cover
Contact Name
Kiki Teguh
Contact Email
harpodonborneo@borneo.ac.id
Phone
+6281350529175
Journal Mail Official
harpodonborneo@borneo.ac.id
Editorial Address
Fakultas Perikanan Gedung E Lantai 1 Universitas Borneo Tarakan Jl. Amal Lama No. 1 Tarakan. Kalimantan Utara harpodonborneo@borneo.ac.id
Location
Kota tarakan,
Kalimantan utara
INDONESIA
Jurnal Harpodon Borneo
ISSN : 2087121x     EISSN : 25416294     DOI : https://doi.org/10.35334/harpodon.v16i2
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal HARPODON BORNEO merupakan jurnal ilmiah dalam bidang Ilmu – Ilmu Perikanan dan kelautan, yang diterbitkan oleh Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Jurnal ini terbit dua kali setahun, yaitu pada periode bulan April dan Oktober, sebagai media informasi dan komunikasi ilmiah guna menyajikan kompilasi hasil penelitian orisinil, pemikiran dan pandangan dari peneliti, pakar dan pemerhati dalam bidang perikanan dan kelautan serta masyarakat lingkungan pesisir) Jurnal Harpodon Borneo menerima naskah yang merupakan hasil penelitian (research), catatan penelitian (notes), ulas balik artikel (review or mini review article) dan ulasan / kajian pustaka (feature books), dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris yang belum pernah atau sedang dipertimbangkan untuk diterbitkan/dipublikasikan pada penerbitan jurnal / bulletin / majalah ilmiah lainya.
Articles 400 Documents
BACTERIAL INFECTION IN THE INDUSTRY OF Giant Tiger Prawn (Penaeus monodon) Larvae in Tarakan City Cahyadi, Jimmy
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 15 NO.1 APRIL 2022
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/harpodon.v15i1.2463

Abstract

Tarakan City is a hatchery center for giant tiger prawn larvae production. However, the quality of the larvae produced is still far from expectations, namely free of pathogens free and capable of being resistant to disease. Observation of bacterial infection in the growth phase of giant tiger prawn larvae was carried out to determine the cause and proper treatment in the hatchery. The results showed that the isolation of bacteria in tiger prawns post larvae using 3% TSA media obtained 8 isolates in the Amal Hatchery and 8 isolates in the Beringin Tiga Hatchery with the characteristics of the colonies being cream and yellow in color and the colony shape was irregular, entire, and law conversion. Based on the gram test including gram negative and biochemical tests identified the type; Alcaligenes denitrificans, Pseudomonas diminuta, Shewanella putrefaciens, Bordetella bronchiseptica, Vibrio spp, Alcaligenes faecalis, Flavobacterium breve, Flavobacterium thalpophilum, Flavobacterium multivorum, Pseudomonas pseudoalcaligenes, Pasteurella Pseudomonas.Keywords: Tiger prawn larvae, Bacteria, Hatchery
PENGARUH KOMBINASI TWEEN 80 DAN MALTODEKSTRIN TERHADAP KARAKTERISTIK FLAVOR ENHANCER IKAN BULAN-BULAN (Megalops cyprinoides) Cahyani, Reni Tri; Nadia, laode Muhamad Hazairin
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 15 NO.1 APRIL 2022
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/harpodon.v15i1.2502

