cover
Contact Name
Ike Widyastuti
Contact Email
yazfara_k2@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
yazfara_k2@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Transmisi
ISSN : 02163233     EISSN : 25802283     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal TRANSMISI dipublikasikan oleh Jurusan Teknik Mesin Universitas Merdeka Malang sebagai media diseminasi hasil penelitian dan karya ilmiah baik penelitian dasar maupun terapan di bidang teknik mesin. Berkala ilmiah ini memuat naskah dengan bidang kompetensi konversi energi, material (metalurgi), produksi dan manufaktur baik merupakan penelitian dasar ataupun rekayasa alat terapan.
Arjuna Subject : -
Articles 254 Documents
Kekerasan dan Struktur Mikro Plat Baja Karbon Rendah 0,16% C Hasil Bengkel Las SMAW dengan Elektroda E 309-16 ESAB Posisi Flat 1G setelah Variasi Quenching Djoko Andrijono; Ike Widyastuti
TRANSMISI Vol 17, No 1 (2021): March 2021
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v17i1.5538

Abstract

Hasil penyambungan dengan proses SMAW pada baja karbon rendah disebut daerah lasan yang meliputi:  logam induk, logam lasan dan daerah pengaruh panas yang selanjutnya dilakukan proses pendinginan air, oli SAE 90, udara. Tujuan penelitian mengetahui, membandingkan, menganalisa pengaruh variasi media pendinginan terhadap sifat kekerasan, struktur mikro daerah lasan dan menganalisa sifat mampu las, komposisi kimia logam induk, serta elektroda terumpan. Manfaat penelitian memberikan kontribusi bagi industri manufaktur di bidang proses pengelasan. Hasil penelitian menunjukkan sifat kekerasan logam lasan dan daerah pengaruh panas paling tinggi pada pendinginan air, oli SAE 90 dan terendah pendinginan udara. Logam induk akibat variasi media pendinginan tidak terjadi perubahan sifat kekerasan dan struktur mikro.  Struktur mikro logam lasan, daerah pengaruh panas terbentuk fasa ferit dan perlit setelah pendinginan udara, sedangkan dengan pendinginan air, oli SAE 90 tidak terbentuk struktur martensit melainkan terbentuk fasa ferit dan perlit. Kesimpulan kekerasan logam lasan, daerah pengaruh panas semakin tinggi dengan besar butir semakin halus kecuali logam induk tidak terjadi perubahan kekerasan dan struktur mikro logam lasan, daerah pengaruh panas terbentuk fasa ferit, perlit kecuali logam induk tidak terjadi perubahan struktur mikro dan pada pendinginan oli SAE 90, air tidak terbentuk stuktur martensit.
Pengaruh Lubang Hopper, Celah Silinder, Panjang Bidang Giling Terhadap Kapasitas Penggiling Jagung Silinder Ganda Yohanes B. Yokasing; Amiruddin Abdullah; Darius Kula Hurit
TRANSMISI Vol 17, No 1 (2021): March 2021
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v17i1.5118

Abstract

Biji jagung kering pada umumnya diolah menjadi beras jagung. Beras jagung dijadikan nasi jagung, atau thiwul jagung. Indonesia memiliki potensi keswasembadaan jagung sebagai pangan, karena memiliki sumber daya alam dan lingkungan agroekologi yang mendukung. Namun teknologi pengolahannya, belum sesuai kebutuhan. Masyarakat mengandalkan teknologi tradisional dan mesin moll. Teknologi tradisional membutuhkan banyak tenaga, dan waktu. Sedangkan mesin moll hasil moll ukuran butir halus, dan membutuhkan biaya tambahan berupa bahan bakar, dan mobilisasi. Maka tahun 2017, dikembangkan, “Penggiling Jagung Silinder Ganda”.  Pengiling jagung silinder ganda, memiliki kapasitas giling sedikit. Untuk itu dilakukan perencanaan ulang pada komponen; luas lubang keluar hopper, celah antara silinder luar dan silinder dalam, dan panjang bidang giling, terhadap kapasitas giling. Penelitian ini bertujuan mengetahui, “Pengaruh luas lubang keluar hopper, celah silinder, panjang bidang giling terhadap kapasitas gilingan. Penelitian dilakukan menggunakan metode kaji tindak. Hasil penelitian menyatahkan bahwa, “Luas lubang keluar hopper, celah antara silinder dan panjang bidang giling, berpengaruh terhadap kapasitas gilingan. Pada luas lubang keluar hopper 600 mm2, dan celah silinder 1,5 mm dan panjang 90 mm, memiliki kapasitas gilingan tertinggi, dibandingkan luas lubang, celah dan panjang  silinder yang lebih luas atau panjang. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya gesekan seiring bertambah jumlah biji jagung keluar lubang hopper dan masuk ruang giling, yang menyebabkan berkurangnya kecepatan putar (manual). Untuk meningkatkan kapasitas giling, putaran silinder dalam harus ditingkatkan seiring bertambahnya luas lubang keluar hopper, celah silinder dan panjang bidang giling.
Analisis Kegiatan Produksi Pada PT. Suryaraya Lestari 2 Sulawesi Barat Trimo Arif Jatmiko; I Made Sunada
TRANSMISI Vol 17, No 2 (2021): September 2021
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v17i2.7090

