cover
Contact Name
Tri Yulianti
Contact Email
jts@uajy.ac.id
Phone
+62274-487711
Journal Mail Official
jts@uajy.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Sipil Universitas Atma Jaya Yogyakarta Jl.Babarsari No.44 Yogyakarta
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 1411660X     EISSN : 25492918     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil adalah wadah informasi bidang Teknik Sipil berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah terkait. Terbit pertama kali Oktober tahun 2000. Frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan April dan Oktober. (ISSN 1411-660X).
Articles 406 Documents
Cover April 2019 Sipil, Jurnal Teknik
Jurnal Teknik Sipil Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.001 KB) | DOI: 10.24002/jts.v15i2.3723

Abstract

Edisi April 2019 terdiri dari delapan artikel dalam bidang Teknik Sipil.
Analisis Metode Routing terhadap Hidrograf Banjir Sungai Way Sekampung di Way Kunyir Menggunakan HEC-HMS Ulfah, Marfirah; Kusumastuti, Dyah Indriana; Winarno, Dwi Joko
Jurnal Teknik Sipil Vol 11, No 2 (2012): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.699 KB) | DOI: 10.24002/jts.v11i2.3797

Abstract

Flood events often occur in Indonesia so that quite a lot of people researched about the movement of floods and flood monitoring in the Watershed. The location of the study was carried out by the Way Sekampung river in Way Kunyir located in the Pringsewu district, Lampung province and is located downstream of the Batutegi dam. Flood tracing is intended to analyze the chances of a flood in the form of a flood hydrograph with or without using the Routing method and find out the results of some Routing methods in the watershed. The Routing method used in this study is Lag, Lag and K and Muskingum. The HEC-HMS modeling results state that peak discharge data when without Routing is greater than entering the Routing parameter. This is because entering the Routing parameter in modeling is very influential at peak times so that it affects the peak discharge at the watershed outlet. As a result of Muskingum Routing, the peak discharge is lower than before entering the flow routing, this is due to the occurrence of reservoirs along the river so that the peak discharge becomes lower than without Routing. The results of Lag Routing and Lag and K Routing are peak discharge decreased compared to before entering the Routing parameter. what should have happened to the peak discharge with Routing and without Routing remains the same, however, only peak discharge tranlations occur and there is travel time. This happens because there is no debit data at the station being reviewed so it uses rain data instead of HEC-HMS modeling.
PERILAKU LENTUR BALOK BETON BERTULANG HIGH VOL-UME FLY ASH (HVFA) DENGAN VARIASI UKURAN BUTIR MAKSIMUM AGREGAT Lianasari, Angelina Eva; Siahaan, Richardo Putra
Jurnal Teknik Sipil Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.207 KB) | DOI: 10.24002/jts.v15i2.3717

Abstract

Global warming is a serious environmental issue. Production process of Portland Cement (SP) contribute 5% of all carbon dioxide emissions, the main cause of global warming and making cement means making pollution. High Volume Fly ash (HVFA) concrete technology is one solution that can be offered to overcome this problem. HVFA concrete is a type of concrete made using high enough fly ash, which is more or equal to 50% by weight of cement. In this study, the use of fly ash (FA) as a cement replacement material is about 50%. One disadvantage of HVFA concrete is the low early strength or slower, so in this study HVFA concrete was made with coarse aggregate size to smaller. This study compared HVFA concrete beams with size of aggregates are 20 mm and 4.75 mm, the planed compressive strength (f’c) is 25 MPa. Fly ash will substituted by 50% of the weight of the cement and the addition of superplasticizer about 0.4% by weight of cement. The size of specimens for flexural capacity of reinforced concrete beams about 140 x 240 mm with a span of 2000 mm. The flexural strength test arrangement with two-point loading. And the results of the study showed an increase in flexural capacity of 13.38%.
Aplikasi Metode Vektor Beban Penentu Lokasi Kerusakan pada Struktur Thick Plate Frans, Richard; Arfiadi, Yoyong
Jurnal Teknik Sipil Vol 15, No 4 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.648 KB) | DOI: 10.24002/jts.v15i4.3792