Abstract

One method that can be applied in the production of flavor enhancers is the foam-mat drying method using Tween 80 and maltodextrin. This research aimed to examine the effect of the Tween 80 and maltodextrin combination on the characteristics of flavor enhancers from Megalops cyprinoides. This research used a factorial completely randomized design with two factors. Factor one was Tween 80 concentration of 2%, 4%, and 6%, and factor two was maltodextrin concentration of 10%, 20%, and 30%. The test parameters included yield, pH, and Maillard reaction products. The results showed that Tween 80 and maltodextrin concentration significantly affected yield, pH, and Maillard reaction products of flavor enhancers from Megalops cyprinoides (P0.05). The greater the concentration of Tween 80 and maltodextrin, the greater the yield value, while the Maillard reaction product value decreased. Increasing the concentration of maltodextrin caused the pH value to decrease. Conversely, increasing the concentration of Tween 80 caused the pH value to increase. Based on the research result, the best treatment was Tween 80 concentration of 6% and maltodextrin concentration of 10%, with the yield of 43.33%; pH of 3.78; and Maillard reaction product 0.608 AU.
RESOURCES COMPOSITION OF FISH RESULTS ABOUT TRACKING FISH IN WEST PAPUA MALAUMKARTA WATERS poltak, hendra; Sururi, Misbah; Suruwaky, Amir Machmud; Katili, Vicky Rizky; Tjarles, Lay; Ismail, ismail
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 15 NO.1 APRIL 2022
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/harpodon.v15i1.2507

Abstract

Hand line is a fishing gear consisting of a single string and hook for fishing and is widely used by fishermen in Malaumkarta waters. The purpose of this study is to identify the types of fish resources caught in the waters of Malaumkarta with the Drift Fishing system for resource conservation. The research was conducted 6 (six) times in 3 locations from June to September 2021. The method used was fishing survey using Handline Metal Jig drift system at depths 50 meters and 50 meters. The analysis was carried out quantitatively and qualitatively. The results showed that there were 134 individuals and 20 types of fish caught with a total weight of 126,194 kg. The type of fish that was most often caught was Letrinus sp, while in quantity it was Eumegistus illustris. The catch at three fishing locations showed that at a depth of 50 meters, 17 species were caught, 62 individuals, 104.625 kg with an average weight of 1.69 kg, while at a depth of 50 meters, 11 species were caught, 73 individuals, 22,039 kg with a weight of fish average 301.91 gr. The result of the research is that fish resources are utilized at a depth of 50 meters using a drift fishing system, with a metal jig fishing line.
Analisis Stok udang jerbung (Penaeus merguiensis) yang didaratkan di PPI Bandengan Kendal, Jawa Tengah Mollynda, Meutia
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 15 NO.1 APRIL 2022
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengenai analisis stok udang jerbung (Penaeus mergueinsis) berada di PPI Bandengan, Kendal merupakan salah satu daerah penangkapan udang yang potensial di Pantai Utara Jawa Tengah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui parameter pertumbuhan, hubungan antara panjang-berat, tingkat mortalitas, dan tingkat ekploitasi udang jerbung berdasarkan hasil tangkapan jaring arad. Penelitian ini dilakukan dari bulan April sampai Agustus 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Data yang dikumpulkan meliputi data primer yang didapatkan dengan sampling di lokasi penelitian. Metode pengambilan sampel diambil 10% secara acak sederhana dari hasil tangkapan per trip dan metode analisis menggunakan program FAO – ICLARM Stock Assessment Tools (FiSAT). Hasil penelitian menunjukan bahwa struktur ukuran yang tertangkap dominan sebesar 13,8 –55,9 mm, Hubungan panjang berat diperoleh persamaan W = 0,0064CL2,003 menunjukan pola pertumbuhan bersifat allometrik negatif artinya pertambahan panjang lebih cepat dari pertambahan bobotnya. Ukuran pertamakali tertangkap (LC50% ) sebesar 34 mm. Persamaan pertumbuhan von  Bertanlanffy adalah Lt = 60,85 (1-e(-0,50(t+0,2644))  dengan panjang karapas maksimum L∞ sebesar 58,97 mm,  laju pertumbuhan udang (K) sebesar 1,50 /tahun, nilai t0= -0,26 / tahun, laju mortalitas total sebesar (Z) = 1,51/ tahun, laju kematian alamiah sebesar (M) = 1,07 / tahun dan laju kematian karena penangkapan sebesar (F) = 0,44/ tahun. Pola rekuitmen udang jerbung memiliki puncak pada bulan Mei menunjukan persentase sebesar 16,51 %. Nisbah kelamin menunjukan populasi udang betina lebih sedikit dibandingkan udang jantan dengan rasio 1: 1,21. Kondisi tingkat pemanfaatan menunjukan E 0,5 artinya upaya penangkapan dapat ditambahkan (moderate).Kata Kunci: Eksploitasi, Mortalitas, Pertumbuhan, PPI Bandengan, Udang jerbung (P. merguiensis) 
PERMASALAHAN DAN KEBIJAKAN PENGELOLAAN PERIKANAN TANGKAP DI KEPULAUAN ARU Ririhena, John
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 15 NO.2 OKTOBER 2022
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/harpodon.v15i2.3000

