cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya
Published by Universitas Surabaya
ISSN : 23038203     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya merupakan kumpulan artikel yang ditulis oleh mahasiswa Universitas Surabaya. ISSN 2302-8203
Arjuna Subject : -
Articles 3,446 Documents
GOOD CORPORATE GOVERNANCE LEVERAGE DAN FIRM SIZE TERHADAP FINANCIAL DISTRESS PADA SEKTOR PERDAGANGAN, JASA DAN INVESTASI Jessica Mettana; Putu Anom Mahadwartha‬; Bertha Silvia Sutejo
CALYPTRA Vol. 9 No. 2 (2021): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Mei)
Publisher : Perpustakaan Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak‐ Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Good Corporate Governance, Leverage dan Firm Size sebagai variabel independen terhadap Financial Distress sebagai variabel dependen pada sektor Perdagangan, Jasa dan Investasi. Penelitian ini menggunakan pendeketan linier dengan model analisis regresi linear berganda dalam bentuk data panel untuk jumlah observasi sebanyak 100 yang terdiri dari 25 perusahaan selama periode 2016‐ 2019. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel board independence dan blockholder ownership tidak berpengaruh terhadap kemungkinan financial distress, sedangkan variabel leverage dan firm size memiliki berpengaruh terhadap kemungkinan adanya financial distress di dalam perusahaan. Kata kunci: board independence, blockholder ownership, leverage, firm size, financial distress Abstract‐ The focus of this study is aims to determine the effect of Good Corporate Governance, Leverage and Firm Size as an independent variable on Financial Distress as the dependent variable in the Trade, Services and Investment sectors. This study uses linear approach with multiple linear regression analysis models in the form of panel data for the number of observations of 100 consisting of 25 companies during the 2016‐2019 period. The results of this study indicate that the board independence and blockholder ownership variables do not affect the likelihood of financial distress, while the leverage and firm size variables have an influence on the likelihood of financial distress in the company. Keywords: board independence, blockholder ownership, leverage, firm size, financial distress
PENGARUH GUAN XI TERHADAP OPERATIONAL PERFORMANCE YANG DIMEDIASI OLEH SUPPLY CHAIN INTEGRATION PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI JAWA TIMUR Anthony Putera; Siti Rahayu; Adi Prasetyo Tedjakusuma
CALYPTRA Vol. 9 No. 2 (2021): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Mei)
Publisher : Perpustakaan Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract ‐ To retain stakeholders in the company that needed the relationship (guan xi) needed to create loyalty with each other, Alon (2003) also agreed on this, so guan xi played an important role in obtaining business profits. To increase business profits by making production with high costs so as to increase costs that make the price of products competitive, rapid distribution, and quality products that can improve the company. Variable dependency, guan xi, supply chain integration and operational performance by adding the mediating role of supply chain integration. This research is a quantitative study with a type of causal research using structural equation modeling methods. The results of this study indicate all supported hypotheses, where supply chain integration mediates fully between Guan Xi and operational performance. Key word: Guan xi, Depedency, Supply Chain Integration, Operational Performance. Abstrak ‐ Untuk mempertahankan stakeholder pada perusahaan dibutuhkan hubungan yang baik (guan xi) supaya dapat menciptakan loyalitas satu sama lain, Alon (2003) juga mengakui ini, bahwa guan xi berperan penting peran dalam memperoleh peluang bisnis. Untuk meningkatkan keuntungan bisnis dengan cara membuat produksi dengan kapasitas besar sehingga dapat menurunkan biaya yang membuat harga produk menjadi kompetitif, pendistribusian yang cepat, dan produk yang berkualitas yang dapat meningkatkan efektivitas perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kembali variabel dependency, guan xi, supply chain integration dan operational performance dengan menambahkan peran mediasi supply chain integration. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian kausal yang menggunakan structural equation modeling method. Hasil penelitian ini menunjukan seluruh hipotesis terdukung, dimana supply chain integration memediasi secara penuh antara guan xi dengan operational performance. Kata Kunci: Guan xi, Depedency, Supply Chain Integration, Operational Performance.
