cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Diglossia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan diterbitkan oleh Fakultas Bahasa dan Sastra Unipdu
Arjuna Subject : -
Articles 183 Documents
PERBANDINGAN MITOS YANG TERDAPAT PADA LEGENDA KO-SODATE YUUREI (JEPANG) DAN LEGENDA KUNTILANAK (INDONESIA): KAJIAN SASTRA BANDINGAN Diessy Hermawati Bravianingrum
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 3 No. 1 (2011): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v3i1.80

Abstract

Diessy Hermawati Bravianingrum Universitas Pesantren Tinggi Darul’Ulum Jombang cc_dizzy@yahoo.com  Abstrak Mitos adalah bentuk warisan cerita tertentu dari tradisi lisan yang dapat diinterpretasikan dalam urutan simbolis semesta alam atau ketertiban umum. Legenda (Kosodate Yuurei) (Jepang) dan Kuntilanak (Indonesia) memiliki simbol yang sama dan digambarkan dalam bentuk serupa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Jepang dan Indonesia 1) jenis yang terkandung dalam mitos kedua adalah mitos legenda simbolis. 2) Persepsi tentang legenda Jepang (Ko-sodate Yuurei) adalah positif, dan opini publik terhadap legenda Kuntilanak Indonesia adalah negatif. kata kunci: mitos, legenda dan forklor   Abstract Myth is an inherited form of certain stories from oral tradition that can be interpreted in a symbolic order of the Worlds or the public order. Legend (Kosodate Yuurei) (Japan) and Kuntilanak (Indonesia) has the same symbols and depicted in a similar form. The results of this study indicate that the Japanese society and Indonesia are 1) the type contained in the second myth is the myth symbolic legend. 2) Perceptions of Japan's legend (Ko-sodate Yuurei) is positive, and public opinion against the legend Kuntilanak Indonesia is negative. key words: myth, legend and forklor
PENERJEMAHAN TEKS ILMIAH Nuning Yudhi Prasetyani
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 1 No. 2 (2010): April
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v1i2.81

Abstract

Nuning Yudhi Prasetyani Universitas Pesantren Tinggi Darul’Ulum Jombangningdibyo@gmail.com  Abstrak Tujuan dari makalah ini adalah untuk mengetahui sasaran utama dalam menguasai bahasa asing di Indonesia untuk memiliki pemahaman yang lebih baik dalam mentransfer teknologi. Sebenarnya, selain mengajar bahasa asing, ada cara dalam meningkatkan dan mempercepat transfer ilmiah teknologi, yaitu dengan menerjemahkan teks ilmiah bahasa  asing ke bahasa Indonesia. kata kunci: transfer teknologi, teks ilmiah  Abstract The purpose of this paper is to reveal the main target in mastering foreign language in Indonesia to have a better understanding in transfer of technology. Actually, besides foreign language teaching, there is a way in increasing and accelerating the scientific transfer of technology that is, translating English scientific text into Indonesian. key words: transfer of technology, scientific text
KAJIAN INTERTEKSTUALITAS DALAM THOUSAND SPLENDID SUNS KARYA KHALED HOSSEINI TERHADAP PUISI KABUL KARYA SAIB-E-TABRIZI Trikaloka Handayani Putri
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 1 No. 2 (2010): April
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v1i2.82

