cover
Contact Name
Fatwa Tentama
Contact Email
fatwa.tentama@psy.uad.ac.id
Phone
+6281904100008
Journal Mail Official
jptp@psy.uad.ac.id
Editorial Address
Jl. Pramuka No.42, Pandeyan, Kec. Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55161
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 27152456     DOI : http://dx.doi.org/10.26555/jptp
Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan adalah jurnal yang diterbitkan oleh program Pascasarjana Magister Psikologi Universitas Ahmad Dahlan, memuat artikel hasil penelitian empiris yang terkait dengan bidang ilmu Psikologi, diantaranya bidang Psikologi Klinis, Psikologi Perkembangan, Psikologi Industri dan Organisasi, Psikologi Pendidikan, Psikologi Sosial, Psikometri, Psikologi Eksperimen, Psikologi Terapan, baik penelitian kuantitatif maupun kualitatif.
Articles 168 Documents
Pendidikan kecakapan hidup dalam mewujudkan kemandirian warga binaan eks psikotik Indah Maghfiroh; Zainal Arifin
Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.319 KB) | DOI: 10.26555/jptp.v1i2.15133

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem dan hasil pengelolaan proses pendidikan kecakapan hidup yang dilakukan pengelola pendidikan dalam mewujudkan kemandirian warga binaan eks psikotik yang dilaksanakan di Lembaga Sosial Hafara Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi nonpartisipatif (nonparticipant observation), wawancara mendalam (in depth interview) dan dokumentasi. Teknik penentuan validitas dan keabsahan data dengan cara triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Temuan penelitian ini meliputi; pertama, sistem pelaksanaan pendidikan ditempuh melalui empat tahapan: a. Perencanaan (planing) dengan menetapkan tujuan, menentukan pendamping, pengelompokan warga binaan, perumusan strategi, menentukan jenis keterampilan, dan menentukan metode. b. Pengorganisasian (organizing) meliputi: membentuk struktur organisasi atau kepengurusan, merumuskan serta menetapkan pembagian tugas dan wewenang pada tiap kesatuan atau unit. c. Penggerakkan (actuacting) dilakukan dengan cara memberikan motivasi, dan menjalin hubungan komunikasi. d. Pengawasan (controlling) ditempuh melalui; penetapan standar, evaluasi, mengadakan tidakan-tindakan perbaikan. Kedua, hasil pengelolaan pendidikan kecakapan hidup dalam mewujudkan kemandirian bagi warga binaan meliputi: a. kemandirian mengurus diri sendiri. b. kemandirian dalam bersosialisasi.
Hubungan antara konsep diri dan adversity quotient dengan kecemasan menghadapi masa depan remaja jalanan Ira Dwiyati Harahap; Dessy Pranungsari
Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.333 KB) | DOI: 10.26555/jptp.v2i1.16948