Abstract

Kegiatanperikanankhususnya perikanantangkaplebihmendominasi dibandingkandenganyang lain,namunyangterjadikegiatan penangkapanyang dilakukanlebihbanyakdidominasinelayanasing dankapalnya.denganadanya aktivitas  tersebut  maka  banyak  masalah  yang  dihadapi  baik  nelayan  lokal maupun  pemerinta  sehingga  perlu  melihat  masalah  yang  terjadi,  kebijakan dengan strategi-startegiyang ada. Tujuan penelitian adalahpermasalahan, kebijakandanRumusankebijakanmelaluistrategi.Metode pengambilandata dilakukandengandataprimer dansekunder.data primer melaluiwawancara denganpihak-pihakterkait,data sekunder daridinaskelautandanperikanan KepulauanArudanBPSAru.Analisisdata menggunakananalisis SWOTuntuk menjawabrumusanstrategiyang dikeluarkanpemerintah.hasilpenelitianyang didapatDari hasilpenelitianinimaka permasalahan  tentang  perikanan  tangkap di  Kepulauan  Aru  adalah  masalahinternal  dan  eksternal  yang  terdiri  dari 9  masalah  internal  dan  10  masalaheksternal,dan terdapat6 kebijakan khusus untuk   perikanan   tangkap   yang   disimpulkan   dari   kebijakan   pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru melaluiDinas Kelautan Dan Perikanan dan swasta. sedangkanRumusan strategi kebijakan pengelolaan perikanantangkap adalah 1. strategi kekuatan dan peluang mengendalikan kekuatan untuk : Mengoptimalkan kesempatan dengan peningkatan kapasitas pemerintah daerah. 2. Strategi kelemahan dan peluang, memanfaatkan untuk mengatasi kelemahan dengan : Pemberdayaan masyarakat nelayan dan pengembangan kemitraan usaha. 3. Strategi kekuatan dan ancaman, mengoptimalkan kekuatan untuk mengatasi ancaman dengan : Pengembangan ekonomi kelautan dan perikanan, dan peningkatan investasi dan ekspor. 4. Strategi kelemahan dan ancaman, Memperbaiki kelemahan untuk mengurangi ancaman dengan : Pembangunan berbasis kepulauan dan pengelolaan sumberdaya pesisir dan lautan.Kata kunci :PerikananTangkap,Permasalahan,Kebijakan, SWOTKegiatanperikanankhususnya perikanantangkaplebihmendominasi dibandingkandenganyang lain,namunyangterjadikegiatan penangkapanyang dilakukanlebihbanyakdidominasinelayanasing dankapalnya.denganadanya aktivitas  tersebut  maka  banyak  masalah  yang  dihadapi  baik  nelayan  lokal maupun  pemerinta  sehingga  perlu  melihat  masalah  yang  terjadi,  kebijakan dengan strategi-startegiyang ada. Tujuan penelitian adalahpermasalahan, kebijakandanRumusankebijakanmelaluistrategi.Metode pengambilandata dilakukandengandataprimer dansekunder.data primer melaluiwawancara denganpihak-pihakterkait,data sekunder daridinaskelautandanperikanan KepulauanArudanBPSAru.Analisisdata menggunakananalisis SWOTuntuk menjawabrumusanstrategiyang dikeluarkanpemerintah.hasilpenelitianyang didapatDari hasilpenelitianinimaka permasalahan  tentang  perikanan  tangkap di  Kepulauan  Aru  adalah  masalahinternal  dan  eksternal  yang  terdiri  dari 9  masalah  internal  dan  10  masalaheksternal,dan terdapat6 kebijakan khusus untuk   perikanan   tangkap   yang   disimpulkan   dari   kebijakan   pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru melaluiDinas Kelautan Dan Perikanan dan swasta. sedangkanRumusan strategi kebijakan pengelolaan perikanantangkap adalah 1. strategi kekuatan dan peluang mengendalikan kekuatan untuk : Mengoptimalkan kesempatan dengan peningkatan kapasitas pemerintah daerah. 2. Strategi kelemahan dan peluang, memanfaatkan untuk mengatasi kelemahan dengan : Pemberdayaan masyarakat nelayan dan pengembangan kemitraan usaha. 3. Strategi kekuatan dan ancaman, mengoptimalkan kekuatan untuk mengatasi ancaman dengan : Pengembangan ekonomi kelautan dan perikanan, dan peningkatan investasi dan ekspor. 4. Strategi kelemahan dan ancaman, Memperbaiki kelemahan untuk mengurangi ancaman dengan : Pembangunan berbasis kepulauan dan pengelolaan sumberdaya pesisir dan lautan.Kata kunci :PerikananTangkap,Permasalahan,Kebijakan, SWOT
THE LEVEL OF WELFARE OF FISHERMAN IN THE JOINT CAPTURE FISHERIES BUSINESS GROUP IN HANDIL TERUSAN VILLAGE, ANGGANA DISTRICT KUTAI KARTANEGARA REGENCY Oktawati, Nurul Ovia
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 15 NO.2 OKTOBER 2022
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/harpodon.v15i2.2981

