cover
Contact Name
Nurhadi Siswanto
Contact Email
corak.jurnalsenikriya@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
corak.jurnalsenikriya@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Corak : Jurnal Seni Kriya
ISSN : 23016027     EISSN : 26854708     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
CORAK adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Kriya, Fakultas Seni Rupa, Institut Seni Indonesia Yogyakarta dengan nomor p-ISSN: 2301-6027 dan nomor e-ISSN: 2685-4708. Jurnal ini berisikan tentang artikel hasil penelitan, gagasan konseptual (hasil pemikiran), penciptaan, resensi buku bidang seni kriya dan hasil pengabdian masyarakat dalam bidang kriya.
Arjuna Subject : -
Articles 269 Documents
PENGGUNAAN LIMBAH KULIT SAMAK KROM PADA KEMASAN PRODUK OLAHAN KAYU GAHARU Agung Wicaksono; Retno Purwandari
Corak : Jurnal Seni Kriya Vol 9, No 1 (2020): MEI 2020
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/corak.v9i1.4175

Abstract

This research needs to be carried out to help improve the people’s economy. Stems from seeing the availability of chromium leather waste in Magetan that is not utilized properly. O n the other hand, there is a quality product that is processed products of agarwood in West Kalimantan, especially in the CV Global Agarwood Station but not selling because the packaging is not designed to be attractive. Agarwood can be processed into chips, oils that can be used for aromatherapy and parfume, and agarwood sculpture. Therefore, this research is expected to be able to realize the packaging of agarwood processed wood products by considering the composition of the design elements of the chrome tanned leather waste material in Magetan. This research method uses the flow or stages, namely predesign, design, embodiment, and presentation. Chrome leather packaging products produced apply the composition of design elements from two cultures in West Kalimantan, namely Dayak and Malay with hand sewing techniques, machine sewing, laser, and punching. Cultural elements of both, such as flora, specificity of the ornaments, and the specificity of colors appearing on the product packaging. This product packaging is expected to increase the selling value of agarwood processed wood products.Penelitian ini perlu dilaksanakan untuk membantu peningkatan perekonomian rakyat. Bermula dari melihat ketersediaan limbah kulit samak krom di Magetan yang tidak dimanfaatkan dengan baik. Di lain hal, ada suatu produk berkualitas yakni produk olahan kayu gaharu yang ada di Kalimantan Barat khususnya di CV Global Agarwood Station tetapi kurang menjual karena kemasannya tidak dirancang menarik. Kayu gaharu dapat diolah menjadi serpihan kayu (chip), minyak yang bisa dimanfaatkan untuk aromaterapi dan parfum, serta agarwood sculpture. Untuk itu, melalui penelitian ini diharapkan mampu mewujudkan kemasan produk olahan kayu gaharu dengan mempertimbangkan komposisi elemen desain dari bahan limbah kulit samak krom yang ada di Magetan. Metode penelitian ini menggunakan alur atau tahapan, yakni: praperancangan, perancangan, perwujudan, dan penyajian. Produk kemasan berbahan kulit samak krom yang dihasilkan mengaplikasikan komposisi elemen desain dari dua budaya yang ada di Kalimantan Barat, yaitu Dayak dan Melayu dengan teknik jahit tangan, jahit mesin, laser, dan punching. Unsur-unsur budaya dari keduanya, seperti flora, kekhasan ornamen, dan kekhasan warna dimunculkan pada kemasan produknya. Dengan kemasan produk ini diharapkan menambah nilai jual produk olahan kayu gaharu.
KREASI KARAKTER DINOSAURUS SEBAGAI PERWUJUDAN BATIK BAGIAN DARI BUDAYA POPULER Dyanningrum Pradhikta; Fatmawati Fatmawati; Romy Setiawan
Corak : Jurnal Seni Kriya Vol 9, No 1 (2020): MEI 2020
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/corak.v9i1.3401

