cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika
ISSN : -     EISSN : 2355620X     DOI : 10.12928
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 237 Documents
Penentuan ketinggian dan kecepatan minimum benda pada track melingkar vertikal Putra, Indra Yahdi; Sigalingging, Santi Fani; Saraswati, Dandan Luhur
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.046 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v5i1.8561

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah untuk menentukan ketinggian dan kecepatan minimum benda pada track melingkar vertikal sehingga benda tidak terjatuh, seperti yang terjadi pada gerakan Roller Coaster. Penelitian ini menggunakan alat peraga sederhana yang dibuat semirip mungkin dengan track Roller Coaster untuk membuat simulasi gerak yang terjadi. Gerak benda yang terjadi dianalisis menggunakan software tracker, dan menggunakan perhitungan manual dengan menggunakan persamaan-persamaan yang berlaku pada gerak benda yang terjadi. Data yang diperoleh dari hasil perhitungan manual didapat bahwa agar benda dapat melintasi track tanpa terjatuh kecepatan minimal benda yang harus dicapai adalah 1,21 m/s dan ketinggian minimal benda yang harus dipenuhi menurut hasil perhitungan manual adalah 2,5 kali dari jari jari lintasan melingkar (2,5R). Untuk kasus ini karena jari-jari lintasan melingkar adalah 15 cm/0,15 m maka ketinggian minimal adalah 37,5 cm atau 0,375 m. Berdasarkan hasil percobaan menggunakan alat peraga, ketinggian benda agar tidak terjatuh dari lintasan adalah 50 cm dan analisis menggunakan software tracker didapat bahwa kecepatan benda ketika bergerak pada lintasan adalah 2,26 m/s juga hasil perhitungan manual kecepatan benda pada saat dilintasan adalah 2,31 m/s. Dari hasil kedua perhitungan tersebut dapat kita simpulkan bahwa persamaan-persamaan yang digunakan untuk mencari ketinggian dan kecepatan benda pada track melingkar vertikal sudah sesuai, karena kecepatan yang didapat dari hasil perhitungan mendukung hasil dari alat peraga. The purpose of this study is to determine the height and minimum speed of the object on the vertical circular track so that objects do not fall, as happened in the Roller Coaster movement. This study uses simple props made as closely as possible with the Roller Coaster track to make the simulation of motion taking place. The motion of objects that occur is analyzed using the tracker software and using manual calculations using equations that apply to the motion of objects that occur. The data obtained from the results of manual calculations found that for objects to cross the track without falling, the minimum speed of the object to be achieved is 1.21 m/s and the minimum height of the object according to the results of manual calculations is 2.5 times of the radius of circular trajectory (2.5R), for this case because the radius of the circular path is 15 cm / 0.15 m then the minimum height is 37.5 cm or 0.375 m. Based on experimental results using props, the height of the object in order not to fall from the track is 50 cm and analysis using the tracker software found that the velocity of objects when moving on the track is 2.26 m/s and also the result of manual calculation of the velocity of the object at that time is 2.31 m/s. From the result of both calculations can be concluded that the equations used to find the height and velocity of the object on the vertical circular track are appropriate, since the speed obtained from the calculation supports the results of props showing the object passing through the path without falling over the limit minimums that have been taken into account.
Pengembangan Model Pembelajaran Discovery Learning dengan Data Sharing Technology pada Pokok Bahasan Energi Wardani, Utari Ayu
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 3, No 1 (2016): Vol 3: April 2016
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.972 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v3i1.4543

Abstract

Proses pembelajaran fisika terdiri dari dua aspek yaitu teori dan eksperimen sehingga diperlukan suatu metode yang melibatkan kedua aspek tersebut. Data Sharing bisa menjadi alternatif karena melibatkan teori dan eksperimen. Pada penelitian kali ini digunakan model pembelajaran Discovery Learning dimana model Discovery Learning pada pokok bahasan energi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengetahui kelayakan instrumen pendukung dalam model pembelajaran Discovery Learning dengan Data Sharing . Pada proses pembelajaran menggunakan apparatus eksperimen yang dilengkapi panduan. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode angket yang diujikan terdiri dari angket validasi ahli, angket uji pengguna, angket persepsi siswa, dan lembar pengamatan kemampuan afektif siswa.  Hasil penelitian ini menunjukkan nilai kelayakan panduan sebesar 85,74% dan 87,87% termasuk dalam kategori baik. Tingkat persepsi siswa yang masih rendah adalah aspek motivasi. Hambatan yang ditemui dalam proses pembelajaran yaitu beberapa siswa masih ramai, suka berbicara sendiri dan beberapa siswa mengalami kesulitan dalam analisis data.
Sampul JRKPF Vol. 5 No. 1 UAD, JRKPF
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 5, No 1 (2018): April 20180
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.074 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v5i1.9871