Abstract

This research aim was to analze prosperity level based on indicator of Fisherman Exchange Value (Nilai Tukar Nelayan/NTN) and Index of Fisherman Exchange Value (Indeks Nilai Tukar Nelayan/INTN) community business group with capture Fisheries in Handil Terusan Village. This research was conducted on May 2021 to June 2022 in the Handil Terusan Village, Anggana Sub-District, Kutai Kartanegara Regency. Research was used the case study method and applied purposive sampling to select 25 respondents of 5 fishing groups. Data were analyzed by qualitative-quantitative descriptive method that focused on Fisherman Exchange Value (Nilai Tukar Nelayan/NTN) and Index of Fisherman Exchange  Value (Indeks Nilai Tukar Nelayan/INTN). The results of the NTN analysis show that in general the NTN value for fishing families from 5 joint capture fisheries business groups in 2020 and 2021 is above 1 and has increased. The results of the INTN analysis of fishing families in 2020 and 2021 show that 3 groups of Fishermen have increased and 2 groups of Fishermen have decreased. Key Words  : Fisherman Exchange Value (NTN), Handil Terusan Village, Index of Fisherman Exchange Value /INTN, Prosperity
UJI PROKSIMAT UBUR-UBUR (Rhizostoma Pulmo) SEGAR DAN KERING Abdiani, Ira Maya; Kirana, Elsa; Yulianto, Agus; Akhmadi, Mohammad Fadnan; Simanjuntak, Ricky Febrinaldy; Imra, Imra
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 15 NO.1 APRIL 2022
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/harpodon.v15i1.2525