Abstract

ABSTRACT  Lifestyle, especially fashion will follow its era, including batik. Without breakthroughs, batik innovation and creations will be increasingly abandoned. Therefore we need new breakthroughs that will make batik popular. The creation of batik based on ideas from dinosaurs is one form of development carried out. Therefore in this study an attempt was made to visualize the character of dinosaurs in the form of batik motifs. The research method used is the creation method in which there are three stages in the creation process, namely the initial stage / overall exploration, continued from the initial stage / specific exploration and realization. The results of this study are expected to make a positive contribution to the development of batik which is expected to synergize with the developing popular culture. Wahana Dino Park, is part of the popular culture that developed in the city of Batu. The popularity and uniqueness of Dino Park will inspire the creation of batik motifs. Batik is made in two choices of motifs, which overall show the character or figure of dinosaurs in Dino Park combined with a sprinkling of floral motifs found in the city of Batu.  ABSTRAK  Gaya hidup terutama fashion akan mengikuti jamannya termasuk batik. Tanpa terobosan, inovasi dan kreasi batik akan semakin ditinggalkan. Oleh karena itu dibutuhkan terobosan-terobosan baru yang akan membuat batik populer. Penciptaan batik berdasarkan ide dari dinosaurus merupakan salah satu bentuk pengembangan yang dilakukan. Karenanya pada penelitian ini dilakukan upaya untuk memvisualisasikan karakter dinosaurus dalam bentuk motif batik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penciptaan dimana terdapat tiga tahap dalam proses penciptaan ini yaitu tahap awal/ekplorasi secara keseluruhan, lanjutan dari tahap awal/eksplorasi secara spesifik dan perwujudan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi perkembangan batik yang diharapkan bersinergi dengan budaya popular yang sedang berkembang. Wahana Dino Park ,merupakan bagian dari budaya popular yang berkembang di kota Batu. Kepopuleran dan keunikan yang dimiliki Dino Park akan menjadi inspirasi penciptaan motif batik tulis. Batik dibuat dalam dua pilihan motif, dimana secara keseluruhan menampilkan karakter atau figur dinosaurus yang ada di Dino Park dipadu dengan taburan motif bunga yang terdapat di kota Batu.  
ECLECTIC STYLE P0M-POM BLANKET Dheasari Rachdantia
Corak : Jurnal Seni Kriya Vol 9, No 2 (2020): NOVEMBER 2020
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/corak.v9i2.3792

Abstract

Pom-pom blanket is a combination of pom-poms whose manufacturing process is carried out on a spanram or construction tool to make the integrated circuit not separate. Most people make pom pom blankets for the purpose of making carpets or blankets which are actually only used as accents on the edge of a blanket. This creation as an effort to create clothing using blank blankets as its main focus. Manifested in fashion with an eclectic style that emphasizes novelty, skills, and expression when worn. The realization of this work uses the Practice Based Research method. This method is a direct research to obtain new knowledge through practice. This fashion work uses the domination of pom-pom blankets with an eclectic style. The manufacturing process takes longer than making ordinary clothes because there is a process of weaving to manually create pom-pom blankets and choosing a combination of various colors and shapes of clothing. Pom-pom blanket merupakan gabungan pom-pom yang proses pembuatannya dilakukan pada spanram atau alat pembidang untuk menjadikan rangkaian yang menyatu tidak terpisah-pisah. Kebanyakan masyarakat membuat pom-pom blanket untuk keperluan pembuatan karpet atau selimut yang sebenarnya pom-pom hanya digunakan sebagai aksen pada pinggiran selimut. Penciptaan ini sebagai salah satu upaya menciptakan busana menggunakan pom-pom blanket sebagai focus utamanya. Diwujudkan pada busana dengan eclectic style yang mengutamakan kebaruan, keterampilan, dan pengungkapan ekspresi ketika dikenakan. Perwujudan karya ini menggunakan metode Practice Based Research. Metode ini merupakan penelitian secara langsung untuk memperoleh pengetahuan baru melalui praktek. Karya busana ini menggunakan dominasi pom-pom blanket dengan eclectic style. Pada proses pembuatan memakan waktu yang lebih lama dari pembuatan busana biasa dikarenakan terdapat proses menganyam untuk pembuatan pom-pom blanket secara manual dan memilih perpaduan berbagai warna dan bentuk busana.
LIMBAH RANTING, DAUN, DAN BUNGA KERING SEBAGAI MATERIAL PENCIPTAAN KARYA RUSTIC WOOD SLICE Swastika Dhesti Anggriani; Lisa Sidyawati; Abdul Rahman Prasetyo; Elvira Kurnia Ramadhani
Corak : Jurnal Seni Kriya Vol 10, No 1 (2021): MEI 2021
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/corak.v10i1.4347