Abstract

Metode Grafik; Solusi Problematika Azaz Black Kholifudin, M. Yasin
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 4, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.806 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v4i2.8163

Abstract

Pada materi azaz black sebagian besar peserta didik masih mengalami kesulitan dalam menguasai materi azaz black. Untuk memudahkan peserta didik dalam menguasai materi azaz black penulis menerapkan metode grafik hubungan Kalor [Q kal] dan suhu [t0C] pada proses pembelajaran. Sintak pembelajarannya; 1) peserta didik, mengacu materi azaz black, 2) diskusi interaktif antara peserta didik dan peserta didik dengan guru, 3) guru menyampaikan penjelasan bagaimana menyelesaian problematika azaz black dengan metode grafik, 4) peserta didik menerapkan metode grafik dalam menyelesaikan problematika azaz black. Metode tersebut diterapkan pada 36 peserta didik kelas X IPA 1 SMA Negeri 2 Kebumen. Dari proses pembelajaran diperoleh simpulan bahwa kerangka berpikir, penalaran peserta didik secara terstuktur terbangun dengan baik, sehingga mudah untuk memahami dan menguasai materi azaz black dengan indikator peserta didik dapat mengerjakan problematika azaz back dengan benar. Most of the students still have difficulty to understand the Black’s Principle teaching material. Authors apply the graph method of the relationship of Heat [Q kal] and Temperature [t oC] on the learning process to facilitate learners in mastering this material. The learning syntax includes; 1) learners, referring to Black’s Principle material, 2) interactive discussion between learners and learners with the teacher, 3) teacher explains how to solve Black’s Principle problems with the graphical method, 4) learners apply a graphical method in solving Black’s Principle problems. The method is applied to 36 students of X IPA 1 class of SMA Negeri 2 Kebumen. From the learning process can be concluded that the frame of thinking, the student’s structured reasoning is building up well, easy to understand and master the Black’s Principle material with indicators learners can solve the Black’s Principle problems correctly.
Profil Pembelajaran Suhu dan Kalor di SMA Se-Kabupaten Keerom Budiarti, Indah Slamet; Suparmi, Suparmi; Cari, Cari; Sarwanto, Sarwanto; Harjana, Harjana
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 4, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.341 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v4i1.6466

Abstract

Pembelajaran melibatkan tiga aspek yaitu kognitif, psikomotor, dan afektif. Penelitiaan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran suhu dan kalor di SMA se-Kabupaten Keerom. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif . Sampel diambil menggunakan teknik purposive random sampling, yang terdiri dari tiga SMA di Kabupaten Keerom. Data diperoleh melalui pengamatan di kelas dan wawancara secara mendalam pada guru yang mengajar pada materi suhu dan kalor. Berdasarkan data dan analisis, hasil penelitian ini menunjukan bahwa pembelajaran suhu dan kalor di SMA se kabupaten Keerom belum sesuai dengan hakekat pembelajaran sains dimana tidak semua guru menerapkan model pembelajaran berbasis pada siswa. Hanya satu SMA yang menggunakan model pembelajaran yang berbasis pada siswa yaitu menggunakan model pembelajaran kooperatif dengan metode demostrasi, walaupun masih terdapat kelemahan pada proses pembelajarannya yaitu hanya beberapa siswa yang aktif dalam pembelajaran. Learning involves three aspects: cognitive, psychomotor, and affective. This research aims to describe the learning of the subject: temperature and heat in the Keerom regency high school. This research is a descriptive research. The sample was taken using purposive random sampling technique, which consisted of three High Schools in Keerom Regency. Data were obtained through in-class observation and in-depth interviews on teachers who taught on temperature and heat subject. Based on the data and analysis, the results of this study shows that learning temperature and heat in high school in Keerom regency is not in accordance with the nature of science learning where not all teachers apply learning models based on students. Only one high school using a learning model based on students is using cooperative learning model with demonstration method, although there is still a weakness in the learning process that is only some students who are active in learning.
Peningkatan kemampuan memecahkan masalah antara model penalaran kausal berbasis etnosains dan sains modern Supriyadi, Supriyadi; Haeruddin, Haeruddin; Nurjannah, Nurjannah
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 3, No 2 (2016): Vol 3: Oktober 2016
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.567 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v3i2.5142

