya beban kerja yang bekerja pada bahan lebih kecil dibandingkan beban kerja yang diijinkan maka ukuran dimensi dan bahan yang digunakan aman dari patahan atau defleksi.
ANALISA HYDROPNEUMATIC BRAKE SYSTEM PADA RANTIS KOMODO Ketut Gede Adi P.S; Sudjatmiko Sudjatmiko; Eko Djunaidi
TRANSMISI Vol 14, No 1 (2018): Edisi Pebruari 2018
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v14i1.4653

Abstract

Indonesia sebagai negara berkembang cukup menunjukan kelas di dunia militer. Salah satunya adalah mobil tempur tangguh buatan PT Pindad (Persero) bernama Komodo. Rantis Komodo merupakan salah satu alutsista TNI AD mobil tempur versi ringan dan mulai dipergunakan sebagai kendaraan operasional. Salah satu sistem yang terdapat pada kendaraan yang menjamin keamanan dan kenyamanan dalam berkendaraan adalah sistem rem. Rantis Komodo menggunakan hydropneumatic brakesystem, yaitu gabungan dari sistem peneumatic dan hydraulic.Penggunaansisteminimenghasilkan daya pengereman yang lebih kuat dengan tenagapengendaliyanglebihringan. Yang membedakan sistem ini adalahbrake valvetidak langsung menekanair booster (air master), melainkan hanya membuka dan menutup katup, kemudian udara pada kompresor (udara bertekanan) mengalir, dan menekan air booster, sehingga pengereman sesuai dengan jarak yang diinginkan dan lebih sempurna.
REDESAIN KOMPOR LIMBAH OLI UNTUK KEPERLUAN INDUSTRI Pratama, Demmy Eka; Ma'ruf, Mohammad; Widiharsa, Fransiskus A.
Jurnal Teknik Mesin TRANSMISI Vol 14, No 1 (2018): Edisi Pebruari 2018
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v14i1.4655

Abstract

Limbah oli termasuk dalam golongan B3(Bahan Berbahaya dan Beracun) serta mengandung logam berat, tetapi limbah oli mempunyai properti fisik berupa titik nyala serta titik api sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif sebagai bahan bakar kompor limbah oli sehingga kompor tersebut dapat diaplikasikan sebagai pengganti penggunaan kompor  tradisional yang masih digunakan di dunia industri. Kompor limbah oli terdahulu menghasilkan percikan oli di luar area dapur pembakaran karena terbawa pusaran(siklon) udara pembakaran, hal ini  membuat limbah baru dan mempengaruhi tingkat konsumsi bahan bakar kompor limbah oli. Dengan redesain kompor limbah oli hal tersebut tidak terjadi, pada laju aliran massa udara yang sama(0,0002 hingga 0,00025 kg/detik), laju aliran massa limbah oli  sebelum redesain = 0,00434 kg/detik sedangkan laju aliran massa limbah oli setelah redesain = 0,00174 kg/detik. Dengan debit limbah oli yang sama(0,001m3/detikhingga 0,0025 m3/detik, energi persatuan waktu yang dihasilkan kompor limbah oli sebelum redesain = 3,06 kJ/detik, sedangkan energi persatuan waktu yang dihasilkan kompor limbah oli setelah redesain = 5,43 kJ/detik.
ANALISA KEAUSAN RODA GIGI LURUS SECARA MIKROSKOPIK DENGAN VARIASI BEBAN Bagus Setya Raharja; Sufiyanto Sufiyanto; I Made Sunada
TRANSMISI Vol 14, No 2 (2018): Edisi September 2018
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v14i2.4656

Abstract

Peran rodagigi dalam sebuah kendaraan maupun dunia industry sangat penting dalam menghubungkan atau meneruskan putaran daya yang dihasilkan dari proses energy kinetic menjadi energy mekanik. Didalam aplikasi penggunaan transmisi roda gigi sering dijumpai suatu masalah yaitu keausan roda gigi. Keausan merupakan penguraian ketebalan permukaan akibat gesekan yang terjadi pada pembebanan dan gerakan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui laju keausan pengaruh beban dan putaran terhadap keausan roda gigi lurus dengan bahan SCM 440. Korelasi kecepatan keausan dengan variasi beban sebesar R2 = 0,9721. Dari hasil analisa penelitian ini didapatkan hasil bahwa pada putaran 200 dan 500 rpm dengan beban 0, 5, dan 10 kg mengalami penurunan keausan secara linier. Sedangkan pada putaran 1000 rpm dengan beban 0, 5, 10 kg mengalami kenaikan dan penurunan yang signifikan karena pada beban yang besar dan putaran tinggi laju keausan akan tidak stabil cenderung terlihat mencolok perbedaannya. Semakin berat beban yang diterima pada roda gigi, maka semakin rendah putaran yang dihasilkan
DESAIN MECANUM WHEEL SYSTEM PADA KENDARAAN ROBOT TEMPUR KOTA Yunus Supriyanto; Sufiyanto Sufiyanto; Kusnadi Kusnadi
TRANSMISI Vol 14, No 2 (2018): Edisi September 2018
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v14i2.4673

