cover
Contact Name
Tri Yulianti
Contact Email
jts@uajy.ac.id
Phone
+62274-487711
Journal Mail Official
jts@uajy.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Sipil Universitas Atma Jaya Yogyakarta Jl.Babarsari No.44 Yogyakarta
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 1411660X     EISSN : 25492918     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil adalah wadah informasi bidang Teknik Sipil berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah terkait. Terbit pertama kali Oktober tahun 2000. Frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan April dan Oktober. (ISSN 1411-660X).
Articles 406 Documents
KEWIRAUSAHAAN SEBAGAI PENDUKUNG KEBERHASILAN BISNIS KONTRAKTOR DI INDONESIA Setiawan, Harijanto
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.781 KB) | DOI: 10.24002/jts.v14i1.1015

Abstract

Contractors as a part of construction industry run their business in many unique ways.Instead of running unique business, contractors’ business also been considered as a business invery high competition. In this bisnis environment, contractors need to implement proper businessstrategy in order to be success in their business. Entrepreneurship has been developed very rapidlybecause it has been considered as a strategy to support business success in many business areas.Considering the uniqueness of contractors’ business, therefore entrepreneurship is considered to beimplemented by contractors in many unique way comparing to other businesses. This study isaimed to find the concept of entrepreneurship for contractors. Entrepreneurship in this study willbe focused on corporate entrepreneurship which is elaborated into five dimensions: autonomy,competitive aggressiveness, innovativeness, proactiveness and risk taking. Data was collected bysemi-structure interview with top managers of contractors in Indonesia. The transcript of theinterviews were analyzed using thematic analysis that is carried out manually and then continuedby using Nvivo Software. This study finds how is the implementation of those five dimensionsespecially for contractors. Abstrak: Kontraktor adalah perusahaan dalam industri konstruksi yang menjalankan usahanyadengan berbagai keunikannya. Selain bisnisnya yang unik, bisnis kontraktor juga dikategorikansebagai bisnis dengan persaingan yang tinggi. Menghadapi situasi ini, kontraktor dituntutmenjalankan strategi bisnis yang tepat sehingga mampu mendukung keberhasilan usahanya.Kewirausahaan yang telah berkembang pesat karena dijumpai mampu mendukung keberhasilanberbagai bidang usaha diharapkan akan mampu pula mendukung keberhasilan usaha kontraktor.Mengingat usaha kontraktor yang unik maka kewirausahaan untuk kontraktor juga akanmempunyai beberapa kekhususan dibandingkan kewirausahaan pada bidang usaha lain. Penelitianini bertujuan untuk menemukan konsep kewirausahaan untuk kontraktor. Kewirausahaan padapenelitian ini difokuskan pada kewirausahaan tingkat perusahaan atau dikenal dengankewirausahaan korporasi yang dijabarkan dalam lima dimensi, yaitu: otonomi, agresif dalampersaingan, berinovasi, proaktif dalam meraih peluang dan berani mengambil risiko. Pengumpulandata dilakukan melalui wawancara semi terstruktur dengan para pimpinan kontraktor di Indonesia.Hasil wawancara dianalisis dengan menggunakan analisis tematik yang diawali analisis secaramanual yang kemudian dilanjutkan dengan bantuan perangkat lunak Nvivo. Hasil penelitian inimenemukan bagaimana kelima dimensi tadi diterapkan sesuai dengan keunikan bisnis kontraktor.Kata kunci: : kewirausahaan korporasi, kontraktor, Indonesia
KAJIAN STABILITAS TITIK P21 LERENG TANGGUL PENAHAN LUMPUR SIDOARJO Widjaja, Budijanto; Alfionida, Virda
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1533.01 KB) | DOI: 10.24002/jts.v14i2.1529

