cover
Contact Name
Tri Yulianti
Contact Email
jts@uajy.ac.id
Phone
+62274-487711
Journal Mail Official
jts@uajy.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Sipil Universitas Atma Jaya Yogyakarta Jl.Babarsari No.44 Yogyakarta
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 1411660X     EISSN : 25492918     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil adalah wadah informasi bidang Teknik Sipil berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah terkait. Terbit pertama kali Oktober tahun 2000. Frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan April dan Oktober. (ISSN 1411-660X).
Articles 406 Documents
ESTIMASI MATRIK INFORMASI LALU LINTAS MODEL GRAVITY ASAL TUJUAN ANGKUTAN PRIBADI-UMUM Roziqin, Chairur
Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.284 KB) | DOI: 10.24002/jts.v12i1.617

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengestimasi matrik asal tujuan (MAT) dengan memanfaatkan data-data sekunder seperti data sosio ekonomi, lintas harian rata-rata (LHR), waktu perjalanan (travel time), jaringan jalan dan kecepatan. Selama ini dalam pembuatan MAT selalu menggunakan data primer yang didapatkan dari survei asal-tujuan (O-D) yang dilakukan lima tahun sekali sehingga memerlukan biaya yang mahal dan waktu yang lama. Pembentukan matrik estimasi dalam penelitian ini menggunakan model kombinasi sebaran pergerakan yaitu Gravity dan pemilihan moda Multinomiallogit dalam kondisi pembebanan rute keseimbangan (model SPPM). Analisis perhitungan menggunakan program (Equilibre Multimode, Multimodal Equilibium) EMME2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pengujian statistik pada level arus angkutan pribadi menghasilkan R2 sebesar 0,27118 dan pada pengujian statistik pada level arus angkutan umum menghasilkan R2 sebesar 0,01044. Sedangkan pengujian statistik pada level matrik menghasilkan R2 sebesar 0,002. Tingkat kemiripan arus lalu lintas hasil pemodelan terhadap arus pengamatan sebesar 41,8 % dan arus lalu lintas aktual sebesar 50,9 %.
ALTERNATIF PENENTUAN BATAS CAIR DAN BATAS PLASTIS DENGAN TIGA VARIASI BERAT KONUS MENGGUNAKAN METODE LEE DAN FREEMAN (2009) Widjaja, Budijanto; Sundayo, Priscillia
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.082 KB) | DOI: 10.24002/jts.v14i1.1018

