cover
Contact Name
Ike Widyastuti
Contact Email
yazfara_k2@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
yazfara_k2@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Transmisi
ISSN : 02163233     EISSN : 25802283     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal TRANSMISI dipublikasikan oleh Jurusan Teknik Mesin Universitas Merdeka Malang sebagai media diseminasi hasil penelitian dan karya ilmiah baik penelitian dasar maupun terapan di bidang teknik mesin. Berkala ilmiah ini memuat naskah dengan bidang kompetensi konversi energi, material (metalurgi), produksi dan manufaktur baik merupakan penelitian dasar ataupun rekayasa alat terapan.
Arjuna Subject : -
Articles 254 Documents
THEORETICAL STUDY OF INJECTOR TESTING USING ELECTRIC INJECTOR TESTING TOOLS Agung Suprianto; Tuharno Tuharno
TRANSMISI Vol 15, No 2 (2019): Edisi September 2019
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v15i2.4776

Abstract

The development of technology, especially in the field of modern and sophisticated automotives, one of the technologies being developed is EFI (electronic fuel injection). EFI is a fuel spraying system whose performance is electrically controlled in order to obtain the value of the mixture of air and fuel that is in accordance with the needs of the combustion motor, so that optimal motor power can be obtained with minimal fuel use and has an environmentally friendly exhaust gas. The function and function of fuel injection system of the EFI system on the vehicle consists of three systems, especially the fuel system, the induction system and the electrical control system. The injector is an electromagnetic nozzle whose operation is controlled by the computer, the injector is equipped with a heat insulator on the inlet or on the cylinder line which is close to the input line. The way the injector works is as well as when the ECU sends its signal in the form of a solenoid coil then it must be converted into a magnet which will lift the nose to its upper position, so that the injector gate will open and the high pressure fuel supplied by the fuel pump can come out or spray gently. The electric injector is one of the only substances used to spray and atomize gasoline into the burner according to the Firing Order (FO) sequence.
Analisa Pengaruh Variasi Kecepatan Potong (Vc) Dan Gerak Pemakanan (F) Terhadap Rasio Pemampatan Tebal Geram (λh) Tembaga Pada Proses Sekrap (Shaper Machine) Sudjatmiko Sudjatmiko; Aladin Eko Purkuncoro
TRANSMISI Vol 17, No 2 (2021): September 2021
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v17i2.6706

Abstract

Rasio pemampatan tebal geram (lh) dapat dipergunakan sebagai salah satu tolok ukur pada proses pemesinan,khususnya pada tembaga yang dapat menghasilkan permukaan benda kerja.Kondisi pemotongan pada material benda kerja tergantung dari  jenis mesin perkakas dan parameter pemesinan kecepatan potong (Vc)  dan gerak pemakanan (f) berpengaruh terhadap nilai rasio pemampatan tebal geram (lh), hal ini ditentukan dari perbandingan tebal geram setelah proses pemotongan (hc) secara empirik dengan tebal geram sebelum pemotongan (h) secara teoritis. Permasalahan bagaimana pengaruh dari kecepatan pemotongan (Vc) dan gerak pemakanan (f) terhadap rasio pemampatan tebal geram pada material tembaga dengan proses sekrap konvensional.Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh kecepatan potong (Vc), gerak pemakanan (f)  terhadap rasio pemampatan tebal geram (lh), sehingga akan berpegaruh terhadap koefisien gesek (μ) antara geram dengan pahat potong. Pengambilan data penelitian dilakukan pada kondisi pemotongan dengan variasi kecepatan potong (Vc); gerak pemakanan (f) ; kedalaman potong (a); geometri pahat sekrap (konstan) dengan sudut potong utama (Kro ): 60o ,sudut bebas (αo) = 8o, sudut penampang (βo) = 72o  sudut geram (go) = 10 o.  Hasil yang dicapai dengan naiknya kecepatan makan (vf) dipengaruhi oleh besarnya gerak pemakanan (f), dapat menurunkan koefisien gesek (μ) sebagai akibat naiknya sudut geser (Φ) yang besar (260o)’akan menghasilkan nilai rasio pemampatan tebal geram (lh),(2.12). Proses pemesinan sekrap nilai rasio pemampatan tebal geram (lh), yang berbanding terbalik dengan sudut geser (φ), memberikan indikasi efisiensi proses pemesinan itu sendiri dapat menghasilkan permukaan yang bagus (halus) serta gaya dan daya pemotongan yang relatif kecil. Semakin tinggi kecepatan potong dan tinggi gerak pemakanan akan diperoleh  nilai rasio pemampatan tebal geram semakin kecil.
Ekstraksi dan Karakterisasi CaO Berbasis Cangkang Bekicot dari Ponggok Blitar sebagai Raw Material Biokeramik Yuanita Amalia Hariyanto; Tri Mujiyanti; Hidayatun Nasikhah
TRANSMISI Vol 17, No 1 (2021): March 2021
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v17i1.5200