Abstract

Mecanum wheel system adalah sistem penggerak roda yang digunakan untuk menggerakkan robot tempur. Desain pada mecanum wheel system ini dilakukan dengan cara membuat modifikasi sistem penggerak roda atau rantai yang semula digunakan pada robot tempur perkotaan. Keterbatasan sistem penggerak roda atau rantai adalah sulitnya melakukan perubahan arah gerakan kendaraan dengan radius tikungan yang sempit. Hal ini sangat membatasi fleksibilitas dari kendaraan robot tempur kota karena rute untuk area perkotaan terutama pemukiman yang padat memiliki kondisi jalan yang sempit dan berbelok-belok. Tujuan aplikasi mecanum wheel system pada desain kendaraan robot tempur kota adalah untuk meningkatkan mobilitas dan fleksibilitas pada saat melintas pada kondisi jalan sempit di area perkotaan. Dalam tulisan ini dilakukan perencanaan komponen utama roda penggerak dari mecanum wheel system yang digunakan. Metode yang dilakukan dengan membuat desain pada komponen-komponen utama roda penggerak mecanum wheel system tersebut. Spesifikasi berat kendaraan 150 kg dan daya motor penggerak pada setiap roda sebesar 350 watt yang digerakkan dengan menggunakan energi baterai. Kecepatan maksimal yang mampu ditempuh adalah   10 km/jam. Pada analisa kekuatan baut pengikat roda diperoleh tegangan geser ijin baut lebih besar daripada tegangan geser yang terjadi (1,17 kg/mm2 2,67 kg/mm2). Sedangkan kekuatan poros roller roda menghasilkan tegangan lentur 1,27 kg/mm2 yang masih lebih rendah dari tegangan lentur ijin bahan S40C sebesar 4,58 kg/mm2. Kesimpulan yang diperoleh berdasarkan hasil analisa kekuatan pada beberapa komponen utama dari mecanum wheel system masih memenuhi syarat desain yang aman karena batas tegangan kerja yang diterima oleh komponen-komponen tersebut masih lebih kecil dari nilai tegangan ijin bahan.
ANALISA KEMAMPUAN CHASSIS PADA ROBOT TEMPUR KOTA DENGAN SOFTWARE MSC. NASTRAN Eko Prasetyo Widyanto; Darto Darto; Adi Novianto
TRANSMISI Vol 14, No 2 (2018): Edisi September 2018
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v14i2.4674

Abstract

Dalam analisa kemampuan chassis pada robot tempur kotadengan software MSC. Nastran mengfokuskan mengenai kekuatan rangka dan rangkaian beban yang diterima sehingga chassis robot tempur kota mampu menahan segala beban yang diterima, sehinggga chassis tidak mengalami patahan maupun bengkokan akibat dari menahan segala beban yang diterima selama melaksanakan fungsi dan daya guna maksimal.
PERENCANAAN SISTEM TRANSMISI PENGGERAK MECANUM WHEEL ROBOT TEMPUR KOTA Ferdinan Simanjuntak; Ike Widyastuti; Gunarko Gunarko
TRANSMISI Vol 14, No 2 (2018): Edisi September 2018
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v14i2.4677