Abstract

Salah satu metode yang sering digunakan dalam mendeteksi kerusakan elemen dalam struktur adalah metode vektor beban penentu lokasi kerusakan. Hal ini dikarenakan metode ini cukup mudah untuk digunakan dan memberi hasil yang cukup memuaskan dalam mendeteksi kerusakan struktur. Pada penelitian-penelitian sebelumnya, metode vektor beban penentu lokasi kerusakan ini telah banyak diaplikasikan ke berbagai jenis (tipe) struktur misalnya pada struktur balok, struktur rangka, struktur portal, dan lain sebagainya, Oleh karena itu, pada penelitian ini, metode beban penentu lokasi kerusakan ini diaplikasikan pada struktur thick plate. Terdapat dua skenario pembagian elemen dengan masing-masing tiga skenario kerusakan. Skenario pembagian elemen yaitu struktur thick plate akan dibagi menjadi 4 elemen dan 81 elemen. Pemodelan yang digunakan adalah dengan menggunakan metode elemen hingga dengan mengasumsikan elemen pelat tersebut sebagai elemen eight-noded quadratic quadrilateral plate bending. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan dari metode vektor beban penentu lokasi kerusakan dalam menentukan elemen rusak. Berdasarkan hasil yang didapatkan, metode vektor beban penentu lokasi kerusakan cukup akurat dalam menentukan elemen yang diasumsikan mengalami kerusakan.
DAMPAK PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN TERHADAP DEBIT PUNCAK DI SUB DAS TALANG KABUPATEN JEMBER Putri, Dyah Ayu Intanasya; Widiarti, Wiwik Yunarni; Halik, Gusfan
Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.799 KB) | DOI: 10.24002/jts.v16i1.4216

Abstract

Sub DAS Talang merupakan bagian dari DAS Mayang yang merupakan salah satu daerah aliran sungai yang berada di Kabupaten Jember. Meningkatnya kebutuhan manusia terhadap tempat tinggal menyebabkan perubahan tata guna lahan dari daerah resapan menjadi pemukiman. Sehingga air hujan tidak dapat meresap ke dalam tanah dan menjadi aliran  permukaan dan menyebabkan debit yang dihasilkan meningkat. Maka dari itu dilakukan  klasifikasi citra landsat 7 & 8 menggunakan program ERR Mapper & ArcGIS untuk mengetahui perubahan tata guna lahan dan program HEC-HMS untuk mengetahui perubahan debit puncak yang terjadi. Penelitian ini menggunakan metode SCS Unit Hydrograph dengan tata guna lahan tahun 2009, 2013, dan 2018 sedangkan data curah hujan harian dan debit harian tahun 2018. Pada tata guna lahan tahun 2009 sampai 2018 luas lahan hutan terus mengalami penurunan sebesar 7,49 %. Hasil dari analisa berupa grafik yang menunjukkan debit puncak terus meningkat dari tahun 2009, 2013, hingga tahun 2018. Debit puncak mengalami peningkatan sebesar 67,48 % dikarenakan nilai CN yang meningkat seiring penurunan luasan hutan sehingga debit yang dihasilkan juga menjadi lebih besar.
MODEL ESTIMASI BIAYA DENGAN COST SIGNIFICANT MODEL DAN ARTIFICIAL NEURAL NETWORK PROYEK PENINGKATAN JALAN ASPAL DI YOGYAKARTA Tahapari, Yesia; Nugroho, Arief Setiawan Budi; Suparma, Latif Budi
Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.061 KB) | DOI: 10.24002/jts.v16i2.4778