HUBUNGAN SELF‐COMPASSION DAN WORKFAMILY CONFLICT PADA IBU PEKERJA Daniar Atika Utami; Sri Wahyuningnsih; Ni Putu Adelia Kesumaningsari
CALYPTRA Vol. 9 No. 2 (2021): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Mei)
Publisher : Perpustakaan Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract ‐‐ The dual role of women must be responsible in the family and work triggers a conflict called work-family conflict. The existence of these conflicts can be finalized by an internal capability called self compassion This study aims to examine the relationship between self-compassion and work-family conflict in working mothers. Respondents in this study amounted to 100 women with the criteria of being married, and at least having 1 child who still lives together. Data collection was carried out by quantitative methods using self-compassion quistionaire (SCQ) and the Indonesian version of work-family conflict quistionaire (WFCQ). The results showed that there was significant negative relationship between self-compassion and work-family conflict (β= -.0669; R²= 0.448; p < 0,05). This means, that self-compassion associated with work-family conflict by women factory workers and vice versa. In addition, the results this study also showed that the contribution of self-compassion is an individual internal factor that contributes to workfamily conflict in woman factory workers. Keywords: self‐compassion, work‐family conflict, working mothers. Abstrak— Peran ganda perempuan yang harus bertanggung jawab dalam keluarga dan pekerjaan memicu adanya konflik yang disebut work-family conflict. Adanya konflik tersebut dapat diminimalisir dengan salah satu kemampuan internal yang disebut self compassion yaitu pemahaman terhadap diri sendiri untuk menerima segala kekurangannya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan selfcompassion dan work-family conflict yang dialami oleh buruh pabrik perempuan. Responden dalam penelitian ini berjumlah 100 orang perempuan yang bekerja sebagai buruh pabrik dengan kriteria berstatus menikah dan memiliki minimal 1 anak yang masih tinggal bersama. Pengumpulan data dilakukan metode kuantitatif dengan menggunakan kuisioner Self-Compassion dan kuisioner work-family conflict versi Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif signifikan antara self-compassion dan workfamily conflict (β= -.0669; R²= 0.448; p < 0,05). Hal ini berarti self-compassion berasosiasi dengan work-family conflict, yaitu semakin tinggi tingkat self-compassion maka tingkat work-family conflict yang dialami oleh pekerja buruh perempuan semakin rendah, begitu pula sebaliknya. Selain itu, hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa kontribusi self-compassion terhadap work-family conflict ialah sebesar 44,8 %. Temuan ini menggambarkan bahwa self-compassion menjadi faktor internal individu yang berkontribusi terhadap work-family conflict yang dialami pekerja buruh perempuan. Implikasi untuk penelitian selanjutnya adalah mempertimbangkan pendidikan minimum responden dan memperhitungkan waktu luang responden. Kata kunci: self‐compassion, work‐family conflict, ibu pekerja.
TANGGUNG GUGAT DOKTER SPESIALIS MATA YANG MENGAKIBATKAN KEBUTAAN PERMANEN PASIEN Saliya Said; Marianus Yohanes Gaharpung; Hesti Armiwulan
CALYPTRA Vol. 9 No. 2 (2021): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Mei)
Publisher : Perpustakaan Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract — Health is a healthy condition, physically, mentally, spiritually and socially that enables everyone to live productively socially and economically. Efforts to improve the quality of human life in the health sector is a very broad and comprehensive endeavor, this effort in the field of health facilities must be accompanied by adequate health workers. The formulation of the problem in this study is whether the ophthalmologist is responsible for errors in the lens planting procedure that results in blindness experienced by the patient. The writing of this thesis uses the normative juridical method, from legal research conducted with that method, it is obtained that the incompetent actions of the ophthalmologist can file a lawsuit in court even though the family has complained in writing to MKDKI and has received a decision from MKDKI according with Article 66 paragraph 3 of Law No. 29 of 2004. So that it can be liable on the basis of Unlawful Acts as determined in Article 1365 of the Civil Code. Keywords: Health, Doctor, Medical Practice, Negligence. Abstrak— Kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Upaya peningkatan kualitas hidup manusia di bidang kesehatan merupakan suatu usaha yang sangat luas dan menyeluruh, usaha dalam bidang sarana kesehatan ini harus disertai dengan tenaga kesehatan yang memadai. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah dokter spesialis mata bertanggung gugat atas kesalahan prosedur tanam lensa yang mengakibatkan kebutaan yang dialami pasien. Penulisan skripsi ini menggunakan metode yuridis normatif, dari penelitian hukum yang dilakukan dengan metode tersebut diperoleh hasil bahwa atas tindakan tidak kompeten dokter spesialis mata tersebut dapat mengajukan gugatan secara perdata ke pengadilan meskipun pihak keluarga telah mengadukan secara tertulis ke MKDKI dan telah mendapat putusan dari MKDKI sesuai dengan Pasal 66 ayat 3 UU No. 29 Tahun 2004. Sehingga dapat dikenakan tanggung gugat atas dasar Perbuatan Melawan Hukum sebagaimana ditentukan dalam Pasal 1365 Kitab Undang‐Undang Hukum Perdata. Kata kunci: Kesehatan, Dokter, Praktik Kedokteran, Kelalaian.