Abstract

Penelitian ini betujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan memecahkan masalah fisika antara model penalaran kausal berbasis etnosains dengan sains modern. penelitian ini menggunakan desain penelitian “The Non Equivalen Pretest-Postest Design”. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X pada MA Al-Khairaat Pusat Palu. Sampel dipilih secara Proportional Sample, dengan sampel penelitian adalah kelas XD dan kelas XC. Hasil analisa data yang diperoleh adalah kemampuan memecahkan masalah fisika kelas eksperimen pertama rata-rata 17,11 dengan standar deviasi 3,82 dan kelas eksperimen kedua rata-rata 14,30 dengan standar deviasi 4,07. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis diperoleh thit = 2,03 dengan kriteria adalah terima Ho jika -2,02 < t < 2,02 dan tolak Ho dalam hal lainnya. nilai thitung berada di luar penerimaan Ho. Dengan demikian Ho ditolak sedangkan H1 diterima dan dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan memecahkan masalah antara model penalaran kausal berbasis etnosains dengan sains modern. This study aims to determine the difference between the ability to solve problems of physics-based models of causal reasoning etnosains with modern science. The design of this research study "The Non equivalent Pretest-Posttest Design". The study population was all students of class X in the MA Al-Khairaat Palu Center. Samples selected Proportional Sample, the sample is first class and the class XC XD. Results of analysis of the data obtained is the ability to solve the problem of experimental physics first class average of 17.11 with a standard deviation of 3.82 and the second experimental class average of 14.30 with a standard deviation of 4.07. Based on the hypothesis testing results obtained thit = 2.03 with the criteria is accept Ho if -2.02 <t <2.02 and reject Ho in other cases. tcount is outside the reception Ho. Thus Ho is rejected while H1 is accepted and concluded that there are differences between the models of problem-solving skills-based causal reasoning etnosains with modern science.
Kajian kinematika gerak pada jalur lokasi kecelakaan berisiko tinggi (blackspot) sebagai sumber belajar fisika di SMA Virani, Widya Septyaning; Supeno, Supeno; Supriadi, B
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.273 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v5i1.9211

Abstract

Kajian fisika real life bermanfaat dalam pembelajaran fisika karena menyediakan sumber belajar kontekstual yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Untuk memperkaya sumber-sumber belajar kontekstual maka perlu dilakukan kajian terhadap berbagai fenomena kontekstual, salah satunya adalah kajian kinematika peristiwa kecelakaan yang terjadi di daerah blackspot. Peristiwa kecelakaan merupakan peristiwa kontekstual yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan dapat dikaji secara kinematika gerak. Untuk itu perlu dilakukan kajian kinematika gerak tentang peristiwa kecelakaan sehingga dapat digunakan untuk memperkaya rancangan sumber belajar kontekstual. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis. Penelitian diawali dengan pengumpulan data sekunder tentang kronologi kejadian kecelakaan yang ada di kepolisian dan beberapa surat kabar. Penelitian dilanjutkan dengan pengumpulan data di lapangan, yaitu data bentuk lintasan, jenis kendaraan yang lewat, dan kecepatan kendaraan yang melewati daerah blackspot. Data-data tersebut kemudian dianalisis menurut kajian kinematika gerak. Hasil kajian peristiwa kontekstual berupa kronologi kecelakaan dan besaran-besaran dinamis serta simulasi agar kecelakaan dapat dihindari. Hasil kajian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan acuan utama untuk mengembangkan sumber belajar kontekstual dan memberikan contoh nyata dalam pembelajaran fisika karena siswa dapat dengan mudah menaksirkan kejadian kontekstual tersebut. Contextual physics studies are useful in physics learning. It provides a source of contextual learning that is close to everyday life. To enrich the sources of contextual learning, it is necessary to study the various contextual phenomena, one of which is the kinematics study of accidents that occurred in the police office and newspaper. An accident is contextual events that are close to everyday life and can be studied in kinematic motion. Therefore, it is necessary to study the kinematics of motion about accidents so that it can be used to enrich the concept of contextual learning resources. The research method used descriptive analytical. The research begins with the completion of secondary data about the chronology of accidents in the police and several newspapers. Further research with field data, i.e trajectory data, passing vehicle type, and vehicle speed passing through blackspot area. The data are then analyzed according to motion kinematics studies. Review results are the contextual event, the chronology of accidents, dynamic quantities, and simulations for accidents. The results of this study are expected to serve as the main reference material for the development of contextual learning resources and provide a real example in physics learning because it can estimate the contextual events.
Pengaruh Gerhana Matahari Terhadap Nilai Percepatan Gravitasi Bumi: Sarana Pembelajaran untuk Mendekatkan Fisika pada Kehidupan Sehari-hari Kus Indratno, Toni
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 3, No 1 (2016): Vol 3: April 2016
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.388 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v3i1.4539