Abstract

Munculnya semburan lumpur panas di Porong Sidoarjo, Jawa Timur sejak tahun 2006, telah mengakibatkan tergenangnya kawasan pemukiman dan pertanian serta memiliki potensi bahwa lumpur tersebut masih tetap menyembur beberapa tahun ke depan. Sejumlah upaya telah dilakukan diantaranya dengan membuat tanggul panahan lumpur. Berdasarkan pengamatan visual yang dilakukan dilihat dari struktur luar tanggul, tanggul masih dalam keadaan yang cukup baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor keamanan terhadap stabilitas lereng pada tanggul Lumpur Sidoarjo terutama pada titik P21. Faktor keamanan yang dianalisis menggunakan program komputer Plaxis. Simulasi dilakukan secara bertahap sesuai dengan urutan konstruksi timbunan yang telah direncanakan hingga saat setelah konstruksi selesai dilaksanakan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa faktor keamanan berubah terhadap waktu dan memiliki nilai kritis pada saat konstruksi timbunan selesai dilakukan yaitu sebesar 0.99. Kemudian, faktor keamanan meningkat setelah proses konsolidasi pada tahun ke-8 yaitu 1.59. Secara umum, berdasarkan hasil simulasi ini dan asumsi yang ada, tanggul P21 berada dalam kondisi aman terhadap longsoran.
PERILAKU BALOK WEB CORRUGATED TERHADAP GESER Wijaya, Usman; Dewobroto, Wiryanto
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.723 KB) | DOI: 10.24002/jts.v14i2.1524

Abstract

Alternatif lain dari balok I built-up adalah balok dengan pelat badan bergelombang atau balok web-corrugated, yang populer di Eropa. Petunjuk perencanaan balok web-corrugated dari AISC belum ada. Mengacu perilaku balok I secara umum, diprediksi balok web-corrugated hanya berbeda pada perilaku gesernya. Adapun perencanaan geser balok dari AISC (2010) ada dua, yaitu berdasarkan perilaku elastis sebelum tekuk (G2 – AISC); dan perilaku pasca tekuk memanfaatkan “tension field action” (G3 – AISC) dari pelat badannya. Variasi dari perilaku geser balok web-corrugated masuk dalam kategori pasal G2 atau G3, atau sesuatu yang baru. Perilaku Itu yang ingin diketahui dari penelitian ini. Untuk itu diperlukan simulasi numerik analisis struktur non-linier dengan metode elemen hingga. Langkah awal dimulai dengan kalibrasi prosedur, dengan cara simulasi balok I-built-up yang telah diketahui perilakunya. Setelah dipastikan bahwa prosedur simulasi numerik memenuhi syarat, yang ditunjukkan dengan penyelesaian kasus yang ada. Selanjutnya akan dilakukan cara parametrik, bagian yang akan dievaluasi diubah-ubah parameternya. Mulai dari pelat badan datar (umum) dan dijadikan bergelombang (corrugated). Parameter yang ditinjau adalah lebar, sudut dan ketebalan web corrugated. Hasil simulasi parameter menunjukkan bahwa keruntuhan geser web corrugated adalah tekuk inelastic dan dapat direncanakan sesuai ketentuan G2 – AISC. Bentuk gelombang pada pelat badan memperkecil faktor kelangsingannya, sehingga kapasitasnya meningkat. Kesimpulannya balok web corrugated lebih efektif untuk menahan tekuk geser dibandingkan dengan balok I-built up. 
ANALISIS PENGARUH JENIS DAN TEBAL SPRAY APPLIED MATERIALS FIREPROOFING TERHADAP KETAHANAN API BALOK BAJA Agustini, NKA; Triwiyono, Andreas
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1347.691 KB) | DOI: 10.24002/jts.v14i1.1010

