cover
Contact Name
Nurhadi Siswanto
Contact Email
corak.jurnalsenikriya@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
corak.jurnalsenikriya@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Corak : Jurnal Seni Kriya
ISSN : 23016027     EISSN : 26854708     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
CORAK adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Kriya, Fakultas Seni Rupa, Institut Seni Indonesia Yogyakarta dengan nomor p-ISSN: 2301-6027 dan nomor e-ISSN: 2685-4708. Jurnal ini berisikan tentang artikel hasil penelitan, gagasan konseptual (hasil pemikiran), penciptaan, resensi buku bidang seni kriya dan hasil pengabdian masyarakat dalam bidang kriya.
Arjuna Subject : -
Articles 269 Documents
TEKNIK PIJATAN GULALI PADA PERHIASAN LOGAM Achmad Fauzi
Corak : Jurnal Seni Kriya Vol 8, No 2 (2019): NOVEMBER 2019
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1232.926 KB) | DOI: 10.24821/corak.v8i2.2788

Abstract

Penciptaan karya seni perhiasan ini berasal dari kerinduan akan kenangan masa kecil yang ceria, bahagia dan sederhana. Dengan pijatan gulali sebagai teknik penciptaan perhiasan logam adalah wujud pengekspresian ide atau gagasan yang terinspirasi dari keunikan dan kekhasan bentuk pijatan gulali. Pijatan gulali tersebut akan dieksplorasi dan dikembangkan dengan daya imajinasi serta kreativitas sehingga tercipta sebuah karya seni perhiasan yang unik. Metode penciptaan yang digunakan berupa aktivitas penggalian sumber ide, pengumpulan data dan referensi, analisis data menggunakan pendekatan estetis. Metode selanjutnya adalah perwujudan karya yang dimulai dari perancangan, pembuatan model atau pola sesuai dengan karya sebenarnya. Teknik yang digunakan dalam penciptaan perhiasan ini adalah teknik cor kuningan, patri dan pave. Karya yang diciptakan berupa empat set perhiasan dengan empat macam pewarnaan dan tiga karya dikombinasikan dengan batu alam antara lain: batu red jasper, batu natural carnelian, batu red swarovski. Kata Kunci: Kenangan, Pijatan, Gulali, Seni, Perhiasan, Logam.
PRODUKSI PERHIASAN BERTEMAKAN FAUNA ENDEMIK INDONESIA SEBAGAI SARANA EDUKASI MASYARAKAT Sza Sza Anggun
Corak : Jurnal Seni Kriya Vol 7, No 2 (2018): NOVEMBER 2018
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (835.413 KB) | DOI: 10.24821/corak.v7i2.2682