Abstract

Gerhana matahari merupakan fenomena alam yang jarang terjadi. Peristiwa ini akan terjadi berulang setiap 350 tahun sekali pada tempat yang sama. Gejala ini terjadi saat matahari, bulan, dan bumi terletak pada satu garis lurus, sehingga cahaya matahari terhalang oleh bulan. Pada tanggal 9 Maret 2016 yang lampau, Indonesia merupakan negara satu-satunya yang dilewati oleh jalur Gerhana Matahari Total (GMT). Telah dilakukan pengukuran percepatan gravitasi bumi saat terjadi gerhana. Eksperimen ini dilakukan untuk melakukan verivikasi terhadap teori, bahwa percepatan gravitasi bumi akan berkurang nilainya saat terjadi gerhana. Eksperimen ini dilakukan dengan metode Microcomputer Based Laboratory (MBL). Dari data yang diperoleh, didapati bahwa terjadi penurunan percepatan gravitasi saat terjadi gerhana. Sebelum gerhana percepatan gravitasi sebesar 9,78 m/s2. Saat kontak pertama matahari dan bulan percepatan gravitasi sebesar 9,45 m/s2,  saat puncak gerhana 8,87 m/s2, dan saat kontak terakhir 9,60  m/s2. Penurunan terbesar saat puncak gerhana yang mencapai 9,45 %.
Analisis Prestasi Belajar Fisika Berpendekatan SETS di Tinjau dari Motivasi Berprestasi Khoiri, Ahmad; Nasihah, Udmatun; Kahar, Muhammad Syahrul
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 4, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.251 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v4i2.8166

Abstract

Tujuan penelitian ini: (1) Mengetahui pengaruh pendekatan SETS dan konvensional terhadap prestasi belajar, (2) Perbedaan pengaruh motivasi berprestasi tinggi dan motivasi berprestasi rendah terhadap prestasi belajar, (3) Interaksi antara pendekatan SETS dan konvensional terhadap prestasi belajar. Desain penelitian adalah factorial, Sampel diambil secara Proporsional stratified random sampling di SMPN 4 Sapuran. Adapun hasil Penelitian berdasarkan teknik uji hipotesis 1 (FA = 6.196>Ftab = 3,970 pada taraf signifikasi 5%) artinya, ada perbedaan pengaruh antara siswa yang diberi pembelajaran dengan pendekatan SETS dan pembelajaran konvensional. Hipotesis 2, dari perhitungan didapatkan hasil bahwa (FB 11,221>Ftab = 3,970 pada taraf signifikasi 5%), maka HoB ditolak, ada pengaruh penggunaan pendekatan SETS dan pembelajaran konvensional terhadap prestasi belajar. Hipotesis 3 didapatkan FAB = 0, 071< Ftab= 3,970, maka Ho diterima, sehingga tidak ada interaksi antara pendekatan pembelajaran dan motivasi berprestasi siswa terhadap prestasi belajar siswa. Hal ini berarti penggunaan SETS dapat meningkatkan pola pikir anak menjadi lebih berkembang dan pembelajaran lebih menyenangkan.The objectives of this research are: (1) To know the effect of SETS and conventional approach to learning achievement, (2) the difference of high achievement motivation and low achievement motivation toward learning achievement, (3) the interaction between SETS and conventional approach to learning achievement. The research design is factorial, Sample was taken proportional stratified random sampling in SMPN 4 Sapuran. The results of the study based on hypothesis 1 test technique (FA = 6.196> Ftab = 3.970 at 5% significance level) means that there is a difference of influence between students who are given learning with SETS approach and conventional learning. Hypothesis 2, from the calculation of the results, obtained that (FB 11,221> Ftab = 3.970 at 5% significance level), then HoB rejected, there is the influence of SETS approach and conventional learning to learning achievement. Hypothesis 3 obtained FAB = 0, 071 <Ftab = 3.970, then Ho accepted, so there is no interaction between learning approach and student achievement motivation on student achievement. This means the use of SETS can improve the mindset of children to be more developed and learning more fun.
Kemampuan Mahasiswa Pendidikan Fisika dalam Menyelesaikan Soal Ujian Nasional Fisika SMA Ditinjau dari Daerah Sekolah Asal Bhakti, Yoga Budi; Napis, Napis
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 4, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.096 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v4i1.6467