Abstract

Trikaloka Handayani Putri Universitas Pesantren Tinggi Darul’Ulum Jombang princessnaura@gmail.com   Abstrak Teks tidak dapat dipisahkan dari konteks budaya dan sejarah. Dengan demikian, tidak ada teks yang asli dan unik di dalam teks itu sendiri. Konsep ini telah diadopsi oleh kritik intertekstual untuk mendapatkan arti sebenarnya dari sebuah teks. Penelitian ini mencoba untuk mengetahui intertekstualitas dari sebuah novel berjudul A Thousand Splendid Suns oleh Khaled Hosseini di puisi Kabul oleh Saib-e-Tabrizi. Khaled Hosseini menggunakan puisi Kabul dalam karyanya yang berjudul A Thousand Splendid Suns. Apa yang membuat penelitian ini menarik adalah cara Hosseini menjelaskan Kabul. Hasil dari penelitian ini adalah Kabul di A Thousand Splendid Suns digambarkan sebagai tempat yang penuh dengan kesedihan. Sementara Kabul dalam pikiran Saib-e-Tabrizi adalah tempat yang indah penuh dengan sukacita dan kebahagiaan. Gambaran yang sangat berbeda dari Kabul membutuhkan studi lebih lanjut untuk mendapatkan arti yang sebenarnya. Itulah mengapa studi ini sangat menarik untuk dikaji. kata kunci: intertekstualitas, kritik intertekstual  Abstract Any text cannot be separated from the cultural and historical context. Thus, no text is original and unique in itself. This concept has been adopted by the intertextual criticism to get the real meaning of a text. This study tries to find out the intertextuality of a novel entitled A Thousand Splendid Suns by Khaled Hosseini on a poetry Kabul by Saib-E-tabrizi. Khaled Hosseini used the poetry Kabul in his well known works A Thousand Splendid Suns . What makes this study is interesting is the way Hosseini describes Kabul. The result of this research is Kabul in A Thousand Splendid Suns is portrayed as a place which is full of sorrow. While Kabul in Saib-E-Tabrizi’s mind is a beautiful place which full of joy and happiness. This quite different picture of Kabul needs a further study to get the real meaning of those works. That is why this study is made. key words: intertextuality, intertextual criticism  
TEACHERS’ STRATEGIES TO ENHANCE STUDENTS’ LANGUAGE COMPETENCE Uswatun Qoyyimah
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 1 No. 2 (2010): April
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v1i2.83

Abstract

Uswatun Qoyyimah University of Pesantren Tinggi Darul’Ulum Jombang Usqyim@yahoo.com  Abstract English is an important language to learn as it is widely used in science and technology. However, Indonesian educators found this language has not been mastered well although it is taught as the first foreign language at secondary schools. In spite of discussion on factors causing the unsuccessful teaching and learning process, the foremost factor affecting the student’s language competent is described in this article. It is argued that student’s motivation has positively instigated learning outcomes. Motivation among students is initiated by other factors, mainly teachers’ ability to organize the language classroom. Thus, this paper provides several ways the teachers should do to enhance their students’ competence like actively involve students in the learning and give feedback to students learning progress. key words: receptive skills, productive skills, Authentic Material    Abstrak Bahasa Inggris adalah bahasa yang penting untuk dpelajari karena sangat banyak digunakan dalam  ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun, masih banyak pendidik bahasa di Indonesia yang belum menguasai bahasa Inggris dengan baik meskipun diajarkan sebagai bahasa asing pertama di sekolah menengah. Diantara banyaknya diskusi tentang faktor yang menyebabkan pengajaran dan proses belajar tidak berhasil, faktor terpenting yang mempengaruhi kompetensi bahasa seorang siswa akan dijelaskan dalam artikel ini. Dengan kata lain, motivasi siswa secara positif sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Motivasi siswa disebabkan oleh banyak faktor, yang paling utama adalah kemampuan guru untuk mengatur kelas. Dengan demikian, makalah ini memberikan beberapa cara para guru harus dilakukan untuk meningkatkan kompetensi siswa mereka seperti secara aktif melibatkan siswa dalam belajar dan memberikan umpan balik kepada siswa saat proses belajar berlangsung. kata kunci: keterampilan reseptif, kemampuan produktif, bahan otentik
AN ERROR ANALYSIS ON SENTENCE STRUCTURE IN INDONESIA'S TRANSTOOL TRANSLATION INTO ENGLISH Endang Suciati
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 1 No. 1 (2009): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v1i1.84

