cover
Contact Name
Hangga Hardhika
Contact Email
hanggadhika@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
hanggadhika@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Lintas Ruang: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior
ISSN : 19780702     EISSN : 25806521     DOI : -
LINTAS RUANG: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior merupakan jurnal ilmiah berkala yang ditujukan untuk mempublikasikan karya ilmiah hasil penelitian, pengembangan, dan studi pustaka di bidang desain interior. Terbit dua kali setahun, yaitu setiap bulan Maret dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 109 Documents
Kajian Elemen-Elemen Pendukung Interior CIP Lounge Pada Terminal A Bandara Adisutjipto Yogyakarta Dewi, Riza Septriani; Primayudha, Novrizal; Salsabila, Annisa
Lintas Ruang: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 10, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/lintas.v10i2.7442

Abstract

Terminal A Bandara Adisutjipto Yogyakarta kembali dioperasikan. Walaupun menurut data BRS Provinsi D.I.Yogyakarta mengalami penurunan jumlah penumpang pada bulan April 2022 sebesar 47,65 persen, tetapi terdapat tren pertumbuhan jumlah penumpang dan pesawat udara di bandara ini. Tingginya kembali lalu lintas penerbangan membuat Bandara Adisutjipto Yogyakarta harus mengoptimalisasikan layanan kepada pengguna jasa bandara dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat dan optimalisasi fasilitas ruang tunggu Bandara seperti CIP Lounge Concordia. Ruang tunggu khusus dibawah naungan PT Angkasa Pura Hotel ini merupakan fasilitas untuk tamu VIP yang akan melakukan perjalanan udara, sehingga perlu perhatian mengenai kondisi interiornya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi langsung ke Bandara Adisutjipto Yogyakarta. Kajian ini menunjukan perlunya pembaharuan pada interior CIP Lounge Concordia dengan mempertahankan unsur budaya yang dapat merepresentasikan karakteristik D.I.Yogyakarta kepada para pengunjung bandara. Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi bagi perkembangan ilmu desain dan sebagai salah satu referensi bagi professional desainer dan pengembang dalam merancang CIP Lounge di Bandara.
Ruang Kreatif sebagai Media Interaksi dan Ekspresi untuk Mendukung Pelestarian Budaya dan PemberdayEkonomi Kreatif di Kelurahan Gunungketur Pakualaman Yogyakarta Nugroho, Martino Dwi; Nurcahyo, Mahdi
Lintas Ruang: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 11, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/lintas.v11i1.9416

Abstract

Yogyakarta merupakan daerahistimewa (selain DI Aceh) yang dinilai memiliki kebudayaantradisi dengan nilai-nilai luhur yang harus dilestarikan. Perlestarian kebudayaan tidak hanya bisadilakukan oleh pemerintah saja, namun perlu peran serta dari setiap lapisan masyarakat.Salahsatu usaha pelestarian budaya di Yogyakarta adalah dengan menyediakan ruang publik. Fungsiruang publik tersebut adalah untuk mengakomodasi kegiatan-kegiatan kreatif dalam merawat nilai-nilai tradisi.Kelurahan Gunungketur merupakan salah satu dari dua kelurahan yang berada diwilayah Kemantren Pakualaman Kota Yogyakarta.Wilayah ini termasuk dalam zona penyanggacagar budaya, sehinggadipandang perlu untuk membuat ruang publik di wilayah penyangga cagarbudaya sebagaiwadah interaksi dan ekspresi dalam konteks kontribusi seni untuk industriekonomi kreatif bagi warga dalam usaha pelestarian budaya yang nantinya turut mendukung sektorpriwisata.Risetterapandenganmembuatmodeldesainruangkreatif(creativespace)inimenggunakan metodeKilmer daneco cultural design.TKT (TingkatKesiapanTeknologi)adalahnomor duadimana luaran perancangan ini berupa desain yang didahului dengan riset terkaitpotensi dan permasalahan yang ada di wilayah Keluarahan Gunungketur. Hasil daririset terapanini juga bisa dijadikan model untuk pengembangan ruang kreatif yang ada di lahan terbatas.
Karakter Visual Elemen Interior dan Fasad pada Bangunan Indis di Surakarta Khoirinisa, Miftah
Lintas Ruang: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 11, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/lintas.v11i1.9421