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan soal UN mata pelajaran Fisika ditinjau dari asal SMA/MA, dan (2) untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang berarti antara mahasiswa yang asal SMA/MA yang berbeda dalam menyelesaikan soal UN mata pelajaran fisika. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa Prodi Pendidikan Fisika semester enam. Teknik analisis dilakukan menggunakan analisis deskriptif, sedangkan pengujian hipotesis menggunakan Rumus Kruskal-Wallis. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah: (1) Rerata skor kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan soal UN mata pelajaran fisika adalah 40,64, Jika ditinjau dari asal SMA/MA yang berada di Kota Jakarta adalah 50,31, di Kota Depok adalah 30,41; Kota Tangerang adalah 34,50; Kota Bekasi adalah 43,41; Kota Karawang adalah 42,50; di Kota Indonesia Timur adalah 37,00 dan di Kota Medan adalah 40,00 dan (2) Terdapat perbedaan yang signifikan antara ketujuh kelompok dalam hal menyelesaikan soal UN mata pelajaran Fisika tingkat SMA/MA. The purpose of this study was: (1) to know the ability of students to solve national examination problems of physics subjects in terms of the origin of schools (2) to know whether there is a significant difference between the students of different school in completing the national exam of subjects physics. Research subject is physics education program student at six semester. Analyzes were performed using descriptive analysis, hypothesis testing while using Kruskal-Wallis formula. Conclusions from the study are: (1) The average score of physical education students ability to solve national examination problems of physics subjects is 40.64, in terms of the origin of Schools in Jakarta is 50.31; Depok is 30.41; Tangerang is 34.50; Bekasi is 43.41; Karawang is 42.50; City of East Indonesia is 37.00 dan Medan is 40.00 and (2) There is a difference significantly among the seven groups in completing the national examination on phyiscs subject.

Page 6 of 24 | Total Record : 237


Filter by Year

2014 2021


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 2 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 2 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 1 (2021): April 2021 Vol 7, No 2 (2020): October 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 2 (2019): Oktober 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 1 (2018): April 20180 Vol 5, No 1 (2018): April 20180 Vol 5, No 2 (2018): Oktober 2018 Vol 5, No 2 (2018): Oktober 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 2 (2017): Oktober 20170 Vol 4, No 2 (2017): Oktober 20170 Vol 4, No 1 (2017): April 20170 Vol 4, No 1 (2017): April 20170 Vol 4, No 2 (2017): Oktober 2017 Vol 4, No 2 (2017): Oktober 2017 Vol 4, No 1 (2017): April 2017 Vol 4, No 1 (2017): April 2017 Vol 3, No 2 (2016): Vol 3: Oktober 20160 Vol 3, No 2 (2016): Vol 3: Oktober 20160 Vol 3, No 1 (2016): Vol 3: April 20160 Vol 3, No 1 (2016): Vol 3: April 20160 Vol 3, No 2 (2016): Vol 3: Oktober 2016 Vol 3, No 2 (2016): Vol 3: Oktober 2016 Vol 3, No 1 (2016): Vol 3: April 2016 Vol 3, No 1 (2016): Vol 3: April 2016 Vol 2, No 2 (2015): Vol 2: Oktober 20150 Vol 2, No 2 (2015): Vol 2: Oktober 20150 Vol 2, No 1 (2015): Vol 2: April 20150 Vol 2, No 1 (2015): Vol 2: April 20150 Vol 2, No 2 (2015): Vol 2: Oktober 2015 Vol 2, No 2 (2015): Vol 2: Oktober 2015 Vol 2, No 1 (2015): Vol 2: April 2015 Vol 2, No 1 (2015): Vol 2: April 2015 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1: Oktober 20140 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1: Oktober 20140 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1: Oktober 2014 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1: Oktober 2014 Vol 1, No 1 (2014): Vol I: April 2014 Vol 1, No 1 (2014): Vol I: April 2014 Vol 1, No 1 (2014) More Issue