Abstract

Endang Suciati University of Pesantren Tinggi Darul’Ulum Jombang endangsuciati24@gmail.com  Abstract Translation is defined as a process of transferring a language (source language) into another language (target language). Due regard to the text, the translation must have language compatibility between the source language and target language. However, in the process, there are sometimes some words, phrases or sentences that are not translated exactly. It means that the translations are not matched to the target language. In other words there is an error in translation. This study analyzes the structure of sentences translated from Indonesian into English through computer media namely transtool translation program. key words: transtool, error analysis  Abstrak Penerjemahan diartikan sebagai suatu proses pengalihan suatu bahasa (bahasa sumber) ke bahasa lain (bahasa target). Karena berkenaan dengan teks, penerjemahan harus memiliki kesesuaian bahasa antara bahasa sumber dengan bahasa target. Namun dalam prosesnya kadang-kadang ada beberapa kata, frase atau kalimat yang tidak diterjemahkan secara tepat sesuai bahasa target. Dengan kata lain terjadi error dalam penerjemahan. Penelitian ini menganalisa struktur kalimat yang diterjemahkan dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris melalui media computer: Trans Tool Translation Program. kata kunci: transtool, analisis kesalahan
VARIABILITAS DALAM PENERJEMAHAN Achmad Fanani
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 1 No. 1 (2009): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v1i1.86

Abstract

Achmad Fanani Universitas Pesantren Tinggi Darul’Ulum Jombang akufanani@gmail.com   Abstrak Variabilitas dalam terjemahan mencakup bagaimana seorang penerjemah berkomitmen menempatkan diri sebagai penerjemah yang baik. Standar sebagai penerjemah baik itu ditentukan oleh kemampuannya dalam kompetensi bahasa, kompetensi penerjemahan, kompetensi tekstual, kompetensi mata pelajaran, kompetensi budaya dan transfer kompetensi. Terjemahan yang berbeda akan terjadi jika penerjemah mengabaikan lima elemen ini. Sehingga hasil penerjemahannya akan jauh keakuratan dan memiliki tingkat keterbacaan yang rendah. kata kunci: variabilitas, penerjemahan  Abstract Variability in translation covers how an interpreter is committed to place himself as a good translator. The standard as a good translator is determined by his ability in mastering translation competences of a language, textual, subject, cultural competence and competencies of transferring languages. If a translator ignores one or all of these elements, the translation is failed. Thus, translations do not have accuracy and legibility (readability). key words: variability, translation  
ANALISIS WACANA LAGU CAMELIA KARYA EBIET G ADE: KAJIAN TEKSTUAL KONTEKS DAN SITUASI M Kurniawan
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 1 No. 1 (2009): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v1i1.87

Abstract

Kurniawan Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang awankurniawan@yahoo.com  Abstrak Camelia adalah lagu yang ditulis oleh Ebiet G Ade. Lagu ini sangat populer di tahun 1990an. Banyak orang menikmati lagu ini dari radio. Liriknya sangat indah dan memiliki ekspresi cinta yang sangat indah. Dalam menganalisis Lagu Ebiet G Ade yang berjudul Camelia ditemukan referensi termasuk referensi pesona, demonstratif komparatif, elipsis, substitusi dan konjungsi,. Sementara itu berdasarkan pada aspek leksikal ditemukan kolokasi pengulangan, sinonim, dan hiponim. Kata kunci: referensi demonstratif dan komparatif, tekstual konteks  Abstract Camelia is a song composed by Ebiet G Ade. This song was very popular in 1990s. Many people enjoyed this song from radio. The lyrics are very beautiful and extremely full of lovely love expression. It is found out that Ebiet G Ade’s Song, entitled Camelia, contains a reference including enchantment reference demonstrative, comparative, ellipsis, substitution, and conjunctions. While based on the lexical aspect, repetition of collocation, synonym, and hyponym are found. key words: demonstrative and comparative reference,textual context
PENERJEMAHAN DAN BUDAYA Nuning Yudhi Prasetyani
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 1 No. 1 (2009): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v1i1.88