Abstract

For fine soils, the most common laboratory tests are Atterberg limits, i.e. plastic andliquid limits. This paper presents two standards for determining liquid limit: ASTM and BritishStandards. Both standards use Casagrande cup and fall cone penetrometer tests. In spite of thefact from its a dvantage and shortcoming, fall cone penetrometer tends the minimum operatormistakes comparing to Casagrande cup. Moreover, a lack for determining plastic limit using byrolling soil samples with three mm in diameter also is caused by operator error. To reduce thathuman error, Lee and Freeman recommend using fall cone penetrometer to obtain plastic andliquid limits by a combination of two distinct weight of cones. In this research, tests wereconducted using two combinations of two different weight of cones. There are 12 remoldedsamples taken from Java and Madura islands. A combination using cones with single anddouble standard weight gives a better result that a combination with single and triple standardweight. The contribution of this research at least gives an alternative way to determine plasticand liquid limits using fall cone penetrometer test. Abstrak: Untuk penyelidikan tanah geoteknik, umumnya pada tanah butir halus diujibatas-batas Atterberg yaitu berupa batas cair dan batas plastis. Makalah ini menyajikandua standar pengujian untuk batas cair yaitu standar ASTM dan British. Kedua standartersebut masing-masing menggunakan Casagrande cup dan fall cone penetrometer. Di balikkelebihan dan kekurangannya, fall cone penetrometer cenderung memberikan nilaikesalahan operator yang lebih rendah dibandingkan dengan Casagrande cup. Selain itu,dengan standar untuk menentukan batas plastis juga memiliki kekurangakuratan karenaproses penggulungan tanah dengan diameter 3 mm tergantung kepada pengalaman operator.Dengan tujuan untuk mengurangi kesalahan manusia tersebut, Lee dan Freemanmengusulkan penggunaan fall cone penetrometer test untuk menentukan batas plastisselain batas cair dengan menggunakan kombinasi dari dua berat konus yang berbeda.Di dalam penelitian ini, pengujian dilakukan dengan menggunakan dua macamkombinasi dua berat konus yang berbeda. Sampel tanah yang diuji adalah sampelremolded sebanyak 12 buah yang tersebar lokasi pengambilan sampelnya di Pulau Jawa danMadura. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kombinasi konus standar dankonus dengan berat dua kali berat konus standar memberikan hasil yang lebih baikdibandingkan dengan kombinasi konus standar dan konus dengan tiga kali berat konusstandar. Kontribusi penelitian ini sekurang-kurangnya memberikan alternatif lainpenentuan batas plastis dan batas cair dengan menggunakan fall cone penetrometer test.Kata kunci: batas cair, batas plastis, metode Lee dan Freeman, fall cone penetrometer,variasi konus
PERILAKU BERLALU LINTAS YANG MENDUKUNG KESELAMATAN DI JALAN RAYA Poei, Eliza Purnamasari; Ansusanto, J.Dwijoko
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.781 KB) | DOI: 10.24002/jts.v14i1.1012

Abstract

Yogyakarta as student city and tourist destination that will cause the number of immigrantsstudying or sightseeing in Special Region of Yogyakarta increasing from year to year. Yogyakartais like a miniature Indonesia, a wide variety of people with cultures and tribes can befound here, they perform daily activities with their behavior and habits of each. The number ofmotorvehicles in Yogyakarta also increased from year to year. Motor vehicle technology is moreadvanced offset by road users catch up with the times of fast-paced, causing traffic on the highwayis getting crowded. If road users is not an orderly way, behaving arbitrarily can endanger otherroad users. The purpose of this study are : a) To investigate the behavior of road users, both driversand pedestrians in DIY, b) analyzing public opinion on the behavior of road users when passtrafficon the highway. Direct observation in the field and deployment questionnaire conducted inDIY. The analysis showed that most motorcyclists do not obey traffic sign or jumping red. Overtakethe vehicle from the left side of the overtaken vehicle. Turn right or left is not lit the lampsign. That respondents believe that the implementation of orderly traffic both closely associatedwith “The application of sanctions/penalties consequently” (64%). Accident ever experienced 54%of respondents in the province is a collision with a motorcycle. The main cause of accidents due tolack of concentration, 33% of accidents occurred at noon. According to respondents the reasondoes not obey traffic signs / road markings 65% because “ there are no policemen watching”.Usually respondents APILL light violation 61% at the moment “in a hurry because nearly/toolate to school/work/point of interest. Abstrak : Yogyakarta sebagai kota pelajar dan daerah tujuan Wisata menyebabkan Jumlah pendatangyang akan menuntut ilmu maupun berwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta semakinmeningkat dari tahun ke tahun, Yogyakarta bagaikan miniaturnya Indonesia, berbagai ragam orangdengan budaya dan suku dapat dijumpai disini, mereka melakukan aktifitas sehari-hari dengan perilakudan kebiasaan mereka masing-masing. Jumlah kendaraan bermotor yang ada di DIY jugameningkat dari tahun ke tahun. Teknologi kendaraan bermotor yang semakin maju diimbangi olehpengguna jalan yang mengikuti derap langkah perkembangan zaman yang serba cepat, menyebabkanlalu-lintas di jalan raya semakin padat. Jika pengguna jalan tidak tertib, berperilaku semaunyasendiri dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan yang lain.. Tujuan penelitian iniadalah : a) Menginvestigasi perilaku pengguna jalan , baik pengemudi maupun penyeberang jalandi DIY, b) Menganalisis penilaian masyarakat terhadap perilaku pengguna jalan saat berlalu-lintasdi jalan raya. Pengamatan langsung di lapangan dan penyebaran questioner dilakukan di wilayahDIY.Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar pengguna sepeda motor tidak mentaatirambu maupun APILL, menyalip kendaraan dari sisi kiri kendaraan yang disalip, berbelok kananatau kiri tidak memberi tanda lampu sign . Pendapat responden bahwa pelaksanaan tertib lalulintasyang baik berkaitan erat dengan “Penerapan sanksi/hukuman secara konsekuen”(64%). Kecelakaanyang pernah dialami responden di DIY 54% adalah tabrakan dengan sepeda motor, sebabutama kecelakaan karena kurang konsentrasi (38%), kecelakaan terjadi 33% pada siang hari..Menurut responden alasan tidak mematuhi rambu lalu-lintas /marka jalan 65% karena “tidak adapolisi yang mengawasi”. Biasanya responden melanggar lampu APILL pada saat “Tergesa-gesakarena hampir /sudah terlambat ke sekolah/tempat kerja/tempat tujuan” (61%).Kata kunci:: lalu-lintas, perilaku, keselamatan, pengguna jalan, kendaraan
KAJIAN PERBANDINGAN PENGGUNAAN ASPAL MODIFIKASI ASBUTON DAN ASPHALT RUBBER (AR) UNTUK INFRASTRUKTUR JALAN Indriyati, Eva Wahyu
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.717 KB) | DOI: 10.24002/jts.v14i2.1527