Abstract

Rendahnya kesejahteraan pada remaja menyebabkan banyaknya masalah sosial, salah satunya adalah anak jalanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsep diri dan adversity quotient dengan kecemasan menghadapi masa depan pada remaja jalanan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Alat pengumpulan data menggunakan skala konsep diri, skala adversity quotient, dan skala kecemasan menghadapi masa depan. Subjek penelitian ini adalah remaja jalanan di bawah dampingan LSM Rumah Impian Yogyakarta yang berjumlah 40 orang. Hasil koefisien regresi berganda antara konsep diri dan adversity quotient dengan kecemasan menghadapi masa depan menunjukkan korelasi R=0,666 dengan taraf signifikansi p=0,000 (p<0,00). Hal ini berarti ada hubungan yang sangat signifikan antara konsep diri dan adversity quotient dengan kecemasan menghadapi masa depan pada remaja jalanan. Hasil koefisien korelasi antara konsep diri dengan kecemasan menghadapi masa depan adalah sebesar r=-0,597, dengan taraf signifikansi p=0,000 (p<0,01). Artinya semakin tinggi konsep diri maka akan semakin rendah kecemasan menghadapi masa depan. Hasil koefisien korelasi adversity quotient antara konsep diri dengan kecemasan menghadapi masa depan adalah sebesar r=-0,634, dengan taraf signifikansi p=0,000 (p<0,01). Artinya semakin tinggi adversity quotient maka akan semakin rendah kecemasan menghadapi masa depan. Sumbangan efektif variabel konsep diri terhadap kecemasan menghadapi masa depan sebesar 17,34%, dan sumbangan adversity quotient terhadap kecemasan menghadapi masa depan sebesar 26,92%. Kesimpulan penelitian menunjukan semakin tinggi konsep diri dan adversity quotient maka akan semakin rendah kecemasan menghadapi masa depan. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah konsep diri dan adversity quotient maka semakin tinggi kecemasan menghadapi masa depan.
Hubungan antara konsep diri dan adversity quotient dengan kecemasan menghadapi masa depan remaja jalanan Harahap, Ira Dwiyati; Pranungsari, Dessy
Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.333 KB) | DOI: 10.26555/jptp.v2i1.16948

Abstract

Rendahnya kesejahteraan pada remaja menyebabkan banyaknya masalah sosial, salah satunya adalah anak jalanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsep diri dan adversity quotient dengan kecemasan menghadapi masa depan pada remaja jalanan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Alat pengumpulan data menggunakan skala konsep diri, skala adversity quotient, dan skala kecemasan menghadapi masa depan. Subjek penelitian ini adalah remaja jalanan di bawah dampingan LSM Rumah Impian Yogyakarta yang berjumlah 40 orang. Hasil koefisien regresi berganda antara konsep diri dan adversity quotient dengan kecemasan menghadapi masa depan menunjukkan korelasi R=0,666 dengan taraf signifikansi p=0,000 (p<0,00). Hal ini berarti ada hubungan yang sangat signifikan antara konsep diri dan adversity quotient dengan kecemasan menghadapi masa depan pada remaja jalanan. Hasil koefisien korelasi antara konsep diri dengan kecemasan menghadapi masa depan adalah sebesar r=-0,597, dengan taraf signifikansi p=0,000 (p<0,01). Artinya semakin tinggi konsep diri maka akan semakin rendah kecemasan menghadapi masa depan. Hasil koefisien korelasi adversity quotient antara konsep diri dengan kecemasan menghadapi masa depan adalah sebesar r=-0,634, dengan taraf signifikansi p=0,000 (p<0,01). Artinya semakin tinggi adversity quotient maka akan semakin rendah kecemasan menghadapi masa depan. Sumbangan efektif variabel konsep diri terhadap kecemasan menghadapi masa depan sebesar 17,34%, dan sumbangan adversity quotient terhadap kecemasan menghadapi masa depan sebesar 26,92%. Kesimpulan penelitian menunjukan semakin tinggi konsep diri dan adversity quotient maka akan semakin rendah kecemasan menghadapi masa depan. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah konsep diri dan adversity quotient maka semakin tinggi kecemasan menghadapi masa depan.
Apresiasi skala kepekaan humor pada etnis Jawa, Madura dan Sunda Unggul Haryanto Nur Utomo
Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.785 KB) | DOI: 10.26555/jptp.v2i1.17008