Abstract

Minyak kelapa sawit adalah salah satu komoditas yang memiliki kontribusi besar bagi perekonomian Indonesia. Saat ini, Indonesia adalah produsen CPO terbesar di dunia. Banyaknya manfaat Minyak Sawit Mentah (CPO) dan Inti Sawit (PK) untuk industri dan meningkatnya permintaan untuk pasar dunia, industri pengolahan CPO dan PK memiliki prospek yang baik di masa depan. Mengetahui persentase yang diperoleh dari setiap tahap proses produksi kelapa sawit dan inti sawit menjadi sangat penting untuk menjaga stabilitas produksi yang dilakukan. Dimana, menentukan persentase hasil pengolahan akan menjadi tolok ukur dalam mendapatkan hasil maksimal dari pengolahan tanpa banyak kerugian. Tujuan utama dari Pabrik kelapa sawit memproduksi CPO dan PK tinggi, dan pencapaian kualitas produk. Penelitian dilakukan dengan observasi, pengumpulan data sebagai input dalam menghitung hasil proses produksi pabrik kelapa sawit PT.Suryaraya lestari 2 Sulawesi Barat dengan kapasitas produksi 60 ton / jam. Studi proses produksi dan hasil kalkulasi produksi pabrik dapat diacu dalam mengestimasi pencapaian PT. SRL 2 dan koreksi bila diperlukan. Pabrik Kelapa Sawit PT.SRL 2 diperkirakan memproduksi 22,27% CPO dan kapasitas pemrosesan 60 ton / jam.
Analisis Pengaruh Variasi Arus SMAW Dengan Media Pendingin Oli Terhadap Sifat Mekanik Baja ST-37 Alief Muhammad; Dewi Izzatus Tsamroh; Cepi Yazirin
TRANSMISI Vol 17, No 2 (2021): September 2021
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v17i2.7342

Abstract

Semua kegiatan Industri 4.0 pada manufaktur ini menimbulkan tantangan sekaligus peluang besar bagi teknologi pengelasan (welding) dan khususnya bagi pengembang peralatan pengelasan. Masalah kritis lainnya, yang sedikit diabaikan oleh banyak pendukung dan promotor Industri 4.0 adalah kenyataan bahwa jaringan sistem selalu membawa risiko keamanan. Oleh karena itu, konsep keamanan data dan komunikasi modern harus digunakan dalam memberikan perlindungan bagi jaringan fasilitas produksi. data-data tentang beberapa metode dan jenis pengelasan menjadi sangat penting dan kebutuhan utama untuk produksi di era industri 4.0. Data tidak harus spesifik, namun lebih bersifat eksploratif yang kemudian diolah menggunakan beberapa algoritma hingga mendapat hasil optimasi yang ideal dan terus berkembang. Karena bersifat eksploratif sehingga sejumlah data yang besar diperlukan. Jika dihubungkan dengan era Industri 4.0 saat ini, maka peran peneliti di dunia adalah menyediakan data hingga mengolah data menjadi solusi atau sistem yang baru pada proses manufaktur. Metode penelitian ini menggukanan eksperimental nyata dengan mengidentifikasi pengaruh kuat arus pengelasan SMAW menggunakan media pendingin oli terhadap uji tarik dan uji kerasnya. Jenis sambungan yang digunakan adalah Single V-Groove. Pengujian tarik penelitian ini menggunakan standar JIS Z 2201 1981. Pengujian kekerasan pada penelitian ini menggunakan metode Rockwell dengan bola baja (HRB). Hasil pengujian tarik menunjukkan, tegangan tertinggi secara keseluruhan terjadi pada sampel 140A. Tegangan maksimum tertinggi sebesar 74.92 kgf/mm2. Tegangan patahan tertinggi 60.60 kgf/mm2. Kemudian tegangan yielding tertinggi sebesar 56.93 kgf/mm2. Nilai keras tertinggi pada area las adalah 85 HRB terjadi pada sampel dengan arus 120A. Nilai keras tertinggi pada area HAZ terjadi pada sampel 100A dengan 62.67 HRB.
Rancang Bangun Alat Pengaduk Sabun Cair Bahan Baku Minyak Serai Wangi Zuber, Muhammad; Alfansuri, Alfansuri
TRANSMISI Vol 16, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v16i2.4827