PENCANTUMAN KLAUSULA BAKU PADA TIKET PESAWAT MASKAPAI LA DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN Enrico Hosea; Elly Hernawati; Heru Susanto
CALYPTRA Vol. 9 No. 2 (2021): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Mei)
Publisher : Perpustakaan Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak ‐ Pengangkutan udara niaga dewasa ini mengalami perkembangan yang pesat. Hal itu terbukti dengan banyaknya perusahaan penerbangan yang menyediakan jasa transportasi udara. Dalam kegiatan pengangkutan udara niaga, terdapat dua pihak yang melakukan kesepakatan, yaitu maskapai penerbangan dan penumpang. Para pihak tersebut terikat oleh suatu perjanjian, yaitu perjanjian pengangkutan dalam bentuk tiket. Maskapai penerbangan selalu mencantumkan berbagai ketentuan di halaman belakang tiket. Ketentuan tersebut dituangkan dalam bentuk klausula baku. Seperti halnya Maskapai LA mencantumkan klausula baku yang telah dibuat dan dipersiapkan terlebih dahulu secara sepihak di halaman belakang tiket pada bagian “Catatan Penting”. Skripsi ini bertujuan untuk menganalisa apakah pencantuman klausula baku dalam tiket pesawat Maskapai LA bertentangan dengan Pasal 18 Undang‐undang Perlindungan Konsumen. Dengan dilakukannya penelitian hukum yuridis normatif melalui studi kepustakaan yang mengacu pada Undang‐undang Perlindungan Konsumen, dapat ditarik kesimpulan bahwa pencantuman klausula baku pada bagian “Catatan Penting” di halaman belakang tiket Maskapai LA bertentangan dengan Pasal 18 Undang‐undang Perlindungan Konsumen dan sebagai bentuk perlindungan hukum bagi penumpang Maskapai LA, klausula baku tersebut batal demi hukum. Kata Kunci: Perlindungan Konsumen, Klausula Baku, Tiket Pesawat Abstract ‐ Commercial air transportation has developed rapidly nowadays. It has been proven by lots of air transportation companies which provide air transportation services. In the commercial air transportation service activity, there are two parties who deal on an agreement, they are the air transportation company and the passenger. The two parties are tied on an agreement, which is transportation agreement in the form of ticket. The air air transportation company always attaches various rules in the rear page of the ticket. Those rules were written in standard clauses form. Just like LA Airlines attached the standard clauses that have been made and prepared in advance unilaterally in the rear page of the ticket at the “important notes” section. This thesis was written for the purpose to analyze whether the inclusion of standard clauses in LA Airline’s ticket contradict to Article 18 of the Consumer Protection Law. By conducting normative juridical law research and conducting literature studies that refer to the Consumer Protection Law and the experts’ opinion, it can be concluded that the inclusion of the standard clauses at “important notes” section in the rear page of the LA Airline’s ticket contradict to Article 18 of the Consumer Protection Law, and as a form of legal protection for LA Airline’s passenger, the standard clauses are null and void. Keywords: Consumer Protection, Standard Clauses, Flight Ticket
SCRIPT SKENARIO FILM YANG DIBUAT TIDAK SESUAI DENGAN NASKAH Areta Edgina Apta Maharani; Hernawati; Sylvia Janisriwati
CALYPTRA Vol. 9 No. 2 (2021): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Mei)
Publisher : Perpustakaan Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract— Copyright is intellectual property in the fields of science, art, and literature which has a strategi c role in supporting nation building and advancing public welfare. Film is a part of cultural art work that is realized based on cinematographic rules is a cultural phenomenon. This means that the film is the result of a creative process of citizens that is carried out by combining the beauty, technological sophistication, and the system of values, ideas, norms, and human actions in society, nation and state. therefo re the development of science, technology, art, and literature, has been so rapid that it requires increased protection and guarantees of legal certainty for the creator, copyright holder, and owner of related rights. With the