Abstract

The lack of information circulation about Indonesia’s endemic fauna in the community, especially regarding the condition of its population in the wild, is one of the causes of the declining population of Indonesia’s endemic fauna. There are still many people who capture and trade without knowing that some of them are on the verge of extinction. The business offers a creative solution to this problem by creating jewelry products that take Indonesian endemic fauna as a visual idea. Educative product marketing is expected to be able to provide information about fauna endemic to the community as well as being a characteristic/identity that distinguishes this business brand from other jewelry businesses.The implementation of this business program is broadly carried out in two stages, namely the production stage and the marketing stage. The production stage consists of exploration of idea, product design, and product realization. After entering the final stage of production, the marketing stage of this business will then begin. The marketing stage begins with planning and carrying out business branding, designing marketing facilities and packaging, and conducting promotions online and offline to the target market. The beauty of this jewelry product is expected to arouse the interest of the community to love and get to know more about Indonesia’s endemic fauna species, while also meeting the people’s need for quality Indonesian-made product.Keywords: fauna, endemic, jewelry, educative  Kurangnya peredaran informasi seputar fauna endemik Indonesia di masyarakat, terutama mengenai keadaan populasinya di alam bebas, merupakan salah satu penyebab menurunnya populasi sebagian fauna endemik Indonesia. Masih banyak masyarakat yang menangkap dan memperjualbelikan fauna endemik tanpa mengetahui bahwa sebagian dari mereka sudah berada di ambang kepunahan. Usaha ini menawarkan sebuah solusi kreatif untuk masalah tersebut dengan menciptakan produk perhiasan yang mengambil fauna endemik Indonesia sebagai ide visualnya. Pemasaran produk yang dilakukan secara edukatif diharapkan dapat memberikan informasi seputar fauna endemik kepada masyarakat sekaligus menjadi sebuah ciri khas/identitas yang membedakan brand usaha ini dengan usaha perhiasan lainnya.Pelaksanaan program usaha ini secara garis besar dilakukan dalam dua tahap, yaitu tahap produksi dan tahap pemasaran. Tahap produksi terdiri atas eksplorasi ide, perancangan produk, dan pewujudan produk. Setelah memasuki tahap akhir produksi, tahap pemasaran usaha ini kemudian mulai dijalankan. Tahapan pemasaran dimulai dengan merencanakan dan melakukan branding usaha, mendesain sarana-sarana pemasaran dan packaging, serta melakukan promosi secara online dan offline kepada target pasar yang dituju. Keindahan dari produk perhiasan ini nantinya diharapkan menggugah minat masyarakat untuk mencintai dan mengenal lebih dalam lagi mengenai spesies fauna endemik Indonesia, sekaligus juga memenuhi kebutuhan masyarakat akan produk buatan Indonesia yang berkualitas.Kata Kunci: fauna, endemik, perhiasan, edukatif
PAKAIAN SERAGAM PERAWAT: SEBUAH RANCANGAN PENELITIAN Deni Arifiana; G.R. Lono Lastoro Simatupang; SP. Gustami
Corak : Jurnal Seni Kriya Vol 7, No 1 (2018): MEI 2018
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1085.987 KB) | DOI: 10.24821/corak.v7i1.2649

Abstract

The nurse's uniform is the main supporter of the nurse in performing her professional roles at the hospital.Therefore, the nurse's uniform is designed to meet the needs of her professional role in the hospital, although in practice the nurse's uniform is not always able to function properly. This article aims to identify the variables that need to be considered in the study of professional uniform design, especially nurses. The hope, this paper can contribute to the design of similar studies. Assessment of the design of nurse uniforms is done through literature and document studies, with the scope of the in-patient nurses' uniforms. This article shows that the variables that need to be considered in the study of professional uniform design, especially the nurse, cover the professional needs and criteria for the design requirements of professional uniform. The stages that need to be done in analyzing the functional design of professional uniform are grouped into 4 stages, including: stage identifying the needs of the profession; determine the functional requirements of the profession; establishing criteria for the design of professional uniforms; and the stage reflects the functional needs of the profession into the clothing design. Key words: uniforms, nurses, design-research  Pakaian seragam perawat merupakan pendukung utama perawat dalam menjalankan aktifitas peran profesinya di rumah sakit. Maka dari itu, pakaian seragam perawat dirancang untuk memenuhi kebutuhan profesinya di rumah sakit, kendati pada praktiknya pakaian seragam perawat tidak selalu dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi variabel-variabel yang perlu dipertimbangkan dalam penelitian desain pakaian seragam profesi, khususnya perawat. Harapannya, tulisan ini dapat berkontribusi bagi perancangan penelitian-penelitian sejenis. Pengkajian terhadap desain pakaian seragam perawat dilakukan melalui studi literatur dan dokumen, dengan ruang lingkup pada pakaian seragam perawat rawat inap. Tulisan ini menunjukkan bahwa variabel-variabel yang perlu dipertimbangkan dalam penelitian desain pakaian seragam profesi (perawat), mencakup kebutuhan-kebutuhan profesi dan kriteria persyaratan desain pakaian seragam profesi. Adapun tahapan yang perlu dilakukan dalam menganalisis fungsional desain pakaian seragam profesi dikelompokkan ke dalam 4 tahap, meliputi: tahap mengidentifikasi kebutuhan profesi; menetapkan kebutuhan fungsional profesi; menetapkan kriteria desain pakaian seragam profesi; dan tahap merefleksikan kebutuhan fungsional profesi ke dalam desain pakaian. Kata kunci: pakaian-seragam, perawat, rancangan-penelitian
EROTIKA KAMASUTRA Yulianto, Andi Kurnia
Corak : Jurnal Seni Kriya Vol 8, No 2 (2019): NOVEMBER 2019
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/corak.v8i2.3115