Abstract

Proses pembuatan sabun cair bahan baku minyak serai wangi merupakan hal menarik untuk diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk merancang, membuat, menguji serta menganalisis waktu dan putaran rpm mesin pengaduk sabun cair yang paling efisien. Sabun merupakan garam lokal alkali (biasanya garam Kalium) dari asam lemak, terutama mengandung garam C16 (asam palmitat) dan C18 (asam stearat) namun juga dapat mengandung beberapa karboksilat dengan bobot atom lebih rendah. Secara tradisional serai wangi digunakan sebagai pembangkit cita rasa pada makanan, minuman dan obat tradisional. Serai wangi juga digunakan sebagai pembangkit cita rasa yang digunakan pada saus pedas, sambel goreng, sambel petis dan saus ikan. Pengumpulan data yang diamati yaitu kapasitas alat, rendemen.Dari hasil penelitian diperoleh kapasitas efektif alat sebesar 397,1 L/jam. Rendemen yang didapat sebesar 98,9%.
Analisis Perbandingan Nilai Suaian Mounting Main Pin pada Bucket Hitachi EX3600 BU0052 Sadat N S Sidabutar; Budha Maryanti; Rahmat Tri Wahyudi
TRANSMISI Vol 17, No 2 (2021): September 2021
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v17i2.6571

Abstract

ABSTRACTMounting the main pin on the HITACHI EX3600 bucket is one of the components of the bucket that supports unit work in mining production at PT. THIESS, material wear is one of the problems encountered considering the mounting main pin is used as a place to place the bushing which minimizes friction between the mounting main pin and the bucket pin. Giving an adjusted value to the mounting hole of the main pin is one of the more concerns in order to reduce maintenance costs and repair costs in order to increase the company's profit value. This research was conducted at PT. THIESS, Balikpapan Support Facilities which will be implemented in a period of approximately 3 months. This study uses data collection techniques including: literature study, observation, interviews, and documentation. The independent variables in this study are the number of samples as much as 1 main pin mounting hole (9 measurement points), the dependent variable is the comparison of the effect of the adjustment value on the efficiency of repair costs, and the control variable is measuring the percentage of wear and tear with an adjustment limit of -0.15mm. from the outer diameter of the bushing of 200.34 mm – 200.39 mm. Based on the measurement data and calculation results on the efficiency of repair costs, it shows results of 0.08% and can save repair budget costs up to $ 2,157.20. Thus, the comparison of the adjustment value that is still within the size tolerance limit will be able to save repair costs of $ 2,157.20 compared to the custom value that has passed the size tolerance limit above 200.20 mm. The highest percentage of wear occurs at points A1I.b worth 47% and the lowest percentage of wear occurs at points A1I.a, A1III.a, A1III.b, A1III.c with a value of 27%. Meanwhile, the highest wear rate occurs at points A1I.a and A1I.b with a wear rate value of 0.0000448934 mm/hour and the smallest wear rate occurs at points A1III.a A1III.b with a wear rate value of 0.000016835 mm/hour.           Keywords : mounting main pin, wear rate, efficiency.  ABSTRAKMounting main pin pada bucket HITACHI EX3600 merupakan salah satu komponen bucket yang mendukung kerja unit dalam produksi pertambangan di PT. THIESS, keausan material menjadi salah satu problem yang ditemui mengingat mounting main pin digunakan sebagai tempat peletakan bushing yang meminimalisir gesekan antara mounting main pin dengan pin bucket. Pemberian nilai suaian pada lubang mounting main pin menjadi salah satu perhatian lebih agar dapat menekan  biaya perawatan maupun biaya perbaikan guna meningkatkan nilai profit perusahaan. Penelitian ini dilakukan di PT. THIESS, Balikpapan Support Facilities yang dilaksanakan dalam kurun waktu kurang lebih selama 3 bulan. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data diantaranya: studi literatur, observasi, interview, dan dokumentasi. Adapun variabel bebas pada penelitian ini adalah jumlah sampel sebanyak 1 lubang mounting main pin (9 titik pengukuran), variabel terikat perbandingan pengaruh besar nilai suaian terhadap efisiensi repair cost, dan variabel kontrol pengukuran persentase keausan dan laju keausan dengan limit suaian sebesar -0,15mm dari diameter luar bushing sebesar 200,34 mm – 200,39 mm. Berdasarkan data pengukuran dan hasil perhitungan pada efisiensi biaya perbaikan menunjukkan hasil sebesar 0,08% dan dapat menghemat biaya anggaran perbaikan hingga $2,157.20. Dengan demikian, perbandingan nilai suaian yang masih berada dalam limit toleransi ukuran akan dapat menghemat biaya perbaikan sebesar $2,157.20 dibandingkan dengan nilai suaian yang telah melewati limit toleransi ukuran diatas 200,20 mm. Persentase keausan tertinggi terjadi pada titik A1I.b senilai 47% dan persentase keausan terendah terjadi pada titik A1I.a, A1III.a, A1III.b, A1III.c dengan nilai 27%. Sedangkan untuk laju keausan tertinggi terjadi pada titik A1I.a dan A1I.b dengan nilai laju keausan sebesar 0,0000448934 mm/jam dan laju keausan terkecil terjadi pada titik A1III.a A1III.b dengan nilai laju keausan sebesar 0,000016835 mm/jam  Kata kunci : mounting main pin, laju keausan, efisiensi.
Analisis Desain Excavator Bucket Menggunakan Metode Elemen Hingga dengan Material Baja Agus Dwi Putra; Mojibur Rohman; Abdul Wahab
TRANSMISI Vol 16, No 2 (2020): September 2020
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v16i2.4726