Abstract

Protection against fire is important to maintain the strength of the structure. Fireproofing can be used as an anticipation to reduce the spread of the fire. Evaluation the effect of fire on structural elements is generally performed by a numerical approach. Analysis of simple beam IWF 150x75x5x7 with 3,5 span length using varied fireproofing such as CAFCO 300, Carboline Type 5 MD and Typo WR-AFD was conducted with Abaqus CAE 6.11-1. Nonlinear material properties of steel based on Eurocode 3 while thermal properties of fireproofing are constant. Thickness variation of fireproofing are 10 and 20 mm. Pressure load was carried on the top flange of steel beam. ASTM E-119 used as a thermal load by conduction on 3 sides (left, right and bottom) with duration of 2 hours.  The results showed that type and thickness variation of the fireproofing has a significant effect on the fire resistance of steel beams. The highest temperatures occur when steel coated by Typo WR-AFP and the lower temperatures occur when steel coated by CAFCO 300. Maximum deflection of steel beam occurred when steel coated by Typo WR-AFD. Steel beam with Typo WR-AFD experiencing a critical deflection with the fastest time of 4.80 minutes at 10 mm thick and 9.10 min at 20 mm thick. Steel beam with 10 mm thick of fireproofing achieve yield stress when the time 14.03, 8.86 and 5, 12 minutes for fireproofing CAFCO 300, Carboline Type 5 MD and Typo-AFD WR. Steel beam with 20 mm thick of fireproofing  experiencing yield stress only on Typo WR-AFD at 10.22 minutes.  Abstrak : Perlindungan terhadap api (kebakaran) merupakan hal penting untuk mempertahankan kekuatan struktur sehingga masih dapat menahan beban rencana. Lapisan fireproofing pabrikasi dapat digunakan sebagai antisipasi untuk mengurangi rambatan panas akibat kebakaran. Evaluasi pengaruh kebakaran pada elemen struktur umumnya dilakukan dengan pendekatan numerik. Analisis pengaruh ketebalan dan sifat termal fireproofing jenis spray applied materials bervariasi yaitu CAFCO 300, Carboline Type 5MD dan Typo WR-AFD terhadap ketahanan api balok sederhana IWF 150x75x5x7 menggunakan Abaqus CAE 6.11. Material baja bersifat non linier sesuai Eurocode 3 sedangkan sifat termal fireproofing bersifat konstan. Variasi ketebalan lapisan digunakan 10 dan 20 mm. Beban tekan (pressure loads) dikerjakan di sayap atas balok. Beban termal menggunakan standar api ASTM E-119 secara konduksi di 3 sisi (samping kiri, kanan dan bawah) dengan durasi 2 jam. Hasil penelitian menunjukkan variasi jenis dan ketebalan fireproofing memberikan pengaruh signifikan terhadap ketahanan api balok baja. Suhu baja tertinggi terjadi saat baja dilapisi fireproofing jenis TYPO WR-AFP dan terendah saat dilapisi fireproofing CAFCO 300. Baja dengan lapisan fireproofing TYPO menghasilkan lendutan paling besar dibanding baja dengan lapisan fireproofing lainnya Baja dengan lapisan fireproofing Typo WR-AFD mengalami lendutan kritis dengan waktu tercepat yakni 4,80 menit saat tebal 10 mm dan 9,10 menit tebal 20 mm Baja dengan lapisan fireproofing 10 mm mencapai tegangan leleh saat waktu 14,03 , 8,86 dan 5, 12 menit untuk fireproofing CAFCO 300, Carboline Type 5 MD dan Typo WR-AFD. Baja dengan tebal fireproofing 20 mm mengalami tegangan leleh hanya pada jenis Typo WR-AFD saat 10,22 menitKata kunci :jenis fireproofing,  tebal fireproofing, temperatur, lendutan, tegangan.
PEMBOBOTAN PENILAIAN ASPEK KESELAMATAN DI ZONA KERJA PADA MASA PELAKSANAAN PROYEK PENINGKATAN JALAN Sudarsana, Dewa Ketut; Nandiasa, Mayun; Artamana, Ida Bagus Made
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.252 KB) | DOI: 10.24002/jts.v14i1.1014