Abstract

The purpose of designing this rustic wood slice artwork with the basic material of waste branches, leaves, and dried flowers is to create new artwork and develope the skills of productive communities in Watu Gong, Malang City, East Java. This rustic wood slice is a artwork that can be used as decorative objects, used objects, and souvenirs for visitors of The Watu Gong.  The method used in this study is method of craft creation which consist of 3 stages including exploration, design, and realization of actualization. The exploration phase starts from observing natural resources, such as wood, branches, leaves, and flowers which can be processed into basic materials for making rustic wood slice artwork. At the design stage, several sketches were made as an alternative design. From these alternative, one design sketch was chosen which was turned into an actual artwork. The realization or actualization stage is carried out by several processes, including preparation of tools and materials, exploration main materials and supporting materials placement, and actualization of the actual artwork. The results of this creation are 2 types of rustic wood slice artwork, namely rustic wood slice jar and rustic wood slice mirrorTujuan perancangan karya rustic wood slice dengan bahan dasar limbah ranting, daun, dan bunga kering ini adalah menciptakan karya baru dan mengembangkan keterampilan masyarakat produktif di daerah Watu Gong, Kota Malang, Jawa Timur. Karya rustic wood Slice ini merupakan salah satu karya yang dapat dijadikan sebagai benda hias, benda pakai, dan souvenir bagi pengunjung objek wisata Watu Gong yang ada di daerah ini. Metode penciptaan yang digunakan adalah metode penciptaan seni kriya yang mencakup 3 tahapan, yaitu eksplorasi, perancangan, dan pewujudan. Tahap eksplorasi dimulai dari pengamatan sumber daya alam, seperti kayu, ranting, daun, dan bunga yang dapat diolah menjadi bahan dasar pembuatan karya rustic wood slice. Pada tahap perancangan, dibuat beberapa gambar sketsa desain sebagai alternatif desain. Dari beberapa alternatif desain tersebut dipilih 1 gambar sketsa yang akan diwujudkan menjadi karya sebenarnya. Tahap pewujudan dilakukan melalui beberapa proses, yaitu persiapan alat dan bahan, eksplorasi peletakan material utama dan material pendukung, serta pewujudan karya sebenarnya. Hasil penciptaan berupa dua jenis karya rustic wood slice, yaitu toples rustic wood slice dan kaca cermin  rustic wood slice. 
EKSPLORASI PERINTANG TEKSTIL DENGAN INSPIRASI VISUAL BATIK REMEKAN PADA PRODUK FASHION Wahidiah Listianingrum; Aldi Hendrawan
Corak : Jurnal Seni Kriya Vol 9, No 2 (2020): NOVEMBER 2020
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/corak.v9i2.4170

Abstract

  The textile dyeing process is inseparable from the role of resist. Resisting in the coloring process functions as a medium to hold the dye to not soaked completely in the fabric that it can form the pattern. A few resist materials popular in the textile industry such as wax for Batik, rice paste for katazome, and cassava starch for adire eleko. Aside from starch, flour has the potential to resist dye. Flour is a material processed from starch that can be found in tubers or cereal plants. Besides aiming to find a suitable resist material from various types of flour, this research also aimed to resist innovation as raw material for the public using experimental methods through material exploration with Batik Remekan as inspiration and applied to kimono-style fashion product using soga tingi extracts and natural fiber fabric. Proses pewarnaan tekstil tidak lepas dari peran perintang. Perintang dalam proses pewarnaan berfungsi sebagai media untuk menahan zat warna untuk meresap pada kain secara keseluruhan, sehingga motif bisa terbentuk. Hingga saat ini beberapa jenis perintang yang cukup populer dalam industri tekstil yaitu malam sebagai perintang batik, pasta beras pada teknik katazome dan pati singkong pada teknik adire eleko. Selain pati, bahan baku yang potensial digunakan sebagai perintang adalah tepung. Tepung merupakan hasil olahan pati yang ditemukan pada umbi – umbian atau tanaman sejenis serelia. Selain bertujuan untuk menemukan perintang yang cocok dari ragam jenis tepung. Penelitian ini juga bertujuan untuk memberikan inovasi bahan baku perintang kepada masyarakat yang dilakukan melalui metode eksperimental berupa eksplorasi dengan batik remekan sebagai inspirasi dan diaplikasikan pada produk fashion bergaya kimono menggunakan ekstrak soga tingi dan kain berserat alam. 
FINISHING KRIYA KAYU BERPENDAR DALAM GELAP PADA TEMA KERUSAKAN ASTREOPORA Moch Fachruddin B Soedjarwo
Corak : Jurnal Seni Kriya Vol 10, No 1 (2021): MEI 2021
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/corak.v10i1.4734