legal regulation on Copyright, it does not automatically stop any legal problems that occur as in the case between RAC and Director HB and RJP film producers who question the Scenario Script film "Soekarno" that is not in accordance with the Manuscript. The formulation of the problem in this case study is whether HB as the director and RJP as the Soekarno Film Producer are responsible for making a screenplay script that is not in accordance with the Manuscript owned by the RAC. This thesis writing aims to fulfill one of the requirements to obtain a Bachelor of Laws degree at the Faculty of Law, University of Surabaya. The writing of this research uses normative juridical legal research type, from legal research conducted with the method, it is obtained that the script of Soekarno's screenplay is the work of HB's director in the Sinema trogafi field which is expressed in real form, so that HB can be called a creator with moral rights. and economic rights to the creation of the "Soekarno" Screenplay Script. The two RJPs of a Soekarno Film Producer, in this case referred to as a phonogram producer, hav e related rights in the form of economic rights to the "Soekarno" Film creation. The three RACs are the owners of the manuscript "Bung Karno: Indonesia Merdeka", whose script is used as a basic reference for making HB's "Soekarno" screenplay script, so that in this c ase the RAC cannot be called the creator of the film "Soekarno" because of the Soekarno Scenario Script HB has done the development of a more innovative storyline. Keywords: (copyright, Film, Cinematography) Abstrak— Hak cipta merupakan kekayaan intelektual di bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra yang mempunyai peranan strategis dalam mendukung pembangunan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum. Film merupakan bagian karya seni budaya yang terwujud berdasarkan kaidah sinematografi merupakan fenomena kebudayaan. Hal itu bermakna bahwa film merupakan hasil proses kreatif warga negara yang dilakukan dengan memadukan keindahan, kecanggihan teknologi, serta sistem nilai, gagasan, norma, dan tindakan manusia dalam bermasyarakat,berbangsa, dan bernegara. oleh karena itu perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan sastra, sudah demikian pesat sehingga memerlukan peningkatan pelindungan dan jaminan kepastian hukum bagi pencipta, pemegang Hak Cipta, dan pemilik Hak terkait. Dengan adanya pengaturan hukum tentang Hak Cipta tidak secara otomatis menghentikan adanya persoalan hukum yang terjadi seperti di dalam kasus antara RAC dengan Sutradara HB dan Produser film RJPyang mempersoalkan Script Skenario film “Soekarno” yang tidak sesuai dengan Naskah. Rumusan masalah dalam penelitian kasus ini adalah Apakah HB selaku sutradara dan RJP selaku Produser Film Soekarno bertanggung gugat atas pembuatan Script Skenario film yang tidak sesuai dengan Naskah yang dimiliki oleh RAC. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Hukum di Fakultas Hukum Universitas Surabaya. Penulisian penelitian ini menggunakan tipe penelitian hukum yuridis normatif, dari penelitian hukum yang dilakukan dengan metode tersebut diperoleh hasil bahwa Script sk enario film Soekarno merupakan hasil karya cipta sutrdara HB di bidang Sinematrogafi yang diekspresikan dalam bentuk nyata, sehingga HB dapat disebut sebagai pencipta yang mempunyai hak moral dan hak ekonomi atas ciptaan Script Skenario film “Soekarno”. Kedua RJP seorang Produser Film Soekarno yang dalam hal ini disebut sebagai produser fonogram mempunyai hak terkait berupa hak ekonomi atasciptaan Film “Soekarno’. Ketiga RAC merupakan pemilik Naskah “Bung Karno : Indonesia Merdeka”, yang naskahnya dijadikan sebagai referensi dasar untuk pembuatan Script Skenario film “Soekarno” milik HB, sehingga dalam hal ini RAC tidak dapat disebut sebagai pencipta dari film “ Soekarno” karena Script Skenario film soekarno oleh HB sudah dilakukan pengembangan alur cerita yang lebih di inovasi. Kata kunci: Hak Cipta, Film, Sinematografi
PENJATUHAN SANKSI PIDANA DI BAWAH KETENTUAN MINIMUM KHUSUS TERHADAP JUSTICE COLLABORATOR DALAM PERKARA TINDAK PIDANA KORUPSI Vira Aprillia; Sudiman Sidabuke; Daniel Djoko Tarliman