Abstract

Road safety is a topic that came out over the years and has now become a worldwideproblem. This can be picked up with the founding of the Decade of Action for Road Safety 2010-2020 by the United Nations. Efforts of prevention road safety during the implementation of roadimprovement has been specified in the path of contract execution. However, assessment of safetyaudits in the work zone on the road improvements has not been studied. Descriptive method used toidentify related attributes of safety in the work zone. Hierarchy and the weighting of each attribute isused the Analytical Hierarchy Process (AHP) method. The results obtained in, the weighting of the 4criteria division of work zones in sequence from the weight of greater are: the work zone; closerszone; initial taper zone and end taper zone by weight are: 59%; 27%; 9% and 6%. Weight rating ofalternative attributes for closers zone criteria is: road work warning signs: lane usage instructionssigns; closers zone distance; narrowing of lanes of the road warning signs and speed limit warningsigns, with their respective weights are: 46%; 23%; 15%; 11%; 5%. Weight rating attributesalternative to early taper zone criteria are: the installation of cone/guardrail; reflector at the initial ofthe work zone; minimum taper length requirement with respective weights: 53%; 30%; 17%.Assessment criteria attribute for the work zone are: minimum length of the work zone; the minimalwidth of the work zone; installation cone/guardrail; and the minimum distance between work zones,with respective weights: 70%; 15%; 9%; 6%. And the weight of attribute ratings for end zonecriteria is: the installation of cone/guardrail and followed with a minimum length end taperrequirements, with respective weights: 82%; 18%. Abstrak: Keselamatan Jalan merupakan isu yang mengemuka dari tahun ke tahun dan saat ini sudahmenjadi permasalahan global. Hal ini dapat dilihat dengan dicanangkannya Decade of Action forRoad Safety 2010-2020 oleh Perserikatan Bangsa Bangsa. Upaya pencegahan keselamatan dijalanselama masa pelaksanaan peningkatan jalan telah diatur dalam kontrak pelaksanaan jalan. Namuncara penilaian pemeriksaan keselamatan di jalan pada zona kerja pelaksanaan peningkatan jalanbelum diteliti. Metode deskriptif digunakan untuk mengidentifikasi atribut terkait aspek keselamatandi zona kerja pekerjaan jalan. Hirarki dan pembobotan penilaian masing masing atributmenggunakan metode Proses Hirarki Analitikal (PHA). Hasil rancangan pembobotan pada levelkreteria medapatkan 4 kreteria pembagian zona kerja secara teurut dari bobot kepentingan yanglebih besar adalah zona kerja; zona pendekat; zona taper awal dan zona taper akhir dengan bobotadalah 59%; 27%; 9% dan 6%. Bobot penilaian atribut alternative untuk kreteria zona pendekatadalah: rambu peringatan ada pekerjaan jalan; rambu petunjuk penggunaan lajur; jarak zonapendekat; rambu peringatan penyempitan lajur jalan dan rambu peringatan batas kecepatan, denganbobot masing-masing adalah: 46%; 23%; 15%; 11%; 5%. Bobot penilaian atribut alternative untukkreteria zona taper awal adalah: pemasangan kerucut/guardrail; pemasangan reflector padapertemuan taper awal dengan zona kerja; persyaratan panjang taper minimum dengan bobot masingmasing:53%; 30%; 17%. Penilaian atribut untuk kreteria zona kerja adalah: panjang zona kerjaminimum: lebar zona kerja minimum; pemasangan kerucut/guardrail; dan jarak antar zona kerjaminimum, dengan bobot masing-masing: 70%; 15%; 9%; 6%. Dan bobot penilaian atribut untukkreteria zona penjauh adalah: pemasangan kerucut/guardrail dan diikuti dengan persyaratanpanjang taper akhir minimum, dengan bobot masing-masing: 82%; 18%.Kata kunci: keselamtan, metode PHA, zona kerja, peningkatan jalan
KUAT TEKAN TANAH LEMPUNG PLASTISITAS TINGGI YANG DISTABILISASI PADA INDEKS LIKUIDITAS 0.5 DAN 0.75 MENGGUNAKAN SEMEN Purwana, Yusep Muslih; Dananjaya, Raden Harya
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.379 KB) | DOI: 10.24002/jts.v14i2.1530

Abstract

Tanah lempung plastisitas tinggi diklasifikasikan sebagai tanah lunak dengan daya dukung dan kekuatan yang rendah. Stabilisasi tanah dibutuhkan untuk meningkatkan sifat tekniknya. Pencampuran tanah menggunakan semen telah dilakukan untuk menstabilisasi tanah ini. Pengaruh semen dan faktor air semen terhadap kuat tekan tanah dengan masa perawatan yang berbeda telah diinvestigasi. Uji kuat tekan bebas tanah (UCS) dilakukan pada tanah yang distabilisasi dengan kandungan semen 5%, 10%, dan 15% dari berat basah tanah dengan faktor air semen 20%, 25%, 30%, dan 35% dari berat semen. Masa perawatan sampel adalah 0, 3, 7, dan 14 hari. Tanah distabilisasi pada indeks likuidtias 0.50 dan 0.75. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semakin tinggi proporsi semen yang digunakan, maka semakin besar peningkatan kuat tekan tanah, namun sebaliknya semakin tinggi faktor air semen yang digunakan, maka kuat tekan tanah semakin berkurang. Selain itu, tanan yang distabilisasi pada indeks likuiditas yang lebih rendah memberikan kuat tekan yang lebih tinggi. Kuat tekan tanah tertinggi dicapai pada campuran semen 15% dengan faktor air semen 20% yang distabilisasi pada indeks likuiditas 0.50, dimana kuat tekan tanah meningkat hingga 29.5 kali dari kuat tekan semula.
EFEKTIFITAS SERAT TALI BENESER TERHADAP PERILAKU LENTUR BALOK BETON BERTULANG T. Atmajayanti, Anggun; G. Jati, Dinar
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1355.8 KB) | DOI: 10.24002/jts.v14i2.1525

