cover
Contact Name
Ike Widyastuti
Contact Email
yazfara_k2@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
yazfara_k2@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Transmisi
ISSN : 02163233     EISSN : 25802283     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal TRANSMISI dipublikasikan oleh Jurusan Teknik Mesin Universitas Merdeka Malang sebagai media diseminasi hasil penelitian dan karya ilmiah baik penelitian dasar maupun terapan di bidang teknik mesin. Berkala ilmiah ini memuat naskah dengan bidang kompetensi konversi energi, material (metalurgi), produksi dan manufaktur baik merupakan penelitian dasar ataupun rekayasa alat terapan.
Arjuna Subject : -
Articles 254 Documents
ANALISIS KARAKTERISTIK GETARAN PADA SISTEM PERPIPAAN AKIBAT PERUBAHAN JARAK TUMPUAN KLEM Ryan Hadi Pamungkas; Sufiyanto Sufiyanto
TRANSMISI Vol 10, No 1 (2014): Edisi Pebruari 2014
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v10i1.4608

Abstract

Stabilitas sistem perpipaan dipengaruhi oleh perubahan kecepatan aliran fluida didalam pipa dan kekakuansistem (stiffness). Pada kecepatan aliran (flow rate) yang besar, fluida akan menekan dinding pipa dan dapatmengakibatkan pipa melengkung (bending). Frekwensi natural sistem akan menurun dengan bertambahnyakecepatan aliran yang beresiko terjadinya resonansi. Peningkatan kekakuan dapat meningkatkan frekwensinatural dari sistem sehingga dapat meredam terjadinya getaran atau resonansi. Salah satu upaya yangdilakukan untuk meningkatkan stabilitas sistem perpipaan adalah dengan penggunaan clamping system.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa stabilitas sistem perpipaan akibat variasi jarak tumpuan klemdengan mengamati karakteristik getaran pada pipa.Metode yang digunakan adalah pengujian eksperimental dengan mengukur frekwensi getaran yang terjadiakibat variasi jarak tumpuan/klem pipa. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan semakin pendek jaraktumpuan klem maka frekwensi getaran yang semakin tinggi yang ditunjukkan dengan kerapatan gelombangdan amplitudo simpangan dari getaran yang dihasilkan. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalahpeningkatan stabilitas sistem perpipaan dapat dilakukan dengan mengatur jarak klem/tumpuan dan diameterserta ketebalan pipa yang akan berpengaruh terhadap kekakuan struktur dari sistem perpipaan.
ANALISA PERFORMANSI ENGINE CATERPILLAR MODEL 3176 SETELAH PROSES OVERHOULE Meru, Rendi Septian; Saksono, Puji
TRANSMISI Vol 10, No 2 (2014): Edisi September 2014
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v10i2.4610

Abstract

Dalam memenuhi target produksi di perusahaan yang menggunakan unit alat berat, maka unit tersebut harus selalu dalam kondisi yang baik. Oleh karena itu perawatan engine sangat di perlukan agar performansi unit selalu terjaga maksimal. Penelitian dilakukan di PT Trakindo Utama Samarinda yang merupakan perusahaan yang bergerak dibidang sales dealer dan service merk Caterpillar. Adapun peralatan uji engine menggunakan Dynotest dan peralatan instrumen tambahan. Berdasarkan analisa hasil pengujian performansi engine Caterpillar model 3176 setelah dilakukan proses overhoule pada pemakaian 20.000 jam, didapatkan nilai torsi maksimal sebesar 688 Lb.ft, daya sebesar 265,39 PS serta nilai tekanan efektif rata-rata (BMEP) sebesar 11,6 kg/cm² pada putaran mesin 1.998 rpm.
RENTABILITAS PENGADAAN PLAN PRODUKSI KAIN TERPAL SECARA MANDIRI SEBAGAI BAHAN BAKU TAS DI UKM Samsudin Hariyanto; Ni Made Wiati; Sudjatmiko Sudjatmiko
TRANSMISI Vol 10, No 2 (2014): Edisi September 2014
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v10i2.4612