CALYPTRA Vol. 9 No. 2 (2021): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Mei)
Publisher : Perpustakaan Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak ‐ Skripsi ini membahas konsep dan ketentuan tentang justice collaborator dalam sistem peradilan pidana di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah dalam skripsi ini adalah penelitian yuridis normatif. Kedudukan Tripeni Irianto Putro sebagai justice collaborator dalam kasus korupsi Dana Bantuan Sosial (Bansos), Bantuan Daerah Bawahan (BDB), Bantuan Operasional Sekolah (BOS), tunggakan Dana Bagi Hasil (DBH) dan penyertaan modal pada sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dibahas sebagai bahan analisis dalam skripsi ini. Pengaturan mengenai justice collaborator dapat di temukan dalam SEMA No. 04 Tahun 2011 tentang Perlakuan Bagi Pelapor Tindak Pidana (Whistleblower) dan Saksi Pelaku yang Bekerja Sama (Justice collaborator) di dalam Perkara Tindak Pidana Tertentu, Peraturan Bersama Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Jaksa Agung Republik Indonesia, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia, dan Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban Republik Indonesia Nomor M.HH‐11.HM.03.02.th.2011, Nomor PER‐ 045/A/JA/12/2011, Nomor 1 Tahun 2011, Nomor KEPB‐02/01‐55/12/2011, Nomor 4 Tahun 2011 tentang Perlindungan bagi Pelapor, Saksi Pelapor, dan Saksi Pelaku dan Undang‐Undang Nomor 13 Tahun 2006 yang kemudian mengalami perubahan menjadi Undang‐Undang Nomor 31 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang‐Undang Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban. Dari hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa Tripeni memiliki peran dalam mengungkap kasus tersebut. Pada dasarnya Tripeni akan mendapatkan perlindungan dan penghargaan, seperti keringanan hukuman. Namun, pada saat dijatuhi hukuman, hakim tidak boleh menjatuhkan pidana di bawah ketentuan undang‐undang khusus yang mengatur yaitu Undang‐Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Kata Kunci: Penjatuhan pidana, Justice collaborator, Saksi Pelaku yang Bekerjasama, Keringanan Hukuman, Pasal 12 huruf (c) Undang‐Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Abstract– This study focuses on concept and regulations of justice collaborator in Indonesian criminal justice system. Normative juridical method is used to analyze the data. The position of Tripeni Irianto Putro as Justice collaborator in the case of corruption of Social Assistance Fund (BANSOS), District Assistance (BDB), School Operational Assistance (BOS), arrears of Revenue Sharing (DBH) and equity participation in a number of Regionally Owned Enterprises (BUMD) in the provincial government of North Sumatera is discussed as analysis material in this case. Arrangements regarding justice collaborator can be found in SEMA Number 04 of 2011 concerning the Treatment of Whistleblower Reporters and Justice collaborator Witnesses in Certain Criminal Acts, Joint Regulations of the Minister of Law and Human Rights ofthe Republic of Indonesia, Attorney General of the Republic of Indonesia, Head of the Indonesian National Police , The Corruption Eradication Commission of the Republic of Indonesia, and the Chairperson of the Indonesian Witness and Victim Protection Agency Number M.HH‐11.HM.03.02.th.2011, Number PER‐045/A/ JA /12/2011, Number 1 of 2011, Number KEPB‐02/01‐55/12/2011, Number 4 of 2011 concerning Protection for Reporting Parties, Reporting Witnesses, and Acting Witnesses and Act Number 13 of 2006 which subsequently was changed to Act Number 31 of 2014 concerning Amendments to Law Number 13 of 2006 concerning Protection of Witnesses and Victims. From the results of the analysis came the conclusion that Tripeni has a role in exposing the case. In essence, the Tripeni will get protection and rewards, such as penalty waivers. However, at the time of punishment, the judge must not impose a criminal under the provisions of specific legislation governing the corruption Eradication Act. Keywords: Criminal Imprisonment, Justice collaborator, Collaborating Witnesses, Penalty Waivers, Article 12 letter (c) of the Corruption Eradication Act.
