cover
Contact Name
Wahyu Wiji Astuti
Contact Email
ahyu_wiji@yahoo.com
Phone
+6281375372028
Journal Mail Official
wahyu_wiji@yahoo.com
Editorial Address
Medan tembung
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
BAHAS
ISSN : 24427594     EISSN : 24427594     DOI : https://doi.org/10.24114/bhs.v32i1
Jurnal BAHAS memuat kajian-kajian tentang bahasa, sastra, seni dan budaya. Jurnal ini dikelola oleh Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Medan.
Articles 549 Documents
Anecdote Text Vs Spoof Text Feriyanti Elina Gultom
BAHAS Vol 27, No 1 (2016): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v27i1.5682

Abstract

It is often find understanding about the funny story in our society life. Every funny story is often defined as anecdote. In this term, anecdote is pointing to “cerita lelucon” or “konyol”. Most the story are funny because they have unpredictable funny things in the end. All those types of story are often socially called anecdote and they are going on. However, the unpredictable thing in the end of story which is often funny is called twist. This Twist, in term of text type, belongs to spoof. While in the generic structure of anecdote, we can not find the twist. So it might be the funny story which we often hear in our social life and defined as anecdote story is not the the anecdote text in term of text types we are learning. Commonly it is defined spoof and anecdote are similar, even both are same. Spoof and anecdote tend to be defined as text which relate to funny story and unusual incidents. It can be true as both bring the function mostly to entertain and share to readers. But, actually both are different. Key Words: Text, Anecdote and spoof  
FUNGSI BAHASA DALAM PEMBELAJARANNYA Busmin Gurning
BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i69TH XXXV.2384

Abstract

Tujuan pembelajaran bahasa termasuk bahasa Inggris adalah dapat menggunakan bahasa itu untuk mengungkapkan ide, gagasan, dan informasi atau untuk tujuan komunikasi. Pembelajaran ke arah itu didasarkan pada materi dan proses pembelajaran yang lebih baik. Materi ajar dapat menunjukkan  bagaimana pengungkapan makna  sesuai dengan konteks sosial. Pada intinya pembelajaran bermuara pada peningkatan mutu keempat keterampilan berbahasa khususnya speaking bukan penguasaan leksikogramatika. Untuk mencapai tujuan demikian LPTK harus merekonstruksi program perkuliahan lebih baik dengan lebih menekankan penguasaan keterampilan di dua tahun pertama sampai mahasiswa bisa berkomunikasi dengan baik, menulis dengan baik, membaca dengan baik. Tanpa pemilikan keterampilan demikian produk LPTK tidak akan bisa menjadi guru profesional dan berakibat pada kurangnya penghargaan masyarakat maupun pemerintah terhadap profesi guru termasuk LPTK.  Menjadi guru profesional ia harus cerdas, kreatif, dan responsif terhadap perubahan sehingga ia diharapkan memiliki kemampuan merancang pembelajaran bermutu  berkelanjutan.   Kata Kunci : Konteks sosial, leksikogramatika, gungsi bahasa, pengungkapan makna, dan pengembangan mutu
BAHASA DAN TEKNOLOGI Muhammad Eko Isdianto
BAHAS Vol 31, No 1 (2020): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v31i1.18588

Abstract

Abstrak Bahasa dan komunikasi yang sangat mendasar bagi aktivitas manusia sudah tidak asing lagi untuk mengemukakan bahwa Teknologi dan Bahasa berdampak pada semua bidang yang sangat utama bagi masyarakat, termasuk kesehatan, pendidikan, keuangan, perdagangan, dan perjalanan. Teknolog dan Bahasa modern didasarkan pada tradisi dari dual simbol dan statistik. Ini berarti saat ini penelitian tentang bahasa membutuhkan akses ke database besar informasi tentang kata-kata dan sifat mereka, untuk komputasi tata bahasa skala besar, dengan alat komputasi untuk bekerja dengan semua tingkat bahasa, dan untuk sistem inferensi efisien untuk melakukan penalaran. Dengan bekerjanya komputasi teersebut mungkin untuk mendapatkan dan mengatasinya dengan struktur yang lebih dalam dari bahasa alam, dan khususnya, untuk model interaksi penting antara berbagai tingkat bahasa dan kemampuan kognitif lainnya. Kata kunci : teknologi
ANALISIS SASTRA LISAN (UMPASA) DALAM TRADISI MANGALAHAT HORBO BATAK TOBA Queen Keren Happuck Samosir; Dewi Yani; Fitri Gayatri; Mutiara Hasanah; Tria Marthalena Sitinjak
BAHAS Vol 28, No 2 (2017): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v28i2.10285