Abstract

UKM CV. Kali Masa memproduksi tas dengan menggunakan bahan baku kain terpal. Kapasitas produksi tas sebelum kegiatan IBM adalah 100 dosin per minggu atau ± 17 dosin per hari. Kain terpal dipasok dari perusahaan lain dengan kualitas yang kurang baik (terdapat kerutan) dan sering mengalami keterlambatan pasokan sehingga mengganggu kegiatan produksi tas. Untuk mengatasi permasalahan ini perlu dibuat plan produksi kain terpal yang dapat memproduksi kain terpal secara mandiri dengan kualitas yang baik.Desain plan produksi kain terpal yang dibuat meliputi dimensi mesin laminating, pengaturan rol penggulung kain terpal, penempatan dan pengaturan posisi bahan baku kain terpal sebelum masuk mesin laminating, dan meja konveyor sehingga plan produksi kain terpal dapat menghasilkan kain terpal sesuai dengan yang diharapkan.Berdasarkan hasil pengujian plan produksi kain terpal dapat memproduksi kain terpal dengan kecepatan 2 meter per menit atau ± 1000 meter per hari (8 jam kerja per hari). Kapasitas produksi tas pada UKM setelah pengadaan plan produksi kain terpal secara mandiri sebesar 35 dosin per hari yang membutuhkan bahan baku kain terpal sebesar 600 meter sehingga sudah dapat dipenuhi secara mandiri dan kelebihannya sebesar 400 meter perhari dapat digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi tas. Nilai rentabilitas usaha mengalami kenaikan sebesar 10,79%, dari 25,32% menjadi 36,11%. Berdasarkan kenaikan nilai rentabilitas usaha ini juga menunjukkan bahwa produksi kain terpal secara mandiri menguntungkan bagi UKM.
STRUKTUR COLUMNAR, DENDRITIC DAN ACICULAR BAJA 0,16% C SETELAH PROSES SMAW CONSUMABLE ELECTRODE RB 260 E 6013 Djoko Andrijono
TRANSMISI Vol 10, No 2 (2014): Edisi September 2014
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v10i2.4614

Abstract

Baja 0,16% C setelah di las busur listrik elektroda terbungkus dan dilanjutkan proses variasi media pendinginan terjadi perbedaan sifat kekerasan dan struktur mikro pada daerah lasan terdiri atas: logam induk, daerah pengaruh panas dan logam lasan. Tujuan penelitian untuk mengetahui, membandingkan, menganalisa pengaruh variasi media pendinginan terhadap sifat kekerasan, struktur mikro daerah lasan, sifat mampu las baja 0,16% C, dan mengetahui, menganalisa komposisi kimia logam induk dan elektroda sebagai logam pengisi. Manfaat penelitian untuk memperoleh sifat kekerasan yang paling optimum sehingga dapat diaplikasikan untuk konstruksi sambungan las pada rangka bangunan dan rangka kendaraan. Hasil penelitian menunjukkan sifat kekerasan daerah lasan yang paling tinggi pada pendinginan oli SAE 90, air dan terendah pada pendinginan udara. Struktur mikro daerah lasan terbentuk fasa ferit () dan perlit ( + Fe3C) pada pendinginan udara. Struktur mikro daerah lasan dengan pendinginan oli SAE 90, air tidak terbentuk struktur martensit melainkan terbentuk fasa , Fe3C. Kesimpulan penelitian sifat kekerasan daerah lasan secara umum semakin meningkat, besar butir semakin halus, kecuali logam induk tidak mengalami perubahan sifat kekerasan dan struktur mikro serta besar butir.
PENGARUH PERLAKUAN PANAS HASIL PELAPISAN ZINCATE–NICKEL HARD CHROMIUM PADA ALUMINIUM TERHADAP LAJU KEAUSAN Amran Madjid; Ike Widyastuti
TRANSMISI Vol 10, No 2 (2014): Edisi September 2014
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v10i2.4615

Abstract

Pelapisan zincate-Ni Hard Chromium plating pada Aluminium bertujuan untuk meningkatkan kekerasan dari logam induk (pelapisan rekayasa) yang pada akhirnya dapat digunakan untuk meningkatkan ketahanan aus material. Lama waktu pelapisan berpengaruh terhadap ketebalan hasil lapisan deposit dengan bertambahnya ion-ion logam yang terdeposisi, sementara pemanasan dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kekerasan dengan melalui proses aging sehingga akan meningkatkan ketahanan aus atau menurunkan laju keausan material. Laju keausan material akan mengalami penurunan pada proses dengan pemanasan temperatur aging 2000C hingga 12%-25%. Hal ini disebabkan karena terbentuknya presipitasi pada hasil lapisan yang meningkatkan kekerasan. Namun apabila temperatur terus ditingkatkan hingga 4000C yang terjadi adalah peningkatan laju keausan atau penurunan ketahanan aus bahan, yang disebabkan karena terjadinya pertumbuhan butir atau pengkasaran butir logam.
KARAKTERISTIK BAHAN INNER RACE PADA CONSTANT VELOCITY JOINT TANK SCORPION 90 MM A. Riadi Siregar; Jumiadi Jumiadi; Ardiyanto Ardiyanto
TRANSMISI Vol 10, No 2 (2014): Edisi September 2014
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v10i2.4616