Abstract

Sumber daya alam Indonesia yang melimpah dan pemanfaatannya belum dieksplorasi secara optimal, membuat peneliti melakuakan pengembangan material berbasis bahan alam menjadi material cerdas, seiring dengan kemajuan teknologi pemilihan material berbasis bahan alam berupa cangkang bekicot menjadi salah satu alternative yang berpotensi untuk dikembangkan. Hal ini dikarenakan selain untuk meningkatkan nilai guna juga dapat mereduksi jumlah limbah yang ada di masyarakat. Cangkang bekicot merupakan salah satu raw material yang dapat dikembangkan menjadi material biokeramik untuk berbagai aplikasi lanjutan. Oleh sebab itu, pengembangan metode fabrikasi yang sederhana berbasis bahan lokal Indonesia menjadi salah satu inovasi dalam penelitian ini. Selanjutnya, untuk meningkatkan performa cangkang bekicot dilakukan ekstraksi dan fabrikasi dengan metode kimia basah sederhana. Berdasarkan hasil karakterisasi XRD diperoleh informasi bahwa Ca(OH)2 terbentuk dalam fase tunggal dengan kemurnian tinggi, melalui pembentukan CaO yang dikalsinasi pada suhu 1000 oC selama 5 jam. Pada akhirnya, pengembangan inovasi dalam riset ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan material baru untuk aplikasi lanjutan khususnya bidang medis, termasuk meningkatkan nilai guna bahan alam lokal Indonesia baik dari aspek ekonomi, sains, maupun teknologi.
Analisa Flash Hider pada Senapan Serbu SS1 V1 dengan Variasi Buffle untuk Menurunkan Besarnya Intensitas Cahaya (Candela) di Ujung Laras Simbolido Simbolido; Djoko Andrijono; Jainur Rohman
TRANSMISI Vol 16, No 2 (2020): September 2020
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v16i2.4786

Abstract

Flash hider merupakan komponen senjata ringan berfungsi untuk peredam kilatan cahaya api yang diakibatkan pengaruh pembakaran isian dorong. Apabila terjadi perangpada malam hari dengan adanya flash hider, posisi petembak tidak terlihat oleh musuh, sebab kilatan cahaya api pada ujung mulut laras dapat diredam. Flash hider pada senapan serbu SS1 V1, dengan satu buffle mampu menurunkan intensitas cahaya (candela)83,42 %.Manfaat penelitian memberikan keamanan bagi penembak agar tidak terlihat oleh musuh dengan memasang flash hider. Tujuan penelitian menurunkan intensitas cahaya yang lebih rendah dengan cara menggunakan variasi buffle pada flash hider terhadap besarnya jumlah intensitas cahaya yang keluar di ujung mulut laras dengan menggunakan satu buffle. Kesimpulan penelitian intensitas cahaya mengalami penurunan rata-rata 83,42 % dengan menggunakan senapan serbu SS1-V1 dan  penembakan tanpa menggunakan flash hiderdiperoleh 0,0035 candela. Setelah menggunakan flash hider (satu buffle) diperoleh penurunan menjadi 0,0006 candela. Penurunan intensitas cahaya rata-rata 90,857% dengan menggunakan senapan serbu SS1-V1dengan penembakan tanpa menggunakan flash hider diperoleh 0,0035 candela dan setelah menggunakan flash hider (variasi buffle) diperoleh penurunan 0,00032 candela.Perbandingan nilai persentase penurunan intensitas cahaya pada saat penembakan menggunakan senjata SS1 V1 yang dipasang flash hider (satu buffle) 83,42 % danflashhider (variasi buffle) 90,857%.
Analisis Operation Failure Ditinjau dari Platina dan Sedimenter pada Suzuki Forsa dan Isuzu Panther Saputro, Nurhadi; Febriansyah, Febriansyah; Dika, Johan Wayan; Pratiwi, Yeni Ratih
TRANSMISI Vol 17, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v17i2.5687