Abstract

Tarakan city has the potential of marine biological resources that are very abundant such as fish, shrimp, seaweed and even jellyfish. Jellyfish is one of the aquatic commodities found in almost all marine waters of Indonesia. Jellyfish has the potential as a source of nutrient-rich foods that give high economic value. This is due to the lack of information about the nutritional content of jellyfish. The purpose of this study is to determine the proximate content of fresh and dry Rhizostoma Pulmo jellyfish. This research method using purposive sampling which followed sampling of jellyfish (R. pulmo) in Amal Lama Beach, sample preparation, calculation of yield and proximate analysis. Protein testing using the Semi Kjeldahl method, lemk testing using the Soxhlet method, testing water content using the gravimetric method, measuring carbohydrate using the by different method. Based on this study Proximat content found in fresh and dried jellyfish consist of 96,2% water content, 1% ash content, 34,5% protein content, 12,5% fat content, 47,9% carbohydrate content. Proximate levels dry jellyfish  58,78% water content is, 11 % ash content, 46,3 % protein content, 1.5% fat content and 39,9% carbohydrate content
EFEKTIVITAS PENAMBAHAN TEPUNG KULIT BUAH NAGA TERFERMENTASI DALAM PAKAN IKAN NILA SALIN (Oreochromis niloticus) herawati, herawati; wahyu, farhanah
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 15 NO.2 OKTOBER 2022
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/harpodon.v15i2.2872

Abstract

ABSTRAKKendala utama yang ditemui ketika memanfaatkan kulit buah naga adalah tingginya kandungan serat kasar, rendahnya protein kasar, dan adanya zat anti nutrisi sehingga dapat mempengaruhi proses pencernaan ikan, penyerapan nutrisi yang berujung  pada  rendahnya  pertumbuhan  ikan.  Tujuan  dari  penelitian  ini  adalah  untuk mengetahui pengaruh tepung kulit buah naga femerntasi terhadap pertumbuhan bobot mutlak, laju pertumbuhan harian, dan sintasan hidup ikan nila salin.  Rancangan  percobaan  yang  digunakan  adalah  Rancangan  Acak  Lengkap  (RAL).  Perlakuan yang dilakukan terdiri dari empat perlakuandan tiga kali ulangan yaitu tanpa penambahan kadar tepung tepung kulit buah naga tanpa fermentasi A (kontrol) 0%, kemudian B penambahan tepung kulit buah naga  terfermentasi (10%), C penambahan tepung kulit buah naga terfermentasi (20%) dan D penambahan tepung kulit buah naga refermentasi (30%). Pertumbuhan bobot mutlak, laju pertumbuhan harian dan sintasan hidup diuji menggunakan ragam  ANOVA. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penambahan tepung kulit buah naga terfermentasi dalam pakan dapat meningkatkan pertumbuhan bobot mutlak dengan nilai tertinggi pada perlakuan C sebesar 3,92 g dan yang terendah terdapat pada perlakuan A (kontrol) sebesar 1,49%, nilai laju pertumbuhan spesfik ikan  nila salin dengan  nilai  tertinggi  pada  perlakuan  C  yaitu  5,61 g. Sementara itu, nilai sintasan hidup tertinggi terdapat pada perlakuan C sebesar 86,67%.Kata Kunci: Kulit buah naga; Fermentasi; Ikan nila salin; Pertumbuhan; SintasanABSTRACTThe main obstacles encountered when utilizing dragon fruit skin are the high content of crude fiber, low crude protein, and the presence of anti-nutritional substances so that it can affect the process of fish digestion, absorption of nutrients which leads to low growth of fish.  The purpose of this study was to determine the effect of femernation dragon fruit skin flour on absolute weight growth, daily growth rate, and survival of saline tilapia.  The experimental design used was a Complete Randomized Design (RAL).  The treatment carried out consisted of four treatments and three repeats, namely without the addition of dragon fruit skin flour content without fermentation A (control) 0%, then B the addition of fermented dragon fruit skin flour (10%), C the addition of fermented dragon fruit skin flour (20%) and D the addition of reference dragon fruit skin flour (30%). Absolute weight growth, daily growth rate and survival were tested using the ANOVA variety. The results of this study showed that the addition of fermented dragon fruit skin flour in the feed could increase absolute weight growth with the highest value in the C treatment of 3.92 g and the lowest was found in the A (control) treatment of 1.49%, the specific growth rate value of saline tilapia with the highest value in the C treatment was 5.61 g. Meanwhile, the highest survival value was found in the C treatment of 86.67%.Keywords: Dragon fruit skin; Fermentation; Saline tilapia; Growth; Survival
GROWTH AND QUALITY OF SEA GRAPES (Caulerpa lentilifera) BY SOAKING LIQUID ORGANIC FERTILIZER IN CONTROLLED MEDIA rina, kartina
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 15 NO.1 APRIL 2022
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/harpodon.v15i1.2936