Abstract

Visualisasi Kamasutra Malanaga Vatsyayana dalam Karya Seni Rupa Kontemporer.
KEBEN (BARRINGTONIA ASIATICA), MOTIF DAN PEWARNA BATIK Djandjang Purwo Sedjati
Corak : Jurnal Seni Kriya Vol 8, No 2 (2019): NOVEMBER 2019
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1287.032 KB) | DOI: 10.24821/corak.v8i2.2789

Abstract

Perkembangan batik di Yogyakarta cukup menggembirakan, namun bila melihat  batik khas Yogyakarta di pasaran masih di dominasi  motif lama yang sudah ada sejak dulu. Motif baru khas Yogyakarta belum nampak secara signifikan, kalau pun ada masih sebatas mengkomposisikan tata letak beberapa motif yang dijadikan satu dalam sebuah kain. Hal ini kurang menjadi daya tarik, sehingga diperlukan karya ciptaan baru yang kreatif dan inovatif yang akan memperkaya motif batik khas Yogyakarta dan akan memantabkan kedudukan sebagai kota batik dunia. Berangkat dari kondisi tersebut, penulis ingin menciptakan motif baru dengan mengambil tumbuhan Keben (Barringtonia Asiatica) sebagai motif dan pewarna alam pada kain panjang batik tulis. Metode pustaka dan metode observasi digunakan untuk mengumpulkan data. Metode Practiced Based Research digunakan untuk memperoleh pengetahuan baru melalui riset praktek dan hasil riset praktek. Metode Penciptaan Seni Kriya Pola Tiga Tahap Enam Langkah digunakan untuk menggali sumber ide dan perancangan. Metode Eksperimen dan Improvisasi juga digunakan penulis untuk mendapatkan pengetahuan baru dari eksperimen yang dilakukan terutama pada pewarna alam serta improvisasi bila dalam pelaksanaan menemukan ide-ide baru. Karya yang dihasilkan berupa 4 lembar kain panjang batik tulis sutera motif stilisasi daun,bunga dan buah Keben dengan zat warna alam Keben dikombinasikan pewarna alam lain yang menghasilkan warna khas batik Yogyakarta. Pola yang dipakai adalah pola Ceplok, Parang, dan Lung-Lungan. Kata Kunci : Keben, Batik, Warna Alam
PENCIPTAAN BUSANA ANAK DENGAN MENERAPKAN TEKNIK SUBSTRACTION CUTTING Esther Mayliana
Corak : Jurnal Seni Kriya Vol 8, No 1 (2019): MEI 2019
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1163.891 KB) | DOI: 10.24821/corak.v8i1.2690