Abstract

Penelitian tentang humor adalah penelitian yang berkaitan dengan fenomena budaya perilaku individu, dan perbedaan antar budaya dapat menyebabkan respon dari tiap individu berkemungkinan berbeda. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji validitas dan reliabilitas alat ukur Skala Kepekaan Humor (SKH) melalui apresiasi etnis Jawa, Madura dan Sunda. Metode yang digunakan pada penelitian ini metode kuantitatif. Pengujian terhadap Skala Kepekaan Humor (SKH) ini melibatkan variabel jenis kelamin dan variabel etnis. Sebanyak 300 subjek dipilih menggunakan teknik stratified quota random sampling dari 615 mahasiswa-mahasiswi berlatar belakang etnis Jawa, Madura dan Sunda. Perbedaan apresiasi antar jenis kelamin dan antar etnis terhadap SKH diuji menggunakan Anava Dua Jalur. Hasil penelitian menunjukan SKH memiliki koefisien reliabilitas alpha sebesar 0,961 dengan tingkat mortalitas aitem 0%. Indeks daya diskriminasi aitem (rit) berkisar 0,380 sampai 0,578. Tidak ada interaksi antara variabel etnis dan variabel jenis kelamin dalam mengapresiasi SKH (F=2,875; p>0,05), antar etnis menunjukkan perbedaan apresiasi terhadap SKH (F=4,825; p<0,05), sedangkan antara laki-laki dan perempuan menunjukkan apresiasi yang relatif setara terhadap SKH (F=1,899; p>0,05), yaitu cukup lucu. Pengaruh variabel etnis terhadap apresiasi SKH tidak bergantung pada jenis kelamin. Penelitian menyimpulkan bahwa SKH valid dan reliabel sebagai alat ukur kepekaan humor. SKH juga memiliki data empiris yang mendukungnya menjadi tes yang adil budaya (culture fair) Indonesia, sehingga SKH dapat digunakan menjadi salah satu alat ukur kepekaan humor pada kalangan yang lebih luas.
Apresiasi skala kepekaan humor pada etnis Jawa, Madura dan Sunda Nur Utomo, Unggul Haryanto
Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.785 KB) | DOI: 10.26555/jptp.v2i1.17008

Abstract

Penelitian tentang humor adalah penelitian yang berkaitan dengan fenomena budaya perilaku individu, dan perbedaan antar budaya dapat menyebabkan respon dari tiap individu berkemungkinan berbeda. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji validitas dan reliabilitas alat ukur Skala Kepekaan Humor (SKH) melalui apresiasi etnis Jawa, Madura dan Sunda. Metode yang digunakan pada penelitian ini metode kuantitatif. Pengujian terhadap Skala Kepekaan Humor (SKH) ini melibatkan variabel jenis kelamin dan variabel etnis. Sebanyak 300 subjek dipilih menggunakan teknik stratified quota random sampling dari 615 mahasiswa-mahasiswi berlatar belakang etnis Jawa, Madura dan Sunda. Perbedaan apresiasi antar jenis kelamin dan antar etnis terhadap SKH diuji menggunakan Anava Dua Jalur. Hasil penelitian menunjukan SKH memiliki koefisien reliabilitas alpha sebesar 0,961 dengan tingkat mortalitas aitem 0%. Indeks daya diskriminasi aitem (rit) berkisar 0,380 sampai 0,578. Tidak ada interaksi antara variabel etnis dan variabel jenis kelamin dalam mengapresiasi SKH (F=2,875; p>0,05), antar etnis menunjukkan perbedaan apresiasi terhadap SKH (F=4,825; p<0,05), sedangkan antara laki-laki dan perempuan menunjukkan apresiasi yang relatif setara terhadap SKH (F=1,899; p>0,05), yaitu cukup lucu. Pengaruh variabel etnis terhadap apresiasi SKH tidak bergantung pada jenis kelamin. Penelitian menyimpulkan bahwa SKH valid dan reliabel sebagai alat ukur kepekaan humor. SKH juga memiliki data empiris yang mendukungnya menjadi tes yang adil budaya (culture fair) Indonesia, sehingga SKH dapat digunakan menjadi salah satu alat ukur kepekaan humor pada kalangan yang lebih luas.
Regulasi diri pada remaja putri yang pernah mengalami eksploitasi Trifani Mayka Ratri; Sri Kushartati
Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.994 KB) | DOI: 10.26555/jptp.v2i1.17338