Abstract

Caulerpa lentillifera or known as sea grape is one type of grass that has the potential to be developed. This seaweed is very popular because it has a very important economic value, namely as a fresh food ingredient and an ingredient for medicines. Efforts to increase the production of C. lentillifera can be done through engineering with the addition of fertilizers in its cultivation. The purpose of this study was to determine the dose of liquid organic fertilizer that could provide the best growth for C. lentillifera. This study used an experimental method with a completely randomized design (CRD). The treatments consisted of soaking liquid organic fertilizer (POC) with doses of P0 (0 ml/L), P1 (1.5 ml/L), P2 (2.5 ml/L) and P3 (3.5 ml/L), and made 3 repetitions. The data obtained were analyzed using one way analysis of variance (ANOVA). Based on the results of the analysis of variance (ANOVA) it was found that the application of liquid organic fertilizer had a significantly different effect on the specific growth rate and dry weight of C. lentilifera. The best dose was shown in the 1.5 ml/L fertilizer immersion treatment (P1), with a specific growth rate value of 3.27% and a dry weight value of 1.70 g which were significantly different from other treatments (P 0.05). In terms of quality, C. lentilifera soaked in 1.5 ml/L (P1) liquid fertilizer, produced a fairly high protein content of 19.05%. Water quality data including temperature, pH, and DO showed a value that was still tolerable for the growth of C. lenitilifera seaweed. Water quality measurements in this study included temperatures ranging from 26 -28 ºC, salinity ranging from 31-35ºC, pH ranging from 6.83 -7.05, while DO ranged from 5.98 - 6.90 mgL1.
PENGARUH EKOSISTEM PERAIRAN YANG BERBEDA TERHADAP KADAR ALBUMIN IKAN GABUS (Channa striata) DI KABUPATEN KAPUAS HULU, KALIMANTAN BARAT Pratama, Wahyu Wira
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 15 NO.2 OKTOBER 2022
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/harpodon.v15i2.2980

Abstract

Analisis dilakukan terhadap tiga kelompok ikan pada ekosistem yang berbeda. Ikan gabus yang digunakan bobot rata-rata 190 gram. Pengambilan sampel plankton mengunakan planktonet yang kemudian diawetkan menggunakan alkohol. Sedangkan daging ikan dilakukan pengujian kadar albumin dan komposisi proksimat. Penelitian bertujuan mengamati pengaruh ekosistem yang berbeda terhadap kadar albumin ikan gabus. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif untuk menggambarkan kadar albumin, komposisi proksimat ikan gabus dari berbagai ekosistem perairan. Sedangkan data kualitas air yang diamati meliputi suhu, pH, DO, Amonia. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan kadar albumin tertinggi terdapat pada ikan gabus di danau yaitu sebesar 5,75%, diikuti oleh ikan pada ekosistem rawa yaitu 2,64%, dan terendah pada ikan gabus di ekosistem sungai yaitu sebesar 1,27%. Hasil analisis proximat daging menunjukkan kadar protein tertinggi terdapat pada ikan gabus di ekosistem danau sebesar 17,16%,  diikuti oleh rawa sebesar 16,88%, dan sungai sebesar 16,41%. Parameter kualitas air menunjukkan suhu pada kisaran 25-33oC, pH kisaran 5-6,7. Oksigen terlarut berkisar 2-7 ppm, dan kadar ammonia 0,25-0,33 ppm. hasil identifikasi plankton yang menunjukkan bahwa kelimpahan species plankton paling banyak ditemukan pada ekosistem danau dengan species Chlorella yang ditemukan pada ketiga ekosistem perairan tersebut.