Abstract

Children's clothing is clothing used by children in the age range of 6-12 years. Children's clothing has the main criteria that is comfortable when used. Comfort can be obtained from the choice of the type of material used and the design of children's clothing. The process of making fashion is very varied, and is increasingly developing, one of which is the Substraction cutting technique. Clothing made with substraction cutting techniques is usually women's clothing. This study wanted to examine the application of Substraction cutting techniques with the Tunnel method to make children's clothing.This study has 3 objectives, that is to find out how to make children's clothing with Substraction cutting techniques, efficient use of materials and speed of the fashion making process. This research uses the Action Reserch method. The method of creation through 3 stages, that is exploration, design and realization. In this study several techniques in pattern placement were carried out, and the results were: (1) Making clothes with the substraction cutting technique does not require two circle patterns to increase the volume, but just one circle pattern if needed., (2) Fabric folds when cutting material is necessary pay attention to produce the desired length of clothing, (3) The volume produced from the substraction cutting technique can be completed by draping technique, as decoration that is part of the children's clothing, (4) Substraction cutting technique removes relatively little fabric (5) The process that is passed is enough fast because it cuts down several stages in the process of making fashion in general.Keywords: Children's Clothing, Substraction Cutting, Tunnel Busana anak adalah busana yang digunakan oleh anak di rentang usia 6-12 tahun. Busana anak memiliki kriteria utama yaitu nyaman saat digunakan. Kenyamanan dapat diperoleh dari pilihan jenis bahan yang digunakan serta desain busana anak. Proses pembuatan  busana  sangat bervariasi, dan semakin berkembang,  salah satunya  adalah teknik Substraction cutting. Busana yang dibuat dengan teknik Substraction cutting biasanya adalah busana wanita. Penelitian kali ini ingin meneliti penerapan teknik Substraction cutting dengan metode Tunnel untuk membuat busana anak. Penelitian ini memiliki 3 tujuan, yaitu untuk mengetahui bagaimana cara membuat busana anak dengan teknik Substraction cutting, efisiensi penggunaan bahan dan kecepatan proses pembuatan busana. Penelitian ini  menggunakan  metode Action Reserch. Metode penciptaan melalui 3 tahapan yaitu eksplorasi, perancangan dan perwujudan. Pada penelitian ini beberapa tehnik dalam penempatan pola dilakukan, dan hasilnya adalah: (1) Pembuatan busana dengan teknik Substraction cutting tidak diperlukan dua pola lingkaran untuk penambah volume, namun cukup satu pola lingkaran jika diperlukan., (2) Lipatan kain saat memotong bahan perlu diperhatikan untuk menghasilkan panjang busana yang diinginkan, (3) Volume yang dihasilkan dari teknik Substraction cutting dapat diselesaikan dengan teknik draping, sebagai hiasan yang menjadi bagian dari busana anak, (4)Teknik Substraction cutting membuang kain relatif sedikit (5) Proses yang dilalui cukup cepat karena memangkas beberapa tahap dalam proses pembuatan busana pada umumnya.Kata kunci: Busana Anak, Substraction Cutting, Tunnel
JUDUL “LATAH”, JUDUL WARISAN LAPORAN TUGAS AKHIR PENCIPTAAN KRIYA 2012-2017 Retno Purwandari
Corak : Jurnal Seni Kriya Vol 7, No 2 (2018): NOVEMBER 2018
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (803.06 KB) | DOI: 10.24821/corak.v7i2.2677

Abstract

This paper is the result of the research that examines the titles of the final project reports on the creation of the Kriya major in the art faculty of the Indonesian Art Institute in Yogyakarta 2012-2017. This research was triggered because the titles of the final project students seemed monotonous and not challenging, there was no suitability of the purpose conveyed in the visual language of artwork created with the lingual language of the final assignment report title. Data collection is done directly in the library majoring of Kriya. The data found is linguistically classified, then analyzed from the language structure and highlighted aspects. The result found are in accordance with the hypothesis that the titles of the final assignments from 2012-2017 are very monotonous because they are dominated by two forms of title styles with only one aspect of prominence, namely the source of creation. This is very unfortunate, because students cannot take the opportunity to express their art expressively and scientifically through the final project title. Therefore, through the results of the study students are expected to be more able to higlight other aspects that are in accordance with what is emphasized in his artwork into the final project title. Keywords: “Latah” title, the title of final report on the creation of Kriya  Tulisan ini merupakan hasil penelitian yang menelaah judul-judul Tugas Akhir (TA) Laporan Penciptaan di Jurusan Kriya, Fakultas Seni Rupa, ISI Yogyakarta tahun 2012-2017. Penelitian ini tercetus dikarenakan judul-judul TA mahasiswa terkesan monoton dan tidak menantang, tidak ada kesesuaian maksud dari yang disampaikan pada bahasa visual dari karya seni yang diciptakan dengan bahasa lingual judul laporan TA-nya. Pengumpulan data dilakukan secara langsung di perpustakaan Jurusan Kriya. Data yang ditemukan diklasifikasi secara kebahasaan, kemudian dianalisis dari struktur bahasa dan aspek yang ditonjolkan. Hasil yang ditemukan sesuai dengan hipotesis awal bahwa judul-judul TA dari tahun 2012-2017 sangat monoton karena didominasi oleh dua bentuk gaya judul dengan satu aspek penonjolan saja, yakni aspek sumber penciptaan. Hal ini sangat disayangkan karena mahasiswa tidak bisa mengambil kesempatan untuk membahasakan karya seninya secara ekspresif dan ilmiah melalui judul TA. Oleh karena itu, melalui hasil penelitian ini diharapkan nantinya mahasiswa lebih bisa menonjolkan aspek-aspek lain yang sesuai dengan apa yang ditekankan di karya seninya ke dalam judul TA. Kata Kunci: Judul “Latah”, judul TA Laporan Penciptaan Kriya
TOPENG KLASIK GAYA YOGYAKARTA DAN KREATIF MODERN KARYA SUPANA PONOWIGUNA KAJIAN FUNGSI, GAYA, DAN STRUKTUR Arif Suharson
Corak : Jurnal Seni Kriya Vol 7, No 1 (2018): MEI 2018
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1032.134 KB) | DOI: 10.24821/corak.v7i1.2667