Abstract

Jenis kerusakan yang paling banyak ditangani adalah mobil mogok. Faktor yang mengakibatkan mobil mogok tidak selalu dikarenakan kerusakan pada system penggerak, dapat pula diakibatkan oleh komponen pada system kelistrikan dan system pembakaran. Platina merupakan salah satu komponen penting pada system pembakaran konvensional pada mesin bensin, dan sedimenter merupakan  komponen pada system fuel pump pada mesin diesel. Tujuan dari penelitian ini adalah menganlisis operation failure yang terdapat pada Suzuki Forsa dan Isuzu Panther. Berdasarkan hasil analisis, kerusakan pada platina dan sedimenter dapat dikategorikan sebagai kerusakan ringan, dengan pengecekan rutin dan penggantian terhadap komponen yang rawan kerusakan dapat menghindari mogok pada kendaraan.
Variasi Campuran Nilai Oktan Bahan Bakar Dan Putaran Mesin Pada Mesin Bensin Terhadap Emisi Gas Buang Winoko, Yuniarto Agus; Firmansyah, Zulfikar Rafi
TRANSMISI Vol 17, No 1 (2021): March 2021
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v17i1.5375

Abstract

Salah satu penyebab peningkatan emisi gas buang kendaraan bermotor akibat tidak sesuainya komposisi kimia bahan bakar, Kondisi ini menyebabkan terjadinya peningkatan senyawa kimia yang beracun atau toksisitas. Senyawa kimia dari pembakaran tersebut berupa karbon dioksida (CO2), hidrokarbon (HC), dan nitrogen oksida (NOx). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat emisi gas buang karbon dikosida (CO2) dan Hidrokarbon (HC) terhadap  variasi campuran nilai oktan bahan bakar pada mesin bensin. Penelitian ini menggunakan mesin motor Vario 125 cc. Variabel bebas pada penelitian ini meliputi variasi campuran bahan bakar bensin dengan nilai oktan yang berbeda. Variasi campuran tersebut yakni ( 30% RON 90 : 70% RON 92), (70% RON 90 : 30% RON 92), ( 70% RON 92 : 30% RON 88), (70% RON 88 : 30% RON 92), ( 70% RON 88 : 30% RON 90) serta putaran mesin yakni pada putaran 2000 rpm, 2500 rpm, 3000 rpm, 3500 rpm, 4000 rpm, 4500 rpm, 5000 rpm, 5500 rpm, 6000 rpm dan 6500 rpm . Variabel terikat pada penelitian ini meliputi gas CO2 dan HC yang terkandung pada emisi gas buang.Hasil dari penelitian menunjukkan variasi nilai oktan bahan bakar ( 30% RON 90 : 70% RON 92) menghasilkan emisi gas buang paling rendah yaitu gas HC sebesar 83,6 ppm dan gas CO2 sebesar 4,38%. 
Modifikasi Pegas Spiral pada Magasen Drum Lucas Sarmento Dies Ximenes; Mardjuki Mardjuki; Jumiadi Jumiadi; Agus Mulyono
TRANSMISI Vol 16, No 2 (2020): September 2020
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v16i2.4787