Abstract

Nuning Yudhi Prasetyani Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang ningdibyo@gmail.com  Abstrak Penerjemahan tidak dapat dipisahkan dari budaya itu sendiri karena kedua hal ini memiliki hubungan yang erat. Bahasa akan membentuk budaya dan sebaliknya. Bahasa memiliki makna yang diwadahi oleh budaya sebagai tempat berkembangnya sebuah bahasa. Hal ini tidak dipungkiri bahwa penerjemah sering menemukan kesulitan dalam hal kesetaraan kata dalam menerjemahkan budaya. Jadi, seorang penerjemah harus menguasai kompetensi linguistik, kompetensi kultural, dan kompetensi strategis untuk menghindari terjemahan yang timpang (tidak sesuai dengan budaya bahasa target). kata kunci: terjemahan, budaya, kompetensi linguistik  Abstract Translation cannot be separated from the culture as it has a tight relationship. A language will form the culture and vice versa. It has the meaning that is wrapped by the culture as its place. It is not denied that a translator often finds some difficulties in finding the right equivalence in translating culture. So, a translator must master linguistic, cultural, strategic competencies. key words: translation, culture, linguistic competence
CHARLES DICKENS' VIEW OF THE INDUSTRIAL REVOLUTION AS REFLECTED IN HARD TIMES Trikaloka Handayani Putri
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 1 No. 1 (2009): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v1i1.89

Abstract

Trikaloka Handayani Putri University of Pesantren Tinggi Darul’ulum princess_naura@yahoo.com Abstract Literature represents the views of the author of this life, or certain ideas about life. In other words, the author was part of his work. Many authors consider the environment is likely to be used as an ingredient of literary writing. Of course, the authors include a view of social phenomena that occur in his work. Industrial Revolution is one of the major phenomena that occur in the UK that brings great change to society. Besejarah events portrayed very nicely by Charles Dickens, the novelist who also observers of social reform through his novel Hard Times. This study aims to determine the views of the Charles Dickens Industrial Revolution trough genetic structuralism approach. key words: society, view, phenomena   Abstrak Karya sastra merupakan pandangan seorang pengarang terhadap hidup ini atau ide-ide tertentu tentang kehidupan. Dengan kata lain, penulis adalah bagian dari karyanya. Banyak penulis menganggap lingkungan sangat mungkin untuk dijadikan suatu bahan penulisan karya sastra. Tentu saja, penulis menyertakan pandangan terhadap fenomena sosial yang terjadi di dalam karyanya. Revolusi Industri merupakan salah satu fenomena besar yang terjadi di Inggris yang membawa perubahan besar bagi masyarakatnya. Peristiwa besejarah digambarkan dengan sangat apik oleh Charles Dickens, seorang penulis novel yang juga pemerhati reformasi sosial melalui novelnya yang berjudul Hard Times. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan Charles Dickens tentang revolusi Industri melalui pendekatan strukturalisme genetik. kata kunci: masyarakat, pandangan, fenomena
FACTORS CAUSING DIFFICULTIES IN PRACTICING COMMUNICATIVE LANGUAGE TEACHING Uswatun Qoyyimah
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 1 No. 1 (2009): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v1i1.90

Abstract

Uswatun Qoyyimah University of Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang Usqyim@yahoo.com  Abstract This article discusses about the implementation of Communicative Language Teaching (CLT) approach in English as a Foreign Language (EFL) context. Some believe CLT is a suitable approach to improve student’s communication. However, this article argues that the approach is problematic for non-native English speaking teachers in EFL context. There are several factors causing Communicative Language Teaching less appropriate to implement in this situation. The problems include the facts that teachers are struggling to adapt with the English since this language is not their first or second language, and the concept of CLT remains broad, so that teachers need to have guideline for implementing it in the classroom practice. key word: communicative language teaching (CLT)   Abstrak Artikel ini membahas tentang pengajaran bahasa yang komunikatif (Communicative Language Teaching). Banyak pendapat menganggap pendekatan ini sebagai jawaban atas masalah yang berkaitan dengan kemampuan komunikasi pelajar. Bagaimanapun, pengajaran komunikatif bahasa merupakan masalah bagi guru mata kuliah speaking yang bukan berlatar belakang bahasa Inggris. Mereka  berpendapat bahwa konsep tidak bisa didapat serta tidak ada kejelasan bagaimana menjalankannya. Di samping itu tantangan untuk dihadapi  ketika  kemampuan bahasa yang dikuasai rendah. Artikel ini membahas faktor- faktor yang menyebabkan Communicative Language Teaching (CLT) sulit diaplikasikan. kata kunci: communicative language teaching (CLT)

Page 6 of 19 | Total Record : 183