Abstract

Mangalahat Horbo adalah tradisi tua milik suku Batak Toba yang merupakan perayaan kurban kerbau kepada Mula Jadi Na Bolon (pencipta segala sesuatu). Urgensi penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai-nilai atau makna yang terkandung dalam ragam sastra lisan (umpasa) upacara Mangalahat Horbo Batak Toba. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif-deskriptif. Pendekatan kualitatif yang dilakukan yaitu dengan teknik dokumentasi (analisis teks sastra lisan Mangalahat Horbo terhadap video upacara tersebut), wawancara langsung dan observasi. Sastra lisan dalam bentuk umpasa pada upacara tradisi ini memiliki makna yang sarat akan nilai-nilai bagi kehidupan, antara lain bernilai religi, budaya dan sosial. Kata Kunci: Mangalahat Horbo, Tradisi 
HOW COULD CALLA STRATEGY BE APPLIED IN TEACHING WRITING ? Netty Flora Hutabarat
BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i69TH XXXV.2417

Abstract

English teacher should think hard how to make the teaching process be interesting and lively in order to reach the goal of teaching. CALLA (Cognitive Academic Language Learning) strategy is recommended to be applied  in teaching writing especially Narrative Paragraph writing, cause this strategy has three components; curriculum content, academic language and learning strategies that the teacher can combine them in the teaching with the fifth phases that strategy  also has; preparation, presentation, practise, evaluation and expansion. This way may lead the process of teaching learning be interesting and lively not monotonous that cause the goal of teaching is gained. Key words: Calla, strategy, apllication, teaching writing
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN AUDITION PRONONCIATION BERBASIS WEB Andi Wete Polili
BAHAS No 83 TH 38 (2011): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i83 TH 38.2558

Abstract

Mata kuliah audition prononciation merupakan mata kuliah yang berhubungan dengan pengucapan, sehingga sangat berperan penting terhadap pemelajar bahasa Prancis untuk dapat berbicara lebih lancar dan jelas sehingga lawan bicara tidak salah pengertian. Pengajaran prononciation berbasis WEB ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa supaya mengaplikasikan teknologi sembari melatih pengucapan yang berhadapan langsung dengan native speaker.   Kata Kunci ; audition prononciation, pengucapan, fonetik, teknologi,pembelajaran
FILSAFAT BAHASA SEBAGAI FUNDAMEN KAJIAN BAHASA Basyaruddin Basyaruddin
BAHAS Vol 26, No 1 (2015): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v26i1.5526

Abstract

Berbeda dengan cabang- cabang filsafat lainnya, filsafat bahasa termasuk bidang yang kompleks dan sulit ditentukan lingkup pengertiannya (Devitt, 1987). Namun demikian bukanlah berarti filsafat bahasa itu merupakan bidang filsafat yang tidak jelas objek pembahasannya. Filsafat bahasa sebagaimana bidang-bidang filsafat lainnya,  seperti filsafat hukum, filsafat manusia, filsafat alam, filsafat sosial dan bidang-bidang filsafat lainnya, membahas, menganalisis dan mencari hakikat bahasa sebagai objek material filsafat bahasa tersebut (Davis, 1976). Pengertian tersebut harus  dibedakan dengan pengertian filsafat analitika bahasa yang menggunakan bahasa sebagai alat analisis konsep-konsep dan masalah-masalah filsafat. Oleh karena itu filsafat bahasa dalam pengertian ini membahas  bahasa sebagai objek material filsafat, sehingga filsafat bahasa membahas hakikat bahasa itu sendiri.     Kata Kunci: Filsafat dan Filsafat Bahasa
SEMIOTIK DALAM TATARAN SEMANTIK (SEMIOTICS INTERPRETING MEANING) Zainuddin Zainuddin
BAHAS Vol 32, No 1 (2021): BAHAS
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v32i1.25680

Abstract

 This article deals with semiotics and semantics. In other words, this article discussing about semiotics Interpreting meaning. Semiotics as the linguistic sain concerning the two important aspects which cannot be seperated, namely the signfied and signifier, since each have different meaning to be considered. De Saussure called the concept “signfie’,” (meaning) “signifiant”, or “signifier” (form). These two sides are so intimately related that they can be compared to a piece of paper. Since it is impossible to cut one sides of the paper without cutting the other. This concept can be interpreted that meaning (signified) is realized  in form (signifier) as semiotics of language expression. It means that semiotics of language consis of 3 components namely, meaning, form and expression. Where is meaning as semiotic sign and form as lexicogrammar, an expression refers to phonology, graphology, of sign. Keywords : Semiotics, Meaning 
PENGGUNAAN LEARNING LOG DAN LEARNING BLOG BERBASIS 6 PENUGASAN KKNI UNTUK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS PARAGRAPH MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS Anggraini Thesisia Saragih; Fahri Haswani; Safrida Lubis
BAHAS Vol 28, No 4 (2017): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v28i4.10090