Abstract

Studi kasus perilaku lentur  balok beton bertulang dengan penambahan serat tali beneser  dilakukan secara eksperimental. Benda uji yang digunakan berupa balok. Ukuran penampang benda uji balok adalah 100 mm x 150 mm dengan panjang 1400 mm. Tulangan longitudinal yang digunakan adalah tulangan polos berdiameter 10 mm dan tulangan geser yang digunakan adalah tulangan polos berdiameter 6 mm. Sedangkan serat tali beneser yang digunakan memiliki panjang 50 mm dan ukuran tampang 1.5 mm x 0.58 mm. Variasi benda uji ada 3 dengan masing-masing variasinya dibuat 2 balok dan 3 silinder. Pada variasi pertama digunakan substitusi serat tali beneser 0% dari volume beton. Variasi kedua dengan substitusi serat 0,6% dari volume beton. Variasi ketiga yaitu beton dengan substitusi serat 0,9% dari volume beton. Penambahan serat mampu menambah kapasitas beban dan mampu menahan lendutan lebih baik. Kapasitas beban ultimit dan lendutan BN,BS 0.6% dan BS 0.9% masing-masing 41.293 kN, 39.993 kN, dan 44.226 kN, dengan lendutan sebesar 20.239 mm, 17.428 mm, dan 16.744. Daktilitas BS 0.6% dan Bs 0.9 % terhadap  BN dengan rasio 0.73 dan 0.74. Kekakuan BS 0.6% dan BS 0.9%  terhadap BN sebesar 0.83 dan 0.93.
ANALISIS PENANGGULANGAN KELONGSORAN TANAH PADA RUAS JALAN GUNUNG TUGEL PATIKRAJA BANYUMAS Apriyono, Arwan; Sumiyanto, Sumiyanto; Wariyatno, Nanang Gunawan
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (944.454 KB) | DOI: 10.24002/jts.v14i1.1017