Abstract

The culture of mask has been in existence for a very long time ago. A number of archeological studies have found various types of mask since the prehistoric era thousand years ago. The historical data have revealed some important information on the usage of masks in human life in their interaction with the nature. These findings will be beneficial for the improvement of contemporary moment. They will also serve as the scientific reference to identify the materials, process, and development. When we observe carefully, Indonesia is rich of various kinds of traditional culture such as the mask art. Masks have unique characteristics depending on their origin.  Masks are created intentionally to represent magical or ritual purposes. They also serve as the decorative or social symbols in the societies. Therefore, the existence of mask art has become a part of social culture. The creative creation of masks has represented the intellectual establishment of the artisans to comply with the ongoing social development. Therefore, we have classic, modern, and contemporary masks as the manifestation of the developing era and the satisfaction of transformative artistic artisans in visual arts. Keywords: mask, culture, creative, creation  Budaya topeng telah ada sejak dahulu kala. Sejumlah penelitian arkeologi telah menemukan berbagai jenis topeng sejak zaman prasejarah seribu tahun yang lalu. Data historis telah mengungkapkan beberapa informasi penting tentang penggunaan topeng dalam kehidupan manusia dalam interaksinya dengan alam. Temuan ini akan bermanfaat untuk peningkatan momen kontemporer. Mereka juga akan berfungsi sebagai referensi ilmiah untuk mengidentifikasi bahan, proses, dan pengembangan. Ketika kita amati dengan cermat, Indonesia kaya akan berbagai jenis budaya tradisional seperti seni topeng. Masker memiliki karakteristik unik tergantung pada asalnya. Topeng diciptakan dengan sengaja untuk mewakili tujuan magis atau ritual. Mereka juga berfungsi sebagai simbol dekoratif atau sosial dalam masyarakat. Karena itu, keberadaan seni topeng telah menjadi bagian dari budaya sosial. Pembuatan topeng yang kreatif telah merepresentasikan pembentukan intelektual para pengrajin untuk mematuhi perkembangan sosial yang sedang berlangsung. Oleh karena itu, kami memiliki topeng klasik, modern, dan kontemporer sebagai perwujudan dari era yang sedang berkembang dan kepuasan para pengrajin artistik transformatif dalam seni visual. Kata kunci : topeng, budaya, kreatif, kreasi
“INGAT NIKMAT-NYA” Rispul, Rispul
Corak : Jurnal Seni Kriya Vol 8, No 1 (2019): MEI 2019
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/corak.v8i1.3090

Abstract

Karya kaligrafi tiga dimensional ini dimaksudkan untuk mengingatkan atas nikmat Allah SWT yang dilimpahkan seluruh ummat manusia. Dimana, manusia sering kali melupakan nikmat-nikmat tersebut. Oleh karena itu, Allah SWT mengulang-ulang peringatan atas nikmat-nikmat tersebut, sebagaimana terantum di dalam Al-Quran surat Ar-Rahman.
BUNGA ANGGREK HITAM SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA BATIK PADA KAIN TENUN ULAP DOYO Irma Indah Sari
Corak : Jurnal Seni Kriya Vol 8, No 2 (2019): NOVEMBER 2019
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (929.444 KB) | DOI: 10.24821/corak.v8i2.2792