Abstract

Beberapa tahun terakhir ini, Indonesia mengalami kondisi yang memprihatinkan terkait dengan tingginya kasus kekerasan seksual. Agar para korban yang telah mengalami dampak dari kekerasan seksual tidak menjadi buruk, maka diperlukan adanya regulasi diri yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui regulasi diri yang dimiliki oleh remaja putri yang pernah mengalami eksploitasi seksual, faktor yang mempengaruhi regulasi diri, serta dampak yang dialami setelah eksploitasi seksual. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang remaja putri yang pernah mengalami eksploitasi seksual. Metode pengambilan data pada penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan studi dokumen. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan content analysis. Sementara untuk memenuhi syarat kredibilitas data, peneliti menggunakan metode triangulasi, yaitu triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek telah mampu melakukan regulasi diri dengan cukup baik. Regulasi diri dilakukan dengan cara menolak setiap pemberian yang merupakan imbalan kencan, menjual hp dan mengganti nomor, serta menghindar dan menolak untuk ditemui atau diajak kencan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor internal regulasi diri subjek terdiri dari dua hal, motivasi dari dalam diri dan kepribadian yang mudah menerima masukan dari orang lain. Motivasi muncul karena adanya penolakan atas perlakuan yang subjek terima, serta adanya observasi diri dan proses penilaian yang subjek lakukan terhadap dirinya sendiri. Faktor eksternal regulasi diri subjek yaitu terdiri dari dukungan sosial dalam bentuk emotional atau esteem support, informational support, dan companionship support dari orang-orang di sekelilingnya. Akibat eksploitasi seksual yang terjadi pada dirinya, subjek mengalami dampak secara fisik dan psikologis.
Regulasi diri pada remaja putri yang pernah mengalami eksploitasi Ratri, Trifani Mayka; Kushartati, Sri
Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.994 KB) | DOI: 10.26555/jptp.v2i1.17338

Abstract

Beberapa tahun terakhir ini, Indonesia mengalami kondisi yang memprihatinkan terkait dengan tingginya kasus kekerasan seksual. Agar para korban yang telah mengalami dampak dari kekerasan seksual tidak menjadi buruk, maka diperlukan adanya regulasi diri yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui regulasi diri yang dimiliki oleh remaja putri yang pernah mengalami eksploitasi seksual, faktor yang mempengaruhi regulasi diri, serta dampak yang dialami setelah eksploitasi seksual. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang remaja putri yang pernah mengalami eksploitasi seksual. Metode pengambilan data pada penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan studi dokumen. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan content analysis. Sementara untuk memenuhi syarat kredibilitas data, peneliti menggunakan metode triangulasi, yaitu triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek telah mampu melakukan regulasi diri dengan cukup baik. Regulasi diri dilakukan dengan cara menolak setiap pemberian yang merupakan imbalan kencan, menjual hp dan mengganti nomor, serta menghindar dan menolak untuk ditemui atau diajak kencan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor internal regulasi diri subjek terdiri dari dua hal, motivasi dari dalam diri dan kepribadian yang mudah menerima masukan dari orang lain. Motivasi muncul karena adanya penolakan atas perlakuan yang subjek terima, serta adanya observasi diri dan proses penilaian yang subjek lakukan terhadap dirinya sendiri. Faktor eksternal regulasi diri subjek yaitu terdiri dari dukungan sosial dalam bentuk emotional atau esteem support, informational support, dan companionship support dari orang-orang di sekelilingnya. Akibat eksploitasi seksual yang terjadi pada dirinya, subjek mengalami dampak secara fisik dan psikologis. 
Motivasi berprestasi pada siswa SMA dalam perspektif Islam Budi Lenggono; Yuzarion Yuzarion
Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jptp.v2i1.17056