Abstract

Salah satu usaha mengurangi kerusakan jalan akibat beban yang berlebih adalah memodifikasi aspal dengan aspal yang lebih keras atau bahan kimia lain. Beberapa material yang digunakan untuk membentuk aspal modifikasi yang memiliki sifat reologi yang lebih baik adalah Asbuton dan serbuk ban bekas. Asbuton dipilih untuk meningkatkan sifat reologi aspal minyak Pen 60/70 karena sifat dasar Asbuton yang memiliki tingkat kekerasan yang lebih tinggi serta deposit yang sangat besar di daerah asalnya yaitu Pulau Buton. Sedangkan penggunaan serbuk ban bekas pada Asphalt Rubber (AR) didasari pada hasil penelitian terdahulu yang menunjukkan banyaknya kelebihan Asphalt Rubber (AR) dalam campuran beraspal, diantaranya meningkatkan ketahanan terhadap alur, meningkatkan ketahanan terhadap retak permukaan perkerasan, mengurangi fatigue/reflection cracking, menurunkan kepekaan terhadap temperatur, lebih awet sehingga menurunkan biaya pemeliharaan. Untuk dapat memperoleh gambaran dari perbaikan sifat reologi akibat penambahan Asbuton dan serbuk ban bekas dilakukan kajian dari hasil pengujian sifat reologi mekanistik dengan alat Dynamic Shear Rheometer pada aspal modifikasi Asbuton dan Asphalt Rubber (AR). Kesimpulan dari sisi sifat reologi mekanistik aspal modifikasi Asbuton dan Asphalt Rubber (AR) adalah bahwa kedua aspal modifikasi tersebut menghasilkan nilai Performance Grade (PG) yang lebih baik. Selanjutnya dari analisis terhadap kriteria kerusakan perkerasan, disimpulkan bahwa Asphalt Rubber (AR) memiliki ketahanan lebih baik terhadap deformasi permanen maupun terhadap retak lelah, sedangkan penambahan Asbuton pada aspal minyak Pen 60/70 akan meningkatkan ketahanan terhadap deformasi permanen, tetapi mengurangi ketahanan terhadap retak lelah.
STABILITAS LERENG DAN BENDUNG PADA EMBUNG DS. NGAWU, KEC. PLAYEN, KAB. GUNUNG KIDUL, DIY Gunawan, Sumiyati; Sulistyowati, Yenny Endang; Timur, Haniti Mangku
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1251.091 KB) | DOI: 10.24002/jts.v14i2.1532