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran berbentuk Blog yang diperoleh dari materi, Latihan 6 Tugas KKNI serta tulisan dari Laerning Logs. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa semester pertama Prodi Pendidikan Bahasa Inggris stambuk 2017 yang baru menerima 6 penugasan KKNI. Waktu penelitian adalah bulan Mei sampai bulan November 2017. Penelitian menggunakan desain Penelitian dan Pengembangan atau R & D. Instrumen dari penelitian ini adalah observasi di kelas kuesioner untuk mahasiswa kelas A dan wawancara untuk dosen yang mengampu mata kuliah Paragraph Writing. Data dianalis secara deskriptif kualitatif. Produk media divalidasi oleh 2 orang validator untuk isi blog dan 2 orang validator untuk tampilan visual blog. Hasilnya menunjukan ada perbaikan yang harus dibenahi oleh peneliti sehingga menghasilkan produk media yang baik.
ENGLISH VARIETIES USED IN INDONESIAN PRODUCT ADVERTISEMENTS Sisila Fitriany Damanik
BAHAS No 80 TH 38 (2011): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i80 TH 38.2461

Abstract

Advertisement is communicated through some media by many industries by using persuasive and informative languages to attract or direct the consumers to buy the products. In line with the advancement of the English varieties in Indonesia, the language used in the product advertisements is not only Indonesian language, but English as a foreign language is also used by the copywriters of the product advertisement to persuade the consumers. This paper explains and describes English varieties used in some Indonesian product advertisements. The English varieties are observed from the study of words in view of pronunciation, spelling, simple phrases and grammar.   Key words: English varieties, product advertisement, pronunciation, spelling, simple phrases, grammar.

Filter by Year

2007 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 34, No 1 (2023): BAHAS Vol 33, No 4 (2022): BAHAS Vol 33, No 3 (2022): BAHAS Vol 33, No 2 (2022): BAHAS Vol 33, No 1 (2022): BAHAS Vol 32, No 4 (2021): BAHAS Vol 32, No 3 (2021): BAHAS Vol 32, No 2 (2021): BAHAS Vol 32, No 1 (2021): BAHAS Vol 31, No 4 (2020): BAHAS Vol 31, No 3 (2020): BAHAS Vol 31, No 2 (2020): BAHAS Vol 31, No 1 (2020): BAHAS Vol 30, No 4 (2019): BAHAS Vol 30, No 3 (2019): BAHAS Vol 30, No 2 (2019): BAHAS Vol 30, No 1 (2019): BAHAS Vol 29, No 4 (2018): BAHAS Vol 29, No 3 (2018): BAHAS Vol 29, No 2 (2018): BAHAS Vol 29, No 1 (2018): BAHAS Vol 28, No 4 (2017): BAHAS Vol 28, No 3 (2017): BAHAS Vol 28, No 2 (2017): BAHAS Vol 28, No 1 (2017): BAHAS Vol 27, No 4 (2016): BAHAS Vol 27, No 3 (2016): BAHAS Vol 27, No 2 (2016): BAHAS Vol 27, No 1 (2016): BAHAS Vol 26, No 4 (2015): BAHAS Vol 26, No 3 (2015): BAHAS Vol 26, No 2 (2015): BAHAS Vol 26, No 1 (2015): BAHAS Vol 25, No 4 (2014): BAHAS Vol 25, No 3 (2014): BAHAS No 89 TH XL (2014): BAHAS No 86 TH 39 (2013): BAHAS No 85 TH 39 (2013): BAHAS No 85 TH 37 (2012): bahas No 84 TH 38 (2012): BAHAS No 83 TH 38 (2011): BAHAS No 82 TH 38 (2011): BAHAS No 81 TH 38 (2011): BAHAS No 80 TH 38 (2011): BAHAS No 80 TH 37 (2011): BAHAS No 79 TH 37 (2010): BAHAS No 78 TH 37 (2010): BAHAS No 77 TH 37 (2010): BAHAS No 76 TH 37 (2010): BAHAS No 75TH XXXVI (2009): BAHAS No 74TH XXXVI (2009): BAHAS No 73TH XXXVI (2009): BAHAS No 72TH XXXVI (2009): BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS No 65TH XXXIV (2007): JURNAL BAHAS More Issue