Abstract

The need for an analytical method that may provide an accurate project cost estimation with minimal data availability becomes very necessary. Therefore, this research was conducted to determine and compare the cost estimation model based on the Cost Significant Model (CSM) and Artificial Neural Network (ANN) with two modeling approaches, ANN-1 and ANN-2. The models were developed based on 28 data of road improvement projects in Yogyakarta from the year 2010 until 2019. The analysis results show that the ANN-2 provides the best validation compared to the ANN-1 and the CSM model. The value of Mean Absolute Percentage Error (MAPE) of ANN-1 with the 3-8-1 net scheme provides a value of 12.687%, while that of ANN-2 with 10-15-1 net scheme is 8,132% and the MAPE value of the CSM model produces a value of 14.757%.
IDENTIFIKASI PARAMETER MODAL DAN KERUSAKAN STRUKTUR OLEH BEBAN OPERASIONAL Putranto, Alan
Jurnal Teknik Sipil Vol 15, No 3 (2019)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.408 KB) | DOI: 10.24002/jts.v15i3.3731

Abstract

Perilaku dinamik dan identifikasi sistem merupakan isu yang sangat penting bagi para praktisi teknik sipil terutama enjinir struktur. Identifikasi sistem menggunakan metode Second order blind identification (SOBI) merupakan metode non parametrik domain waktu yang digunakan sebagai analisis modal operasional (OMA) pada penelitian struktur truss rangka bidang guna mengestimasi parameter modal struktur yang diberikan input beban sembarang dan tak terukur (ambient vibration).Metode SOBI divalidasi dengan finite element (FE) kemudian digunakan untuk memprediksi nilai parameter modal struktur model eksperimen.Hasil data rekaman respon struktur normal dan rusak menggunakan USB akselerometer X16-1D kemudian diolah dan data tersebut dilakukan load ke program matlab ExpNor15mts.m dan ExpDmg15mts.m sehingga dihasilkan parameter modal struktur. Parameter modal struktur tersebut pada saat keadaan struktur normal untuk nilai frekuensi dan ragam getar secara berturut-turut adalah  68,6925 rad/s dan 40,7983, sedangkan pada saat kondisi rusak diperoleh 50,9254 rad/s dan 30,9473. Nilai rasio frekuensi mengalami penurunan sebesar 34,8884 %. Pada penelitian ini, deteksi kerusakan hanya didasarkan pada rasio frekuensi. Deteksi kerusakan tidak dapat dilihat dari nilai modal assurance criterion (MAC) karena hanya memiliki satu nilai ragam getar.Metode SOBI cukup akurat untuk estimasi parameter modal struktur terutama frekuensi, tetapi hanya bisa mengestimasi nilai rasio redaman yang sangat kecil dan kurang efektif untuk estimasi ragam getar kedua dan ketiga.
Strength of Cement Treated Clay and Degradation Under Magnesium Sulphate Attack Siregar, Vicky Marita; Handoko, Luky; Gunawan, Sumiyati
Jurnal Teknik Sipil Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.109 KB) | DOI: 10.24002/jts.v15i2.3808

Abstract

Lumpur Sidoarjo (Lusi) is an environmental issue in Indonesia that produce wasted soils, specifically clay soils, distributed to Porong River which causes a greater problem. Cement treated clay (CTC) becomes one of the solutions to overcome the problems caused by Lusi due to its ability in improving the strength of clay soils. This paper investigates CTC with lower cement amount (C <70 kg/m3) for reclamation and higher cement amount (C >150 kg/m3) for deep mixing marine clay for its strength and degradation due to the attack of magnesium sulphate as the main component of seawater which cause the degradation of CTC. The enhancement of soil strength is investigated by unconfined compression test (qu) and the degradation by penetration test. Water content of the specimens for both tests are arranged in its liquid limit condition (60%) and two times of its LL (120%). The result of the cement amount addition for both water content shows the enhancement of qu represented by linear and the tip resistance is increased. The characterictic of degradation for lower cement amount with close range present similar depth of deterioration, like-wise higher cement content. The value of tip resistance is not relatable with qu.
ANALISIS KOORDINASI SINYAL ANTAR SIMPANG WIROBRAJAN DAN SIMPANG NGABEAN YOGYAKARTA Krisnandio Sepnanda Patrias; Yohannes Lulie
Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 3 (2021)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.092 KB) | DOI: 10.24002/jts.v16i3.5386