Abstract

Gunung Tugel is an area that located Patikraja Region, Southern Banyumas. Thetopography of the area is mostly mountainous with a slope that varies from flat to steep. Thiscondition makes to many areas of this region potentially landslide. In 2015, a landslideoccurred in Jalan Gunung Tugel. The Landslide occurred along 70 meters on the half of theroad and causing traffic Patikraja-Purwokerto disturbed. To repair the damage of the road andavoid further landslides, necessary to analyze slope stability. This study is to analyze landslidereinforcement that occurred at Gunung Tugel and divides into 3 step. The first step is fieldinvestigation to determine the condition of the location and dimensions of landslides. Thesecond step is to know the soil parameters and analyzes data were obtained from the field. Andthe final step is analyzed of the landslide reinforcement by using data obtained from thepreceding step. In this research, will be applied three variations of reinforcement i.e. retainingwall, pile foundation and combine both of pile foundations and retaining wall. Slope stabilityanalysis was conducted using limit equilibrium method. Based on the analysis conducted onthe three variations reinforcement, combine both of pile foundations and retaining wall morerecommended. Application of and combine both of pile foundations and retaining wall is themost realistic option in consideration of ease of implementation at the field. From thecalculations have been done, in order to achieve stable conditions need retaining wall withdimensions of 2 meters high with 2,5 meters of width. DPT is supported by two piles of eachcross-section with 0.3 meters of diameter along 10 meters with 1-meter in space. Abstrak: Gunung Tugel adalah salah satu daerah yang terletak di Kecamatan PatikrajaKabupaten Banyumas bagian selatan. Kondisi topografi daerah tersebut sebagian besar berupapegunungan dengan kemiringan yang bervariasi dari landai sampai curam. Hal inimenyebabkan banyak daerah di wilayah Gunung Tugel yang berpotensi terjadi bencana tanahlongsor. Pada tahun 2015, peristiwa longsor kembali terjadi di ruas Jalan Gunung Tugel.Kelongsoran yang terjadi sepanjang 70 meter pada separuh badan jalan tersebut menyebabkanarus lalu lintas patikraja-purwokerto menjadi terganggu. Untuk memperbaiki kerusakan jalandan mencegah kelongsoran kembali, diperlukan analisis perkuatan tanah terhadap lerengtersebut. Studi analisis penanggulangan kelongsoran jalan yang terjadi di Gunung Tugel inidilakukan dengan tiga tahapan. Tahapan pertama adalah investigasi lapangan untukmengetahui kondisi lokasi dan dimensi longsor serta mengambil sampel tanah di lapangan.Tahap kedua adalah melakukan pengujian parameter tanah dan analisis data yang diperolehdari lapangan. Tahapan yang terakhir adalah analisis penanggulangan longsor denganmenggunakan data yang diperoleh dari tahapan sebelumnya. Pada penelitan ini, akanditerapkan tiga variasi perkuatan lereng yaitu dinding penahan tanah (DPT), turap dan DPTyang dikombinasikan dengan pondasi tiang. Analisis stabilitas lereng dilakukan dengan metodekeseimbangan batas. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan terhadap ketiga variasiperkuatan, DPT dengan kombinasi tiang pancang lebih direkomendasikan. Penerapan DPTyang dikombinasikan dengan minipile merupakan pilihan yang paling realistis denganpertimbangan tingkat kemudahan pelaksanaan di lapangan. Dari perhitungan yang telahdilakukan, untuk mencapai kondisi stabil diperlukan DPT dengan dimensi tinggi 2 meterdengan lebar bawah 2,5 meter. DPT tersebut ditopang oleh dua tiang tiap penampangmelintang dengan diameter 0,3 meter sepanjang 10 meter dengan jarak antar tiang 1 meter.kata kunci: tanah longsor, perkuatan tanah, metode keseimbangan batas
REKAYASA SEMEN KOMPOSIT LIMBAH SERUTAN BAMBU SEBAGAI BAHAN ALTERNATIF PERKERASAN JALAN (PAVING BLOCK) IGLB, Eratodi; Putu, Ariawan
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.141 KB) | DOI: 10.24002/jts.v14i1.1013