Abstract

Desa Ngawu, Kab. Gunung Kidul salah satu daerah yang saat kemarau selalu mengalami kekeringan. Karena memiliki jenis tanah lempung lunak, yang membuat bergesernya buis beton ke tengah embung saat pelaksanaan embung kecil terdahulu. Minimnya dana dalam proses pengerjaan embung kecil tersebut,  menjadi penyebab perencanaan talud yang tidak maksimal. Upaya yang dilakukan dalam memenuhi kebutuhan air di Desa Ngawu adalah membuat embung memanjang. yang aman dari bahaya guling, geser, piping dan daya dukung tanah. Dilakukan pengujian sondir, boring dan pengukuran pemetaan untuk data pengukuran lokasi dan parameter tanah untuk menganalisis stabilitasnya .  Perencanaan talud menggunakan bronjong (kawat yang dianyam dengan lubang segi enam, diisi batu pecah yang berada di lokasi dengan berat volume ± 20 kN/m3). Langkah pertama,  mencari garis longsor kritis dengan menggunakan metode Fellinius. Langkah kedua, desain dimensi bronjong dan analisis stabilitas. Data hidrologi berupa hasil dimensi bendung, diambil  dari hasil TGA Usfi Ula Kalwa yang berjudul “Perencaaan Embung Memanjang Ds. Ngawu, Kec. Playen, Kab. Gunung Kidul, Yogyakarta”. Dari hasil analisis, maka diambil garis longsor dengan SF=2.54 , dasar bonjong pada 3,00m dari muka tanah. Stabilitas bronjong (SF) terhadap bahaya bahaya guling, geser,dan daya dukung tanah adalah sebagai berikut 14.134 ; 2.99 ; dan 8.5. Stabilitas bendung (SF), terhadap bahaya guling, geser, piping dan daya dukung tanah adalah sebagai berikut 5.053 ; 2.0 ; 6 ; dan 3.9 , Sehingga dapat disimpulkan tidak diperlukan perencanaan angker untuk menambah kekuatan stabilitas.
Pengaruh Substitusi Sebagian Agregat Halus Dengan Serbuk Kaca Dan Silica Fume Terhadap Sifat Mekanik Beton Gabriella Agnes Luvena Suwignyo, Johanes Januar Sudjati Aphrodita Emawati Atmaja
Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.797 KB) | DOI: 10.24002/jts.v13i2.971

Abstract

Limbah serbuk kaca dan pecahan kaca banyak yang dibuang langsung di tanah maupun di sungai dalam jumlah yang relatif banyak sehingga mencemari lingkungan. Salah satu upaya untukmengurangi volume limbah kaca adalah dengan memanfaatkannya sebagai bahan substitusi sebagian agregat halus dalam campuran beton. Dalam penelitian ini digunakan benda uji berbentuk silinder dengan ukuran tinggi 300 mm dan diameter 150 mm untuk uji kuat tekan, modulus elastisitas dan kuat tarik belah, dan silinder dengan ukuran tinggi 200 mm dan 100 mm untuk uji serapan air. Campuran beton dibuat tanpa menggunakan bahan tambah dan dengan bahan tambah silica fume sebanyak 5% dari berat semen. Serbuk kaca digunakan untuk menggantikan sebagian pasir dalam campuran beton dengan variasi 0%, 10%, 20%, 30% dan 40% terhadap volume pasir. Pengujian yang dilakukan meliputi: uji kuat tekan beton dan modulus elastisitas, uji kuat tarik belah dan uji serapan air yang dilakukan saat benda uji berumur 28 hari. Dari hasil pengujian diperoleh kuat tekat beton dengan silica fume meningkat rata-rata 21,16% dibanding kuat tekan beton tanpa silica fume. Benda uji yang diberi silica fume mengalami kenaikan modulus elastisitas sebesar rata-rata 23,79%. Kuat tarik belah pada benda uji yang diberi silica fume meningkat sebesar rata-rata 18,91%. Benda uji yang diberi silica fume memiliki penurunan serapan air sebesar rata-rata 9,90%.
EVALUASI KAPASITAS SALURAN DRAINASE DESA SARIHARJO NGAGLIK SLEMAN YOGYAKARTA Sulistiono, Bambang; Ardiyanto, Aditya Ferry
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.916 KB) | DOI: 10.24002/jts.v14i1.1016