Abstract

Siswa SMA adalah kalangan remaja yang mendapat tuntutan sekaligus tantangan di dunia pendidikan untuk mencapai prestasi. Selain itu, siswa SMA memiliki kontribusi dalam peningkatan kualitas SDM di usia produktif. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perspektif Islam mengenai motivasi berprestasi pada siswa SMA. Metode pada penelitian ini menggunakan studi literatur, yaitu berupa penelaahan empat belas jurnal utama dan beberapa literatur pelengkap terkait motivasi berprestasi dalam perspektif Islam. Hasil studi literatur meyimpulkan bahwa siswa SMA memerlukan motivasi berprestasi, dan dalam perspektif psikologi Islam motivasi berprestasi seiring dengan keimanan dan ketakwaan. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa semakin tinggi keimanan dan ketakwaan yang dimiliki siswa SMA, maka akan semakin tinggi pula motivasi berprestasi yang dimilikinya.
Hubungan antara adversity quotient dengan prestasi belajar siswa Madrasah Aliyah Negeri Kotawaringin Barat Octavian Dwi Utari; Ismira Dewi
Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jptp.v2i1.17055

Abstract

Prestasi belajar merupakan salah satu indikator capaian dari proses yang dilakukan oleh setiap siswa. Oleh karena itu, pada setiap proses yang dilakukan membutuhkan daya juang atau adversity quotient yang tinggi agar siswa dapat belajar dengan optimal dan mencapai prestasi sesuai dengan yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan antara adversity quotient dengan prestasi belajar siswa Madrasah Aliyah Negeri Kotawaringin Barat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif korelasi. Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 67 siswa Madrasah Aliyah Negeri Kotawaringin Barat yang diperoleh dengan teknik cluster random sampling. Alat pengumpulan data untuk mengukur adversity quotient adalah skala adversity quotient yang disusun dengan merujuk pada teori Stoltz, sementara alat yang digunakan untuk mengukur prestasi belajar adalah menggunakan nilai rapor. Analisis data yang digunakan ialah teknik analisis korelasi product moment. Secara umum hasil yang diperoleh dari uji hipotesis menggunakan teknik analisis product moment menunjukan koefisien r sebesar 0,748 dengan taraf signifikansi (p) sebesar 0,000 (p<0,01). Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara adversity quotient dengan prestasi belajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa semakin tinggi adversity quotient yang dimiliki siswa, maka semakin tinggi pula prestasi belajar pada siswa Madrasah Aliyah Negeri Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah, dan sebaliknya.
Regulasi emosi dan parenting stress pada ibu bekerja Fathana Gina; Yulia Fitriani
Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jptp.v2i2.18094

Abstract

Ibu dengan peran ganda atau dengan istilah ibu bekerja pada umumnya memiliki tanggung jawab yang lebih besar dibandingkan dengan ibu yang tidak bekerja. Oleh karena itu, peluang ibu bekerja untuk merasakan lelah baik secara fisik maupun emosional akan jauh lebih besar sehingga penting untuk mengetahui faktor yang memprediksi stress pada ibu bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kontribusi regulasi emosi terhadap parenting stress pada ibu bekerja. Metode pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Subjek penelitian adalah ibu bekerja yang memiliki anak dengan total jumlah 318 orang. Penelitian menggunakan dua alat ukur, yaitu skala regulasi emosi dengan nilai koefisien reliabilitas 0,831 dan skala parenting stress dengan nilai koefisien reliabilitas 0,71. Analisis data menggunakan teknik regresi sederhana dan diolah dengan menggunakan program SPSS 23 for windows. Hasil analisis data menunjukkan bahwa regulasi emosi mampu memprediksi parenting stress secara signifikan dengan nilai F=15.838 dan p=0,000 (p<0,001). Nilai R square 0,048 artinya regulasi emosi mampu memberikan sumbangan efektif terhadap parenting stress sebesar 4,8%, sedangkan 95,2% dipengaruhi oleh faktor lain. Penelitian ini menyimpulkan bahwa regulasi emosi secara signifikan mampu memprediksi parenting stress.

Page 6 of 17 | Total Record : 168