Abstract

Surakarta merupakan salah satu kota di Indonesia yang banyak memiliki peninggalan sejarah padamasa penjajahan Belanda. Salah satunya dalam bentuk percampuran kebudayaan Jawa denganEropa yang disebut kebudayaan Indis. Kebudayaan Indis terlihat dalam beberapa aspek salahsatunya dalam aspek arsitektur yang disebut dengan arsitektur Indis. Arsitektur Indis atau IndischeEmpire merupakanarsitektur dengan gaya campran Eropa dan Jawa. Penelitian ini bertujuanuntuk menganalisis serta mengidentifikasi karakter visual pada bangunan Indis yang ada diSurakarta, yaitu pada elemen interior serta fasad bangunan. Metode yang digunakan dalampenelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan naratif dengan melibatkan 9 bangunanIndisdiSurakartasebagaiobjekpenelitian.Hasildaripenelitianyangtelahdilakukanmenunjukkan bahwa bangunan Indis di Surakarta masih terjaga kelestariannya dan karakter visualbangunan Indis di Surakarta dapat diketahui dari elemen interior dan fasad bangunanyangmeliputi lantai, dinding, langit-langit, pintu, jendela, bentuk atap, kolom, dan balustrade. Darisetiap elemen tersebut memiliki bentuk kesamaan pola visual yang kemudian diwujudkan dalambentuk sketsa dari data 9 sample bangunan Indis di Surakarta yang telah diambil.
Efektivitas Jenis Anyaman Kerajinan Bambu di Desa Loyok, Sikur, Lombok Timur Monata, Rio Setia; Humaira, Humaira; Yazid, Muhammad Farhan
Lintas Ruang: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 11, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/lintas.v11i1.9417

Abstract

Kerajinan anyaman bambu merupakan salah satu karya seni kerajinan warisan dari nenek moyang,sampai saat ini masih digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Kerajinan anyaman merupakanhasil dari proses penyilangan ikatan bambu, rotan, daun-daunan yang dibentuk sebagai bendafungsional dengan pola tertentu. Hampir di seluruh Nusantara terdapat rumah industri pengrajinbarang anyaman, termasuk di kepulauan Sunda Kecil. Di Lombok, terdapat satu desa yangmemiliki banyak pengrajin anyaman bambu, yaitu desa Loyok. Dari zaman dahulu, Desa Loyoksudah dikenal sebagai sentra kerajinan anyaman bambu. Banyak sekali produk kerajinan anyamanyang telah mereka produksi dan kemudian dikirimkan ke berbagai daerah seperti Bali, Mataram,bahkan luar negeri. Kerajinan anyaman bambu ini memiliki jenis anyaman yang berbeda-beda.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis anyaman yang paling efektif di Desa Loyok.Efektivitas adalah suatu keadaan yang menunjukan tingkat keberhasilan atau percapaian suatutujuan yang di ukur kualitas, kuantitas, dan waktu, sesuai dengan yang telah direncanakansebelumnya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif deskriptif, denganmengumpulkan data kemudian melakukan perhitungan terhadap data tersebut untuk melihat jenisanyaman yang paling efektif.
Lubheng Cemplong Sebagai Inspirasi Perancangan Green Wall pada Ruang Interior Wasista, I Putu Udiyana; Kerdiati, Ni Luh Kadek Resi
Lintas Ruang: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 11, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/lintas.v11i1.9418

Abstract

Terdapat tiga isu yang diangkat dalam artikel ini, yaitu: 1) Pelestarian akan keberadaan seni tradisiBali seperti kain gringsing dan pengetahuan taru pramana, berhadapan dengan dinamisme budayayang kian menggerusnya; 2) Pengejawantaha Perda Provinsi Bali No. 5 Tahun 2005, tentangaturan untuk menggunakan identitas Bali pada arsitektur bangunan, yang akan diterapkan denganpendekatan baru; 3) Keterbatasan ruang hijau ketika masa pandemi COVID-19, sehingga butuhstrategi baru dalam mengaplikasikan ruang hijau. Maka dari itu, tujuan penelitian ini sebagai carapelestarian budaya, edukasi tradisi, pemanfaatan area terbatas untuk ruang hijau, serta pemaknaanPerda Provinsi Bali No.5 Tahun 2005 dengan cara yang baru. Penelitian menggunakan metodedesign thinking, dengan tiga tahapan, yaitu : ideasi, konsepsi, dan implementasi. Motif lubhengdan cemplong dari kain tenun geringsing, menjadi ide dasar dalam perancangan partisi denganpendekatan desain biofilik. Tanaman yang digunakan dalam modul menggunakan tanaman yangdiambil dari lontar taru pramana. Pemanfaatan ruang-ruang vertikal sebagai ruang hijau adalahsalah satu strategi pemanfaatan ruang yang terbatas. Selain itu, motif dari tenun geringsingmenunjukkan lokalitas Bali yang modern, sesuai dengan aturan Perda Provinsi Bali no. 5 tahun2005. Dampak penelitian ini adalah mampu memberikan cara baru dalam pelestarian nilai-nilailokal Bali. Selain itu, pemegang aturan harus mampu memikirkan cara baru mengembangkan nilaitradisi Bali menjadi sesatu yang menarik dan modern
Ornamen Rumah Tradisional Melayu Riau di Pekanbaru: Rumah Tuan Kadi Andrina, Hanifaturrahmi; Soewardikoen, Didit Widiatmoko; Nurhadiansyah, Mahendra
Lintas Ruang: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 11, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/lintas.v11i1.9419