Abstract

Penelitian tentang bahan untuk constant velocity joint yang digunakan dalam kendaraan tempur Tank Scorpion 90 mm memerlukan ketahanan maupun kekuatan yang tinggi terutama terhadap kekerasan, dan ketahanan ausnya, dikarenakan kondisi kerja mengalami pada putaran kejut yang tinggi dan fluktuatif pada saat kendaraan berjalan di medan datar dan berbelok. Penelitian ini dimaksud mengindetifikasi karakteristik bahan padaconstant velocity joint kendaraan tempur Tank Scorpion 90 mm khususnya pada bagian inner race yang berhubungan dengan komposisi kimia, struktur mikro, kekerasan, ketahanan aus dan tegangan bahannya.Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa bahan yang dipakai pada bahan inner race adalah baja konstruksi mesin S50C (AISI 1050) dengan persentase komposisi kimia yang paling tinggi adalah kadar karbon sebesar 0,53% C, dan struktur mikro menunjukkan adanya fasa ferrite, pearlite dan bainite fheatery dengan matrix martensite, Angka kekerasan maksimum sebesar 44 HRC terletak pada bagian permukaan atas inner race dan laju keausannya diperoleh sebesar 2,3 x 10-5 gram/m serta tegangan bahannya sebesar 65 kgf/mm2.
PENGENDALIAN KOROSI PADA BOOM BURNER MENGGUNAKAN METODA KATODIK DENGAN ALUMINIUM DAN SENG SEBAGAI ANODA KORBAN Ferly Komul; Budha Maryanti
TRANSMISI Vol 10, No 2 (2014): Edisi September 2014
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v10i2.4617

Abstract

Korosi sebagai salah satu proses elektrokimia menghasilkan dampak yang buruk dan merugikan. Selain kerusakan peralatan-peralatan yang terbuat dari logam, korosi juga secara tidak langsung dapat mempengaruhi kinerja suatu peralatan. Efek negatif semakin terlihat jelas apabila korosi menyerang peralatan yang berhubungan dengan kelestarian lingkungan. Salah satu contoh adalah boom burner yang digunakan di industri minyak bumi dan gas alam. Tujuan dari penelitian adalah untuk menganalisa penyebab terjadinya korosi pada pipa, efek-efek yang ditimbulkan serta membandingkan laju korosi antara 2 (dua) anoda korban, yaitu; aluminium dan seng. Metode perlindungan katodik sebagai salah satu cara mengurangi laju korosi telah banyak di pergunakan pada industri-industri di masa sekarang ini. Penelitian ini dilakukan selama 720 jam dengan memanfaatkan aluminium dan seng sebagai anoda korban. Setiap 72 jam, dilakukan pengambilan data ketebalan pipa menggunakan thickness tester. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab utama terjadinya korosi pada pipa boom burner adalah sisa air yang masih menggenang di dalam pipa. Perolehan data yang diambil pada bagian bawah pipa, boom burner yang tidak diproteksi mengalami laju korosi sebesar 9,8972 mpy. Penggunaan seng sebagai anoda korban berhasil mengurangi laju korosi hingga 3,0295 mpy, sedangkan aluminium lebih mampu mengurangi laju korosi hingga 2,2710 mpy.
ANALYSIS OF THE ABILITY TO PUSH HOVERCRAFT VEHICLES TO SUPPORT ARMY SWAMP OPERATIONS Endia Muhamat Nur; Mohammad Ma'ruf; Agus Mulyono
TRANSMISI Vol 15, No 2 (2019): Edisi September 2019
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v15i2.4772

Abstract

A hovercraft is an amphibious vehicle that works on an air cushion, capable of traveling on land and water terrains. This vehicle is driven by two systems, namely the lifting system and the propulsion system. The propulsion system functions to produce a thrust that will drive the hovercraft vehicle forward. The thrust is influenced by engine speed, transmission, shaft rotation, fan design, air flow speed, flow rate mass, and air discharge. This research method is carried out by varying the engine speed, starting from 1000rpm, 1200rpm, 1400rpm, 1600rpm, 1800rpm, 2000rpm, 2200rpm rotation. The results of the research and data processing showed that the higher the rotation of the shaft, the greater the thrust generated. Where at a minimum engine speed of 1000 rpm, the shaft rotation of 436 rpm produces a thrust of 11.794 Newton. Whereas at the maximum 2200 rpm engine speed, the 1060 rpm shaft rotation produces a thrust of 87.664 Newton.
ANALYSIS OF MICROSCOPIC WEAR ON STRAIGHT GEAR WITH ROTATION VARIATION Febri Putra Perdana; Darto Darto; I Made Sunada
TRANSMISI Vol 15, No 2 (2019): Edisi September 2019
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v15i2.4773