KEHIDUPAN STRAIGHT EDGE MUSIK HARDCORE PADA LINGKUP MASYARAKAT Luthfan Pradyansyah; Teguh Wijaya Mulya; Siti Yunia Mazdafiah
CALYPTRA Vol. 9 No. 2 (2021): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Mei)
Publisher : Perpustakaan Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract— Hardcore becomes an interesting sub culture by many people with various negative perceptions both in terms of style and deviant behavior. Even worse, due to the negative stereotypes, the Hardcore followers become victims of violence because they are considered disturbing. Straight Edge is the lifestyle, philosophy, and movement of youth in the Hardcore music environment that adheres to clean living style. The Straight Edges contrary with how groups affect individuals. The purpose of this study is to describe the factors that make someone love Hardcore music, the impact of Hardcore music on the life of the Straight Edges, the response of the Straight Edges in responding to the negative stereotypes, and the factors that forming the Straight Edges lifestyle This research has taken used a qualitative approach through the phenomenological method. In this study, researcher used interview techniques with three informants who were divided into three types that is musicians, fans, and activists of Hardcore music programs that are Straight Edge. The results of this study indicate the factors that appeal to Hardcore music, that is: (1) beat that tends to be up–beat, (2) giving "spirit" emotions, (3) Hardcore music lyric themes that tend to criticize social conditions. While the Straight Edges response to the stereotype of Hardcore music is there are those who are ignorant and there are those who tolerate. Factors that influence individuals to be Straight Edge in the Hardcore music environment are the closest positive environment, the music, faith, principles, health, and consequences. Keywords: Stereotype, Group Influence, Hardcore Straight Edge Abstrak— Hardcore menjadi sub budaya yang seringkali dihindari oleh banyak orang dengan berbagai persepsi negatif yang mengedepankan gaya dan tren berperilaku menyimpang. Lebih parahnya akibat adanya stereotip negatif tersebut pelaku musik Hardcore menjadi korban kekerasan karena dianggap meresahkan. Straight Edge adalah sebuah gaya hidup, filosofi, dan pergerakan anak muda pada lingkungan musik Hardcore yang menganut gaya hidup clean. Straight Edge bertentangan dengan bagaimana pengaruh kelompok memengaruhi individu. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan faktor–faktor yang membuat seseorang menyukai musik Hardcore, dampak musik Hardcore terhadap kehidupan seorang Straight Edge, respon pelaku Straight Edge dalam menanggapi stereotip negatif, serta faktor–faktor pembentuk gaya hidup Straight Edge. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode fenomenologi. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teknik wawancara dengan tiga orang informan yang terbagi dalam tiga tipe yaitu musisi, fans, dan penggiat acara musik Hardcore yang Straight Edge. Hasil penelitian ini menunjukkan faktor–faktor yang menjadi daya tarik musik Hardcore yaitu: (1) beat yang cenderung up–beat, (2) memberikan emosi “semangat”, (3) tema lirik musik Hardcore yang cenderung mengkritisi keadaan sosial. Sedangkan respon pelaku Straight Edge terhadap stereotip musik Hardcore yaitu ada yang cuek/acuh serta ada yang menoleransi. Faktor yang memengaruhi individu menjadi Straight Edge dalam lingkungan musik Hardcore adalah lingkungan terdekat yang positif, musiknya, iman, prinsip, kesehatan, dan konsekuensi. Kata kunci: Stereotip, Pengaruh Kelompok, Hardcore Straight Edge
HUBUNGAN ANTARA NICOTINE DEPENDENCE SYNDROME DENGAN INSOMNIA PADA MAHASISWA DI KOTA SURABAYA Adityo Rohman Hafid Supratikno; Ananta Yudiarso; Marselius Sampe Tondok
CALYPTRA Vol. 9 No. 2 (2021): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Mei)