Abstract

Pekanbaru merupakan ibu kota Provinsi Riau yang memiliki visi untuk mewujudkan identitas kotadengan lingkup budaya Melayu Riau. Upaya pelestarian budaya menjadi langkah yang ditetapkan olehpemerintah khususnya pada sektor pariwisata. Salah satunya dengan ditetapkannya rumah singgah TuanKadi sebagai situs cagar budaya yang menjadi objek destinasi wisata kebudayaan dan sejarah dengan cirikhas bangunan tradisional Melayu Riau dari segi eksterior maupun interiornya. Rumah Tuan Kadi dapatdikunjungi penduduk sekitar maupun wisatawan, kegiatan pemotretan, serta kegiatan kebudayaan olehpemerintah.Penelitianinibertujuanuntukmengidentifikasiragamhiasornamenpadabangunantradisional sebagai salah satu ciri khas kebudayaan Melayu Riau. Metode yang digunakan pada penelitianini adalah kualitatif deskriptif interpretatif dengan menganalisis data observasi dan dokumentasi padarumah Tuan Kadi disertaidengan wawancaradan keterkaitannya dengan landasan teori mengenaipenerapan ornamen dan ragam hias melayu pada bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkanidentifikasi mengenai penerapan ragam hias ornamen pada elemen interior yang ada pada rumahtradisional di Kota Pekanbaru. Dari hasil yang diperoleh ragam hias ornamen pada rumah Tuan Kadidipengaruhi oleh kebudayaan Melayu yang tersebar pada masa kejayaan kerajaan Siak Sri Indra Purasebagai tempat persinggahan sultan dan diambil alih oleh Belanda sebagai kantor. Penerapan ornamenpada eksterior dan interior pada rumah tradisional dapat menjadi acuan rekomendasi dalam perancangandesain yang merefleksikan identitas budaya pada bangunan ruang publik di Kota Pekanbaru.
Preferensi Perempuan Terhadap Desain Kawasan Bantaran Sungai di Karangwaru Riverside Wishnuaji, Artbanu
Lintas Ruang: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 11, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/lintas.v11i1.9420

Abstract

Desain bantaran sungai di bantaran sungai Karangwaru direncanakan dengan metode desainpartisipatif.Perempuansebagaisalahsatupemangkukepentingandalamprogrampembangunan tersebut berpartisipasi dalam berbagai tingkatan selama perencanaan danpelaksanaanrancangan.Merekatidakterlibatlangsungdalampekerjaanfisiktetapimenyediakan logistik untuk mendukung para pekerja. Dengan terwujudnya desain, bantaransungai Karangwaru dinilai berhasil mengakomodir kebutuhan stakeholder. Namun demikianhingga saat ini belum ada penelitian yang membahas tentang apa yang sebetulnya disukaiperempuan dalam sebuah desain kawasan tepi sungai.Penelitian ini bertujuan untukmengetahui preferensi desain perempuan di kawasan tersebut terhadap lingkungan binaanbantaran sungai. Dengan menggunakan metode kualitatif dan wawancara mendalam untukmengumpulkan data, penelitian ini menemukan bahwa preferensi perempuan tidak hanyabersifat visual melainkan melibatkan sensori auditori dan sentuhan. Fitur-fitur desain sepertijalansetapakdanpagarpembatasmenjadipentingbagiperempuanuntukmengakseskawasan terbangun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan memperhatikan fiturkeamanan desain bantaran sungai, kemudahan perawatan, privasi, dan batasan aktivitassosial.
KAJIAN PENERAPAN MATERIAL REUSE PADA RUBILANG HOMESTAY YOGYAKARTA Irfanda, Saradifa Nurdiaz
Lintas Ruang: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 11, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/lintas.v11i2.10845