Abstract

 Finishing works of wood crafts generally use materials that serve to coat and give the wood the color you want. In this creation, the author was inspired by the discovery of the phenomenon of coral fluorescence (coral reefs that can glow), but this beauty is not in line with the damage to corals, especially Astreopora. The concept of the work with double color effects is expected to educate the public and contribute to new knowledge about wood craft finishing techniques that glow in the dark. The creation method used is Practiced Based Research which is a way of doing or creating something based on things that must be researched and accountable. After carrying out the stages in research-based practice, there are several techniques and works with three types of finishing that are capable of producing fluorescent wood crafts in the dark : 1. Fluorescent fiber finishing, 2. Fluorescent Transparent Finishing, 3. Fluorescent resin finishing. Which is applied to Astreopora-themed wooden craft work. Finishing karya kayu pada umumnya menggunakan bahan-bahan yang berfungsi untuk melapisi dan memberi warna kayu  sesuai yang  diinginkan. Penulis terinspirasi pada fenomena fluoresensi karang (terumbu karang yang mampu bercahaya), namun keindahan tersebut tidak sejalan dengan kerusakan yang terjadi pada karang khususnya Astreopora. Finishing kayu bercahaya dengan dobel efek warna yang dihasilkan diharapkan dapat mengedukasi masyarakat dan menyumbang pengetahuan baru tentang teknik finishing kayu. Metode penciptaan yang digunakan adalah Practiced Based Research yang merupakan cara melakukan atau menciptakan sesuatu berlandaskan pada hal-hal yang harus diteliti dan dapat dipertanggungjawabkan. Setelah dilakukan tahapan-tahapan dalam praktik berbasis riset didapatkan hasil penelitian berupa tiga jenis finishing kayu yang dapat bercahaya dalam gelap, yaitu 1. Finishing serat bercahaya, 2. Finishing transparan bercahaya, 3. Finishing resin bercahaya,. Tiga tipe finishing ini diaplikasikan pada karya kriya kayu bertema kerusakan terumbu karang Astreopora.
REVIEW KARYA TULIS ILMIAH SEBAGAI ACUAN DALAM PENCIPTAAN SUATU KARYA BUSANA ARTWEAR BERGAYA BOHEMIAN Rofifah Muthiah Ramadhan; Suciati Suciati
Corak : Jurnal Seni Kriya Vol 9, No 2 (2020): NOVEMBER 2020
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/corak.v9i2.4057

Abstract

 Create a bohemian style of art wear by macramé by making craftwork in the field of fashion in the form of a leaf-shaped macrame technique by taking the concept of autumn, this macrame leaf is applied to the form of clothing with the theme of art wear by adopting a bohemian style. Various scientific papers in the form of journals, articles, and thesis become a reference for the analysis of the work being made. The purpose of reading various scientific papers, the writer gets an imagination in the creation of this work. The method used is by identifying ten scientific papers in the form of journals, articles, undergraduate thesis, thesis, and learning modules related to making art wear with macramé techniques in bohemian style. By analyzing the problems, objectives, benefits, methodology, results, or findings contained in the scientific papers, it is the beginning of the process for the writer to get ideas related to the creation of textile craftwork. The activity of reviewing scientific papers makes a picture in the creation of a work with reliable sources in the form of their research. Pembuatan artwear dengan teknik makrame bergaya bohemian dengan membuat suatu karya kriya di bidang busana berupa teknik makrame berbentuk daun daun dengan mengambil konsep musim gugur, yang diaplikasikan ke dalam bentuk busana dengan tema artwear dengan mengadopsi gaya bohemian. Berbagai karya tulis ilmiah berupa jurnal, artikel, dan thesis menjadi acuan analisis dalam pembuatan karya. Tujuan dari membaca berbagai karya tulis ilmiah tersebut, agar penulis mendapatkan gambaran dalam penciptaan karya ini. Metode yang dilakukan yaitu dengan cara mengidentifikasi sepuluh karya tulis ilmiah berupa jurnal, artikel, thesis, skripsi, dan modul pembelajaran yang berhubungan dengan pembuatan artwear dengan teknik makrame pada bohemian style. Dengan menganalisis permasalahan, tujuan, manfaat, metodologi, hasil, atau penemuan yang terkandung dalam karya tulis ilmiah tersebut dapat dijadikan awal proses untuk penulis mendapatkan ide ide terkait penciptaan suatu karya busana kriya tekstil ini. Kegiatan mereview karya tulis ilmiah ini menjadikan gambaran dalam penciptaan suatu karya dengan berbagai sumber yang terpercaya berupa hasil penelitian. 
PERANCANGAN MOTIF DEKORATIF PASIR BERBISIK PADA BUSANA READY TO WEAR Agni Agustin; Sari Yuningsih
Corak : Jurnal Seni Kriya Vol 10, No 1 (2021): MEI 2021
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/corak.v10i1.4226