Abstract

Banyaknya persimpangan di kota besar seperti Yogyakarta terlebih pada simpang dengan jarak yang terlalu dekat seperti pada Simpang Wirobrajan dan Simpang Ngabean, membuat kendaraan terkadang berhenti pada setiap simpang dikarenakan sinyal merah. Perlu dilakukan perhitungan Simpang Wirobrajan dan Simpang Ngabean dan menerapkan simpang bersinyal terkoordinasi untuk mengurangi tundaan dan panjang antrian. Pengambilan data dilakukan dengan cara survei langsung di kedua simpang pada jam sibuk pagi, siang, dan sore. Survey pengambilan data dilakukan pada tanggal 4, 5 dan 10 November 2020. Data yang diambil ialah data geometrik jalan, waktu sinyal, volume lalu lintas, dan kecepatan tempuh kendaraan yang melalui kedua simpang. Data yang didapatkan digunakan dalam memperoleh kondisi eksisting terjenuh untuk menjadi acuan dalam perecanaan waktu siklus baru dengan memperhatikan teori koordinasi simpang. Analisis kinerja simpang menggunakan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (1997) dan Teori Maksimasi Green Bandwidth. Dari hasil survei diketahui bahwa kedua simpang belum terkoordinasi. Dari enam perencanaan didapatkan waktu sinyal baru sebesar 163 detik, dengan offset sebesar 24 detik. Sedangkan dengan Teori Maksimasi Green Bandwidth didapatkan 38 detik untuk arah Timur dan 39 detik untuk arah Barat. Nilai kinerja rata-rata pada arus utama yang dikoordinasikan berupa derajat kejenuhan (DS) sebesar 0,94, panjang antrian (QL) sebesar 291.5 meter, dan tundaan sebesar 120 detik. Setelah dilakukan perencanaan koordinasi antar simpang memiliki nilai rata-rata untuk derajat kejunuhan (DS) memiliki nilai sebesar 0,88, panjang antrian (QL) 238 meter, dan tundaan sebesar 79.68 detik pada arus utama yang dikoordinasikan
STUDI EXPERIMENTAL BALOK SLOOF-KOLOM PADA RUMAH INSTAN STRUKTUR BAJA DENGAN METODE PEMBEBANAN SIKLIK Heribertus Sigit Kianjaya; Iman Satyarno; Bambang Suhendro
Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 3 (2021)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (831.151 KB) | DOI: 10.24002/jts.v16i3.5388

Abstract

Rumah Instan Struktur Baja (RISBA), merupakan model bangunan yang dapat digunakan dalam rekonstruksi perumahan masyarakat yang rusak dilanda gempa di Lombok. Rumah RISBA dipilih karena dari segi bahan yang relatif mudah ditemukan dan terbuat dari bahan ringan, dari segi biaya relatif lebih murah dan dan dari segi waktu konstruksi relatif lebih cepat dibandingkan jenis bangunan lain yang terbuat dari beton. Untuk menentukan resistensi kolom rumah RISBA, studi eksperimental dilakukan pada perilaku siklik kolom (mewakili setengah dari tinggi kolom aktual) 1500 mm yang di sendi pada balok sloof sepanjang 750 mm. Tes siklik dilakukan berdasarkan metode ASTM-E2126. Bahan baja memiliki proerties berikut: fy = 268.104 MPa , dan fu = 331.311 MPa, sedangkan kekuatan kompresi mortar yang digunakan adalah fc' = 9.122 MPa. Loop histeresis yang dihasilkan dan kurva amplop untuk spesimen SB-1 adalah : (a) Ppeak (+) adalah 5,01 kN pada perpindahan 84 mm dengan rasio drift 5,6%, (b) Ppeak (-) adalah 4,93 kN pada perpindahan 84 mm dengan rasio drift 5,6%. Selisih antara SB-1 dan SB-2 pada Ppeak (+) adalah 0,02 kN, sedangkan Ppeak (-) adalah 0,2 kN. Jenis kegagalan pada spesimen SB- 1 adalah dalam bentuk buckling lokal pada kolom, dan kegagalan kompresi pada balok sloof, sementara jenis kegagalan pada spesimen SB-2 adalah dalam bentuk kompresi pada balok sloof tetapi tidak ada kegagalan buckling pada kolom.