Publisher : Perpustakaan Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract — Indonesia is one of the countries according to the survey included in the top 3 countries consuming the most cigarettes in the world. In Indonesia, many people who are addicted to nicotine are proven from a survey that says that every person in Indonesia will spend 1085 cigarettes per year, which means that 2‐4 cigarettes are consumed every day. There are many phenomena about the number of students who are seen eating, drinking and smoking while chatting with their friends in their favorite places, especially in Surabaya. This takes place during most people's biological sleep hours. researchers want to prove the truth that smoking can cause insomnia. This study aims to determine the relationship between nicotine dependencesyndrome with insomnia symptoms in students who smoke while experiencing insomnia in the city of Surabaya. With 200 participants who are active students every day always smoke. This study uses 2 questionnaires namely Nicotine Dependence Syndrome Scale to measure nicotine dependence and KSPBJ‐IRS (Jakarta Biological Psychiatric Study Group ‐ Insomnia Rating Scale) to measure insomnia. Then the data is coding and analyzed using SPSS. Based on the results of the study it can be seen that the correlation value of the two nicotine dependence variables and insomnia produce a correlation value of 0.00 which is smaller than the P table value of 0.05 (0.00 <0.05), it is concluded that nicotine dependence is related to social anxiety in active smoker students in Surabaya. The effective contribution of nicotine dependence is 0.582. Another result is the Nicotine Dependency variable with insomnia has a positive / unidirectional correlation (r = 0.443). Keywords: Nicotine Dependence Syndrome, insomnia Abstrak— Indonesia adalah salah satu negara yang menurut survei masuk dalam 3 besar negara pengkonsumsi rokok terbanyak di dunia. Di indonesia banyak orang yang ketergantungan nikotin terbukti dari survei yang menyebutkan setiap orang di indonesia akan menghabiskan 1085 rokok per tahun berarti setiap hari 2‐4 rokok habis di konsumsi. Banyak fenomena mengenai banyaknya mahasiswa yang terlihat sedang makan, minum, dan merokok sambil mengobrol dengan teman mereka ditempat faforit mereka khususnya di wilayah surabaya. Hal tersebut berlangsung saat jam tidur biologis kebanyakan orang pada umumnya. peneliti ingin membuktikan kebenaran bahwa rokok dapat menyebabkan insomnia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara nicotine dependencesyndrome dengan gejala insomnia pada mahasiswa yang merokok sekaligus mengalami insomnia di kota Surabaya. Dengan 200 partisipan yang merupakan mahasiswa aktif setiap hari selalu merokok. Penelitian ini menggunakan 2 angket yaitu Nicotine Dependence Syndrome Scale untuk mengukur ketergantungan nikotin dan KSPBJ‐IRS (Kelompok Studi Psikiatri Biologik Jakarta ‐ Insomnia Rating Scale) untuk mengukur insomnia. Kemudian data di coding dan dianalisis menggunakan SPSS. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa nilai korelasi 2 variabel nicotine dependence syndrome dengan insomnia menghasilkan nilai korelasi 0,00 yang lebih kecil dari nilai P tabel yang sebesar 0,05 (0,00< 0,05), disimpulkan bahwa ketergantungan nikotin berhubungan dengan kecemasan sosial pada mahasiswa perokok aktif di surabaya. Sumbangan efektif ketergantungan nikotin adalah 0,582. Hasil lainnya adalah variabel nicotine dependence syndrome dengan insomnia memiliki korelasi positif/ searah (r=0.443). Kata kunci: Nicotine Dependence Syndrome, insomnia
ANALISIS PENGARUH PRODUKSI, HARGA INTERNASIONAL, DAN NILAI TUKAR TERHADAP VOLUME EKSPOR MINYAK SAWIT INDONESIA Sintessa Putri Alam; Firman Rosjadi; Idfi Setyaningrum
CALYPTRA Vol. 9 No. 2 (2021): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Mei)
Publisher : Perpustakaan Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract — This research aims to analyze the influence of Production, Internasional Price and Exchange Rate on Export Volume of Indonesian Palm Oil. The type of research used in this study is an explanatory research with a quantitative approach. This research focused on the Export Volume of Indonesian Palm Oil starting from the year 2014 until 2017. The variables mentioned in this research are Indonesia’s palm oil Production, International Palm Oil Price, and Exchange Rate as the independent variables and Palm Oil’s Export as the dependent variable. This research use a secondary data