Abstract

Indonesia's diverse natural wealth is very interesting to browse and explore. One of the interesting phenomena is Pasir Berbisik and Edelweiss flowers on Mount Bromo, Malang, East Java. Pasir Berbisik comes from the phenomenon when the wind blows and grains of sand fly and sounds like a whisper in everyone's ear passing by, this phenomenon has an interesting and unique visualization to be used as a decorative element in clothing. In this study, these uniqueness will be explored with various textile decorative techniques to produce ready-to-wear designs, inspired by Pasir Berbisik and Edelweiss flowers. The result of this study is a collection of ready-to-wear clothing inspired by Pasir Berbisik and Edelweiss flowers with Tie dye and embroidery techniques. With this collection, it is hoped that it can provide a new alternative in the development of ready-to-wear clothing for academics or fashion practitioners. Kekayaan alam Indonesia yang beragam sangat menarik untuk ditelusuri dan diekplorasi. Salah satu fenomena yang menarik, yaitu pasir berbisik dan bunga Edelweis di Gunung Bromo, Malang, Jawa timur. Pasir berbisik berasal dari fenomena ketika angin bertiup lalu butiran-butiran pasir beterbangan dan terdengar seperti bisikan di telinga setiap orang yang melewatinya. Fenomena tersebut memiliki visualisiasi yang menarik dan unik untuk dijadikan salah satu elemen dekoratif pada busana. Pada kajian ini, keunikan tersebut akan diekplorasi dengan berbagai teknik dekoratif tekstil untuk menghasilkan rancangan busana siap pakai, dengan inspirasi pasir berbisik dan bunga Edelweis. Hasil dari kajian ini berupa koleksi busana siap pakai dengan inspirasi pasir berbisik dan bunga Edelweis dengan teknik tie dye dan bordir. Dengan koleksi tersebut diharapkan dapat memberikan alternatif baru dalam pengembangan busana siap pakai bagi akademisi atau praktisi bidang fesyen.
EKSISTENSI SENI HIAS RUMAH TRADISIONAL KUDUS Arif Suharson; Dharsono Dharsono; Bambang Sunarto; Nanik Sri Prihatin
Corak : Jurnal Seni Kriya Vol 10, No 1 (2021): MEI 2021
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/corak.v10i1.5502