Abstract

Wear is an important factor in reducing the function of engine performance including limiting the service life and performance of various engine components that rub against each other directly, this results in increased maintenance costs. In this study aims to determine the rate of straight gear wear with SCM 440 material from the influence of load and shaft rotation. Experimental research methods with variables of 200 rpm, 500 rpm and 1000 rpm and load respectively 0, 5, 10 kg, from the test results obtained the highest value of power at 1000 rpm and 0 kg load, while for the lowest wear value obtained at 200 rpm and a load of 5 kg, this is due to the misalignment factor in the drive shaft and being driven, this can be seen from the average wear position located at the end of the gear that is in direct contact between the gear and the gear is moved, so that in rotation high and without loading the shaft rotation is not balanced, but at high rotation and with a certain load imbalance rotation due to misalignment can be suppressed and produce a low wear value.
ANALISA PERFORMANSI FIRE PUMP DEP-0131-A DENGAN STANDAR NFPA 20 PADA LAPANGAN SOUTH PROCESSING UNIT Gunawan Gunawan
TRANSMISI Vol 14, No 1 (2018): Edisi Pebruari 2018
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v14i1.4638

Abstract

Dalam inovasi teknologi pada masa ini, perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam bidang Migas (minyak dan gas) diwajibkan untuk memperhatikan keselamatan baik karyawannya maupun aset produksi dari perusahaan tersebut. Seperti halnya dilapangan gas SPU (South Processing Unit) yang dikelola TOTAL EP INDONESIE sejak tahun 2010. Perawatan asset-aset produksi sangat diperhatikan sebagai penunjang produktivitas perusahaan. Seperti diketahui bahaya-bahaya yang dapat terjadi pada perusahaan minyak dan gas yaitu kebakaran, gas bocor, hingga terjadi suatu ledakan. Bahaya-bahaya tersebut dapat dicegah dengan sistem proteksi yang baik. Sebagai contoh jika terjadi suatu kebakaran, ada suatu sistem yang mampu menanggulangi peristiwa tersebut agar tidak terjadi kerugian yang besar bagi perusahaan tersebut. Sistem tersebut dikenal sebagai sistem pemadam kebakaran.

Filter by Year

2005 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 21 No. 1 (2025): March (2025) Vol 20, No 2 (2024): September (2024) Vol. 20 No. 2 (2024): September (2024) Vol 20, No 1 (2024): March 2024 Vol 19, No 2 (2023): September 2023 Vol 19, No 1 (2023): March 2023 Vol 18, No 2 (2022): September 2022 Vol 18, No 1 (2022): March 2022 Vol 17, No 2 (2021): September 2021 Vol 17, No 1 (2021): March 2021 Vol 16, No 2 (2020): September 2020 Vol 16, No 1 (2020): March 2020 Vol 15, No 2 (2019): Edisi September 2019 Vol 15, No 1 (2019): Edisi Pebruari 2019 Vol 14, No 2 (2018): Edisi September 2018 Vol 14, No 1 (2018): Edisi Pebruari 2018 Vol 13, No 2 (2017): Edisi September 2017 Vol 13, No 1 (2017): Edisi Pebruari 2017 Vol 12, No 2 (2016): Edisi September 2016 Vol 12, No 1 (2016): Edisi Februari 2016 Vol 11, No 2 (2015): Edisi September 2015 Vol 11, No 1 (2015): Edisi Pebruari 2015 Vol 10, No 2 (2014): Edisi September 2014 Vol 10, No 1 (2014): Edisi Pebruari 2014 Vol 9, No 2 (2013): Edisi September 2013 Vol 9, No 1 (2013): Edisi Pebruari 2013 Vol 8, No 2 (2012): Edisi September 2012 Vol 7, No 1 (2011): Edisi Pebruari 2011 Vol 6, No 2 (2010): Edisi September 2010 Vol 6, No 1 (2010): Edisi Pebruari 2010 Vol 5, No 2 (2009): Edisi September 2009 Vol 5, No 1 (2009): Edisi Pebruari 2009 Vol 4, No 2 (2008): Edisi September 2008 Vol 4, No 1 (2008): Edisi Pebruari 2008 Vol 3, No 2 (2007): Edisi September 2007 Vol 3, No 1 (2007): Edisi Pebruari 2007 Vol 2, No 2 (2006): Edisi September 2006 Vol 2, No 1 (2006): Edisi Pebruari 2006 Vol 1, No 2 (2005): Edisi September 2005 Vol 1, No 1 (2005): Edisi Pebruari 2005 Vol 1, No 1 (2005): Jurnal Transmisi More Issue