Abstract

Along Palagan Tentara Pelajar Street, rainfall runoff floods Sariharjo area regularly.The inundation is triggered by drainage channel that cannot convey rainfall runoff therefore itfloods street and settlement. Flood mitigation is conducted by evaluating existing channelcapacity. Several analyses were carried out such as evaluation of existing drainage network,calculation of flood discharge, and channel hydraulic calculation. Flood discharge is analyzed byusing rational method, and channel conveyance discharge is calculated by using Manningequation. Forty masonry channels were evaluated to determine their discharge conveyance. Theywere evaluated by using areal rainfall discharge method, and street drainage method at 5 yearsreturn flood discharge. All of channels cannot convey areal rainfall discharge. Moreover therewere 5 channels that cannot convey flood discharge calculated by using street drainagemethod. Dimension improvement is needed to overcome inundation. Channel width must beincreased from 0.30 m to 0.60 m, and channel height must be improved 0.60 m to 0.90 m.Abstrak: Banjir dan genangan pada badan jalan masih terjadi di kawasan desa Sariharjo, lokasi terparah pada jalan Palagan Tentara Pelajar. Genangan disebabkan oleh saluran drainase yangtidak mampu lagi menampung air hujan, sehingga melimpas ke badan jalan dan pemukimanpenduduk, menyebabkan kerugian berupa terganggunya arus lalulintas (kemacetan). Oleh karenaitu, perlu dilakukan penelitian untuk mengevaluasi kapasitas saluran yang ada. Data sekunderdiperlukan meliputi peta Rupa Bumi Indonesia (RBI), data hujan harian, sedangkan data primeradalah pengukuran langsung dari semua saluran drainase pada wilayah penelitian, kondisi saluran,dan lokasi saluran yang sering meluap. Analisis yang dilakukan meliputi pola jaringan drainaseeksisting, banjir rancangan, dan hidraulika saluran. Banjir rancangan dihitung dengan cararasional, sedangkan debit dihitung dengan persamaan kontinuitas, dengan menggunakanpersamaan kecepatan Manning’s. Berdasarkan RBI dan pengamatan lapangan pola jaringanmerupakan pola jaringan campuran, dengan jumlah penggal saluran 40 buah (S1 sampai S40),dengan kondisi saluran yang masih relatife baik dengan jenis dinding pasangan batu kali diplester,berbentuk segiempat. Berdasar analisis banjir wilayah hampir semua saluran tidak mampumenampung banjir 5-tahunan, sedangkan pada analisis drainase jalan terdapat 5 saluran yang tidakmampu menampung banjir 5-tahunan. Kelima saluran tersebut adalah S10, S16, S24, S31, danS36. Untuk dapat menampung debit banjir, maka kelima saluran tersebut di disain ulang sehinggadiperoleh dimensi baru untuk saluran S10, S16 dan S24 dengan lebar 0,30 m dan tinggi 0,60 m,saluran S31dengan lebar 0,45 dan tinggi 0,9 m, dan S36 dengan lebar 0,3 dan tinggi 0,6.Kata kunci: banjir, genangan, drainase, kapasitas saluran
PEMBUATAN PROGRAM AIRFUL 1.0 UNTUK MENENTUKAN KEBUTUHAN GEOMETRI RUNWAY, TAXIWAY, APRON DAN TERMINAL PENUMPANG Hidayah, Alidina Nurul; Adiningrum, Cita
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.366 KB) | DOI: 10.24002/jts.v14i2.1528