Abstract

Robot tempur kota dirancang untuk membantu pertempuran di medan perkotaan dengan kontrol jarak jauh serta pergerakan khusus dari roda mecanum wheel. Pergerakan khusus dari roda ini memungkinkan robot dapat bergerak kesegala arah serta dapat berputar ditempat 3600 kembali kearah semula. Efektifitas waktu dan fleksibilitas gerakan dalam menentukan target atau musuh pada setiap sudut dengan cepat adalah salah satu syarat penting dalam pertempuran perkotaan. Perencanaan sistem transmisi penggerak mecanum wheel robot tempur kota ini dilengkapi dengan 4 kaki roda penggerak dimana setiap kaki roda mecanum wheel menggunakan motor dc sebagai sistem penggerak utama yang dirangkai dengan komponen mesin lain seperti poros, pasak, kopling cakar, gearbox transmisi dengan rangkaian roda gigi cacing, sproket kecil dan besar yang terhubung dengan rantai rol dan bantalan gelinding pada roda mecanum. Transmisi penggerak pada setiap kaki telah dihubungkan dengan sistem program arduino yang terhubung ke hp sebagai kontrol gerak mecanum wheel robot tempur kota. Dalam perencanaan sistem transmisi penggerak mecanum wheel robot tempur kota ini diperoleh hasil dengan beban maksimal 150 kg, dengan daya motor (P) 0,350 kW, diameter roda gigi 42 mm, diameter ulir cacing 25 mm, diameter sproket besar 145 mm,diameter sproket kecil 45 mm dan daya pada gigi cacing 0,101 kW, daya pada ulir cacing 0,300 kW, daya pada sproket  besar 0,209 kW, daya pada sproket kecil 0,190 kW, rantai yang digunakan ANSI no.35 dengan diameter rol 5,08 mm, beban maksimal rantai 115,4 kg dan diameter poros 1, 2, 3, 4 yaitu 12, 12, 15, 20 mm dengan panjang pasak 1, 2, 3, 4 yaitu 14, 14, 16, 18. Umur nominal bantalan digunakan selama 5 jam/hari selama 8,899 tahun.
ANALISA UNJUK KERJA SISTEM KELISTRIKAN PADA ROBOT TEMPUR KOTA Agung Surya Budi; Boe Tong Widada; Sugeng Haryanto
TRANSMISI Vol 14, No 2 (2018): Edisi September 2018
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v14i2.4683

Abstract

Sistem kelistrikan pada robot tempur kota merupakan rangkaian yang sangat penting untuk menggerakan rangkaian mekanik pada robot tempur kota. Sehingga dalam analisa sitem kelistrikan dibutuhkan pengujian alat, untuk mengetahui sistem kelistrikan mampu menggerakan rangkaian mekanik robot dapat berjalan dengan baik dengan beban yang ada pada robot tersebut. Didalam pengujian alat dilengkapi dengan menggunakan voltmeterdigital yang dipasang pada robot, untuk mempermudah dalam pelaksanaan pengujian dan dapat mengetahui arus dan tegangan yang masuk pada masing-masing motor DC 24 robot, dan untuk mengetahui lama waktu pemakaian baterai 12 volt yang dihubungkan secara seri pada saat digunakan secara continous(terus-menerus). Sehingga sitem kelistrikan dapat berkerja sesuai yang diinginkan.

Filter by Year

2005 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 21 No. 1 (2025): March (2025) Vol 20, No 2 (2024): September (2024) Vol. 20 No. 2 (2024): September (2024) Vol 20, No 1 (2024): March 2024 Vol 19, No 2 (2023): September 2023 Vol 19, No 1 (2023): March 2023 Vol 18, No 2 (2022): September 2022 Vol 18, No 1 (2022): March 2022 Vol 17, No 2 (2021): September 2021 Vol 17, No 1 (2021): March 2021 Vol 16, No 2 (2020): September 2020 Vol 16, No 1 (2020): March 2020 Vol 15, No 2 (2019): Edisi September 2019 Vol 15, No 1 (2019): Edisi Pebruari 2019 Vol 14, No 2 (2018): Edisi September 2018 Vol 14, No 1 (2018): Edisi Pebruari 2018 Vol 13, No 2 (2017): Edisi September 2017 Vol 13, No 1 (2017): Edisi Pebruari 2017 Vol 12, No 2 (2016): Edisi September 2016 Vol 12, No 1 (2016): Edisi Februari 2016 Vol 11, No 2 (2015): Edisi September 2015 Vol 11, No 1 (2015): Edisi Pebruari 2015 Vol 10, No 2 (2014): Edisi September 2014 Vol 10, No 1 (2014): Edisi Pebruari 2014 Vol 9, No 2 (2013): Edisi September 2013 Vol 9, No 1 (2013): Edisi Pebruari 2013 Vol 8, No 2 (2012): Edisi September 2012 Vol 7, No 1 (2011): Edisi Pebruari 2011 Vol 6, No 2 (2010): Edisi September 2010 Vol 6, No 1 (2010): Edisi Pebruari 2010 Vol 5, No 2 (2009): Edisi September 2009 Vol 5, No 1 (2009): Edisi Pebruari 2009 Vol 4, No 2 (2008): Edisi September 2008 Vol 4, No 1 (2008): Edisi Pebruari 2008 Vol 3, No 2 (2007): Edisi September 2007 Vol 3, No 1 (2007): Edisi Pebruari 2007 Vol 2, No 2 (2006): Edisi September 2006 Vol 2, No 1 (2006): Edisi Pebruari 2006 Vol 1, No 2 (2005): Edisi September 2005 Vol 1, No 1 (2005): Edisi Pebruari 2005 Vol 1, No 1 (2005): Jurnal Transmisi More Issue