Abstract

Magasen drum untuk senjata senapan serbu SS1 V1 Pindad menggunakan pegas spiral untuk menggerakkan munisi masuk kedalam kamar senjata. Dimana pegas spiral yang digunakan sekarang sudah sulit ditemukan dipasaran, Dari permasalahan diatas, maka penulis berencana untuk“Memodifikasi pegas spiral pada magasen drum” yang sesuai dengan pegas yang aslinya. Dengan harapan pegas yang dimodifikasi dapat mempunyai kualitas dan kekuatan bahan yang mendekati ataupun bisa melebihi pegas aslinya.Maka untuk memodifikasi pegas yang baru, diperlukan beberapa pengujian diantaranya uji komposisi kimia supaya bisa mengetahui jenis bahan yang digunakan, Uji torsi dimana bertujuan untuk mengetahui gaya putar  yang bekerja pada magasen drum serta beban yang diberikan pada pegas sampai pegas mengalami patah dan uji kekerasan dimana pada pengujian bertujuan untuk mengetahui sifat kekerasan dari bahan.Dari hasil pengujian komposisi  kimia bahan yang digunakan pada pegas spiral yaitu baja paduan  rendah.  Dan dari perhitungan jumlah keseluruhan dari gaya gesek ditambahkan dengan gaya berat didapatkan nilai :19,26 N.  Bahan yang digunakan aman dan mampu menahan beban maksimum karena nilai tegangan ijin bahan (60 N/mm2), lebih besar dari tegangan kerja (2,405 N/mm2 ). Dari  hasil  perhitungan   untuk mencari dimensi  pegas didapatkan nilai luas penampang pegas sebesar : 0,008 m2. Dimana dari hasil yang diperoleh dapat tentukan : Lebar (b) : 0,005 m dan tebal  (t) : 0,0016 m. Sedangkan untuk nilai panjang (l) sebesar : 800 mm.
Penggunaan Bioaditif Sebagai Upaya Meningkatkan Kinerja Mesin Bensin Winoko, Yuniarto Agus; nugroho, winalda aditia
TRANSMISI Vol 17, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v17i2.5972

Abstract

Penguunaan bioaditif sebagai pengganti bahan bakar fosil sudah banyak digunakan untuk mesin bensin, salah satunya jenis bioaditif yang digunakan adalah minyak kayu putih, dengan konsentrasi campuran 3%, 6%, 9%. Penggunaan minyak kayu putih diharapkan dapat menyempurnakan pembakaran dalam ruang bakar sehingga dapat meningkatkan kinerja mesin dan mengurangi konsumsi bahan bakar, selain itu minyak kayu putih juga mudah didapat dipasaran dan harga relatif murah. Tujuan penelitian menentukan berapa besar pengaruh penambahan minyak kayu putih pada campuran bahan bakar oktan 90 terhadap kinerja motor bensin dan mendapatkan komposisi bioaditif yang dapat menghasilkan kinerja terbaik pada motor bensin. Metode pengujian kinerja mesin dengan bukaan katup penuh (full open throttle) untuk mendapatkan data dengan variasi putaran mesin 3500 – 8000 rpm. Analisis data menggunakan desain eksperimen, dengan variable terikat daya sepeda motor 150cc dan variable bebas berupa bioaditif 3%, 6% dan 9%. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan campuran bahan bakar dengan bioaditif mampu meningkatan daya sebesar 3,34% terhadap kondisi standart tanpa campuran. Serta komposisi bioaditif terbaik didapat pada campuran 6% yang mampu meningkatkan power mesin dari 10,76 hP menjadi 11,10 hP.
Investigasi Cacat Makro pada Pengecoran Al Si Variasi Holding Time Peleburan Dika, Johan Wayan; Suwito, Abi; Pratiwi, Y. R.; Tsamroh, Dewi Izzatus
TRANSMISI Vol 17, No 1 (2021): March 2021
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v17i1.5201

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bentuk cacat makro akibat holding time pada peleburan coran Al-Si. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan penelitian eksperimental dengan jenis pendekatan kuantitatif. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif yang dilakukan dengan cara merangkum hasil penelitian berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan. Pengamatan cacat makro diamati dengan foto makro. Secara umum cacat makro yang terjadi adalah lubang jarum, pelekat, rontok cetakan, salah alir dan sumbat dingin. Secara khusus, terjadi cacat porositas pada spesimen dengan variasi holding time peleburan 15, 25, dan 35 menit pada pengecoran logam Al-Si secara berurutan adalah 4,22 %, 3,07%, dan 3,08%.
Analisa Posisi Peletakkan Baut terhadap Gaya Geser pada Sambungan Plat Baja Sudjatmiko Sudjatmiko; I Made Sunada; Yanuar Wibisono
TRANSMISI Vol 16, No 2 (2020): September 2020
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v16i2.4789