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis desain bucket excavator dengan metode elemen hingga. Proses desain bucket dilakukan dengan menggunakan software Solidworks 2016. Proses analisis metode elemen hingga dilakukan dengan memanfaatkan software ANSYS 18.1 guna untuk mencari von mises stress, displacement, regangan, dan safety factor pada desain bucket. Hasil menunjukkan bahwa von mises stress yang dihasilkan sebesar 7,72 N/m2 , regangan maksimum pada desain bucket sebesar 2,25 mm, dan regangan terjadi sebesar 2,08835 x106 serta safety factor yang dihasilkan sebesar 3,6.
Analisa Mesin Pemotong Pipa Diameter 3 – 6 Inci Menggunakan Las Asitelin Gilbert Kelvin Gultom; Rusdijanto Rusdijanto; Sufiyanto Sufiyanto
TRANSMISI Vol 17, No 1 (2021): March 2021
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v17i1.5507

Abstract

Di dunia industri sekarang ini kita dituntut untuk cepat dalam menyelesaikan semua pekerjaan yang bertujuan untuk menciptakan atau membuat suatu alat yang lebih efisien dan praktis untuk mempermudah pekerjaan dalam jumlah yang banyak. Mesin yang dibuat ini adalah mesin pemotong pipa diameter 3 – 6 inci menggunakan las asitelin yang memiliki prinsip kerja dengan cara memanaskan pipa sampai mendekati titik lebur, kemudian motor listrik sebagai penggerak yang meghasilkan daya dan putaran akan ditransmisikan ke sistem (penjepit) supaya dapat berputar melalui sabuk dan puli. Sebelum sampai memutar penjepit, putaran direduksi terlebih dahulu dengan reducer yang menghasilkan keluaran putaran dan daya, sehingga motor listrik memutar penjepit dan benda kerja secara bersamaan. Spesifikasi dari analisa mesin pemotong pipa diameter 3 – 6 inci menggunakan las asitelin ini adalah sebagai berikut : Putaran akhir yang dihasilkan oleh mesin pemotong pipa ini adalah 0,76 rpm, putaran motor penggerak yang digunakan = 1450 rpm, puli yang digerakkan (input reducer) = 7 inci, reducer yang digunakan = 1 : 50, puli penggerak yang digunakan = 2,5 inci, puli yang digerakkan (poros) = 9 inci.
Analisa Penyebab Kerusakan pada Impeller Pompa Sentrifugal dengan Menggunakan Metode Failure Mode Effects Analysis (FMEA) di PT. Meskom Agro Sarimas Fakhruddin, Aan; Razali, Razali
TRANSMISI Vol 16, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v16i2.4888