Abstract

A house is a building that functions as a place to live and contains facilities and infrastructure for the family. The need for houses is increasing in accordance with human growth. This highlights that the construction of houses will definitely consume a significant amount of natural materials for building construction materials. The use of material reuse can help reduce this. Several case examples were selected to identify and analyze all the challenges and factors that should be considered in designing using recycled materials. Recycling can be defined as reusing an object in a new way, without damaging the material from which it is made. Rubilang Homestay is touted as an example of a house that contributes to environmental sustainability by using reused materials for its construction and interior. The method used in this research was conducted in-depth interviews with homeowners with a direct emphasis on the use of reused materials used in Rubilang Homestay. This research aims to understand the reuse method used by Rubilang Homestay and examine the elements of reuse materials from an interior perspective. The research results are in the form of a narrative presentation of interior images and an analysis focused on reused materials.
SENSE OF PLACE DI PERPUSTAKAAN DAERAH Widiarini, Nabila Anindya; Pasaribu, Yannes Martinus; Vidyarini, Etika
Lintas Ruang: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 11, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/lintas.v11i2.9479

Abstract

Adaptasi konsep library as a social place kian menjadi tren ditengah pesatnya perkembangan teknologi dan gaya belajar kolaboratif. Pada penelitian ini diselidiki sense of place perpustakaan daerah berkonsep ruang publik dari tiga faktor pembentuknya, yaitu aspek aktvitas, fisik, dan emosi dengan analisis statistik deskriptif dan observasi lapangan. Perpustakaan Umum Kota Lumajang dipilih menjadi objek dengan sampel berupa pemustaka di lingkungan tersebut yang ditetapkan dengan metode accidental sampling.Dari hasil analisis data ditemukan bahwa, variabel yang dominan membentuk keterikatan pemustaka dengan Perpustakaan Umum Kota Lumajang pada aspek aktivitas adalah kegiatan mencari ide, berkegiatan sosial, dan mengekpslor bangunan dalam variabel eksplorasi. Kemudahan akses menuju tempat dinilai sebagai faktor penting dalam aspek fisik. Dengan adanya ruang publik, peran perpustakaan sebagai sarana pengembangan wawasan, minat dan kualitas masyarakat daerah dilaksanakan melalui kegiatan diskusi, berkumpul, aktualisasi, dan bercengkrama antar pemustaka di tempat (place social bonding). Tingkatan sense of place pemustaka di Perpustakaan Umum Kota Lumajang secara umum berada pada kategori sedang, yaitu pemustaka memiliki ketertarikan khusus dengan area atau unsur yang ada di perpustakaan. Peran perpustakaan sebagai social place dinilai sebagai makna tempat dan unsur menarik untuk mengunjungi serta berlama-lama di lingkungan perpustakaan, sehingga secara berkesinambungan berpengaruh pada keterikatan tempat (sense of place).
Revitalisasi Ruang Pameran Galeri Nasional Indonesia melalui Inovasi Teknologi, Studi Kasus: Area Pameran Gedung B Angelina, Angelina; Mutiara, Maitri Widya; Pane, Sri Fariyanti
Lintas Ruang: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 11, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/lintas.v11i2.9323

Abstract

Bangunan umum terus berkembang dan dilengkapi dengan IoT untuk memenuhi kebutuhan yang praktis dan efisien. Layaknya Galeri Nasional Indonesia (GNI) memerlukan adaptasi ulang dengan kemajuan era mendatang yang tidak lain yaitu sebuah teknologi bersama Internet of Things (IoT) yang akan meningkat pesat sekian waktu. Permasalahan yang paling menonjol yaitu bagaimana cara mewujudkan IoT dan teknologi yang baik ke dalam interior GNI. Dari semua hal tersebut, perancangan GNI untuk penelitian kali ini tertuju kepada ruang pameran gedung B. Tujuan perancangan yang utama ialah untuk mewujudkan IoT dan teknologi yang baik ke dalam interior GNI dan untuk memperoleh data yang diperlukan sebagai landasan dalam penelitian. Metode perancangan desain Rosemary dan Otie Kilmer, metode desain dibagi 2 bagian dengan 8 tahapan. Untuk perancangan galeri ini berkonsep teknologi dengan IoT menggunakan aplikasi di perangkat gadget kini merubah kebutuhan masyarakat khususnya ruang aktifitas masyarakat. Pengimplementasian teknologi serta IoT ke dalam ruang pameran tetap GNI yaitu dengan video mapping blinds dan motion sensor. Ruang pameran tetap akan memberikan dampak interior galeri yang dapat meningkatkan daya tarik masyarakat terhadap situasi wilayah ruang publik tersebut. Hal itu pula yang dapat mempermudah saluran informasi yang akan berguna untuk kualitas hidup masyarakat.

Page 8 of 11 | Total Record : 109