Filter by Year

2010 2024


Filter By Issues
All Issue VOLUME 17 NO.2 OKTOBER 2024 VOLUME 17 NO.1 APRIL 2024 VOLUME 16 NO.2 OKTOBER 2023 VOLUME 16 NO.1 APRIL 2023 VOLUME 15 NO.2 OKTOBER 2022 VOLUME 15 NO.1 APRIL 2022 VOLUME 14 NO. 2 OKTOBER 2021 VOLUME 14 NO. 1 APRIL 2021 VOLUME 13 NO. 2 OKTOBER 2020 VOLUME 13 NO. 1 APRIL 2020 Vol 12, No 1 (2019): VOLUME 12 NO. 1 APRIL 2019 VOLUME 12 NO. 2 OKTOBER 2019 VOLUME 12 NO. 1 APRIL 2019 Vol 11, No 2 (2018): Volume 11 No.2 Oktober 2018 Vol 11, No 2 (2018): Volume 11 No.2 Oktober 2018 Vol 11, No 1 (2018): Volume 11 No.1 April 2018 Vol 11, No 1 (2018): Volume 11 No.1 April 2018 Vol 10, No 2 (2017): Volume 10 No.2 Oktober 2017 Vol 10, No 2 (2017): Volume 10 No.2 Oktober 2017 Vol 10, No 1 (2017): Volume 10 No. 1 April 2017 Vol 10, No 1 (2017): Volume 10 No. 1 April 2017 Vol 9, No 2 (2016): Volume 9 No 2 Oktober 2016 Vol 9, No 2 (2016): Volume 9 No 2 Oktober 2016 Vol 9, No 1 (2016): Volume 9 No 1 April 2016 Vol 9, No 1 (2016): Volume 9 No 1 April 2016 Vol 8, No 2 (2015): Volume 8 No 2 Oktober 2015 Vol 8, No 2 (2015): Volume 8 No 2 Oktober 2015 Vol 8, No 1 (2015): Volume 8 No 1 April 2015 Vol 8, No 1 (2015): Volume 8 No 1 April 2015 Vol 7, No 2 (2014): Volume 7 No 2 Oktober 2014 Vol 7, No 2 (2014): Volume 7 No 2 Oktober 2014 Vol 7, No 1 (2014): Volume 7 No 1 April 2014 Vol 7, No 1 (2014): Volume 7 No 1 April 2014 Vol 6, No 2 (2013): Volume 6 No 2 Oktober 2013 Vol 6, No 2 (2013): Volume 6 No 2 Oktober 2013 Vol 6, No 1 (2013): Volume 6 No 1 April 2013 Vol 6, No 1 (2013): Volume 6 No 1 April 2013 Vol 5, No 2 (2012): Volume 5 No 2 Oktober 2012 Vol 5, No 2 (2012): Volume 5 No 2 Oktober 2012 Vol 5, No 1 (2012): Volume 5 No 1 April 2012 Vol 5, No 1 (2012): Volume 5 No 1 April 2012 Vol 4, No 2 (2011): Volume 4 No 2 Oktober 2011 Vol 4, No 2 (2011): Volume 4 No 2 Oktober 2011 Vol 4, No 1 (2011): Volume 4 No 1 April 2011 Vol 4, No 1 (2011): Volume 4 No 1 April 2011 Vol 3, No 1 (2010): Volume 3 No. 1 April 2010 Vol 3, No 1 (2010): Volume 3 No. 1 April 2010 More Issue