Abstract

Research on analysis the effect of positioning the use of bolts on the connection process between the two steel plates against the other steel plates to determine the magnitude of the bolt torque moment and the magnitude of the force. The connection of the steel plate components where the joints are used are able to with stand shear forces, pressure and torsion. The research objective was to determine the effective placement of the bolt position and the distance of the load on the vertical and horizontal bolt position to the magnitude of the torque due to compression  and the fracture model. Data collection was carried out in several tests of changes in the placement of the bolt joints, including the position of the bolts with three angles, in the vertical and horizontal position of the bolts.  The findings of the placement of the three-angle bolt position at 2-4-11 the shear force experienced a shift / fracture of the bolt greater than the shear force that occurred in the horizontal and vertical bolts position, with a pressure of 92.66 bar (torsion moment 108,342 kg-mm). Testing the position of the three-angle bolt at 2-6-10 where the vertical bolt was broken with a pressure of 65.33 bar ( torque  moment  76.401 kg-mm). The three-angle bolt placement test at 6-7-8 where the horizontal bolt was fractured at a pressure of 55.33 bar (torque  moment 64,701 kg- mm). Comparison of the placement of the bolts in the position of three angles of the shear force between the vertical and horizontal positions, the shear forces experience the greatest shift / fracture of the bolts in the vertical position. The loading distance affects the amount of shear force that occurs on the bolt. the farther the loading distance, the greater the shear force that occurs.

Filter by Year

2005 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 21 No. 1 (2025): March (2025) Vol 20, No 2 (2024): September (2024) Vol. 20 No. 2 (2024): September (2024) Vol 20, No 1 (2024): March 2024 Vol 19, No 2 (2023): September 2023 Vol 19, No 1 (2023): March 2023 Vol 18, No 2 (2022): September 2022 Vol 18, No 1 (2022): March 2022 Vol 17, No 2 (2021): September 2021 Vol 17, No 1 (2021): March 2021 Vol 16, No 2 (2020): September 2020 Vol 16, No 1 (2020): March 2020 Vol 15, No 2 (2019): Edisi September 2019 Vol 15, No 1 (2019): Edisi Pebruari 2019 Vol 14, No 2 (2018): Edisi September 2018 Vol 14, No 1 (2018): Edisi Pebruari 2018 Vol 13, No 2 (2017): Edisi September 2017 Vol 13, No 1 (2017): Edisi Pebruari 2017 Vol 12, No 2 (2016): Edisi September 2016 Vol 12, No 1 (2016): Edisi Februari 2016 Vol 11, No 2 (2015): Edisi September 2015 Vol 11, No 1 (2015): Edisi Pebruari 2015 Vol 10, No 2 (2014): Edisi September 2014 Vol 10, No 1 (2014): Edisi Pebruari 2014 Vol 9, No 2 (2013): Edisi September 2013 Vol 9, No 1 (2013): Edisi Pebruari 2013 Vol 8, No 2 (2012): Edisi September 2012 Vol 7, No 1 (2011): Edisi Pebruari 2011 Vol 6, No 2 (2010): Edisi September 2010 Vol 6, No 1 (2010): Edisi Pebruari 2010 Vol 5, No 2 (2009): Edisi September 2009 Vol 5, No 1 (2009): Edisi Pebruari 2009 Vol 4, No 2 (2008): Edisi September 2008 Vol 4, No 1 (2008): Edisi Pebruari 2008 Vol 3, No 2 (2007): Edisi September 2007 Vol 3, No 1 (2007): Edisi Pebruari 2007 Vol 2, No 2 (2006): Edisi September 2006 Vol 2, No 1 (2006): Edisi Pebruari 2006 Vol 1, No 2 (2005): Edisi September 2005 Vol 1, No 1 (2005): Edisi Pebruari 2005 Vol 1, No 1 (2005): Jurnal Transmisi More Issue