Abstract

This study aims to understand the existence of Kudus traditional house decorative art that is formed in conjunction with the culture that enters the cultural life of the Kudus people. The presence of decorative art has an important meaning for the community because it is closely related to the noble values that become a learning vehicle for the next generation. Decorative art in Kudus traditional house made with a variety of decorative diversity that is behind it is a form of strong cultural perspective. The decorative art is deliberately made to have beautiful forms of stilisasi, magnificent but also related to the meaning of symbols. Grounded research with three steps of activity simultaneously, namely:  data reduction, data presentation, and verification or withdrawal of conclusions with inter-pretative model analysis conducted to produce valid research. As a result of human culture, the phenomenon of artifacts is certainly inseparable from the sociocultural context in art. The decorative art of Kudus traditional house characterized by coastal culture was born with the strengthening of socio-economic progress of the community with the concept of "gusjigang" “bagus, ngaji, and dagang” that upholds the values of teachings in Islam.Penelitian ini memiliki tujuan untuk memahami eksistensi seni hias rumah tradisional Kudus yang terbentuk bersamaan dengan budaya yang masuk dalam kehidupan budaya masyarakat Kudus. Kehadiran seni hias memiliki arti penting bagi masyarakat karena berkaitan erat dengan nilai-nilai luhur yang menjadi wahana pembelajaran bagi generasi penerusnya. Seni hias pada rumah tradisional Kudus yang dibuat dengan keberagaman ragam hias yang melatarbelakanginya merupakan wujud perspektif budaya yang kuat. Seni hiasnya sengaja dibuat agar memiliki bentuk-bentuk stilasi yang indah, megah, tetapi juga berkaitan dengan makna simbol. Pendekatan grounded research dengan tiga langkah kegiatan secara bersamaan, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan simpulan dengan  analisis model interpretatif dilakukan untuk menghasilkan penelitian yang valid. Sebagai hasil kebudayaan manusia, fenomena artefak ini sudah barang tentu tidak dapat dipisahkan dari konteks sosiokultural dalam berkeseniannya. Seni hias rumah tradisioal Kudus yang bercirikan budaya pesisiran lahir dengan menguatnya kemajuan sosial ekonomi masyarakat dengan konsep “gusjigang” “bagus, ngaji, dan dagang” yang memegang teguh nilai-nilai ajaran dalam agama Islam.
PENERAPAN UKIR TEMBAGA BODY BECAK Budi Hartono; Gandar Setiawan
Corak : Jurnal Seni Kriya Vol 10, No 1 (2021): MEI 2021
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/corak.v10i1.5117

Abstract

The body of a typical becak in Yogyakarta, especially the becak section, is usually decorated with paintings of scenery or puppet figures, and so on. The existence of becak is gradually eroded by technological advances. Becak now look less attractive because some drivers change motorcycle engines to drive becak. The characteristic of becak as a vehicle that is used by human power, began to wear off. As a result, many becak in Yogyakarta are stuck in used goods collectors. Such conditions become a challenge in itself to revitalize it. The purpose of this research is to make innovations with copper media as an application of artistic appearance of rickshaw bodies, especially in the fender section by using carving techniques. The fender part is an important part of the rickshaw as a traditional vehicle, this part gives a strategic look because it is easy to see and its attractive shape makes it easier to respond to be more artistic as a becak decoration. This research method uses practice based research, while the result of this study is copper carving applied to the fender becak Copper carving technique has a special value for everyone who sees it. Copper has a distinctive and specific color as a metal material for each accompanying metal element.  Body becak khas Yogyakarta, terutama bagian slebor, biasanya dihiasi dengan lukisan pemandangan ataupun tokoh pewayangan, dan sebagainya. Keberadaan becak lambat laun tergerus oleh kemajuan teknologi. Penampilan becak sekarang kurang menarik karena sebagian pengemudi mengganti mesin motor untuk menggerakkan becak. Ciri khas becak sebagai kendaraan yang dikayuh memakai tenaga manusia, mulai luntur. Akibatnya, banyak becak di Yogyakarta teronggok di pengepul barang bekas. Kondisi demikian menjadi tantangan tersendiri untuk merevitalisasinya. Tujuan penelitian ini adalah membuat inovasi dengan media tembaga sebagai aplikasi tampilan artistik body becak, terutama di bagian sepatbor/spakbor dengan cara menggunakan teknik ukir. Bagian slebor adalah bagian penting dari becak sebagai kendaraan tradisional. Bagian ini memberikan tampilan yang strategis karena mudah dilihat dan bentuknya yang menarik, sehingga memudahkan untuk direspon menjadi lebih artistik sebagai dekorasi becak. Metode penelitian ini menggunakan metode practice based research, sedangkan hasil penelitian ini berupa ukiran tembaga yang diterapkan pada bagian spakbor becak.  Teknik ukir berbahan tembaga mempunyai nilai spesial bagi setiap orang yang melihatnya. Tembaga memiliki warna yang khas dan spesifik sebagai material logam untuk setiap elemen logam yang menyertainya.