Abstract

Rigid concrete pavement is a pavement needed on a special typical load area and alsoneeded a low maintenance. Problems arise when there is limited sand material available and the costis also expensive. Solutions developed in this research apply cement composite materials mixedwith bamboo shavings waste hence building materials that are lightweight, environmentally friendlyand has the character of a concrete class were obtained. This cement composite material hasadvantages in utilization of bamboo shaving waste and therefore reduces environmental pollution.The purpose of this research were to engineer alternative paving materials in the form of pavingblock made of bamboo shaving waste mixture composite cement. This research has obtained theoptimum physical and mechanical properties of the composite cement material and paving block at aspecific mixture composition. The physical and mechanical properties that are tested on pavingblock samples had five compositions variation of cement (S): sand (P): and bamboo fibre (B) of1:6:0; 1:4.5:1.5; 1:3:3; 1:1.5:4.5; and 1:0:6 respectively with catalyst of CaCl2 as much as 3 %volume. The results have showed that the physical properties of the concrete slab have optimumwater content of 16.67 % at variation of 1:4.5:1.5 and optimum mass density of 0.550 kg/m3 atvariation of 1:3:3. The mechanical properties test of the concrete slab have showed meancompressive strength of 19.8 MPa, mean Modulus of Rupture (MOR) of 16.40 MPa and meanModulus of Elasticity (MOE) of 11,500 MPa respectively at variation of 1:4.5:1.5. Optimum wearresistance value at variation of 1:3:3 on average were 0.698 mm/min. The physical properties testresults for the paving block had mean water content of 6.77 % and mean mass density of 0.761kg/m3 respectively at variation of 1:3:3. The value of mean MOR, mean MOE and mean wearresistance were 27.16 MPa, 11,583 MPa and 0.864 mm/min respectively for variation of 1:3:3. Abstrak: Perkerasan jalan beton merupakan perkerasan yang dibutuhkan pada area bertipikal bebankhusus dan low maintenance. Permasalahan penggunaan beton muncul ketika ketersediaan bahanpasir terbatas dan harganya mahal. Solusi yang dikembangkan dalam penelitian ini menerapkanbahan komposit semen dengan limbah serutan bambu sehingga diperoleh bahan bangunan yangringan, ramah lingkungan dan memiliki karakter sekelas beton. Bahan semen komposit ini memilikikeuntungan dalam pendayagunaan limbah serutan bambu sehingga ikut mengurangi pencemaranlingkungan. Tujuan penelitian ini adalah membuat rekayasa komponen bahan alternatif perkerasanjalan dalam bentuk paving block dari semen komposit campuran bahan limbah serutan bambu.Penelitian ini mendapatkan sifat fisika dan mekanika optimum bahan semen komposit dan pavingblock pada komposisi campuran tertentu. Sifat fisika dan mekanika yang diuji pada benda uji pavingblock dengan 5 variasi perbandingan semen(S): pasir(P): dan serat bambu(B), yaitu 1:6:0; 1:4,5:1,5;1:3:3; 1:1,5:4,5 dan 1:0:6 dengan katalis CaCl2 sebanyak 3% volume. Hasilnya menunjukkan sifatfisika papan semen memiliki nilai optimum kadar air 16,67% pada variasi 1:4,5:1,5 dan berat jenisoptimum 0,550 kg/m3 pada variasi 1:3:3. Hasil uji sifat mekanika papan semen yaitu kuat tekan rataratasebesar 19,8 MPa, Modulus of Repture (MOR) rata-rata sebesar 16,40 MPa dan Modulus ofElasticity (MOE) rata-rata sebesar 11.500 MPa pada variasi 1:4,5:1,5. Nilai ketahanan aus optimumpada variasi 1:3:3 rata-rata sebesar 0,698 mm/menit. Hasil uji sifat fisika paving block dengan kadarair rata-rata 6,77% dan kerapatan rata-rata 0,761 kg/m3 pada variasi 1:3:3. Nilai rata-rata MOR,MOE dan ketahanan aus masing-masing sebesar 27,16 MPa, 11.583 MPa, dan 0,864 mm/menit padavariasi 1:3:3.Kata kunci : Serutan bambu, semen komposit, paving block.
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT BAJA PADA SELF COMPACTING CONCRETE MUTU TINGGI Luvena, Gabriella Agnes; Siswanto, M.Fauzie; Saputra, Ashar
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.172 KB) | DOI: 10.24002/jts.v14i2.1526

Abstract

Permasalahan pada struktur terowongan dan jembatan bentang panjang adalah kesulitan pengecoran dan sifat getas beton yang menyebabkan retak-retak. Maka, diperlukan penelitian tentang penambahan serat pada beton untuk mendapatkan beton dengan durabilitas dan workablity lebih baik. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penambahan serat baja pada sifat fisik dan mekanik self-compacting concrete mutu tinggi dengan target fc’=70 MPa. Serat baja yang digunakan bermerek Dramix 3D dengan diameter 0,75 mm, rasio panjang-diameter (l/d) 80 dan variasi volume fraksi 0%, 0,5%, 0,75%, dan 1%. Sifat fisik beton segar yang diuji adalah slump flow, V-funnel, dan L-box. Sifat mekanik yang diuji adalah kuat tekan beton dan ketahanan kejut beton pada saat umur 7, 14 dan 28 hari. Pengujian kuat tekan mengacu kepada standar SNI 03-1974-1990. Pengujian ketahanan kejut beton menggunakan standar ACI committee 544. Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan kadar serat baja akan menurunkan workability beton segar SCC mutu tinggi. Sifat fisik beton segar dengan serat 0,5% dan 0,75% memenuhi syarat dalam The European Guidelines For Self Compacting Concrete (TEGFSCC-2005) tetapi SCC dengan serat 1% tidak memenuhi syarat. Hasil rerata pengujian kuat tekan dan ketahanan kejut pada SCC dengan kadar serat  0%,0,5%, 0,75%, dan 1% umur 28 hari adalah 85,44 MPa, 79,94 MPa, 90,38 MPa, 91,729 MPa dan 9, 23,67, 25, serta 27 pukulan hingga beton runtuh total. Berdasarkan hasil penelitian ini, direkomendasikan penggunaan serat 0,75% dari volume beton karena dapat meningkatkan sifat mekanik beton dan memenuhi untuk semua persyaratan self-compacting concrete.

Page 9 of 41 | Total Record : 406