in the form of a time series starting from the year 2014 until 2017. The multiple linear regression analysis was chosen as the data analysis method using SPSS 22.0 for the data analysis so ftware. The results of the multiple linear regression analysis shows that there is a simultaneous influence between the Production, International Price, and Exchange Rate variables on Export Volume, and there is no partial influence between The International Price and Exchange Rate variables on Export Volume. Keywords: Production, International Price, Exchange Rate, Export Volume, Palm Oil Abstrak — Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh dari Produksi, Harga Internasional dan Nilai Tukar Rupiah terhadap Volume Ekspor Minyak Sawit Indonesia. Jenis penelitian ini adalah explanatory research dengan menggunakan metode kuantitatif. Fokus penelitian ini pada volume ekspor minyak sawit Indonesia dalam periode tahun 2014‐2017. Variabel yang digunakan adalah variabel Produksi minyak sawit, Harga Internasional minyak sawit, dan Nilai Tukar Rupiah sebagai variabel bebas dan Volume Ekspor minyak sawit sebagai variabel terikat. Data yang digunakan merupakan data sekunder dalam bentuk deret waktu selama periode 2014‐2017. Penelitian ini menggunakan analisis data statistik regresi linier berganda dengan program SPSS 22.0. Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa terdapat pengaruh secara bersama‐sama antara variabel Produksi, Harga Internasional, dan Nilai Tukar Rupiah terhadap Volume Ekspor minyak sawit dan tidak terdapat pengaruh secara parsial antara variabel Harga Internasional dan Nilai Tukar Rupiah terhadap Volume Ekspor minyak sawit. Kata Kunci: Produksi, Harga Internasional, Nilai Tukar, Volume Ekspor, Minyak Sawit.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Mei) Vol. 13 No. 1 (2024): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (November) Vol. 12 No. 2 (2024): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Mei) Vol. 12 No. 1 (2023): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (November) Vol. 11 No. 2 (2023): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Mei) Vol. 11 No. 1 (2022): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (November) Vol. 9 No. 2 (2021): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Mei) Vol. 9 No. 1 (2020): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (November) Vol. 8 No. 2 (2020): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Mei) Vol. 8 No. 1 (2019): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (September) Vol. 7 No. 2 (2019): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Maret) Vol. 7 No. 1 (2018): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (September) Vol. 6 No. 2 (2018): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Maret) Vol. 6 No. 1 (2017): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (September) Vol. 5 No. 2 (2017): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Maret) Vol 5, No 1 (2016): CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol. 5 No. 1 (2016): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (September) Vol. 4 No. 2 (2016): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Maret) Vol 4, No 2 (2015): CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol. 4 No. 1 (2015): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (September) Vol 4, No 1 (2015): CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol. 3 No. 2 (2015): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Maret) Vol 3, No 2 (2014): CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol 3, No 1 (2014): CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol. 3 No. 1 (2014): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (September) Vol. 2 No. 2 (2014): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Maret) Vol 2, No 2 (2013): CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol. 2 No. 1 (2013): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (September) Vol 2, No 1 (2013): CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol. 1 No. 1 (2013): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Maret) Vol 1, No 1 (2012): CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya More Issue