Abstract

Bandar udara merupakan salah satu prasarana transportasi yang mempunyai peran yang sangat penting saat ini. Perkembangan angkutan udara yang pesat harus diimbangi dengan pengembangan bandar udara sehingga tujuan dari transportasi dapat terpenuhi. Dalam perencanaan, perancangan maupun pengembangan fasilitas bandar udara baik itu sisi udara (runway, taxiway, dan apron) maupun sisi darat (terminal penumpang) diperlukan banyak tabel dan rumus yang harus digunakan sehingga memungkinkan terjadinya kesalahan dalam proses analisis secara manual. Pemrograman komputer dalam pembuatan software prediksi kebutuhan runway, taxiway, apron dan terminal penumpang dapat dijadikan solusi agar proses analisis dapat dilakukan dengan cepat, tepat, dan teliti. Analisis pada fasilitas sisi udara (runway, taxiway dan apron) didasarkan pada pedoman ICAO (1999) sedangkan pada fasilitas sisi darat (terminal penumpang) didasarkan pada perpaduan beberapa pedoman seperti SKEP/347/XII/99, JICA(1992) dan IATA (1989). Software pemrograman yang digunakan dalam penelitian ini adalah Visual Basic 2010 berbasis Windows. Data yang digunakan untuk uji validitas merupakan data sekunder yang diambil dari penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Pada fasilitas sisi darat dan udara, data sekunder diambil dari tugas akhir yang telah dilakukan sebelumnya oleh Zulaekhah (2010) dan Setyana (2010) dengan studi kasus pada Bandara Ngurah Rai, Bali. Hasil uji validitas dari perbandingan antara analisis secara manual dan dengan menggunakan program AirFuLs 10 pada fasilitas bandar udara seperti runway, taxiway, apron dan terminal penumpang sebesar 0,000%. Hal ini membuktikan bahwa program AirFuLs 1.0 yang telah dibuat dapat dikatakan valid untuk digunakan.
Sampul Belakang Dalam Ansusanto, Dwijoko
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.778 KB) | DOI: 10.24002/jts.v14i2.1537

Abstract

Analisis Pengaruh Perubahan Tata Guna Lahan Terhadap Ketersedian Air Di Daerah Aliran Sungai (Das ) Siak, Provinsi Riau Muhammad Iqbal, Ari Sandhyavitri Sigit Sutikno
Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1291.771 KB) | DOI: 10.24002/jts.v13i2.972

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan model hidrologi yang mampu mewakili siklus hidrologi DAS Siak, Provinsi Riau, dan untuk menghitung ketersediaan air pada DAS tersebut.. Studi ini mengembangkan model hidrologi dengan bantuan software Soil and Water Assessment Tool (SWAT). Perubahan penggunaan lahan berkelanjutan selama periode 10 tahun (2002-2012) dalam DAS Siak yang dianalisis berdasarkan pengolahan oleh citra satelit. Berdasarkan penelitian ini, koefisien determinasi optimal (R2) yang diperoleh dari model keluaran SWAT adalah sebesar 0,59, dengan Nash-Sutcliffe Efisiensi (NSE) adalah 0,58. Koefisien determinasi (R2) untuk model validasi sebesar 0,55 (> R2min 0,4), dan NSE adalah 0,48 (> NES min 0,36). Tingkat ketersediaan air selama periode 2002-2012 (Qmax / Qmin) secara berurutanmasing-masing sebesar 10,72 (2002), 6,83 (2007) dan 12,95 (2012). Karena diperoleh rasio Qmax / Qmin makin tinggi dari tahun ke tahun yang mengindikasikan ketersediaan air yang makin kritis. Hal tersebut menggambarkan perubahan penggunaan tata guna lahan di DAS Siak mempengaruhiketersediaan sumber daya air.

Page 8 of 41 | Total Record : 406