Abstract

Pompa sentrifugal merupakan salah satu jenis pompa dinamik. Pompa sentrifugal juga salah satu mesin aliran fluida hidrolik pada dasarnya digunakan untuk memindahkan aliran fluida tak mampat (incompressible fluids) dari suatu tempat ketempat lain. Di PT. MESKOM AGRO SARIMAS salah satu proses produksi nya menggunakan pompa sentrifugal untuk menyuplai air kanal di bagian pembuatan air mineral. Pompa sentrifugal ini sering mengalami kerusakan kecil maupun besar khusus nya di bagian impeller. Penelitian ini menggunakan metode failure mode effect analysis (FMEA) untuk melakukan analisa penyebab kerusakan pompa yang di gunakan di PT. MESKOM AGRO SARIMAS. Metode FMEA adalah metode yang di gunakan untuk menganalisa kerusakan pada komponen-komponen yang mungkin menyebabkan kerusakan pada pompa sentrifugal. Hasil dari analisa didapatkan bahwa komponen-komponen pompa yang kritis berdasarkan diagram yaitu fishbone yang terdapat 5 kegagalan dengan nilai Rpn tertinggi.
Pengaruh Tegangan Dalam Akibat Puntiran Terhadap Ketahanan Korosi Dodi Ari Kuncahyo; Jumiadi Jumiadi
TRANSMISI Vol 17, No 2 (2021): September 2021
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v17i2.6705

Abstract

Dalam penelitian ini bahan yang di gunakan adalah baja beton dengan panjang 100 mm dan diameter beton 6 mm. Pada proses korosi di lakukan dengan cara perendaman baja beton pada larutan  H2SO4 selama 240 jam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh tegangan dalam akibat puntiran terhadap   ketahanan korosi pada baja beton yang di rendam pada larutan H2SO4 dengan variasi sudut puntir 300,600,900,1200 dan 1800. Pada hasil pengujian dan perhitungan penelitian ini, nilai yang paling berpengaruh adalah nilai radian puntir. Berdasarkan nilai – nilai laju korosi yang didapatkan, terdapat hubungan bahwa semakin besar nilai radian sudut puntiran, maka semakin besar pula nilai laju korosinya. Begitu pula sebaliknya, semakin kecil radian sudut puntir, maka semakin kecil pula nilai laju korosi yang didapatkan.Dari pengujian dan perhitungan laju korosi didapatkan hasil tertinggi pada radian puntir 31,4rad dan nilai laju korosinya sebesar 13.167,9mpy. Sedangkan hasil terendah laju korosi terdapat pada radian puntir 5,2rad yaitu 8.412,8mpy.

Filter by Year

2005 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 21 No. 1 (2025): March (2025) Vol. 20 No. 2 (2024): September (2024) Vol 20, No 2 (2024): September (2024) Vol 20, No 1 (2024): March 2024 Vol 19, No 2 (2023): September 2023 Vol 19, No 1 (2023): March 2023 Vol 18, No 2 (2022): September 2022 Vol 18, No 1 (2022): March 2022 Vol 17, No 2 (2021): September 2021 Vol 17, No 1 (2021): March 2021 Vol 16, No 2 (2020): September 2020 Vol 16, No 1 (2020): March 2020 Vol 15, No 2 (2019): Edisi September 2019 Vol 15, No 1 (2019): Edisi Pebruari 2019 Vol 14, No 2 (2018): Edisi September 2018 Vol 14, No 1 (2018): Edisi Pebruari 2018 Vol 13, No 2 (2017): Edisi September 2017 Vol 13, No 1 (2017): Edisi Pebruari 2017 Vol 12, No 2 (2016): Edisi September 2016 Vol 12, No 1 (2016): Edisi Februari 2016 Vol 11, No 2 (2015): Edisi September 2015 Vol 11, No 1 (2015): Edisi Pebruari 2015 Vol 10, No 2 (2014): Edisi September 2014 Vol 10, No 1 (2014): Edisi Pebruari 2014 Vol 9, No 2 (2013): Edisi September 2013 Vol 9, No 1 (2013): Edisi Pebruari 2013 Vol 8, No 2 (2012): Edisi September 2012 Vol 7, No 1 (2011): Edisi Pebruari 2011 Vol 6, No 2 (2010): Edisi September 2010 Vol 6, No 1 (2010): Edisi Pebruari 2010 Vol 5, No 2 (2009): Edisi September 2009 Vol 5, No 1 (2009): Edisi Pebruari 2009 Vol 4, No 2 (2008): Edisi September 2008 Vol 4, No 1 (2008): Edisi Pebruari 2008 Vol 3, No 2 (2007): Edisi September 2007 Vol 3, No 1 (2007): Edisi Pebruari 2007 Vol 2, No 2 (2006): Edisi September 2006 Vol 2, No 1 (2006): Edisi Pebruari 2006 Vol 1, No 2 (2005): Edisi September 2005 Vol 1, No 1 (2005): Edisi Pebruari 2005 Vol 1, No 1 (2005): Jurnal Transmisi More Issue