Abstract

Black orchid flower is a natural plant typical of Borneo. Human life cannot be separated from the surrounding environment. The admiration of the authors of black orchid flowers aroused the writer's request to preserve this natural Kalimantan plant, by making artworks with the concept of batik that raised the theme of black orchid flowers. By making this work the author hopes that the community has concern and awareness of the black orchid flower and its natural habitat. This batik work will be poured on the woven Ulap Doyo which comes from doyo leaf fibers typical of East Kalimantan. Making a senior work The method used is discussing aesthetics and asking for empirical, while the method used is the method that uses S.P. Gustami, namely exploration, design, embodiment. When starting exploration, it starts with data collection. The data collection method used is literature study. At the time of design, two designs were made and the designs were made through an embodiment process. This written batik works using traditional batik techniques using the canting process, the dye dye synthesis technique, the colet and the lorodan process. This work also has a unique impression that uses the basic ingredients of doyo weaving derived from doyo leaf fiber which has been through a long process, making it a unique webbing. This work is a batik work combined with doyo weaving. The work produced by the panel made of interior decoration, is accepted to be very flexible because it can only be interior decoration, besides being easily appreciated and conveyed the message can also encourage creative economic inspiration of local wisdom of the local community. From this final project, 2 panel works were made. The panel work that was made still used the original shape and color of the black orchid flower did not want to eliminate the character of the black orchid flower, but there were some that the author made with the author's creations such as curves on the stem and leaves. The colors created have bright colors and black that have characteristics such as Borneo and black orchid flowers that are not far from the theme taken, while the fining uses filigree figures. Keywords: Black Orchid Flowers, Written Batik, Doyo Ulap Weaving Bunga anggrek hitam merupakan tumbuhan alam khas Kalimantan. Kehidupan manusia tidak lepas dari alam sekitarnya. Kekaguman penulis akan bunga anggrek hitam menggugah keinginan penulis untuk melestarikan tanaman alam Kalimantan ini, dengan cara membuat suatu karya seni dengan konsep batik yang mengangkat tema bunga anggrek hitam. Dengan pembuatan karya ini penulis berharap agar masyarakat memiliki keperdulian dan kesadaran terhadap bunga anggrek hitam dan alam habitatnya. Karya batik ini akan dituangkan di atas tenun Ulap Doyo yang berasal dari serat daun doyo khas Kalimantan Timur. Pembuatan sebuah karya seni Metode pendekatan yang digunakan adalah pendekatan estetika dan pendekatan empiris, sedangkan metode penciptaan yang digunakan ialah metode penciptaan S.P. Gustami, yakni eksplorasi, perancangan, perwujudan. Pada tahap eksplorasi, penciptaan diawali dengan melakukan pengumpulan data. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka. Pada tahap perancangan dibuatlah 2 rancangan karya kemudian rancangan-rancangan ini diwujudkan melalui proses perwujudan. Karya batik tulis ini menggunakan teknik batik tradisional dengan menggunakan proses canting, teknik pewarnaan sintesis celup tutup, colet dan proses lorodan. Karya ini juga memiliki kesan yang unik dikarenakan menggunakan bahan dasar tenun ulap doyo yang berasal dari serat tumbuhan daun doyo yang telah melalui proses panjang, sehingga menjadi sebuah tenun yang unik. Karya ini merupakan karya batik yang dipadukan dengan tenun ulap doyo. Karya yang dihasilkan berupa kaya panel yang berfungsi sebagai hiasan interior, dirasakan sangat fleksibel karena bisa untuk hiasan interior dimana saja, selain mudah diapresiasi dan menyampaikan pesan juga dapat mendorong inspirasi ekonomi kreatif kearifan lokal  masyarakat  setempat. Dari karya tugas akhir ini berhasil diciptakan 2 karya panel. Karya panel yang diciptakan masih menggunakan bentuk dan warna asli pada bunga anggrek hitam dikarenakan tidak ingin menghilangkan karakter pada bunga anggrek hitam namun ada beberapa yang penulis kreasikan dengan kreasi penulis seperti lekukan pada batang dan daunnya. Warna-warna yang diciptakan memiliki warna-warna cerah dan gelap yang memiliki karakteristik seperti alam Kalimantan dan bunga anggrek hitam yang tidak jauh dari tema yang diambil, sedangkan sebagai fininghing-nya menggunakan figura kerawang. Kata kunci : Bunga Anggrek Hitam, Batik Tulis, Tenun Ulap Doyo